Portal Berita Al-Kalam

Scroll Tanpa Henti: Hiburan atau Kebiasaan?

Foto: Pixabay www.lpmalkalam.com- Sekarang ini, hampir setiap hari kita tidak lepas dari media sosial. Membuka HP awalnya hanya ingin meliha...

HEADLINE

Latest Post

19 September 2026

Scroll Tanpa Henti: Hiburan atau Kebiasaan?

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Sekarang ini, hampir setiap hari kita tidak lepas dari media sosial. Membuka HP awalnya hanya ingin melihat satu atau dua video, tetapi tanpa terasa sudah berjam-jam berlalu. Jempol terus menggeser layar dari satu video ke video lainnya. Kadang kita sendiri lupa sebenarnya tadi membuka media sosial untuk apa. Hal seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi kalau terus dilakukan, lama-lama bisa menjadi sebuah kebiasaan.

Media sosial memang menjadi salah satu hiburan yang paling mudah didapatkan. Saat sedang bosan, lelah setelah kuliah, atau hanya ingin mengisi waktu kosong, kita hanya perlu membuka TikTok, Instagram, YouTube, dan berbagai aplikasi lainnya. Ada banyak hal yang bisa ditemukan, mulai dari hiburan, informasi, sampai konten yang menambah pengetahuan. Karena itu, tidak salah jika media sosial digunakan sebagai hiburan.

Masalahnya muncul ketika “sebentar” berubah menjadi terlalu lama. Niatnya hanya scroll beberapa menit, tetapi akhirnya pekerjaan yang seharusnya dilakukan malah tertunda. Waktu untuk belajar, membaca, beristirahat, bahkan berbicara dengan orang di sekitar bisa ikut berkurang. Yang lebih sering terjadi, kita baru sadar sudah terlalu lama bermain HP setelah melihat waktu.

Kebiasaan scroll tanpa henti bukan sepenuhnya salah media sosial. Kita juga perlu belajar mengatur diri sendiri. Media sosial memang dirancang agar kita terus menemukan konten baru, tetapi keputusan untuk berhenti tetap ada pada diri kita. Jika setiap kali bosan langsung mengambil HP, lama-kelamaan kita bisa terbiasa mencari hiburan dari layar tanpa memikirkan apakah kita benar-benar membutuhkannya.

Bukan berarti kita harus meninggalkan media sosial sepenuhnya. Menggunakannya untuk hiburan tentu boleh, apalagi setelah menyelesaikan aktivitas yang penting. Namun, kita juga perlu tahu kapan waktunya berhenti. Jangan sampai waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat justru habis hanya karena satu video yang dilanjutkan dengan video lainnya.

Pada akhirnya, scroll bukanlah masalah selama kita masih bisa mengendalikannya. Hiburan tetap dibutuhkan, tetapi jangan sampai hiburan berubah menjadi kebiasaan yang menghabiskan waktu tanpa kita sadari. Mungkin mulai sekarang, sebelum membuka media sosial, kita bisa bertanya kepada diri sendiri: “Aku memang lagi butuh hiburan, atau hanya sedang mencari alasan untuk terus scroll?”


Penulis: Bellivia Al-Kamariana

Editor: Chalisa Najla Safira

18 September 2026

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 di Gunung Anak Krakatau Resmi Dihentikan

Foto: Tangselpos.id
www.lpmalkalam.com- Operasi pencarian terhadap lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu yang hilang bersama kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026). 

Berdasarkan laporan detikNews, penghentian operasi dilakukan setelah tim Search and Rescue (SAR) gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari.

Sebelumnya, lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut berangkat menuju sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) untuk meliput aktivitas gunung tersebut. Menurut laporan detikNews, rombongan kemudian dinyatakan hilang dan proses pencarian oleh tim SAR dimulai pada Selasa (8/9/2026).

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Sementara itu, tiga kru kapal terdiri atas Warta atau Surahman sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu. Data tersebut dilaporkan oleh detikNews dalam perkembangan pencarian pada hari ke-10.

