HEADLINE
03 Juli 2026
02 Juli 2026
Generasi Z dan Tanggung Jawab Melestarikan Canang Cereukeuh
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
Bahaya Merokok di Jalan: Kebiasaan Sepele yang Merugikan Banyak Orang
![]() |
| Foto: Pixels |
Merokok di jalan merupakan kebiasaan yang kurang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain. Setiap orang memang memiliki hak untuk merokok, tetapi hak tersebut tidak boleh mengganggu hak orang lain untuk menikmati udara yang bersih. Terlebih lagi, ketika seseorang merokok sambil mengendarai kendaraan, konsentrasi dapat terganggu sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain membahayakan kesehatan, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga dapat mencemari lingkungan dan bahkan memicu kebakaran. Hal-hal yang terlihat kecil seperti ini sering kali diabaikan, padahal dampaknya dapat dirasakan oleh banyak orang.
Kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga kepedulian terhadap orang lain. Merokok di tempat yang semestinya dan membuang puntung rokok pada tempatnya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai anggota masyarakat. Lingkungan yang sehat tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada kesadaran setiap individu.
Penulis: Bellivia Al-Kamariana
Editor: Chalisa Najla Safira
01 Juli 2026
Prodi KPI UIN SUNA Luncurkan Dua Portal Berita
![]() |
| Foto: Muhammad Rahul Gonzales |
Peluncuran tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD, Mahdi; Ketua Program Studi KPI, Zanzibar; dosen KPI sekaligus pegiat media, Riza Mirza; Kepala Biro Serambi Indonesia wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, Jafaruddin; serta mahasiswa KPI UIN SUNA.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa KPI di bidang jurnalistik, khususnya dalam penulisan berita. Kehadiran dua portal berita tersebut diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Fadhil Aulia Farisky selaku Ketua Redaksi UINside.id mengatakan bahwa peluncuran UINside.id dan Telisik.id merupakan langkah penting dalam pengembangan jurnalistik kampus. “Pengetahuan saja tidak cukup, tetapi harus diikuti dengan pengaplikasian. Keinginan saja juga tidak cukup, melainkan perlu dibuktikan melalui aksi nyata,” ujarnya.
Ia berharap kedua portal berita tersebut dapat terus menghadirkan informasi yang akurat, berkualitas, dan bermanfaat bagi pembaca.
Sementara itu, Ketua Program Studi KPI, Zanzibar, berharap keberadaan kedua media mahasiswa tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh angkatan berikutnya. “Kami berharap peluncuran dua portal berita ini tidak berhenti di Angkatan 2023, tetapi dapat diteruskan oleh angkatan-angkatan berikutnya sehingga UINside.id dan Telisik.id terus berkembang,” katanya.
Dekan FUAD, Mahdi, menilai jurnalistik memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran UINside.id dan Telisik.id diharapkan mampu menjadi media pembelajaran sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan jurnalistik kampus.
29 Juni 2026
Tradisi Kenduri Blang: Menjaga Budaya, Mengikat Solidaritas
![]() |
| Foto: Pixels |
Tradisi ini dilaksanakan dengan cara masyarakat memasak dan makan bersama di area persawahan menjelang musim tanam padi sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang telah diberikan.
Kenduri Blang dipercaya sebagai bentuk doa dan ikhtiar masyarakat agar terhindar dari berbagai rintangan ketika memulai musim tanam. Masyarakat meyakini bahwa setiap usaha hendaknya diawali dengan doa dan ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memperoleh hasil yang terbaik.
Selain itu, Kenduri Blang juga menjadi tradisi memasak dan makan bersama di dekat area persawahan yang bertujuan mempererat hubungan antarmasyarakat. Melalui tradisi ini, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial terus dipupuk dan dilestarikan.
Di era modern, Kenduri Blang bukan sekadar kenduri dan doa bersama, tetapi juga menjadi wadah musyawarah para petani menjelang musim tanam. Dalam musyawarah tersebut dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan persawahan, seperti pembagian air irigasi secara adil dan penentuan jadwal tanam padi.
Pelestarian Kenduri Blang kini menjadi tantangan tersendiri, terutama karena banyak generasi muda yang kurang tertarik pada bidang pertanian dan menganggap tradisi tersebut tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Padahal, Kenduri Blang mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah yang penting dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan masyarakat.
28 Juni 2026
Krisis Empati di Tengah Perkembangan Teknologi
![]() |
| Foto: Pixels |
Bahasa Langit
![]() |
| Foto: Pixels |
25 Juni 2026
Menyimpan dalam Kata
Karena waktu pandai membawa pergi
Sedangkan aksara yang kutinggalkan
Tak semua rasa sanggup diucapkan
Tak semua rindu dapat disampaikan
Ada yang memilih hidup dalam diam
Terkurung rapi di lembar yang kutuliskan
Manusia datang lalu berlalu
Meninggalkan jejak yang kian samar
Namun tulisan tetap setia menunggu
Menjaga kenangan agar tak pudar
Pada setiap kalimat yang lahir
Ada serpih diri yang kusimpan
Bukan untuk dipuja dunia
Melainkan untuk melawan kehilangan
Mungkin suatu hari semua berubah
Jarak menjadikan kita asing
Tetapi kata tak pernah berpindah
Ia menetap dalam sunyi yang bening
Aku percaya setiap tulisan
Adalah rumah bagi sebuah rasa
Tempat yang tak dapat disentuh waktu
Meski musim terus berganti arah
Maka jika kelak kau bertanya
Mengapa aku begitu gemar menulis
Jawabannya sesederhana ini
Aku ingin merawat apa yang nyaris habis
Sebab kenangan pasti memudar
Dan perjumpaan punya akhirnya
Namun selama kata masih bernapas
Akan selalu ada yang tetap hidup di dalamnya
Penulis: Amanda Zuhra
Editor: Chalisa Najla Safira
24 Juni 2026
Putri Kecil di Hati Ayah
23 Juni 2026
Seminar Budaya Canang Cereukeuh di Era Generasi Z
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
Kegiatan diawali dengan penampilan Rapai dan Debus, kemudian dibuka secara resmi oleh pembawa acara (MC) serta dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian acara turut menampilkan tari tradisional dan pembacaan puisi oleh Jihan Fahyra yang diiringi aransemen musik.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Tgk. Yusdedi, Reza, Raihan Ansuri, serta pengrajin alat musik Canang, Junaidi. Dalam sesi diskusi, salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai kondisi Generasi Z yang dinilai mulai kurang mengenal adat dan budaya daerah, khususnya Canang Cereukeh.
Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menyampaikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendidikan, seni, dan nilai-nilai agama. Dalam pemaparannya, salah satu narasumber menyampaikan, “Dengan ilmu menjadi mudah, dengan seni menjadi indah, dan dengan agama menjadi terarah.” Narasumber juga menjelaskan bahwa adat istiadat tidak hanya digunakan dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain itu, narasumber menyinggung pentingnya pelestarian budaya daerah melalui berbagai upaya, termasuk penguatan regulasi daerah. Menurut pemateri, setiap daerah memiliki identitas budaya yang perlu dipertahankan sebagai bagian dari karakter masyarakat setempat. Acara ini kemudian ditutup dengan penampilan seni budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Canang Ceureukeuh. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, dan peserta yang hadir.
Penulis: Daffa Alkausar
Mengenai Saya
- LPM AL-KALAM
- Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.









