![]() |
| Foto: Pixels |
HEADLINE
08 September 2026
07 September 2026
KPI Aceh Sosialisasikan P3SPS kepada Mahasiswa PPKn USK
![]() |
| Foto: IST |
Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Tetap Berstatus Siaga
www.lpmalkalam.com- Empat gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Keempat gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur pada Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan informasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), keempat gunung tersebut mengalami erupsi pada waktu yang berbeda. Gunung Ibu erupsi sekitar pukul 04.55 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter dari puncak.
Kemudian, Gunung Ili Lewotolok erupsi pada pukul 06.11 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter dari puncak.
Selanjutnya, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada pukul 07.10 WIB selama sekitar 16 detik. Sementara itu, Gunung Semeru erupsi pada pukul 07.15 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.
Menurut informasi dari ANTARA News, Gunung Anak Krakatau menjadi pusat perhatian karena gunung tersebut telah mengalami erupsi selama 24 jam sebelum 6 September. Aktivitas erupsi dimulai pada 4 September dan baru berakhir pada 6 September. Abu vulkanik dari aktivitas tersebut juga berdampak signifikan terhadap penerbangan di sejumlah wilayah.
Kepala Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, mengatakan bahwa potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi. Bahaya yang mungkin ditimbulkan antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi terus berlangsung.
“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III (Siaga) dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku,” tutup Siti Sumilah.
06 September 2026
Maneater 2 Akan Rilis pada 2027
![]() |
| Foto: Tripwire Interactive |
05 September 2026
Presma UIN SUNA Lhokseumawe Bantu UKT Empat Mahasiswa Yatim Piatu
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa baru yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan. Aksi tersebut dilakukan di tengah rangkaian PBAK yang berlangsung di Gedung Serbaguna UIN SUNA Lhokseumawe.
Bantuan tersebut berawal dari renungan Fauzan mengenai perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dari renungan tersebut, ia kemudian mengetahui adanya mahasiswa baru yang telah kehilangan kedua orang tuanya dan menghadapi keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan.
“Awalnya saya memang sedang merenungkan bagaimana perjuangan orang tua dalam membiayai dan mendukung pendidikan. Dari situ saya terpanggil ketika saya mengetahui ada mahasiswa baru yang yatim piatu,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, mahasiswa yang tidak memiliki orang tua harus menghadapi berbagai keterbatasan seorang diri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan. “Mereka adalah mahasiswa yatim piatu yang tidak memiliki support dana untuk kehidupan mereka, apalagi untuk membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal). Karena itu, saya merasa harus membantu,” katanya.
Fauzan juga menyampaikan bahwa untuk saat ini dirinya memprioritaskan mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk terus membantu mahasiswa lain yang mengalami masalah serupa pada masa mendatang “Saya fokus membantu mahasiswa baru dulu. Untuk ke depannya, jika ada mahasiswa lain yang menyampaikan keluhan dan kesulitan, silakan dilaporkan. Insyaallah akan kita usahakan untuk membantu,” ujar Fauzan.
Fauzan menjelaskan bahwa sumber dana untuk pembayaran UKT empat mahasiswa baru tersebut berasal dari dana pribadinya. Ia juga membuka peluang bagi pihak lain yang ingin turut berkontribusi dalam membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan.
976 Maba UIN SUNA Laksanakan Pagelaran Mozaik dengan 16 Formasi
03 September 2026
Mahasiswa Baru UIN SUNA Kenali Layanan Akademik dan Organisasi Kampus
01 September 2026
Dari Peusijuek hingga Pesan Rektor: Potret Hari Pertama PBAK UIN SUNA
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
31 Agustus 2026
Merajut Rasi, Memeluk Mimpi
![]() |
| Foto: Pixabay |
www.lpmalkalam.com- Sejak kecil, Launa selalu menatap langit malam dari jendela kamarnya yang sempit, menghitung bintang seolah sedang merajut masa depannya sendiri. Baginya, setiap kerlip di atas sana adalah janji sebuah cita-cita yang harus ia gapai suatu hari nanti.
