Portal Berita Al-Kalam

Ma'had Al-Jami'ah UIN SUNA Gelar Perpisahan Mahasantri Semester 8

  Foto: Intan Sarifah www.lpmalkalam.com-  Seluruh santri dan pengurus Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nah...

HEADLINE

Latest Post

12 Juli 2026

Ma'had Al-Jami'ah UIN SUNA Gelar Perpisahan Mahasantri Semester 8

 

Foto: Intan Sarifah

www.lpmalkalam.com- Seluruh santri dan pengurus Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar kegiatan perpisahan mahasantri semester 8 di halaman Gedung Ma'had kampus setempat pada Sabtu (11/07/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Kenangan Indah Takkan Terlupa, Ukiran Langkah Raih Masa Depan," ini diawali dengan makan bersama disertai pemutaran video penampilan grup qasidah semester 8 saat masih menempuh semester 5 melalui layar tancap.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Danial, selaku Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Iskandar selaku Wakil Rektor I, Darmadi selaku Wakil Rektor III, serta para ustaz/ustazah dan seluruh mahasantri Ma'had setempat. Acara ini dibuka oleh pembawa acara, yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran serta selawat nabi oleh Nadia Magfirah.

Salma Nadia, selaku Ketua Umum Organisasi Mahasantri (ORMASA) Ma'had Al-Jami'ah UIN SUNA Lhokseumawe, dalam sambutannya mengenang perjalanan selama menempuh pendidikan di Ma'had. "Terima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang telah mengarahkan kami. Kami juga memohon maaf karena sering bersikap keras kepala. Harapan saya untuk adik-adik, selalu patuh kepada ustaz dan ustazah serta berbuat baik jika ingin mendapatkan balasan yang baik," ujarnya. 

Fauzan, selaku direktur Ma'had Al-Jami'ah UIN SUNA Lhokseumawe, dalam sambutannya mengajak seluruh mahasantri untuk senantiasa menjaga nama baik Ma'had Al-Jami'ah di mana pun berada. "Khususnya kepada semester 8, mudah-mudahan ilmu yang telah didapat, baik di kampus maupun di Ma'had, dapat diamalkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sementara itu, Danial, selaku Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, memilih menyampaikan arahannya melalui sesi diskusi bersama seluruh mahasantri. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, salah satunya mengenai cara mengetahui apakah seseorang menjadi lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. "Gunakan pengalaman Anda di masa lalu dan rancang untuk masa depan," jawab Danial.

Di akhir sesi diskusi, Danial turut menyampaikan pesan pelepasan kepada mahasantri semester 8. "Semoga kalian dapat melangkah ke jenjang yang lebih tinggi karena pendidikan S1 telah usai. Kampus juga terbuka bagi Anda yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3. Teruslah berbakti kepada Allah dan kepada orang tua, cintailah guru, luaskan ilmu, serta jagalah akhlak. Semoga kesuksesan dan keberkahan senantiasa menghiasi kehidupan Anda," sambungnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Darul Aula, disusul penyerahan cendera mata dari Ma'had Al-Jami'ah kepada Rektor, Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor III kampus setempat.

Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan persembahan dari mahasantri semester 8 serta penyerahan cendera mata kepada Direktur Ma'had Al-Jami'ah. Selanjutnya dilakukan sesi foto bersama antara mahasantri semester 8 bersama dengan seluruh tamu undangan.

Acara berlanjut dengan penyerahan cendera mata kepada seluruh ustaz dan ustazah Ma'had Al-Jami'ah, pemberian penghargaan kepada para pengajar, penghargaan kepada mahasantri berprestasi/mahasantri terbaik di setiap bidang, serta seluruh pengurus Ma'had. 

Menjelang penutupan, Syifa Salsabila membacakan sebuah puisi yang menambah suasana haru. Acara kemudian ditutup dengan pemutaran video perjalanan mahasantri semester 8 sejak awal memasuki Ma'had hingga menyelesaikan masa pendidikan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama mahasantri mulai dari semester 6 hingga semester 2.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Zahratul

11 Juli 2026

Fenomena Individualisme di Era Perkembangan Teknologi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini telah membawa banyak perubahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Perubahan tersebut meliputi cepat dan mudahnya akses dalam berinteraksi. Namun, di balik kemudahan itu muncul fenomena yang sangat memprihatinkan, yaitu rasa individualisme di kehidupan sosial. 

