Portal Berita Al-Kalam

HMPS KPI UIN SUNA Gelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif

Foto: Muhammad Rahul Gonzales www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas I...

HEADLINE

Latest Post

29 September 2026

HMPS KPI UIN SUNA Gelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif di Aula Lantai III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pada Selasa (29/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bangkitkan Inspirasi dengan Kreasi” tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang desain grafis dan pembuatan video, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan di luar bidang akademik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Prodi) KPI Zanzibar, Sekretaris Jurusan (Sekjur) KPI Riza Mirza, Dekan FUAD Mahdi, serta mahasiswa FUAD dari sejumlah program studi, yakni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat yang dibawakan oleh Syahru Ade. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dipandu oleh Uswatun Husqa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Sahria Putra, sambutan Ketua Umum HMPS KPI Arif Firmanda, serta sambutan Ketua Prodi KPI Zanzibar. Setelah itu, Dekan FUAD Mahdi menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Willy Surya Prayoga, S.Sn., CLMT., MLTT dan Juanda, S.I.Kom. Keduanya memberikan materi mengenai komunikasi visual, khususnya desain grafis dan produksi video.

Materi yang disampaikan mencakup desain grafis beserta komponen-komponennya, serta pembahasan mengenai videografi dan sinematografi. Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya visual yang komunikatif dan menarik.

Dekan FUAD Mahdi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak hanya diperoleh melalui proses pembelajaran di dalam kelas.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga perlu dibekali dengan keterampilan di luar akademik. Kegiatan seperti pelatihan desain grafis dan video kreatif dinilai dapat membantu menyeimbangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan. “Pengalaman tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan di luar kampus sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Mahdi.

Sementara itu, Zanzibar menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat sebagian orang menganggap pekerjaan desain menjadi lebih mudah. Namun, menurutnya, proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain tetap memiliki nilai tersendiri. “Padahal, dalam mendesain sesuatu, setiap racikan warna yang kita pilih memberikan kepuasan tersendiri,” ujarnya.


Reporter: M. Rahul Gonzales dan Rizky Ramadhani

Editor: Redaksi


FUAD Festival 2026 Digelar di Halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN SUNA

Foto: Zahratul
www.lpmalkalam.com- Organisasi mahasiswa (ormawa) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan FUAD Festival 2026 di halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah pada Selasa (29/9/2026).

Mengusung tema “Membangun Generasi Intelektual, Spiritual, dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan dibuka oleh pembawa acara (MC), yaitu Keysha Alea Wahdini dan Fajar Kacea. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pementasan Tari Ranup Lampuan yang dibawakan oleh Gesbika, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat.

Rangkaian pembukaan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, laporan panitia, serta sambutan dari DEMA FUAD dan Dekan FUAD. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan festival secara bersama-sama. Suasana kemudian semakin meriah dengan penampilan kelompok musik Beudeubok.

Salah satu lagu yang dibawakan Beudeubok adalah “Tarek Pukat”, yang mendapat perhatian dari peserta dan pengunjung festival dengan nuansa musik khas Aceh.

Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Muhammad Luthfi, dilanjutkan dengan foto bersama.

Sejumlah perlombaan digelar dalam festival tersebut, di antaranya storytelling, Aceh Heritage Storytelling, Fahmil Qur’an, resensi buku, dan videografi.

Selain perlombaan dan pertunjukan seni, FUAD Festival 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai stan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan. Sejumlah stan menawarkan makanan dan minuman kekinian, sementara stan lainnya menyediakan berbagai aksesori, termasuk gelang, yang dapat dibeli oleh pengunjung.

FUAD Festival 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Kapolres Lhokseumawe, Fresh Care, Pertamina Hulu Energi, DPRK Lhokseumawe, Rumah Sakit ABY, dan Bank Aceh.

Pada Selasa (29/9/2026), salah satu perlombaan yang dijadwalkan berlangsung adalah Aceh Heritage Storytelling yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga sore hari.

Ketua Panitia FUAD Festival 2026, Andiani, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. “Harapannya ke depan, kegiatan ini dapat membangun generasi muda dalam mengembangkan minat dan bakat mereka,” ujar Andiani.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan membutuhkan proses dan kerja sama yang besar dari berbagai pihak agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. “Proses berlangsungnya kegiatan ini sangat besar dan membutuhkan kerja sama yang baik agar tujuan kegiatan dapat berhasil,” ujarnya.


