Portal Berita Al-Kalam

Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

Foto: Pixels www.lpmalkalam.com- Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Namun, dugaan kekerasan...

HEADLINE

Latest Post

27 Oktober 2026

Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Namun, dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 3,5 tahun di Bandung, Jawa Barat, sebagaimana diberitakan Popmama.com, menjadi pengingat bahwa ancaman dapat datang dari orang terdekat sekalipun.

Kasus ini semakin memprihatinkan karena ayah kandung korban yang diduga terlibat diketahui berprofesi sebagai dokter umum serta memiliki klinik dan apotek. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dan profesi terhormat tidak otomatis menjamin seseorang memiliki perilaku yang baik. Meski demikian, dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang adil.

Perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan kepercayaan kepada keluarga. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menangani kasus ini secara profesional, sementara korban perlu mendapatkan pendampingan medis dan psikologis. Edukasi tentang batasan tubuh, pengasuhan tanpa kekerasan, serta jalur pelaporan yang aman juga perlu diperkuat.

Menurut penulis, kehormatan seseorang tidak semestinya hanya dinilai dari profesi atau kedudukannya, tetapi juga dari tanggung jawab dan perilakunya. Perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama, sebab tidak ada anak yang pantas kehilangan rasa aman, terlebih di rumahnya sendiri.


Penulis: Chilla Puspita Aura (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

Benci

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- 

Hingga kini

Tak mampu kutemui tawa yang memberi 

Tanpa pernah mengharapkan balas budi


Sampai pada akhirnya aku benci

Benci jika harus berada

Di tengah-tengah ramai yang tak pernah 

Menjadi diri sendiri


Menjadi benci

Membuatku satu langkah 

Kehilangan arti dari memberi


Membuatku lupa

Jika bunga tetap harus disirami

Walau mungkin dapat layu dan mati

Tak menyisakan keindahannya untuk kunikmati


Kepada diri sendiri


Terima kasih telah sadar kembali

Terima kasih untuk terus bangkit

Dari setiap patah yang begitu perih


Sampaikan salamku

Kepada diriku yang kemarin

Kirimkan pesan kepadanya

Jika aku akan pergi


Menuju pagi

Di mana dapat kudatangi sunyi

Dan berbincang kepada tenang

Perihal hari ini


Penulis: Fadilatul Jannah (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

26 Oktober 2026

Hujan Deras dan Angin Kencang Hantam Lhokseumawe, Kawasan Waduk Alami Kerusakan

Foto: RMOLACEH
www.lpmalkalam.com- Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Jalan Waduk, Kota Lhokseumawe pada Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui program RRI Lhokseumawe, cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan. Pelaksana Tugas (Plt.) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, mengatakan bahwa sebanyak 28 pohon tumbang di sekitar Waduk Pusong. Selain itu, sebanyak 28 kios milik warga dilaporkan terdampak peristiwa tersebut.

“Sedang dilakukan pembersihan pohon-pohon yang tumbang. Di sekitar waduk ini terdapat 28 pohon yang tumbang dan 28 kios yang terdampak,” ujar Said.

BPBD bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Lhokseumawe berupaya menangani dampak kejadian tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi dan pembersihan pohon tumbang serta penanganan kios milik warga yang mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya. Warga juga diminta menghindari lokasi yang masih terdapat pohon tumbang atau bangunan yang berisiko roboh.

Selain itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan hingga akses jalan dan lingkungan sekitar dinyatakan aman.


Reporter: Keyla Afrida Rahmassheina (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

25 Oktober 2026

Kelompok Satu Kru Magang LPM Al-Kalam Telusuri Sejarah Makam Teungku di Lhokseumawe

Foto: Rahmah (Magang)
www.lpmalkalam.com- Kelompok Satu Kru Magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melakukan kunjungan lapangan untuk menelusuri sejarah makam Teungku di Lhokseumawe. Kegiatan peliputan tersebut berlangsung di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan prasasti yang tertera di situs cagar budaya tersebut, Teungku di Lhokseumawe diperkirakan hidup pada abad ke-14, yakni sekitar tahun 1398 Masehi, dan gugur sebagai syuhada dalam peperangan kaum muslimin. Beliau diyakini sebagai ulama yang mendirikan pusat Kota Lhokseumawe kuno di sepanjang Sungai Cunda. Kawasan tersebut dahulu merupakan kota pelabuhan strategis bagi para mualim pada masa Kerajaan Samudra Pasai. Besarnya pengaruh beliau disebut-sebut menjadi salah satu alasan nama Teungku di Lhokseumawe diabadikan sebagai nama kota tersebut. Meski demikian, kebenaran historis mengenai riwayat hidup dan peran beliau masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dalam proses pengumpulan data di lapangan, para kru magang menghadapi kendala berupa keterbatasan informasi mengenai sejarah makam tersebut. Di lokasi situs, tim tidak menemukan juru pelihara atau petugas khusus yang bertanggung jawab atas perawatan makam secara resmi.

