Portal Berita Al-Kalam

Sivitas Akademika FEBI UIN SUNA Gelar Pembekalan OJT 2026

Foto: Muhammad Alif Maulana  www.lpmalkalam.com- Sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) S...

HEADLINE

Latest Post

16 Juli 2026

Sivitas Akademika FEBI UIN SUNA Gelar Pembekalan OJT 2026

Foto: Muhammad Alif Maulana 

www.lpmalkalam.com- Sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar kegiatan pembekalan On Job Training (OJT) pada Kamis–Jumat (16–17/07/2026).

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dengan mengusung tema "Smart Internship: Membangun Mental Profesional, Digital Skill, dan Etika Kerja Mahasiswa." Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, serta sambutan Ketua Panitia yang menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Pembekalan ini dibuka langsung oleh Darmadi selaku Wakil Rektor III UIN SUNA. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga sikap, disiplin, serta tanggung jawab selama menjalani OJT sebagai bekal memasuki dunia kerja. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, penyematan tanda peserta OJT, serta foto bersama dengan para tamu undangan yang kemudian ditutup dengan doa.

Memasuki sesi seminar, peserta memperoleh materi pertama dari Yoserinaldi, perwakilan Bank Central Asia (BCA) Syariah, yang membahas pembangunan mental profesional melalui pembentukan karakter dan sikap kerja. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penyerahan sertifikat kepada narasumber. Peserta juga disuguhkan video dokumentasi FEBI UIN SUNA Lhokseumawe.

Materi kedua disampaikan oleh Muhammad Ilham, selaku Kepala Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN SUNA. Ia memberikan pelatihan mengenai peningkatan digital skill yang dibutuhkan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia kerja. Sesi ini juga diakhiri dengan tanya jawab dan penyerahan sertifikat.

Sebelum memasuki waktu istirahat, salat, dan makan (ISOMA), panitia membagikan makan siang kepada seluruh peserta. Pada pukul 14.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan materi ketiga yang disampaikan oleh Indra dari Bank Indonesia. Materi yang dibawakan berfokus pada pembangunan mental profesional melalui penguatan kemampuan komunikasi dan inovasi di dunia kerja. Setelah sesi diskusi, panitia menyerahkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan perlombaan yel-yel antartim yang diikuti delapan kelompok peserta. Penampilan masing-masing tim dinilai langsung oleh dewan juri, disertai sesi foto bersama setiap unit usai tampil. Kegiatan tersebut diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta dan dewan juri.

Sementara itu, pembekalan hari kedua akan menghadirkan materi keempat bertajuk Smart Internship: Zero Sexual Harassment yang disampaikan oleh Nurul Hikmah, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN SUNA. Selain itu, peserta juga akan menerima arahan dari Wakil Dekan II mengenai disiplin dan integritas, Wakil Dekan III mengenai karakter, etika, dan soft skill, serta pengarahan dari Ketua dan Sekretaris Panitia OJT terkait teknis pelaksanaan dan lokasi penempatan. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan penayangan video kreativitas, pengumuman pemenang lomba, serta diakhiri dengan penyerahan peserta OJT dari panitia kepada para supervisor.


Penulis: Intan Sarifah 

Editor: Chalisa Najla Safira

15 Juli 2026

Jejak Menuju Mimpi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Tak semua jalan dipenuhi cahaya

Kadang gelap datang tanpa aba-aba

Namun kaki harus tetap melangkah

Meski hati lelah dan tak tahu arah


Air mata bukan tanda menyerah

Melainkan bukti sebuah perjuangan

Luka mungkin meninggalkan bekas

Tetapi waktu perlahan mengajarkan ikhlas


Tak harus menjadi terhebat

Cukup menjaga untuk terus kuat

Sebab mimpi yang dijaga dengan sabar

Akan menemukan waktu untuk terus mekar


Teruslah melangkah meski pelan

Karena harapan tak pernah hilang ditelan zaman

Selama ada doa yang dipanjatkan

Akan ada alasan untuk melanjutkan kehidupan


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

14 Juli 2026

Menurunnya Minat Baca di Era Konten Singkat

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Zaman sekarang, hampir semua orang mendapatkan informasi dari media sosial. Cukup dengan membuka TikTok, Instagram, atau YouTube, seseorang akan mendapatkan berbagai informasi dalam waktu yang singkat. Hal ini memang mempermudah, tetapi juga dapat membuat banyak orang lebih jarang membaca buku atau artikel yang informasinya lebih lengkap. 

