Portal Berita Al-Kalam

PSGA UIN SUNA Gelar FUAD Bingkai Gender, Hadirkan Tiga Pemateri dari Unimal

Foto: Muhammad Rahul Gonzales www.lpmalkalam.com- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (S...

HEADLINE

Latest Post

18 Juni 2026

PSGA UIN SUNA Gelar FUAD Bingkai Gender, Hadirkan Tiga Pemateri dari Unimal

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan FUAD Bingkai Gender bertema Perlindungan Hukum bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Aula Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pada Kamis (18/06/2026).

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri dari Universitas Malikussaleh (Unimal), yakni Laila M. Rasyid dan Ramziati yang merupakan lulusan Humaniora, serta Sela Azkia yang merupakan lulusan Hukum. Acara tersebut diikuti oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan mahasiswa FUAD dari berbagai program studi dan semester, yaitu Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), serta Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII).

Acara dipandu oleh Najwa Syifa selaku moderator yang juga merupakan Duta PSGA. Kegiatan dibuka oleh Dekan FUAD, Mahdi. Dalam sambutannya, Mahdi berharap peserta dapat mengambil pelajaran dari materi yang disampaikan, terutama terkait cara memperlakukan sesama manusia “Jangan sampai melakukan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Karena manusia merupakan makhluk Allah, setiap manusia memiliki hak yang sama,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua PSGA, Nurul Hikmah, menyampaikan sambutan sekaligus menjelaskan tujuan kegiatan sebagai jembatan antara PSGA dan mahasiswa. Sebelum acara berakhir, Nurul juga menjelaskan mekanisme pelaporan kasus kekerasan melalui layanan PSGA. “Ini banner yang telah kami buat. Di bawahnya terdapat barcode. Jika dipindai, barcode tersebut akan mengarahkan ke Google Form yang nantinya diisi oleh pelapor,” ujarnya sambil menunjukkan banner. Nurul berharap korban kekerasan berani untuk speak up dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya. “Jika korban tidak berani speak up, maka kami di PSGA tidak dapat bertindak,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Dekan I FUAD, Ruhama Wazna. Setelah itu, ketiga pemateri menyampaikan materi secara bergantian. Dalam pemaparannya, Laila mengungkapkan bahwa hasil penelitian pada periode 2019–2023 menunjukkan bahwa satu dari tiga perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan. Selain itu, tercatat sebanyak 12.871 kasus kekerasan terhadap anak dan 376.529 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Sementara itu, Ramziati menjelaskan alur pelaporan dan proses hukum bagi korban kekerasan, yaitu korban melapor, perlindungan sementara, penyidikan dan berita acara pemeriksaan (BAP), penuntutan oleh jaksa, persidangan, hingga putusan dan pemulihan.

Ramziati juga menyampaikan bahwa salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan adalah mengubah paradigma berpikir. “Paradigma kita harus berpikir bahwa kita adalah hamba Allah dan suatu saat akan kembali kepada Allah. Harkat manusia adalah menikah agar dapat menekan hawa nafsu dan memanusiakan manusia,” ujarnya.

Pada akhir presentasi, ditampilkan sebuah kalimat motivasi yang berbunyi, “Perlindungan adalah hak, bukan kemurahan hati. Setiap korban kekerasan berhak mendapat keadilan, pemulihan, dan kehidupan yang bermartabat negara wajib hadir.”


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Chalisa Najla Safira

Cahaya dari Pasai

Foto: Zahratul
www.lpmalkalam.com- 

Harummu, Nahrasiyah

Masih tercium dalam pusaran waktu

Menjelma akan nama universitas

Tempatku mencapai ilmu


Sultanah Pasai

Dengan tanda-tanda tak menyerah

Meski abad telah berganti rupa 
bahkan arah

Berapa abad telah berlalu?