Sebelum operasi dihentikan, tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian di wilayah perairan Selat Sunda. Pada hari ketujuh, operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari atas permintaan keluarga korban dan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut detikNews, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa perpanjangan pencarian dilakukan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang tentang pencarian dan pertolongan. Pemerintah Provinsi Banten juga meminta dukungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepolisian Daerah Banten melalui Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten, serta pihak terkait lainnya.

Selama proses pencarian, tim SAR menemukan 13 objek di wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian. Berdasarkan keterangan Andra Soni yang dikutip detikNews, benda-benda tersebut antara lain jaket pelampung (life jacket), terpal, helm, dan galon.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan dikonfirmasi oleh Polairud, 13 objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan kapal Arupadhatu 1. "Setelah perpanjangan, pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena dinilai sudah tidak efektif, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," ujar Andra Soni dikutip detikNews.

Andra Soni menjelaskan bahwa sejak hari pertama pencarian hingga hari ke-10, termasuk setelah perpanjangan tiga hari, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang dan awak kapal.

Meski operasi SAR resmi dihentikan, pemantauan terhadap keberadaan kapal Arupadhatu 1 tetap dilakukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pemantauan akan dilakukan melalui sejumlah pihak, termasuk Lanal, Polairud, serta kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Sunda.

Al Amrad juga mengatakan operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan informasi atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan kapal tersebut. Keterangan tersebut disampaikan dalam laporan detikNews mengenai penghentian operasi pencarian.

Dengan demikian, operasi pencarian aktif terhadap lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Meskipun demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi adanya informasi baru yang dapat menjadi petunjuk keberadaan rombongan.


Penulis: Rizky Ramadani dan Putri Ruqaiyah

Editor: Chalisa Najla Safira

17 September 2026

Kuliah Itu Scam atau Investasi Masa Depan?

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Buat apa kuliah? Capek, buang waktu, uang, tenaga hanya untuk mendengar dosen, mengerjakan tugas, dan presentasi. Setelah lulus pun belum tentu dapat pekerjaan.”

Pandangan seperti ini semakin sering terdengar, terlebih ketika masih banyak sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan. Namun, apakah kuliah benar-benar hanya tentang ijazah dan pekerjaan?

Kuliah sejatinya bukan sekadar duduk di ruang kelas. Perguruan tinggi menjadi tempat seseorang belajar berpikir kritis, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, mengatur waktu, berdiskusi, menerima perbedaan pendapat, serta mencari solusi secara matang. Pengalaman berorganisasi, intra maupun ekstra kampus, juga mengajarkan kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab, dan membangun jejaring dengan berbagai kalangan.

Kuliah tidak menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Gelar akademik bukan tiket otomatis menuju kesuksesan. Dunia kerja juga membutuhkan keterampilan, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Karena itu, pertanyaannya bukan sekadar “apakah kuliah itu scam?” tetapi “untuk apa kita kuliah?” jika hanya mengejar ijazah, mungkin kuliah terasa seperti pemborosan. Tetapi, kalau dimanfaatkan untuk membentuk pola pikir, karakter, keterampilan, dan jaringan, kuliah merupakan investasi jangka panjang.

Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya tentang mencari pekerjaan, tetapi tentang mempersiapkan diri agar mampu menghadapi kehidupan. Kuliah mungkin tidak menjamin kesuksesan, tetapi bagaimana seseorang menjalani proses di dalamnya dapat menentukan sejauh mana ia siap menciptakan peluang untuk masa depannya.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Zahratul

16 September 2026

Dua Penyanyi Aceh Semarakkan Pelantikan IKA dan Bedah Buku di UIN SUNA Lhokseumawe

Foto: M. Rahul Gonzales dan IST
www.lpmalkalam.com- Pelantikan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) dan bedah buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf menghadirkan dua artis Aceh di Gedung Serbaguna Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Rabu (16/9/2026).

Kehadiran dua penyanyi, yaitu Cut Zuhra dan Fahmil Arabi, turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut. Cut Rianda Zuhra atau yang dikenal dengan nama Cut Zuhra merupakan penyanyi asal Bireuen yang telah mendalami karier bernyanyi sejak duduk di bangku SMP. 