Konten singkat memang sangat menarik, karena tidak perlu menghabiskan waktu untuk memahaminya. Kita bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan tampilan yang disajikan juga lebih menarik. Namun, karena terlalu sering melihat konten yang singkat, banyak orang yang menjadi tidak tertarik untuk membaca tulisan yang panjang. Akibatnya, mereka hanya mengetahui informasi secara garis besarnya saja tanpa memahami isi pembahasannya. 

Bagi mahasiswa, membaca merupakan hal yang sangat penting. Banyak buku, jurnal, atau artikel ilmiah yang tidak bisa dijelaskan secara detail melalui video singkat. Jika hanya mengandalkan media sosial, pengetahuan yang didapat sering kali kurang mendalam. Padahal, mahasiswa dituntut untuk memahami materi, bukan hanya mengatahui ringkasannya saja. 

Media sosial bukanlah hal yang harus disalahkan, karena semua itu tergantung bagaimana kita menggunakannya. Konten singkat dapat membantu kita untuk mengenal suatu topik pembahasan. Namun, setelah itu sebaiknya kita mencari informasi dan sumber yang lebih lengkap agar pemahaman yang kita dapatkan bisa meningkat. 

Oleh karena itu, kita perlu kembali membiasakan diri untuk membaca. Tidak harus langsung membaca buku yang tebal. Kita bisa memulainya dengan membaca beberapa halaman setiap harinya, membaca artikel, atau mengurangi waktu untuk bermain media sosial. Jika hal ini dilakukan secara rutin, kebiasaan membaca akan mudah untuk terbentuk kembali. 

Membaca tetap menjadi kebiasaan penting meski kita hidup di era digital seperti sekarang. Teknologi memang membantu kita untuk lebih mudah mendapatkan informasi, tetapi kita juga harus menggunakannya dengan bijak. Dengan tetap meluangkan waktu untuk membaca, itu dapat menambah wawasan, melatih cara berpikir kritis, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas.


Penulis: Julia sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

13 Juli 2026

Retorika Luka

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- 

Duhai jiwa yang kini menjelma nista

Bersyukurlah jemariku gemar merawat aksara

Sebab saat kau runtuh kehilangan harga

Aku memilih diam dan menjauhkan prasangka


Ketika perangaimu mulai kehilangan pekerti

Dan laku tabiatmu tak lagi mampu kuhormati

Lidahku enggan mengotori diri dengan caci

Sebab amarah hanya akan merugikan hati


Alih-alih melumurkan makian yang sia-sia

Kupeluk sepi demi menenun bait-bait doa

Kuganti setiap perih menjadi baris diksi

Mengubur kecewa dalam sunyinya selembar puisi


Kusulam semua ini dengan sisa-sisa jemari

Sebagai penawar muak yang sempat menghampiri

Agar kelak saat ingatan memaksaku menoleh kembali

Bayangmu tak lagi menjelma racun di dalam diri


Kini biarlah aksara yang berbicara lirih

Mengganti benci menjadi penutup rasa perih

Sebab membalasmu hanya membuang waktu

Lebih baik kau lumat dalam keheningan baitku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

UIN SUNA Bagikan Almamater Edisi Terbaru, FTIK Catat Antrean Terpanjang

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan pembagian almamater edisi terbaru kepada mahasiswa di depan Ruang Akademik, Gedung Rektorat pada Senin (13/7/2026).

Pembagian almamater tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2025. Dalam proses pengambilan, mahasiswa diwajibkan mengantre sesuai dengan fakultas masing-masing serta menunjukkan Kartu Hasil Studi (KHS) kepada petugas sebagai syarat pengambilan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tampak lebih panjang dibandingkan dengan antrean mahasiswa dari fakultas lainnya.

