Portal Berita Al-Kalam

Tarbiyah Fair ke-4 Digelar, Wadah Kreativitas dan Bakat Pelajar serta Mahasiswa

Foto: IST www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Neger...

HEADLINE

Latest Post

06 Oktober 2026

Tarbiyah Fair ke-4 Digelar, Wadah Kreativitas dan Bakat Pelajar serta Mahasiswa

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Tarbiyah Fair ke-4 di Aula dan halaman FTIK pada (6/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Semangat Tarbiyah dalam Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter, Kreatif, dan Inspiratif” dan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026.

Pembukaan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.30 WIB mengalami perubahan karena hujan. Rangkaian pembukaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB di Aula FTIK.

Rangkaian pembukaan dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Uswatul Lavida dan Syifa Az-Zahra Cheesy. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Mars UIN SUNA.

Selanjutnya, acara diisi dengan laporan Ketua Panitia Agustria Asria Dewi, sambutan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK Muhammad Agha A, serta sambutan dari pimpinan FTIK UIN SUNA. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan Qiraatul Qutub yang diselenggarakan oleh HMPS Bahasa Arab. Perlombaan tersebut dilaksanakan di Aula FTIK dan dilanjutkan setelah waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Sementara itu, lomba vocal solo yang diselenggarakan oleh DEMA FTIK dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Ketua Panitia Tarbiyah Fair ke-4, Agustria Asria Dewi, mengatakan peserta kegiatan berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa. Peserta dari kalangan siswa meliputi jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat, sedangkan peserta dari kalangan mahasiswa berasal dari HMPS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). “Semoga acara ini lancar dan tidak terjadi kesalahan dari hari ini hingga dua hari ke depan. Semoga cuacanya juga mendukung dan tidak hujan lagi seperti hari ini,” ujar Agustria.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan bakat para peserta. “Tujuan kegiatan ini adalah mengasah kreativitas berpikir para peserta dan menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan serta menghasilkan bakat yang mereka miliki,” ujarnya.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

UIN SUNA Lhokseumawe Bekali Mahasiswa melalui Penguatan Tracer Study

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Career Development Center (CDC) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tracer Study bagi Calon Alumni di Gedung Aula Biro Lantai 3 pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya tracer study bagi alumni dan institusi. Dikutip dari laman Tracer Study Kemdiktisaintek, tracer study merupakan survei atau metode pelacakan jejak alumni yang dilakukan oleh institusi pendidikan, seperti sekolah menengah kejuruan (SMK), untuk mengetahui situasi, aktivitas, dan transisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema “Tracer Study: Menghubungkan Lulusan Terbaik dengan Dunia Kerja serta Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi” tersebut dihadiri oleh beberapa unsur, yakni mahasiswa perwakilan program studi (prodi), mahasiswa alumni, mahasiswa pascasarjana, serta ketua program studi (kaprodi) yang ada di UIN SUNA atau perwakilan.

Berdasarkan surat undangan yang beredar, diketahui bahwa rincian kuota peserta untuk masing-masing fakultas dan Pascasarjana sebagai berikut:
1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK): 25 mahasiswa, 4 alumni, dan 6 kaprodi.
2. Fakultas Syariah (Fasya): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
3. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 2 kaprodi.
4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
5. Pascasarjana: 3 mahasiswa, 2 alumni, dan 2 kaprodi.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Abdul Mughni selaku Ketua Sementara CDC UIN SUNA dan dibuka oleh Wakil Rektor (Warek) III. Sebelum sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Pemateri pertama, Iromi Ilham, menyampaikan materi bertajuk “Memperkuat Jejak Alumni, Meningkatkan Mutu Institusi." Dalam penyampaiannya, Iromi membahas pentingnya jejak alumni sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung peningkatan mutu institusi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai penggunaan bahasa di lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi salah satu topik yang didiskusikan bersama peserta dalam kaitannya dengan pengalaman dan kondisi yang dihadapi alumni di lingkungan kerja.

