Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

20 Februari 2026

Mahasiswa KPM Desa Pante Gaki Bale Gelar Pesantren Kilat sebagai Wujud Komitmen dalam Penguatan Pendidikan Agama ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 12 Desa Pante Gaki Bale menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat yang berlangsung di Masjid Al-Huda Desa Pante Gaki Bale. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Kamis–Sabtu (19–21/02/2026).

‎Pada hari pertama, yaitu Kamis (19/02) kegiatan Pesantren Kilat yang direncanakan dimulai pada pukul 08.00 WIB mangalami keterlambatan dikarenakan hujan. Namun, pada pukul 08.30 WIB anak-anak mulai berdatangan, ada yang berjalan kaki, menaiki sepeda, maupun diantar oleh orang tuanya. Walau dalam keadaan hujan, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan Pesantren Kilat di hari pertama ini. Anak yang hadir pun berasal dari berbagai usia, namun masih di pantaran sekolah dasar. Total kehadiran murid pada hari pertama adalah 11 anak.

‎Pembelajaran awal dimulai dengan tahsin (proses memperbaiki dan membaguskan bacaan Al-Quran agar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan makhraj huruf yang benar). Terdapat dua kategori murid yang diajarkan, yaitu tingkat Al-Quran dan tingkat Iqra/Juz 'Amma. Agar murid tidak bosan, kegiatan tahsin diselingi dengan pembelajaran pengenalan nama-nama dan tugas malaikat serta nasihat agar patuh kepada orang tua, guru, serta menyayangi teman. Pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan, seperti adanya hadiah bagi anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan. Hal ini bertujuan agar murid merasa nyaman dan tetap semangat selama proses belajar.

Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna

Desa Uning Mas Gelar Tradisi Meugang Pascabencana Bersama Mahasiswa KPM UIN SUNA

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 10 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasyiah (SUNA) Lhokseumawe bersama masyarakat Uning Mas melaksanakan tradisi meugang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan pada Rabu (18/02/2026).

Kegiatan meugang merupakan tradisi yang berasal dari Provinsi Aceh sejak masa Kerajaan Samudra Pasai. Pada tradisi meugang kali ini, masyarakat Aceh yang terdampak bencana mendapatkan anggaran dari pemerintah sebesar Rp4.555.000.000. Melalui anggaran tersebut, dana dialokasikan ke wilayah Bener Meriah yang mencakup 105 desa, masing-masing sebesar Rp50.000.000, dan didistribusikan kepada 14 desa di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Sebanyak satu ekor sapi dengan berat sekitar 130 kilogram (kg) disembelih dan dibagikan menjadi 66 kantong plastik dengan berat masing-masing 2 kg. Setiap kantong berisi daging, kikil, babat, tulang, dan jeroan. Melalui tradisi meugang pascabencana ini, masyarakat Uning Mas dari tiga dusun yang berbeda dapat bersatu kembali dan mempererat silaturahmi.

“Meskipun terkena musibah, melalui pendekatan tradisi setempat mampu memberikan kebahagiaan serta mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujar Ainan Naim, Ketua KPM di Uning Mas.


Penulis: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Putri Ruqaiyah
 

19 Februari 2026

KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 12 Tingkatkan Estetika Desa melalui Papan Nama dan Tempat Sampah

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe membuat papan nama kantor kepala desa serta membagikan empat tong sampah yang dibagikan di empat titik fasilitas desa. Kegiatan ini berlangsung di sekitar wilayah Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (17/02/2026). 

‎Sebelum diletakkan pada tempatnya, papan nama tersebut dibuat pada hari Senin (16/02). Proses pengecatan papan nama dan tong sampah dilakukan di hari yang sama pula. Dengan kreativitas para anggota kelompok 12, papan nama didesain secara manual melalui tangan-tangan kreatifnya. Dengan campuran tiga warna, yaitu biru, kuning, dan putih yang melapisi kayu papan nama tersebut, tidak hanya sekadar pemilihan warna asal namun memiliki makna tersendiri. Biru melambangkan kedamaian dan profesionalisme, kuning melambangkan energi dan semangat, serta putih yang melambangkan kebersihan dan kesucian. 

‎Papan nama yang telah jadi diletakkan di depan kantor desa, sedangkan keempat tong sampah masing-masing diletakkan di sekolah, kantor desa, masjid, serta meunasah desa. 

Foto: IST
Ikhsan Dhani selaku Divisi Logistik mengaku pembuatan papan nama ini bertujuan untuk petunjuk bagi pendatang baru di desa agar mudah dalam mencari kantor kepala desa tersebut, dikarenakan selama ini tidak ada petunjuk nama di depan kantor tersebut membuat pendatang bingung mencari kantornya. 

