Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

16 Februari 2026

Dari Langkah Tanpa Rencana, Latar Keluarga Sederhana, hingga Menjadi Presiden Mahasiswa dan Lulus Sarjana

 

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Perjalanan Munawir adalah kisah yang tumbuh dari kesederhanaan, kesempatan, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. Hari ini, ia menutup masa pengabdian sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) sekaligus menyelesaikan studi sarjananya, sebuah capaian yang di awal hidupnya bahkan tidak pernah ia bayangkan.

Munawir berasal dari keluarga yang diasuh oleh ibunya seorang diri setelah ayahnya meninggal sejak lama. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat pendidikan tinggi terasa seperti mimpi jauh. Namun, takdir membuka jalan ketika ia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Aceh, sehingga ia bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Memulai kuliah bukanlah rencana, tapi keputusan yang mengubah arah hidupnya.
‎Jejak organisasinya dimulai dari tingkat jurusan. Di tempat inilah ia belajar dasar-dasar kepemimpinan, manajemen kegiatan, dan dinamika pergerakan mahasiswa. Langkah kecil itu kemudian menjadi pondasi bagi perjalanan panjang di dunia organisasi kampus.
‎Perjalanan dari Fakultas sampai ke tingkat Universitas. Komitmen dan konsistensinya membuka kepercayaan baru. Dari jurusan, ia melangkah ke organisasi fakultas, kemudian ke tingkat universitas. Pengalaman ini memperluas pandangannya tentang advokasi, administrasi, diplomasi, dan pelayanan mahasiswa.
‎Puncak pengabdiannya hadir ketika ia dipercaya memimpin Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe (DEMA-U) sebagai Presma dalam Kabinet Ksatria Muda. Masa kepemimpinan ini diwarnai berbagai program, kolaborasi, dan kerja advokasi yang menyentuh kepentingan mahasiswa dan kampus.
‎Salah satu pencapaian yang jarang diungkap adalah bahwa Munawir berkali-kali membawa nama kampus ke tingkat nasional sebuah hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Melalui keterlibatan dalam forum mahasiswa, jaringan nasional, serta kegiatan lintas kampus, ia berhasil menempatkan kampus sebagai bagian dari percakapan dan gerakan mahasiswa se-Indonesia.
‎Di tengah padatnya amanah organisasi, Munawir tetap menuntaskan kewajibannya sebagai mahasiswa. Proses skripsi yang panjang, revisi berulang, dan dinamika akademik menjadi ujian yang berhasil ia lewati hingga akhirnya meraih gelar sarjana.
‎Dengan resminya masa demisioner dan gelar sarjana yang ia raih, Munawir menutup bab penting dalam perjalanan hidupnya. Dari seorang anak yang dibesarkan seorang ibu dalam keterbatasan ekonomi, dari pemuda yang tidak pernah membayangkan akan kuliah, hingga berdiri sebagai Presiden Mahasiswa dan lulusan sarjana, semua ini menjadi bukti kekuatan tekad dan kerja keras.
‎Munawir menyampaikan terima kasih mendalam kepada ibunya tercinta, keluarga, sahabat, dosen, rekan-rekan organisasi, serta seluruh tim Kabinet Ksatria Muda yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas beasiswa yang memberinya kesempatan mengubah masa depan.

‎Perjalanan Munawir bukan sekadar catatan prestasi, tetapi kisah tentang keteguhan, kesempatan, pengabdian, dan pembuktian diri. Dari latar keluarga sederhana menuju panggung nasional, dari Jurusan hingga Presma, dari langkah kecil tanpa rencana hingga menuntaskan pendidikan ini adalah jejak yang layak menjadi inspirasi.
Rilis
‎Editor: Tiara Khalisna

WWF dan Cinta Laura Tinjau Kondisi Pascabencana di Desa Uning Mas


Foto: Zahira Putri Meola
www.lpmalkalam.com- World Wide Fund For Nature (WWF) sebagai organisasi independen pada ranah konservasi lingkungan mengunjungi Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah pada Minggu (15/02/2026). 

