Di genggaman tangan yang dahulu hangat
Aku belajar melangkah tanpa takut
Langkah kecilku yang sering tersesat
Kau arahkan perlahan tanpa pernah mengeluh
Suaramu tenang, tak pernah meninggi
Namun ketegasannya selalu sampai di hati
Dari caramu diam aku mengerti
Bahwa cinta tak selalu harus terucap setiap hari
Aku putri kecil di hatimu, Ayah
Meski waktu terus berlari menjauh
Di matamu aku tetap sederhana dan indah
Walau dunia perlahan mulai mengubahku
Dahulu aku selalu ada di sampingmu
Tertawa tanpa beban di setiap waktu
Kini jarak dan usia menuntunku
Menjadi seseorang yang dahulu tak pernah kuketahui
Pelukanmu adalah rumah ternyaman
Tempat segala lelahku luruh
Namun kini aku belajar perlahan
Berdiri sendiri meski hatiku rapuh
Ayah, ada rindu yang tak selalu tersampaikan
Ada lelah yang tak ingin kutunjukkan
Karena aku tahu, di balik perhatian yang diam
Kau selalu menyimpan doa yang tak terucapkan
Saat aku jatuh dan hampir menyerah
Aku teringat wajahmu yang sederhana
Yang mengajarkanku arti ketabahan
Meski hidup tak selalu ramah menyapa
Ayah, jika suatu hari aku terlihat kuat
Percayalah, itu karena ajaranmu yang melekat
Jika aku mampu bertahan meski penat
Itu karena dahulu kau tak pernah menyerah saat keadaan berat
Namun ada sedih yang diam-diam tinggal
Saat aku tak lagi duduk lama di sampingmu
Saat waktu kita mulai terpisah oleh jarak dan kesibukan
Dan aku sibuk mengejar tujuan hidupku
Maaf jika aku mulai jarang pulang
Maaf jika tawaku tak lagi seperti dahulu
Bukan karena hatiku menghilang
Melainkan karena aku sedang belajar menjadi pribadi yang kauharapkan
Karena aku tak pernah benar-benar pergi
Aku hanya tumbuh, seperti yang kauajarkan
Meski langkahku kini berjalan jauh
Hatiku tetap kembali kepadamu setiap hari
Dan di setiap doa yang kupanjatkan dalam diam
Ada namamu yang selalu kusebut perlahan
Ada harapan yang tak pernah tenggelam
Untuk membuatmu bangga, walau perlahan
Suatu hari nanti, saat aku berhasil berdiri
Dengan segala luka yang pernah kulewati
Aku ingin kembali dan berkata dengan pasti
“Ayah, aku berhasil, seperti yang kaupercayai.”
Penulis: Zilfira
Editor: Chalisa Najla Safira