‎"Selain membuat papan nama, kami juga membagikan empat tong sampah di empat titik lokasi yang berbeda. Tujuannya agar sampah tidak berserakan, selama ini dapat dilihat sampah-sampah yang ada sering berserakan, semoga dengan tong sampah ini dapat meningkatkan sifat sadar lingkungan bagi masyarakat," jelas Ikhsan.

Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna

Sambut Ramadan, Mahasiswa KPM Desa Pante Gaki Bale Bersama Warga Rayakan Khanduri Meugang

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Meugang adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat Aceh memasak dan mengonsumsi daging, seperti lembu atau kerbau, bersama keluarga dan tetangga sehari sebelum Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Di Desa Pante Gaki Bale, budaya ini masih sangat kental. Pada meugang sehari sebelum Ramadan, masyarakat desa merayakannya dengan kenduri (makan bersama). Seluruh persiapan dilakukan secara gotong royong dan untuk kali ini mahasiswa KPM Kelompok 12 turut hadir untuk membantu segala persiapan sebelum dan sesudah kegiatan kenduri. Kenduri ini dilaksanakan pada Rabu (18/02/2026).

Foto: IST
Kenduri ini diinisiasi oleh para warga desa, dengan dana yang berasal dari bantuan beberapa donatur dari luar desa serta dana desa itu sendiri. Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, selaku salah seorang donatur, mengaku sangat senang melihat antusias warga yang hadir dalam kegiatan ini. Ia juga turut berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KPM Kelompok 12 yang ikut membantu menyukseskan kegiatan kenduri tersebut.

“Saya mewakili masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih kepada adik-adik KPM yang telah hadir di Kampung Pante Gaki Bale ini. Begitu sedih dengan keadaan yang begini rupa, semoga dengan kehadiran adik-adik KPM, masyarakat bisa semangat kembali dalam menjalani kehidupan sehari-harinya,” ungkap salah seorang warga.


Reporter: Zuhra

Editor: Putri Ruqaiyah
 

Perjalanan Sejarah Mahasiswa KPM Uning Mas di Tugu Radio Rimba Raya ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di Desa Uning Mas melakukan kunjungan ke Tugu Radio Rimba Raya yang berada di Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah (dekat Ronga Ronga) pada Selasa (17/02/2026).

‎Kunjungan ini dilaksanakan bersama salah satu aparat Desa Uning Mas guna mengetahui nilai sejarah yang berada di wilayah setempat. Melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapatkan informasi melalui papan informasi yang terletak di bawah Tugu Radio Rimba Raya. 

Sejarah mengatakan bahwa Radio Belanda Hilversum mengabarkan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia sudah hancur. Berita tersebut dipercayai oleh beberapa negara luar, sehingga pada malam hari (20/12/1948), Radio Rimba Raya mengabarkan kepada seluruh dunia bahwa Republik (Indonesia) masih ada. Pengabaran itu dilakukan setelah mendapatkan keputusan melalui sidang Dewan Pertahanan pada (19/12/1948).

‎Melalui kabar pada (20/12/1948) tersebut, dunia menyadari bahwa Republik Indonesia (RI) masih berdiri. Sehingga, kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 kembali dilanjutkan oleh masyarakat Indonesia dan diakui oleh dunia. 

Melalui perjalanan sejarah ini, mahasiswa KPM UIN SUNA yang berada di Desa Uning Mas dengan mayoritas berasal dari luar Aceh mampu mengetahui dan memahami sejarah yang berada di Aceh, khususnya wilayah Bener Meriah atas jasanya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

‎Keberadaan mahasiswa dalam KPM Tematik Kebencanaan bukan hanya membantu para penyintas bencana, tetapi juga membangkitkan nilai sejarah setempat. Ketua Kelompok KPM Uning Mas, Ainan Naim, mengatakan bahwa perjalanan ini bukan hanya untuk melihat situasi serta kondisi pascabencana di wilayah setempat, tetapi juga untuk mengetahui sejarah yang ada di wilayah setempat. Melalui kunjungan ini, nantinya para mahasiswa KPM UIN SUNA di wilayah Uning Mas mampu memberikan pemahaman sejarah berdasarkan informasi asal kepada anak-anak wilayah penugasan KPM. 

