Portal Berita Al-Kalam

HMPS BKI UIN SUNA Gelar Seminar Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi

Foto: Fika Munayya www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Ada...

HEADLINE

Latest Post

01 Oktober 2026

HMPS BKI UIN SUNA Gelar Seminar Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Seminar Teknik Dasar Konseling dengan tema “Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa: Eksplorasi Emosi melalui Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi” di Aula FUAD lantai III pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD Mahdi, Ketua Program Studi (Prodi) BKI Hartini Mudarsa, Sekretaris Prodi BKI Minda Septiani, serta 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sebanyak 30 peserta di antaranya merupakan panitia. Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Sri Azni dan Taifatul Jannah.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, serta laporan Ketua Panitia Zainab.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman mendalam bagi kita semua mengenai cara menyentuh rasa dan memahami jiwa lewat eksplorasi emosi melalui teknik dasar konseling dan hipnoterapi,” ujar Zainab.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rijal Maulana. “Tahun ini merupakan perdana kegiatan dihadiri oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di Lhokseumawe,” ujarnya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Prodi BKI dan Dekan FUAD. Setelah itu, acara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penyerahan cenderamata kepada kedua pemateri.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Sri Azni dengan dipandu oleh Haura Lailatul Fitrah selaku moderator. Dalam materi bertajuk “Eksplorasi Emosi: Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa”, Sri Azni menyampaikan, “Ketika kita semua sedang ada masalah, ada hambatan, ada kekurangan, yakini itu adalah masa-masa yang akan membuat kita naik level untuk bisa menjadi lebih baik.”

Sesi kedua dilanjutkan oleh Taifatul Jannah yang dipandu oleh Nadia Setiawati selaku moderator. Di tengah pemaparan materi, Taifatul melakukan hipnoterapi berupa teknik relaksasi kepada para peserta. “Harapan saya untuk para peserta agar bisa memahami hipnoterapi secara realistis,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif bertanya kepada kedua pemateri, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Korlab Saleum Teuka 2026 Klaim 90 Persen Siap, Dekanat Sebut Tak Terima Proposal

 

Foto: Abdul Azis Perangin Angin

www.lpmalkalam.com- Rencana pelaksanaan Saleum Teuka oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang dijadwalkan pada Minggu (20/09/2026) dan berakhir tidak terlaksana menjadi persoalan di lingkungan mahasiswa FTIK. Persoalan tersebut kemudian menjadi titik awal LPM Al-Kalam dalam menelusuri serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Setelah bergerak mencari informasi dari berbagai sudut pandang, diketahui bahwa terdapat perbedaan informasi antara pihak panitia dan Dekanat FTIK, terutama mengenai proses komunikasi dan perizinan kegiatan. Guna mendapatkan informasi dari pihak Ormawa, LPM Al-Kalam terlebih dahulu menghubungi Muhammad Agha Alfaysal selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK pada Senin (21/09/2026). Dalam wawancara tersebut, Agha mengatakan bahwa Ormawa tidak pernah menyepakati keputusan untuk mentiadakan Saleum Teuka. “Kami Ormawa tidak ada menyepakati hal demikian,” ujar Agha melalui WhatsApp.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut, Agha justru mengirimkan kontak Ketua Panitia serta Koordinator Lapangan (Korlab) yang bertujuan agar LPM Al-Kalam kemudian meminta keterangan langsung kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan. Melalui nomor yang sudah diberikan, LPM Al-Kalam kemudian berupaya menghubungi pihak panitia dan Korlab untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Penggalian informasi tersebut dilakukan pada Selasa (22/09/2026). Dalam mendapatkan keterangan yang sejalan, LPM Al-Kalam melalui WhatshApp menghubungi Trias selaku Ketua Panitia Saleum Teuka tahun 2026. Trias kemudian menyampaikan bahwa keterangan mengenai persoalan tersebut dapat ditanyakan kepada Ketua DEMA dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTIK. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua panitia mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. “Saya selaku Ketua Panitia juga mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. Jawabannya ada sama Ketua tersebut kak,” kata Trias.

