Portal Berita Al-Kalam

BMKG Deteksi Titik Panas di Tiga Provinsi, Asap Karhutla Diperkirakan Mulai Memasuki Aceh

Foto: MODUSACEH.CO www.lpmalkalam.com- Kondisi udara di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, terpanta...

HEADLINE

Latest Post

15 Oktober 2026

BMKG Deteksi Titik Panas di Tiga Provinsi, Asap Karhutla Diperkirakan Mulai Memasuki Aceh

Foto: MODUSACEH.CO

www.lpmalkalam.com- Kondisi udara di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, terpantau berkabut pada Rabu (14/10/2026).

Kabut tersebut diduga berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi mulai memasuki wilayah Provinsi Aceh berdasarkan pemantauan satelit Himawari.

Prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Malikussaleh, Hesty Fauziah, menjelaskan bahwa sebaran asap bergerak mengikuti pola angin dari arah timur ke tenggara. Menurutnya, fenomena ini berkaitan dengan transboundary haze, yaitu pergerakan asap lintas wilayah dari Sumatra hingga ke Semenanjung Malaya dan Singapura.

“Berdasarkan sebaran asap yang terdeteksi oleh satelit Himawari, asap sudah memasuki wilayah Aceh karena terdapat transboundary haze dari Sumatra ke Semenanjung Malaya dan Singapura, dengan pergerakan angin dari timur ke tenggara. Namun, asal asap tidak mutlak hanya dari Papua,” ujar Hesty dikutip dari MODUSACEH.CO.

Hesty mengungkapkan bahwa titik panas (hotspot) paling banyak ditemukan di luar Aceh, yakni di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama udara masih berasap. “Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kesehatan, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh,” imbaunya.


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira


Perdana: Fasya UIN SUNA Gelar Syariah Fair

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan Syariah Fair 2026 di halaman fakultas setempat selama dua hari pada Rabu–Kamis (14–15/10/2026).

Dengan mengusung tema “Empowering Young Generation Through Competition and Innovation,” kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1, Iskandar, yang juga turut didampingi oleh petinggi kampus, fakultas, dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Dalam penyampaian kata sambutan Iskandar menegaskan bahwa Syariah Fair ini dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh fakultas yang disebutkan. Melalui informasi yang didapat, Syariah Fair ini bertujuan sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berkompetisi, khususnya dalam bidang akademik, hukum, dan keislaman.

Selain itu, selama kegiatan berlangsung panitia pelaksana juga menyelenggarakan  berbagai cabang lomba dengan klasifikasi peserta yang telah ditentukan. Cabang lomba tersebut meliputi debat hukum, tahfiz, pidato, nasyid akapela yang dapat diikuti oleh kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat. Bagi para mahasiswa, para panitia juga mengadakan lomba karya tulis ilmiah yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa yang ada di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. 

Menurut keterangan Ketua panitia, Rizka Amalia diketahui bahwa terdapat 120 peserta dari berbagai sekolah. Ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat berprestasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpeserta. Ia juga berharap Syariah Fair 2026 dapat melahirkan generasi muda yang inovatif dan berintegritas.


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi


13 Oktober 2026

Pemadaman Karhutla di Kalimantan Masih Berlanjut, Pemerintah Perkuat Penanganan

Foto: AntaraNews
www.lpmalkalam.com- Pemerintah bersama petugas dan relawan terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan pada Senin (12/10/2026). 

Menurut DetikKalimantan, Kementerian Kehutanan mencatat 793 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia hingga 10 Oktober 2026. Sebanyak 288 titik berada di Kalimantan Tengah, 44 titik di Kalimantan Barat, dan 28 titik di Kalimantan Selatan.

ANTARA News melaporkan bahwa pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dilakukan dengan bantuan helikopter. Petugas menghadapi kendala berupa kabut asap, akses menuju lokasi yang sulit, dan kondisi lahan gambut.

Berdasarkan informasi dari Multimedia Center Kalimantan Tengah pada Senin (12/10), tercatat 3.908 titik panas dan 62 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 64,82 hektare dalam periode 24 jam hingga pada Minggu (11/10).

Di Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan koordinasi penanganan karhutla di sepuluh kabupaten/kota. Menurut ANTARA News Kalimantan Timur pada Selasa (6/10), tercatat 1.964 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 7.952 hektare selama periode 1 Agustus hingga 5 Oktober 2026.

Di Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran meminta pengerahan alat berat untuk membuat saluran air guna mendukung penanganan kebakaran di Kabupaten Kotawaringin Barat. Informasi tersebut dilaporkan oleh Multimedia Center Kalimantan Tengah “Segera tempatkan ekskavator ke sini, buat kanal atau saluran air di sekitar lokasi untuk mendukung penanganan kebakaran,” ujar Agustiar Sabran.