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

Ditemukan Satu Korban Tewas KM Virgo Transport 8 pada Hari Ke-16

Foto: Wikipedia
www.lpmalkalam.com- Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 pada hari ke-16 pelaksanaan operasi pencarian sejak kapal kargo penumpang tersebut terbalik di perairan Laut Jawa pada Senin (28/09/2026).

KM Virgo Transport 8 dilaporkan menghadapi musibah saat belayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/09/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah sempat mengalami kemiringan dan hilang kontak. Kapal membawa muatan total 243 orang termasuk penumpang dan awak kapal serta 89 unit kendaraan.

Penemuan satu jenazah terbaru pada Senin ini langsung dievakuasi ke posko terdekat untuk diidentifikasi lebih lanjut oleh tim medis, sementara tim gabungan terus memaksimalkan pencarian di perairan Laut Jawa dengan memantau kondisi cuaca dan gelombang laut.

Hingga Senin (28/09/2026), sebanyak 68 orang yang masih dalam pencarian. Mengingat masih banyaknya korban yang belum ditemukan, Basarnas secara resmi memperpanjang operasi pencarian selama tujuh hari ke depan mulai pada Sabtu.

Sementara dua jenazah yang ditemukan pada hari Minggu telah dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter. Kedua jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk di identifikasi lebih lanjut.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Chalisa Najla Safira

27 September 2026

Klarifikasi dari Istana: Presiden Prabowo Tegaskan Hormati Pakar Usai Sentilan 'Saking Pintarnya Jadi Goblok' Viral

Foto: BMPI Setpres
www.lpmalkalam.com- Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi terbuka terkait pernyataan kontroversialnya yang sempat menyindir kalangan akademisi beberapa waktu lalu. Di hadapan puluhan akademisi dan pakar yang diundang ke Istana Merdeka, Kepala Negara menegaskan komitmennya bahwa pemerintah sangat menghormati sekaligus membutuhkan masukan dari para pakar. Pertemuan formal untuk berdiskusi dan meluruskan opini publik yang berkembang di media sosial tersebut sengaja digelar pada Kamis (24/09/2026).

Dalam forum resmi yang turut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mencurahkan pandangannya mengenai potongan video pidatonya yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menilai ada pihak tertentu yang sengaja memelintir ucapannya guna membangun narasi bahwa dirinya anti terhadap kaum intelektual.

"Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," ujar Presiden Prabowo di depan para tamu akademisi.

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa kebiasaan berdiskusi dan menyerap ilmu dari para ahli merupakan kunci sukses perjalanan kariernya, bahkan sejak dirinya masih aktif sebagai perwira militer di medan tugas.

Polemik ini berakar dari pidato politik yang disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/09/2026). Saat itu, ungkapan tajam sang presiden langsung memicu perdebatan sengit di ruang publik. "Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok," cetus Prabowo dalam pidatonya sepekan lalu.

Melalui pertemuan di Istana, mantan menteri pertahanan ini meluruskan bahwa kekesalannya kala itu bukan ditujukan kepada seluruh akademisi. Sindiran tersebut dialamatkan khusus kepada oknum pengamat yang dinilainya melayangkan kritik tanpa dasar data yang jujur, atau cenderung mengarah pada tudingan tidak tepat dan fitnah.

Alih-alih larut dalam tensi politik, agenda utama pertemuan di Istana Merdeka tersebut justru difokuskan untuk mencari formula ilmiah (scientific solution) dalam penanganan isu lingkungan makro. Presiden Prabowo mengumpulkan sedikitnya 22 pakar dan akademisi senior untuk membedah masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta tata kelola lahan gambut.

Secara terbuka, Kepala Negara meminta masukan konkret berbasis sains dari para ahli terkait tiga poin krusial:
  1. Metode pencegahan kebakaran hutan yang paling efektif dan efisien.
  2. Formula perlindungan sekaligus pemulihan kawasan ekosistem gambut nasional.
  3. Peluang pemanfaatan lahan gambut agar tetap produktif bagi ekonomi masyarakat tanpa merusak fungsi alam.
Langkah taktis mengundang para akademisi ini dinilai banyak pihak sebagai sinyal positif bahwa Istana tetap membuka pintu lebar-lebar bagi kajian ilmiah yang objektif untuk memperkuat perumusan kebijakan publik ke depan.