Ia juga telah memiliki album lagu. Cut Zuhra mengaku telah menyukai dunia tarik suara sejak berusia lima tahun dan kerap menyanyikan lagu di radio. “Kebetulan orangtua saya sebagai penyiar radio jadi waktu kecil kalau hari minggu itu ada khusus untuk anak-anak dan Cut ada di situ,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya kagum atas antusias teman-teman semua pada acara ini, terlihat sangat kompak sekali dan kami sudah lama pantau kekompakan mereka di sosmed,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cut Zuhra membawakan tiga lagu, yaitu Hikayat Prang Sabi, Bungong Aceh, dan Meugoe Sira. Melalui lagu-lagu tersebut, Cut Zuhra berharap mahasiswa dapat menjadikannya sebagai bagian dari pengenalan dan pelestarian budaya Aceh. Di sela-sela penampilannya, ia juga menyampaikan, “Semua orang bisa bernyanyi hanya perlu menemukan tekniknya.”

Selanjutnya, penyanyi kedua, Fahmil Musthafa Arabi atau yang dikenal dengan nama Fahmil Arabi, merupakan vokalis asal Aceh Selatan. Ia telah menjalani karier sebagai penyanyi solo selama dua tahun dan terjun ke dunia tarik suara sekitar lima tahun.

Sebagai penyanyi muda, Fahmil Arabi dikenal melalui lagu-lagu bernuansa romantis dan tradisi budaya Aceh. Lagu-lagunya juga dikenal melalui berbagai media sosial.

Fahmil Arabi membawakan empat lagu sebagai penutup acara, yaitu Nyak Dara Rindu, Syair Rayu Kumbang, Pesona Dek Mala, dan Hikayat Bang Leman. Lagu terakhir dibawakan secara duet bersama Cut Zuhra. “Saya berharap pada acara bedah buku ini dapat memberi manfaat dan inovatif bagi mahasiswa UIN SUNA,” ucapnya.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Redaksi

Strategi Nabi Yusuf Jadi Sorotan dalam Bedah Buku di UIN SUNA Lhokseumawe

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Setelah rangkaian pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe selesai, sivitas akademika UIN SUNA melanjutkan kegiatan dengan bedah buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf: Pelajaran Abadi untuk Negeri di Gedung Serbaguna kampus setempat pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan bedah buku tersebut menghadirkan Cucun Ahmad Syamsurijal selaku penulis buku dan sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rakyat Indonesia (RI).

Foto: Putri Ruqaiyah

Acara diawali dengan pembukaan oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe. Sebelum sesi bedah buku dimulai, peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan latar belakang penulis buku.

Dalam kegiatan tersebut, Cucun mempresentasikan rangkuman isi buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf sekaligus membagikan sejumlah inspirasi yang melatarbelakangi penulisan buku tersebut. Setelah pemaparan selesai, penulis memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta yang hadir berupa tugas untuk memberikan koreksi terhadap buku yang telah ditulisnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari UIN SUNA kepada Cucun yang diserahkan langsung oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe.

Foto: Putri Ruqaiyah
Sesi bedah buku dipandu oleh Trial Nadilla dengan menghadirkan tiga pembedah dari UIN SUNA Lhokseumawe.

Pembedah pertama adalah Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Daniel. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah membaca buku tersebut hingga selesai dan memberikan dukungan kepada penulis. “Setelah membaca buku ini saya mengerti bahwa beliau melihat Nabi Yusuf itu bukan sebagai Nabi yang biasa, tetapi beliau melihatnya sebagai orang yang menjadi inspirasi untuk semua orang dan bisa menjadi public,” ujar Daniel.

Pembedah kedua, Wakil Rektor I UIN SUNA Lhokseumawe, Iskandar, turut menyampaikan pandangannya terhadap buku tersebut. Ia mengatakan telah membaca buku itu secara keseluruhan dan menyoroti pembahasan pada bab kelima yang membahas Nabi Yusuf dalam kaitannya dengan kebijakan fiskal dan moneter. “Pada bab 5 saya sempat membaca, yaitu tentang Nabi Yusuf antara kebijakan fiskal dan moneter, dan ini sangat menarik dan buku bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujar Iskandar.

