Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

22 Februari 2026

Resmi! Jadwal Semester Genap UIN SUNA 2025/2026 Dirilis, Ada Skema Khusus Selama Ramadhan ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe secara resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial kampus dan ditujukan kepada seluruh mahasiswa sebagai pedoman menghadapi semester baru.

‎Berdasarkan informasi yang dirilis Humas UIN SUNA, terdapat sejumlah agenda penting yang wajib diperhatikan mahasiswa. Masa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dijadwalkan berlangsung pada (01–20/02). Selanjutnya, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) akan dilaksanakan pada (23–28/02). Adapun masa perkuliahan semester genap akan dimulai pada (02/03) dan berakhir pada (10/07).

Kampus juga menetapkan ketentuan khusus selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Seluruh kegiatan perkuliahan selama bulan Ramadan akan dilaksanakan secara online atau daring (dalam jaringan) melalui aplikasi Edlink. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap suasana ibadah mahasiswa dan dosen selama bulan puasa.

‎Perkuliahan tatap muka atau luring (luar jaringan) dijadwalkan kembali aktif setelah Hari Raya Idul Fitri, yakni mulai (30/03). Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan jadwal akademik serta memastikan seluruh kewajiban administrasi diselesaikan tepat waktu.

‎Melalui pengumuman ini, pihak kampus juga mengimbau seluruh mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara optimal dalam menyambut semester genap, baik dari segi administrasi maupun kesiapan akademik.

‎Semester baru, semangat baru! Civitas academica UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe diharapkan dapat menjalani perkuliahan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi

Reporter: Ismi Sayyidina Lubis 

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM UIN SUNA Dorong Digitalisasi dan Pemulihan Desa Uning Mas Pascabanjir ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah melaksanakan koordinasi program kerja (proker) bersama dengan perangkat desa setempat pada Jumat (13/02/2026).

‎Melalui koordinasi pascabencana banjir yang melanda Desa Uning Mas, Sekretaris Desa (Sekdes), Masmiko, mengungkapkan bahwa seluruh warga sebelumnya memiliki tempat tinggal. Namun, bencana tersebut menyebabkan sebagian besar rumah rusak hingga tidak dapat dihuni. Saat ini, banyak warga memilih menyewa rumah dengan sistem pembayaran setelah masa panen kopi, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

‎Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KPM UIN SUNA menggagas program kerja (proker) berbasis digitalisasi sebagai upaya membantu pemulihan dan mengangkat kembali potensi desa. Program ini mencakup pembuatan dan pengelolaan media sosial seperti Instagram untuk menyampaikan informasi faktual terkait kondisi pascabencana, sekaligus memperkenalkan potensi unggulan desa, seperti hasil perkebunan, perekonomian masyarakat, dan kekayaan alam setempat. 

Mahasiswa KPM setempat juga merancang kelas digitalisasi bagi warga desa guna mencetak pengelola media yang berkelanjutan. Akun digital desa nantinya akan dikolaborasikan dengan akun resmi KPM UIN SUNA agar data dan informasi yang diperoleh dari Sekdes dan masyarakat dapat tersebar lebih luas, serta menarik perhatian publik dan pihak-pihak yang berpotensi memberikan bantuan.

‎Tidak hanya itu, mahasiswa KPM UIN SUNA juga berencana membuat pemetaan wilayah Desa Uning Mas melalui platform digital seperti Google Maps. Langkah ini dilakukan karena desa tersebut belum terdata secara maksimal dalam sistem pemetaan digital. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan berkoordinasi dengan Sekdes untuk mendata lokasi-lokasi penting yang perlu ditampilkan di peta. Pengelolaan email resmi desa juga akan dibantu oleh mahasiswa guna menunjang administrasi dan komunikasi digital.

‎Sekdes juga menjelaskan batas wilayah tiga dusun di Desa Uning Mas, yakni Dusun Buge Ara, Pantas Tona, dan Tawar Sejuk. Desa ini juga termasuk wilayah yang berada dalam perlindungan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), dengan keberagaman hayati seperti gajah, harimau, kucing hutan, dan berbagai spesies lainnya.