Namun indah itu masih hidup membahana 

Dikenang bukan hanya oleh batu nisan

Juga oleh semangat perempuan yang ingin digdaya


Wahai putri Pasai

Pinjamkan sedikit keberanianmu

Kepada pembelajar

Yang masih belajar meneguhkan langkah

Di tengah gelombang zaman yang penuh dilema



Kudatangi makammu yang berukir ayat-ayat suci

Kuresapi tiap hurufnya seperti doa yang menuntun diri

Di antara hingarnya semesta

Aku mendengar bisikanmu:

"Berjuanglah, takhta sejati adalah ilmu dan keteguhan hati"


Sultanahku

Aku pun melangkah lagi

Menjunjung namamu di dada

Bukan sebagai legenda

Melainkan cahaya yang menuntun gagahnya 


Perempuan masa kini

Sultanahku, pada kebesaran namamu sejarah kerap

Berbicara, akan perempuan dengan perjuangan

Dengan keanggunan yang mencerdaskan


Penulis: Zahratul 

Editor: Chalisa Najla Safira

17 Juni 2026

Tentang Aku

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- 

Aku adalah kisah yang belum usai

Terpahat sunyi di lembar waktu

Harapku bersemi di celah retak

Mimpiku hidup di balik ragu

Dan aku tetap memilih melangkah


Aku bukan langit yang selalu terang

Kadang mendung memeluk langkahku

Hujan luruh tanpa memberi tanda

Namun pelangi tak pernah lupa pulang

Membawa warna untuk jiwaku


Aku menyimpan banyak kata

Yang tak sempat menjadi suara

Kubisikkan pada angin senja

Lalu kubiarkan langit menjaganya

Hingga waktu mengerti maknanya


Aku belajar dari kehilangan

Yang datang tanpa mengetuk pintu

Air mata pernah menjadi teman

Namun harapan tak pernah pergi

Ia tinggal di dalam dadaku


Aku melangkah tanpa tergesa

Mengejar mimpi dengan tenang

Meski jalan penuh kerikil

Aku percaya setiap jejak

Akan menemukan tujuannya


Aku bukan manusia sempurna

Aku hanya hati yang bertahan

Dengan rapuh yang kusembunyikan

Dan kuat yang terus kutumbuhkan

Di setiap pagi yang datang


Aku memuja cakrawala luas

Laut yang menyimpan rahasia

Dan senja yang mengajarkan pulang

Dari mereka aku belajar

bahwa indah lahir dari kesabaran


Aku adalah aku yang sederhana

Dengan luka yang menjadi aksara

Dengan mimpi yang tak pernah padam

Dan doa yang selalu kupeluk

Hingga semesta memanggil namaku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

15 Juni 2026

Cinta dan Cita-Cita

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Almamater ini menjadi saksi dalam sebuah perjuangan

Dibasuhi keringat, disinari kerasnya kehidupan

Aku meniti masa depan yang penuh dengan ketegangan

Menggapai cita sembari berbagi kasih dalam sebuah ikatan


Sering kali malam tidak cukup panjang untuk menyelesaikan bab

Tugas tertumpuk hingga badan tertunduk dan terkantuk

Tetapi hangat pesan darimu selalu menjadi obat yang paling tajam

Menghilangkan keresahan saat dunia terasa begitu kejam


Sukses takkan datang dengan sendirinya

Ia menuntut waktu, air mata, dan keberanian untuk mencoba

Maka biarlah jarak dan kesibukan menjadi penguji yang utama

Berdoa agar rasa ini cukup kuat agar kita terus bersama


Jangan melepaskan genggam tanganku saat puncak terlihat tinggi

Sebab kau adalah tujuan saat aku kehilangan arah

Cita-cita ini memang tinggi, namun cintamu membuatku tetap teguh

Untuk terus bermimpi, meski langkah kaki harus bersimbah peluh


Penulis: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Chalisa Najla Safira

Selamat Milad, Kampusku

 