Sementara itu, pembedah ketiga, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Munawar, juga menyampaikan tanggapannya terhadap buku tersebut. Ia mengaku telah membaca buku tersebut hingga selesai dan menyebut terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari pembahasan di dalamnya. “Buku ini sangat menarik dan mengingatkan saya saat masa muda saya dan banyak sekali hal bisa kita pelajari dari buku ini,” ujar Munawar.

Foto: M. Rahul Gonzales
Setelah sesi bedah buku, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai isi buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf

Foto: M. Rahul Gonzales
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari UIN SUNA Lhokseumawe kepada ketiga pembedah serta sesi foto bersama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GESBIKA UIN SUNA Lhokseumawe.

Peserta juga mendapatkan fasilitas berupa e-sertifikat selama mengikuti kegiatan. Selain itu, panitia menyediakan buku gratis dengan ketentuan bagi 50 pendaftar pertama, 100 peserta yang hadir tepat waktu, serta 50 alumni yang hadir paling awal.

Setelah kegiatan selesai, peserta mendapatkan sejumlah goodie bag yang disediakan panitia, terdiri atas 1.000 tumbler, 1.000 seminar kit, 700 ringkasan buku, dan 300 buku cetak Strategi Fiskal Nabi Yusuf.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

Muhammad Adam Resmi Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Periode 2026–2030

Foto: Putri Ruqaiyah

www.lpmalkalam.com- Sivitas Akademika Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Pelantikan Pengurus IKA periode 2026–2030 di Gedung Serbaguna kampus setempat pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pemutaran video pendek tentang pencegahan narkoba. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muhammad Lutfi, doa oleh Taufiqurrahmi, serta laporan Ketua Panitia Rizqi Wahyudi.

Dalam laporannya, Rizqi menyampaikan sebanyak 1.623 mahasiswa telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Ada 1.623 mahasiswa yang mendaftar, artinya masih banyak yang ingin mengikuti acara hari ini, membuktikan kita punya energi yang kuat dari mahasiswa,” ujarnya.

Saat acara memasuki pertengahan rangkaian, mahasiswa masih terlihat berdatangan dan memasuki gedung untuk mengikuti kegiatan.

Foto: Putri Ruqaiyah

Prosesi kemudian berlanjut dengan pembacaan surat keputusan pengurus IKA oleh Darmadi selaku Wakil Rektor (Warek) III UIN SUNA. Danial selaku Rektor UIN SUNA melantik Muhammad Adam sebagai Ketua Umum IKA beserta jajaran pengurus periode 2026—2030. Setelah pelantikan, para pengurus mengikuti pembacaan ikrar alumni dan penandatanganan berita acara.

Acara dilanjutkan dengan penayangan profil Muhammad Adam sebagai Ketua IKA. Dalam sambutannya, Adam menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan rektor yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Adam mengatakan organisasi IKA menjadi wadah bagi para alumni untuk tetap menjalin silaturahmi dengan almamater. Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai hubungan alumni dengan perguruan tinggi “Karena kualitas kampus bisa dilihat dari indikator alumni,” ujarnya.

Adam turut mengucapkan terima kasih kepada pengurus alumni sebelumnya yang telah merangkul para alumni serta menyampaikan dukungan yang diterima dalam pelaksanaan kegiatan. “Terima kasih kepada pengurus alumni sebelumnya yang telah merangkul kami dan tak kalah hebatnya. Melaporkan acara hari ini juga sukses karena dukungan dari Wakil Ketua DPR-RI,” tambahnya.

Ia berharap IKA dapat memberikan manfaat bagi alumni, almamater, dan masyarakat. “Mampu memberikan asas kebermanfaatan untuk bersama,” ujarnya.

Foto: Putri Ruqaiyah

Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan penyerahan kartu tanda anggota dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Berdasarkan Keputusan Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Nomor 50 Tahun 2026, kepengurusan IKA periode 2026–2030 terdiri atas Dewan Penasihat/Dewan Pakar, Dewan Pengarah, Pengurus Harian, 12 bidang, dan koordinator alumni berdasarkan wilayah.