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

26 September 2026

Belajar dari Nala dan Orang Tuanya untuk Berhenti Menuntut Anak Langsung Pintar dengan Membangun Kecanduan Positif akan Ilmu

Foto: VisiNews
www.lpmalkalam.com- Konsistensi kecerdasan luar biasa Nala, seorang anak yang sejak usia 3 tahun hingga kini terus menginspirasi publik karena menguasai sains tingkat lanjut, merupakan bukti nyata keberhasilan pola asuh berbasis growth mindset tanpa tekanan.
 
Melalui berbagai wawancara publik, Nala menegaskan sebuah realitas penting, bahwa kecerdasannya bukan sekadar keajaiban genetik instan, melainkan hasil dari kedua orang tuanya. Kisah ini menjadi kritik tajam sekaligus tamparan bagi sistem pendidikan tradisional kita yang sering kali mereduksi arti "pintar" hanya sebatas angka di atas kertas.

Di tengah fenomena orang tua modern yang terjebak ambisi akademis sempit, seperti memaksa anak usia dini menghafal demi gengsi, orang tua Nala justru berfokus membangun kecanduan positif akan ilmu.

Berdasarkan diskusi mereka bersama Sabrina Anggraini di YouTube, rahasia utamanya terletak pada validasi, atau rasa ingin tahu anak. Ketika Nala tertarik pada konsep rumit di usia balita, orang tuanya tidak mendikte, melainkan memfasilitasi ruang eksplorasi dan memosisikan diri sebagai mitra belajar yang setara.
 
Pada akhirnya, apresiasi luas dari institusi medis seperti Mandaya Hospital Group membuktikan bahwa anak yang  dididik memahami konsep esensial memiliki daya adaptasi yang lebih unggul dibandingkan dengan sistem hafalan. Tugas orang tua adalah menjaga rasa ingin tahu anak melalui lingkungan keluarga yang suportif alih-alih menuntut hasil yang instan.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Zahratul

Menjelajah Pulau St. Amelia, Game SILENT HILL: Townfall Siap Dimainkan

Foto: KONAMI
www.lpmalkalam.com- KONAMI bersama Annapurna Interactive merilis game SILENT HILL: Townfall pada Kamis (24/09/2026).

Game ini dikembangkan oleh Screen Burn Interactive dan tersedia untuk PlayStation 5, Steam, serta Epic Games Store. SILENT HILL: Townfall merupakan game bergenre Action, Adventure, Horror, First-Person, dan Psychological Horror.

Pemain akan mengikuti kisah Simon Ordell yang berada di sebuah pulau bernama St. Amelia. Permainan berfokus pada eksplorasi, pemecahan teka-teki, serta menghadapi berbagai ancaman. Game menggunakan sudut pandang orang pertama dan mengambil latar Skotlandia pada 1996. Suasana permainan dibangun melalui lingkungan yang gelap, kabut, serta berbagai misteri yang berkaitan dengan masa lalu karakter utama.

Data yang tercatat pada halaman SteamDB menunjukkan adanya 6.239 pemain yang sedang bermain saat data diperbarui. Game juga mendapatkan ribuan ulasan dari pemain dengan status “Mixed”.

“Fear the truth behind the static” menjadi salah satu kalimat promosi yang digunakan KONAMI untuk menggambarkan misteri dalam game tersebut. Dengan menggabungkan horor psikologis, eksplorasi, dan teka-teki, SILENT HILL: Townfall menjadi salah satu rilisan terbaru dalam franchise SILENT HILL.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

24 September 2026

Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda Dimakamkan di Pandeglang

Foto: Sumber indozone.id
www.lpmalkalam.com- Jenazah Sukarman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sempat hilang kontak di perairan Selat Sunda, tiba di Kabupaten Pandeglang, Banten, dan kemudian dimakamkan di kampung halamannya pada Kamis (24/09/2026).