Mendapati konfirmasi yang saling tolak-menolak, maka LPM Al-Kalam kemudian melanjutkan konfirmasi kepada Azmi Hidayatullah selaku Korlab kegiatan yang disebutkan. Saat ditanya mengenai alasan utama Saleum Teuka tidak terlaksana, Azmi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan kegiatan tersebut ditiadakan. Menurut Azmi, Saleum Teuka selama ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Ia juga mengatakan bahwa beberapa fakultas lain telah melaksanakan kegiatan serupa. Namun, kemudian muncul surat dari pihak Dekanat yang menurutnya berkaitan dengan larangan kegiatan Saleum Teuka ke laut karena adanya kekhawatiran terhadap premanisme, pungutan uang mahasiswa, serta kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dalam penjelasannya, Azmi mengatakan bahwa panitia sebelumnya telah berupaya menemui Wakil Dekan (Wadek) III FTIK pada Kamis dengan tanggal yang tidak dikonfirmasi.

“Kronologinya adalah pada hari Kamis kami pihak panitia Saleum Teuka ingin menjumpai Wadek III, tapi beliau berhalangan. Kemudian kami mengajukan proposal hari Jumat dan tidak ada balasan apa-apa. Kemudian keluar surat larangan dari pihak fakultas,” ujar Azmi.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan Saleum Teuka yang direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu, (20/09/2026) tersebut telah mencapai sekitar 90%. LPM Al-Kalam kemudian menanyakan lebih lanjut mengenai angka 90% yang telah disebutkan, hal ini didasarkan pada pengakuan pihak Ormawa bahwa pengajuan proposal dilakukan pada hari Jumat, sementara itu kegiatan akan dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Melalui keterangan tersebut, maka pertanyaan yang diajukan mengarah pada penilaian yang diberikan dengan nilai sebesar 90% lebih dominan pada aspek teknis atau pada administrasi dan perizinan. Namun, hingga berita ini disusun, Azmi belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas pertanyaan tersebut.

Guna mendapatkan kejelasan dari pihak DEMA, LPM Al-Kalam kembali menghubungi Agha pada Rabu (23/09/2026). Dalam keterangannya, Agha menyampaikan bahwa Dekanat memang belum memberikan izin terkait Saleum Teuka. “Nantinya kita akan bermusyawarah kembali. Namun yang kami harapkan, temu ramah per jurusan atau prodi terlaksanakan,” ujar Agha. 

Menanggapi angka persiapan yang sudah 90% dengan perizinan yang belum diperoleh, dalam kesempatan wawancara tersebut LPM Al-Kalam kemudian menanyakan kepada Agha. Namun, ia juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai angka tersebut mengarah pada kesiapan teknis kegiatan dan proses administrasi,  atau lebih besar pada salah satu kesiapan saja. 

Selain Ketua DEMA, LPM Al-Kalam juga berupaya mendapatkan keterangan dari Ketua SEMA FTIK, Abdul Aziz Yuda Hermawan. Konfirmasi telah dilakukan, tetapi hingga berita ini disusun dan dipublikasi belum diperoleh keterangan yang dapat menjelaskan posisi SEMA dalam persoalan tersebut. 

Wakil Dekan III FTIK UIN SUNA

Untuk melihat sudut pandang dari Dekanat fakultas terkait, LPM Al-Kalam kemudian menghubungi Wadek III FTIK yaitu Nurul Fadhillah pada Selasa (22/09/2026). Dalam keterangannya, Wadek III mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan Saleum Teuka dari Ormawa. “Belum ada info tentang Saleum Teuka, Ormawa belum ngomong ke saya kapan mau dibuat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa apabila Ormawa tidak menyampaikan informasi, melakukan komunikasi, dan meminta izin secara langsung, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak dianggap sebagai kegiatan yang mewakili kampus. 

Keterangan tersebut menjadi salah satu titik yang berbeda dengan pernyataan Azmi. Kemudian, terkait dengan pertemukaan dalam rangka pengajuan proposal kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa dan Wadek III FTIK, melalui konfirmasi yang dilakukan oleh LPM Al-Kalam, Wadek III menyatakan bahwa informasi mengenai Saleum Teuka belum diterimanya secara langsung.