Foto: Putri Ruqaiyah

Dalam pengurus harian, Muhammad Adam menjabat sebagai Ketua Umum, didampingi Abdul Majid sebagai Wakil Ketua I dan Ruslan sebagai Wakil Ketua II. Nazaruddin menjabat Sekretaris Jenderal, Reza Rizky sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, dan Muhammad Farid sebagai Bendahara.

Koordinator alumni dibentuk di sejumlah wilayah Indonesia, meliputi kawasan Aceh, Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali, serta Nusa Tenggara. Jaringan luar negeri mencakup Britania Raya dan Eropa, Arab Saudi dan Timur Tengah, Palestina dan Negara Teluk, Malaysia, serta Brunei Darussalam.

Selain koordinator wilayah, kepengurusan IKA memiliki 12 bidang, yakni Teknologi Informasi dan Database; Organisasi dan Lembaga; Pengembangan Alumni; Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan; Ekonomi dan Kewirausahaan; Humas/Media; Sosial dan Pengabdian Masyarakat; Hubungan Kerja Sama; Riset, Kajian dan Inovasi; Keagamaan; Advokasi dan Hukum; serta Pengembangan Karier dan Profesional.

Foto: Putri Ruqaiyah

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, kemudian menyampaikan sambutan. Ia mengatakan kehadiran Wakil Ketua DPR-RI dapat menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal terkait kampus. “Dengan adanya kedatangan beliau, bisa menjadi momen yang paling tepat untuk menyampaikan segala permohonan terhadap kampus,” ujarnya.

Sayuti juga menyampaikan harapan terhadap kepengurusan IKA di bawah kepemimpinan Muhammad Adam. “Harapan saya di bawah kepemimpinan Adam akan membuka peluang-peluang yang bagus untuk alumni ke depan, ini berdasarkan asas artinya bisa dimanfaatkan oleh alumni yang lain berkat jaringan kuat yang akan dibantu memfasilitasi para alumni,” tutupnya.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Redaksi

15 September 2026

Dorong Budaya Literasi, Perpustakaan UIN SUNA Gelar Hari Kunjung Pustaka

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Unit Penunjang Akademik (UPA)  Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Hari Kunjung Pustaka di lantai 3 Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe pada Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kunjung Pustaka Nasional. Acara diawali dengan pembukaan oleh master of ceremony (MC), Fatmala Laili, selaku Duta Baca Sahabat periode 2025–2026.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat yang disampaikan oleh Syarifah Rozalina. Selanjutnya, Helmi Salwa bertindak sebagai dirigen dalam menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Hymne Aceh”. Kegiatan pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan tari dari Sanggar Tari TK IT Al-Alief Paya Bakong.

Setelah rangkaian pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe, Nurjannah. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Duta Baca Universitas Malikussaleh (Unimal).

Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Danial, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa serta seluruh pihak yang terus mendukung perkembangan dunia literasi.

Danial menyoroti pentingnya menghidupkan kembali tradisi membaca dan menulis, khususnya di kalangan mahasiswa. “Tradisi yang sudah ditinggalkan lama oleh Aceh khususnya dan dunia pada umumnya, terutama para mahasiswa, adalah tradisi menulis. Tradisi menulis bukan mengarang oleh orang sekarang. Tradisi menulis ini tidak mungkin dilakukan, apalagi dibudayakan, kalau tidak memiliki tradisi membaca,” ujar Danial.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Surat Keputusan (SK) lomba oleh Keysha Alea Wahdini Harahap selaku Duta Baca periode 2025–2026.

Selanjutnya, dilakukan pengumuman Duta Baca 2026 serta pemberian penghargaan kepada pengunjung perpustakaan teraktif dan penyumbang buku terbanyak. Acara juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan pada 10 September 2026.

Sejumlah perlombaan tersebut meliputi lomba video, jurnal, hikayat Prang Sabil, dan menyanyi. Pemberian penghargaan menjadi salah satu rangkaian kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi mahasiswa dalam meningkatkan budaya literasi dan kreativitas.

Kegiatan Hari Kunjung Pustaka ditutup dengan foto bersama antara tamu undangan dan seluruh peserta perlombaan.