Pemateri kedua, Diana, menyampaikan materi berjudul “Alumni Bercerita, Alumni Berbenah.” Melalui materi tersebut, Diana berbagi pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan serta memberikan gambaran mengenai perjalanan yang dilalui setelah menjadi alumni dan menghadapi dunia kerja, termasuk proses seleksi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada kedua pemateri terkait tracer study, pengalaman alumni, manfaat data yang dikumpulkan melalui survei tersebut, serta tanggapan kampus dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang sesuai dengan jurusan.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mughni berharap semakin banyak alumni UIN SUNA yang berpartisipasi dalam tracer study dengan mengisi tautan survei yang telah disediakan. Abdul berpendapat bahwa partisipasi alumni dalam pengisian tracer study penting agar kampus memperoleh data dan informasi mengenai kondisi serta perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan.


Reporter: Rozatun Navais

Editor: Zahratul

04 Oktober 2026

Wawancara Calon Kru Magang Al-Kalam Tahun 2026 Digelar dalam Dua Sesi

Foto: M. Rahul Gonzales

www.lpmalkalam.com- Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan Wawancara Calon Kru (Cakru) Magang tahun 2026 di Halaman Perpustakaan kampus setempat pada Minggu (4/10/2026).

Peserta yang mendapat giliran lebih dahulu dipersilakan maju untuk mengikuti rangkaian wawancara yang terdiri atas Tes Baca Al-Qur'an/Keagamaan, Tes Jurnalistik, dan Psikotes.

Sesi pertama dimulai pukul 08.30 WIB dengan tiga penguji. Faris Kurniawan sebagai penguji Tes Baca Al-Qur'an, Putri Ruqaiyah sebagai penguji Tes Jurnalistik, dan Zuhra bertugas sebagai penguji Psikotes.

Pada tes baca Al-Qur'an, peserta diberikan kebebasan memilih surah yang akan dibaca. Setelah itu, peserta juga ditanya mengenai hal-hal dasar tentang Islam. Apabila peserta belum memahami materi yang ditanyakan, penguji memberikan penjelasan sebagai bagian dari proses pembinaan. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana cakru memahami dasar-dasar keimanan, ketuhanan, dan keagamaan.

Sementara itu, dalam tes jurnalistik, peserta ditanya mengenai pengetahuan dasar jurnalistik, alasan tertarik bergabung dengan Al-Kalam, serta pengalaman yang pernah dimiliki di bidang jurnalistik. Peserta juga ditanya mengenai prioritas, kesiapan mengikuti ketentuan Al-Kalam, serta kemampuan mengatur waktu antara kegiatan organisasi dan perkuliahan.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai bidang dalam jurnalistik, seperti penulis, reporter, desain grafis, dan kamerawan.

Salah seorang peserta, Nuraisyah Br Siagian, terlebih dahulu memperkenalkan diri saat wawancara. Nuraisyah juga ditanya mengenai sumber informasi tentang LPM Al-Kalam dan mengaku tertarik bergabung karena memiliki minat di bidang public speaking.

Sebelum mengikuti wawancara, cakru magang LPM Al-Kalam 2026 juga telah mendapatkan pembekalan pada Sabtu (3/10).

Pada psikotes, penguji turut menanyakan kondisi perkuliahan, pengalaman tampil di depan kamera, serta kemampuan komunikasi peserta. Bagi peserta yang belum pernah tampil di depan kamera melalui Al-Kalam, penguji menjelaskan bahwa kemampuan tersebut nantinya akan dilatih.

Peserta juga ditanya mengenai alasan memilih bidang reportase, kedisiplinan dan ketepatan waktu, kesopanan dalam berkomunikasi, serta cara menerima teguran, revisi, dan kritik.

Sesi kedua wawancara dimulai pukul 14.00 WIB dengan penguji yang berbeda. Pada sesi ini, Tes Baca Al-Qur'an diuji oleh Jumaida Ziliwu dan Faris Kurniawan. Tes Jurnalistik diuji oleh Ririn Dayanti Harahap, sedangkan Psikotes diuji oleh Qonita Sholihat.

Wawancara ini menjadi salah satu tahapan seleksi untuk mengetahui kemampuan, minat, kesiapan, serta karakter calon kru magang sebelum bergabung dengan LPM Al-Kalam.