Dahulu, komunikasi dan interaksi sosial jauh lebih terasa seperti kegiatan yang sering dilakukan dengan tatap muka, gotong royong atau kerja bakti, dan silaturahmi menandakan interaksi sosial yang masih sangat kental di kalangan masyarakat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan tersebut mulai memudar secara perlahan. Terkadang masyarakat sekarang lebih memilih kegiatan yang dilaksanakan secara virtual sehingga kebersamaan menurun dan cenderung memiliki rasa individualisme. 

Individualisme adalah sikap atau pandangan seseorang yang hanya berorientasi pada diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Hal inilah yang membuat rasa empati menurun dan berkurangnya kedekatan hubungan antarindividu. Globalisasi menjadi penyebab hal tersebut. Menyajikan informasi yang cepat, luas, hingga lintas batas sehingga seseorang tidak perlu datang menghampiri orang atau tempatnya secara langsung. Globalisasi juga membuat seseorang hanya berfokus pada gawai sehingga mengabaikan orang di sekitar. 

Selain itu, faktor perkembangan teknologi yang lain seperti internet mempermudah pencarian berbagai topik. Belajar maupun bekerja kini dapat dilakukan secara otodidak, tidak perlu membutuhkan bantuan orang lain. Perubahan dari segi ekonomi juga dapat memicu hal ini seperti seseorang yang terpaksa bekerja dengan jadwal yang padat hingga kurang mempunyai waktu dan perhatian untuk orang lain. 

Pada dasarnya, individualisme merupakan sikap yang berdampak negatif dan menjadi tantangan di era saat ini. Perkembangan teknologi tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena yang menjadi masalah bukan pada alat, melainkan pengguna. Pengguna harus bisa menyeimbangkan antara dunia maya dan dunia nyata agar terhindar dari hal tersebut serta demi marwah dan nilai solidaritas tetap terjaga.


Penulis: Rizky Ramadhani

Editor: Chalisa Najla Safira

Melampaui Transkrip Nilai: Mengapa Kuliah Bukan Sekadar Berburu Ijazah?

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Realitas perguruan tinggi saat ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan karena banyak mahasiswa menganggap kuliah hanya sebatas formalitas administratif untuk berburu gelar. Fokus mereka sering kali tersita hanya untuk mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan lulus tepat waktu. Padahal, selembar ijazah sama sekali tidak menjamin kesiapan seseorang dalam menghadapi kompleksitas dunia kerja. 

Jika motivasi utama hanya memperoleh dokumen formal, maka makna pendidikan tinggi telah mengalami penyempitan yang sangat mendasar. Dampaknya langsung terasa pada ketatnya persaingan kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran lulusan universitas masih konsisten menembus angka 1 juta orang. Industri modern kini lebih memprioritaskan kemampuan memecahkan masalah (problem solving), komunikasi, kepemimpinan, dan ketahanan mental. 

Kompetensi esensial ini sayangnya jarang didapat oleh mahasiswa yang pasif di kelas dan abai terhadap organisasi, penelitian, atau perlombaan. Akibatnya, terjadi kesenjangan besar (skill mismatch) antara teori kampus dan kebutuhan nyata lapangan kerja. Memiliki nilai akademik yang baik tentu patut diapresiasi, namun kuliah seharusnya menjadi laboratorium sosial untuk bereksperimen dan memperluas jaringan profesional.

Oleh karena itu, paradigma berpikir mahasiswa harus diubah sejak dini dengan mengambil langkah nyata. Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman akademis melalui keterlibatan aktif dalam organisasi kampus, kompetisi ilmiah, hingga program praktis seperti magang bersertifikat di Kampus Merdeka. Kampus bukan tempat mencetak robot berijazah, melainkan wadah penempaan karakter. Dengan aktif membangun portofolio dan jejaring sejak semester awal, mahasiswa akan tumbuh menjadi lulusan yang matang, kompeten, dan siap berdampak nyata bagi masyarakat.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Chalisa Najla Safira

