Portal Berita Al-Kalam

Meneguhkan Peran UIN SUNA di Usia 57 Tahun

Foto: Putri Ruqaiyah www.lpmalkalam.com- Usia ke-57 tahun menjadi tonggak penting dalam perjalanan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah ...

HEADLINE

Latest Post

12 Juni 2026

Meneguhkan Peran UIN SUNA di Usia 57 Tahun

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com-
Usia ke-57 tahun menjadi tonggak penting dalam perjalanan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Peringatan yang jatuh pada 12 Juni 2026 ini bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan yang telah berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan kemajuan masyarakat selama lebih dari setengah abad.

Perjalanan tersebut tentu tidak ditempuh dalam waktu yang singkat. Sejak berdiri pada 12 Juni 1969, kampus ini tumbuh bersama perubahan zaman, menjawab berbagai tantangan, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai capaian yang diraih hingga saat ini, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga lahirnya ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, menjadi bukti bahwa cita-cita besar yang dirintis para pendiri terus berkembang dan memberikan manfaat nyata.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, peran perguruan tinggi tidak lagi sebatas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Dunia membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kekuatan moral dan spiritual. Dalam konteks tersebut, UIN Sultanah Nahrasiyah memiliki posisi yang strategis sebagai institusi yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kehadiran kampus ini menjadi penting karena mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang kritis, inovatif, dan profesional tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari keluarga besar UIN Sultanah Nahrasiyah, rasa syukur patut dipanjatkan atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Penghargaan yang setinggi-tingginya layak diberikan kepada para pendiri yang telah meletakkan fondasi kampus ini dengan penuh ketulusan dan pengorbanan. Apresiasi yang sama juga patut disampaikan kepada para dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang terus menjaga semangat pengabdian dan kualitas institusi dari masa ke masa.

Kontribusi mereka mungkin tidak selalu tercatat dalam setiap lembar sejarah, tetapi jejak pengabdiannya dapat dirasakan melalui berbagai kemajuan yang telah dicapai. Berkat kerja keras dan dedikasi yang berkelanjutan, UIN Sultanah Nahrasiyah mampu berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang terus berupaya menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

Memasuki usia ke-57 tahun, UIN Sultanah Nahrasiyah tidak hanya merayakan capaian masa lalu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih maju pada masa yang akan datang. Tantangan dunia pendidikan akan terus berubah, namun semangat untuk melahirkan generasi unggul, memperkuat tradisi akademik, serta memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan harus tetap menjadi arah perjuangan bersama.

Pada akhirnya, kampus ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu. UIN Sultanah Nahrasiyah adalah ruang tumbuhnya harapan, lahirnya gagasan, dan terbangunnya masa depan yang lebih baik. Di usia emas ke-57 tahun, rasa syukur dan kebanggaan atas perjalanan yang telah ditempuh menjadi energi untuk terus merawat keunggulan dan menyalakan peradaban bagi generasi yang akan datang.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Zahratul

UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Sidang Senat Terbuka pada Puncak Peringatan Milad Ke-57

Foto: Putri Ruqaiyah


www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Sidang Senat Terbuka sebagai rangkaian peringatan Milad ke-57 di Gedung Serbaguna UIN SUNA pada Jumat (12/06/2026). 

Mengusung tema “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban," acara dihadiri ASN, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan kampus. Kegiatan dibuka pukul 08.00 WIB dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh oleh Paduan Suara UIN SUNA. Pembukaan resmi disampaikan Ketua Senat yaitu Munawar Khalil, dilanjutkan pembacaan qari, sari tilawah, selawat, serta Mars UIN SUNA. Rangkaian awal ditutup dengan doa bersama.

Ja'far selaku ketua panitia melaporkan jalannya acara sekaligus mengundang seluruh civitas untuk mengikuti kegiatan Jalan Santai dan Donor Darah yang digelar Minggu mendatang. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil UIN SUNA yang mengulas makna “SUNA”, video ucapan selamat Milad ke-57, juga pemotongan tumpeng oleh Rektor dan Ketua Senat.

Danial selaku rektor UIN SUNA memaparkan perjalanan UIN SUNA dari awal berdiri hingga status sekarang. Ia menyebut tanggal 22- 23 November 2025 kampus meraih akreditasi tertinggi. “Saya tidak bisa menggantikan pemimpin sebelumnya, tetapi saya hanya melanjutkan, karena di setiap pemimpin akan berbeda,” ujarnya.

Danial juga menjelaskan filosofi nama “Sultanah Nahrasiyah” dan mengajak seluruh civitas mencintai kampus. “Cinta adalah bintang yang bersinar,” tuturnya. Danial menambahkan, saat ini UIN SUNA berada di urutan ke-16 dari 59 PTKIN dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus luar negeri. Danial berharap pencapaian ini dapat menambah perkembangan UIN SUNA kedepannya.

