Portal Berita Al-Kalam

Kita Merekam, tetapi Lupa Menolong

Foto: Pixels www.lpmalkalam.com- Ada pemandangan yang semakin mudah ditemukan di tengah kehidupan digital. Saat terjadi keributan, kecelaka...

HEADLINE

Latest Post

08 September 2026

Kita Merekam, tetapi Lupa Menolong

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Ada pemandangan yang semakin mudah ditemukan di tengah kehidupan digital. Saat terjadi keributan, kecelakaan, atau tindak kekerasan di tempat umum, ponsel segera terangkat. Orang-orang langsung berkumpul, kamera diarahkan, dan kejadian yang seharusnya mengundang pertolongan justru berubah menjadi tontonan.

Menurut pendapat penulis, keadaan ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu berjalan seiring dengan meningkatnya kepedulian manusia. Kita semakin mudah mendapatkan informasi, tetapi juga semakin mudah menjadi penonton dari penderitaan orang lain. Masalahnya bukan terletak pada kamera, melainkan pada pilihan kita ketika menggunakannya. Saat melihat seseorang menjadi korban kekerasan, apakah hal pertama yang kita pikirkan adalah merekam atau mencari bantuan?

Sebuah rekaman terkadang memang diperlukan sebagai bukti. Namun, masalah muncul ketika rekaman tersebut disebarluaskan tanpa mempertimbangkan kondisi korban atau bahkan dijadikan bahan hiburan. Kita sering lupa bahwa rekaman yang hanya berlangsung beberapa menit bagi penonton dapat menjadi pengalaman traumatis bagi korban.

Yang lebih dikhawatirkan adalah respons setelah video tersebar. Kolom komentar sering menjadi ruang penghakiman. Korban disalahkan, pelaku dijadikan bahan lelucon, dan penonton berlomba-lomba memberikan pendapat hanya berdasarkan potongan video yang belum tentu menggambarkan keseluruhan kejadian.

Kebiasaan ini perlu dihentikan. Kita terlalu terbiasa mengabadikan setiap kejadian sampai lupa bahwa tidak semua hal layak dijadikan tontonan. Ketika seseorang sedang terluka atau ketakutan, yang dibutuhkan bukan banyaknya penonton, melainkan pertolongan.

Dalam situasi yang cukup berbahaya, keselamatan diri tetap menjadi pertimbangan utama. Sebagai penonton, kita juga memiliki tanggung jawab atas apa yang kita lakukan setelah melihat sebuah kejadian. Tidak semua hal harus direkam, dikomentari, dan disebarluaskan.

Teknologi seharusnya membantu manusia menjadi lebih peduli, bukan membuat kita terbiasa melihat penderitaan sebagai hiburan. Setiap tindakan kita di ruang digital turut menentukan hal-hal yang seharusnya mendapatkan perhatian.

Saat kekerasan terjadi di depan mata, merekam bukan satu-satunya pilihan karena kita masih bisa memilih untuk peduli.


Penulis: Julia Sabela

Editor: Redaksi

07 September 2026

KPI Aceh Sosialisasikan P3SPS kepada Mahasiswa PPKn USK

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) melaksanakan sosialisasi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), pada Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) USK. Sosialisasi menghadirkan dua pemateri dari KPI Aceh, yaitu Samsul Bahri selaku Wakil Ketua KPI Aceh dan Ahyar selaku Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan Sistem Penyiaran KPI Aceh. Dalam kegiatan tersebut, KPI Aceh menyampaikan materi mengenai Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) kepada peserta.

Selain mahasiswa PPKn USK, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe yang sedang melaksanakan On the Job Training (OJT) di kantor KPI Aceh.

Mahasiswa KPI UIN SUNA turut membersamai pelaksanaan kegiatan sosialisasi P3SPS yang diselenggarakan oleh KPI Aceh di FKIP USK tersebut.


Penulis: Abdul Aziz Perangin Angin 

Editor: Redaksi

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Tetap Berstatus Siaga

Foto: Kontan. CO.ID

www.lpmalkalam.com- Empat gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Keempat gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur pada Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan informasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), keempat gunung tersebut mengalami erupsi pada waktu yang berbeda. Gunung Ibu erupsi sekitar pukul 04.55 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter dari puncak.