09 Juli 2026

Kelak, Namamu Tak Lagi Bergema

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com- 

Kelak ketika musim kembali berganti

Namamu tak lagi mengetuk pintu pikiranku

Ia luruh seperti embun yang kalah oleh pagi

Meninggalkan daun tanpa jejak kehilangan


Barangkali aku akan lupa

Bagaimana suaramu pernah menjinakkan gaduh

Yang tersisa hanya lengang yang sederhana

Tanpa gema yang memanggilku pulang


Aku pun akan lupa caramu tersenyum

Yang dahulu meruntuhkan seluruh kewarasanku

Sebab waktu adalah sungai yang tekun

Mengikis batu tanpa pernah tergesa


Aku akan berhenti bertanya

Mengapa kau memilih pergi

Sebab ada jawaban yang tak ditulis kata

Melainkan disimpan oleh jarak


Pernah ada masa

Aku mengira kaulah muara

Padahal kau hanya persinggahan

Yang kupeluk lebih lama dari semestinya


Lucu rasanya mengenang hari-hari itu

Ketika kehilangan kusebut sebagai akhir

Kini kusadari yang benar-benar usai

Hanyalah harapan yang enggan berpamitan


Tak ada yang benar-benar abadi

Bahkan kenangan belajar menjadi debu

Ia terbang bersama angin yang diam

Lalu larut di langit yang tak bertanya


Jika suatu hari kita kembali berpapasan

Mungkin hanya seulas senyum yang kuberikan

Bukan karena luka telah lenyap

Melainkan karena ia telah pandai menjadi tenang


Dan saat hari itu benar-benar tiba

Aku tak sedang melupakanmu

Aku hanya selesai membawa beban

Yang sejak lama bukan lagi milikku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

05 Juli 2026

PSGA UIN SUNA Raih Juara Harapan I Perguruan Tinggi Responsif Gender Se-Indonesia

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe meraih Juara Harapan I Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award tingkat nasional dalam Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Selasa-Jumat (30/06-03/07/2026).

Sebelumnya, UIN SUNA Lhokseumawe berhasil masuk nominasi PTRG Award sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kampus dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, setara, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. Pada ajang tersebut, UIN SUNA diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Muhammad Anggung, bersama Kepala PSGA, Nurul Hikmah.

Nurul Hikmah menjelaskan bahwa Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpengelola PSGA di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang menyamakan persepsi dan mengevaluasi program kerja, tetapi juga merumuskan strategi dalam mengoptimalkan pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.

Nurul juga menyampaikan bahwa nominasi PTRG Award merupakan bentuk apresiasi dari Direktorat PTKI kepada perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen dalam mewujudkan kampus yang responsif terhadap isu gender. Masuknya UIN SUNA Lhokseumawe sebagai salah satu nominasi dinilai menjadi indikator bahwa kebijakan dan berbagai program yang dijalankan kampus telah berada pada arah yang tepat.  

Sementara itu, Ketua LPPM UIN SUNA Lhokseumawe, Muhammad Anggung, menegaskan bahwa partisipasi kampus dalam forum nasional tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk membangun layanan perlindungan serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang adil dan aman bagi seluruh civitas academica. "Ini merupakan komitmen nyata UIN SUNA Lhokseumawe sebagai bentuk from commitment to impact adalah simpul ekosistem layanan perlindungan," ujarnya. 
  
Anggung juga berharap keikutsertaan dalam Konsolidasi Nasional PSGA dapat menghasilkan gagasan dan strategi baru yang semakin memperkuat implementasi program-program responsif gender di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe. 


Penulis: Chalisa Najla Safira dan Intan Sarifah 

Editor: Zahratul

04 Juli 2026

LPM Al-Kalam Gelar Workshop Jurnalistik 2026

Foto: Wahyu Ramadan


www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam kembali menyelenggarakan Workshop Jurnalistik Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Sekretariat Daerah Kota (Setdako/Wali Kota) Lhokseumawe pada Sabtu (04/06/2026) dari pukul 08.00—16.00 WIB.

Dengan mengusung tema “Merekam Fakta, Menciptakan Konten Pers yang Berkualitas," kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dari kru baru LPM Al-Kalam 2025. Kegiatan ini di dukung oleh Citra Beauty Kosmetik & Accessories selaku sponsor kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga di dukung oleh Tabloid News Aceh, News Banda Aceh, Bidik Indonesia, Durasi.co, Radar Aceh, Media Literasi, LPM Suara Kampus (SK) UIN Imam Bonjol (IB) Padang, LPM Sumber Post UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Investigasi.com, Aliansi.id, Koalisi.co, Inovatif dan Visioner CEO Aceh, serta LPM Dinamika UIN Sumatra Utara, yang telah membantu publikasi dan penyebarluasan informasi kegiatan ini. 