Tim magang kemudian mewawancarai salah seorang warga setempat bernama Jubaidah. Ia tinggal di sekitar lokasi makam, tetapi bukan merupakan warga asli daerah tersebut. Dalam wawancara itu, Jubaidah mengungkapkan bahwa makam yang ada saat ini merupakan lokasi pemindahan yang ketiga.

"Makam yang pertama saya tidak tahu. Makam yang kedua itu yang di sebelah sana, sekarang sudah jadi tambak. Dan ini adalah makam yang ketiga," tutur Jubaidah saat memberikan keterangan kepada tim.

Menurut Jubaidah, pemindahan makam dari lokasi pertama hingga ke lokasi saat ini dilakukan karena lahan sebelumnya hendak dialihfungsikan oleh warga untuk keperluan lain. Ia juga menjelaskan bahwa informasi mengenai asal-usul ulama tersebut semakin tidak diketahui oleh masyarakat sekitar. Kondisi ini diduga berkaitan dengan minimnya dokumen tertulis serta tidak adanya dayah atau pesantren aktif yang secara khusus meneruskan pengetahuan mengenai sejarah beliau.

Selain menghadapi keterbatasan data, tim peliputan juga mengalami kendala bahasa saat berkomunikasi dengan narasumber. Wawancara awalnya berlangsung kurang lancar karena tim menggunakan bahasa Indonesia. Komunikasi kemudian menjadi lebih terbuka setelah tim beralih menggunakan bahasa Aceh.

Menghadapi berbagai keterangan lisan yang belum didukung bukti tertulis yang memadai, Kelompok Satu Kru Magang LPM Al-Kalam memilih untuk tetap mencatat penuturan warga sebagai bagian dari data lapangan. Namun, informasi tersebut diperlakukan sebagai keterangan awal yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga akurasi pemberitaan dan menghindari penarikan kesimpulan sepihak dalam penulisan sejarah lokal.


Reporter: Nuraisyah Br. Siagian (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

My Dream and Deja vu

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- 

Ini tentang masa depan yang tidak terlihat sebelumnya

Jauh dari keyakinan dan keberanian hatiku

Namun, pada hari yang membuatku seolah terbawa kembali ke masa itu

Masa yang tidak pernah dihapus di dalam memori penuh


Masa yang membuat aku mencari jati diri dengan teguh

Tepat pada hari santri 

Kenangan tentang pesantren kembali menyapaku


Aku terdiam, mengingat mimpi yang pernah kuabai

Tentang negeri jauh yang ingin kuseberangi

Tentang bahasa asing yang ingin kupelajari

Tentang dunia luas yang ingin kupelajari


Kini aku baru menyadari

Mimpi yang kuperjuangkan hari ini

Ternyata telah kurakit sejak di pesantren 

Jauh sebelum aku memahami arti semua ini


Mungkin inilah deja vu yang sesungguhnya 

Bukan sekadar ingat masa lalu

Melainkan menemukan kembali mimpi yang pernah tumbuh

Di tempat yang diam-diam membentuk masa depanku


Penulis: Laura Natasya (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

Membongkar Basis Narkoba di Pidie, Alarm Keras bagi Kehidupan Sosial Aceh

Foto: web BERITAKINI
www.lpmalkalam.com- Penggerebekan laboratorium gelap narkotika di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, baru-baru ini menjadi peringatan keras sekaligus alarm bahaya bagi masyarakat Aceh. Operasi gabungan yang berhasil mengamankan sekitar 1,2 ton sabu cair dan kristal serta 11 orang tersangka, termasuk warga negara asing, menunjukkan bahwa persoalan narkotika bukan lagi sekadar kasus kriminal biasa, melainkan ancaman serius bagi kehidupan sosial masyarakat.

Menurut penulis, peristiwa ini menandai babak baru yang semakin mengkhawatirkan dalam persoalan peredaran narkoba di Aceh. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur transit narkotika kini menghadapi dugaan munculnya aktivitas produksi narkotika di daerahnya sendiri. Perubahan pola operasi sindikat tersebut menjadi ancaman serius bagi ketahanan sosial masyarakat, terutama karena berpotensi memperluas jangkauan peredaran narkoba dan meningkatkan risiko bagi generasi muda.

