Portal Berita Al-Kalam

Kami Berbeda

Foto: Pixels www.lpmalkalam.com-  Aku memiliki seseorang yang istimewa  Namun dia pergi begitu saja Aku merindukan sosoknya Tapi aku tahu ri...

HEADLINE

Latest Post

21 Oktober 2026

Kami Berbeda

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- 

Aku memiliki seseorang yang istimewa 

Namun dia pergi begitu saja

Aku merindukan sosoknya

Tapi aku tahu rindu takkan terobati


Aku tak tahu tentangnya

Bagaimana wajahnya, senyumannya, dan sosoknya

Aku merindukannya, tapi takdir berkata lain

Tak terasa, dia sudah begitu lama pergi


Aku selalu berpikir, apakah dia bisa kembali? 

Tapi aku sadar bahwa dia tak akan bisa kembali

Dia orang yang paling kurindukan dan kucintai

Dia adalah sosok yang kuat, tangguh, dan baik


Aku selalu ingin menjadi sosoknya

Aku selalu kagum terhadapnya

Dia memang baik dari segi apa pun

Karena itu, aku selalu menjadikan sosoknya sebagai panutanku


Aku selalu ingin bertemu dengannya

Walaupun hanya sekadar mimpi

Tapi Tuhan begitu baik terhadapnya


Di saat diriku belum terlalu mengenalnya

Dia sabar menghadapi cobaan yang dialaminya

Aku bangga memiliki dia

Dia adalah ibuku tercinta


Penulis: Badratun Nafis (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira 

Aksi Greenpeace Indonesia hingga Pemasangan Spanduk di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI

Foto: SC: web Greenpeace
www.lpmalkalam.com- Aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi untuk mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran agar membuka mata terhadap krisis iklim yang semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat. Aksi tersebut berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs resmi Greenpeace Indonesia, aksi tersebut bertujuan mendesak pemerintah agar lebih serius dalam menangani krisis iklim. Pasalnya, dampak krisis iklim tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperburuk kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat. Greenpeace menyoroti bahwa bencana iklim, kenaikan harga pangan, penurunan pendapatan, serta meningkatnya biaya hidup semakin membebani masyarakat.

Secara khusus, Greenpeace mendorong pemerintah untuk menetapkan kebijakan iklim yang lebih berpihak kepada masyarakat, melindungi kelompok rentan, mengurangi dampak bencana, serta memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan dan kesejahteraan rakyat.

Jeanny Sirait, selaku Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, menyampaikan bahwa Greenpeace Indonesia terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran agar menyadari bahwa krisis iklim semakin memperburuk kualitas hidup warga. Menurutnya, dampak terberat dirasakan oleh para pekerja yang hidup dalam kondisi rentan secara ekonomi. Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, serta mendorong kenaikan harga pangan.

Kabut asap yang berkepanjangan merupakan salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga terhambatnya aktivitas ekonomi sehari-hari. Ia menyebutkan bahwa di tengah situasi tersebut, masyarakat justru semakin terhimpit oleh meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Pemerintahan Prabowo-Gibran sebelumnya berjanji untuk memprioritaskan penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurut Jeanny, temuan riset terbaru Greenpeace justru menunjukkan hal yang sebaliknya, yakni bahwa pemerintah gagal menyediakan solusi atas dampak krisis iklim yang semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Jeanny.

Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan pemasangan dua spanduk di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI. Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan dibentangkan menghadap ke arah utara, yakni Istana Merdeka. Sementara itu, spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan menghadap ke arah selatan Bundaran HI.

Dikutip dari Kompas pada pukul 09.30 WIB, spanduk yang dipasang telah diturunkan. Namun, sekitar enam aktivis Greenpeace masih berada di monumen dengan mengenakan helm dan alat pelindung diri (APD). Tali sling juga terlihat terpasang pada tubuh para aktivis tersebut. Hingga pukul 10.15 WIB, mereka masih bertahan di puncak Monumen Selamat Datang, Bundaran HI.