‎"Sebagai negara yang kaya akan sejarah, selaku mahasiswa kami ingin mengingatkan kisah-kisah perjuangan yang sudah terjadi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap nilai sejarah yang berada di Nusantara," ujar Ainan.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap 

Editor: Tiara Khalisna

16 Februari 2026

Dari Langkah Tanpa Rencana, Latar Keluarga Sederhana, hingga Menjadi Presiden Mahasiswa dan Lulus Sarjana

 

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Perjalanan Munawir adalah kisah yang tumbuh dari kesederhanaan, kesempatan, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. Hari ini, ia menutup masa pengabdian sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) sekaligus menyelesaikan studi sarjananya, sebuah capaian yang di awal hidupnya bahkan tidak pernah ia bayangkan.

Munawir berasal dari keluarga yang diasuh oleh ibunya seorang diri setelah ayahnya meninggal sejak lama. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat pendidikan tinggi terasa seperti mimpi jauh. Namun, takdir membuka jalan ketika ia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Aceh, sehingga ia bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Memulai kuliah bukanlah rencana, tapi keputusan yang mengubah arah hidupnya.
‎Jejak organisasinya dimulai dari tingkat jurusan. Di tempat inilah ia belajar dasar-dasar kepemimpinan, manajemen kegiatan, dan dinamika pergerakan mahasiswa. Langkah kecil itu kemudian menjadi pondasi bagi perjalanan panjang di dunia organisasi kampus.
‎Perjalanan dari Fakultas sampai ke tingkat Universitas. Komitmen dan konsistensinya membuka kepercayaan baru. Dari jurusan, ia melangkah ke organisasi fakultas, kemudian ke tingkat universitas. Pengalaman ini memperluas pandangannya tentang advokasi, administrasi, diplomasi, dan pelayanan mahasiswa.
‎Puncak pengabdiannya hadir ketika ia dipercaya memimpin Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe (DEMA-U) sebagai Presma dalam Kabinet Ksatria Muda. Masa kepemimpinan ini diwarnai berbagai program, kolaborasi, dan kerja advokasi yang menyentuh kepentingan mahasiswa dan kampus.
‎Salah satu pencapaian yang jarang diungkap adalah bahwa Munawir berkali-kali membawa nama kampus ke tingkat nasional sebuah hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Melalui keterlibatan dalam forum mahasiswa, jaringan nasional, serta kegiatan lintas kampus, ia berhasil menempatkan kampus sebagai bagian dari percakapan dan gerakan mahasiswa se-Indonesia.
‎Di tengah padatnya amanah organisasi, Munawir tetap menuntaskan kewajibannya sebagai mahasiswa. Proses skripsi yang panjang, revisi berulang, dan dinamika akademik menjadi ujian yang berhasil ia lewati hingga akhirnya meraih gelar sarjana.
‎Dengan resminya masa demisioner dan gelar sarjana yang ia raih, Munawir menutup bab penting dalam perjalanan hidupnya. Dari seorang anak yang dibesarkan seorang ibu dalam keterbatasan ekonomi, dari pemuda yang tidak pernah membayangkan akan kuliah, hingga berdiri sebagai Presiden Mahasiswa dan lulusan sarjana, semua ini menjadi bukti kekuatan tekad dan kerja keras.
‎Munawir menyampaikan terima kasih mendalam kepada ibunya tercinta, keluarga, sahabat, dosen, rekan-rekan organisasi, serta seluruh tim Kabinet Ksatria Muda yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas beasiswa yang memberinya kesempatan mengubah masa depan.

‎Perjalanan Munawir bukan sekadar catatan prestasi, tetapi kisah tentang keteguhan, kesempatan, pengabdian, dan pembuktian diri. Dari latar keluarga sederhana menuju panggung nasional, dari Jurusan hingga Presma, dari langkah kecil tanpa rencana hingga menuntaskan pendidikan ini adalah jejak yang layak menjadi inspirasi.
Rilis
‎Editor: Tiara Khalisna

WWF dan Cinta Laura Tinjau Kondisi Pascabencana di Desa Uning Mas


Foto: Zahira Putri Meola
www.lpmalkalam.com- World Wide Fund For Nature (WWF) sebagai organisasi independen pada ranah konservasi lingkungan mengunjungi Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah pada Minggu (15/02/2026). 

