Portal Berita Al-Kalam

Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda Dimakamkan di Pandeglang

Foto: Sumber indozone.id www.lpmalkalam.com- Jenazah Sukarman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sempat hilang kon...

HEADLINE

Latest Post

24 September 2026

Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda Dimakamkan di Pandeglang

Foto: Sumber indozone.id
www.lpmalkalam.com- Jenazah Sukarman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sempat hilang kontak di perairan Selat Sunda, tiba di Kabupaten Pandeglang, Banten, dan kemudian dimakamkan di kampung halamannya pada Kamis (24/09/2026).

Dilansir dari ANTARA Bengkulu, jenazah Sukarman tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 07.35 WIB setelah diterbangkan dari Bengkulu menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6817.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah dijemput oleh Bupati Pandeglang Dewi Setiani. Jenazah kemudian dibawa ke fasilitas Human Remains Transit Lounge untuk menjalani proses serah terima dari pihak Polda Bengkulu.

Setelah proses tersebut selesai, jenazah langsung dibawa ke kediaman keluarga di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang, Kampung Pagedongan, tempat jenazah Sukarman dimakamkan.

Menurut RRI, Sukarman merupakan ABK KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026. Kapal tersebut saat itu membawa rombongan lima jurnalis yang tengah melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sukarman kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah jasadnya terdampar di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah melalui proses identifikasi, jenazah dipastikan merupakan Sukarman, salah satu ABK KM Arupadhatu 1 yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Pemulangan hingga pemakaman jenazah menjadi akhir dari proses pencarian terhadap Sukarman yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut kehilangan kontak di perairan Selat Sunda.


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

Daratan Baru Seluas Puluhan Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau

Foto: Sumber Kompas Regional
www.lpmalkalam.com- Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare dilaporkan muncul di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Informasi mengenai kemunculan daratan tersebut disampaikan Badan Geologi pada Kamis (24/9/2026).

Badan Geologi mencatat adanya penambahan luas daratan akibat material vulkanik yang terus menumpuk di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, SS Rita Susilawati, menyebut penambahan luas daratan tersebut mencapai 32,8 hektare.

Kemunculan daratan baru itu terjadi secara bertahap seiring dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Material hasil erupsi yang keluar dan terbawa ke sekitar kawasan gunung api kemudian mengalami penumpukan hingga membentuk permukaan daratan baru.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengubah bentuk kawasan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, kemunculan daratan baru tersebut belum dapat dipastikan sebagai awal terbentuknya gunung api baru.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan perkembangan daratan tersebut masih harus terus dipantau oleh petugas. "belum ada kepastian sebagai cikal bakal gunung api baru," Ujarnya.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik serta perubahan bentuk daratan yang terbentuk akibat akumulasi material erupsi. Kondisi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, berdasarkan informasi pemantauan yang diberitakan Liputan6, status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level II atau Waspada. Meskipun aktivitas gunung api mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta untuk tidak mendekati kawasan kawah dalam radius 2 kilometer.

Petugas terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk perkembangan daratan baru yang terbentuk di sekitar kawasan tersebut. Masyarakat dan pengunjung juga diimbau untuk mematuhi batas aman yang telah ditetapkan guna menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Redaksi

Insiden Family Gathering FEBI, Panitia Ungkap Kronologi dan Evaluasi Pengawasan


Foto: IST
www.lpmalkalam.com-
Dalam rangka penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2026, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Family Gathering yang bertempat di Pioneer Camp, Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026) sejak pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di kampus setempat bagi mahasiswa yang berada di sekitar kampus hingga 16.45 WIB. 

Melalui informasi yang beredar di kalangan mahasiswa kampus setempat, telah terjadinya kecelakaan yang dialami oleh tiga orang Maba. Guna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai fakta di lapangan, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam kemudian bergerak memastikan informasi tersebut dengan mewawancarai Alfi Syahri selaku Koordinator Lapangan (Korlap). 

