 |
| Foto: M. Rahul Gonzales |
www.lpmalkalam.com- Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan Wawancara Calon Kru (Cakru) Magang tahun 2026 di Halaman Perpustakaan kampus setempat pada Minggu (4/10/2026).
Peserta yang mendapat giliran lebih dahulu dipersilakan maju untuk mengikuti rangkaian wawancara yang terdiri atas Tes Baca Al-Qur'an/Keagamaan, Tes Jurnalistik, dan Psikotes.
Sesi pertama dimulai pukul 08.30 WIB dengan tiga penguji. Faris Kurniawan sebagai penguji Tes Baca Al-Qur'an, Putri Ruqaiyah sebagai penguji Tes Jurnalistik, dan Zuhra bertugas sebagai penguji Psikotes.
Pada tes baca Al-Qur'an, peserta diberikan kebebasan memilih surah yang akan dibaca. Setelah itu, peserta juga ditanya mengenai hal-hal dasar tentang Islam. Apabila peserta belum memahami materi yang ditanyakan, penguji memberikan penjelasan sebagai bagian dari proses pembinaan. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana cakru memahami dasar-dasar keimanan, ketuhanan, dan keagamaan.
Sementara itu, dalam tes jurnalistik, peserta ditanya mengenai pengetahuan dasar jurnalistik, alasan tertarik bergabung dengan Al-Kalam, serta pengalaman yang pernah dimiliki di bidang jurnalistik. Peserta juga ditanya mengenai prioritas, kesiapan mengikuti ketentuan Al-Kalam, serta kemampuan mengatur waktu antara kegiatan organisasi dan perkuliahan.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai bidang dalam jurnalistik, seperti penulis, reporter, desain grafis, dan kamerawan.
Salah seorang peserta, Nuraisyah Br Siagian, terlebih dahulu memperkenalkan diri saat wawancara. Nuraisyah juga ditanya mengenai sumber informasi tentang LPM Al-Kalam dan mengaku tertarik bergabung karena memiliki minat di bidang public speaking.
Sebelum mengikuti wawancara, cakru magang LPM Al-Kalam 2026 juga telah mendapatkan pembekalan pada Sabtu (3/10).
Pada psikotes, penguji turut menanyakan kondisi perkuliahan, pengalaman tampil di depan kamera, serta kemampuan komunikasi peserta. Bagi peserta yang belum pernah tampil di depan kamera melalui Al-Kalam, penguji menjelaskan bahwa kemampuan tersebut nantinya akan dilatih.
Peserta juga ditanya mengenai alasan memilih bidang reportase, kedisiplinan dan ketepatan waktu, kesopanan dalam berkomunikasi, serta cara menerima teguran, revisi, dan kritik.
Sesi kedua wawancara dimulai pukul 14.00 WIB dengan penguji yang berbeda. Pada sesi ini, Tes Baca Al-Qur'an diuji oleh Jumaida Ziliwu dan Faris Kurniawan. Tes Jurnalistik diuji oleh Ririn Dayanti Harahap, sedangkan Psikotes diuji oleh Qonita Sholihat.
Wawancara ini menjadi salah satu tahapan seleksi untuk mengetahui kemampuan, minat, kesiapan, serta karakter calon kru magang sebelum bergabung dengan LPM Al-Kalam.
Tiara Khalisna, selaku Pemimpin Litbang, berharap pelaksanaan wawancara dapat menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana calon kru (cakru) memahami bidang jurnalistik, baik bidang yang mereka pilih maupun bidang jurnalistik lainnya.
“Dengan adanya wawancara ini, kami berharap dapat melihat sejauh mana cakru memahami bidang jurnalistik, baik bidang yang mereka pilih maupun bidang lainnya. Selain itu, kami juga ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mereka dalam membaca Al-Qur'an. Tentunya, hal ini sangat penting karena berkaitan dengan pemahaman mereka mengenai keagamaan,” ujar Tiara.
“Kami juga berharap dengan adanya wawancara ini, kami dapat mengetahui bagaimana mereka mengatasi masalah yang ada serta mengatur manajemen waktu ketika menghadapi suatu permasalahan,” lanjutnya.
Setelah menyelesaikan 3 tes, cakru magang harus melewati pos kamerawan untuk menyampaikan 1 harapannya setelah bergabung di LPM Al-Kalam nanti yang diabadikan dalam sebuah video, serta dilanjutkan dengan foto dengan bingkai yang telah disediakan. Setelah itu, cakru diarahkan menuju pos terakhir, yaitu pos absensi sekaligus konsumsi.
Setiap sesi, kegiatan ditutup dengan foto bersama antara cakru magang dengan kru LPM Al-Kalam.
Reporter: Zahratul
Editor: Chalisa Najla Safira