‎Kunjungan ini dilakukan untuk melihat situasi dan kondisi di Desa Uning Mas pascabencana beberapa waktu silam. Tim WWF juga menjalin mitra kerja sama dengan Act off love foundation yang dibangun oleh Cinta Laura. Melalui kunjungan ini, Cinta juga ikut meninjau secara langsung keadaan wilayah sekitar, dipandu oleh Sekretaris Desa (Sekdes), Masmiko, dan perangkat desa lainnya. Cinta dan tim WWF mendatangi desa dengan titik awal di posko utama yang berada di Dusun Bunge Ara Mudah Mudahan Ada, yang kemudian berlanjut ke dusun kedua yang disebut Pantes Tona, dan kemudian ke dusun ketiga, yakni Tawa Sejuk yang berada di ketinggian 1.600 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL). 
‎Peninjauan fasilitas posko mencakup keberadaan sekolah darurat, mandi cuci kakus (MCK), dapur umum, dan tenda posko. Ketika kunjungan di Dusun Bunge Ara, Masmiko menjelaskan bahwa kesehatan para masyarakat wilayah setempat dapat dikontrol oleh para dokter yang datang setiap hari dalam seminggu atau dua hari sekali setiap Minggu. 
Foto: Zahira Putri Meola

Pada ranah pendidikan, perwakilan para guru sekolah darurat menyampaikan bahwa terdapat 11 guru yang mengajar ditingkat Sekolah Dasar (SD), dengan pembagian jadwal mengajar pada saat bencana 3 hari dalam seminggu dengan 4 guru. Tingkatan tersebut juga diajarkan berbagai macam jenis mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Matematika, Bahasa Indonesia, Agama, Bahasa Daerah, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Disampaikan pula bahwa sekolah darurat hanya diperuntukkan bagi siswa tingkat yang sudah disebutkan, sehingga tingkatan lainnya akan melanjutkan pendidikan di kawasan Desa Blang Rakal, Kecamatan Pinto Rime Gayo dengan jarak tempuh 4 kilometer (km). 
‎Cinta Laura menyampaikan bahwa keadaan pascabencana yang dilihatnya pada (15/02) jauh lebih parah dari yang sudah dilihat sebelumnya. Disampaikan juga bahwa sejak bencana terjadi sudah banyak masyarakat yang berdonasi, tetapi melihat kerusakan separah ini memerlukan emergency respon dari seluruh masyarakat. Menutup kunjungannya, Cinta Laura menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat terdampak bencana melalui mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di wilayah setempat. 
‎"Walaupun aku sangat mengerti rasa sakit, kecewa, dan takut yang kalian rasakan. Jangan biarkan ini mengdikte masa depan kalian, dari manapun kalian berasal aku yakin kalian bisa bangkit kembali. Belajarlah sekuat-kuatnya, bekerjalah kuat-kuatnya, dan bangunlah masa depan yang cerah dari diri kalian dan keluarga kalian. Jangan nyerah, aku yakin kalian bisa," ujarnya.
Reporter: Ririn Dayanti Harahap
‎Editor: Tiara Khalisna

Peduli Lingkungan Pascabencana: KPM Tematik Kelompok 12 Bersihkan Fasilitas Umum Desa Pante Gaki Bale

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Kelompok 12 yang berada di Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara menjalankan aksi peduli lingkungan dengan melakukan gotong royong membersihkan fasilitas umum yang ada di desa. Kegiatan ini dilakukan mulai Jumat–Minggu (13–15/02/2026).

‎Setelah waktu ibadah salat Jumat (13/02), kegiatan gotong royong diawali dengan membersihkan peralatan pecah belah milik desa yang berlangsung di Meunasah Desa.

‎Esoknya, pada Sabtu (14/02), kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan Kantor Kepala Desa, mulai dari pagi hingga petang. Pembersihan kantor ini memakan waktu yang cukup lama dikarenakan kantor tersebut belum tersentuh sama sekali semenjak bencana banjir terjadi. Lumpur yang mengendap dan mengeras turut menghambat proses pembersihan. Namun, setelah dibersihkan dalam beberapa kali proses, kantor tersebut dapat kembali bersih, meski cat di tembok sudah tidak layak. 

Foto: IST
Kegiatan gotong royong ini berakhir pada Minggu (15/02), mahasiswa bersama warga Desa bersama-sama memindahkan balai pengajian yang terbawa arus ke tempat semula. Diketahui terdapat 5 balai yang terbawa arus, dua diantaranya terseret arus sekitar 100 meter dari posisi semula, kedua balai tersebut sudah tidak layak pakai, dua balai lain masih layak pakai, dan satu balai lainnya masih diselidiki kelayakannya. 

‎Kepala Desa Pante Gaki Bale, Amri Syahfari, mengungkapkan harapan yang besar agar segala hal dapat kembali normal, anak-anak dapat kembali bersekolah, mengaji, dan segala fasilitas yang ada dapat dipergunakan kembali.

‎Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna
 

15 Februari 2026

Mahasiswa KPM UIN SUNA Observasi Desa Uning Mas Pascabencana

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di wilayah Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah melakukan observasi wilayah (lapangan) sekaligus sosialisasi pada masyarakat setempat. Observasi tersebut dilaksanakan pada Jumat (14/02/2026) pukul 14.00-17.00.