“Rekan-rekan, tolong segera turun. Perhatikan keselamatan, utamakan keselamatan,” ujar Reynold E. P. Hutagalung, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat.

Aparat kepolisian tampak menyiagakan kendaraan taktis (rantis) dan mobil tahanan di dekat pos polisi di Jalan M. H. Thamrin. Sementara itu, polisi mulai memasang tali yang dijulurkan ke bawah sebagai jalur bagi para aktivis untuk turun dari monumen.


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi


20 Oktober 2026

Jalan Baru yang Kupilih

Foto: Maghfirah

www.lpmalkalam.com- 

Langkah yang dulu aku ucapkan 

Kini satu per satu telah terjadi

Menjadi anak rantau ternyata 

Tak semudah yang kubayangkan

Aku melangkah di jalan yang baru 


Membawa harapan di dalam kalbu

Kadang aku ingin mengeluh

Tapi aku tahu aku harus terus bertumbuh

Bukan karena aku tak boleh merasa lelah

Tapi aku tak ingin berhenti di tengah langkah


Ibu

Ayah

Aku rindu kalian

Rindu yang tak bisa kuceritakan


Jauh dari rumah bukanlah hal yang mudah

Ada lelah yang kusimpan sendiri

Ada rindu yang tak bisa kuobati


Namun aku tak ingin menyerah begitu saja

Ada cita-cita yang harus kuperjuangkan

Aku ingin belajar

Aku ingin berhasil

Agar suatu hari bisa membuat kalian bangga


Biarkan aku terus berjuang

Meski rindu datang menyerang

Sebab aku percaya

Setiap langkah yang kujalani

Semoga membawa masa depan yang lebih baik


Penulis: Magfirah (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

Kesepian Bukan Akhir Segalanya

 

Foto: Pexels

www.lpmalkalam.com- 

Terkadang dunia terasa jauh

Langkah terasa berat hati pun mulai rapuh

Namun, jangan menyerah pada keadaan

Sebab setiap kesulitan pasti punya jalan


Sendiri bukan berarti tak mampu

Sepi bukan alasan untuk berhenti melaju

Jadikan kesunyian tempat belajar

Agar hati semakin kuat, dan pikiran semakin tegar


Tak masalah jika harus berjalan sendiri

Asalkan kita tak berhenti memperbaiki diri

Tetaplah berusaha meraih impian

Meski tak semua orang memahami perjuangan


Penulis: Taupik Temasmiko (Magang)

Editor: Zahratul

19 Oktober 2026

Kabut Asap Selimuti Persawahan Desa Aron Lhokseumawe

 

Foto: Muna Maghfirah

www.lpmalkalam.com- Kabut asap menyelimuti kawasan persawahan di Desa Aron, Lhokseumawe pada Minggu (18/10/2026). Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar area persawahan karena dapat mengganggu jarak pandang dan kenyamanan saat berada di luar ruangan. Asal kabut asap tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Dugaan mengenai asap kebakaran hutan di Kalimantan yang terbawa angin ke Aceh perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi. Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko paparan asap.


Penulis: Muna Maghfirah (Magang)

Editor: Zahratul

Di Balik Pemerintahan yang Tampak Aman, Tersembunyi Penderitaan Masyarakat

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Indonesia menghadapi persoalan lingkungan yang serius, salah satunya kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dioksida dan menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Upaya penanganan yang dilakukan pemerintah dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih berkelanjutan dan memberikan hasil yang nyata. 

Dampak kebakaran hutan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat. Banyak petugas pemadam kebakaran yang mempertaruhkan nyawa saat menjalankan tugas. Anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan terdampak harus menghirup asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Sebagian masyarakat mengalami gangguan kesehatan, sedangkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah terpaksa dihentikan sementara atau dialihkan ke pembelajaran daring.