Foto: Rizki Ramadhani

www.lpmalkalam.com- 

Kala itu, langit mulai merekah di atas gedung

Angin-angin yang berembus pun tak terhitung

Menjadi pertanda awal suksesnya puncak acara

Yang akan menjadi kenangan sepanjang masa


Sudut kampus yang biasanya bergema karena riuhnya 
setiap tempat

Seketika hening karena perayaan penuh khidmat

Bukan seremonial biasa,

Melainkan bentuk syukur atas bertambahnya usia


Kini, memasuki lima puluh tujuh usiamu

Telah banyak engkau mencetak sejarah dalam lingkup ilmu

Kau bukan hanya sekilas gedung raya, 

Melainkan rumah bagi insan yang ingin cendekia


Selamat milad, kampusku

Semoga semakin banyak peradaban yang lahir darimu

Tetaplah menjadi kawah candradimuka

Walau rintangan terkadang menerpa


Penulis: Rizky Ramadhani

Editor: Chalisa Najla Safira

14 Juni 2026

Memperingati Hari Donor Darah Sedunia, KSR PMI Unit 08 Gelar Aksi Donor Darah

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com- Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit 08 menggelar kegiatan donor darah di Lapangan Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Minggu (14/06/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Milad Kampus UIN SUNA ke-57 serta Hari Donor Darah Sedunia. Sebanyak 50 kantong darah yang kemudian diserahkan kepada UDD PMI Aceh Utara untuk dilakukan pemeriksaan sebelum digunakan. 

Dalam kegiatan ini para pendonor juga diberikan makanan ringan selama menunggu giliran oleh Korps Sukarela (KSR) Unit 08 kampus setempat. Setelah selesai melakukan donor darah, pendonor mendapatkan fasilitas berupa air mineral, minuman ekstrak kacang hijau, satu makanan ringan, serta satu liter minyak goreng. 

Lufita Agnessa Helsinky, selaku Komandan KSR PMI Unit 08 juga mengatakan, "Saya berharap agar darah yang didonor ini dapat bermanfaat bagi yang lain."


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

Puncak MILAD ke-57 UIN SUNA Selenggarakan Jalan Santai: 461 Orang Ikut Berpartisipasi

Foto: Putri Ruqaiyah

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar kegiatan jalan santai sebagai rangkaian peringatan Milad ke-57 yang dimulai dan diakhiri di Biro UIN SUNA pada Minggu (14/06/2026).

Acara ini merupakan puncak kegiatan Milad ke-57 UIN SUNA Lhokseumawe. Kegiatan ini diikuti oleh 461 peserta, yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa, meliputi seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), petugas kebersihan, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta seluruh mahasiswa UIN SUNA dan anggota keluarganya. 

Jalan santai dimulai pukul 08.15 hingga 10.20 WIB dengan garis awal dari Biro, melewati Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Syariah (Fasya), Perpustakaan, kemudian kembali ke Biro sebagai titik akhir. Ketika sampai di FEBI, masing-masing peserta dibagikan kupon oleh panitia, kemudian ketika sampai di depan perpustakaan, kupon dibagi dua, satu bagian diberikan kepada panitia dan satu bagian lagi disimpan oleh peserta. Setelah kegiatan selesai, para peserta dikumpulkan di area parkir Biro untuk beristirahat. Di lokasi tersebut, peserta juga disediakan bubur gratis dan minuman.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang dilakukan oleh para dosen dan tendik. Hadiah dibagikan melalui sistem undian berdasarkan nomor kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Hadiah yang dibagikan beragam, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Sebelum pembagian hadiah utama, terlebih dahulu dibagikan hadiah-hadiah kecil dan pemenang perlombaan cabang olahraga yang diselenggarakan pada hari Selasa (09/06) hingga Kamis (11/06), meliputi perlombaan tenis, tarik tambang, voli, futsal, dan bulu tangkis.

Menurut penuturan Muhammad Ilham, selaku Sekretaris Panitia Milad ke-57, acara ini disponsori oleh pihak internal maupun eksternal. "Acara ini didukung oleh banyak pihak, baik internal maupun eksternal. Di eksternal dari Bank Syariah Indonesia (BSI), percetakan, dan bantuan-bantuan dari pihak-pihak luar yang mendukung suksesnya acara hari ini. Kemudian, dari internal banyak didukung oleh panitia-panitia internal kita, baik dari sisi persiapan dari awal hingga hari ini," ujarnya.