LPM Al-Kalam juga melakukan konfirmasi kepada Wakil Dekan I FTIK, Susi Yusrianti. Ketika ditanya mengenai Saleum Teuka, Susi menjawab, “Acara apa ya? Belum dapat informasinya.”

Keterangan tersebut kembali menunjukkan bahwa informasi mengenai rencana Saleum Teuka belum diterima oleh seluruh jajaran dekanat ketika LPM Al-Kalam melakukan konfirmasi.

Guna mendapatkan informasi yang tepat maka, LPM Al-Kalam kemudian melakukan wawancara secara langsung dengan Dekan FTIK, Jumat Barus, di ruangannya pada Senin (28/09/2026).

Dekan FTIK UIN SUNA

Dalam wawancara tersebut, Jumat mengatakan bahwa dirinya justru heran ketika mendengar adanya informasi bahwa Saleum Teuka tidak mendapatkan izin dari Dekanat. Menurutnya, pihak fakultas tidak pernah menerima informasi mengenai rencana kegiatan tersebut. “Saya herannya, kenapa kok ada muncul kok tidak diizinkan Saleum Teuka, padahal kami sendiri tidak tahu kegiatan itu, dan kegiatan itu pun tidak pernah dikasih tahu ke kami,” ujar Jumat.

Jumat juga mempertanyakan pernyataan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 90%. Menurutnya, proses persiapan sebuah kegiatan mahasiswa seharusnya diawali dengan pengajuan izin karena Ormawa FTIK berada dalam struktur kelembagaan fakultas.

“Saya heran tadi persiapannya sudah 90%, persiapan apa? Seharusnya kan persiapan itu pertama minta izin dulu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tingkat fakultas seharusnya disampaikan melalui jalur yang sesuai, mulai dari Wadek III hingga Dekan fakultas. Jumat mengatakan dirinya tidak pernah diajak duduk bersama untuk membahas rencana Saleum Teuka.

“Agha ataupun Wadek III tidak ada yang membicarakan ini dengan saya. Kami enggak pernah diajak duduk dan menyampaikan, ‘Pak, kami mau buat ini,’ kemudian kapan dilaksanakannya pun kami enggak tahu sama sekali,” ujarnya.

Ketika LPM Al-Kalam menyampaikan informasi bahwa panitia disebut mengajukan proposal pada hari Jumat, selaku Dekan Fakultas, Jumat mempertanyakan kepada siapa proposal tersebut diberikan. “Ke mana mereka kasih? Fakultas?” tanyanya.

Ketika kemudian ditanyakan apakah pengajuan proposal yang dilakukan lebih awal akan membuka kemungkinan kegiatan memperoleh izin, “Kalau mereka kasih proposal lebih awal apakah diizinkan? Itu nanti kami pertimbangkan,” katanya.

Menurut Jumat, pihak fakultas perlu melihat terlebih dahulu isi proposal, “Nantikan kami lihat dulu isinya apa. Itu pasti nanti kita duduk dulu, bagaimana, di mana diadakan, kapan, ada tidak kutipan. Itu kan perlu duduk, mungkin Wadek III dengan panitia,” ujarnya.

Jumat menegaskan bahwa pertimbangan utama pihak fakultas dalam memberikan izin adalah keselamatan mahasiswa. Ia juga mengatakan bahwa sebelum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pihak Dekanat telah melakukan rapat bersama ketua-ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sudah memberikan peringatan guna kejadian tahun lalu tidak berulang.

“Saya sudah sampaikan saya tidak ingin ada kegiatan di luar kampus seperti tahun lalu yang tanpa izin dari fakultas. Itu sudah kami kasih peringatan,” kata Jumat.

Menanggapi informasi yang menyebut Saleum Teuka ditiadakan karena tidak mendapat izin dari Dekanat, Jumat memberikan bantahan tegas. Menurutnya, pihak fakultas belum pernah menerima informasi mengenai kegiatan tersebut untuk kemudian memberikan keputusan.