‎Kunjungan ini dilakukan untuk melihat situasi dan kondisi di Desa Uning Mas pascabencana beberapa waktu silam. Tim WWF juga menjalin mitra kerja sama dengan Act off love foundation yang dibangun oleh Cinta Laura. Melalui kunjungan ini, Cinta juga ikut meninjau secara langsung keadaan wilayah sekitar, dipandu oleh Sekretaris Desa (Sekdes), Masmiko, dan perangkat desa lainnya. Cinta dan tim WWF mendatangi desa dengan titik awal di posko utama yang berada di Dusun Bunge Ara Mudah Mudahan Ada, yang kemudian berlanjut ke dusun kedua yang disebut Pantes Tona, dan kemudian ke dusun ketiga, yakni Tawa Sejuk yang berada di ketinggian 1.600 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL). 
‎Peninjauan fasilitas posko mencakup keberadaan sekolah darurat, mandi cuci kakus (MCK), dapur umum, dan tenda posko. Ketika kunjungan di Dusun Bunge Ara, Masmiko menjelaskan bahwa kesehatan para masyarakat wilayah setempat dapat dikontrol oleh para dokter yang datang setiap hari dalam seminggu atau dua hari sekali setiap Minggu. 
Foto: Zahira Putri Meola

Pada ranah pendidikan, perwakilan para guru sekolah darurat menyampaikan bahwa terdapat 11 guru yang mengajar ditingkat Sekolah Dasar (SD), dengan pembagian jadwal mengajar pada saat bencana 3 hari dalam seminggu dengan 4 guru. Tingkatan tersebut juga diajarkan berbagai macam jenis mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Matematika, Bahasa Indonesia, Agama, Bahasa Daerah, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Disampaikan pula bahwa sekolah darurat hanya diperuntukkan bagi siswa tingkat yang sudah disebutkan, sehingga tingkatan lainnya akan melanjutkan pendidikan di kawasan Desa Blang Rakal, Kecamatan Pinto Rime Gayo dengan jarak tempuh 4 kilometer (km). 
‎Cinta Laura menyampaikan bahwa keadaan pascabencana yang dilihatnya pada (15/02) jauh lebih parah dari yang sudah dilihat sebelumnya. Disampaikan juga bahwa sejak bencana terjadi sudah banyak masyarakat yang berdonasi, tetapi melihat kerusakan separah ini memerlukan emergency respon dari seluruh masyarakat. Menutup kunjungannya, Cinta Laura menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat terdampak bencana melalui mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di wilayah setempat. 
‎"Walaupun aku sangat mengerti rasa sakit, kecewa, dan takut yang kalian rasakan. Jangan biarkan ini mengdikte masa depan kalian, dari manapun kalian berasal aku yakin kalian bisa bangkit kembali. Belajarlah sekuat-kuatnya, bekerjalah kuat-kuatnya, dan bangunlah masa depan yang cerah dari diri kalian dan keluarga kalian. Jangan nyerah, aku yakin kalian bisa," ujarnya.
Reporter: Ririn Dayanti Harahap
‎Editor: Tiara Khalisna

Peduli Lingkungan Pascabencana: KPM Tematik Kelompok 12 Bersihkan Fasilitas Umum Desa Pante Gaki Bale

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Kelompok 12 yang berada di Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara menjalankan aksi peduli lingkungan dengan melakukan gotong royong membersihkan fasilitas umum yang ada di desa. Kegiatan ini dilakukan mulai Jumat–Minggu (13–15/02/2026).

‎Setelah waktu ibadah salat Jumat (13/02), kegiatan gotong royong diawali dengan membersihkan peralatan pecah belah milik desa yang berlangsung di Meunasah Desa.

‎Esoknya, pada Sabtu (14/02), kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan Kantor Kepala Desa, mulai dari pagi hingga petang. Pembersihan kantor ini memakan waktu yang cukup lama dikarenakan kantor tersebut belum tersentuh sama sekali semenjak bencana banjir terjadi. Lumpur yang mengendap dan mengeras turut menghambat proses pembersihan. Namun, setelah dibersihkan dalam beberapa kali proses, kantor tersebut dapat kembali bersih, meski cat di tembok sudah tidak layak. 

Foto: IST
Kegiatan gotong royong ini berakhir pada Minggu (15/02), mahasiswa bersama warga Desa bersama-sama memindahkan balai pengajian yang terbawa arus ke tempat semula. Diketahui terdapat 5 balai yang terbawa arus, dua diantaranya terseret arus sekitar 100 meter dari posisi semula, kedua balai tersebut sudah tidak layak pakai, dua balai lain masih layak pakai, dan satu balai lainnya masih diselidiki kelayakannya. 

‎Kepala Desa Pante Gaki Bale, Amri Syahfari, mengungkapkan harapan yang besar agar segala hal dapat kembali normal, anak-anak dapat kembali bersekolah, mengaji, dan segala fasilitas yang ada dapat dipergunakan kembali.

‎Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna
 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.