Portal Berita Al-Kalam

Halaman yang Tak Pernah Selesai

Foto: Pixels www.lpmalkalam.com- Rintik hujan turun ketika Aluna masuk ke sebuah toko buku kecil di sudut jalan. Ia tidak benar-benar ingin ...

HEADLINE

Latest Post

05 Agustus 2026

Halaman yang Tak Pernah Selesai

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com- Rintik hujan turun ketika Aluna masuk ke sebuah toko buku kecil di sudut jalan. Ia tidak benar-benar ingin membeli buku, hanya mencari tempat berteduh.

Tangannya berhenti di rak sastra. Seperti dulu, tanpa sadar ia membuka halaman terakhir sebuah novel sebelum kembali ke halaman pertama.

"Masih curang ternyata." 

Aluna membeku. Suara itu terlalu ia kenal.

Ia menoleh perlahan.

Aksa berdiri beberapa langkah di belakangnya, membawa sebuah buku yang bahkan belum sempat ia lihat judulnya.

Beberapa detik berlalu tanpa ada yang berbicara.

"Lama ya," bisik Aluna pelan.

"Lima tahun."

"Kamu masih ngitung?"

"Ga sengaja," ujar Aksa sambil tersenyum kecil.

Aluna ikut tersenyum canggung.

Rasanya aneh.

Dulu mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kehabisan bahan obrolan. Sekarang, memulai percakapan saja rasanya seperti sedang belajar mengenal satu sama lain dari awal.

Hening kembali menghampiri, hanya terdengar suara hujan yang mengetuk kaca dan langkah pelan beberapa pengunjung yang berlalu di antara rak-rak buku.

Tak lama kemudian, pemilik toko mengganti musik yang sejak tadi diputar. Petikan gitar memenuhi ruangan, disusul lagu "Dunia yang Nanti" milik Raim Laode.

Aluna refleks menoleh ke arah speaker.

Aksa tersenyum kecil.

"Masih sering denger lagu itu?"

Aluna menggeleng pelan.

"Ga sesering dulu."

"Padahal dulu setiap pulang, lagu ini ga pernah ketinggalan."

"Soalnya waktu itu aku percaya... kalau ga semua perpisahan berarti selesai."

Aksa mengangguk pelan.

"Dulu aku juga percaya begitu."

Beberapa detik berlalu.

"Aku sempat lama ga denger lagu itu," ujar Aksa kembali.

Aluna menoleh, "Kenapa?"

Aksa mengembuskan napas pelan.

"Setiap kali diputar, rasanya kayak ditarik balik ke masa itu lagi."

Aluna mengangguk kecil seolah mengerti.

"Aku juga pernah sengaja ngelewatin kalau lagu itu muncul."

"Kalo sekarang?"

"Sekarang udah bisa didengerin."

"Karena udah ikhlas?"

Aluna tersenyum tipis sambil menggeleng.

"Ga juga. Mungkin... karena sekarang aku udah mulai ngerti."

Aksa terdiam beberapa saat.

"Aku kira cuma aku yang butuh waktu lama."

Aluna menatap buku yang masih ada di tangannya.

"Ternyata kita sama-sama cuma lagi belajar buat nerima."

Tak ada lagi yang perlu dijelaskan. Mereka sama-sama tahu mengapa dulu memilih berpisah. Karena saat itu, hidup meminta mereka mengejar arah yang berbeda. 

Di luar, hujan mulai reda.

Aksa melihat jam di tangannya.

"Aku duluan ya."

Aluna mengangguk.

"Hati-hati."

"Kamu juga."

Aksa melangkah menuju pintu.

Maka kudoakan kisah kita satu... di dunia yang nanti...

Sesaat sebelum keluar, tepat setelah lirik terakhir terputar, Aksa menoleh sebentar.

Aluna membalas dengan anggukan dan senyum kecil.

Lalu pintu toko kembali tertutup.

Lima tahun ternyata belum cukup untuk menghapus ingatan tentang sebuah lagu, juga tentang dua orang yang pernah percaya bahwa mereka akan sampai di tujuan yang sama.