“Kalau ada informasi yang mengatakan kalau Saleum Teuka ini ditiadakan karena tidak dapat izin dari dekanat, maka itu salah 100%,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, LPM Al-Kalam masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang belum memberikan keterangan secara lengkap, termasuk Ketua SEMA FTIK dan pihak terkait lainnya, agar informasi mengenai tidak terlaksananya Saleum Teuka dapat disampaikan secara utuh dari seluruh pihak.


Reporter: Putri Ruqaiyah dan M. Rahul Gonzales

Penulis: Putri Ruqaiyah dan Ririn Dayanti Harahap

Editor: Redaksi 

30 September 2026

GenBI UIN SUNA Gelar GenBI Insight, Kenalkan Bank Sentral dan Rupiah

Foto: Daffa Alkausar
www.lpmalkalam.com- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar GenBI Insight dengan tema “Kenali Bank Sentral, Cintai Rupiah, Raih Beasiswa” di Aula Biro Lantai III UIN SUNA pada Rabu (30/9/2026) pukul 08.00–13.00 WIB.

Kegiatan yang diketuai oleh Syalsabillah tersebut diikuti oleh 100 peserta yang telah melakukan pendaftaran. Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Akliy. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib. Ia juga menyampaikan harapan agar kuota penerima Beasiswa Bank Indonesia bagi mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah dapat bertambah pada tahun mendatang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Yan Ramerta Putra selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe mengenai kebanksentralan, termasuk peran Bank Indonesia dan kebijakan suku bunga. Ia juga menjelaskan perbedaan mekanisme pembiayaan pada perbankan konvensional dan perbankan syariah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Endra Eka Putra selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Indonesia Lhokseumawe yang membahas Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Materi tersebut mencakup ciri-ciri umum dan khusus Rupiah serta perkembangan penggunaan pembayaran digital di masyarakat.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan post-test untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Selain membahas kebanksentralan dan Rupiah, kegiatan tersebut juga menghadirkan materi mengenai tips dan strategi meraih Beasiswa Bank Indonesia. Peserta mendapatkan informasi mengenai tujuan pemberian beasiswa serta hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pendaftaran. Sesi tersebut berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan GenBI Insight ditutup dengan pengumuman video kreatif dari rangkaian kegiatan. Peserta juga mendapatkan berbagai hadiah berupa tumbler, kaus, dan tote bag. Selain itu, peserta yang mampu menjawab pertanyaan sekaligus menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah disampaikan mendapatkan voucher saldo dompet elektronik senilai Rp50.000,00.

Melalui kegiatan ini, GenBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran Bank Indonesia, pemahaman terhadap Rupiah, serta peluang pengembangan diri melalui Beasiswa Bank Indonesia.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Zahratul

29 September 2026

HMPS KPI UIN SUNA Gelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif di Aula Lantai III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pada Selasa (29/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bangkitkan Inspirasi dengan Kreasi” tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang desain grafis dan pembuatan video, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan di luar bidang akademik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Prodi) KPI Zanzibar, Sekretaris Jurusan (Sekjur) KPI Riza Mirza, Dekan FUAD Mahdi, serta mahasiswa FUAD dari sejumlah program studi, yakni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat yang dibawakan oleh Syahru Ade. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dipandu oleh Uswatun Husqa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Sahria Putra, sambutan Ketua Umum HMPS KPI Arif Firmanda, serta sambutan Ketua Prodi KPI Zanzibar. Setelah itu, Dekan FUAD Mahdi menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Willy Surya Prayoga, S.Sn., CLMT., MLTT dan Juanda, S.I.Kom. Keduanya memberikan materi mengenai komunikasi visual, khususnya desain grafis dan produksi video.

Materi yang disampaikan mencakup desain grafis beserta komponen-komponennya, serta pembahasan mengenai videografi dan sinematografi. Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya visual yang komunikatif dan menarik.

Dekan FUAD Mahdi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak hanya diperoleh melalui proses pembelajaran di dalam kelas.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga perlu dibekali dengan keterampilan di luar akademik. Kegiatan seperti pelatihan desain grafis dan video kreatif dinilai dapat membantu menyeimbangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan. “Pengalaman tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan di luar kampus sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Mahdi.

