Portal Berita Al-Kalam

Langkah di Balik Mimpi

Foto: Pixabay www.lpmalkalam.com- Pagi itu, kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Di antara mereka, ada seorang mahasiswa b...

HEADLINE

Latest Post

13 Juni 2026

Langkah di Balik Mimpi

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Pagi itu, kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Di antara mereka, ada seorang mahasiswa bernama Rizki, mahasiswa semester empat yang sedang berjuang menyelesaikan tugas kuliah, organisasi, dan pekerjaan sampingan sekaligus.

Rizki berasal dari keluarga sederhana di sebuah desa. Sejak diterima di perguruan tinggi, ia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat membanggakan kedua orang tuanya. Namun, kehidupan mahasiswa ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.

Suatu hari, dosen memberikan tugas kelompok yang harus dikumpulkan dalam waktu satu minggu. Di saat yang sama, organisasi kampus tempat Rizki aktif sedang mempersiapkan sebuah acara besar. Belum lagi, ia harus bekerja paruh waktu pada malam hari untuk menambah uang saku.

“Bagaimana aku bisa menyelesaikan semuanya?” gumam Rizki sambil menatap daftar tugas di layar laptopnya.

Meski merasa lelah, Rizki tidak menyerah. Ia mulai menyusun jadwal harian dengan lebih teratur. Pagi hingga siang digunakan untuk kuliah, sore untuk rapat organisasi, dan malam hari untuk bekerja serta menyelesaikan tugas.

Hari demi hari berlalu. Rasa lelah sering datang, tetapi dukungan teman-teman membuatnya tetap semangat. Mereka saling membantu mengerjakan tugas dan mengingatkan satu sama lain ketika ada yang mulai kehilangan motivasi.

Akhirnya, hari presentasi tiba. Kelompok Rizki berhasil mempresentasikan tugas dengan baik dan mendapat apresiasi dari dosen. Acara organisasi yang mereka persiapkan juga berjalan lancar.

Sepulang dari kampus, Rizki duduk di taman sambil tersenyum. Ia menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi juga belajar mengatur waktu, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Saat melihat pesan dari ibunya yang berbunyi, “Tetap semangat belajar, Nak. Kami bangga padamu,” mata Rizki berkaca-kaca. Semua rasa lelah yang ia rasakan seakan terbayar.

Sejak hari itu, Rizki semakin yakin bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, adalah langkah menuju mimpi yang ingin ia capai. Dan sebagai mahasiswa, ia percaya bahwa masa kuliah adalah tempat terbaik untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.


Penulis: Razwa Syuib 

Editor: Chalisa Najla Safira

12 Juni 2026

Meneguhkan Peran UIN SUNA di Usia 57 Tahun

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com-
Usia ke-57 tahun menjadi tonggak penting dalam perjalanan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Peringatan yang jatuh pada 12 Juni 2026 ini bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan yang telah berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan kemajuan masyarakat selama lebih dari setengah abad.

Perjalanan tersebut tentu tidak ditempuh dalam waktu yang singkat. Sejak berdiri pada 12 Juni 1969, kampus ini tumbuh bersama perubahan zaman, menjawab berbagai tantangan, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai capaian yang diraih hingga saat ini, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga lahirnya ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, menjadi bukti bahwa cita-cita besar yang dirintis para pendiri terus berkembang dan memberikan manfaat nyata.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, peran perguruan tinggi tidak lagi sebatas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Dunia membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kekuatan moral dan spiritual. Dalam konteks tersebut, UIN Sultanah Nahrasiyah memiliki posisi yang strategis sebagai institusi yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kehadiran kampus ini menjadi penting karena mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang kritis, inovatif, dan profesional tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari keluarga besar UIN Sultanah Nahrasiyah, rasa syukur patut dipanjatkan atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Penghargaan yang setinggi-tingginya layak diberikan kepada para pendiri yang telah meletakkan fondasi kampus ini dengan penuh ketulusan dan pengorbanan. Apresiasi yang sama juga patut disampaikan kepada para dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang terus menjaga semangat pengabdian dan kualitas institusi dari masa ke masa.