Sore itu, di antara rak-rak buku, aroma kertas yang mulai lembap karena hujan, dan lagu yang dulu selalu mereka putar dalam perjalanan pulang, Aluna akhirnya memahami sesuatu.

Tidak semua "nanti" berarti terlambat.

Kadang, "nanti" hanyalah cara semesta memberi waktu agar dua orang bisa tumbuh tanpa harus saling menunggu.


Penulis: Chalisa Najla Safira 

Editor: Zahratul

04 Agustus 2026

Bingung

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Perasaan apa yang tumbuh perlahan

Datang diam tanpa pernah diminta

Sayang terlalu kentara terlihat

Cinta terasa gengsi diucapkan


Nyaman hadir di dalam sanubari

Waspada tetap selalu menyapa

Kini kupaham apa yang terjadi

Kita berdua sama sama bingung


Kita berjalan tanpa arah pasti

Saling mendekat lalu makin jauh

Seolah hati sedang mencari arti

Namun gengsi membuat kita bisu


Mungkin kau bingung seperti diriku

Mungkin kau takut berharap jauh

Mengapa takdir memainkan rasa

Membuat hati semakin terdiam


Kita sama sama menyimpan tanya

Namun tak satu pun berani bicara

Saling nyaman namun tak menyatu

Sama-sama bingung menuju mana


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Saksikan Tradisi Tepung Tawar di Desa Penampen

 

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 19 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menghadiri sekaligus menyaksikan pelaksanaan tradisi tepung tawar yang diselenggarakan di Desa Penampen, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo pada Jumat (31/7/2026).

Tradisi tepung tawar merupakan salah satu rangkaian upacara adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Penampen, khususnya dalam prosesi pernikahan adat. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk doa dan harapan agar pihak yang menerima tepung tawar senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, kesehatan, serta kehidupan yang harmonis.

Dalam pelaksanaannya, tokoh adat dan anggota keluarga secara bergantian memberikan tepung tawar kepada pihak yang menjadi tujuan prosesi. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh keluarga besar, tokoh masyarakat, serta warga Desa Penampen yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 19 memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung nilai-nilai budaya masyarakat Karo. Tradisi tepung tawar tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara adat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai syukur, penghormatan, kebersamaan, dan kekeluargaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Kehadiran mahasiswa KPM Mandiri dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal. Masyarakat Desa Penampen juga berharap tradisi tepung tawar tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Karo serta diwariskan kepada generasi muda agar tetap terjaga keberlangsungannya.


Penulis: Rilis 

Editor: Redaksi

03 Agustus 2026

Penyelenggaraan Pesta Adat Karo di Jambur Desa Penampen sebagai Wujud Pelestarian Budaya

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Kelompok 19 KPM Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan penyelenggaraan pesta adat Karo yang dilaksanakan di Jambur Desa Penampen, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara pernikahan adat masyarakat Karo yang dihadiri oleh keluarga kedua mempelai, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Desa Penampen. Prosesi adat berlangsung dengan tertib sesuai dengan tradisi masyarakat Karo dan dipimpin oleh para tetua adat yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan nilai-nilai serta aturan adat yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 19 KPM Mandiri turut menyaksikan secara langsung pelaksanaan budaya lokal sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Pesta adat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari prosesi pernikahan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Penampen.

Kehadiran mahasiswa KPM diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah. Melalui penyelenggaraan pesta adat di jambur desa, masyarakat Desa Penampen menunjukkan komitmennya untuk menjaga dan mewariskan budaya Karo kepada generasi muda agar tetap lestari sebagai identitas budaya yang memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.