‎Melalui observasi tersebut, para mahasiswa yang turun masih melihat banyaknya batu dan gelondongan kayu yang berserakan disepanjang aliran sungai yang kini sudah membesar diakibatkan oleh banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (26/11). Para mahasiswa melihat kejanggalan terhadap dahan pohon yang tersebar di wilayah banjir bandang. Kejanggalan ini dibuktikan dengan adanya potongan rapi pada dahan pohon yang berada pada bagian bawah dahan.

Menurut informasi yang didapatkan, beberapa waktu lalu sudah masuk alat berat untuk membersihkan gelondongan kayu dan bebatuan. Namun, hingga saat ini keadaan masih belum membaik, masih terdapat banyak sekali bebatuan dan juga gelondongan kayu di wilayah setempat.

‎Salah satu korban dalam bencana yang ada di wilayah setempat, Suryani, mengatakan bahwa rumah dan lahan perkebunan warga yang berada di kawasan hilir sungai Uning Mas sudah luluh lantak sejak November lalu. Suryani juga mengatakan bahwa upaya yang dilakukannya untuk terhindar dari bencana ini adalah dengan menaiki bukit yang mengarah ke Desa Ulu Naron, Kecamatan Pintu Rime Gayo pada Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB. 

‎Melalui hasil wawancara, diketahui bahwa Suryani sempat tergelincir dan hampir jatuh bersamaan dengan longsor susulan pada Kamis pagi. Suryani juga menyebutkan bahwa sebelum menaiki bukit, ia dan keluarga berencana untuk turun ke rumah Sekertaris Desa (Sekdes) hanya saja jalan sudah terputus lebih dahulu sebelum sempat untuk dilalui. 

‎Para masyarakat yang terkena bencana diketahui sudah ada yang menyewa atau tinggal bersama dengan keluarga lainnya. Aktivitas beberapa masyarakat juga sudah berlangsung baik pascabencana 2 bulan silam. Namun, melalui survei lokasi dan masyarakat, mahasiswa KPM UIN SUNA wilayah setempat melihat masih terdapat trauma yang dirasakan oleh masyarakat setempat. 

‎"Kami sampai sekarang masih trauma dek. Kami kemarin itu baru belanja ga ada yang bisa diselamatkan, duit juga ga keingat untuk diambil," ujar Suryani.

Reporter: Ririn Dayanti Harahap 

‎Editor: Tiara Khalisna

13 Februari 2026

Wujudkan Proker sesuai Kebutuhan dan Kegiatan Desa: Mahasiswa KPM Tematik Kelompok 12 Lakukan Diskusi Bersama Kepala Desa

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Kelompok 12 melakukan diskusi bersama Kepala Desa (Kades) Pante Gaki Bale, Amri Syahfari, di Meunasah Desa Pante Gaki Bale pada Kamis (12/02/2026). 

‎Diskusi ini dilakukan guna menyesuaikan program kerja (proker) dengan kebutuhan atau kegiatan desa 20 hari kedepannya, terhitung sejak tanggal (12/02-03/03). Diskusi dimulai dengan penyampaian proker oleh Ketua Kelompok 12, Said Iqramul Fahrabi. Selanjutnya, Amri, selaku Kepala Desa, menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan warga Desa Pante Gaki Bale kedepannya. Mahasiswa Kelompok 12 pun menyesuaikan kegiatan warga desa dengan proker yang telah disusun. 

‎Ditengah diskusi berlangsung, Amri turut bercerita tentang kondisi pascabencana banjir yang terjadi pada tanggal (26/11) lalu. Menurut informasi yang didapatkan, tercatat sekitar 50 rumah warga hanyut terbawa arus banjir, 5 warga dikabarkan meninggal, dan 1 warga dinyatakan hilang sampai saat ini. Untuk mengenang korban yang tidak ditemukan hingga saat ini, warga mengadakan tahlilan pada Kamis malam (12/02). 

‎Sebagai langkah awal pengabdian mahasiswa Kelompok 12, mereka turut hadir dan membantu kegiatan tahlilan tersebut hingga selesai. "Semoga program yang telah direncanakan saat pengabdian selama 20 hari ke depan tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan warga sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan." ungkap Said. 

Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna
 

‎KPM Tematik Kebencanaan: 158 Mahasiswa UIN SUNA Siap Mengabdi di Wilayah Terdampak!

Foto: IST

www.lpmalkalalm.com- Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melepas 158 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan ke beberapa wilayah di Aceh yang terdampak bencana pada Rabu (11/02/2026).