Tiara Khalisna, selaku Pemimpin Litbang, berharap pelaksanaan wawancara dapat menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana calon kru (cakru) memahami bidang jurnalistik, baik bidang yang mereka pilih maupun bidang jurnalistik lainnya.

“Dengan adanya wawancara ini, kami berharap dapat melihat sejauh mana cakru memahami bidang jurnalistik, baik bidang yang mereka pilih maupun bidang lainnya. Selain itu, kami juga ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mereka dalam membaca Al-Qur'an. Tentunya, hal ini sangat penting karena berkaitan dengan pemahaman mereka mengenai keagamaan,” ujar Tiara.

“Kami juga berharap dengan adanya wawancara ini, kami dapat mengetahui bagaimana mereka mengatasi masalah yang ada serta mengatur manajemen waktu ketika menghadapi suatu permasalahan,” lanjutnya.

Setelah menyelesaikan 3 tes, cakru magang harus melewati pos kamerawan untuk menyampaikan 1 harapannya setelah bergabung di LPM Al-Kalam nanti yang diabadikan dalam sebuah video, serta dilanjutkan dengan foto dengan bingkai yang telah disediakan. Setelah itu, cakru diarahkan menuju pos terakhir, yaitu pos absensi sekaligus konsumsi.

Setiap sesi, kegiatan ditutup dengan foto bersama antara cakru magang dengan kru LPM Al-Kalam.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

03 Oktober 2026

LPM Al-Kalam UIN SUNA Gelar Pembekalan Wawancara Calon Kru Magang 2026

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pembekalan wawancara calon kru (cakru) tahun 2026 yang berlangsung di Teras Fakultas Syariah (Fasya) pada Sabtu (3/10/2026) pukul 15.00 - 17.00 WIB.

Sebanyak 39 orang mendaftar sebagai calon kru pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 36 cakru hadir mengikuti pembekalan yang menjadi persiapan untuk tahapan seleksi selanjutnya. Sementara itu, dua orang tidak dapat hadir karena sakit dan satu orang lainnya mengundurkan diri. Kegiatan ini diisi oleh dua pemateri, yaitu Ririn Dayanti Harahap selaku Pemimpin Redaksi (Pimred) dan Qonita Shalihat selaku Bendahara Umum (Bendum), serta kru LPM Al-Kalam yang bertugas sebagai panitia.

Acara dimulai dengan absensi dan pengecekan kembali formulir pendaftaran cakru. Selanjutnya, acara dibuka oleh Pemimpin Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Tiara Khalisna, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pemateri.

Salah satu pemateri, Qonita, menyampaikan mengenai bidang-bidang yang terdapat di LPM Al-Kalam. “Di sini tentunya ada beberapa bidang yang bisa kita ketahui dan akan adik-adik pelajari ke depannya, yaitu bidang Penulis, Reporter, Kamerawan, dan Desain Grafis,” ujarnya.

Selain Qonita, Ririn juga menjelaskan berbagai persiapan yang perlu dilakukan cakru untuk menghadapi wawancara yang akan dilaksanakan pada 4 Oktober. “Mengenai wawancara besok, tentunya adik-adik harus mempersiapkan diri untuk diwawancarai. Ada tiga tahapan wawancara, yaitu tes jurnalistik, baca Al-Qur’an (keagamaan), dan psikotes,” ujarnya.

Di tengah sesi tanya jawab, salah satu cakru, Syifa Az-Zahra Cheesy, mengajukan pertanyaan. “Apabila saya membuat artikel opini di redaksi lain, apakah bisa saya mengunggahnya juga ke Al-Kalam?” tanyanya.

Ririn kemudian menjawab pertanyaan tersebut. “Apabila nanti sudah bergabung di Al-Kalam, tetap bisa menulis karya di sini, asalkan karyanya jangan sama persis dengan yang diunggah di media tersebut.”

Setelah sesi tanya jawab berakhir, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama cakru 2026 di depan Gedung Biro UIN SUNA.