Selain itu, Ilham juga menyampaikan harapan dari terselenggaranya acara ini. "Harapannya supaya acara ini dapat menjalin silaturahmi kita bersama, sehingga dengan adanya acara ini mahasiswa, civitas academica, alumni, dosen, tendik, semua bertemu di acara ini, sehingga bisa saling berkolaborasi nantinya," tambahnya. 


Penulis: Luthfiatil Syaqirah

Editor: Chalisa Najla Safira

13 Juni 2026

Langkah di Balik Mimpi

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Pagi itu, kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Di antara mereka, ada seorang mahasiswa bernama Rizki, mahasiswa semester empat yang sedang berjuang menyelesaikan tugas kuliah, organisasi, dan pekerjaan sampingan sekaligus.

Rizki berasal dari keluarga sederhana di sebuah desa. Sejak diterima di perguruan tinggi, ia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat membanggakan kedua orang tuanya. Namun, kehidupan mahasiswa ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.

Suatu hari, dosen memberikan tugas kelompok yang harus dikumpulkan dalam waktu satu minggu. Di saat yang sama, organisasi kampus tempat Rizki aktif sedang mempersiapkan sebuah acara besar. Belum lagi, ia harus bekerja paruh waktu pada malam hari untuk menambah uang saku.

“Bagaimana aku bisa menyelesaikan semuanya?” gumam Rizki sambil menatap daftar tugas di layar laptopnya.

Meski merasa lelah, Rizki tidak menyerah. Ia mulai menyusun jadwal harian dengan lebih teratur. Pagi hingga siang digunakan untuk kuliah, sore untuk rapat organisasi, dan malam hari untuk bekerja serta menyelesaikan tugas.

Hari demi hari berlalu. Rasa lelah sering datang, tetapi dukungan teman-teman membuatnya tetap semangat. Mereka saling membantu mengerjakan tugas dan mengingatkan satu sama lain ketika ada yang mulai kehilangan motivasi.

Akhirnya, hari presentasi tiba. Kelompok Rizki berhasil mempresentasikan tugas dengan baik dan mendapat apresiasi dari dosen. Acara organisasi yang mereka persiapkan juga berjalan lancar.

Sepulang dari kampus, Rizki duduk di taman sambil tersenyum. Ia menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi juga belajar mengatur waktu, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Saat melihat pesan dari ibunya yang berbunyi, “Tetap semangat belajar, Nak. Kami bangga padamu,” mata Rizki berkaca-kaca. Semua rasa lelah yang ia rasakan seakan terbayar.

Sejak hari itu, Rizki semakin yakin bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, adalah langkah menuju mimpi yang ingin ia capai. Dan sebagai mahasiswa, ia percaya bahwa masa kuliah adalah tempat terbaik untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.


Penulis: Razwa Syuib 

Editor: Chalisa Najla Safira

12 Juni 2026

Meneguhkan Peran UIN SUNA di Usia 57 Tahun

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com-
Usia ke-57 tahun menjadi tonggak penting dalam perjalanan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Peringatan yang jatuh pada 12 Juni 2026 ini bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan yang telah berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan kemajuan masyarakat selama lebih dari setengah abad.

Perjalanan tersebut tentu tidak ditempuh dalam waktu yang singkat. Sejak berdiri pada 12 Juni 1969, kampus ini tumbuh bersama perubahan zaman, menjawab berbagai tantangan, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai capaian yang diraih hingga saat ini, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga lahirnya ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, menjadi bukti bahwa cita-cita besar yang dirintis para pendiri terus berkembang dan memberikan manfaat nyata.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, peran perguruan tinggi tidak lagi sebatas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Dunia membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kekuatan moral dan spiritual. Dalam konteks tersebut, UIN Sultanah Nahrasiyah memiliki posisi yang strategis sebagai institusi yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kehadiran kampus ini menjadi penting karena mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang kritis, inovatif, dan profesional tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari keluarga besar UIN Sultanah Nahrasiyah, rasa syukur patut dipanjatkan atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Penghargaan yang setinggi-tingginya layak diberikan kepada para pendiri yang telah meletakkan fondasi kampus ini dengan penuh ketulusan dan pengorbanan. Apresiasi yang sama juga patut disampaikan kepada para dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang terus menjaga semangat pengabdian dan kualitas institusi dari masa ke masa.