Kemudian, Gunung Ili Lewotolok erupsi pada pukul 06.11 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter dari puncak.

Selanjutnya, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada pukul 07.10 WIB selama sekitar 16 detik. Sementara itu, Gunung Semeru erupsi pada pukul 07.15 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.

Menurut informasi dari ANTARA News, Gunung Anak Krakatau menjadi pusat perhatian karena gunung tersebut telah mengalami erupsi selama 24 jam sebelum 6 September. Aktivitas erupsi dimulai pada 4 September dan baru berakhir pada 6 September. Abu vulkanik dari aktivitas tersebut juga berdampak signifikan terhadap penerbangan di sejumlah wilayah.

Kepala Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, mengatakan bahwa potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi. Bahaya yang mungkin ditimbulkan antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi terus berlangsung.

“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III (Siaga) dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku,” tutup Siti Sumilah.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Zahratul


06 September 2026

Maneater 2 Akan Rilis pada 2027

Foto: Tripwire Interactive
www.lpmalkalam.com- Developer dan publisher Tripwire Interactive bersama co-development Demiurge Studios mengumumkan sekuel gim Maneater, yaitu Maneater 2 pada Kamis (03/09/2026) 

Maneater 2 dikabarkan akan dirilis pada 2027 untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, serta komputer pribadi (personal computer/PC) melalui Steam dan Epic Games Store. Gim ini kembali mengusung genre action, adventure, dan RPG dengan mode single-player. Dalam sekuel ini, pemain akan menjelajahi kedalaman Kerajaan Neptunus, taman hiburan, dan resor bintang lima yang menjadi tempat Kekaisaran Romawi.

Dikutip dari situs web Tripwire Interactive, Matt LoPilato, selaku Chief Executive Officer (CEO) Tripwire Interactive, mengungkapkan bahwa respons luar biasa yang diterima Maneater menunjukkan bahwa para pemain sangat menginginkan lebih banyak konten dari gim tersebut. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah menantikan kesempatan untuk menghadirkan sekuel sejati.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan teman-teman kami di Demiurge untuk menghidupkan babak selanjutnya dalam seri ini dengan Maneater 2, dan kami tidak sabar untuk berbagi lebih banyak tentang rencana kami untuk franchise ini dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Gim ini belum mendapatkan klasifikasi usia. Namun, Maneater 2 diperkirakan akan memperoleh peringkat M (Mature 17+) dari Entertainment Software Rating Board (ESRB) dan PEGI 18+ dari Pan European Game Information (PEGI).


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Zahratul

05 September 2026

Presma UIN SUNA Lhokseumawe Bantu UKT Empat Mahasiswa Yatim Piatu

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Fauzan Azima, membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi empat mahasiswa baru yang berstatus yatim piatu pada hari terakhir pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 pada Kamis (3/9/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa baru yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan. Aksi tersebut dilakukan di tengah rangkaian PBAK yang berlangsung di Gedung Serbaguna UIN SUNA Lhokseumawe.

Bantuan tersebut berawal dari renungan Fauzan mengenai perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dari renungan tersebut, ia kemudian mengetahui adanya mahasiswa baru yang telah kehilangan kedua orang tuanya dan menghadapi keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan.

“Awalnya saya memang sedang merenungkan bagaimana perjuangan orang tua dalam membiayai dan mendukung pendidikan. Dari situ saya terpanggil ketika saya mengetahui ada mahasiswa baru yang yatim piatu,” ujar Fauzan.

Menurut Fauzan, mahasiswa yang tidak memiliki orang tua harus menghadapi berbagai keterbatasan seorang diri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan. “Mereka adalah mahasiswa yatim piatu yang tidak memiliki support dana untuk kehidupan mereka, apalagi untuk membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal). Karena itu, saya merasa harus membantu,” katanya.

Fauzan juga menyampaikan bahwa untuk saat ini dirinya memprioritaskan mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk terus membantu mahasiswa lain yang mengalami masalah serupa pada masa mendatang “Saya fokus membantu mahasiswa baru dulu. Untuk ke depannya, jika ada mahasiswa lain yang menyampaikan keluhan dan kesulitan, silakan dilaporkan. Insyaallah akan kita usahakan untuk membantu,” ujar Fauzan.

