Portal Berita Al-Kalam

HMPS Perbankan Syariah FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Seminar Pengembangan Soft Skill

Foto: M. Ihsan Pratama www.lpmalkalam.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Isla...

HEADLINE

Latest Post

16 Oktober 2026

HMPS Perbankan Syariah FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Seminar Pengembangan Soft Skill

Foto: M. Ihsan Pratama

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan seminar soft skill di Aula fakultas setempat pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Shaping Your Professional Identity for Future Career Success"dan dihadiri oleh Wakil Dekan III FEBI, Zulfikar, serta ketua dan sekretaris program studi (prodi) di lingkungan FEBI. Seminar ini juga diikuti oleh mahasiswa, terutama dari Program Studi Perbankan Syariah (PBS) dan Akuntansi Syariah (AS).

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Aceh. 

Sabila Ramadhani Sinaga selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pengembangan keterampilan di luar bidang akademik sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja dan  mahasiswa diharapkan dapat mengenali dan mengembangkan potensi diri untuk menunjang kesiapan berkarier. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Dekan III FEBI.

Pada sesi pertama, Muhammad dari BSI KC Lhokseumawe Merdeka menyampaikan materi mengenai pentingnya pengembangan keterampilan nonakademik bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan dalam organisasi kampus dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan soft skill. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya mempertimbangkan indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga keterampilan pendukung yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.

Sedangkan pada sesi kedua, Mulia Nisa Ilyas dari BCA Syariah KC Lhokseumawe menyampaikan materi mengenai pentingnya pengembangan potensi diri melalui keterlibatan dalam organisasi kampus. Ia juga menjelaskan peran first impression atau kesan pertama dalam membentuk personal branding atau citra diri profesional. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial karena aktivitas di ruang digital dapat memengaruhi citra diri. Sesi tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Setelah itu, panitia mengadakan kuis interaktif yang diikuti oleh peserta. Tiga peserta dengan nilai tertinggi memperoleh hadiah suvenir dari panitia.


Reporter: M. Ihsan Pratama (Magang)

Editor: Redaksi

Pentingnya Penggunaan AI yang Bijak bagi Mahasiswa di Era Digital

Foto: Intan Sarifah

www.lpmalkalam.com- Di era digital, penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sudah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. AI sering dimanfaatkan untuk mencari informasi, memahami materi kuliah, hingga membantu menyelesaikan tugas. Menurut penulis, kehadiran AI merupakan kemudahan yang patut dimanfaatkan oleh mahasiswa. Namun, kemudahan tersebut jangan sampai membuat mahasiswa terlalu bergantung pada teknologi dan kehilangan kebiasaan berpikir secara mandiri.

Menurut penulis, AI seharusnya menjadi teman belajar, bukan sekadar alat untuk mendapatkan jawaban secara instan. Misalnya, ketika mahasiswa kesulitan memahami materi kuliah, AI dapat digunakan untuk menjelaskan konsep dengan bahasa yang lebih sederhana, memberikan contoh, atau membuat latihan soal. Dengan cara ini, mahasiswa dapat lebih mudah memahami materi dan mengetahui bagian yang belum dikuasai. Sebaliknya, jika mahasiswa hanya menyalin jawaban AI tanpa memahami isinya, tugas memang dapat selesai lebih cepat, tetapi pengetahuan yang seharusnya diperoleh selama proses belajar justru terabaikan.

Penulis berpandangan bahwa mahasiswa tetap perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mandiri. Jawaban yang diberikan AI tidak selalu benar sehingga mahasiswa perlu memeriksa kembali informasi melalui sumber yang tepercaya. Penulis menilai bahwa proses mencari informasi, menganalisis masalah, dan menyusun pendapat sendiri merupakan bagian penting dari perkuliahan. Kemampuan tersebut tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada teknologi karena mahasiswa juga perlu memahami dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

Hal ini juga berkaitan dengan persiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Menurut penulis, kemampuan menggunakan teknologi memang penting, tetapi kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab tetap diperlukan. AI dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi mahasiswa harus tetap mampu menentukan apakah informasi dan hasil yang diberikan AI sudah tepat untuk digunakan.