Penulis: Rilis 

Editor: Redaksi

Meraih Mimpi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Di setiap fajar yang menyapa

Kutatap langit penuh harapan

Kuyakini setiap langkah kecil

Akan mengantarkanku menuju impian


Jalan yang kulalui tak selalu mudah

Kadang terjal, kadang berliku

Namun, semangat tak pernah padam

Karena mimpi selalu memanggilku


Kegagalan bukan akhir perjalanan

Melainkan pelajaran yang berharga

Air mata menjadi saksi perjuangan

Doa menguatkan setiap langkah yang ada


Aku belajar untuk tetap percaya

Bahwa usaha tak akan sia-sia

Dengan tekad yang terus menyala

Kubangun masa depan penuh makna


Tak peduli seberapa jauh tujuan

Tak gentar menghadapi tantangan

Selama hati tetap berani bermimpi

Harapan akan selalu menemani


Suatu hari nanti, saat mimpi terwujud

Kukenang setiap perjuangan yang kulalui

Karena keberhasilan tak datang seketika

Melainkan hadiah bagi mereka 

Yang pantang menyerah dan terus berusaha


Penulis: Zilfira

Editor: Chalisa Najla Safira

02 Agustus 2026

Kolaborasi KPM Mandiri Kelompok 05 UIN SUNA dan Duta Baca UIN SUNA Gerakkan Literasi di Dayah Tauthiatul Muttaqin

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 05 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe dan Duta Baca UIN SUNA Lhokseumawe menyelenggarakan gerakan literasi dengan tema "Membangun Kegiatan Membaca Masyarakat"  yang bertempat di Dayah Tauthiatul Muttaqin, Gampong Ulee Pulo pada Sabtu (01/08/2026).

Kegiatan tersebut dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai dengan pembukaan oleh Duta baca yaitu Falsya Marchanda, Rafa Ananda, dan Zahratul. Selanjutnya, dilakukan pengenalan anggota KPM Mandiri Kelompok 05 UIN SUNA. Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking untuk mencairkan suasana serta membangun keakraban antara anggota KPM dan anak-anak di Dayah Tauthiatul Muttaqin.

Pada sesi kedua, kegiatan diawali dengan pembagian kelompok beserta mentor yang akan memandu masing-masing kelompok. Selanjutnya, Duta Baca membagikan buku bacaan kepada setiap kelompok. Kegiatan membaca berlangsung selama beberapa menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi storytelling mengenai hasil bacaan yang telah dibaca sebelumnya. Anak-anak yang berani tampil dan menceritakan kembali isi bacaan diberikan reward sebagai bentuk apresiasi.

Sesi berikutnya dilaksanakan setelah salat Asar. Pada sesi ini, setiap anak ditanyakan mengenai cita-cita mereka. Selanjutnya, tangan anak-anak diberi warna menggunakan cat air, kemudian dicetak pada kain dan dilengkapi dengan tanda tangan masing-masing. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara KPM Mandiri Kelompok 05 UIN SUNA dan Duta Baca UIN SUNA.

Kegiatan gerakan literasi ini turut didukung oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cahaya Surga Meunasah Alue, Kota Lhokseumawe, melalui penyediaan beragam koleksi buku bacaan yang diperuntukkan bagi anak-anak.

Tyzhar Akmaluddin, selaku ketua KPM Mandiri Kelompok 05 UIN Sultanah Nahrasiyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan masyarakat melalui penguatan budaya literasi. "Kegiatan ini bukan hanya sekadar membaca buku. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, penuh permainan, cerita, dan interaksi sehingga anak-anak merasa bahwa membaca adalah aktivitas yang mengasyikkan. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka akan semakin akrab dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang dilakukan setiap hari," ujar Tyzhar.


Reporter: Zahratul 

Editor: Chalisa Najla Safira

31 Juli 2026

Antrian Panjang BBM di SPBU, Warga Rela Panas-Panasan Demi Mengisi Bensin

Foto: Luthfiah Iklima Panggabean
www.lpmalkalam.com- Antrean kendaraan roda dua mengular panjang di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cunda, Lhokseumawe pada Jumat (31/7/2026).

Puluhan sepeda motor telah berbaris sejak siang hari untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean dimulai dari depan gerbang SPBU hingga memanjang ke badan jalan. Mayoritas pengendara merupakan warga yang hendak beraktivitas, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga para pekerja. Meski cuaca cukup terik, mereka tetap bertahan menunggu giliran untuk mengisi BBM.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sedikit melambat karena sebagian kendaraan yang mengantre hingga memakan bahu jalan. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya antrean panjang tersebut. Pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait juga belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab antrean ataupun kondisi pasokan BBM di lokasi.