Masalah lingkungan yang dianggap sepele dapat membawa dampak besar bagi masa depan bangsa. Kepentingan generasi muda seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Slogan Indonesia Emas 2045 yang menjadi harapan bagi terciptanya generasi unggul berisiko hanya menjadi wacana apabila pemerintah tidak serius menjamin kesehatan, pendidikan, dan kelestarian lingkungan. Generasi mendatang membutuhkan lingkungan yang sehat dan kesempatan untuk berkembang agar mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Tanpa upaya yang sungguh-sungguh, cita-cita tersebut akan semakin sulit diwujudkan.

Janji mengenai pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dibuktikan melalui kebijakan yang nyata. Visi dan misi pemerintah tidak seharusnya berhenti sebagai rangkaian kata dalam pidato atau dokumen perencanaan. Masyarakat membutuhkan kesempatan kerja yang layak, perlindungan sosial, serta kebijakan yang mengutamakan kepentingan rakyat. Ketidaksesuaian antara janji dan pelaksanaan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pejabat publik juga perlu menunjukkan tanggung jawab dan komitmen dalam memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat.

Keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari janji, slogan, ataupun citra yang dibangun di hadapan publik. Keberhasilan sejati tercermin melalui tindakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjamin keamanan, melindungi kesehatan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kebijakan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kepentingan rakyat harus menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan dan pelaksanaan program pemerintah.

Pemerintahan yang tampak aman dan terkendali tidak selalu mencerminkan kehidupan masyarakat yang sejahtera. Penderitaan rakyat dapat tersembunyi di balik citra positif yang ditampilkan apabila permasalahan mendasar tidak ditangani dengan serius. Cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud apabila pemerintah lebih mengutamakan pencitraan daripada tanggung jawab melindungi rakyat. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh megahnya janji yang disampaikan, melainkan oleh kepedulian, ketegasan dalam mengambil keputusan, dan konsistensi tindakan nyata demi kesejahteraan seluruh masyarakat.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Redaksi

18 Oktober 2026

Hari Terakhir PJTLN Dinamika UINSU Ditutup dengan Malam Kebudayaan

Foto: Fika Munayya

www.lpmalkalam.com- Memasuki hari terakhir, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang berlangsung di Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan peserta dimulai setelah salat Subuh dengan senam bersama. Selanjutnya, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing guna bersiap-siap, kemudian makan bersama dan mengikuti pelatihan terakhir.

Pemateri pada sesi tersebut adalah Try Loren Matanari, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Perencana dan Pengendali (KPP) Konten Media Baru. Materi yang disampaikan berjudul “Strategi Konten Digital”. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan evaluasi hasil indepth reporting pada hari pertama yang disampaikan oleh Herman Saleh selaku evaluator. Herman mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam indepth reporting terletak pada narasumber.

Memasuki waktu istirahat, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing. Namun, Manajer Acara, Windari Syntia, mengingatkan peserta agar mempersiapkan penampilan khas daerah masing-masing untuk ditampilkan pada malam kebudayaan.

Kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD), yaitu forum untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi pers mahasiswa (persma) sekaligus mendiskusikan solusi atas permasalahan tersebut.

Sebelum meninggalkan ruangan, panitia menyiapkan selembar kertas untuk setiap peserta. Kertas tersebut dimasukkan ke dalam amplop yang bertuliskan nama masing-masing peserta PJTLN. Setiap peserta kemudian diminta menuliskan kesan dan pesan untuk peserta yang namanya tertera pada amplop. Setelah selesai, amplop tersebut diteruskan kepada peserta lain agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan kepada peserta lainnya.

Selanjutnya, peserta diperbolehkan meninggalkan ruangan. Seluruh peserta mulai mempersiapkan penampilan khas daerah masing-masing untuk malam kebudayaan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 21.00 WIB.

Malam kebudayaan dibuka oleh dua master of ceremonies (MC). Acara diawali dengan sambutan dari Pemimpin Umum LPM Dinamika, Muhammad Daffa, serta perwakilan alumni LPM Dinamika.

Selain itu, panitia menyajikan makanan khas Medan sekaligus menjelaskan ciri khas setiap hidangan. Acara juga diisi dengan pemutaran video peringatan milad ke-33 LPM Dinamika UINSU, dilanjutkan dengan pengumuman dan pembagian hadiah kepada dua kelompok terbaik, satu peserta terbaik, dan satu peserta teraktif. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan dari para peserta.