Reporter: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Mainkan Lebih Awal untuk Pemilik Deluxe Edition, Gim ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE Resmi Rilis

Foto: Eeb Bandai Namco
www.lpmalkalam.com- Bandai Namco Entertainment meluncurkan gim ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan personal computer (PC) melalui Steam pada Jumat (2/10/2026).

Gim tersebut mengusung genre flight shooting dengan mode single-player dan multiplayer. Versi Standard Edition di Steam dibanderol Rp899.000, sedangkan versi untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S dijual dengan harga Rp1.099.000. Pemilik versi Deluxe Edition diberikan akses lebih awal (early access) pada Selasa (29/9/2026).

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE berlatar Juli 2029 dan mengisahkan seorang pilot tempur yang diselamatkan oleh kapal induk Endurance setelah Federasi Usea Tengah (FCU) diserbu Republik Sotoa. Di tengah kehancuran militer dan banyaknya pengungsi, sang pilot mendapat julukan Wings of Theve, nama seorang pilot legendaris yang menjadi simbol harapan. Meski legenda tersebut ternyata hanyalah cerita untuk menjaga semangat para penyintas, ia harus menyandang nama itu dan kembali bertempur bersama tiga rekan barunya untuk merebut kembali tanah air yang telah dikuasai.

Berdasarkan klasifikasi Entertainment Software Rating Board (ESRB), ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE mendapatkan rating T (Teen) yang ditujukan bagi pemain berusia 13 tahun ke atas.

Pada laman resminya, Bandai Namco Entertainment mengatakan, “Terlibatlah dalam pertempuran udara yang sengit, singkirkan ancaman, dan raih kesuksesan melalui misi-misi menegangkan untuk mendapatkan sayapmu.”

“Step into the cockpit and take flight as an elite pilot across stunning skies” menjadi salah satu kalimat promosi yang digunakan untuk menggambarkan aksi udara yang penuh ketegangan.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

02 Oktober 2026

Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Pratikno dan Hatta Rajasa Pimpin Dewan Pertimbangan Presiden

Foto: detikcom

www.lpmalkalam.c0m- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik pimpinan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (2/10/2026). 

Salah satu nama yang dilantik sebagai anggota Wantimpres adalah akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung. Dalam pelantikan tersebut, Pratikno dilantik sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Selain pimpinan, sejumlah tokoh lainnya turut dilantik sebagai anggota Wantimpres. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, tokoh agama, pengusaha, serta purnawirawan TNI dan Polri.

Nama Rocky Gerung telah menjadi perhatian sebelum prosesi pelantikan berlangsung. Ia terlihat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.30 WIB. Kehadirannya menarik perhatian wartawan karena sebelumnya namanya telah dikaitkan dengan calon anggota Wantimpres.

Saat ditanya mengenai kehadirannya di Istana, Rocky tidak banyak memberikan keterangan kepada awak media. Ia hanya mengatakan, “Ini gua ada acara radical break. Udah,” sebelum melanjutkan langkahnya menuju area Istana.

Sebelum pelantikan, sejumlah tokoh lainnya juga terlihat hadir di Istana. Di antaranya Pratikno, Hatta Rajasa, Agum Gumelar, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Jusuf Hamka, Jusuf Wanandi, Dato’ Sri Tahir, serta sejumlah tokoh agama dan akademisi.

Hatta Rajasa mengatakan bahwa dirinya mendapat tawaran untuk menjadi Wakil Ketua Wantimpres. Menurut Hatta, tawaran tersebut disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sekitar dua hari sebelum pelantikan.

Sementara itu, Pratikno mengatakan bahwa dirinya siap menjalankan tugas yang diberikan Presiden. Ia menyampaikan bahwa tugas yang berkaitan dengan kepentingan negara dan masyarakat akan dilaksanakan sesuai dengan amanat yang diberikan.

Dengan dilantiknya jajaran baru tersebut, Wantimpres diisi oleh sejumlah tokoh dengan latar belakang yang beragam. Rocky Gerung menjadi salah satu anggota yang dilantik dalam susunan baru tersebut.

Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Setelah pelantikan, para anggota Wantimpres akan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Penulis: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Zahratul

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE Resmi Rilis, Pemilik Deluxe Edition Bisa Main Lebih Awal

Foto: Web Bandai Namco
www.lpmalkalam.com- Bandai Namco Entertainment meluncurkan gim ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam pada Jumat (2/10/2026).