Sementara itu, ANTARA News pada Selasa (6/10) melaporkan bahwa Kalimantan Barat memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga pada Minggu (18/10). Perpanjangan status tersebut berkaitan dengan penanganan kebakaran yang masih berlangsung dan ancaman kabut asap.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

12 Oktober 2026

Sinkhole Ancam Lahan Warga, Masyarakat Pondok Balik Bangun Talang Air secara Swadaya

Foto: Tribun Gayo

www.lpmalkalam.com- Warga Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, bergotong royong membangun talang air secara swadaya untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan sinkhole pada Senin (12/10/2026).

Pembuatan talang air tersebut digagas oleh Oka Basuki sebagai salah satu upaya untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan terdampak. Langkah ini dilakukan di tengah perubahan kondisi tanah di sekitar lokasi sinkhole.

Warga berupaya mengarahkan aliran air agar tidak langsung menuju kawasan yang rawan mengalami pergerakan tanah. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Desa Pondok Balik juga mendapat bantuan dari warga kampung lain yang turut bergotong royong membangun talang air tersebut.

Berdasarkan laporan TribunGayo, sekitar 15 hektare lahan pertanian dan perkebunan warga telah terdampak sinkhole. Sedikitnya 30 kartu keluarga (KK) yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan turut merasakan dampaknya.

Reje Pondok Balik, Aliono, mengatakan bahwa kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama warga yang tinggal dan berkebun di sekitar lokasi. Suara guguran tanah dari kawasan sinkhole menjadi salah satu hal yang membuat warga semakin waspada.

“Yang pertama itu kewas-wasan masyarakat. Sebagian kebun, ladang, ataupun rumah warga yang berdekatan merasa takut dan trauma setiap kali mendengar suara guguran atau longsoran dari lokasi sinkhole tersebut,” ujar Aliono, Senin (12/10/2026), dikutip dari TribunGayo.

Selain mengancam lahan pertanian dan perkebunan, kondisi tersebut juga berdampak terhadap perekonomian warga. Kecamatan Ketol dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil cabai di Aceh Tengah. Namun, terganggunya akses jalan membuat petani harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk mengangkut hasil panen.

Jalur alternatif tersebut memiliki jarak sekitar 10 kilometer dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Jarak tempuh yang bertambah menyebabkan biaya angkutan hasil pertanian meningkat dan turut memengaruhi harga jual cabai di tingkat petani.

Aliono menyebutkan bahwa harga cabai yang sebelumnya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram kini dapat turun menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram. Menurutnya, peningkatan biaya angkutan akibat terganggunya akses jalan turut memengaruhi harga jual hasil panen.

Pembangunan talang air dilakukan warga secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dari kampung lain. Talang air tersebut dibuat untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan sinkhole yang mengancam lahan pertanian dan perkebunan warga.

Badan Geologi sebelumnya menjelaskan bahwa air yang meresap ke dalam tanah dapat meningkatkan kejenuhan tanah dan memengaruhi kestabilan lereng. Faktor tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penanganan kawasan yang mengalami kerentanan tanah.


Reporter: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Redaksi

Mahasiswa Baru UIN SUNA Diajak Jelajahi Fasilitas dan Koleksi Perpustakaan

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Duta Baca 2026 Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan User Education of Library bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Perpustakaan UIN SUNA selama dua hari pada Kamis (8/10/2026) dan Senin (12/10/2026).

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua hari kunjungan. Pada hari pertama, sesi pertama diikuti mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pukul 14.00 WIB. Sementara itu, sesi kedua diikuti mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta Fakultas Syariah dan Hukum (FASYA) pukul 15.00 WIB.

Pada hari kedua, kegiatan diikuti mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang terbagi menjadi dua sesi, masing-masing dimulai pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB.

Sebelum memasuki ruangan, peserta diarahkan untuk mengisi daftar hadir. Selanjutnya, peserta memasuki aula lantai tiga perpustakaan secara bergiliran sesuai dengan jadwal sesi masing-masing.

Kepala Perpustakaan UIN SUNA, Nurjannah, menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan membaca buku, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan. Ia turut menekankan perbedaan antara membaca buku dan karya ilmiah untuk menambah pengetahuan dengan membaca notifikasi pesan yang hanya memberikan informasi. “Jika kita ingin menjadi orang hebat dan terkenal hanya satu pilihan, yaitu dengan cara membaca,” ujarnya.

Selain mendapatkan arahan dari Kepala Perpustakaan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai koleksi serta pemanfaatan sumber informasi yang tersedia di Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe.