Penulis: Zahratul

Editor: Redaksi

13 September 2026

Ormawa FUAD UIN SUNA Gelar Krue Seumangat, Hadirkan Dua Pemateri dan DPRA ‎

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (Ormawa FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan acara Krue Seumangat di Pioneer Camp atau disebut juga Pantai Rancong yang tepatnya terletak di Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Minggu (13/09/2026).
‎Krue Seumangat merupakan kegiatan fakultas yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa baru dengan teman sefakultasnya. Acara dengan tema “Menyatukan Langkah, Merangkai Cerita, Menguatkan Kebersamaan” ini diawali dengan open ceremony yang terdiri atas pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan selawat oleh Muhammad Luthfi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dipandu oleh Irhami, laporan Ketua Panitia oleh Arif Firmanda, serta kata sambutan dari Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD, yakni Amiruddin dan Muhammad Irfan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan prosesi Peusijuk dan Doa.
‎Acara ini menghadirkan 2 orang pemateri, yakni Kiflan Alghifari (mantan Ketua DEMA FUAD Periode 2025/2026) dengan judul materi "Pemimpin Masa Kini" dan Allam Thoriq Aku (mantan Presiden Mahasiswa Periode 2024/2025) dengan judul materi "Agent of change."

‎Dalam pemaparannya, Kiflan berbagi beberapa pengalamannya selama berorganisasi. "Sebagai orang yang ingin mempunyai kualitas dan kredibilitas, maka caranya adalah bergabung dengan organisasi untuk melatih jiwa kepemimpinan," ujarnya.  
‎Kemudian pada sesi materi kedua, Allam mengajak agar setiap mahasiswa mengintrospeksi diri dan menentukan langkahnya ke depan dari sekarang. "Setiap yang menjadi ketua belum tentu (memiliki jiwa) kepemimpinan, sedangkan setiap orang (yang memiliki jiwa) kepemimpinan pasti sudah layak menjadi seorang pemimpin," ungkapnya. Allam juga berpesan kepada segenap Ketua HMPS FUAD agar menerima semua dari mereka yang ingin mencari perubahan dalam hidupnya. 
‎Setelah pemateri II, Presiden Mahasiswa (Presma) Periode 2026/2027, Fauzan Azima, juga ikut memberikan sambutan kepada mahasiswa baru FUAD. "Saya ingin mahasiswa FUAD lebih muncul di permukaan, jangan hanya urusan agama tapi juga urusan proyek," harapnya.
‎Di tengah-tengah acara, tepatnya di sekitar jam 12.00, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tantawi, turut hadir untuk memberikan sambutan. "Jadilah kebanggaan negeri ini dengan belajar," pesannya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan Ishoma.
‎Setelah Ishoma (Istirahat, Salat, dan Makan), acara dilanjutkan dengan 3 permainan yaitu Yel-Yel, Estafet Kardus, dan Lempar Balon. 10 kelompok yang terdiri dari 3 mentor dan Mahasiswa Baru (Maba) FUAD dengan 4 jurusan berbeda tersebut terlihat antusias mengikutinya hingga akhir. Setelah pembagian hadiah, acara dilanjutkan dengan sesi foto, baik fakultas maupun jurusan masing-masing.
‎Kepada Tim LPM Al-Kalam, Arif Firmanda selaku Ketua Panitia menyampaikan harapannya. "Harapan saya, dari terselenggaranya acara ini bagi Maba adalah sebagai langkah awal untuk mempererat tali silaturahmi, membangun tanpa rasa canggung dan membangun jaringan pertemanan baik antarsesama mahasiswa baru dan kakak tingkatnya," ujarnya.

‎Reporter: Tiara Khalisna 

‎Editor: Chalisa Najla Safira 

Senja Sudut Kota

 