Selama bertahun-tahun, jalur laut dan pelabuhan tikus di pesisir Aceh kerap diidentifikasi sebagai pintu masuk narkotika dari kawasan Golden Triangle. Keberadaan laboratorium gelap di Kabupaten Pidie menunjukkan bahwa ancaman narkotika dapat berkembang lebih jauh dari sekadar penyelundupan melalui jalur perairan. Menurut penulis, dugaan aktivitas produksi narkotika di tengah lingkungan masyarakat memperlihatkan pentingnya kewaspadaan terhadap pergerakan sindikat yang dapat menyamarkan kegiatan ilegal di balik aktivitas yang tampak biasa. Ancaman terhadap masa depan generasi muda tidak selalu datang dari tempat yang jauh, tetapi juga dapat muncul di sekitar lingkungan tempat mereka tinggal.

Keberhasilan aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini patut diapresiasi sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut penulis, keberadaan lokasi yang diduga digunakan sebagai laboratorium narkotika di tengah masyarakat menunjukkan pentingnya memperkuat pengawasan lingkungan. Masyarakat, aparatur gampong, dan pihak terkait perlu membangun komunikasi serta meningkatkan kepedulian agar aktivitas mencurigakan dapat dilaporkan melalui jalur yang tepat. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan harus tetap mengedepankan kehati-hatian dan menghormati asas praduga tak bersalah.

Pemberantasan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurut penulis, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, Aceh memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga nilai-nilai keagamaan, ketahanan keluarga, dan masa depan generasi muda. Terungkapnya dugaan laboratorium narkotika berskala besar di Pidie seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan antinarkoba, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun sistem pengawasan lingkungan yang lebih efektif. Kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman narkotika secara serius dan terarah.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

24 Oktober 2026

Ormasa Ma’had Al-Jami’ah Bawah Gelar Perlombaan untuk Memeriahkan Hari Santri Nasional ke-12

Foto: Riska Nazira (Magang)

www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasantri (Ormasa) Ma’had Al-Jami’ah Bawah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan perayaan Hari Santri Nasional ke-12 tahun 2026 di Gedung Ma’had Al-Jami’ah Bawah pada Jumat (23/10/2026).

Perayaan tahun ini mengusung tema “Mahasantri Fest: Beyond the Limit” yang bermakna mahasantri mampu melampaui batas. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Bawah UIN SUNA Lhokseumawe.

Kegiatan ini dipandu oleh Fadla Alfi dan Nailul Mazaya selaku pembawa acara (master of ceremonies atau MC). Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Ormasa, Fadhilatul Una.

Dalam sambutannya, Fadhilatul menyampaikan bahwa tema Beyond the Limit bermakna mahasantri mampu menembus batas dan mengembangkan potensi diri.“Mahasantri menembus batas artinya mahasantri tidak hanya terbatas di pesantren saja, melainkan bisa berkarya hingga ke mana pun dan di mana pun,” ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Razali selaku pengurus Ma’had Al-Jami’ah Bawah. Dalam sambutannya, Razali menjelaskan latar belakang peringatan Hari Santri Nasional.

“Kenapa kita memperingati Hari Santri Nasional? Karena setelah Jokowi menandatangani ketentuan tentang Hari Santri pada tahun 2015, semua pesantren dan kampus yang berada di bawah naungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diwajibkan untuk menyelenggarakan dan merayakan Hari Santri Nasional,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Darul Aula selaku pengurus Ma’had Al-Jami’ah Bawah. Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan perlombaan Rangking 1.

Selain Rangking 1, perayaan Hari Santri Nasional tahun ini juga dimeriahkan dengan sejumlah perlombaan lain, yaitu pembacaan kitab Al-Bajuri 2, vokal solo, dan peragaan busana bertema “Pesona Bidadari Santri” (fashion show). Seluruh perlombaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 dengan peserta yang berasal dari kalangan mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Bawah.

Kegiatan pada hari pertama ditutup dengan persembahan lagu oleh salah seorang mahasantri Ma’had Al-Jami’ah Bawah.


Reporter: Riska Nazira (Magang)

Editor: Redaksi

Makna dan Peran Hari Santri di Indonesia

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Hari Santri Nasional (HSN) merupakan peringatan untuk mengenang, menghargai, dan meneladani peran besar para kiai, ulama, dan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober dan memiliki makna penting bagi bangsa Indonesia, khususnya kalangan pesantren. Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang agama dan bangsa, tetapi juga untuk memperkuat sikap saling menghormati, memperdalam ilmu agama, serta menjaga persatuan.

Di Indonesia, peringatan Hari Santri biasanya diisi dengan upacara, terutama di lingkungan pesantren. Berbagai perlombaan juga diselenggarakan untuk mempererat hubungan antarsantri sekaligus melestarikan tradisi keagamaan. Menurut saya, kegiatan tersebut tidak seharusnya hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, dan kebersamaan.