Workshop ini menjadi salah satu program pelatihan bagi kru baru guna memiliki pemahaman yang kuat mengenai "Etika dan Teknik Dasar Foto serta Video Jurnalistik."  Kegiatan yang diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan kegiatan seremonial sekaligus pembukaan kegiatan oleh Pimpinan Umum (Pimum) LPM Al-Kalam, Zahira Putri Meola. 

Memasuki sesi utama, para peserta diarahkan untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh Aulia Rahmat. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya bagi seorang jurnalis untuk peka terhadap momen serta memahami fungsi utama dari karya yang dihasilkan. Menurutnya, foto jurnalistik bukan sekedar gambar, melainkan bukti otentik dari suatu peristiwa, memperkuat isi berita, menarik perhatian pembaca, menyampaikan emosi dan suasana, sekaligus menjadi arsip sejarah.

Setelah mendengarkan materi, kegiatan dilanjutkan setelah Istirahat, salat, dan makan (Ishoma) yang akan dilanjutkan pada pukul 14.10 WIB. Guna mengawali kegiatan setelah Ishoma, para peserta menyaksikan penampilan puisi oleh Intan Sarifah dan Zahratul. Setelahnya, para peserta diarahkan untuk memperbaiki berita yang sudah di bagikan oleh panitia secara berkelompok. Kegiatan juga diakhiri dengan permainan gim teka-teki silang (TTS) dan gim kekompakan.

Selain kegiatan pelatihan, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada kru baru. Pada kesempatan ini, Rahul Gonzales terpilih sebagai kru teraktif. Ia menyampaikan, tidak  menyangka akan terpilih menjadi kru teraktif dalam kegiatan Workshop ini. Selain itu panitia kegiatan, Fika Munayya juga menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan guna memotivasi kru dalam berkarya. Sejalan dengan itu, ia juga berharap bahwa kegiatan ini dapat diterapkan oleh kru saat turun lapangan. "Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mencetak generasi pers yang profesional,  dan mampu menyajikan informasi yang akurat serta bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Penulis: Ririn Dayanti Harahap & Amanda Zuhra 

Editor: Redaksi

03 Juli 2026

Jalan Kesuksesan

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- 

Di bawah lukisan abstrak langit yang membentang luas

Ada cita yang tersimpan dalam napas

Bukan tentang seberapa cepat diri berlari

Tapi tentang keberanian untuk terus berdiri


Sukses bukanlah sesuatu yang jatuh dari awan

Ia lahir dari keringat yang membasahi perjalanan

Tiap langkah adalah keberanian yang diuji

Melawan keraguan yang sering kali menghantui


Jangan biarkan lelah memadamkan api

Karena puncak gunung takkan bisa didaki

Jika tak berani melangkah di medan yang terjal

Dan hati menyerah pada cobaan yang menghadang


Ingatlah


Gagal adalah guru yang sabar

Mengajari kita agar menjadi lebih tegar

Karena pada akhirnya keberhasilan yang manis

Adalah buah dari jiwa yang tak pernah habis


Tetap berusaha

Meski rintangan menghadang

Karena masa depan adalah milik mereka yang mau berjuang

Yang menolak tunduk pada nasib yang kejam

Dan menyambut cahaya di balik malam yang kelam


Penulis: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Chalisa Najla Safira

02 Juli 2026

Generasi Z dan Tanggung Jawab Melestarikan Canang Cereukeuh

 

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com- Seminar Budaya Canang Cereukeuh di Era Generasi Z mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh seni atau tokoh adat. Generasi Z juga memiliki peran penting untuk mengenal, memahami, dan melestarikan warisan budaya daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya global, banyak generasi muda yang lebih cenderung mengikuti tren dari luar daripada mengenal budaya yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri.