Melalui hasil wawancara bersama Alfi, diketahui bahwa Maba yang mengalami kecelakaan hanya dua orang, sedangkan satu Maba dari total korban yang diisukan tidak mengalami kecelakaan, tetapi sesak napas saat berada di lokasi kegiatan. Mengetahui jarak kampus dengan tempat pelaksanaan kegiatan berjarak 18,4 Kilometer (Km), maka pihak LPM Al-Kalam mengajukan pertanyaan terkait alasan pemilihan tempat tersebut. Alfi kemudian menjelaskan bahwa Pioneer Camp dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki area yang luas, suasananya sejuk, dan dinilai sesuai untuk kegiatan mahasiswa. 

Menanggapi isu yang tersebar, Alfi juga mengatakan bahwa salah satu Maba yang mengalami kecelakaan mengaku sudah melihat seekor lembu yang hendak menyeberang jalan, kemudian Mahasiswa tersebut berusaha mendahului lembu tersebut, tetapi salah memperhitungkan jarak sehingga terjadi kecelakaan. “Dia bilang, ‘Salah saya, Bang. Saya salah perhitungan. Karena lembu itu mau menyeberang, saya sedikit tancap gas untuk mendahului lembu tersebut,’” ujar Alfi. 

Guna memperjelas kondisi yang terjadi, pihak LPM Al-kalam juga melakukan wawancara kepada Indra Fahreza selaku Koordinator Konvoi. Ia menyampaikan bahwa dalam perjalanan pulang, ia berada di depan bus sehingga kabar kecelakaan diterimanya setelah berada di kampus. Ia kemudian mengatakan bahwa panitia yang berada di belakang rombongan langsung menghentikan perjalanan dan membawa kedua mahasiswa tersebut ke Puskesmas Muara Satu. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan untuk luka lecet dan obat minum. 

Alfi juga mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur akibat hujan. Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan yang dialami oleh dua Maba Febi terjadi saat perjalanan pulang dari lokasi kegiatan ketika rombongan mahasiswa Febi Pioneer Camp sekitar pukul 16.45 WIB. Menurutnya, panitia sebelumnya telah meminta penanggung jawab keamanan yaitu Muhammad Syahril Ramadhan untuk melakukan pengawasan selama perjalanan. “Kami sudah meminta PIC (Person in Charge/Penanggung Jawab) keamanan untuk lebih mengontrol saat pergi dan pulang,” kata Alfi. 

Dalam wawancara tersebut diketahui bahwa pihak panitia sudah membuat Google Form yang dapat diisi oleh Maba FEBI dengan memilih tiga opsi transportasi yang sudah disediakan oleh panitia. Berdasarkan data Google Form yang diisi oleh 145 responden, sebanyak 43,4% memilih menggunakan sepeda motor pribadi, 29,7% menggunakan sepeda motor bersama teman, dan 26,9% memilih bus. Dengan demikian, 73,1% responden memilih menggunakan sepeda motor, baik sendiri maupun bersama teman. 

Pada wawancara juga disampaikan bahwa panitia juga sudah menyiapkan satu transportasi besar (bus kampus) sesuai dengan kebutuhan yaitu muatan barang dan jumlah Maba yang memilih opsi naik bus. Sementara itu, Alfi menyebut sekitar 90% Maba FEBI menggunakan sepeda motor. Ia mengatakan pada awal pendataan terdapat sekitar 30 mahasiswa yang memilih bus, tetapi pada hari pelaksanaan hanya 18 mahasiswa yang menggunakan bus karena sebagian mahasiswa lainnya memilih menggunakan sepeda motor sendiri atau bersama teman. “Tidak ada istilah kapasitas bus tidak cukup, 90% Maba memilih naik Honda masing-masing,” ujar Alfi. 

Melalui pernyataannya, LPM Al-Kalam kemudian mengajukan pertanyaan terkait adanya opsi menggunakan transportasi pribadi. Alfi mengatakan bahwa pilihan tersebut diberikan setelah beberapa mahasiswa baru menyampaikan kendala izin dari orang tua jika tidak diantar, jarak tempat tinggal yang lebih dekat dengan lokasi, serta pertanyaan mengenai transportasi bagi mahasiswa yang tidak menggunakan bus. 

Alfi juga menegaskan bahwa penggunaan kendaraan pribadi tidak diwajibkan kepada mahasiswa baru. Panitia memberikan pilihan tersebut berdasarkan kondisi peserta. Mahasiswa yang menggunakan sepeda motor juga diimbau untuk tidak berkendara sendiri dan dapat berboncengan dengan temannya. Menurutnya, panitia juga telah mengatur perjalanan kendaraan dalam satu rombongan dan menugaskan penanggung jawab keamanan untuk melakukan pengawasan.