Pada akhirnya, penulis berpendapat bahwa mahasiswa tidak perlu menghindari AI, tetapi harus memahami batas penggunaannya. Gunakan AI untuk membantu memahami materi, mencari penjelasan tambahan, dan mengevaluasi hasil belajar, bukan untuk menggantikan seluruh proses berpikir. Bagi penulis, penggunaan AI yang bijak bukan tentang seberapa sering teknologi digunakan, melainkan bagaimana mahasiswa memanfaatkannya tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis, mandiri, dan bertanggung jawab.


Penulis: Magfirah (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

LPM Dinamika UINSU Kembali Gelar PJTLN: Kunjungi 4 Tempat Ikonik di Kota Medan sebagai Bahan Indepth Reporting

Foto: Fika Munayya

www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) PENA PERSMA 2026 di Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis–Minggu (15–18 Oktober 2026).

Sebanyak 26 peserta dari berbagai lembaga pers mahasiswa dan perguruan tinggi mengikuti kegiatan PJTLN kali ini. Pada hari pertama, Kamis (15/10/2026), peserta mengikuti pelatihan indepth reporting dengan pemateri Anang Anas Azhar, jurnalis Okemedan.com sekaligus dosen. Seluruh peserta mengenakan pakaian dinas harian (PDH) dan atribut pers mahasiswa masing-masing sesuai dengan ketentuan pakaian yang telah ditetapkan panitia.

Acara dibuka sekitar pukul 10.00 WIB oleh Abty Fauziah Ahmad Bahri selaku pembawa acara (master of ceremonies/MC). Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Jordan Yogaswara, serta sambutan Pemimpin Umum LPM Dinamika, Muhammad Daffa, dan perwakilan alumni, Iin Prasetyo. Selanjutnya, Pembina LPM Dinamika, Anang Anas Azhar, secara resmi membuka acara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video sambutan Rektor UINSU, Nurhayati. Sebelum pelatihan dimulai, rangkaian acara seremonial ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Dalam pemaparan materi, Anang membahas transformasi peliputan mendalam (in-depth reporting) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pemanfaatan open-source intelligence (OSINT), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Anang mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap berita dalam bentuk tulisan hanya mencapai 37%, sedangkan kepercayaan terhadap berita dalam bentuk video mencapai 77%.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh dua peserta tercepat. Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan, “Bagaimana jika sebuah berita yang sudah diunggah kemudian diminta untuk diturunkan oleh pihak tertentu?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anang menjelaskan, “Sebuah pers yang sudah mengunggah berita, kemudian ada pihak yang menyuruhnya untuk menurunkan berita tersebut, tetapi media itu tidak melakukannya, maka pertahankan. Menurunkan berita yang sudah diunggah dapat memengaruhi kredibilitas seorang jurnalis,” jelasnya.

Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, kemudian istirahat, salat, dan makan (isoma) hingga pukul 14.00 WIB. Setelah itu, peserta menerima tugas kelompok untuk membuat berita mendalam (in-depth reporting) dengan melakukan peliputan langsung di empat lokasi berbeda. Sebanyak 26 peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan pembagian lokasi sebagai berikut.

  • Kelompok 1: Taman Beringin
  • Kelompok 2: Kota Tua Kesawan
  • Kelompok 3: Kebun Bunga
  • Kelompok 4: Masjid Jamik

Untuk menuju lokasi peliputan, peserta diantar oleh panitia. Seluruh peserta dijadwalkan berkumpul kembali di Gedung Balai Diklat Pertanian pada pukul 17.00 WIB.

Setelah seluruh peserta berkumpul, panitia membagikan kamar dengan kapasitas dua orang per kamar. Setelah merapikan barang bawaan dan melaksanakan salat Magrib, peserta kembali dikumpulkan untuk makan malam dan menyelesaikan tugas yang diberikan hingga batas waktu pukul 22.00 WIB. Setelah itu, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Redaksi


15 Oktober 2026

BMKG Deteksi Titik Panas di Tiga Provinsi, Asap Karhutla Diperkirakan Mulai Memasuki Aceh

Foto: MODUSACEH.CO

www.lpmalkalam.com- Kondisi udara di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, terpantau berkabut pada Rabu (14/10/2026).