Rahainu Saputri, selaku staf administrasi, mengatakan bahwa kegiatan pembagian almamater berlangsung lancar. Hingga saat ini, sekitar 500 almamater telah dibagikan. “Mahasiswa yang mengalami kendala terkait ukuran almamater dapat melaporkannya kepada petugas,” katanya.

Salah seorang mahasiswa, Muhammad Munawar Rajeb, mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik dan antrean juga sangat teratur. “Harapan saya, ke depannya pembagian almamater ini dapat dilakukan secara merata untuk setiap angkatan,” ujarnya.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Zahratul


12 Juli 2026

Ma'had Al-Jami'ah UIN SUNA Gelar Perpisahan Mahasantri Semester 8

 

Foto: Intan Sarifah

www.lpmalkalam.com- Seluruh santri dan pengurus Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar kegiatan perpisahan mahasantri semester 8 di halaman Gedung Ma'had kampus setempat pada Sabtu (11/07/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Kenangan Indah Takkan Terlupa, Ukiran Langkah Raih Masa Depan," ini diawali dengan makan bersama disertai pemutaran video penampilan grup qasidah semester 8 saat masih menempuh semester 5 melalui layar tancap.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Danial, selaku Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Iskandar selaku Wakil Rektor I, Darmadi selaku Wakil Rektor III, serta para ustaz/ustazah dan seluruh mahasantri Ma'had setempat. Acara ini dibuka oleh pembawa acara, yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran serta selawat nabi oleh Nadia Magfirah.

Salma Nadia, selaku Ketua Umum Organisasi Mahasantri (ORMASA) Ma'had Al-Jami'ah UIN SUNA Lhokseumawe, dalam sambutannya mengenang perjalanan selama menempuh pendidikan di Ma'had. "Terima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang telah mengarahkan kami. Kami juga memohon maaf karena sering bersikap keras kepala. Harapan saya untuk adik-adik, selalu patuh kepada ustaz dan ustazah serta berbuat baik jika ingin mendapatkan balasan yang baik," ujarnya. 

Fauzan, selaku direktur Ma'had Al-Jami'ah UIN SUNA Lhokseumawe, dalam sambutannya mengajak seluruh mahasantri untuk senantiasa menjaga nama baik Ma'had Al-Jami'ah di mana pun berada. "Khususnya kepada semester 8, mudah-mudahan ilmu yang telah didapat, baik di kampus maupun di Ma'had, dapat diamalkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sementara itu, Danial, selaku Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, memilih menyampaikan arahannya melalui sesi diskusi bersama seluruh mahasantri. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, salah satunya mengenai cara mengetahui apakah seseorang menjadi lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. "Gunakan pengalaman Anda di masa lalu dan rancang untuk masa depan," jawab Danial.

Di akhir sesi diskusi, Danial turut menyampaikan pesan pelepasan kepada mahasantri semester 8. "Semoga kalian dapat melangkah ke jenjang yang lebih tinggi karena pendidikan S1 telah usai. Kampus juga terbuka bagi Anda yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3. Teruslah berbakti kepada Allah dan kepada orang tua, cintailah guru, luaskan ilmu, serta jagalah akhlak. Semoga kesuksesan dan keberkahan senantiasa menghiasi kehidupan Anda," sambungnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Darul Aula, disusul penyerahan cendera mata dari Ma'had Al-Jami'ah kepada Rektor, Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor III kampus setempat.

Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan persembahan dari mahasantri semester 8 serta penyerahan cendera mata kepada Direktur Ma'had Al-Jami'ah. Selanjutnya dilakukan sesi foto bersama antara mahasantri semester 8 bersama dengan seluruh tamu undangan.

Acara berlanjut dengan penyerahan cendera mata kepada seluruh ustaz dan ustazah Ma'had Al-Jami'ah, pemberian penghargaan kepada para pengajar, penghargaan kepada mahasantri berprestasi/mahasantri terbaik di setiap bidang, serta seluruh pengurus Ma'had. 