Luthfiah Iklima Panggabean salah seorang mahasiswa yang ikut mengantre berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi agar masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.


Reporter: Luthfiatil Syaqirah

Editor: Redaksi


30 Juli 2026

Pemkab Aceh Utara Salurkan 852 Unit Motor Operasional untuk Imum Gampong

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara resmi menyalurkan 852 unit sepeda motor operasional kepada para teungku imum gampong (desa) di Kabupaten Aceh Utara. Penyerahan kendaraan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon pada Senin (27/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dimuat Portalsatu.com, sebanyak 852 unit sepeda motor diserahkan sesuai dengan jumlah desa di Kabupaten Aceh Utara. Program tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan layanan keagamaan serta memperkuat pelaksanaan syariat Islam di tingkat desa, sebagaimana dikutip dari Portalsatu.com. 

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, mengatakan bahwa bantuan kendaraan operasional tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendukung peran strategis imum gampong. 
"Imum gampong memiliki peran penting dalam membina umat dan menjaga kehidupan religius di setiap desa. Karena itu, pemerintah hadir memberikan dukungan agar tugas tersebut dapat dijalankan secara lebih optimal," ujar Jalil, sebagaimana dikutip dari MeligoeAceh.com. 

Berdasarkan laporan IndonesiaInvestigasi.com, ratusan imum gampong mengikuti kegiatan penyerahan kendaraan dengan tertib sebelum membawa kendaraan operasional masing-masing. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis imum gampong sebagai tokoh agama dan pembina umat di tengah masyarakat.

Melalui bantuan sepeda motor tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap para imum gampong dapat semakin optimal dalam menjalankan tugasnya, sebagaimana dikutip dari BuserSiaga.com.


Reporter: Intan Sarifah

Editor: Zahratul

Dompet Digital: Memudahkan atau Diam-Diam Menguras Uang?

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Sekarang ini, hampir semua orang sudah menggunakan dompet digital atau mobile banking. Mulai dari membeli makanan, minuman, belanja online, naik transportasi, bahkan bayar parkir pun bisa dilakukan hanya dengan membuka aplikasi di ponsel. Metode pembayaran seperti ini memang cukup membantu karena lebih cepat dan tidak perlu repot membawa uang tunai. 

Banyak orang lebih memilih menggunakan dompet digital daripada harus membawa uang tunai. Rasanya lebih praktis karena hanya perlu memindai kode QRIS dan pembayaran langsung selesai. Namun, semakin sering menggunakan dompet digital, banyak orang lebih mudah mengeluarkan uang tanpa berpikir panjang. 

Misalnya, saat pergi ke minimarket. Awalnya hanya ingin membeli beberapa kebutuhan saja, tetapi setelah melihat ada promo atau diskon akhirnya membeli barang-barang lain yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Karena pembayaran yang cukup mudah, banyak orang baru menyadari bahwa pengeluarannya sudah cukup banyak ketika melihat riwayat transaksi di aplikasi. 

Menurut penulis, hal seperti ini sering terjadi di kalangan mahasiswa. Banyak yang menggunakan dompet digital setiap hari karena lebih praktis. Sayangnya, kemudahan tersebut terkadang membuat kita lupa mengatur pengeluaran. 

Walaupun begitu, penulis tidak berpikir bahwa dompet digital adalah penyebab utama seseorang menjadi boros. Teknologi ini justru memberikan banyak manfaat dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita menggunakannya. Jika kita bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tentu saja penggunaan dompet digital tidak akan menjadi masalah. 

Jadi, kita harus lebih bijak dalam menggunakan pembayaran digital. Sebelum membeli sesuatu, kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dompet digital merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi yang sangat bermanfaat. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kebiasaan mengelola keuangan yang baik. Jangan sampai karena mudahnya proses pembayaran kita justru menjadi lebih boros tanpa menyadarinya.