Fauzan menjelaskan bahwa sumber dana untuk pembayaran UKT empat mahasiswa baru tersebut berasal dari dana pribadinya. Ia juga membuka peluang bagi pihak lain yang ingin turut berkontribusi dalam membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Zahratul


976 Maba UIN SUNA Laksanakan Pagelaran Mozaik dengan 16 Formasi

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Sebanyak 976 mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengikuti pagelaran mozaik dengan 16 formasi yang telah disusun oleh panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Lapangan Bola Ma’had Al-Jami’ah UIN SUNA pada Jumat (4/9/2026).

Jauh sebelum pelaksanaan, panitia telah mempersiapkan berbagai keperluan serta merancang 16 formasi yang akan ditampilkan dalam pagelaran mozaik. Formasi tersebut memuat sejumlah simbol, di antaranya logo UIN SUNA, logo PBAK 2026, bendera Indonesia, serta bendera dan peta Provinsi Aceh. Selain itu, panitia juga mengangkat beberapa narasi yang berkaitan dengan Nahrasiyah muda.

Koordinator Mozaik sekaligus Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Muhammad Irfan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang telah dirancang dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, tidak terdapat kendala yang berarti selama pelaksanaan kegiatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, terdapat mahasiswa baru yang sempat pingsan. Irfan mengatakan bahwa panitia telah menyiapkan tim kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama kepada mahasiswa yang membutuhkan penanganan. Apabila diperlukan, mahasiswa tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pagelaran mozaik kemudian ditutup dengan pelemparan papermob yang telah digunakan oleh mahasiswa baru. Momen tersebut turut diabadikan menggunakan drone, mulai dari saat pertunjukan berlangsung hingga sesi foto bersama mahasiswa baru, panitia, dan mentor kelompok.

Irfan berharap kegiatan pagelaran mozaik dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan UIN SUNA kepada masyarakat, terlebih kampus tersebut baru bertransformasi dari IAIN menjadi UIN. “Harapan saya agar seluruh masyarakat Provinsi Aceh lebih mengenal UIN SUNA. Jadi, bukan hanya dikenal sebagai IAIN, tetapi sekarang harus dikenal sebagai UIN Sultanah Nahrasiyah,” ujarnya.

Setelah pagelaran mozaik, kegiatan hari terakhir PBAK ditutup dengan gerakan penanaman pohon oleh masing-masing kelompok. Gerakan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak mahasiswa baru untuk turut menjaga lingkungan di sekitar kampus.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Redaksi 

03 September 2026

Mahasiswa Baru UIN SUNA Kenali Layanan Akademik dan Organisasi Kampus

Foto: Muhammad Rahul Qonzales
www.lpmalkalam.com- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe memasuki hari ketiga pada Kamis (03/09/2026). 

Rangkaian kegiatan berfokus pada pengenalan layanan akademik, organisasi kemahasiswaan, beasiswa, serta penutupan PBAK 2026. Kegiatan diawali dengan materi “Mahasiswa Mandiri: Memahami Layanan Akademik dan Kemahasiswaan” yang disampaikan Yusnidar selaku Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik. Materi tersebut membahas berbagai layanan akademik dan kemahasiswaan, termasuk informasi terkait pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa.

Selanjutnya, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa (ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang ada di UIN SUNA Lhokseumawe. Organisasi dan unit kegiatan yang diperkenalkan meliputi UKK Pramuka, UKM Lembaga Keislaman Mahasiswa (Lekisma) Al-Furqan, UKM Jipala, UKM Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam, UKK Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 109/WSU, UKK Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit 08, UKM Olahraga Silat, dan UKM Gema Insan Kampus (Gesbika).

Mahasiswa baru juga mendapatkan informasi mengenai program beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) dari Bank Indonesia (BI) dan Beasiswa Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, diperkenalkan pula Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U).

Setelah istirahat, salat, dan makan (ISOMA), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Senat Terbuka sebagai agenda penutupan PBAK 2026 pada pukul 14.00. Acara diawali dengan memasuki ruangan oleh anggota senat bersama Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh.