Hari Santri berperan penting dalam menumbuhkan nilai religius dan nasionalisme. Kedua nilai tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk saling mendukung, bukan untuk merendahkan satu sama lain. Pada masa kini, perjuangan santri tidak hanya diwujudkan melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui upaya melawan kebodohan, menjaga moral, serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi syariah.

Menurut saya, santri tidak hanya bertugas menjaga tradisi keagamaan dan mewarisi semangat perjuangan bangsa. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari perubahan dan kemajuan Indonesia. Dengan bekal ilmu agama, akhlak yang baik, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, santri diharapkan mampu menghadirkan gagasan yang kreatif, inovatif, dan inspiratif demi kemajuan bangsa.

Di tengah dunia yang semakin kompetitif, santri perlu membuktikan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada sesama. Ilmu yang disertai akhlak dan keikhlasan akan memberikan nilai lebih bagi kehidupan. Oleh karena itu, santri perlu menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter yang baik.

Hari Santri bukan sekadar peringatan untuk mengenang sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga agama, bangsa, dan nilai-nilai kemanusiaan. Semangat santri harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar mereka mampu berkontribusi dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.


Penulis: Tanisha Nailah (Magang)

Editor: Zahratul


22 Oktober 2026

Gerakan Pangan Murah Ringankan Belanja Warga Lhokseumawe

Foto: Chilla Puspita Aura (Magang)
www.lpmalkalam.com- Dinas Pangan Aceh menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah di halaman Masjid Islamic Centre, Lhokseumawe pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia 2026. Kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Paket pangan yang ditawarkan terdiri atas 5 kilogram beras premium seharga Rp53.000, 2 kilogram gula pasir seharga Rp30.000, 2 liter minyak goreng merek SunCo seharga Rp36.000, serta satu papan telur ayam ras seharga Rp40.000.

Paket tersebut dijual dengan harga total Rp159.000. Setiap paket mendapatkan subsidi pemerintah sebesar Rp66.000.

Pembagian kupon dimulai pukul 07.30 WIB dengan menunjukkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).

Nancy Ekariany, selaku Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya pada Dinas Pangan Aceh, menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin mendapatkan paket pangan harus mengikuti ketentuan pembagian kupon yang telah ditetapkan.

Ia berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak menimbun bahan pangan karena kegiatan serupa rutin dilaksanakan oleh pemerintah.

“Sekarang semua mahal. Jadi, dengan adanya kegiatan seperti ini, sedikit meringankan belanja kita,” ujar Novi, salah seorang pembeli.


Reporter: Chilla Puspita Aura (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

Ormasa Mahad Al-Jami’ah Atas UIN SUNA Gelar Perayaan Hari Santri Nasional ke-12 Tahun 2026

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasantri (Ormasa) Mahad Al-Jami’ah Atas Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan perayaan Hari Santri Nasional ke-12 tahun 2026 di Gedung Mahad setempat pada Kamis (22/10/2026).

Perayaan tahun ini mengusung tema “Al-‘Ilmu lil Ummah, wal-Akhlak lil Hayah” yang berarti “Ilmu untuk umat dan akhlak untuk kehidupan”. Kegiatan ini bertujuan menjadi wadah bagi mahasantri untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai perlombaan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Miftahul Jannah dan Syifauzziyan. Setelah itu, para peserta mengikuti kegiatan makan bersama. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan paduan suara Mahad Al-Jami’ah Atas yang menyanyikan Mars Hari Santri.

Selanjutnya, Wakil Ketua Ormasa, Uswatul Lavida, menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. “Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Kita patut bersyukur dan merasa beruntung bisa tinggal di sini. Oleh karena itu, tetap semangat dalam menjalani setiap kegiatan dan terus jaga kebersamaan,” ujar Uswatul.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Mahad Al-Jami’ah Atas, Zulkarnaini. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Hari Santri diperingati untuk mengenang peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Santri juga ikut berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelum berkembangnya sekolah formal seperti sekarang, pendidikan agama telah berlangsung melalui dayah,” ujarnya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Zulkarnaini. Rangkaian acara kemudian berlanjut ke perlombaan tebak kata yang dikoordinasikan oleh bagian bahasa. Dewan juri dalam perlombaan tersebut berasal dari kalangan ustazah Mahad Al-Jami’ah Atas.

Selain tebak kata, perayaan Hari Santri Nasional tahun ini juga menghadirkan sejumlah perlombaan lain, yaitu cerdas cermat, syarhil Al-Qur’an, dan peragaan busana bertema Arab (fashion show). Seluruh perlombaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22–26 Oktober 2026.

Peserta perlombaan merupakan mahasantri Mahad Al-Jami’ah Atas yang dikelompokkan berdasarkan kelas pengajian masing-masing. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.