Menjelang penutupan, Syifa Salsabila membacakan sebuah puisi yang menambah suasana haru. Acara kemudian ditutup dengan pemutaran video perjalanan mahasantri semester 8 sejak awal memasuki Ma'had hingga menyelesaikan masa pendidikan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama mahasantri mulai dari semester 6 hingga semester 2.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Zahratul

11 Juli 2026

Fenomena Individualisme di Era Perkembangan Teknologi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini telah membawa banyak perubahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Perubahan tersebut meliputi cepat dan mudahnya akses dalam berinteraksi. Namun, di balik kemudahan itu muncul fenomena yang sangat memprihatinkan, yaitu rasa individualisme di kehidupan sosial. 

Dahulu, komunikasi dan interaksi sosial jauh lebih terasa seperti kegiatan yang sering dilakukan dengan tatap muka, gotong royong atau kerja bakti, dan silaturahmi menandakan interaksi sosial yang masih sangat kental di kalangan masyarakat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan tersebut mulai memudar secara perlahan. Terkadang masyarakat sekarang lebih memilih kegiatan yang dilaksanakan secara virtual sehingga kebersamaan menurun dan cenderung memiliki rasa individualisme. 

Individualisme adalah sikap atau pandangan seseorang yang hanya berorientasi pada diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Hal inilah yang membuat rasa empati menurun dan berkurangnya kedekatan hubungan antarindividu. Globalisasi menjadi penyebab hal tersebut. Menyajikan informasi yang cepat, luas, hingga lintas batas sehingga seseorang tidak perlu datang menghampiri orang atau tempatnya secara langsung. Globalisasi juga membuat seseorang hanya berfokus pada gawai sehingga mengabaikan orang di sekitar. 

Selain itu, faktor perkembangan teknologi yang lain seperti internet mempermudah pencarian berbagai topik. Belajar maupun bekerja kini dapat dilakukan secara otodidak, tidak perlu membutuhkan bantuan orang lain. Perubahan dari segi ekonomi juga dapat memicu hal ini seperti seseorang yang terpaksa bekerja dengan jadwal yang padat hingga kurang mempunyai waktu dan perhatian untuk orang lain. 

Pada dasarnya, individualisme merupakan sikap yang berdampak negatif dan menjadi tantangan di era saat ini. Perkembangan teknologi tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena yang menjadi masalah bukan pada alat, melainkan pengguna. Pengguna harus bisa menyeimbangkan antara dunia maya dan dunia nyata agar terhindar dari hal tersebut serta demi marwah dan nilai solidaritas tetap terjaga.


Penulis: Rizky Ramadhani

Editor: Chalisa Najla Safira

Melampaui Transkrip Nilai: Mengapa Kuliah Bukan Sekadar Berburu Ijazah?

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Realitas perguruan tinggi saat ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan karena banyak mahasiswa menganggap kuliah hanya sebatas formalitas administratif untuk berburu gelar. Fokus mereka sering kali tersita hanya untuk mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan lulus tepat waktu. Padahal, selembar ijazah sama sekali tidak menjamin kesiapan seseorang dalam menghadapi kompleksitas dunia kerja. 

Jika motivasi utama hanya memperoleh dokumen formal, maka makna pendidikan tinggi telah mengalami penyempitan yang sangat mendasar. Dampaknya langsung terasa pada ketatnya persaingan kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran lulusan universitas masih konsisten menembus angka 1 juta orang. Industri modern kini lebih memprioritaskan kemampuan memecahkan masalah (problem solving), komunikasi, kepemimpinan, dan ketahanan mental. 

Kompetensi esensial ini sayangnya jarang didapat oleh mahasiswa yang pasif di kelas dan abai terhadap organisasi, penelitian, atau perlombaan. Akibatnya, terjadi kesenjangan besar (skill mismatch) antara teori kampus dan kebutuhan nyata lapangan kerja. Memiliki nilai akademik yang baik tentu patut diapresiasi, namun kuliah seharusnya menjadi laboratorium sosial untuk bereksperimen dan memperluas jaringan profesional.