Kabut tersebut diduga berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi mulai memasuki wilayah Provinsi Aceh berdasarkan pemantauan satelit Himawari.

Prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Malikussaleh, Hesty Fauziah, menjelaskan bahwa sebaran asap bergerak mengikuti pola angin dari arah timur ke tenggara. Menurutnya, fenomena ini berkaitan dengan transboundary haze, yaitu pergerakan asap lintas wilayah dari Sumatra hingga ke Semenanjung Malaya dan Singapura.

“Berdasarkan sebaran asap yang terdeteksi oleh satelit Himawari, asap sudah memasuki wilayah Aceh karena terdapat transboundary haze dari Sumatra ke Semenanjung Malaya dan Singapura, dengan pergerakan angin dari timur ke tenggara. Namun, asal asap tidak mutlak hanya dari Papua,” ujar Hesty dikutip dari MODUSACEH.CO.

Hesty mengungkapkan bahwa titik panas (hotspot) paling banyak ditemukan di luar Aceh, yakni di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama udara masih berasap. “Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kesehatan, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh,” imbaunya.


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira


Perdana: Fasya UIN SUNA Gelar Syariah Fair

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan Syariah Fair 2026 di halaman fakultas setempat selama dua hari pada Rabu–Kamis (14–15/10/2026).

Dengan mengusung tema “Empowering Young Generation Through Competition and Innovation,” kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1, Iskandar, yang juga turut didampingi oleh petinggi kampus, fakultas, dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Dalam penyampaian kata sambutan Iskandar menegaskan bahwa Syariah Fair ini dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh fakultas yang disebutkan. Melalui informasi yang didapat, Syariah Fair ini bertujuan sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berkompetisi, khususnya dalam bidang akademik, hukum, dan keislaman.

Selain itu, selama kegiatan berlangsung panitia pelaksana juga menyelenggarakan  berbagai cabang lomba dengan klasifikasi peserta yang telah ditentukan. Cabang lomba tersebut meliputi debat hukum, tahfiz, pidato, nasyid akapela yang dapat diikuti oleh kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat. Bagi para mahasiswa, para panitia juga mengadakan lomba karya tulis ilmiah yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa yang ada di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. 

Menurut keterangan Ketua panitia, Rizka Amalia diketahui bahwa terdapat 120 peserta dari berbagai sekolah. Ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat berprestasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpeserta. Ia juga berharap Syariah Fair 2026 dapat melahirkan generasi muda yang inovatif dan berintegritas.


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi


13 Oktober 2026

Pemadaman Karhutla di Kalimantan Masih Berlanjut, Pemerintah Perkuat Penanganan

Foto: AntaraNews
www.lpmalkalam.com- Pemerintah bersama petugas dan relawan terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan pada Senin (12/10/2026). 

Menurut DetikKalimantan, Kementerian Kehutanan mencatat 793 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia hingga 10 Oktober 2026. Sebanyak 288 titik berada di Kalimantan Tengah, 44 titik di Kalimantan Barat, dan 28 titik di Kalimantan Selatan.

ANTARA News melaporkan bahwa pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dilakukan dengan bantuan helikopter. Petugas menghadapi kendala berupa kabut asap, akses menuju lokasi yang sulit, dan kondisi lahan gambut.

Berdasarkan informasi dari Multimedia Center Kalimantan Tengah pada Senin (12/10), tercatat 3.908 titik panas dan 62 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 64,82 hektare dalam periode 24 jam hingga pada Minggu (11/10).

Di Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan koordinasi penanganan karhutla di sepuluh kabupaten/kota. Menurut ANTARA News Kalimantan Timur pada Selasa (6/10), tercatat 1.964 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 7.952 hektare selama periode 1 Agustus hingga 5 Oktober 2026.