Acara berlanjut dengan penyerahan piagam kepada prodi dan unit terunggul. Penghargaan juga diberikan untuk dosen dengan buku, artikel, dan karya terbanyak, serta purnabakti. Ketua Senat menutup acara dengan pesan, “Semoga acara ini membawa kesan untuk kita.” Lalu dilanjutkan foto bersama dan makan bersama seluruh hadirin.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Chalisa Najla Safira

11 Juni 2026

Lipstick Effect: Gaya Hidup di Tengah Tekanan Ekonomi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Fenomena lipstick effect semakin sering terlihat di kalangan generasi muda. Banyak orang rela menghabiskan uang untuk nongkrong di coffee shop, membeli produk fashion, atau menimbun produk kecantikan dengan alasan stok dan mengikuti tren. Tidak jarang, pengeluaran untuk gaya hidup justru lebih diutamakan daripada kebutuhan yang lebih penting seperti menabung atau mempersiapkan masa depan.

Sekilas, tingginya konsumsi ini dianggap sebagai tanda bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang baik-baik saja. Namun, anggapan tersebut belum tentu benar. Dalam banyak kasus, lipstick effect justru muncul ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Karena sulit membeli aset besar atau mencapai tujuan finansial jangka panjang, mereka mencari kepuasan melalui konsumsi yang lebih terjangkau, seperti nongkrong, membeli pakaian baru, atau produk kecantikan.

Media sosial turut memperkuat fenomena ini. Banyak orang terdorong untuk menjaga citra dan gengsi agar terlihat mengikuti tren yang sedang berkembang. Akibatnya, keputusan membeli sering kali didasarkan pada keinginan, bukan kebutuhan.

Oleh karena itu, maraknya budaya nongkrong dan belanja bukan selalu pertanda ekonomi yang sehat. Ekonomi yang baik seharusnya ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan, kemampuan menabung, dan stabilitas keuangan masyarakat. Jika gaya hidup lebih diprioritaskan daripada kebutuhan pokok dan perencanaan masa depan, maka fenomena tersebut justru menjadi cerminan adanya masalah dalam pola konsumsi masyarakat saat ini.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Chalisa Najla Safira

10 Juni 2026

UIN SUNA Lhokseumawe Gelar UM-PTKIN 2026 untuk 489 Peserta

Foto: Putri Ruqaiyah

www.lpmalkalam.com- Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe berlangsung lancar dan tertib di Laboratorium Center pada Rabu (10/06/2026).

Sebanyak 489 peserta terdaftar mengikuti seleksi melalui jalur UM-PTKIN tahun ini. Pelaksanaan ujian berlangsung pada 8–14 Juni 2026. Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer melalui sistem Seleksi Elektronik (SSE) sesuai jadwal dan sesi yang telah ditentukan sehingga proses pelaksanaan dapat berjalan secara efektif dan teratur. Program studi dari rumpun pendidikan, ekonomi dan bisnis Islam, serta beberapa program studi yang memiliki prospek kerja yang baik masih menjadi pilihan utama peserta.

Yusnidar, selaku Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik (Kabag ULA), mengatakan bahwa selama pelaksanaan ujian terdapat beberapa kendala teknis yang lazim dijumpai dalam ujian berbasis komputer, seperti penyesuaian perangkat, kestabilan jaringan, dan kedisiplinan waktu kehadiran peserta. Namun, berkat koordinasi yang baik antara panitia lokal, tim teknologi informasi, pengawas, dan seluruh unsur pendukung, berbagai kendala tersebut dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak mengganggu jalannya ujian.

Menurut Yusnidar, secara umum pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan panitia nasional. Kami berharap seluruh peserta memperoleh hasil terbaik sesuai dengan usaha yang telah dilakukan,” ujar Yusnidar.

Yusnidar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengawas, tim teknologi informasi, serta peserta yang telah berpartisipasi dan mendukung kelancaran pelaksanaan UM-PTKIN 2026 di UIN SUNA Lhokseumawe.


Reporter: Putri Ruqaiyah

Editor: Zahratul

PSGA Goes to FTIK Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa tentang Kampus Responsif Gender

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe kembali menggelar kegiatan PSGA Goes to FTIK dengan mengusung tema “Membangun Ruang Akademis yang Adil, Beradab, dan Bersih dari Kekerasan serta Penyimpangan Sosial" pada Senin (08/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tersebut dihadiri oleh segenap perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di lingkungan FTIK. Acara ini dipandu oleh Amalia selaku moderator.