Dilansir dari ANTARA Bengkulu, jenazah Sukarman tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 07.35 WIB setelah diterbangkan dari Bengkulu menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6817.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah dijemput oleh Bupati Pandeglang Dewi Setiani. Jenazah kemudian dibawa ke fasilitas Human Remains Transit Lounge untuk menjalani proses serah terima dari pihak Polda Bengkulu.

Setelah proses tersebut selesai, jenazah langsung dibawa ke kediaman keluarga di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang, Kampung Pagedongan, tempat jenazah Sukarman dimakamkan.

Menurut RRI, Sukarman merupakan ABK KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026. Kapal tersebut saat itu membawa rombongan lima jurnalis yang tengah melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sukarman kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah jasadnya terdampar di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah melalui proses identifikasi, jenazah dipastikan merupakan Sukarman, salah satu ABK KM Arupadhatu 1 yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Pemulangan hingga pemakaman jenazah menjadi akhir dari proses pencarian terhadap Sukarman yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut kehilangan kontak di perairan Selat Sunda.


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

Daratan Baru Seluas Puluhan Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau

Foto: Sumber Kompas Regional
www.lpmalkalam.com- Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare dilaporkan muncul di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Informasi mengenai kemunculan daratan tersebut disampaikan Badan Geologi pada Kamis (24/9/2026).

Badan Geologi mencatat adanya penambahan luas daratan akibat material vulkanik yang terus menumpuk di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, SS Rita Susilawati, menyebut penambahan luas daratan tersebut mencapai 32,8 hektare.

Kemunculan daratan baru itu terjadi secara bertahap seiring dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Material hasil erupsi yang keluar dan terbawa ke sekitar kawasan gunung api kemudian mengalami penumpukan hingga membentuk permukaan daratan baru.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengubah bentuk kawasan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, kemunculan daratan baru tersebut belum dapat dipastikan sebagai awal terbentuknya gunung api baru.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan perkembangan daratan tersebut masih harus terus dipantau oleh petugas. "belum ada kepastian sebagai cikal bakal gunung api baru," Ujarnya.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik serta perubahan bentuk daratan yang terbentuk akibat akumulasi material erupsi. Kondisi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, berdasarkan informasi pemantauan yang diberitakan Liputan6, status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level II atau Waspada. Meskipun aktivitas gunung api mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta untuk tidak mendekati kawasan kawah dalam radius 2 kilometer.

Petugas terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk perkembangan daratan baru yang terbentuk di sekitar kawasan tersebut. Masyarakat dan pengunjung juga diimbau untuk mematuhi batas aman yang telah ditetapkan guna menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Redaksi

Insiden Family Gathering FEBI, Panitia Ungkap Kronologi dan Evaluasi Pengawasan


Foto: IST
www.lpmalkalam.com-
Dalam rangka penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2026, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Family Gathering yang bertempat di Pioneer Camp, Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026) sejak pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di kampus setempat bagi mahasiswa yang berada di sekitar kampus hingga 16.45 WIB. 

Melalui informasi yang beredar di kalangan mahasiswa kampus setempat, telah terjadinya kecelakaan yang dialami oleh tiga orang Maba. Guna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai fakta di lapangan, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam kemudian bergerak memastikan informasi tersebut dengan mewawancarai Alfi Syahri selaku Koordinator Lapangan (Korlap). 

Melalui hasil wawancara bersama Alfi, diketahui bahwa Maba yang mengalami kecelakaan hanya dua orang, sedangkan satu Maba dari total korban yang diisukan tidak mengalami kecelakaan, tetapi sesak napas saat berada di lokasi kegiatan. Mengetahui jarak kampus dengan tempat pelaksanaan kegiatan berjarak 18,4 Kilometer (Km), maka pihak LPM Al-Kalam mengajukan pertanyaan terkait alasan pemilihan tempat tersebut. Alfi kemudian menjelaskan bahwa Pioneer Camp dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki area yang luas, suasananya sejuk, dan dinilai sesuai untuk kegiatan mahasiswa. 

Menanggapi isu yang tersebar, Alfi juga mengatakan bahwa salah satu Maba yang mengalami kecelakaan mengaku sudah melihat seekor lembu yang hendak menyeberang jalan, kemudian Mahasiswa tersebut berusaha mendahului lembu tersebut, tetapi salah memperhitungkan jarak sehingga terjadi kecelakaan. “Dia bilang, ‘Salah saya, Bang. Saya salah perhitungan. Karena lembu itu mau menyeberang, saya sedikit tancap gas untuk mendahului lembu tersebut,’” ujar Alfi. 