Mengenai satu korban yang sesak napas, Alfi juga menyampaikan bahwa Sekretaris kegiatan juga sudah memberikan infromasi kepada para mentor untuk mengantisipasi kejadian serupa dengan meminta para maba membawa obat-obatan jika diperlukan. Hanya saja bukti yang diterima oleh LPM Al-Kalam hanya terusan kepada mentor saja, ia juga mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah para mentor sudah memberikan informasi tersebut kepada para Maba. “Dari sekretaris disampaikan kepada mentor untuk membawa perlengkapan yang diperlukan. Jadi, kami dari panitia menyerahkan kepada mentor untuk menyampaikan kepada maba,” ujar Alfi. 

Namun, Alfi mengatakan pihak panitia tidak memiliki bukti yang memastikan seluruh mahasiswa baru telah menerima informasi tersebut. Penyampaian informasi mengenai perlengkapan dilakukan melalui mentor. 

Menanggapi iuran sebesar Rp30.000 /orang, Alfi juga menjelaskan bahwa uang tersebut digunakan untuk kebutuhan acara. “Rp30.000 itu untuk parkir, tiket masuk, makan siang, dan hadiah perlombaan,” kata Alfi. 

Menutup wawancara yang dilakukan Alfi mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi panitia dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Alfi juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi perlu ditingkatkan. Ia juga menambahkan bahwa panitia perlu tetap tenang ketika terjadi insiden dan mengutamakan keselamatan peserta. “Kalau terjadi insiden, jangan panik. Kita minimalkan dulu risikonya, kemudian cari solusi dan laksanakan apa yang harus dilakukan,” ujarnya. 

Terkait penggunaan kendaraan pribadi pada kegiatan tahun depan, Alfi mengatakan keputusan akan diserahkan kepada pihak biro. Apabila bus kampus tidak dapat digunakan, panitia akan berupaya menyediakan kendaraan berukuran besar, terutama untuk mengangkut perlengkapan kegiatan.  


Reporter: Putri Ruqaiyah & Ririn Dayanti Harahap 

Editor: Redaksi

21 September 2026

Gibran Diperkarakan di Mahkamah Konstitusi, Prabowo Diminta Cari Dua Calon Wakil Presiden Pengganti Gibran

Foto sumber: Warta Ekonomi
www.lpmalkalam.com- Aktivis pemilu dan sejumlah tokoh nasional mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyetorkan dua nama calon wakil presiden pengganti Gibran Rakabuming Raka kepada MPR dalam waktu maksimal 60 hari. Tuntutan diskualifikasi tersebut diajukan karena administrasi persyaratan pendidikan Gibran saat mendaftar sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 dituding tidak sah. Berkas tuntutan tersebut resmi dibacakan dalam sidang sengketa di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (21/9/2026).

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Partai Ummat, Denny Indrayana, Forum Purnawirawan Prajurit TNI, M. Subhan, Bonatua Silalahi, dan Tiurma M. S. Sihombing. Mereka meminta MK menggugurkan Gibran karena dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024.

"Memerintahkan MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih wapres dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden selambat-lambatnya dalam waktu 60 hari sejak putusan ini dibacakan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945," tulis petitum ke-7 dalam gugatan para pemohon pada Selasa (22/9/2026), dikutip dari Bloomberg Technoz.

Perkara dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tersebut menyoal Gibran yang dinilai tidak memenuhi Pasal 169 huruf r UU Pemilu mengenai persyaratan tamat pendidikan paling rendah SMA atau sederajat. Para pemohon menilai, secara faktual, Gibran tidak memiliki bukti telah menamatkan pendidikan tersebut.

Pencalonannya pun disebut ditopang oleh keputusan kontroversial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) kala itu. KPU menerima surat keterangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan penyetaraan pendidikan Gibran.

Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tercatat memproses permohonan tersebut dalam waktu singkat. Selain itu, surat keterangan tersebut diterbitkan tanpa dasar seperti ijazah atau sertifikat yang menjadi bukti bahwa Gibran telah menyelesaikan pendidikan tingkat atas atau sederajat. Bahkan, dokumen tersebut dituding sempat disembunyikan dari publik hingga muncul gugatan terkait keterbukaan informasi.