Gim tersebut mengusung genre flight shooting dengan mode single-player dan multiplayer. Versi Standard Edition di Steam dibanderol Rp899.000, sedangkan versi untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S dijual dengan harga Rp1.099.000. Pemilik Deluxe Edition mendapatkan akses lebih awal (early access) pada Selasa (29/9/2026).

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE berlatar pada Juli 2029. Gim ini mengisahkan seorang pilot tempur yang diselamatkan oleh kapal induk Endurance setelah Federasi Usea Tengah (FCU) diserbu Republik Sotoa. Di tengah kehancuran militer dan banyaknya pengungsi, sang pilot mendapat julukan “Wings of Theve”, nama seorang pilot legendaris yang menjadi simbol harapan.

Meski legenda tersebut ternyata hanya sebuah cerita untuk menjaga semangat para penyintas, ia harus menyandang nama tersebut dan kembali bertempur bersama tiga rekan barunya untuk merebut kembali tanah air yang telah dikuasai.

Berdasarkan klasifikasi Entertainment Software Rating Board (ESRB), ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE mendapatkan peringkat T (Teen) yang ditujukan bagi pemain berusia 13 tahun ke atas.

Dalam laman resminya, Bandai Namco Entertainment mengatakan bahwa pemain akan terlibat dalam pertempuran udara yang sengit, menyingkirkan berbagai ancaman, dan menyelesaikan misi-misi menegangkan untuk mendapatkan sayap.

“Step into the cockpit and take flight as an elite pilot across stunning skies” menjadi salah satu kalimat promosi yang digunakan untuk menggambarkan aksi udara dalam gim tersebut.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

01 Oktober 2026

HMPS BKI UIN SUNA Gelar Seminar Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Seminar Teknik Dasar Konseling dengan tema “Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa: Eksplorasi Emosi melalui Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi” di Aula FUAD lantai III pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD Mahdi, Ketua Program Studi (Prodi) BKI Hartini Mudarsa, Sekretaris Prodi BKI Minda Septiani, serta 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sebanyak 30 peserta di antaranya merupakan panitia. Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Sri Azni dan Taifatul Jannah.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, serta laporan Ketua Panitia Zainab.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman mendalam bagi kita semua mengenai cara menyentuh rasa dan memahami jiwa lewat eksplorasi emosi melalui teknik dasar konseling dan hipnoterapi,” ujar Zainab.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rijal Maulana. “Tahun ini merupakan perdana kegiatan dihadiri oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di Lhokseumawe,” ujarnya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Prodi BKI dan Dekan FUAD. Setelah itu, acara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penyerahan cenderamata kepada kedua pemateri.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Sri Azni dengan dipandu oleh Haura Lailatul Fitrah selaku moderator. Dalam materi bertajuk “Eksplorasi Emosi: Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa”, Sri Azni menyampaikan, “Ketika kita semua sedang ada masalah, ada hambatan, ada kekurangan, yakini itu adalah masa-masa yang akan membuat kita naik level untuk bisa menjadi lebih baik.”

Sesi kedua dilanjutkan oleh Taifatul Jannah yang dipandu oleh Nadia Setiawati selaku moderator. Di tengah pemaparan materi, Taifatul melakukan hipnoterapi berupa teknik relaksasi kepada para peserta. “Harapan saya untuk para peserta agar bisa memahami hipnoterapi secara realistis,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif bertanya kepada kedua pemateri, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

9 Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lolos sebagai Google Students Ambassador Batch 2

Sumber: googlestudentambassador.id

www.lpmalkalam.com- Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe dinyatakan lolos dalam program Google Students Ambassador (GSA) Batch 2 setelah mengikuti serangkaian proses seleksi. Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan secara resmi pada Kamis (1/10/2026).

Sembilan mahasiswa yang dinyatakan lolos tersebut adalah Nayla Salsabila, Alvi Lutviah Budi, Ririn Dayanti Harahap, Raudani Fitri, Intan Darul Khairat, Agustria Asria Dewi, Salsabila Attala Nisa Purba, Wirda Rasyada, dan Amanda Zuhra.