Guna memperjelas kondisi yang terjadi, pihak LPM Al-kalam juga melakukan wawancara kepada Indra Fahreza selaku Koordinator Konvoi. Ia menyampaikan bahwa dalam perjalanan pulang, ia berada di depan bus sehingga kabar kecelakaan diterimanya setelah berada di kampus. Ia kemudian mengatakan bahwa panitia yang berada di belakang rombongan langsung menghentikan perjalanan dan membawa kedua mahasiswa tersebut ke Puskesmas Muara Satu. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan untuk luka lecet dan obat minum. 

Alfi juga mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur akibat hujan. Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan yang dialami oleh dua Maba Febi terjadi saat perjalanan pulang dari lokasi kegiatan ketika rombongan mahasiswa Febi Pioneer Camp sekitar pukul 16.45 WIB. Menurutnya, panitia sebelumnya telah meminta penanggung jawab keamanan yaitu Muhammad Syahril Ramadhan untuk melakukan pengawasan selama perjalanan. “Kami sudah meminta PIC (Person in Charge/Penanggung Jawab) keamanan untuk lebih mengontrol saat pergi dan pulang,” kata Alfi. 

Dalam wawancara tersebut diketahui bahwa pihak panitia sudah membuat Google Form yang dapat diisi oleh Maba FEBI dengan memilih tiga opsi transportasi yang sudah disediakan oleh panitia. Berdasarkan data Google Form yang diisi oleh 145 responden, sebanyak 43,4% memilih menggunakan sepeda motor pribadi, 29,7% menggunakan sepeda motor bersama teman, dan 26,9% memilih bus. Dengan demikian, 73,1% responden memilih menggunakan sepeda motor, baik sendiri maupun bersama teman. 

Pada wawancara juga disampaikan bahwa panitia juga sudah menyiapkan satu transportasi besar (bus kampus) sesuai dengan kebutuhan yaitu muatan barang dan jumlah Maba yang memilih opsi naik bus. Sementara itu, Alfi menyebut sekitar 90% Maba FEBI menggunakan sepeda motor. Ia mengatakan pada awal pendataan terdapat sekitar 30 mahasiswa yang memilih bus, tetapi pada hari pelaksanaan hanya 18 mahasiswa yang menggunakan bus karena sebagian mahasiswa lainnya memilih menggunakan sepeda motor sendiri atau bersama teman. “Tidak ada istilah kapasitas bus tidak cukup, 90% Maba memilih naik Honda masing-masing,” ujar Alfi. 

Melalui pernyataannya, LPM Al-Kalam kemudian mengajukan pertanyaan terkait adanya opsi menggunakan transportasi pribadi. Alfi mengatakan bahwa pilihan tersebut diberikan setelah beberapa mahasiswa baru menyampaikan kendala izin dari orang tua jika tidak diantar, jarak tempat tinggal yang lebih dekat dengan lokasi, serta pertanyaan mengenai transportasi bagi mahasiswa yang tidak menggunakan bus. 

Alfi juga menegaskan bahwa penggunaan kendaraan pribadi tidak diwajibkan kepada mahasiswa baru. Panitia memberikan pilihan tersebut berdasarkan kondisi peserta. Mahasiswa yang menggunakan sepeda motor juga diimbau untuk tidak berkendara sendiri dan dapat berboncengan dengan temannya. Menurutnya, panitia juga telah mengatur perjalanan kendaraan dalam satu rombongan dan menugaskan penanggung jawab keamanan untuk melakukan pengawasan.

Mengenai satu korban yang sesak napas, Alfi juga menyampaikan bahwa Sekretaris kegiatan juga sudah memberikan infromasi kepada para mentor untuk mengantisipasi kejadian serupa dengan meminta para maba membawa obat-obatan jika diperlukan. Hanya saja bukti yang diterima oleh LPM Al-Kalam hanya terusan kepada mentor saja, ia juga mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah para mentor sudah memberikan informasi tersebut kepada para Maba. “Dari sekretaris disampaikan kepada mentor untuk membawa perlengkapan yang diperlukan. Jadi, kami dari panitia menyerahkan kepada mentor untuk menyampaikan kepada maba,” ujar Alfi. 