Memiliki tekad yang bulat adalah modal utamanya untuk terbang tinggi dan menggapai kesuksesan yang awalnya terasa mustahil. Namun, kenyataan tidak seindah hamparan rasi bintang di langit. Pintu studio seninya terkunci pagi itu, menyisakan tumpukan surat tagihan sewa yang belum dibayar. Fase keterpurukan, kelelahan, dan rasa tidak mampu menjadi ujian batin yang nyata dalam perjuangannya. Di depan pintu terkunci inilah keraguan sering kali berbisik, mencoba meyakinkan Launa bahwa impian yang sedang dikejarnya hanyalah sebuah khayalan yang terlalu tinggi.
Langkah kaki yang tergesa memecah keheningan koridor saat Kafka, sahabat sekaligus rekan kerjanya, datang dengan napas memburu dan tertegun melihat segel merah di gagang pintu. "Lau... mereka benar-benar menguncinya?" tanya Kafka dengan suara bergetar.
Launa menyerahkan selembar kertas tagihan sewa kepada Kafka yang membacanya dengan tangan gemetar. Kafka bersandar pada dinding koridor yang dingin, tampak putus asa. "Mungkin ini tanda kalau kita harus berhenti, Lau. Kita sudah mencoba segalanya selama setahun ini, tapi hasilnya? Ambisi kita mungkin terlalu muluk."
Namun, saat menatap kembali kertas di tangan sahabatnya, sebersit kilat keteguhan muncul di mata Launa. Ia sadar badai keputusasaan ini bukan tanda baginya untuk berhenti, melainkan gerbang menuju keteguhan hati. "Tidak, Kaf. Kegagalan atau kesalahan langkah ini adalah hal biasa yang harus kita evaluasi, bukan ditangisi," balas Launa mantap sambil menepuk pundak Kafka.
"Setiap peluh yang menetes dan waktu yang kita korbankan selama ini adalah investasi berharga. Studio ini mungkin dikunci hari ini, tapi kreativitas kita tidak bisa dipenjara. Kita belum kalah, Kaf."
Mendengar ketegasan Launa, perlahan garis-garis keputusasaan di wajah Kafka mengendur hingga sebuah senyuman tipis muncul di bibirnya, "Kamu benar. Rasi bintang yang kita rancang sejak dulu tidak boleh redup hanya karena satu tagihan ini."
Pada akhirnya, waktu membuktikan bahwa Launa yang memilih bertahan tidak akan lagi merasa kecil di tengah luasnya dunia. Kerja keras yang dievaluasi bersama Kafka perlahan membuahkan hasil hingga karya seni mereka mulai dikenal luas. Cita-cita yang awalnya terasa sejauh jutaan tahun cahaya, kini berubah menjadi realitas yang berhasil digenggamnya. Menatap masa depan yang cerah, jiwa tangguh Launa tersenyum menyadari bahwa perjuangan panjangnya selama ini telah membuahkan hasil.
Penulis: Cut Saputri
Editor: Chalisa Najla Safira
29 Agustus 2026
Hasrat akan Kebaruan
www.lpmalkalam.com-
Hidup tetap berjalan lumrah
Melakukan hal-hal yang sudah kaprah
Sejak fajar menyingsing hingga larut senja
Tetap tak ada yang berbeda
Rasanya hampa
Seperti tidak hidup di dua dunia
Tidak sedih dan tidak juga senang
Hanya kosong yang dirasa secara berulang-ulang
Mungkin karena sudah terlalu lama menetap dalam nestapa
Hingga sukacita terlihat biasa sahaja
Mencoba berontak dari dekapan suasana yang membeku
Agar menjemput hidup yang baharu
Berhasrat akan kebaruan
Agar hidupnya sebuah tujuan
Sudah seyogianya seperti itu
Agar jiwa tak lagi terbelenggu
Penulis: Rizky Ramadhani
Editor: Chalisa Najla Safira
Mengenai Saya
- LPM AL-KALAM
- Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.