Di Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran meminta pengerahan alat berat untuk membuat saluran air guna mendukung penanganan kebakaran di Kabupaten Kotawaringin Barat. Informasi tersebut dilaporkan oleh Multimedia Center Kalimantan Tengah “Segera tempatkan ekskavator ke sini, buat kanal atau saluran air di sekitar lokasi untuk mendukung penanganan kebakaran,” ujar Agustiar Sabran.

Sementara itu, ANTARA News pada Selasa (6/10) melaporkan bahwa Kalimantan Barat memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga pada Minggu (18/10). Perpanjangan status tersebut berkaitan dengan penanganan kebakaran yang masih berlangsung dan ancaman kabut asap.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

12 Oktober 2026

Sinkhole Ancam Lahan Warga, Masyarakat Pondok Balik Bangun Talang Air secara Swadaya

Foto: Tribun Gayo

www.lpmalkalam.com- Warga Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, bergotong royong membangun talang air secara swadaya untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan sinkhole pada Senin (12/10/2026).

Pembuatan talang air tersebut digagas oleh Oka Basuki sebagai salah satu upaya untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan terdampak. Langkah ini dilakukan di tengah perubahan kondisi tanah di sekitar lokasi sinkhole.

Warga berupaya mengarahkan aliran air agar tidak langsung menuju kawasan yang rawan mengalami pergerakan tanah. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Desa Pondok Balik juga mendapat bantuan dari warga kampung lain yang turut bergotong royong membangun talang air tersebut.

Berdasarkan laporan TribunGayo, sekitar 15 hektare lahan pertanian dan perkebunan warga telah terdampak sinkhole. Sedikitnya 30 kartu keluarga (KK) yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan turut merasakan dampaknya.

Reje Pondok Balik, Aliono, mengatakan bahwa kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama warga yang tinggal dan berkebun di sekitar lokasi. Suara guguran tanah dari kawasan sinkhole menjadi salah satu hal yang membuat warga semakin waspada.

“Yang pertama itu kewas-wasan masyarakat. Sebagian kebun, ladang, ataupun rumah warga yang berdekatan merasa takut dan trauma setiap kali mendengar suara guguran atau longsoran dari lokasi sinkhole tersebut,” ujar Aliono, Senin (12/10/2026), dikutip dari TribunGayo.

Selain mengancam lahan pertanian dan perkebunan, kondisi tersebut juga berdampak terhadap perekonomian warga. Kecamatan Ketol dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil cabai di Aceh Tengah. Namun, terganggunya akses jalan membuat petani harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk mengangkut hasil panen.

Jalur alternatif tersebut memiliki jarak sekitar 10 kilometer dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Jarak tempuh yang bertambah menyebabkan biaya angkutan hasil pertanian meningkat dan turut memengaruhi harga jual cabai di tingkat petani.

Aliono menyebutkan bahwa harga cabai yang sebelumnya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram kini dapat turun menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram. Menurutnya, peningkatan biaya angkutan akibat terganggunya akses jalan turut memengaruhi harga jual hasil panen.

Pembangunan talang air dilakukan warga secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dari kampung lain. Talang air tersebut dibuat untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan sinkhole yang mengancam lahan pertanian dan perkebunan warga.

Badan Geologi sebelumnya menjelaskan bahwa air yang meresap ke dalam tanah dapat meningkatkan kejenuhan tanah dan memengaruhi kestabilan lereng. Faktor tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penanganan kawasan yang mengalami kerentanan tanah.


Reporter: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Redaksi

Mahasiswa Baru UIN SUNA Diajak Jelajahi Fasilitas dan Koleksi Perpustakaan

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Duta Baca 2026 Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan User Education of Library bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Perpustakaan UIN SUNA selama dua hari pada Kamis (8/10/2026) dan Senin (12/10/2026).

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua hari kunjungan. Pada hari pertama, sesi pertama diikuti mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pukul 14.00 WIB. Sementara itu, sesi kedua diikuti mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta Fakultas Syariah dan Hukum (FASYA) pukul 15.00 WIB.

Pada hari kedua, kegiatan diikuti mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang terbagi menjadi dua sesi, masing-masing dimulai pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB.

