Portal Berita Al-Kalam

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ke-XII Tahun 2026 Digelar di Lapangan Hiraq

Foto: Cut Saputri www.lpmalkalam.com- Pemerintah Kota Lhokseumawe menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-XII tahun 202...

HEADLINE

Latest Post

22 Oktober 2026

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ke-XII Tahun 2026 Digelar di Lapangan Hiraq

Foto: Cut Saputri
www.lpmalkalam.com- Pemerintah Kota Lhokseumawe menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-XII tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” yang diikuti oleh para santri dari berbagai pesantren di Kota Lhokseumawe, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, perwakilan perbankan, serta jajaran kepala kantor di lingkungan Kota Lhokseumawe.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan Himne Aceh, dan mengheningkan cipta. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Ikrar Santri Indonesia, dan Resolusi Jihad, serta menyanyikan Mars Hari Santri. Upacara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian amanat oleh pembina upacara dan diakhiri dengan pembacaan doa.

Upacara tersebut bertujuan untuk mengenang dan menghormati perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mengingatkan para santri akan pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak mulia dalam kehidupan.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, Sufri selaku penanggung jawab kegiatan tersebut dan Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe berharap agar para santri dapat meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri terdahulu.

“Santri juga diharapkan menjadi generasi yang rajin belajar, memiliki akhlak yang baik, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara. Dengan demikian, santri dapat ikut berperan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.


Reporter: Taupik Temasmiko (Magang)

Editor: Zahratul

Luhut Binsar Usulkan Perubahan Definisi Tindak Pidana Korupsi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan perubahan definisi tindak pidana korupsi saat berada di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (21/10/2026).

Dilansir dari Kompas.com, Luhut mengusulkan agar penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia mengacu pada standar internasional, yaitu Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi atau United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

“Ya, itu kami mengacu kepada UN Charter mengenai definisi korupsi, di mana definisi korupsi di UN Charter yang sudah diratifikasi oleh Indonesia 20 tahun yang lalu adalah bribery, penyuapan. Jadi, tidak bicara mengenai kerugian negara,” ujar Luhut.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto, menolak usulan tersebut karena menilai pernyataan Luhut terkesan menyederhanakan persoalan korupsi. Hasto menilai bahwa perubahan definisi korupsi bukanlah langkah yang tepat untuk memperkuat pemberantasan korupsi. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih berfokus pada upaya pencegahan, penegakan hukum, dan pembangunan budaya antikorupsi.

Hasto juga mempertanyakan bagaimana pemerintah akan menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan kerugian negara apabila unsur tersebut tidak lagi menjadi bagian dari penanganan tindak pidana korupsi. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga penindakan.

Menanggapi polemik tersebut, DEN memberikan klarifikasi bahwa usulan penyempurnaan aturan tersebut tidak bertujuan untuk menghapus unsur kerugian keuangan negara dalam tindak pidana korupsi. Luhut menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut berfokus pada kejelasan pembuktian agar penegakan hukum dapat berjalan lebih objektif, sekaligus memperluas cakupan tindak pidana korupsi sesuai dengan ketentuan UNCAC. DEN juga menegaskan bahwa pertanggungjawaban pidana dan pemulihan kerugian keuangan negara tetap berlaku.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

21 Oktober 2026

Kami Berbeda

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- 

Aku memiliki seseorang yang istimewa 

Namun dia pergi begitu saja

Aku merindukan sosoknya

Tapi aku tahu rindu takkan terobati


Aku tak tahu tentangnya

Bagaimana wajahnya, senyumannya, dan sosoknya

Aku merindukannya, tapi takdir berkata lain

Tak terasa, dia sudah begitu lama pergi


Aku selalu berpikir, apakah dia bisa kembali? 