Pembacaan ayat suci Al-Quran disampaikan oleh Khairatun Hisan dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT). Selanjutnya, pesan dan kesan mahasiswa baru disampaikan oleh Raisa Madina Tanjung dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Program Studi Ekonomi Syariah. Komitmen mahasiswa baru kemudian dibacakan oleh Atha Ihsanul Fathin dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Program Studi Tadris Matematika (TMA).

Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Danial, kemudian menyampaikan sambutan dan arahan kepada mahasiswa baru sekaligus menandai berakhirnya rangkaian PBAK 2026. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan tanda pengenal dan pemakaian almamater mahasiswa baru oleh Rektor yang didampingi Wakil Rektor III UIN SUNA Lhokseumawe.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Muhammad Lutfi dari FUAD, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Suasana haru mewarnai penghujung acara setelah penayangan video berjudul “Perjuangan Ayah.” Momen tersebut menjadi penutup seremonial sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian PBAK 2026.


Reporter: Rozatun Navais

Editor: Redaksi

01 September 2026

Dari Peusijuek hingga Pesan Rektor: Potret Hari Pertama PBAK UIN SUNA

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe resmi dibuka pada Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna tersebut berlangsung selama tiga hari, yaitu 1–3 September 2026, dengan mengusung tema “Dari Nahrasiyah untuk Peradaban: Membangun Mahasiswa Berilmu, Berintegritas, dan Berdaya Saing Global.”

Kegiatan dibuka oleh Munawar Khalil selaku Ketua Senat UIN SUNA. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Lutfi, menyanyikan Mars UIN SUNA oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gesbika, serta laporan panitia oleh Darmadi selaku Wakil Rektor (Warek) III UIN SUNA.

Dalam laporannya, Darmadi menyampaikan, “Selamat datang Nahrasiyah muda di kampus peradaban.” Ia juga menyebutkan bahwa mahasiswa baru akan mendapatkan berbagai pengetahuan tambahan, terutama mengenai pengembangan ekoteologi, Kurikulum Cinta, serta berbagai program Kementerian Agama (Kemenag) yang berdampak.

Selanjutnya, Danial selaku Rektor UIN SUNA memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya sekadar datang ke kampus, tetapi juga membawa semangat untuk melakukan perubahan bagi dunia.

Dalam wawancara, Danial menyampaikan bahwa PBAK bertujuan agar mahasiswa mampu berpikir kritis. Selain itu, PBAK menjadi awal pembentukan karakter serta wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi. “Mahasiswa terlihat sangat antusias dalam PBAK. Diharapkan kalian, kakak, bisa membantu menjaga semangat mereka agar menjadi manusia yang berdampak,” ujarnya.
Foto: Putri Ruqaiyah
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi peusijuk (tepung tawar) dan pemasangan badge kepada mahasiswa baru oleh Rektor dan Warek III, yang disertai lantunan selawat Nabi.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah pemateri. Iskandar menyampaikan materi bertema “Menuju Kampus Peradaban: Berbasis Pendidikan, Inklusif, dan Berdaya Saing Global”. Materi selanjutnya mengenai pencegahan kekerasan seksual disampaikan oleh Malahayati selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN SUNA.

Dalam pemaparannya, Malahayati menyampaikan, “Di sini kita bisa saling menjaga agar tindakan kekerasan seksual tidak pernah terjadi, terutama di lingkungan kampus kita.” Ia juga menyarankan mahasiswa yang merasa tidak aman dan tidak nyaman untuk melapor kepada pihak yang dapat memberikan perlindungan serta mengarahkan mereka ke jalan yang tepat.

Tidak hanya itu, hari pertama PBAK juga menghadirkan materi “Moderasi Beragama dalam Kehidupan Mahasiswa” yang disampaikan oleh Munawar Rizki Jailani. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ISHOMA.