Namun, Alfi mengatakan pihak panitia tidak memiliki bukti yang memastikan seluruh mahasiswa baru telah menerima informasi tersebut. Penyampaian informasi mengenai perlengkapan dilakukan melalui mentor. 

Menanggapi iuran sebesar Rp30.000 /orang, Alfi juga menjelaskan bahwa uang tersebut digunakan untuk kebutuhan acara. “Rp30.000 itu untuk parkir, tiket masuk, makan siang, dan hadiah perlombaan,” kata Alfi. 

Menutup wawancara yang dilakukan Alfi mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi panitia dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Alfi juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi perlu ditingkatkan. Ia juga menambahkan bahwa panitia perlu tetap tenang ketika terjadi insiden dan mengutamakan keselamatan peserta. “Kalau terjadi insiden, jangan panik. Kita minimalkan dulu risikonya, kemudian cari solusi dan laksanakan apa yang harus dilakukan,” ujarnya. 

Terkait penggunaan kendaraan pribadi pada kegiatan tahun depan, Alfi mengatakan keputusan akan diserahkan kepada pihak biro. Apabila bus kampus tidak dapat digunakan, panitia akan berupaya menyediakan kendaraan berukuran besar, terutama untuk mengangkut perlengkapan kegiatan.  


Reporter: Putri Ruqaiyah & Ririn Dayanti Harahap 

Editor: Redaksi

21 September 2026

Gibran Diperkarakan di Mahkamah Konstitusi, Prabowo Diminta Cari Dua Calon Wakil Presiden Pengganti Gibran

Foto sumber: Warta Ekonomi
www.lpmalkalam.com- Aktivis pemilu dan sejumlah tokoh nasional mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyetorkan dua nama calon wakil presiden pengganti Gibran Rakabuming Raka kepada MPR dalam waktu maksimal 60 hari. Tuntutan diskualifikasi tersebut diajukan karena administrasi persyaratan pendidikan Gibran saat mendaftar sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 dituding tidak sah. Berkas tuntutan tersebut resmi dibacakan dalam sidang sengketa di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (21/9/2026).

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Partai Ummat, Denny Indrayana, Forum Purnawirawan Prajurit TNI, M. Subhan, Bonatua Silalahi, dan Tiurma M. S. Sihombing. Mereka meminta MK menggugurkan Gibran karena dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024.

"Memerintahkan MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih wapres dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden selambat-lambatnya dalam waktu 60 hari sejak putusan ini dibacakan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945," tulis petitum ke-7 dalam gugatan para pemohon pada Selasa (22/9/2026), dikutip dari Bloomberg Technoz.

Perkara dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tersebut menyoal Gibran yang dinilai tidak memenuhi Pasal 169 huruf r UU Pemilu mengenai persyaratan tamat pendidikan paling rendah SMA atau sederajat. Para pemohon menilai, secara faktual, Gibran tidak memiliki bukti telah menamatkan pendidikan tersebut.

Pencalonannya pun disebut ditopang oleh keputusan kontroversial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) kala itu. KPU menerima surat keterangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan penyetaraan pendidikan Gibran.

Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tercatat memproses permohonan tersebut dalam waktu singkat. Selain itu, surat keterangan tersebut diterbitkan tanpa dasar seperti ijazah atau sertifikat yang menjadi bukti bahwa Gibran telah menyelesaikan pendidikan tingkat atas atau sederajat. Bahkan, dokumen tersebut dituding sempat disembunyikan dari publik hingga muncul gugatan terkait keterbukaan informasi.

Ketua MK Suhartoyo pun meregistrasi gugatan perselisihan hasil pemilu yang sebenarnya telah melewati batas waktu pengajuan karena telah berselang dua tahun. Berdasarkan putusan MK, sidang akan berlanjut dengan mendengarkan jawaban dari Termohon, yaitu KPU, keterangan Pemberi Keterangan, yakni Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta Pihak Terkait pada pukul 19.00 WIB pada Rabu (23/9/2026), dikutip dari Bloomberg Technoz.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.