Kontribusi mereka mungkin tidak selalu tercatat dalam setiap lembar sejarah, tetapi jejak pengabdiannya dapat dirasakan melalui berbagai kemajuan yang telah dicapai. Berkat kerja keras dan dedikasi yang berkelanjutan, UIN Sultanah Nahrasiyah mampu berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang terus berupaya menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

Memasuki usia ke-57 tahun, UIN Sultanah Nahrasiyah tidak hanya merayakan capaian masa lalu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih maju pada masa yang akan datang. Tantangan dunia pendidikan akan terus berubah, namun semangat untuk melahirkan generasi unggul, memperkuat tradisi akademik, serta memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan harus tetap menjadi arah perjuangan bersama.

Pada akhirnya, kampus ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu. UIN Sultanah Nahrasiyah adalah ruang tumbuhnya harapan, lahirnya gagasan, dan terbangunnya masa depan yang lebih baik. Di usia emas ke-57 tahun, rasa syukur dan kebanggaan atas perjalanan yang telah ditempuh menjadi energi untuk terus merawat keunggulan dan menyalakan peradaban bagi generasi yang akan datang.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Zahratul

UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Sidang Senat Terbuka pada Puncak Peringatan Milad Ke-57

Foto: Putri Ruqaiyah


www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Sidang Senat Terbuka sebagai rangkaian peringatan Milad ke-57 di Gedung Serbaguna UIN SUNA pada Jumat (12/06/2026). 

Mengusung tema “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban," acara dihadiri ASN, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan kampus. Kegiatan dibuka pukul 08.00 WIB dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh oleh Paduan Suara UIN SUNA. Pembukaan resmi disampaikan Ketua Senat yaitu Munawar Khalil, dilanjutkan pembacaan qari, sari tilawah, selawat, serta Mars UIN SUNA. Rangkaian awal ditutup dengan doa bersama.

Ja'far selaku ketua panitia melaporkan jalannya acara sekaligus mengundang seluruh civitas untuk mengikuti kegiatan Jalan Santai dan Donor Darah yang digelar Minggu mendatang. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil UIN SUNA yang mengulas makna “SUNA”, video ucapan selamat Milad ke-57, juga pemotongan tumpeng oleh Rektor dan Ketua Senat.

Danial selaku rektor UIN SUNA memaparkan perjalanan UIN SUNA dari awal berdiri hingga status sekarang. Ia menyebut tanggal 22- 23 November 2025 kampus meraih akreditasi tertinggi. “Saya tidak bisa menggantikan pemimpin sebelumnya, tetapi saya hanya melanjutkan, karena di setiap pemimpin akan berbeda,” ujarnya.

Danial juga menjelaskan filosofi nama “Sultanah Nahrasiyah” dan mengajak seluruh civitas mencintai kampus. “Cinta adalah bintang yang bersinar,” tuturnya. Danial menambahkan, saat ini UIN SUNA berada di urutan ke-16 dari 59 PTKIN dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus luar negeri. Danial berharap pencapaian ini dapat menambah perkembangan UIN SUNA kedepannya.

Acara berlanjut dengan penyerahan piagam kepada prodi dan unit terunggul. Penghargaan juga diberikan untuk dosen dengan buku, artikel, dan karya terbanyak, serta purnabakti. Ketua Senat menutup acara dengan pesan, “Semoga acara ini membawa kesan untuk kita.” Lalu dilanjutkan foto bersama dan makan bersama seluruh hadirin.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Chalisa Najla Safira