Sementara itu, Zanzibar menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat sebagian orang menganggap pekerjaan desain menjadi lebih mudah. Namun, menurutnya, proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain tetap memiliki nilai tersendiri. “Padahal, dalam mendesain sesuatu, setiap racikan warna yang kita pilih memberikan kepuasan tersendiri,” ujarnya.


Reporter: M. Rahul Gonzales dan Rizky Ramadhani

Editor: Redaksi


FUAD Festival 2026 Digelar di Halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN SUNA

Foto: Zahratul

www.lpmalkalam.com- Organisasi mahasiswa (ormawa) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan FUAD Festival 2026 di halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah pada Selasa (29/9/2026) pukul 08.00 - selesai.

Mengusung tema “Membangun Generasi Intelektual, Spiritual, dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026. 

Kegiatan dibuka oleh pembawa acara (MC), yaitu Keysha Alea Wahdini dan Fajar Kacea. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pementasan Tari Ranup Lampuan yang dibawakan oleh Gesbika, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat.

Rangkaian pembukaan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, laporan panitia, serta sambutan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD dan Dekan FUAD. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan festival secara bersama-sama. Suasana kemudian dimeriahkan dengan penampilan kelompok musik Beudeubok.

Salah satu lagu yang dibawakan Beudeubok adalah “Tarek Pukat”, yang mendapat perhatian dari peserta dan pengunjung festival dengan nuansa musik khas Aceh. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Muhammad Luthfi, dilanjutkan dengan foto bersama.

Sejumlah perlombaan digelar dalam festival tersebut, di antaranya storytelling, Aceh Heritage Storytelling, Fahmil Qur’an, resensi buku, dan videografi. Selain perlombaan dan pertunjukan seni, FUAD Festival 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai stan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan. Sejumlah stan menawarkan makanan dan minuman kekinian, sementara stan lainnya menyediakan berbagai aksesori, termasuk gelang, yang dapat dibeli oleh pengunjung.


FUAD Festival 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Kapolres Lhokseumawe, Fresh Care, Pertamina Hulu Energi, DPRK Lhokseumawe, Rumah Sakit ABY, dan Bank Aceh.

Pada Selasa (29/9/2026), salah satu perlombaan yang dijadwalkan berlangsung adalah Aceh Heritage Storytelling yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga sore hari.

Ketua Panitia FUAD Festival 2026, Andiani, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. “Harapannya ke depan, kegiatan ini dapat membangun generasi muda dalam mengembangkan minat dan bakat mereka,” ujar Andiani.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan membutuhkan proses dan kerja sama yang besar dari berbagai pihak agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. “Proses berlangsungnya kegiatan ini sangat besar dan membutuhkan kerja sama yang baik agar tujuan kegiatan dapat berhasil,” ujarnya.


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

Ditemukan Satu Korban Tewas KM Virgo Transport 8 pada Hari Ke-16

Foto: Wikipedia
www.lpmalkalam.com- Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 pada hari ke-16 pelaksanaan operasi pencarian sejak kapal kargo penumpang tersebut terbalik di perairan Laut Jawa pada Senin (28/09/2026).

KM Virgo Transport 8 dilaporkan menghadapi musibah saat belayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/09/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah sempat mengalami kemiringan dan hilang kontak. Kapal membawa muatan total 243 orang termasuk penumpang dan awak kapal serta 89 unit kendaraan.

Penemuan satu jenazah terbaru pada Senin ini langsung dievakuasi ke posko terdekat untuk diidentifikasi lebih lanjut oleh tim medis, sementara tim gabungan terus memaksimalkan pencarian di perairan Laut Jawa dengan memantau kondisi cuaca dan gelombang laut.

Hingga Senin (28/09/2026), sebanyak 68 orang yang masih dalam pencarian. Mengingat masih banyaknya korban yang belum ditemukan, Basarnas secara resmi memperpanjang operasi pencarian selama tujuh hari ke depan mulai pada Sabtu.