‎Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui laman resmi uinsuna.ac.id pengabdian dilakukan di 7 Kabupaten/Kota yang terdampak bencana. KPM Tematik Kebencanaan ini dilaksanakan dari tanggal (11/02-08/03/2026). 

Foto: IST
Dr. M. Anggung, M.Pd.I., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN SUNA Lhokseumawe, mengatakan bahwa KPM ini dirancang untuk program responsif yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat agar mahasiswa tidak hanya hadir menjadi relawan tetapi juga sebagai penguat harapan.

‎"Selain itu beberapa program juga termasuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat dan digitalisasi desa, hal ini merupakan strategi pemulihan jangka panjang. Hingga nantinya mereka mendampingi masyarakat, anak-anak, agar dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan semangat," ujarnya.

‎Program KPM Tematik Kebencanaan menjadi wujud nyata komitmen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mengambil peran strategis di tengah masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.

Reporter: Neiva Zaida Hasanah Saragih

‎Editor: Tiara Khalisna

12 Februari 2026

Mahasiswa UIN SUNA Hadir di MAS Azzanjabil: Sosialisasikan Kampus dan Dunia Perkuliahan

Foto: IST

www.lpmalkalalm.com- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melakukan sosialisasi di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Azzanjabil yang terletak di Jln. Lhok Jambe No. 10, Buket Teukueh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh pada Rabu (11/02/2026).

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi kelas III MAS Azzanjabil, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar dunia kampus. Pertanyaan tersebut meliputi akreditasi, jurusan, kehidupan perkuliahan, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), beasiswa yang ditawarkan, hingga kegiatan yang ada di Ma’had Al-Jami’ah UIN SUNA Lhokseumawe.

Selain itu, para siswa juga menanyakan jalur pendaftaran, seperti perbedaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dan UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), perbedaan jalur SNBP/SNBT dengan SPAN-PTKIN/UM-PTKIN, serta pengaruhnya terhadap biaya UKT.

Sosialisasi ini dilakukan oleh mahasiswa penerima Beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang berasal dari wilayah Kabupaten Bireuen dan terbagi ke dalam beberapa kelompok. Sosialisasi di MAS Azzanjabil dilaksanakan oleh Kelompok 4 yang terdiri atas lima anggota, yaitu Dian Raffa (ketua kelompok) dan Fitria Ulfa dari Jurusan Ekonomi Syariah (ES), Moza Fatma Syafira dan Cut Syifa Zahra Najad dari Jurusan Perbankan Syariah (PBS), serta Tiara Khalisna dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).

Dian Raffa selaku ketua kelompok mengatakan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman yang luas kepada siswa-siswi kelas III yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar memahami informasi, kebijakan, program, dan aturan yang berlaku, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam mendukung dan menjalankan program yang disampaikan.

“Harapan saya dari sosialisasi ini adalah agar mereka tidak hanya mengetahui informasi yang disampaikan, tetapi juga memahami dunia perkampusan. Semoga kegiatan ini dapat membangkitkan semangat para siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sehingga dapat melahirkan generasi yang berkualitas dan berprestasi,” ujar Dian.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Putri Ruqaiyah

Mahasiswa KPM kelompok 70 UIN SUNA Gelar Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 70 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi anti- bullying di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Lut Tawar pada Selasa (27/01/2026). 

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Program tersebut diikuti oleh siswa-siswi Kelas IV-VI.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KPM menyampaikan materi tentang pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan tersebut. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi ringan dan pemutaran video pembelajaran yang sesuai dengan usia anak sekolah dasar.

‎Salah satu perwakilan kelompok, Tiffani Andriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai empati dan sikap saling menghargai.

‎“Kami ingin dari kegiatan ini adik-adik bisa memahami bahwa mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman bukanlah hal yang wajar. Kami juga mendorong mereka agar berani berbicara kepada guru atau orang tua jika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying,” ujarnya.

‎Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Salah seorang guru menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan mahasiswa dinilai efektif karena menggunakan metode yang menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.

‎Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengadakan sesi refleksi bersama para siswa. Dalam kegiatan ini, siswa dibagikan selembar kertas untuk menuliskan pengalaman perundungan yang pernah mereka rasakan. Tulisan tersebut kemudian dikumpulkan dan ditanggapi oleh mahasiswa dengan memberikan motivasi serta penguatan secara positif dan membangun, agar siswa merasa didengar, dihargai, dan lebih percaya diri dalam menghadapi situasi serupa di kemudian hari.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying semakin meningkat serta tercipta budaya sekolah yang positif. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini dinilai penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik dan saling menghargai.

Penulis: Tiffani Andriani, Mahasiswa KPM Kelompok 70 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe 

‎Editor: Tiara Khalisna

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.