‎Sejalan dengan itu, mahasiswa KPM UIN SUNA juga memaparkan rencana program penghijauan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Mereka meminta arahan dari pemerintah desa terkait lokasi strategis yang dapat dijadikan titik penghijauan guna mendukung keseimbangan ekosistem desa. Kegiatan ini akan didokumentasikan dalam bentuk digital dan disebar ke media sosial.

‎Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KPM UIN SUNA akan mengadakan program perpisahan berupa pemutaran video dokumenter atau rekap kegiatan selama KPM. Video tersebut akan ditayangkan dan disaksikan bersama masyarakat desa Uning Mas sebagai bentuk apresiasi, kenang-kenangan, sekaligus refleksi atas upaya kolaboratif dalam membangun desa pascabencana.

‎"Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa, diharapkan Desa Uning Mas dapat bangkit lebih kuat, adaptif terhadap perkembangan digital, serta semakin dikenal luas atas potensi dan kekayaan alamnya," ujar Masmiko.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM UIN SUNA Realisasi Program Kerja Psikososial Anak di Desa Uning Mas

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah melaksanakan kegiatan Psikososial Anak pada Kamis (20/02/2026). 

‎Kegiatan psikososial ini dilaksanakan kepada anak-anak wilayah setempat dengan rentang umur bayi usia lima tahun (balita) sampai kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Dalam realisasinya cerita yang dipilih mengarah pada cerita keagamaan dan cerita rakyat guna menanamkan nilai-nilai agama dan adat. 

Melalui cerita agama, mahasiswa UIN SUNA bercerita terkait kisah Nuaiman, sang sahabat nabi. Sedangkan, cerita rakyat mengarah pada kisah Keumalahayati, sang Laksamana perempuan pertama di dunia. Melalui cerita tersebut kemudian akan disampaikan juga nilai moral untuk mempermudah anak memahami makna cerita yang bisa direalisasikan pada kehidupan sehari-hari.

‎Selain bercerita, kegiatan yang dilakukan ialah menggambar dan mewarnai, kemudian anak-anak akan memberikan penjelasan terkait gambar yang dibuatnya. Kegiatan psikososial ini juga sudah diterapkan pada beberapa waktu sebelumnya seperti mewarnai pada tanggal (18/02) dan kegiatan main bersama pada sore hari dengan permainan sederhana. Kegiatan psikososial bertujuan guna memahami dan meminimalisir tingkat stres pada anak pascabencana beberapa bulan silam. 

‎"Psikososial tidak hanya sebagai metode pendekatan pada anak, tetapi kita laksanakan untuk memahami dan meminimalisir tingkat stres yang dialami anak. Dengan didorong kebaikan yang ditanam pada anak membuat mereka mampu menghilangkan ingatan buruk saat bencana terjadi," ujar Ainan Naim, selaku Ketua Kelompok KPM setempat.

‎Reporter: Ririn Dayanti Harahap

‎Editor: Tiara Khalisna

20 Februari 2026

Mahasiswa KPM Desa Pante Gaki Bale Gelar Pesantren Kilat sebagai Wujud Komitmen dalam Penguatan Pendidikan Agama ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 12 Desa Pante Gaki Bale menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat yang berlangsung di Masjid Al-Huda Desa Pante Gaki Bale. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Kamis–Sabtu (19–21/02/2026).

‎Pada hari pertama, yaitu Kamis (19/02) kegiatan Pesantren Kilat yang direncanakan dimulai pada pukul 08.00 WIB mangalami keterlambatan dikarenakan hujan. Namun, pada pukul 08.30 WIB anak-anak mulai berdatangan, ada yang berjalan kaki, menaiki sepeda, maupun diantar oleh orang tuanya. Walau dalam keadaan hujan, anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan Pesantren Kilat di hari pertama ini. Anak yang hadir pun berasal dari berbagai usia, namun masih di pantaran sekolah dasar. Total kehadiran murid pada hari pertama adalah 11 anak.

