![]() |
| Foto: IST |
Kegiatan Taman Ceria merupakan wadah ekspresi bagi anak-anak di lingkungan Desa Pante Gaki Bale. Kegiatan ini diselenggarakan oleh salah satu kelompok mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan UIN SUNA Lhokseumawe sebagai bentuk upaya penyembuhan trauma anak-anak pascabencana banjir yang terjadi pada 26 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 anak yang berasal dari Desa Pante Gaki Bale. Seluruh peserta merupakan siswa sekolah dasar, dan terdapat satu anak yang masih berusia di bawah lima tahun. Kegiatan dibuka oleh Maisarah selaku moderator yang memandu acara hingga selesai. Acara diawali dengan doa belajar yang dilantunkan dengan penuh semangat oleh anak-anak, yang terlihat dari ekspresi bahagia di wajah dan tingkah laku mereka.
![]() |
| Foto: IST |
Kegiatan dilanjutkan dengan permainan kolase untuk melatih kreativitas dan keterampilan anak. Anak-anak dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing terdiri atas empat hingga lima orang dan didampingi oleh seorang pengawas. Terdapat dua motif kolase yang harus dihias dengan berbagai pilihan bahan tempel, seperti biji kacang hijau, sagu mutiara, dan potongan kertas warna-warni. Setelah menyelesaikan kolase, hasil karya dinilai untuk menentukan tim pemenang. Seluruh anak tetap mendapatkan hadiah agar semangat mereka tidak berkurang.
Setelah pembagian hadiah, kegiatan dilanjutkan dengan nonton bersama. Film yang ditayangkan adalah kartun islami berjudul Nusa dan Rara. Melalui film tersebut, anak-anak dapat meneladani pesan moral yang disampaikan. Mereka diharapkan mampu mempraktikkan perilaku saling membantu, patuh kepada orang tua, serta saling menghargai.
Kanasya, salah satu peserta kegiatan Taman Ceria, mengungkapkan rasa senangnya terhadap kegiatan tersebut. “Kak, seru sekali main kolase ini. Besok kita belajar lagi ya, Kak. Mau belajar terus bareng kakak,” ungkapnya.
Reporter: Zuhra