Sebelum sesi materi dimulai, Kepala PSGA UIN SUNA Lhokseumawe, Nurul Hikmah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya PSGA dalam membangun ruang lingkup kampus yang inklusif dan responsif gender

Zirlia Anggraini selaku pemateri acara tersebut menyampaikan pentingnya membangun ruang akademik yang adil dan beradab sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, aman, dan bebas dari setiap bentuk kekerasan maupun penyimpangan sosial.

Selain membahas maraknya berbagai fenomena sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat, Zirlia juga menjelaskan perspektif Islam dalam mengupas isu-isu sosial tersebut. Ia berpendapat, lingkungan sosial memiliki banyak pengaruh dalam pembentukan sebuah karakter individu. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama dalam menciptakan budaya saling menghormati perbedaan, saling menghargai, dan menjaga etika dalam kehidupan akademik.

Kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif dengan antusiasme peserta yang terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan terkait isu-isu sosial, lingkungan, akademik, serta upaya pencegahan kekerasan menjadi pembahasan utama dalam acara tersebut. 

Nurul Hikmah berharap agar mahasiswa dapat memahami betapa pentingnya keberanian untuk melapor apabila mengetahui atau mengalami tindakan kekerasan di lingkungan kampus.


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Chalisa Najla Safira

09 Juni 2026

Regenerasi Kepengurusan LPM Al-Kalam 2026/2027

Foto: Muhammad Fajri
www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar pelantikan kepengurusan periode 2026/2027 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Selasa (09/06/2026).

Dengan mengusung tema "Mengemban Amanah Mewujudkan Perubahan", kegiatan ini menjadi momentum pergantian kepengurusan sekaligus awal perjalanan bagi pengurus baru dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di LPM Al-Kalam.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan persembahan tari dari Kru LPM Al-Kalam, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Selawat Badar, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh.

Ketua Panitia, M. Rahul Gonzales, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat untuk terus mengembangkan LPM Al-Kalam.

Kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti berupa pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, pengukuhan, pembacaan ikrar, dan pelantikan pengurus baru oleh Pembina LPM Al-Kalam, Muhammad Ilham. Setelah itu, dilakukan serah terima jabatan dari pengurus demisioner kepada pengurus definitif sebagai simbol beralihnya tanggung jawab kepengurusan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pemimpin Umum demisioner periode 2025–2026, Muhammad Syahru, serta Pemimpin Umum periode 2026/2027, Zahira Putri Meola. Dalam sambutannya, Zahira menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Para peserta juga mendapatkan arahan dari Wakil Rektor I, Iskandar. Ia berpesan agar LPM Al-Kalam terus bersinergi dengan kampus melalui pemberitaan yang baik serta tetap menjalankan fungsi kritisnya secara bijak. "Pesan saya untuk LPM Al-Kalam, teruslah bersinergi dengan kampus dalam pemberitaan yang baik dan koreksi hal-hal yang perlu dikoreksi," ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ilham Dwi Temas Miwa, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama seluruh kru dan tamu undangan. Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB. 


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Chalisa Najla Safira

08 Juni 2026

Selalu Ada Tempat untuk Pulang

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Ada hari-hari ketika dunia terasa terlalu ramai. Terlalu banyak suara yang meminta untuk didengarkan, terlalu banyak langkah yang memaksa kita berlari lebih kencang. Pada hari-hari seperti itu, manusia sering lupa bahwa lelah adalah bagian dari dirinya, dan beristirahat bukanlah sebuah kekalahan.

Lalu, kita pulang.

Bukan sekadar pulang ke sebuah bangunan beratap, tetapi pulang pada ketenangan yang selama ini dicari, pulang pada tempat yang menerima kita tanpa syarat. Tempat yang tidak bertanya tentang kekalahan, tidak mempermasalahkan berapa kali kita terjatuh, dan tidak menuntut sejauh mana kita telah melangkah. Tempat yang hanya hadir, membuka ruang, dan mempersilakan kita beristirahat dari dunia luar yang melelahkan.

Aneh, bukan? Di luar sana, kita sering dipaksa merangkai kata untuk menjelaskan diri. Menjelaskan pilihan yang kita ambil, menjelaskan mimpi yang sedang diperjuangkan, bahkan menjelaskan luka yang belum benar-benar sembuh dan tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Namun, ada tempat yang tidak membutuhkan penjelasan apa pun. Tempat yang mampu memahami lelah hanya dari sorot mata yang redup, mengerti sedih tanpa harus mendengar seluruh cerita. Di sana, diam terasa seperti bahasa yang dimengerti.