Tapi aku sadar bahwa dia tak akan bisa kembali

Dia orang yang paling kurindukan dan kucintai

Dia adalah sosok yang kuat, tangguh, dan baik


Aku selalu ingin menjadi sosoknya

Aku selalu kagum terhadapnya

Dia memang baik dari segi apa pun

Karena itu, aku selalu menjadikan sosoknya sebagai panutanku


Aku selalu ingin bertemu dengannya

Walaupun hanya sekadar mimpi

Tapi Tuhan begitu baik terhadapnya


Di saat diriku belum terlalu mengenalnya

Dia sabar menghadapi cobaan yang dialaminya

Aku bangga memiliki dia

Dia adalah ibuku tercinta


Penulis: Badratun Nafis (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira 

Aksi Greenpeace Indonesia hingga Pemasangan Spanduk di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI

Foto: SC: web Greenpeace
www.lpmalkalam.com- Aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi untuk mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran agar membuka mata terhadap krisis iklim yang semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat. Aksi tersebut berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs resmi Greenpeace Indonesia, aksi tersebut bertujuan mendesak pemerintah agar lebih serius dalam menangani krisis iklim. Pasalnya, dampak krisis iklim tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperburuk kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat. Greenpeace menyoroti bahwa bencana iklim, kenaikan harga pangan, penurunan pendapatan, serta meningkatnya biaya hidup semakin membebani masyarakat.

Secara khusus, Greenpeace mendorong pemerintah untuk menetapkan kebijakan iklim yang lebih berpihak kepada masyarakat, melindungi kelompok rentan, mengurangi dampak bencana, serta memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan dan kesejahteraan rakyat.

Jeanny Sirait, selaku Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, menyampaikan bahwa Greenpeace Indonesia terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran agar menyadari bahwa krisis iklim semakin memperburuk kualitas hidup warga. Menurutnya, dampak terberat dirasakan oleh para pekerja yang hidup dalam kondisi rentan secara ekonomi. Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, serta mendorong kenaikan harga pangan.

Kabut asap yang berkepanjangan merupakan salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga terhambatnya aktivitas ekonomi sehari-hari. Ia menyebutkan bahwa di tengah situasi tersebut, masyarakat justru semakin terhimpit oleh meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Pemerintahan Prabowo-Gibran sebelumnya berjanji untuk memprioritaskan penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurut Jeanny, temuan riset terbaru Greenpeace justru menunjukkan hal yang sebaliknya, yakni bahwa pemerintah gagal menyediakan solusi atas dampak krisis iklim yang semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Jeanny.

Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan pemasangan dua spanduk di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI. Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan dibentangkan menghadap ke arah utara, yakni Istana Merdeka. Sementara itu, spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan menghadap ke arah selatan Bundaran HI.

Dikutip dari Kompas pada pukul 09.30 WIB, spanduk yang dipasang telah diturunkan. Namun, sekitar enam aktivis Greenpeace masih berada di monumen dengan mengenakan helm dan alat pelindung diri (APD). Tali sling juga terlihat terpasang pada tubuh para aktivis tersebut. Hingga pukul 10.15 WIB, mereka masih bertahan di puncak Monumen Selamat Datang, Bundaran HI.

“Rekan-rekan, tolong segera turun. Perhatikan keselamatan, utamakan keselamatan,” ujar Reynold E. P. Hutagalung, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat.

Aparat kepolisian tampak menyiagakan kendaraan taktis (rantis) dan mobil tahanan di dekat pos polisi di Jalan M. H. Thamrin. Sementara itu, polisi mulai memasang tali yang dijulurkan ke bawah sebagai jalur bagi para aktivis untuk turun dari monumen.


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi


20 Oktober 2026

Jalan Baru yang Kupilih

Foto: Maghfirah

www.lpmalkalam.com- 

Langkah yang dulu aku ucapkan 

Kini satu per satu telah terjadi

Menjadi anak rantau ternyata 

Tak semudah yang kubayangkan

Aku melangkah di jalan yang baru 


Membawa harapan di dalam kalbu

Kadang aku ingin mengeluh

Tapi aku tahu aku harus terus bertumbuh

Bukan karena aku tak boleh merasa lelah

Tapi aku tak ingin berhenti di tengah langkah


Ibu

Ayah

Aku rindu kalian

Rindu yang tak bisa kuceritakan


Jauh dari rumah bukanlah hal yang mudah

Ada lelah yang kusimpan sendiri

Ada rindu yang tak bisa kuobati


Namun aku tak ingin menyerah begitu saja

Ada cita-cita yang harus kuperjuangkan

Aku ingin belajar

Aku ingin berhasil

Agar suatu hari bisa membuat kalian bangga


Biarkan aku terus berjuang

Meski rindu datang menyerang

Sebab aku percaya

Setiap langkah yang kujalani

Semoga membawa masa depan yang lebih baik


Penulis: Magfirah (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

Kesepian Bukan Akhir Segalanya

 