Ketua MK Suhartoyo pun meregistrasi gugatan perselisihan hasil pemilu yang sebenarnya telah melewati batas waktu pengajuan karena telah berselang dua tahun. Berdasarkan putusan MK, sidang akan berlanjut dengan mendengarkan jawaban dari Termohon, yaitu KPU, keterangan Pemberi Keterangan, yakni Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta Pihak Terkait pada pukul 19.00 WIB pada Rabu (23/9/2026), dikutip dari Bloomberg Technoz.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

10 Bulan Menanti, Jembatan Kuta Blang Akhirnya Dibuka

Sumber gambar: detiksumut
www.lpmalkalam.com- Jembatan baru Kuta Blang, atau yang dikenal sebagai Jembatan Krueng Tingkeum, di Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi dibuka untuk lalu lintas pada Minggu (20/09/2026).

Pembukaan jembatan dilakukan oleh Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmara, didampingi Bupati Bireuen Ir. Mukhlis bersama unsur Forkopimda Bireuen dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ir. Zulkarnaini.

Jembatan Kuta Blang merupakan bagian dari Jalan Nasional Lintas Sumatera, khususnya jalur lintas timur yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara. Ruas ini menjadi salah satu jalur utama transportasi dan distribusi logistik karena menghubungkan pergerakan kendaraan dari Banda Aceh menuju Medan maupun sebaliknya.

Sebelumnya, jalur tersebut mengalami gangguan akibat banjir bandang yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera pada November 2025. Kerusakan pada jembatan membuat arus lalu lintas harus dialihkan melalui jalur alternatif yang lebih jauh.

Selama hampir 10 bulan, masyarakat dan pengguna jalan harus beradaptasi dengan kondisi tersebut. Jembatan darurat atau Bailey Bridge sempat digunakan sebagai solusi sementara. Namun, kepadatan lalu lintas kerap terjadi hingga antrean kendaraan menjadi sangat panjang.

Kondisi tersebut bahkan membuat masyarakat menjuluki kawasan itu sebagai “Selat Hormuz”, merujuk pada kemacetan dan antrean kendaraan yang kerap mengular di sekitar jembatan.

Menurut keterangan yang dilansir detikSumut, pengoperasian Jembatan Kuta Blang diawali dengan uji coba (open traffic) dan prosesi peusijuek. Gatot Sukmara mengatakan jembatan baru tersebut telah memenuhi persyaratan teknis dan dinyatakan siap digunakan oleh masyarakat. “Jembatan Kutablang yang baru telah memenuhi kaidah teknis dari segi desain, konstruksi, mutu, serta telah lulus uji beban. Oleh karena itu, jembatan sudah siap dilakukan open traffic, yaitu uji coba pembukaan jalur bagi lalu lintas umum secara langsung,” ucap Gatot dalam keterangannya.

Sementara itu, peninjauan terhadap jembatan juga dilakukan untuk memastikan seluruh bagian konstruksi, fasilitas pendukung, serta aspek keselamatan telah siap sebelum digunakan secara penuh oleh masyarakat.

Sejumlah bagian yang diperiksa meliputi hasil pengaspalan pada segmen tengah jembatan, pemasangan marka jalan, lampu penerangan, hingga fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan. “Kami ingin memastikan jembatan ini benar-benar siap dan aman untuk dilalui masyarakat mulai besok. Ini merupakan infrastruktur vital yang dinantikan masyarakat Aceh maupun pengguna jalan lintas Sumatra,” ujar HRD.

Dibukanya kembali Jembatan Kuta Blang disambut lega oleh masyarakat, termasuk mahasiswa yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Mira, salah seorang mahasiswa yang menggunakan jalur Kuta Blang untuk menuju kampus, mengaku senang karena akses yang selama hampir 10 bulan dipenuhi antrean kendaraan kini kembali normal. “Pastinya lega banget, karena jembatan Kutablang harus dilewati setiap hari untuk menuju kampus. Akhirnya setelah 10 bulan, jembatan baru sudah rampung dan dibuka. Rasanya lega dan senang karena yang dulunya macet sudah jadi makanan sehari-hari,” ujar Mira.