Mungkin karena itu manusia selalu mencari tempat untuk kembali. Sebab setinggi apa pun seseorang terbang, ia tetap membutuhkan tempat untuk mendarat. Sejauh apa pun seseorang menyelam, ia tetap membutuhkan daratan untuk bernapas.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa jauh kita berkelana. Setelah menempuh begitu banyak jalan, yang paling dicari bukanlah tepuk tangan atau pengakuan, melainkan sebuah tempat yang tetap membuka pintunya, menyediakan telinga untuk mendengar cerita, dan menerima tanpa peduli seberapa besar luka yang dibawa. Tempat yang tetap ada, bahkan ketika kita datang dengan hati yang lelah dan langkah yang hampir menyerah.

Ketika hari esok kembali datang dengan segala cerita dan tantangan barunya, kita memilih untuk melangkah lagi. Bukan karena sudah tidak lelah, melainkan karena kita tahu bahwa selalu ada tempat untuk pulang ketika dunia terasa terlalu berat untuk dihadapi sendirian.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

07 Juni 2026

Pusingnya Tanpa Duit

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com- 

Saku kering tak ada sepeser pun

Kepala terasa berdenyut, berat terasa

Segala kebutuhan menanti di depan mata

Namun tangan kosong tak mampu berbuat apa

 
Ingin makan, kantong tak punya bekal

Ingin berobat, di mana uang dicari

Setiap langkah terasa terhalang tembok tinggi

Pikiran melayang, bingung tak bertepi

 
Orang lain lewat tersenyum tenang

Sedang aku di sini menahan gelisah

Dunia terasa sempit, jalan seolah tertutup

Hanya doa dan harapan jadi pegangan jiwa

 
Walau pusing melanda hati dan pikiran

Aku takkan diam terus terpuruk

Cari rezeki dengan jalan yang lurus

Semoga esok hari nasib lebih terang benderang


Penulis: Muhammad Iftal

Editor: Chalisa Najla Safira

06 Juni 2026

Di Balik Luka yang Tersenyum

Foto: Pixels
www.lpmalkalamcom- 

Di wajah tenang tersimpan sunyi

Ada kisah lama yang belum pergi

Senyum itu tampak begitu indah

Namun bukan bahagia yang sedang ia rasa


Ia melangkah seperti biasa

Menyapa hari tanpa banyak bicara

Seolah hidupnya baik baik saja

Padahal di dalam dada tersimpan luka


Langkahnya ringan di mata dunia

Seakan tak pernah disentuh nestapa

Namun di balik tatap yang biasa

Terdapat retak yang tak terlihat siapa siapa


Ia belajar kuat dari waktu ke waktu

Meski lelah tak pernah benar benar berlalu

Ia simpan rapuh jauh di dalam kalbu

Dan menutup pilu dengan senyum yang syahdu


Tak semua ingin ia ceritakan

Tak semua luka perlu diungkapkan

Ada duka yang cukup dipeluk sendirian

Dalam sepi yang panjang dan menyesakkan


Malam menjadi tempatnya kembali

Saat dunia terlelap dan sunyi

Air mata jatuh tanpa saksi

Membasuh letih yang mengendap di hati


Namun pagi selalu datang menyapa

Membawa cahaya di sela luka

Ia rapikan kembali hatinya yang terluka

Lalu melangkah tanpa banyak bertanya


Di balik luka yang tersenyum hari ini

Masih ada harapan yang tetap menemani

Meski jalannya tak selalu mudah dilalui

Ia percaya bahagia akan datang menghampiri


Dan saat waktu menjawab segalanya

Tak ada lagi luka yang harus disembunyikan

Senyumnya bukan sekadar topeng belaka

Melainkan tanda bahwa ia telah menemukan ketenangan


Penulis: Zilfira

Editor: Redaksi


05 Juni 2026

Sambut Milad Ke-57 UIN SUNA dengan Gotong Royong

Foto: Annisa Maulianda

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan gotong royong di seluruh lingkungan kampus setempat pada Jumat (05/06/2026).

Pelaksanaan gotong royong ini merupakan bagian dari program Ekoteologi Kementerian Agama dalam upaya penataan lingkungan kampus guna menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi seluruh aktivitas akademik.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mahasiswa dengan membawa peralatan pendukung guna memperlancar pelaksanaan kegiatan. Upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen kampus. Karyawan, dosen, petugas cleaning service, dan satpam diharapkan dapat bersama-sama menjaga lingkungan yang telah dibersihkan. 

Tantangan terbesar setelah kegiatan tersebut adalah mempertahankan kebersihan agar tetap terjaga secara berkelanjutan. Yusnidar selaku Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik mengatakan, "Kami berharap seluruh warga kampus dapat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Karena masih ditemukan adanya sampah, kami meminta kerja sama semua pihak untuk membantu mengambil dan membuang sampah pada tempatnya."


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.