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com-

Senja hanya datang sebentar

Tapi meninggalkan indah

Yang ditunggu banyak orang


Mungkin, ia tahu

Sesuatu yang singgah sesaat 

Justru sering lebih dihargai


Di sudut kota

Langit perlahan berubah warna

Indah untuk memanjakan mata

Sementara orang-orang masih terus berjalan


Tidak semua sempat melihat

Tidak semua peduli

Tapi bagi yang berhenti sebentar

Senja selalu punya cara 

Untuk membuat hati terasa tenang


Ia tidak tinggal lama

Hanya datang

Memberi sedikit warna

Lalu pergi tanpa berpamitan 


Mungkin, hidup juga begitu

Tidak semua yang indah harus menetap lama


Ada yang cukup datang sebentar

Meninggalkan kesan

Lalu menjadi sesuatu 

Yang diam-diam kita tunggu kembali kehadirannya 


Penulis: Chalisa Najla Safira 

Editor: Zahratul

11 September 2026

Ketika Kota Berhenti Sekejap

Foto: Luthfiatil Syaqirah
www.lpmalkalam.com- Pagi hari di persimpangan kota sering terasa seperti adegan di mana waktu melambat. Lampu merah menjadi titik di mana laju kendaraan mesti terhenti, dan bagi banyak orang yang terburu-buru, berhenti itu terasa merugikan.

Di kota seperti Banda Aceh, ketika aktivitas berangkat kerja dan sekolah memuncak, jeda beberapa menit di tiap persimpangan cukup membuat sebagian masyarakat kehilangan kesabaran. Namun pandangan yang melihat lampu merah semata sebagai penghambat merupakan pemahaman yang dangkal. Sebenarnya, lampu lalu lintas memainkan peran fundamental dalam menjaga keselamatan dan ketertiban.

Pada pagi hari, persimpangan menyatukan beragam pengguna jalan seperti pejalan kaki, pelajar, pengendara sepeda motor, angkutan umum, dan mobil pribadi yang bergerak dalam ritme berbeda. Tanpa sinyal yang mengatur giliran, konflik antarpengguna akan meningkat dan kemungkinan kecelakaan menjadi jauh lebih besar.

Mengapa pelanggaran lampu merah masih kerap terjadi? Faktor utamanya adalah tekanan waktu dan kebiasaan berlalu lintas yang longgar terhadap aturan. Ketika seseorang dikejar waktu, dorongan untuk menerobos menjadi kuat, ketika banyak orang melakukan hal yang sama, perilaku itu terasa normal dan menular.

Akibatnya bukan hanya risiko tabrakan, insiden di persimpangan sering menimbulkan rantai kemacetan yang lebih panjang karena pengereman mendadak atau kecelakaan kecil yang menghambat arus. 

Siapa yang harus bertanggung jawab mengubah kondisi ini? Tanggung jawabnya menyebar, individu harus menerapkan disiplin diri, keluarga dan sekolah menanamkan kebiasaan tepat waktu, sementara pemerintah dan pengelola lalu lintas perlu memastikan peralatan sinyal bekerja optimal dan tata ulang waktu siklus lampu bila diperlukan. 

Kapan perubahan itu harus dimulai? Tidak perlu menunggu, perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari sekarang juga, agar manfaatnya terasa segera. Bagaimana strategi praktis untuk mengurangi pelanggaran? Gabungan upaya yang saling mendukung paling efektif, penegakan hukum yang konsisten untuk efek jera, kampanye edukasi publik yang menekankan bahaya dan konsekuensi, serta perbaikan desain persimpangan dan manajemen lalu lintas untuk membuat kepatuhan lebih mudah. 

Selain itu, mengubah perilaku individu misalnya berangkat sedikit lebih awal merupakan langkah sederhana namun ampuh. Di manakah dampak positif akan terasa paling nyata? Di ruas-ruas utama yang padat pada jam sibuk. Di sana, sedikit peningkatan kepatuhan terhadap lampu merah dapat menurunkan insiden, meminimalkan hambatan mendadak, dan membuat arus lalu lintas lebih lancar serta lebih dapat diprediksi.

Singkatnya, lampu merah pagi bukan sekadar jeda yang mengganggu rutinitas; ia adalah mekanisme keselamatan yang menjaga hak dan nyawa setiap pengguna jalan. Mengubah cara pandang terhadapnya dari penghalang menjadi instrumen keteraturan memerlukan kontribusi semua pihak. Dengan disiplin kolektif dan kebijakan yang tepat, berhenti sejenak di persimpangan akan berbuah pada ketertiban dan keselamatan yang lebih luas.


Penulis: Luthfiatil Syaqirah

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.