Menurut Mira, kondisi lalu lintas sebelumnya semakin menyulitkan ketika jembatan harus ditutup beberapa kali dalam sepekan. Pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif melalui kawasan Awe Geutah maupun Jembatan Hiu. “Belum lagi dalam seminggu jembatannya bisa ditutup dua sampai tiga kali, yang bikin mau tidak mau harus putar balik lewat Awe Geutah atau Jembatan Hiu. Sekarang akses sudah lancar dan normal lagi. Jujur, bahkan aku sudah lupa bagaimana rasanya jalanan di Kutablang lancar dan bebas macet karena sudah terbiasa dengan kemacetan dan antrean yang luar biasa panjang,” lanjutnya.

Dengan kembali beroperasinya Jembatan Kuta Blang, arus transportasi di jalur nasional lintas timur Aceh diharapkan kembali berjalan normal. Selain memudahkan mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan konektivitas antara Aceh dan Sumatera Utara.


Penulis: Zahratul 

Editor: Chalisa Najla Safira

20 September 2026

ORMAWA FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Family Gathering Mahasiswa Baru 2026

Foto: Intan Sarifah
www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa (ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Family Gathering di Pioneer Camp atau yang dikenal dengan Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Lebih Erat, Melangkah Lebih Cepat” tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa baru (maba) dengan ormawa FEBI, sekaligus memperkenalkan berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan FEBI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia. Selanjutnya, Presiden Mahasiswa (presma) UIN SUNA Lhokseumawe turut memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, Presma membagikan pengalaman dan perjalanan yang telah dilaluinya hingga mencapai posisi seperti saat ini.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama presma dan para peserta, kemudian senam bersama serta persembahan dari para peserta.

Selanjutnya, peserta melaksanakan istirahat, salat, dan makan (isoma). Setelah isoma, kegiatan kembali dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba yel-yel dan permainan mengambil bola.

Namun, kondisi cuaca yang mulai hujan menyebabkan tidak seluruh perlombaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dan sesi foto bersama.

Muhammad Alfi Shahri selaku Ketua Panitia menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat menjadi awal yang baik bagi mahasiswa FEBI angkatan 2026 dalam membangun hubungan pertemanan dan menjalani kehidupan perkuliahan.

“Harapan saya bagi mahasiswa FEBI 2026, semoga mereka lebih mempererat ikatan pertemanan. Ini akan menjadi momen yang sangat penting karena merupakan awal perkuliahan. Mereka akan menjalani masa perkuliahan selama empat tahun. Semoga mereka lebih semangat dalam menjalani perkuliahan,” ujar Alfi.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

Lhokseumawe Gelar Pilchiksung Serentak di 47 Gampong

Foto: Prohaba.co
www.lpmalkalam.com- Sebanyak 47 gampong (desa) di wilayah Kota Lhokseumawe menggelar Pemilihan Geuchik Langsung (Pilchiksung) secara serentak. Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satunya di Gampong Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, warga tampak memadati tempat pemungutan suara (TPS) di halaman masjid desa setempat sejak pukul 08.00 WIB pada Minggu (20/9/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Lhokseumawe, Safriadi menyampaikan bahwa seluruh rangkaian tahapan Pilchiksung telah berlangsung sejak akhir Juli 2026, mulai dari pengambilan formulir hingga pengembalian berkas administrasi kepada Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) di masing-masing gampong.

Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 30 Tahun 2022, setiap gampong diwajibkan memiliki minimal dua dan maksimal lima calon keuchik. Safriadi menyampaikan bahwa terdapat dua gampong yang jumlah pendaftarnya melebihi batas maksimal, yaitu Gampong Teumpok Teungoh dengan tujuh bakal calon dan Gampong Paya Punteut dengan enam bakal calon.

Para bakal calon dari dua gampong tersebut harus mengikuti ujian tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) di Laboratorium SMP Negeri 5 Lhokseumawe pada Rabu, 19 Agustus 2026. Safriadi menyatakan bahwa berdasarkan hasil tes tersebut, hanya lima calon dari masing-masing gampong yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap pencoblosan.
Ujian tersebut terdiri atas 50 soal yang menguji pengetahuan tentang pemerintahan, keuangan gampong, syariat Islam, adat Aceh, hingga kepemimpinan. Para peserta disaring berdasarkan perolehan nilai tertinggi sesuai dengan ketentuan passing grade.