Salah seorang mahasiswa yang lolos, Ririn Dayanti Harahap, menjelaskan bahwa program berskala nasional tersebut menerapkan proses seleksi yang ketat. “Kami harus bersaing secara sehat dengan 300.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia hingga akhirnya terpilih untuk bergabung bersama 2.000 peserta lainnya,” ujar Ririn saat memberikan keterangan pada Jumat (2/9/2026).

Sementara itu, Amanda Zuhra, salah seorang mahasiswa UIN SUNA yang turut lolos, mengatakan bahwa dirinya berfokus pada kemampuan dan keunikan yang dimiliki selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Pencapaian tersebut juga ditandai dengan lolosnya Alvi Lutviah Budi, mahasiswa UIN SUNA penyandang disabilitas netra. Alvi mengatakan bahwa ia menggunakan fitur pembaca layar (screen reader) pada telepon pintar untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi, termasuk menyelesaikan tantangan teknis.

Setelah dinyatakan lolos, sembilan mahasiswa tersebut berencana melaksanakan sejumlah kegiatan di lingkungan kampus, termasuk sesi edukasi dan lokakarya (workshop) mengenai teknologi.

Kegiatan tersebut direncanakan membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI), termasuk Google Gemini, untuk mendukung kegiatan belajar dan produktivitas mahasiswa.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Korlab Saleum Teuka 2026 Klaim 90 Persen Siap, Dekanat Sebut Tak Terima Proposal

 

Foto: Abdul Azis Perangin Angin

www.lpmalkalam.com- Rencana pelaksanaan Saleum Teuka oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang dijadwalkan pada Minggu (20/09/2026) dan berakhir tidak terlaksana menjadi persoalan di lingkungan mahasiswa FTIK. Persoalan tersebut kemudian menjadi titik awal LPM Al-Kalam dalam menelusuri serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Setelah bergerak mencari informasi dari berbagai sudut pandang, diketahui bahwa terdapat perbedaan informasi antara pihak panitia dan Dekanat FTIK, terutama mengenai proses komunikasi dan perizinan kegiatan. Guna mendapatkan informasi dari pihak Ormawa, LPM Al-Kalam terlebih dahulu menghubungi Muhammad Agha Alfaysal selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK pada Senin (21/09/2026). Dalam wawancara tersebut, Agha mengatakan bahwa Ormawa tidak pernah menyepakati keputusan untuk mentiadakan Saleum Teuka. “Kami Ormawa tidak ada menyepakati hal demikian,” ujar Agha melalui WhatsApp.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut, Agha justru mengirimkan kontak Ketua Panitia serta Koordinator Lapangan (Korlab) yang bertujuan agar LPM Al-Kalam kemudian meminta keterangan langsung kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan. Melalui nomor yang sudah diberikan, LPM Al-Kalam kemudian berupaya menghubungi pihak panitia dan Korlab untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Penggalian informasi tersebut dilakukan pada Selasa (22/09/2026). Dalam mendapatkan keterangan yang sejalan, LPM Al-Kalam melalui WhatshApp menghubungi Trias selaku Ketua Panitia Saleum Teuka tahun 2026. Trias kemudian menyampaikan bahwa keterangan mengenai persoalan tersebut dapat ditanyakan kepada Ketua DEMA dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTIK. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua panitia mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. “Saya selaku Ketua Panitia juga mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. Jawabannya ada sama Ketua tersebut kak,” kata Trias.

Mendapati konfirmasi yang saling tolak-menolak, maka LPM Al-Kalam kemudian melanjutkan konfirmasi kepada Azmi Hidayatullah selaku Korlab kegiatan yang disebutkan. Saat ditanya mengenai alasan utama Saleum Teuka tidak terlaksana, Azmi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan kegiatan tersebut ditiadakan. Menurut Azmi, Saleum Teuka selama ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Ia juga mengatakan bahwa beberapa fakultas lain telah melaksanakan kegiatan serupa. Namun, kemudian muncul surat dari pihak Dekanat yang menurutnya berkaitan dengan larangan kegiatan Saleum Teuka ke laut karena adanya kekhawatiran terhadap premanisme, pungutan uang mahasiswa, serta kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dalam penjelasannya, Azmi mengatakan bahwa panitia sebelumnya telah berupaya menemui Wakil Dekan (Wadek) III FTIK pada Kamis dengan tanggal yang tidak dikonfirmasi.