Foto: Pexels

www.lpmalkalam.com- 

Terkadang dunia terasa jauh

Langkah terasa berat hati pun mulai rapuh

Namun, jangan menyerah pada keadaan

Sebab setiap kesulitan pasti punya jalan


Sendiri bukan berarti tak mampu

Sepi bukan alasan untuk berhenti melaju

Jadikan kesunyian tempat belajar

Agar hati semakin kuat, dan pikiran semakin tegar


Tak masalah jika harus berjalan sendiri

Asalkan kita tak berhenti memperbaiki diri

Tetaplah berusaha meraih impian

Meski tak semua orang memahami perjuangan


Penulis: Taupik Temasmiko (Magang)

Editor: Zahratul

19 Oktober 2026

Kabut Asap Selimuti Persawahan Desa Aron Lhokseumawe

 

Foto: Muna Maghfirah

www.lpmalkalam.com- Kabut asap menyelimuti kawasan persawahan di Desa Aron, Lhokseumawe pada Minggu (18/10/2026). Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar area persawahan karena dapat mengganggu jarak pandang dan kenyamanan saat berada di luar ruangan. Asal kabut asap tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Dugaan mengenai asap kebakaran hutan di Kalimantan yang terbawa angin ke Aceh perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi. Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko paparan asap.


Penulis: Muna Maghfirah (Magang)

Editor: Zahratul

Di Balik Pemerintahan yang Tampak Aman, Tersembunyi Penderitaan Masyarakat

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Indonesia menghadapi persoalan lingkungan yang serius, salah satunya kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dioksida dan menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Upaya penanganan yang dilakukan pemerintah dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih berkelanjutan dan memberikan hasil yang nyata. 

Dampak kebakaran hutan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat. Banyak petugas pemadam kebakaran yang mempertaruhkan nyawa saat menjalankan tugas. Anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan terdampak harus menghirup asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Sebagian masyarakat mengalami gangguan kesehatan, sedangkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah terpaksa dihentikan sementara atau dialihkan ke pembelajaran daring.

Masalah lingkungan yang dianggap sepele dapat membawa dampak besar bagi masa depan bangsa. Kepentingan generasi muda seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Slogan Indonesia Emas 2045 yang menjadi harapan bagi terciptanya generasi unggul berisiko hanya menjadi wacana apabila pemerintah tidak serius menjamin kesehatan, pendidikan, dan kelestarian lingkungan. Generasi mendatang membutuhkan lingkungan yang sehat dan kesempatan untuk berkembang agar mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Tanpa upaya yang sungguh-sungguh, cita-cita tersebut akan semakin sulit diwujudkan.

Janji mengenai pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dibuktikan melalui kebijakan yang nyata. Visi dan misi pemerintah tidak seharusnya berhenti sebagai rangkaian kata dalam pidato atau dokumen perencanaan. Masyarakat membutuhkan kesempatan kerja yang layak, perlindungan sosial, serta kebijakan yang mengutamakan kepentingan rakyat. Ketidaksesuaian antara janji dan pelaksanaan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pejabat publik juga perlu menunjukkan tanggung jawab dan komitmen dalam memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat.

Keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari janji, slogan, ataupun citra yang dibangun di hadapan publik. Keberhasilan sejati tercermin melalui tindakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjamin keamanan, melindungi kesehatan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kebijakan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kepentingan rakyat harus menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan dan pelaksanaan program pemerintah.

Pemerintahan yang tampak aman dan terkendali tidak selalu mencerminkan kehidupan masyarakat yang sejahtera. Penderitaan rakyat dapat tersembunyi di balik citra positif yang ditampilkan apabila permasalahan mendasar tidak ditangani dengan serius. Cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud apabila pemerintah lebih mengutamakan pencitraan daripada tanggung jawab melindungi rakyat. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh megahnya janji yang disampaikan, melainkan oleh kepedulian, ketegasan dalam mengambil keputusan, dan konsistensi tindakan nyata demi kesejahteraan seluruh masyarakat.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Redaksi

18 Oktober 2026

Hari Terakhir PJTLN Dinamika UINSU Ditutup dengan Malam Kebudayaan

Foto: Fika Munayya

www.lpmalkalam.com- Memasuki hari terakhir, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang berlangsung di Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan peserta dimulai setelah salat Subuh dengan senam bersama. Selanjutnya, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing guna bersiap-siap, kemudian makan bersama dan mengikuti pelatihan terakhir.