Salah seorang mahasiswa baru, Hayatun Mailiza, mengungkapkan bahwa ketersediaan koleksi buku dari dalam dan luar negeri membantunya dalam menyelesaikan tugas akademik serta membandingkan berbagai perspektif. Menurutnya, layanan baca di tempat dan peminjaman buku juga memudahkannya mempelajari materi secara mandiri, termasuk memperluas pengetahuan di bidang lain, seperti psikologi.

“Perpustakaan memudahkan saya meminjam buku dan membacanya di rumah, sehingga saya bisa memperluas pemahaman secara mandiri dan bertahap,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru turut diajak berkeliling untuk melihat fasilitas dan koleksi buku yang tersedia. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Duta Baca terkait layanan maupun fasilitas perpustakaan yang belum dipahami.

Duta Baca 2026, Rifka Tanzila, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan.

“Saya sendiri berharap semoga perpustakaan menjadi wadah baru untuk perkembangan ilmu mereka dan mahasiswa juga bisa sangat memanfaatkan perpustakaan sebagai alat bantu untuk menambah ilmu mereka,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan peserta ke berbagai fasilitas dan koleksi perpustakaan.


Reporter: Nuraisyah Br Siagian (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira


Antrian Mobil Pengangkut Barang Sampai ke Bahu Jalan

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Masyarakat terlihat mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cunda pada Senin (12/10/2026) pukul 17.00 WIB. Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat cukup panjang hingga mencapai bahu jalan dan menyebabkan kemacetan.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi

10 Oktober 2026

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

Foto: Kompas.com

www.lpmalkalam.com- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (6/10/2026). 

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi asap kiriman dari provinsi lain, terutama Sumatera Selatan dan Jambi, di tengah meningkatnya jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaan mengenai kabut asap pekat yang menyelimuti Pekanbaru pada Kamis (8/10).

Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Warjono, mengatakan bahwa kabut asap yang menyelimuti Riau merupakan kiriman dari wilayah lain.

“Kabut asap di Riau (kiriman) dari provinsi sebelah bagian selatan,” kata Warjono saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa.

Sementara itu, jumlah titik panas di Pulau Sumatera mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan Kompas.com, jumlah titik panas yang terdeteksi pada Rabu (7/10) mencapai 4.845 titik, meningkat dari sebelumnya sebanyak 3.157 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 3.847 titik. 

Titik panas atau hotspot merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang relatif tinggi dan dapat berkaitan dengan kebakaran hutan maupun lahan. Meskipun demikian, keberadaan titik panas tidak selalu memastikan terjadinya kebakaran sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, sebanyak 3.311 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut dalam periode 24 jam hingga Kamis (8/10/2026) pukul 06.00 WIB. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 2.063 titik, disusul Kabupaten Musi Banyuasin dengan 643 titik. Dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaan mengenai 3.311 titik panas yang terdeteksi di Sumatera Selatan dan Kabupaten OKI sebagai wilayah dengan titik panas terbanyak pada 9 Oktober 2026.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, membenarkan data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel.

“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel total ada 3.311 titik panas (hotspot) di wilayah Sumsel,” kata Sudirman, Jumat (9/10/2026).

Tingginya jumlah titik panas di Sumatera Selatan menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan berpotensi menyebabkan asap menyebar ke daerah lain. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan penanganan karhutla secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.


Penulis: Zilfira

Editor: Redaksi

09 Oktober 2026

HMPS BKPI UIN SUNA Gelar Seminar Art Healing, Bantu Mahasiswa dan Siswa Hadapi Stres serta Overthinking

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar Art Healing bertema “Saat Seni Menjadi Teman: Art Healing untuk Menghadapi Stres dan Overthinking” di Lantai 3 Gedung Aula FTIK pada Kamis (8/9/2026) pukul 14.00 - selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) BKPI, Russy Ranggayoni, Sekretaris Program Studi (Sekprodi) BKPI, Dwi Dinda Sari, serta peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa sekolah menengah atas (SMA) serta sekolah menengah kejuruan (SMK) dari wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara. Seminar tersebut menghadirkan Yara Andita Anatasya sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Master of Ceremony (MC), Uswatun Lavida, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan ketua panitia oleh Imam Qusairi, sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Russy Ranggayoni selaku Kaprodi BKPI, dan pembacaan doa oleh Rivaldi Adraka. Setelah itu, dilakukan penyerahan sertifikat dan cendera mata kepada pemateri, Yara Andita Anatasya.

Acara inti dipandu oleh Syifa Az-Zahra Cheesy selaku moderator bersama Yara Andita Anatasya sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Yara menyampaikan sejumlah pesan kepada para peserta. “Setiap orang itu punya masalah pribadinya sendiri. Bagi kita, mungkin itu hal yang sepele, tetapi bagi yang mengalami masalah itu sendiri, sangatlah berat. Ada beberapa karakter yang memang sulit untuk melewati fase tersebut, tetapi mau tidak mau kita harus menjalani dan melewati fase-fase tersebut,” ujarnya.