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

29 Juli 2026

Rumah Rapuh

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Malam merayap terlalu pelan, menyisakan sunyi yang menggantung di antara dua cangkir teh yang telah kehilangan uapnya. Di sudut ruangan, lampu pijar membiaskan temaram yang menyedihkan, seolah enggan menyaksikan perpisahan yang sedang dikemas rapi dalam kata-kata.

​Senja memandang punggung Samudra, punggung yang biasanya menjadi tempatnya berteduh dari badai dunia, namun malam ini terasa sejauh cakrawala.

​"Kamu kenapa pergi?" tanya Senja, suaranya parau, nyaris tenggelam oleh desau angin di luar jendela. ​Samudra tidak segera berbalik. Jemarinya memainkan pinggiran cangkir, menatap kosong pada sisa-sisa air yang mengeruh. 

"Biar kamu nggak capek," jawab Samudra lirih, sebuah kalimat yang terdengar seperti hantaman ombak pada tebing karang yang rapuh.

​"Capek kenapa?" Senja mengejar, matanya menuntut kejelasan dari sepasang netra yang kini berbalik menatapnya dengan kelelahan yang teramat sangat.

​"Jagain aku yang nggak pernah sampai." Samudra tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyembunyikan luka paling dalam. Ada rasa bersalah yang mengkristal di sudut matanya. Ia tahu, perjalanan mereka selama ini hanyalah labirin tanpa ujung, di mana Senja terus berlari mengejar ketidakpastiannya.

​"Lalu aku harus apa?" Nada suara Senja bergetar, menahan sesak yang mendadak menghimpit dada.

​"Pulang ke yang bisa jagamu tanpa kamu minta."

​"Aku maunya kamu, Samudra!" Potong Senja cepat, seolah-olah dengan menegaskan nama itu, takdir akan melunak dan mengubah arah angin.

​Namun, Samudra menggeleng perlahan. Tatapannya meluruh, dipenuhi kelembutan yang menyakitkan. "Tapi aku bukan rumah yang kamu cari, Senja."

​Senja terpaku. Kalimat itu terasa asing, dingin, sekaligus mematikan. "Kok gitu?"

​Samudra menghela napas panjang, meresapi setiap jengkal kenangan yang berserakan di antara mereka sebelum akhirnya berkata, "Rumah itu tempat kamu nggak takut jadi berantakan. Dan kamu... masih rapi banget di depanku."

​Samudra menjeda sejenak, menatap gaun Senja yang tak pernah kusut, senyum perempuan itu yang selalu dipaksakan simetris, dan tangisnya yang selalu disembunyikan di balik punggung. "Kamu selalu berpura-pura utuh, padahal aku tahu kamu sedang patah. Bersamaku, kamu tidak pernah berani runtuh."

​Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh juga, membasahi pipi Senja. Sudut matanya memerah. "Lalu aku harus ke mana?" Tanyanya, kehilangan arah, seperti kompas yang kehilangan kutubnya.

​Samudra melangkah mendekat, menghapus air mata di pipi Senja untuk terakhir kalinya, lalu berbisik pelan, hampir menyerupai doa, "Ke seseorang yang waktu kamu diam, dia tahu kamu lagi nggak baik-baik saja. Yang tanpa tanya, udah nyiapin bahunya. Yang bikin kamu lupa caranya pura-pura kuat... dan orang itu bukan aku." ​Kata-kata itu menjadi penutup yang mutlak. Samudra berbalik, melangkah menuju pintu, dan hilang di balik kepekatan malam yang dingin.

​Seketika itu juga, keheningan kembali merajai ruangan. Terdengar lagi detak jam di dinding, begitu nyaring, menghitung detik-detik kehilangan yang merayap maju. Bersamaan dengan itu, suara hati Senja juga akhirnya mengerti, bahwa mencintai adakala adalah tentang melepaskan genggaman, agar ia bisa menemukan tempat di mana boleh rapuh tanpa takut dihakimi.


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Zahratul

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.