Sebelumnya, UIN SUNA Lhokseumawe berhasil masuk nominasi PTRG Award sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kampus dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, setara, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. Pada ajang tersebut, UIN SUNA diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Muhammad Anggung, bersama Kepala PSGA, Nurul Hikmah.
Nurul Hikmah menjelaskan bahwa Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpengelola PSGA di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang menyamakan persepsi dan mengevaluasi program kerja, tetapi juga merumuskan strategi dalam mengoptimalkan pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.
Nurul juga menyampaikan bahwa nominasi PTRG Award merupakan bentuk apresiasi dari Direktorat PTKI kepada perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen dalam mewujudkan kampus yang responsif terhadap isu gender. Masuknya UIN SUNA Lhokseumawe sebagai salah satu nominasi dinilai menjadi indikator bahwa kebijakan dan berbagai program yang dijalankan kampus telah berada pada arah yang tepat.
Sementara itu, Ketua LPPM UIN SUNA Lhokseumawe, Muhammad Anggung, menegaskan bahwa partisipasi kampus dalam forum nasional tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk membangun layanan perlindungan serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang adil dan aman bagi seluruh civitas academica. "Ini merupakan komitmen nyata UIN SUNA Lhokseumawe sebagai bentuk from commitment to impact adalah simpul ekosistem layanan perlindungan," ujarnya.
Anggung juga berharap keikutsertaan dalam Konsolidasi Nasional PSGA dapat menghasilkan gagasan dan strategi baru yang semakin memperkuat implementasi program-program responsif gender di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe.
Penulis: Chalisa Najla Safira dan Intan Sarifah
Editor: Zahratul