Penampilan pertama dibawakan oleh peserta dari Aceh dan Sumatera Utara melalui Tari Pasang Jabet yang dipadukan dengan unsur budaya Batak, lengkap dengan pakaian tari khas daerah. Penampilan berikutnya berupa seni bela diri silat dari Lampung, pembacaan puisi dari Riau, serta pantun dan drama Malin Kundang dari Sumatera Barat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan menyanyi solo oleh salah satu peserta asal Aceh. Rangkaian acara ditutup dengan tari Batak yang diawali oleh Ucok dan Butet, kemudian diikuti oleh seluruh peserta dan panitia yang hadir. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 23.00 WIB.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Redaksi


Jejak Kelabu Karhutla: Ribuan Hektare Hutan Musnah, Ekosistem Terancam Lumpuh

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam memusnahkan ribuan hektare kawasan hutan dan mengancam kelumpuhan ekosistem di Indonesia. Bencana ini tidak hanya menghancurkan vegetasi dan merusak kualitas udara, tetapi juga memicu krisis habitat yang mengancam keselamatan satwa langka.

Jejak kelabu kini menyelimuti hamparan hijau yang dulunya dipenuhi kehidupan. Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam, ribuan hektare hutan musnah dan berubah menjadi arang. Tidak hanya merenggut pepohonan tua, amukan si jago merah ini juga membuat ekosistem lokal terancam lumpuh total.

Bagi manusia, kawasan tersebut mungkin hanyalah sekumpulan pohon. Namun, bagi satwa liar, hutan adalah satu-satunya tempat tinggal mereka. Maraknya kebakaran hutan dan lahan membuat para penghuni hutan kehilangan habitat, mengalami krisis sumber makanan dan udara bersih, hingga terpisah dari keluarganya. Tidak sedikit pula satwa yang mati mengenaskan akibat terjebak dalam kobaran api.

Menurut penulis, Kebakaran hutan yang terus berulang di Tanah Air bukan lagi sekadar isu lingkungan di atas kertas, melainkan krisis moral yang kasatmata. Ira, seekor orangutan betina berusia 20 tahun, dievakuasi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dalam keadaan lemas akibat kekurangan makanan dan udara bersih setelah terjebak di hutan bekas kebakaran. Hal ini menjadi cermin retaknya cara kita memperlakukan alam dan para penghuninya.

Alam yang dahulu asri dengan udara segar serta panorama hijau kini berubah menjadi lautan api dan asap pekat. Bencana ini tidak hanya menghancurkan kehidupan flora dan fauna, tetapi juga mengancam kesehatan serta aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.


Penulis: Keyla Afrida Rahmaissheina (Magang)

Editor: Redaksi

17 Oktober 2026

Perdalam Produksi Video Podcast, Peserta PJTLN Nasional Praktik di TVRI Sumut

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Peserta kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) berkunjung ke Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (16/10/2026).
‎
‎Kegiatan yang sudah berlangsung selama dua hari ini, dimulai dari pukul 05.30 WIB dengan agenda senam pagi hingga pukul 06.30 WIB. Kemudian, seluruh peserta diarahkan untuk kembali ke kamar dan bersiap-siap kembali ke titik kumpul untuk makan bersama sebelum mengikuti pelatihan materi.
‎
‎Pada hari kedua, Ihsan Zahri selaku Kepala Bagian Kekayaan Intelektual Tv Tempo menyampaikan materi dengan judul "Produksi Video Podcast," yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam pemaparannya, Ihsan mengungkapkan bahwa narasumber yang populer belum tentu merupakan narasumber paling tepat untuk menjelaskan sebuah peristiwa.  