‎Pembelajaran awal dimulai dengan tahsin (proses memperbaiki dan membaguskan bacaan Al-Quran agar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan makhraj huruf yang benar). Terdapat dua kategori murid yang diajarkan, yaitu tingkat Al-Quran dan tingkat Iqra/Juz 'Amma. Agar murid tidak bosan, kegiatan tahsin diselingi dengan pembelajaran pengenalan nama-nama dan tugas malaikat serta nasihat agar patuh kepada orang tua, guru, serta menyayangi teman. Pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan, seperti adanya hadiah bagi anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan. Hal ini bertujuan agar murid merasa nyaman dan tetap semangat selama proses belajar.

Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna

Desa Uning Mas Gelar Tradisi Meugang Pascabencana Bersama Mahasiswa KPM UIN SUNA

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 10 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasyiah (SUNA) Lhokseumawe bersama masyarakat Uning Mas melaksanakan tradisi meugang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan pada Rabu (18/02/2026).

Kegiatan meugang merupakan tradisi yang berasal dari Provinsi Aceh sejak masa Kerajaan Samudra Pasai. Pada tradisi meugang kali ini, masyarakat Aceh yang terdampak bencana mendapatkan anggaran dari pemerintah sebesar Rp4.555.000.000. Melalui anggaran tersebut, dana dialokasikan ke wilayah Bener Meriah yang mencakup 105 desa, masing-masing sebesar Rp50.000.000, dan didistribusikan kepada 14 desa di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Sebanyak satu ekor sapi dengan berat sekitar 130 kilogram (kg) disembelih dan dibagikan menjadi 66 kantong plastik dengan berat masing-masing 2 kg. Setiap kantong berisi daging, kikil, babat, tulang, dan jeroan. Melalui tradisi meugang pascabencana ini, masyarakat Uning Mas dari tiga dusun yang berbeda dapat bersatu kembali dan mempererat silaturahmi.

“Meskipun terkena musibah, melalui pendekatan tradisi setempat mampu memberikan kebahagiaan serta mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujar Ainan Naim, Ketua KPM di Uning Mas.


Penulis: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Putri Ruqaiyah
 

19 Februari 2026

KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 12 Tingkatkan Estetika Desa melalui Papan Nama dan Tempat Sampah

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe membuat papan nama kantor kepala desa serta membagikan empat tong sampah yang dibagikan di empat titik fasilitas desa. Kegiatan ini berlangsung di sekitar wilayah Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (17/02/2026). 

‎Sebelum diletakkan pada tempatnya, papan nama tersebut dibuat pada hari Senin (16/02). Proses pengecatan papan nama dan tong sampah dilakukan di hari yang sama pula. Dengan kreativitas para anggota kelompok 12, papan nama didesain secara manual melalui tangan-tangan kreatifnya. Dengan campuran tiga warna, yaitu biru, kuning, dan putih yang melapisi kayu papan nama tersebut, tidak hanya sekadar pemilihan warna asal namun memiliki makna tersendiri. Biru melambangkan kedamaian dan profesionalisme, kuning melambangkan energi dan semangat, serta putih yang melambangkan kebersihan dan kesucian. 

‎Papan nama yang telah jadi diletakkan di depan kantor desa, sedangkan keempat tong sampah masing-masing diletakkan di sekolah, kantor desa, masjid, serta meunasah desa. 

Foto: IST
Ikhsan Dhani selaku Divisi Logistik mengaku pembuatan papan nama ini bertujuan untuk petunjuk bagi pendatang baru di desa agar mudah dalam mencari kantor kepala desa tersebut, dikarenakan selama ini tidak ada petunjuk nama di depan kantor tersebut membuat pendatang bingung mencari kantornya. 

‎"Selain membuat papan nama, kami juga membagikan empat tong sampah di empat titik lokasi yang berbeda. Tujuannya agar sampah tidak berserakan, selama ini dapat dilihat sampah-sampah yang ada sering berserakan, semoga dengan tong sampah ini dapat meningkatkan sifat sadar lingkungan bagi masyarakat," jelas Ikhsan.

Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna

Sambut Ramadan, Mahasiswa KPM Desa Pante Gaki Bale Bersama Warga Rayakan Khanduri Meugang

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Meugang adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat Aceh memasak dan mengonsumsi daging, seperti lembu atau kerbau, bersama keluarga dan tetangga sehari sebelum Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Di Desa Pante Gaki Bale, budaya ini masih sangat kental. Pada meugang sehari sebelum Ramadan, masyarakat desa merayakannya dengan kenduri (makan bersama). Seluruh persiapan dilakukan secara gotong royong dan untuk kali ini mahasiswa KPM Kelompok 12 turut hadir untuk membantu segala persiapan sebelum dan sesudah kegiatan kenduri. Kenduri ini dilaksanakan pada Rabu (18/02/2026).

Foto: IST
Kenduri ini diinisiasi oleh para warga desa, dengan dana yang berasal dari bantuan beberapa donatur dari luar desa serta dana desa itu sendiri. Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, selaku salah seorang donatur, mengaku sangat senang melihat antusias warga yang hadir dalam kegiatan ini. Ia juga turut berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KPM Kelompok 12 yang ikut membantu menyukseskan kegiatan kenduri tersebut.

“Saya mewakili masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih kepada adik-adik KPM yang telah hadir di Kampung Pante Gaki Bale ini. Begitu sedih dengan keadaan yang begini rupa, semoga dengan kehadiran adik-adik KPM, masyarakat bisa semangat kembali dalam menjalani kehidupan sehari-harinya,” ungkap salah seorang warga.


Reporter: Zuhra

Editor: Putri Ruqaiyah
 

Perjalanan Sejarah Mahasiswa KPM Uning Mas di Tugu Radio Rimba Raya ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di Desa Uning Mas melakukan kunjungan ke Tugu Radio Rimba Raya yang berada di Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah (dekat Ronga Ronga) pada Selasa (17/02/2026).

‎Kunjungan ini dilaksanakan bersama salah satu aparat Desa Uning Mas guna mengetahui nilai sejarah yang berada di wilayah setempat. Melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapatkan informasi melalui papan informasi yang terletak di bawah Tugu Radio Rimba Raya. 

Sejarah mengatakan bahwa Radio Belanda Hilversum mengabarkan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia sudah hancur. Berita tersebut dipercayai oleh beberapa negara luar, sehingga pada malam hari (20/12/1948), Radio Rimba Raya mengabarkan kepada seluruh dunia bahwa Republik (Indonesia) masih ada. Pengabaran itu dilakukan setelah mendapatkan keputusan melalui sidang Dewan Pertahanan pada (19/12/1948).

‎Melalui kabar pada (20/12/1948) tersebut, dunia menyadari bahwa Republik Indonesia (RI) masih berdiri. Sehingga, kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 kembali dilanjutkan oleh masyarakat Indonesia dan diakui oleh dunia. 

Melalui perjalanan sejarah ini, mahasiswa KPM UIN SUNA yang berada di Desa Uning Mas dengan mayoritas berasal dari luar Aceh mampu mengetahui dan memahami sejarah yang berada di Aceh, khususnya wilayah Bener Meriah atas jasanya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

‎Keberadaan mahasiswa dalam KPM Tematik Kebencanaan bukan hanya membantu para penyintas bencana, tetapi juga membangkitkan nilai sejarah setempat. Ketua Kelompok KPM Uning Mas, Ainan Naim, mengatakan bahwa perjalanan ini bukan hanya untuk melihat situasi serta kondisi pascabencana di wilayah setempat, tetapi juga untuk mengetahui sejarah yang ada di wilayah setempat. Melalui kunjungan ini, nantinya para mahasiswa KPM UIN SUNA di wilayah Uning Mas mampu memberikan pemahaman sejarah berdasarkan informasi asal kepada anak-anak wilayah penugasan KPM. 

‎"Sebagai negara yang kaya akan sejarah, selaku mahasiswa kami ingin mengingatkan kisah-kisah perjuangan yang sudah terjadi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap nilai sejarah yang berada di Nusantara," ujar Ainan.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap 

Editor: Tiara Khalisna

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.