Oleh karena itu, paradigma berpikir mahasiswa harus diubah sejak dini dengan mengambil langkah nyata. Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman akademis melalui keterlibatan aktif dalam organisasi kampus, kompetisi ilmiah, hingga program praktis seperti magang bersertifikat di Kampus Merdeka. Kampus bukan tempat mencetak robot berijazah, melainkan wadah penempaan karakter. Dengan aktif membangun portofolio dan jejaring sejak semester awal, mahasiswa akan tumbuh menjadi lulusan yang matang, kompeten, dan siap berdampak nyata bagi masyarakat.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Chalisa Najla Safira

09 Juli 2026

Kelak, Namamu Tak Lagi Bergema

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com- 

Kelak ketika musim kembali berganti

Namamu tak lagi mengetuk pintu pikiranku

Ia luruh seperti embun yang kalah oleh pagi

Meninggalkan daun tanpa jejak kehilangan


Barangkali aku akan lupa

Bagaimana suaramu pernah menjinakkan gaduh

Yang tersisa hanya lengang yang sederhana

Tanpa gema yang memanggilku pulang


Aku pun akan lupa caramu tersenyum

Yang dahulu meruntuhkan seluruh kewarasanku

Sebab waktu adalah sungai yang tekun

Mengikis batu tanpa pernah tergesa


Aku akan berhenti bertanya

Mengapa kau memilih pergi

Sebab ada jawaban yang tak ditulis kata

Melainkan disimpan oleh jarak


Pernah ada masa

Aku mengira kaulah muara

Padahal kau hanya persinggahan

Yang kupeluk lebih lama dari semestinya


Lucu rasanya mengenang hari-hari itu

Ketika kehilangan kusebut sebagai akhir

Kini kusadari yang benar-benar usai

Hanyalah harapan yang enggan berpamitan


Tak ada yang benar-benar abadi

Bahkan kenangan belajar menjadi debu

Ia terbang bersama angin yang diam

Lalu larut di langit yang tak bertanya


Jika suatu hari kita kembali berpapasan

Mungkin hanya seulas senyum yang kuberikan

Bukan karena luka telah lenyap

Melainkan karena ia telah pandai menjadi tenang


Dan saat hari itu benar-benar tiba

Aku tak sedang melupakanmu

Aku hanya selesai membawa beban

Yang sejak lama bukan lagi milikku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

05 Juli 2026

PSGA UIN SUNA Raih Juara Harapan I Perguruan Tinggi Responsif Gender Se-Indonesia

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe meraih Juara Harapan I Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award tingkat nasional dalam Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Selasa-Jumat (30/06-03/07/2026).

Sebelumnya, UIN SUNA Lhokseumawe berhasil masuk nominasi PTRG Award sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kampus dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, setara, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. Pada ajang tersebut, UIN SUNA diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Muhammad Anggung, bersama Kepala PSGA, Nurul Hikmah.

Nurul Hikmah menjelaskan bahwa Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpengelola PSGA di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang menyamakan persepsi dan mengevaluasi program kerja, tetapi juga merumuskan strategi dalam mengoptimalkan pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.

Nurul juga menyampaikan bahwa nominasi PTRG Award merupakan bentuk apresiasi dari Direktorat PTKI kepada perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen dalam mewujudkan kampus yang responsif terhadap isu gender. Masuknya UIN SUNA Lhokseumawe sebagai salah satu nominasi dinilai menjadi indikator bahwa kebijakan dan berbagai program yang dijalankan kampus telah berada pada arah yang tepat.  

Sementara itu, Ketua LPPM UIN SUNA Lhokseumawe, Muhammad Anggung, menegaskan bahwa partisipasi kampus dalam forum nasional tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk membangun layanan perlindungan serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang adil dan aman bagi seluruh civitas academica. "Ini merupakan komitmen nyata UIN SUNA Lhokseumawe sebagai bentuk from commitment to impact adalah simpul ekosistem layanan perlindungan," ujarnya. 
  
Anggung juga berharap keikutsertaan dalam Konsolidasi Nasional PSGA dapat menghasilkan gagasan dan strategi baru yang semakin memperkuat implementasi program-program responsif gender di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe. 


Penulis: Chalisa Najla Safira dan Intan Sarifah 

Editor: Zahratul

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.