Kesenian dapat dilestarikan melalui pendidikan, seni, dan nilai-nilai agama. Gagasan ini relevan dengan kondisi saat ini ketika banyak generasi muda mudah terpengaruh oleh budaya luar dan mulai melupakan budaya daerahnya sendiri. Ungkapan Aceh, "Menyo kon geutanyo, so sit lom. Menyo kon jino, pajan sit lom," mengandung makna yang mendalam bagi Generasi Z. Ungkapan tersebut mengingatkan bahwa jika pelestarian budaya terus ditunda, warisan budaya dikhawatirkan akan semakin terlupakan dan kehilangan peminat. 

Oleh karena itu, upaya pelestarian budaya harus dimulai sejak sekarang melalui berbagai cara yang selaras dengan perkembangan zaman, seperti memanfaatkan media sosial, menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya, serta mengadakan kegiatan edukatif di lingkungan pendidikan. Seminar seperti ini memiliki peran penting karena tidak hanya memberikan pemahaman tentang kebudayaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa budaya merupakan identitas yang membedakan suatu daerah dari daerah lainnya. 

Generasi Z perlu memiliki strategi sebagai penerus yang mampu mengolaborasikan perkembangan teknologi dengan upaya pelestarian budaya. Dengan demikian, Canang Cereukeuh tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Chalisa Najla Safira

Bahaya Merokok di Jalan: Kebiasaan Sepele yang Merugikan Banyak Orang

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Merokok di jalan masih sering dianggap sebagai hal yang wajar. Banyak orang merasa bahwa selama berada di ruang terbuka, asap rokok tidak akan mengganggu orang lain. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Asap rokok tetap dapat terhirup oleh pejalan kaki, pengendara lain, anak-anak, hingga ibu hamil yang berada di sekitar.

Merokok di jalan merupakan kebiasaan yang kurang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain. Setiap orang memang memiliki hak untuk merokok, tetapi hak tersebut tidak boleh mengganggu hak orang lain untuk menikmati udara yang bersih. Terlebih lagi, ketika seseorang merokok sambil mengendarai kendaraan, konsentrasi dapat terganggu sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain membahayakan kesehatan, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga dapat mencemari lingkungan dan bahkan memicu kebakaran. Hal-hal yang terlihat kecil seperti ini sering kali diabaikan, padahal dampaknya dapat dirasakan oleh banyak orang.

Kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga kepedulian terhadap orang lain. Merokok di tempat yang semestinya dan membuang puntung rokok pada tempatnya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai anggota masyarakat. Lingkungan yang sehat tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada kesadaran setiap individu.


Penulis: Bellivia Al-Kamariana

Editor: Chalisa Najla Safira

01 Juli 2026

Prodi KPI UIN SUNA Luncurkan Dua Portal Berita

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe meluncurkan dua portal berita mahasiswa, UINside.id dan Telisik.id, yang dirangkaikan dengan Workshop Portal Berita di Aula Lantai III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pada Rabu (01/07/2026).

Peluncuran tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD, Mahdi; Ketua Program Studi KPI, Zanzibar; dosen KPI sekaligus pegiat media, Riza Mirza; Kepala Biro Serambi Indonesia wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, Jafaruddin; serta mahasiswa KPI UIN SUNA.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa KPI di bidang jurnalistik, khususnya dalam penulisan berita. Kehadiran dua portal berita tersebut diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Fadhil Aulia Farisky selaku Ketua Redaksi UINside.id mengatakan bahwa peluncuran UINside.id dan Telisik.id merupakan langkah penting dalam pengembangan jurnalistik kampus. “Pengetahuan saja tidak cukup, tetapi harus diikuti dengan pengaplikasian. Keinginan saja juga tidak cukup, melainkan perlu dibuktikan melalui aksi nyata,” ujarnya.

Ia berharap kedua portal berita tersebut dapat terus menghadirkan informasi yang akurat, berkualitas, dan bermanfaat bagi pembaca.

Sementara itu, Ketua Program Studi KPI, Zanzibar, berharap keberadaan kedua media mahasiswa tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh angkatan berikutnya. “Kami berharap peluncuran dua portal berita ini tidak berhenti di Angkatan 2023, tetapi dapat diteruskan oleh angkatan-angkatan berikutnya sehingga UINside.id dan Telisik.id terus berkembang,” katanya.

Dekan FUAD, Mahdi, menilai jurnalistik memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran UINside.id dan Telisik.id diharapkan mampu menjadi media pembelajaran sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan jurnalistik kampus.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Zahratul


Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.