11 Juni 2026

Di Balik Senja yang Kupandangi

Foto: Amanda Zuhra
www.lpmalkalam.com- 

​Aku berdiri di tepian pantai

Membiarkan kaki dibasuh buih 

Menatap matahari yang perlahan luruh meredup

Memasuki pelukan ufuk dengan tenang

Aku terpaku dalam keheningan senja yang syahdu


Di balik senja yang kupandangi ini 

Aku menemukan jejak yang kini jadi cahaya

Angin laut berbisik tenang membawa pesan
 
Meski beberapa nama telah dilarung waktu entah kemana

Mereka tetap menetap abadi di tiap aksara yang kutuliskan


​Aku berjalan bersama mereka merayakan hal sederhana

Dengan tawa yang masih bergema manis ditelinga 

Lalu, musim pun berganti dengan lembut

Membawa kita ke persimpangan jalan yang berbeda

Bukan untuk saling melupakan dalam kesedihan


Melainkan untuk mekar di taman kehidupan masing-masing

​Rindu datang seperti ombak yang hadir dengan hangat

Lalu kembali ke samudera sebagai pengingat diri

Bahwa keindahan memang tidak selalu harus digenggam erat

Cukup disyukuri keberadaannya dalam sanubari


​Aku juga tidak menyalahkan waktu yang telah berlalu

Pun tak memohon masa lalu untuk kembali lagi

Sebab, ada pertemuan yang hadir bukan untuk menetap

Melainkan untuk menjadi kompas yang mengajariku cara mencintai 

Hidup dengan lebih bijak di sisa waktu ini


​Dan jika senja kembali mengingatkanku pada mereka

Aku akan mengenangnya dengan benderang cahaya

Seperti langit yang menerima matahari tenggelam dengan syukur

Perpisahan hanyalah cara semesta memberi ruang

Untuk esok yang indah dan penuh dengan harapan


Sebab pada akhirnya yang berharga kini terasa

Bukan durasi singkat atau lama ia menetap

Melainkan sedalam apa jejak hangat yang tertinggal di jiwa

Maka di balik senja aku tak mengeja kehilangan

Melainkan alasan merayakan luasnya semesta


​Aku sungguh beruntung dipertemukan dengan mereka

Yang membuat duniaku jauh lebih berwarna lagi

Seperti cahaya yang hadir memberi warna indah

Cerita yang tersimpan abadi dalam ingatan ini

Menjadi kenangan manis dalam perjalanan hidup


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Lipstick Effect: Gaya Hidup di Tengah Tekanan Ekonomi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Fenomena lipstick effect semakin sering terlihat di kalangan generasi muda. Banyak orang rela menghabiskan uang untuk nongkrong di coffee shop, membeli produk fashion, atau menimbun produk kecantikan dengan alasan stok dan mengikuti tren. Tidak jarang, pengeluaran untuk gaya hidup justru lebih diutamakan daripada kebutuhan yang lebih penting seperti menabung atau mempersiapkan masa depan.

Sekilas, tingginya konsumsi ini dianggap sebagai tanda bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang baik-baik saja. Namun, anggapan tersebut belum tentu benar. Dalam banyak kasus, lipstick effect justru muncul ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Karena sulit membeli aset besar atau mencapai tujuan finansial jangka panjang, mereka mencari kepuasan melalui konsumsi yang lebih terjangkau, seperti nongkrong, membeli pakaian baru, atau produk kecantikan.

Media sosial turut memperkuat fenomena ini. Banyak orang terdorong untuk menjaga citra dan gengsi agar terlihat mengikuti tren yang sedang berkembang. Akibatnya, keputusan membeli sering kali didasarkan pada keinginan, bukan kebutuhan.

Oleh karena itu, maraknya budaya nongkrong dan belanja bukan selalu pertanda ekonomi yang sehat. Ekonomi yang baik seharusnya ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan, kemampuan menabung, dan stabilitas keuangan masyarakat. Jika gaya hidup lebih diprioritaskan daripada kebutuhan pokok dan perencanaan masa depan, maka fenomena tersebut justru menjadi cerminan adanya masalah dalam pola konsumsi masyarakat saat ini.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Chalisa Najla Safira

10 Juni 2026

UIN SUNA Lhokseumawe Gelar UM-PTKIN 2026 untuk 489 Peserta

Foto: Putri Ruqaiyah

www.lpmalkalam.com- Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe berlangsung lancar dan tertib di Laboratorium Center pada Rabu (10/06/2026).