“Kronologinya adalah pada hari Kamis kami pihak panitia Saleum Teuka ingin menjumpai Wadek III, tapi beliau berhalangan. Kemudian kami mengajukan proposal hari Jumat dan tidak ada balasan apa-apa. Kemudian keluar surat larangan dari pihak fakultas,” ujar Azmi.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan Saleum Teuka yang direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu, (20/09/2026) tersebut telah mencapai sekitar 90%. LPM Al-Kalam kemudian menanyakan lebih lanjut mengenai angka 90% yang telah disebutkan, hal ini didasarkan pada pengakuan pihak Ormawa bahwa pengajuan proposal dilakukan pada hari Jumat, sementara itu kegiatan akan dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Melalui keterangan tersebut, maka pertanyaan yang diajukan mengarah pada penilaian yang diberikan dengan nilai sebesar 90% lebih dominan pada aspek teknis atau pada administrasi dan perizinan. Namun, hingga berita ini disusun, Azmi belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas pertanyaan tersebut.

Guna mendapatkan kejelasan dari pihak DEMA, LPM Al-Kalam kembali menghubungi Agha pada Rabu (23/09/2026). Dalam keterangannya, Agha menyampaikan bahwa Dekanat memang belum memberikan izin terkait Saleum Teuka. “Nantinya kita akan bermusyawarah kembali. Namun yang kami harapkan, temu ramah per jurusan atau prodi terlaksanakan,” ujar Agha. 

Menanggapi angka persiapan yang sudah 90% dengan perizinan yang belum diperoleh, dalam kesempatan wawancara tersebut LPM Al-Kalam kemudian menanyakan kepada Agha. Namun, ia juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai angka tersebut mengarah pada kesiapan teknis kegiatan dan proses administrasi,  atau lebih besar pada salah satu kesiapan saja. 

Selain Ketua DEMA, LPM Al-Kalam juga berupaya mendapatkan keterangan dari Ketua SEMA FTIK, Abdul Aziz Yuda Hermawan. Konfirmasi telah dilakukan, tetapi hingga berita ini disusun dan dipublikasi belum diperoleh keterangan yang dapat menjelaskan posisi SEMA dalam persoalan tersebut. 

Wakil Dekan III FTIK UIN SUNA

Untuk melihat sudut pandang dari Dekanat fakultas terkait, LPM Al-Kalam kemudian menghubungi Wadek III FTIK yaitu Nurul Fadhillah pada Selasa (22/09/2026). Dalam keterangannya, Wadek III mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan Saleum Teuka dari Ormawa. “Belum ada info tentang Saleum Teuka, Ormawa belum ngomong ke saya kapan mau dibuat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa apabila Ormawa tidak menyampaikan informasi, melakukan komunikasi, dan meminta izin secara langsung, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak dianggap sebagai kegiatan yang mewakili kampus. 

Keterangan tersebut menjadi salah satu titik yang berbeda dengan pernyataan Azmi. Kemudian, terkait dengan pertemukaan dalam rangka pengajuan proposal kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa dan Wadek III FTIK, melalui konfirmasi yang dilakukan oleh LPM Al-Kalam, Wadek III menyatakan bahwa informasi mengenai Saleum Teuka belum diterimanya secara langsung.

LPM Al-Kalam juga melakukan konfirmasi kepada Wakil Dekan I FTIK, Susi Yusrianti. Ketika ditanya mengenai Saleum Teuka, Susi menjawab, “Acara apa ya? Belum dapat informasinya.”

Keterangan tersebut kembali menunjukkan bahwa informasi mengenai rencana Saleum Teuka belum diterima oleh seluruh jajaran dekanat ketika LPM Al-Kalam melakukan konfirmasi.