Sementara dua jenazah yang ditemukan pada hari Minggu telah dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter. Kedua jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk di identifikasi lebih lanjut.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Chalisa Najla Safira

27 September 2026

Klarifikasi dari Istana: Presiden Prabowo Tegaskan Hormati Pakar Usai Sentilan 'Saking Pintarnya Jadi Goblok' Viral

Foto: BMPI Setpres
www.lpmalkalam.com- Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi terbuka terkait pernyataan kontroversialnya yang sempat menyindir kalangan akademisi beberapa waktu lalu. Di hadapan puluhan akademisi dan pakar yang diundang ke Istana Merdeka, Kepala Negara menegaskan komitmennya bahwa pemerintah sangat menghormati sekaligus membutuhkan masukan dari para pakar. Pertemuan formal untuk berdiskusi dan meluruskan opini publik yang berkembang di media sosial tersebut sengaja digelar pada Kamis (24/09/2026).

Dalam forum resmi yang turut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mencurahkan pandangannya mengenai potongan video pidatonya yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menilai ada pihak tertentu yang sengaja memelintir ucapannya guna membangun narasi bahwa dirinya anti terhadap kaum intelektual.

"Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," ujar Presiden Prabowo di depan para tamu akademisi.

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa kebiasaan berdiskusi dan menyerap ilmu dari para ahli merupakan kunci sukses perjalanan kariernya, bahkan sejak dirinya masih aktif sebagai perwira militer di medan tugas.

Polemik ini berakar dari pidato politik yang disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/09/2026). Saat itu, ungkapan tajam sang presiden langsung memicu perdebatan sengit di ruang publik. "Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok," cetus Prabowo dalam pidatonya sepekan lalu.

Melalui pertemuan di Istana, mantan menteri pertahanan ini meluruskan bahwa kekesalannya kala itu bukan ditujukan kepada seluruh akademisi. Sindiran tersebut dialamatkan khusus kepada oknum pengamat yang dinilainya melayangkan kritik tanpa dasar data yang jujur, atau cenderung mengarah pada tudingan tidak tepat dan fitnah.

Alih-alih larut dalam tensi politik, agenda utama pertemuan di Istana Merdeka tersebut justru difokuskan untuk mencari formula ilmiah (scientific solution) dalam penanganan isu lingkungan makro. Presiden Prabowo mengumpulkan sedikitnya 22 pakar dan akademisi senior untuk membedah masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta tata kelola lahan gambut.

Secara terbuka, Kepala Negara meminta masukan konkret berbasis sains dari para ahli terkait tiga poin krusial:
1. Metode pencegahan kebakaran hutan yang paling efektif dan efisien.
2. Formula perlindungan sekaligus pemulihan kawasan ekosistem gambut nasional
3. Peluang pemanfaatan lahan gambut agar tetap produktif bagi ekonomi masyarakat tanpa merusak fungsi alam.

Langkah taktis mengundang para akademisi ini dinilai banyak pihak sebagai sinyal positif bahwa Istana tetap membuka pintu lebar-lebar bagi kajian ilmiah yang objektif untuk memperkuat perumusan kebijakan publik ke depan.


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

26 September 2026

Belajar dari Nala dan Orang Tuanya untuk Berhenti Menuntut Anak Langsung Pintar dengan Membangun Kecanduan Positif akan Ilmu

Foto: VisiNews
www.lpmalkalam.com- Konsistensi kecerdasan luar biasa Nala, seorang anak yang sejak usia 3 tahun hingga kini terus menginspirasi publik karena menguasai sains tingkat lanjut, merupakan bukti nyata keberhasilan pola asuh berbasis growth mindset tanpa tekanan.
 
Melalui berbagai wawancara publik, Nala menegaskan sebuah realitas penting, bahwa kecerdasannya bukan sekadar keajaiban genetik instan, melainkan hasil dari kedua orang tuanya. Kisah ini menjadi kritik tajam sekaligus tamparan bagi sistem pendidikan tradisional kita yang sering kali mereduksi arti "pintar" hanya sebatas angka di atas kertas.