Sebanyak 489 peserta terdaftar mengikuti seleksi melalui jalur UM-PTKIN tahun ini. Pelaksanaan ujian berlangsung pada 8–14 Juni 2026. Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer melalui sistem Seleksi Elektronik (SSE) sesuai jadwal dan sesi yang telah ditentukan sehingga proses pelaksanaan dapat berjalan secara efektif dan teratur. Program studi dari rumpun pendidikan, ekonomi dan bisnis Islam, serta beberapa program studi yang memiliki prospek kerja yang baik masih menjadi pilihan utama peserta.

Yusnidar, selaku Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik (Kabag ULA), mengatakan bahwa selama pelaksanaan ujian terdapat beberapa kendala teknis yang lazim dijumpai dalam ujian berbasis komputer, seperti penyesuaian perangkat, kestabilan jaringan, dan kedisiplinan waktu kehadiran peserta. Namun, berkat koordinasi yang baik antara panitia lokal, tim teknologi informasi, pengawas, dan seluruh unsur pendukung, berbagai kendala tersebut dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak mengganggu jalannya ujian.

Menurut Yusnidar, secara umum pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan panitia nasional. Kami berharap seluruh peserta memperoleh hasil terbaik sesuai dengan usaha yang telah dilakukan,” ujar Yusnidar.

Yusnidar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengawas, tim teknologi informasi, serta peserta yang telah berpartisipasi dan mendukung kelancaran pelaksanaan UM-PTKIN 2026 di UIN SUNA Lhokseumawe.


Reporter: Putri Ruqaiyah

Editor: Zahratul

PSGA Goes to FTIK Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa tentang Kampus Responsif Gender

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe kembali menggelar kegiatan PSGA Goes to FTIK dengan mengusung tema “Membangun Ruang Akademis yang Adil, Beradab, dan Bersih dari Kekerasan serta Penyimpangan Sosial" pada Senin (08/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tersebut dihadiri oleh segenap perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di lingkungan FTIK. Acara ini dipandu oleh Amalia selaku moderator.

Sebelum sesi materi dimulai, Kepala PSGA UIN SUNA Lhokseumawe, Nurul Hikmah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya PSGA dalam membangun ruang lingkup kampus yang inklusif dan responsif gender

Zirlia Anggraini selaku pemateri acara tersebut menyampaikan pentingnya membangun ruang akademik yang adil dan beradab sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, aman, dan bebas dari setiap bentuk kekerasan maupun penyimpangan sosial.

Selain membahas maraknya berbagai fenomena sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat, Zirlia juga menjelaskan perspektif Islam dalam mengupas isu-isu sosial tersebut. Ia berpendapat, lingkungan sosial memiliki banyak pengaruh dalam pembentukan sebuah karakter individu. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama dalam menciptakan budaya saling menghormati perbedaan, saling menghargai, dan menjaga etika dalam kehidupan akademik.

Kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif dengan antusiasme peserta yang terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan terkait isu-isu sosial, lingkungan, akademik, serta upaya pencegahan kekerasan menjadi pembahasan utama dalam acara tersebut. 

Nurul Hikmah berharap agar mahasiswa dapat memahami betapa pentingnya keberanian untuk melapor apabila mengetahui atau mengalami tindakan kekerasan di lingkungan kampus.


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Chalisa Najla Safira

09 Juni 2026

Regenerasi Kepengurusan LPM Al-Kalam 2026/2027

Foto: Muhammad Fajri
www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar pelantikan kepengurusan periode 2026/2027 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Selasa (09/06/2026).

Dengan mengusung tema "Mengemban Amanah Mewujudkan Perubahan", kegiatan ini menjadi momentum pergantian kepengurusan sekaligus awal perjalanan bagi pengurus baru dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di LPM Al-Kalam.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan persembahan tari dari Kru LPM Al-Kalam, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Selawat Badar, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh.

Ketua Panitia, M. Rahul Gonzales, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat untuk terus mengembangkan LPM Al-Kalam.

Kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti berupa pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, pengukuhan, pembacaan ikrar, dan pelantikan pengurus baru oleh Pembina LPM Al-Kalam, Muhammad Ilham. Setelah itu, dilakukan serah terima jabatan dari pengurus demisioner kepada pengurus definitif sebagai simbol beralihnya tanggung jawab kepengurusan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pemimpin Umum demisioner periode 2025–2026, Muhammad Syahru, serta Pemimpin Umum periode 2026/2027, Zahira Putri Meola. Dalam sambutannya, Zahira menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Para peserta juga mendapatkan arahan dari Wakil Rektor I, Iskandar. Ia berpesan agar LPM Al-Kalam terus bersinergi dengan kampus melalui pemberitaan yang baik serta tetap menjalankan fungsi kritisnya secara bijak. "Pesan saya untuk LPM Al-Kalam, teruslah bersinergi dengan kampus dalam pemberitaan yang baik dan koreksi hal-hal yang perlu dikoreksi," ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ilham Dwi Temas Miwa, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama seluruh kru dan tamu undangan. Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB. 


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Chalisa Najla Safira

08 Juni 2026

Selalu Ada Tempat untuk Pulang

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Ada hari-hari ketika dunia terasa terlalu ramai. Terlalu banyak suara yang meminta untuk didengarkan, terlalu banyak langkah yang memaksa kita berlari lebih kencang. Pada hari-hari seperti itu, manusia sering lupa bahwa lelah adalah bagian dari dirinya, dan beristirahat bukanlah sebuah kekalahan.

Lalu, kita pulang.

Bukan sekadar pulang ke sebuah bangunan beratap, tetapi pulang pada ketenangan yang selama ini dicari, pulang pada tempat yang menerima kita tanpa syarat. Tempat yang tidak bertanya tentang kekalahan, tidak mempermasalahkan berapa kali kita terjatuh, dan tidak menuntut sejauh mana kita telah melangkah. Tempat yang hanya hadir, membuka ruang, dan mempersilakan kita beristirahat dari dunia luar yang melelahkan.

Aneh, bukan? Di luar sana, kita sering dipaksa merangkai kata untuk menjelaskan diri. Menjelaskan pilihan yang kita ambil, menjelaskan mimpi yang sedang diperjuangkan, bahkan menjelaskan luka yang belum benar-benar sembuh dan tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Namun, ada tempat yang tidak membutuhkan penjelasan apa pun. Tempat yang mampu memahami lelah hanya dari sorot mata yang redup, mengerti sedih tanpa harus mendengar seluruh cerita. Di sana, diam terasa seperti bahasa yang dimengerti.

Mungkin karena itu manusia selalu mencari tempat untuk kembali. Sebab setinggi apa pun seseorang terbang, ia tetap membutuhkan tempat untuk mendarat. Sejauh apa pun seseorang menyelam, ia tetap membutuhkan daratan untuk bernapas.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa jauh kita berkelana. Setelah menempuh begitu banyak jalan, yang paling dicari bukanlah tepuk tangan atau pengakuan, melainkan sebuah tempat yang tetap membuka pintunya, menyediakan telinga untuk mendengar cerita, dan menerima tanpa peduli seberapa besar luka yang dibawa. Tempat yang tetap ada, bahkan ketika kita datang dengan hati yang lelah dan langkah yang hampir menyerah.

Ketika hari esok kembali datang dengan segala cerita dan tantangan barunya, kita memilih untuk melangkah lagi. Bukan karena sudah tidak lelah, melainkan karena kita tahu bahwa selalu ada tempat untuk pulang ketika dunia terasa terlalu berat untuk dihadapi sendirian.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

07 Juni 2026

Pusingnya Tanpa Duit

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com- 

Saku kering tak ada sepeser pun

Kepala terasa berdenyut, berat terasa

Segala kebutuhan menanti di depan mata

Namun tangan kosong tak mampu berbuat apa

 
Ingin makan, kantong tak punya bekal

Ingin berobat, di mana uang dicari

Setiap langkah terasa terhalang tembok tinggi

Pikiran melayang, bingung tak bertepi

 
Orang lain lewat tersenyum tenang

Sedang aku di sini menahan gelisah

Dunia terasa sempit, jalan seolah tertutup

Hanya doa dan harapan jadi pegangan jiwa

 
Walau pusing melanda hati dan pikiran

Aku takkan diam terus terpuruk

Cari rezeki dengan jalan yang lurus

Semoga esok hari nasib lebih terang benderang


Penulis: Muhammad Iftal

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.