Rangkaian kegiatan berikutnya diisi oleh pemateri dari Kepala Kejaksaan Tinggi Lhokseumawe dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lhokseumawe. Rangkaian kegiatan hari pertama PBAK UIN SUNA Lhokseumawe selesai pada pukul 17.00 WIB.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Zahratul

31 Agustus 2026

Merajut Rasi, Memeluk Mimpi

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com- Sejak kecil, Launa selalu menatap langit malam dari jendela kamarnya yang sempit, menghitung bintang seolah sedang merajut masa depannya sendiri. Baginya, setiap kerlip di atas sana adalah janji sebuah cita-cita yang harus ia gapai suatu hari nanti.

Memiliki tekad yang bulat adalah modal utamanya untuk terbang tinggi dan menggapai kesuksesan yang awalnya terasa mustahil. Namun, kenyataan tidak seindah hamparan rasi bintang di langit. Pintu studio seninya terkunci pagi itu, menyisakan tumpukan surat tagihan sewa yang belum dibayar. Fase keterpurukan, kelelahan, dan rasa tidak mampu menjadi ujian batin yang nyata dalam perjuangannya. Di depan pintu terkunci inilah keraguan sering kali berbisik, mencoba meyakinkan Launa bahwa impian yang sedang dikejarnya hanyalah sebuah khayalan yang terlalu tinggi. 

Langkah kaki yang tergesa memecah keheningan koridor saat Kafka, sahabat sekaligus rekan kerjanya, datang dengan napas memburu dan tertegun melihat segel merah di gagang pintu. "Lau... mereka benar-benar menguncinya?" tanya Kafka dengan suara bergetar.

Launa menyerahkan selembar kertas tagihan sewa kepada Kafka yang membacanya dengan tangan gemetar. Kafka bersandar pada dinding koridor yang dingin, tampak putus asa. "Mungkin ini tanda kalau kita harus berhenti, Lau. Kita sudah mencoba segalanya selama setahun ini, tapi hasilnya? Ambisi kita mungkin terlalu muluk." 

Namun, saat menatap kembali kertas di tangan sahabatnya, sebersit kilat keteguhan muncul di mata Launa. Ia sadar badai keputusasaan ini bukan tanda baginya untuk berhenti, melainkan gerbang menuju keteguhan hati. "Tidak, Kaf. Kegagalan atau kesalahan langkah ini adalah hal biasa yang harus kita evaluasi, bukan ditangisi," balas Launa mantap sambil menepuk pundak Kafka. 

"Setiap peluh yang menetes dan waktu yang kita korbankan selama ini adalah investasi berharga. Studio ini mungkin dikunci hari ini, tapi kreativitas kita tidak bisa dipenjara. Kita belum kalah, Kaf." 

Mendengar ketegasan Launa, perlahan garis-garis keputusasaan di wajah Kafka mengendur hingga sebuah senyuman tipis muncul di bibirnya, "Kamu benar. Rasi bintang yang kita rancang sejak dulu tidak boleh redup hanya karena satu tagihan ini." 

Pada akhirnya, waktu membuktikan bahwa Launa yang memilih bertahan tidak akan lagi merasa kecil di tengah luasnya dunia. Kerja keras yang dievaluasi bersama Kafka perlahan membuahkan hasil hingga karya seni mereka mulai dikenal luas. Cita-cita yang awalnya terasa sejauh jutaan tahun cahaya, kini berubah menjadi realitas yang berhasil digenggamnya. Menatap masa depan yang cerah, jiwa tangguh Launa tersenyum menyadari bahwa perjuangan panjangnya selama ini telah membuahkan hasil.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Chalisa Najla Safira

29 Agustus 2026

Hasrat akan Kebaruan

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com-

Hidup tetap berjalan lumrah

Melakukan hal-hal yang sudah kaprah

Sejak fajar menyingsing hingga larut senja

Tetap tak ada yang berbeda


Rasanya hampa

Seperti tidak hidup di dua dunia

Tidak sedih dan tidak juga senang

Hanya kosong yang dirasa secara berulang-ulang


Mungkin karena sudah terlalu lama menetap dalam nestapa

Hingga sukacita terlihat biasa sahaja

Mencoba berontak dari dekapan suasana yang membeku

Agar menjemput hidup yang baharu


Berhasrat akan kebaruan

Agar hidupnya sebuah tujuan

Sudah seyogianya seperti itu

Agar jiwa tak lagi terbelenggu


Penulis: Rizky Ramadhani

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.