Sebelum memasuki ruangan, peserta diarahkan untuk mengisi daftar hadir. Selanjutnya, peserta memasuki aula lantai tiga perpustakaan secara bergiliran sesuai dengan jadwal sesi masing-masing.

Kepala Perpustakaan UIN SUNA, Nurjannah, menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan membaca buku, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan. Ia turut menekankan perbedaan antara membaca buku dan karya ilmiah untuk menambah pengetahuan dengan membaca notifikasi pesan yang hanya memberikan informasi. “Jika kita ingin menjadi orang hebat dan terkenal hanya satu pilihan, yaitu dengan cara membaca,” ujarnya.

Selain mendapatkan arahan dari Kepala Perpustakaan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai koleksi serta pemanfaatan sumber informasi yang tersedia di Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe.

Salah seorang mahasiswa baru, Hayatun Mailiza, mengungkapkan bahwa ketersediaan koleksi buku dari dalam dan luar negeri membantunya dalam menyelesaikan tugas akademik serta membandingkan berbagai perspektif. Menurutnya, layanan baca di tempat dan peminjaman buku juga memudahkannya mempelajari materi secara mandiri, termasuk memperluas pengetahuan di bidang lain, seperti psikologi.

“Perpustakaan memudahkan saya meminjam buku dan membacanya di rumah, sehingga saya bisa memperluas pemahaman secara mandiri dan bertahap,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru turut diajak berkeliling untuk melihat fasilitas dan koleksi buku yang tersedia. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Duta Baca terkait layanan maupun fasilitas perpustakaan yang belum dipahami.

Duta Baca 2026, Rifka Tanzila, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan.

“Saya sendiri berharap semoga perpustakaan menjadi wadah baru untuk perkembangan ilmu mereka dan mahasiswa juga bisa sangat memanfaatkan perpustakaan sebagai alat bantu untuk menambah ilmu mereka,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan peserta ke berbagai fasilitas dan koleksi perpustakaan.


Reporter: Nuraisyah Br Siagian (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira


Antrian Mobil Pengangkut Barang Sampai ke Bahu Jalan

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Masyarakat terlihat mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cunda pada Senin (12/10/2026) pukul 17.00 WIB. Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat cukup panjang hingga mencapai bahu jalan dan menyebabkan kemacetan.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi

10 Oktober 2026

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

Foto: Kompas.com

www.lpmalkalam.com- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (6/10/2026). 

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi asap kiriman dari provinsi lain, terutama Sumatera Selatan dan Jambi, di tengah meningkatnya jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaan mengenai kabut asap pekat yang menyelimuti Pekanbaru pada Kamis (8/10).

Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Warjono, mengatakan bahwa kabut asap yang menyelimuti Riau merupakan kiriman dari wilayah lain.

“Kabut asap di Riau (kiriman) dari provinsi sebelah bagian selatan,” kata Warjono saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa.

Sementara itu, jumlah titik panas di Pulau Sumatera mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan Kompas.com, jumlah titik panas yang terdeteksi pada Rabu (7/10) mencapai 4.845 titik, meningkat dari sebelumnya sebanyak 3.157 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 3.847 titik. 

Titik panas atau hotspot merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang relatif tinggi dan dapat berkaitan dengan kebakaran hutan maupun lahan. Meskipun demikian, keberadaan titik panas tidak selalu memastikan terjadinya kebakaran sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, sebanyak 3.311 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut dalam periode 24 jam hingga Kamis (8/10/2026) pukul 06.00 WIB. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 2.063 titik, disusul Kabupaten Musi Banyuasin dengan 643 titik. Dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaan mengenai 3.311 titik panas yang terdeteksi di Sumatera Selatan dan Kabupaten OKI sebagai wilayah dengan titik panas terbanyak pada 9 Oktober 2026.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, membenarkan data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel.

“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel total ada 3.311 titik panas (hotspot) di wilayah Sumsel,” kata Sudirman, Jumat (9/10/2026).

Tingginya jumlah titik panas di Sumatera Selatan menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan berpotensi menyebabkan asap menyebar ke daerah lain. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan penanganan karhutla secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.


Penulis: Zilfira

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.