
Foto: Abdul Azis Perangin Angin
www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe kembali selenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dengan mengusung tema "Write it, Shoot it, Tell it: Satu Fakta, Seribu Cerita." kegiatan ini berlangsung dari Senin — Selasa (02—03/11/2026).
PJTD merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh LPM Al-Kalam untuk meningkatkan kualitas karya kru dan siswa, sekaligus ajang untuk meresmikan status dari Kru Baru menjadi Kru Aktif LPM Al-Kalam sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) Bab II tentang Keanggotaan Pasal Pasal 3 ayat 2.
"Anggota penuh adalah anggota yang telah mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang diadakan oleh LPM Al-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe."
Acara yang dibuka langsung oleh Warek III ini, Darmadi, dalam sambutannya mengapresiasi kepada LPM Al-Kalam atas terselenggaranya kegiatan PJTD yang melibatkan mahasiswa dan siswa. "Menulis membuat seseorang dikenal. Melalui tulisan, orang lain dapat mengenal pemikiran, pengalaman, dan karya kita. Karya yang diterbitkan di media massa dapat dibaca oleh banyak orang, bahkan bertahun-tahun kemudian. Jangan menjadikan popularitas atau uang sebagai tujuan utama," ujar Darmadi sebelum membuka acara. Setelah itu, acara Ceremony ditutup dengan pembacaan doa oleh Faris Kurniawan dan foto bersama.
Selain itu, pada kegiatan ceremony, pihak penyelenggara juga turut mengundang perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa/Unit Kegiatan Khusus (UKM/UKK), Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta peserta dari mahasiswa (kru baru LPM Al-Kalam/angkatan 2025) dan siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Tiara Khalisna selaku ketua panitia, dalam laporannya mengungkapkan jumlah peserta yang berhadir adalah 50 peserta yang merupakan gabungan dari siswa dan mahasiswa. Tiara juga menjelaskan arti dari pemilihan masing-masing kata dari tema yang diusung. "Pemilihan Write it sangat relevan dengan Pelatihan Menulis Feature, Shoot it dengan Pelatihan Video Jurnalistik, serta Tell it (bermaksud) setelah ditulis, direkam, dipublikasikan. Sedangkan, "Satu Fakta, Seribu Cerita," itu sangat menggambarkan (pelatihan) Feature, dimana dari satu fakta kita bisa menghasilkan karya dengan angle yang berbeda," ujarnya.
Secara rinci jumlah siswa yang berhadir berasal dari masing-masing sekolah adalah SMA Negeri (SMAN) 2 Lhokseumawe berjumlah 11 peserta, SMAN 1 Syamtalira Bayu berjumlah 7 peserta, MAN Kota Lhokseumawe berjumlah 7 peserta, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Lhokseumawe berjumlah 6 peserta, SMA Islam Terpadu (SMA IT) Dataqu Imam Syafi'i berjumlah 3 peserta. Sedangkan, dari Mahasiswa berjumlah 16 peserta, sehingga total seluruh peserta adalah 50.
Setelah laporan ketua panitia, acara dilanjutkan dengan Sambutan Pemimpin Umum Periode 2026/2027 oleh Zahira Putri Meola. Dalam sambutannya, Zahira menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan PJTD ini. "Acara ini didukung oleh Moment.photobooth, CPA LPM Al-Kalam, Radar Aceh, WASPADA.id, Durasi TV, Koalisi.co, New Banda Aceh, LPM Al-Itqan, Media Literasi, UKM Sumber Post, UKPM Zawiyah News, LPM Bahana Mahasiswa, LPM Gema Justisia, UKM DKTV, UKM Pers DETaK, UKPM Teknokra, CEO Aceh, Info Aceh Utara, dan Liputan investigasi.com," ujar Zahira. Zahira berharap melalui pelatihan ini peserta dapat mengembangkan kemampuan menulis, mengambil gambar, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta.
Pemateri pertama dalam PJTD kali ini adalah Anita Diana yang merupakan Reporter di RRI Lhokseumawe. Pemaparan materi dimulai pada pukul 11.00–14.00 WIB. Ada beberapa poin yang disampaikan dalam materi Penulisan Feature News ini. Mulai dari pengertian, tujuan, perbedaan dari feature news itu sendiri dengan berita lugas, ciri-cirinya hingga pembuatan lead atau pembuka feature yang menarik.
"Kalo gaya penulisan kita menarik, orang jadi semangat untuk membacanya hingga akhir," ujar Anita dalam pemaparan materinya. Selain itu, Anita juga menekankan bahwa seorang jurnalis dituntut untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, serta memperhatikan ketepatan dan keakuratan informasi sebelum di publikasikan.
Selain menjelaskan materi, Anita juga mengajak peserta untuk interaktif melalui beberapa permainan dan memberikan tugas kelompok kepada peserta yang dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diberikan tema untuk membuat sebuah karya Feature News. Setelah sesi pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada pemateri, sesi foto bersama, serta Istirahat, Sholat, dan Makan (Ishoma), sebelum masing-masing peserta membuat sebuah karya Feature News sebagai akhir dari pelatihan dan rangkaian acara pada hari Senin.
Pada hari Selasa (02/11), acara dibuka oleh Master of Ceremony, yaitu Juramaida Ziliwu pada pukul ±09.00 WIB dan rangkaian pemaparan materi dipandu oleh moderator, Nurul Fadila. Pemateri kedua adalah Slamet Abdullah yang merupakan Jurnalis di MetroTV. Slamet menyampaikan bahwa pentingnya kemampuan mengolah dan menyajikan informasi melalui media audiovisual agar pesan yang di sampaikan lebih menarik, jelas, dan mudah dipahami oleh setiap orang. Peserta juga diperkenalkan dengan teknik pengambilan gambar, penyusunan video, serta cara menyampaikan sebuah peristiwa melalui visual yang sesuai dengan fakta. Tidak hanya itu, Slamet juga memaparkan materi tentang editing video. Pemaparan materi berlangsung hingga pukul 11.30 WIB yang ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata kepada pemateri.
Acara kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan video jurnalistik yang dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok, diarahkan untuk terlebih dahulu menulis tema di papan tulis yang telah disediakan agar meminimalisir terjadinya kesamaan antara satu kelompok dengan kelompok lain. Setelah praktik, acara dilanjutkan dengan Ishoma sebelum sesi penyerahan hadiah dan sertifikat. Ada beberapa kategori hadiah yang diberikan, yaitu 2 karya feature news terbaik kategori siswa dan mahasiswa, 2 kelompok video jurnalistik terbaik, 1 peserta terbaik, 1 peserta pemenang challenge tarik kesimpulan, dan 1 peserta dengan jumlah like twibbon tertinggi.
Reporter: Juramaida Ziliwu
Editor: Redaksi