Peserta seminar juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada pemateri dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta. Selain itu, pemateri memandu sesi menulis jurnal (journaling) bersama sebagai bagian dari kegiatan seminar.

Dalam wawancara langsung, Ketua Panitia, Imam Qusairi, menyampaikan pandangannya mengenai kegiatan tersebut. “HMPS BKPI tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga hadir memberikan manfaat, kepedulian, dan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan kuat menghadapi masa depan,” ujarnya.


Reporter: Cut Saputri

Editor: Chalisa Najla Safira

07 Oktober 2026

HMPS EDSA Gelar Multimedia Speech Competition Tarbiyah Fair

 

Foto: Rozatun Navais

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris (TBI) English Development Student Association (EDSA), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Multimedia Speech Competition di Aula Lantai 3 Gedung Perpustakaan kampus setempat pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Utilizing Visual Media to Make the Message More Engaging, Creative, and Easy to Understand.”

Acara tersebut menghadirkan Ketua Jurusan (Kajur) TBI Zurriyati, Sekretaris Jurusan (Sekjur) TBI Khairun Nasir, Polyglot Indonesia Chapter Lhokseumawe Kenzy Luthfy Syahrial, Arta Baca Teuku Ikhsan Sabri, dan Cendikia Foundation Wasliyatul Hasanah.

Rangkaian acara dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Ulifiana Zikhra dan Wilda Rahmatillah. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Rafa Ananda, dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Muhammad Hafidh, sambutan Ketua HMPS EDSA Ayu Diani Syariah, serta sambutan sekaligus pembukaan lomba Multimedia Speech Competition oleh Kajur TBI. Acara kemudian ditutup dengan doa dan dokumentasi foto bersama.

Sebelum memasuki ajang perlombaan, Penanggung Jawab (PJ) acara Multimedia Speech Competition, Rahmah Sarita, memberikan penjelasan mengenai teknis penilaian lomba. Selanjutnya, lomba dilaksanakan dengan penampilan peserta sesuai nomor undian.

Sebanyak 13 peserta mengikuti perlombaan tersebut yang merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah. Peserta terdiri atas satu perwakilan Ummul Aiman, dua perwakilan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lhokseumawe, dua perwakilan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Syamsudduha, tiga perwakilan MAS Ulumuddin, dua perwakilan MAS Mataqu, dan tiga perwakilan SMAN 2 Lhokseumawe.

Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking peserta, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan menggunakan multimedia dalam menyampaikan ide.

Ketua panitia Multimedia Speech Competition, Muhammad Hafidh, dalam laporannya menyampaikan, “Semoga dengan adanya perlombaan ini, peserta dapat menggunakan multimedia dengan baik untuk menyampaikan gagasan yang akan disampaikan.”


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Chalisa Najla Safira


06 Oktober 2026

Tarbiyah Fair ke-4 Digelar, Wadah Kreativitas dan Bakat Pelajar serta Mahasiswa

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Tarbiyah Fair ke-4 di Aula dan halaman FTIK pada (6/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Semangat Tarbiyah dalam Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter, Kreatif, dan Inspiratif” dan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026.

Pembukaan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.30 WIB mengalami perubahan karena hujan. Rangkaian pembukaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB di Aula FTIK.

Rangkaian pembukaan dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Uswatul Lavida dan Syifa Az-Zahra Cheesy. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Mars UIN SUNA.

Selanjutnya, acara diisi dengan laporan Ketua Panitia Agustria Asria Dewi, sambutan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK Muhammad Agha A, serta sambutan dari pimpinan FTIK UIN SUNA. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan Qiraatul Qutub yang diselenggarakan oleh HMPS Bahasa Arab. Perlombaan tersebut dilaksanakan di Aula FTIK dan dilanjutkan setelah waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Sementara itu, lomba vocal solo yang diselenggarakan oleh DEMA FTIK dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Ketua Panitia Tarbiyah Fair ke-4, Agustria Asria Dewi, mengatakan peserta kegiatan berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa. Peserta dari kalangan siswa meliputi jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat, sedangkan peserta dari kalangan mahasiswa berasal dari HMPS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). “Semoga acara ini lancar dan tidak terjadi kesalahan dari hari ini hingga dua hari ke depan. Semoga cuacanya juga mendukung dan tidak hujan lagi seperti hari ini,” ujar Agustria.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan bakat para peserta. “Tujuan kegiatan ini adalah mengasah kreativitas berpikir para peserta dan menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan serta menghasilkan bakat yang mereka miliki,” ujarnya.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.