Guna mendapatkan informasi yang tepat maka, LPM Al-Kalam kemudian melakukan wawancara secara langsung dengan Dekan FTIK, Jumat Barus, di ruangannya pada Senin (28/09/2026).

Dekan FTIK UIN SUNA

Dalam wawancara tersebut, Jumat mengatakan bahwa dirinya justru heran ketika mendengar adanya informasi bahwa Saleum Teuka tidak mendapatkan izin dari Dekanat. Menurutnya, pihak fakultas tidak pernah menerima informasi mengenai rencana kegiatan tersebut. “Saya herannya, kenapa kok ada muncul kok tidak diizinkan Saleum Teuka, padahal kami sendiri tidak tahu kegiatan itu, dan kegiatan itu pun tidak pernah dikasih tahu ke kami,” ujar Jumat.

Jumat juga mempertanyakan pernyataan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 90%. Menurutnya, proses persiapan sebuah kegiatan mahasiswa seharusnya diawali dengan pengajuan izin karena Ormawa FTIK berada dalam struktur kelembagaan fakultas.

“Saya heran tadi persiapannya sudah 90%, persiapan apa? Seharusnya kan persiapan itu pertama minta izin dulu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tingkat fakultas seharusnya disampaikan melalui jalur yang sesuai, mulai dari Wadek III hingga Dekan fakultas. Jumat mengatakan dirinya tidak pernah diajak duduk bersama untuk membahas rencana Saleum Teuka.

“Agha ataupun Wadek III tidak ada yang membicarakan ini dengan saya. Kami enggak pernah diajak duduk dan menyampaikan, ‘Pak, kami mau buat ini,’ kemudian kapan dilaksanakannya pun kami enggak tahu sama sekali,” ujarnya.

Ketika LPM Al-Kalam menyampaikan informasi bahwa panitia disebut mengajukan proposal pada hari Jumat, selaku Dekan Fakultas, Jumat mempertanyakan kepada siapa proposal tersebut diberikan. “Ke mana mereka kasih? Fakultas?” tanyanya.

Ketika kemudian ditanyakan apakah pengajuan proposal yang dilakukan lebih awal akan membuka kemungkinan kegiatan memperoleh izin, “Kalau mereka kasih proposal lebih awal apakah diizinkan? Itu nanti kami pertimbangkan,” katanya.

Menurut Jumat, pihak fakultas perlu melihat terlebih dahulu isi proposal, “Nantikan kami lihat dulu isinya apa. Itu pasti nanti kita duduk dulu, bagaimana, di mana diadakan, kapan, ada tidak kutipan. Itu kan perlu duduk, mungkin Wadek III dengan panitia,” ujarnya.

Jumat menegaskan bahwa pertimbangan utama pihak fakultas dalam memberikan izin adalah keselamatan mahasiswa. Ia juga mengatakan bahwa sebelum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pihak Dekanat telah melakukan rapat bersama ketua-ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sudah memberikan peringatan guna kejadian tahun lalu tidak berulang.

“Saya sudah sampaikan saya tidak ingin ada kegiatan di luar kampus seperti tahun lalu yang tanpa izin dari fakultas. Itu sudah kami kasih peringatan,” kata Jumat.

Menanggapi informasi yang menyebut Saleum Teuka ditiadakan karena tidak mendapat izin dari Dekanat, Jumat memberikan bantahan tegas. Menurutnya, pihak fakultas belum pernah menerima informasi mengenai kegiatan tersebut untuk kemudian memberikan keputusan.

“Kalau ada informasi yang mengatakan kalau Saleum Teuka ini ditiadakan karena tidak dapat izin dari dekanat, maka itu salah 100%,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, LPM Al-Kalam masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang belum memberikan keterangan secara lengkap, termasuk Ketua SEMA FTIK dan pihak terkait lainnya, agar informasi mengenai tidak terlaksananya Saleum Teuka dapat disampaikan secara utuh dari seluruh pihak.


Reporter: Putri Ruqaiyah dan M. Rahul Gonzales

Penulis: Putri Ruqaiyah dan Ririn Dayanti Harahap

Editor: Redaksi 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.