Secara keseluruhan, DPMG Kota Lhokseumawe menetapkan sebanyak 146 calon keuchik yang berhak dipilih oleh masyarakat di 47 gampong. Sebelum hari pemungutan suara, para calon juga telah mengikuti deklarasi damai, pengundian nomor urut pada 28 Agustus 2026, serta masa kampanye yang berlangsung pada 3–8 September 2026.

Proses pemungutan suara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Panitia memberlakukan perpanjangan waktu selama tiga jam apabila hingga batas waktu yang ditentukan jumlah partisipasi pemilih belum mencapai 50 persen ditambah satu dari total daftar pemilih.

Berdasarkan pemantauan langsung DPMG bersama para camat di lokasi, antusiasme masyarakat Lhokseumawe untuk menyalurkan hak pilihnya tergolong sangat tinggi. Kondisi di berbagai TPS dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Setelah proses pencoblosan selesai, tahapan selanjutnya adalah penetapan keuchik terpilih yang dijadwalkan pada awal Oktober 2026. Sementara itu, prosesi pelantikan resmi akan digelar tiga bulan setelah pencoblosan.


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Redaksi

19 September 2026

Scroll Tanpa Henti: Hiburan atau Kebiasaan?

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Sekarang ini, hampir setiap hari kita tidak lepas dari media sosial. Membuka HP awalnya hanya ingin melihat satu atau dua video, tetapi tanpa terasa sudah berjam-jam berlalu. Jempol terus menggeser layar dari satu video ke video lainnya. Kadang kita sendiri lupa sebenarnya tadi membuka media sosial untuk apa. Hal seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi kalau terus dilakukan, lama-lama bisa menjadi sebuah kebiasaan.

Media sosial memang menjadi salah satu hiburan yang paling mudah didapatkan. Saat sedang bosan, lelah setelah kuliah, atau hanya ingin mengisi waktu kosong, kita hanya perlu membuka TikTok, Instagram, YouTube, dan berbagai aplikasi lainnya. Ada banyak hal yang bisa ditemukan, mulai dari hiburan, informasi, sampai konten yang menambah pengetahuan. Karena itu, tidak salah jika media sosial digunakan sebagai hiburan.

Masalahnya muncul ketika “sebentar” berubah menjadi terlalu lama. Niatnya hanya scroll beberapa menit, tetapi akhirnya pekerjaan yang seharusnya dilakukan malah tertunda. Waktu untuk belajar, membaca, beristirahat, bahkan berbicara dengan orang di sekitar bisa ikut berkurang. Yang lebih sering terjadi, kita baru sadar sudah terlalu lama bermain HP setelah melihat waktu.

Kebiasaan scroll tanpa henti bukan sepenuhnya salah media sosial. Kita juga perlu belajar mengatur diri sendiri. Media sosial memang dirancang agar kita terus menemukan konten baru, tetapi keputusan untuk berhenti tetap ada pada diri kita. Jika setiap kali bosan langsung mengambil HP, lama-kelamaan kita bisa terbiasa mencari hiburan dari layar tanpa memikirkan apakah kita benar-benar membutuhkannya.

Bukan berarti kita harus meninggalkan media sosial sepenuhnya. Menggunakannya untuk hiburan tentu boleh, apalagi setelah menyelesaikan aktivitas yang penting. Namun, kita juga perlu tahu kapan waktunya berhenti. Jangan sampai waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat justru habis hanya karena satu video yang dilanjutkan dengan video lainnya.

Pada akhirnya, scroll bukanlah masalah selama kita masih bisa mengendalikannya. Hiburan tetap dibutuhkan, tetapi jangan sampai hiburan berubah menjadi kebiasaan yang menghabiskan waktu tanpa kita sadari. Mungkin mulai sekarang, sebelum membuka media sosial, kita bisa bertanya kepada diri sendiri: “Aku memang lagi butuh hiburan, atau hanya sedang mencari alasan untuk terus scroll?”


Penulis: Bellivia Al-Kamariana

Editor: Chalisa Najla Safira

18 September 2026

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 di Gunung Anak Krakatau Resmi Dihentikan

Foto: Tangselpos.id
www.lpmalkalam.com- Operasi pencarian terhadap lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu yang hilang bersama kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026). 