‎Selain itu, Ihsan juga menegaskanterkait tahapan-tahapan narasumber yang akan diwawancarai. Ihsan menjelaskan bahwa proses wawancara sebaiknya dimulai dari yang paling tinggi jabatannya, kemudian baru tingkatan dibawahnya.
‎
‎Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diberikan kepada 3 orang tercepat menurut panitia. Dalam menjawab salah satu pertanyaan, Ihsan menjelaskan bahwa orang yang membuat opini harus memiliki kapasitas agar opininya bisa dijadikan acuan. "Kalo jurnalis (sebaiknya) ga boleh, bukan kapasitasnya, tambahnya."
‎
‎Setelah sesi tanya jawab selesai, seluruh peserta laki-laki dan sejumlah peserta perempuan diantar terlebih dahulu ke Stasiun TVRI Sumatera Utara (Sumut) yang terletak di Jalan. Putri Hijau, Medan pada pukul 11.42 WIB agar peserta laki-laki bisa melaksanakan ibadah salat Jumat terlebih dahulu, sekaligus salat Zuhur bagi perempuan sebelum melanjutkan pelatihan podcast.
‎
‎Pelatihan podcast dilaksanakan di ruang podcast yang terletak di lantai 1. Setiap kelompok diberikan waktu sekitar sekitar 30 menit. Setiap kelompok diimbau untuk mempersiapkan beberapa peran, yakni 2 narasumber, 1 host, 1 penyelenggara acara, serta 1 orang sebagai asisten penyelenggara acara. Setelah mendapatkan giliran, seluruh peserta diarahkan untuk melakukan foto bersama di depan gedung. Setelah itu, seluruh peserta diantar kembali oleh panitia menuju tempat penginapan, yakni di Gedung Balai Diklat Pertanian.
‎
‎Setelah salat magrib, seluruh peserta dikumpulkan kembali untuk makan malam bersama, dilanjutkan dengan evaluasi hasil video podcast bersama pemateri. Setiap video diputar, anggota kelompoknya diarahkan untuk duduk di barisan depan agar memudahkan proses evaluasi.
‎
‎Sebelum penutupan, Ihsan berpesan agar kedepannya melakukan senam wajah, senam lidah, dan tracing terlebih dahulu sebelum mengisi podcast, baik host maupun narasumber. Setelah itu, sekitar pukul 23.00 WIB peserta melakukan foto bersama sebelum kembali ke kamar masing-masing.
‎

‎Reporter: Tiara Khalisna 

‎Editor: Redaksi


16 Oktober 2026

HMPS Perbankan Syariah FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Seminar Pengembangan Soft Skill

Foto: M. Ihsan Pratama

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan seminar soft skill di Aula fakultas setempat pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Shaping Your Professional Identity for Future Career Success"dan dihadiri oleh Wakil Dekan III FEBI, Zulfikar, serta ketua dan sekretaris program studi (prodi) di lingkungan FEBI. Seminar ini juga diikuti oleh mahasiswa, terutama dari Program Studi Perbankan Syariah (PBS) dan Akuntansi Syariah (AS).

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Aceh. 

Sabila Ramadhani Sinaga selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pengembangan keterampilan di luar bidang akademik sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja dan  mahasiswa diharapkan dapat mengenali dan mengembangkan potensi diri untuk menunjang kesiapan berkarier. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Dekan III FEBI.

Pada sesi pertama, Muhammad dari BSI KC Lhokseumawe Merdeka menyampaikan materi mengenai pentingnya pengembangan keterampilan nonakademik bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan dalam organisasi kampus dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan soft skill. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya mempertimbangkan indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga keterampilan pendukung yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.

Sedangkan pada sesi kedua, Mulia Nisa Ilyas dari BCA Syariah KC Lhokseumawe menyampaikan materi mengenai pentingnya pengembangan potensi diri melalui keterlibatan dalam organisasi kampus. Ia juga menjelaskan peran first impression atau kesan pertama dalam membentuk personal branding atau citra diri profesional. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial karena aktivitas di ruang digital dapat memengaruhi citra diri. Sesi tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Setelah itu, panitia mengadakan kuis interaktif yang diikuti oleh peserta. Tiga peserta dengan nilai tertinggi memperoleh hadiah suvenir dari panitia.


Reporter: M. Ihsan Pratama (Magang)

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.