Di tengah fenomena orang tua modern yang terjebak ambisi akademis sempit, seperti memaksa anak usia dini menghafal demi gengsi, orang tua Nala justru berfokus membangun kecanduan positif akan ilmu.

Berdasarkan diskusi mereka bersama Sabrina Anggraini di YouTube, rahasia utamanya terletak pada validasi, atau rasa ingin tahu anak. Ketika Nala tertarik pada konsep rumit di usia balita, orang tuanya tidak mendikte, melainkan memfasilitasi ruang eksplorasi dan memosisikan diri sebagai mitra belajar yang setara.
 
Pada akhirnya, apresiasi luas dari institusi medis seperti Mandaya Hospital Group membuktikan bahwa anak yang  dididik memahami konsep esensial memiliki daya adaptasi yang lebih unggul dibandingkan dengan sistem hafalan. Tugas orang tua adalah menjaga rasa ingin tahu anak melalui lingkungan keluarga yang suportif alih-alih menuntut hasil yang instan.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Zahratul

Menjelajah Pulau St. Amelia, Game SILENT HILL: Townfall Siap Dimainkan

Foto: KONAMI
www.lpmalkalam.com- KONAMI bersama Annapurna Interactive merilis game SILENT HILL: Townfall pada Kamis (24/09/2026).

Game ini dikembangkan oleh Screen Burn Interactive dan tersedia untuk PlayStation 5, Steam, serta Epic Games Store. SILENT HILL: Townfall merupakan game bergenre Action, Adventure, Horror, First-Person, dan Psychological Horror.

Pemain akan mengikuti kisah Simon Ordell yang berada di sebuah pulau bernama St. Amelia. Permainan berfokus pada eksplorasi, pemecahan teka-teki, serta menghadapi berbagai ancaman. Game menggunakan sudut pandang orang pertama dan mengambil latar Skotlandia pada 1996. Suasana permainan dibangun melalui lingkungan yang gelap, kabut, serta berbagai misteri yang berkaitan dengan masa lalu karakter utama.

Data yang tercatat pada halaman SteamDB menunjukkan adanya 6.239 pemain yang sedang bermain saat data diperbarui. Game juga mendapatkan ribuan ulasan dari pemain dengan status “Mixed”.

“Fear the truth behind the static” menjadi salah satu kalimat promosi yang digunakan KONAMI untuk menggambarkan misteri dalam game tersebut. Dengan menggabungkan horor psikologis, eksplorasi, dan teka-teki, SILENT HILL: Townfall menjadi salah satu rilisan terbaru dalam franchise SILENT HILL.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

24 September 2026

Nvidia Siapkan Investasi Rp80 Triliun untuk Bangun Pusat Data AI di Indonesia

Foto: Pixeles
www.lpmalkalam.com- Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Nvidia, dikabarkan akan berinvestasi sekitar US$4,5 miliar atau setara Rp80,64 triliun untuk pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Batam, Kepulauan Riau. Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Kamis (24/9/2026).

Airlangga mengatakan pusat data yang kuat dapat mendukung penggunaan AI pada sejumlah sektor, seperti manufaktur, logistik, layanan kesehatan, pemerintahan, dan pertambangan. Menurutnya, Indonesia dapat menggunakan AI untuk mendukung pembangunan pada masa mendatang
.
Proyek tersebut melibatkan Firmus Technologies Pty Ltd yang bekerja sama dengan Nvidia Corp. dan perusahaan asal Singapura, DayOne. Ketiganya mengembangkan fasilitas yang disebut Nvidia DSX AI Factory di Batam. Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.

Firmus Technologies sebelumnya mengumumkan bahwa fasilitas tersebut akan dikembangkan melalui kemitraan dengan Nvidia dan DayOne. Proyek itu juga diproyeksikan menyediakan hingga 170.000 akselerator AI Nvidia secara bertahap sepanjang 2027 hingga 2028.

Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Li Claudia Chandra mengatakan kehadiran Firmus Technologies, Nvidia, dan DayOne di Batam akan mendukung pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan di kawasan tersebut. “Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” kata Li Claudia dalam keterangannya.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.