Berdasarkan laporan detikNews, penghentian operasi dilakukan setelah tim Search and Rescue (SAR) gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari.

Sebelumnya, lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut berangkat menuju sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) untuk meliput aktivitas gunung tersebut. Menurut laporan detikNews, rombongan kemudian dinyatakan hilang dan proses pencarian oleh tim SAR dimulai pada Selasa (8/9/2026).

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Sementara itu, tiga kru kapal terdiri atas Warta atau Surahman sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu. Data tersebut dilaporkan oleh detikNews dalam perkembangan pencarian pada hari ke-10.

Sebelum operasi dihentikan, tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian di wilayah perairan Selat Sunda. Pada hari ketujuh, operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari atas permintaan keluarga korban dan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut detikNews, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa perpanjangan pencarian dilakukan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang tentang pencarian dan pertolongan. Pemerintah Provinsi Banten juga meminta dukungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepolisian Daerah Banten melalui Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten, serta pihak terkait lainnya.

Selama proses pencarian, tim SAR menemukan 13 objek di wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian. Berdasarkan keterangan Andra Soni yang dikutip detikNews, benda-benda tersebut antara lain jaket pelampung (life jacket), terpal, helm, dan galon.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan dikonfirmasi oleh Polairud, 13 objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan kapal Arupadhatu 1. "Setelah perpanjangan, pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena dinilai sudah tidak efektif, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," ujar Andra Soni dikutip detikNews.

Andra Soni menjelaskan bahwa sejak hari pertama pencarian hingga hari ke-10, termasuk setelah perpanjangan tiga hari, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang dan awak kapal.

Meski operasi SAR resmi dihentikan, pemantauan terhadap keberadaan kapal Arupadhatu 1 tetap dilakukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pemantauan akan dilakukan melalui sejumlah pihak, termasuk Lanal, Polairud, serta kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Sunda.

Al Amrad juga mengatakan operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan informasi atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan kapal tersebut. Keterangan tersebut disampaikan dalam laporan detikNews mengenai penghentian operasi pencarian.

Dengan demikian, operasi pencarian aktif terhadap lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Meskipun demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi adanya informasi baru yang dapat menjadi petunjuk keberadaan rombongan.


Penulis: Rizky Ramadani dan Putri Ruqaiyah

Editor: Chalisa Najla Safira

17 September 2026

Kuliah Itu Scam atau Investasi Masa Depan?

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Buat apa kuliah? Capek, buang waktu, uang, tenaga hanya untuk mendengar dosen, mengerjakan tugas, dan presentasi. Setelah lulus pun belum tentu dapat pekerjaan.”

Pandangan seperti ini semakin sering terdengar, terlebih ketika masih banyak sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan. Namun, apakah kuliah benar-benar hanya tentang ijazah dan pekerjaan?

Kuliah sejatinya bukan sekadar duduk di ruang kelas. Perguruan tinggi menjadi tempat seseorang belajar berpikir kritis, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, mengatur waktu, berdiskusi, menerima perbedaan pendapat, serta mencari solusi secara matang. Pengalaman berorganisasi, intra maupun ekstra kampus, juga mengajarkan kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab, dan membangun jejaring dengan berbagai kalangan.

Kuliah tidak menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Gelar akademik bukan tiket otomatis menuju kesuksesan. Dunia kerja juga membutuhkan keterampilan, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Karena itu, pertanyaannya bukan sekadar “apakah kuliah itu scam?” tetapi “untuk apa kita kuliah?” jika hanya mengejar ijazah, mungkin kuliah terasa seperti pemborosan. Tetapi, kalau dimanfaatkan untuk membentuk pola pikir, karakter, keterampilan, dan jaringan, kuliah merupakan investasi jangka panjang.

Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya tentang mencari pekerjaan, tetapi tentang mempersiapkan diri agar mampu menghadapi kehidupan. Kuliah mungkin tidak menjamin kesuksesan, tetapi bagaimana seseorang menjalani proses di dalamnya dapat menentukan sejauh mana ia siap menciptakan peluang untuk masa depannya.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Zahratul

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.