Kontribusi mereka mungkin tidak selalu tercatat dalam setiap lembar sejarah, tetapi jejak pengabdiannya dapat dirasakan melalui berbagai kemajuan yang telah dicapai. Berkat kerja keras dan dedikasi yang berkelanjutan, UIN Sultanah Nahrasiyah mampu berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang terus berupaya menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

Memasuki usia ke-57 tahun, UIN Sultanah Nahrasiyah tidak hanya merayakan capaian masa lalu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih maju pada masa yang akan datang. Tantangan dunia pendidikan akan terus berubah, namun semangat untuk melahirkan generasi unggul, memperkuat tradisi akademik, serta memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan harus tetap menjadi arah perjuangan bersama.

Pada akhirnya, kampus ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu. UIN Sultanah Nahrasiyah adalah ruang tumbuhnya harapan, lahirnya gagasan, dan terbangunnya masa depan yang lebih baik. Di usia emas ke-57 tahun, rasa syukur dan kebanggaan atas perjalanan yang telah ditempuh menjadi energi untuk terus merawat keunggulan dan menyalakan peradaban bagi generasi yang akan datang.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Zahratul

UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Sidang Senat Terbuka pada Puncak Peringatan Milad Ke-57

Foto: Putri Ruqaiyah


www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Sidang Senat Terbuka sebagai rangkaian peringatan Milad ke-57 di Gedung Serbaguna UIN SUNA pada Jumat (12/06/2026). 

Mengusung tema “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban," acara dihadiri ASN, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan kampus. Kegiatan dibuka pukul 08.00 WIB dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh oleh Paduan Suara UIN SUNA. Pembukaan resmi disampaikan Ketua Senat yaitu Munawar Khalil, dilanjutkan pembacaan qari, sari tilawah, selawat, serta Mars UIN SUNA. Rangkaian awal ditutup dengan doa bersama.

Ja'far selaku ketua panitia melaporkan jalannya acara sekaligus mengundang seluruh civitas untuk mengikuti kegiatan Jalan Santai dan Donor Darah yang digelar Minggu mendatang. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil UIN SUNA yang mengulas makna “SUNA”, video ucapan selamat Milad ke-57, juga pemotongan tumpeng oleh Rektor dan Ketua Senat.

Danial selaku rektor UIN SUNA memaparkan perjalanan UIN SUNA dari awal berdiri hingga status sekarang. Ia menyebut tanggal 22- 23 November 2025 kampus meraih akreditasi tertinggi. “Saya tidak bisa menggantikan pemimpin sebelumnya, tetapi saya hanya melanjutkan, karena di setiap pemimpin akan berbeda,” ujarnya.

Danial juga menjelaskan filosofi nama “Sultanah Nahrasiyah” dan mengajak seluruh civitas mencintai kampus. “Cinta adalah bintang yang bersinar,” tuturnya. Danial menambahkan, saat ini UIN SUNA berada di urutan ke-16 dari 59 PTKIN dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus luar negeri. Danial berharap pencapaian ini dapat menambah perkembangan UIN SUNA kedepannya.

Acara berlanjut dengan penyerahan piagam kepada prodi dan unit terunggul. Penghargaan juga diberikan untuk dosen dengan buku, artikel, dan karya terbanyak, serta purnabakti. Ketua Senat menutup acara dengan pesan, “Semoga acara ini membawa kesan untuk kita.” Lalu dilanjutkan foto bersama dan makan bersama seluruh hadirin.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.