Pemateri pada sesi tersebut adalah Try Loren Matanari, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Perencana dan Pengendali (KPP) Konten Media Baru. Materi yang disampaikan berjudul “Strategi Konten Digital”. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan evaluasi hasil indepth reporting pada hari pertama yang disampaikan oleh Herman Saleh selaku evaluator. Herman mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam indepth reporting terletak pada narasumber.

Memasuki waktu istirahat, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing. Namun, Manajer Acara, Windari Syntia, mengingatkan peserta agar mempersiapkan penampilan khas daerah masing-masing untuk ditampilkan pada malam kebudayaan.

Kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD), yaitu forum untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi pers mahasiswa (persma) sekaligus mendiskusikan solusi atas permasalahan tersebut.

Sebelum meninggalkan ruangan, panitia menyiapkan selembar kertas untuk setiap peserta. Kertas tersebut dimasukkan ke dalam amplop yang bertuliskan nama masing-masing peserta PJTLN. Setiap peserta kemudian diminta menuliskan kesan dan pesan untuk peserta yang namanya tertera pada amplop. Setelah selesai, amplop tersebut diteruskan kepada peserta lain agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan kepada peserta lainnya.

Selanjutnya, peserta diperbolehkan meninggalkan ruangan. Seluruh peserta mulai mempersiapkan penampilan khas daerah masing-masing untuk malam kebudayaan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 21.00 WIB.

Malam kebudayaan dibuka oleh dua master of ceremonies (MC). Acara diawali dengan sambutan dari Pemimpin Umum LPM Dinamika, Muhammad Daffa, serta perwakilan alumni LPM Dinamika.

Selain itu, panitia menyajikan makanan khas Medan sekaligus menjelaskan ciri khas setiap hidangan. Acara juga diisi dengan pemutaran video peringatan milad ke-33 LPM Dinamika UINSU, dilanjutkan dengan pengumuman dan pembagian hadiah kepada dua kelompok terbaik, satu peserta terbaik, dan satu peserta teraktif. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan dari para peserta.

Penampilan pertama dibawakan oleh peserta dari Aceh dan Sumatera Utara melalui Tari Pasang Jabet yang dipadukan dengan unsur budaya Batak, lengkap dengan pakaian tari khas daerah. Penampilan berikutnya berupa seni bela diri silat dari Lampung, pembacaan puisi dari Riau, serta pantun dan drama Malin Kundang dari Sumatera Barat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan menyanyi solo oleh salah satu peserta asal Aceh. Rangkaian acara ditutup dengan tari Batak yang diawali oleh Ucok dan Butet, kemudian diikuti oleh seluruh peserta dan panitia yang hadir. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 23.00 WIB.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Redaksi


Jejak Kelabu Karhutla: Ribuan Hektare Hutan Musnah, Ekosistem Terancam Lumpuh

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam memusnahkan ribuan hektare kawasan hutan dan mengancam kelumpuhan ekosistem di Indonesia. Bencana ini tidak hanya menghancurkan vegetasi dan merusak kualitas udara, tetapi juga memicu krisis habitat yang mengancam keselamatan satwa langka.

Jejak kelabu kini menyelimuti hamparan hijau yang dulunya dipenuhi kehidupan. Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam, ribuan hektare hutan musnah dan berubah menjadi arang. Tidak hanya merenggut pepohonan tua, amukan si jago merah ini juga membuat ekosistem lokal terancam lumpuh total.

Bagi manusia, kawasan tersebut mungkin hanyalah sekumpulan pohon. Namun, bagi satwa liar, hutan adalah satu-satunya tempat tinggal mereka. Maraknya kebakaran hutan dan lahan membuat para penghuni hutan kehilangan habitat, mengalami krisis sumber makanan dan udara bersih, hingga terpisah dari keluarganya. Tidak sedikit pula satwa yang mati mengenaskan akibat terjebak dalam kobaran api.

Menurut penulis, Kebakaran hutan yang terus berulang di Tanah Air bukan lagi sekadar isu lingkungan di atas kertas, melainkan krisis moral yang kasatmata. Ira, seekor orangutan betina berusia 20 tahun, dievakuasi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dalam keadaan lemas akibat kekurangan makanan dan udara bersih setelah terjebak di hutan bekas kebakaran. Hal ini menjadi cermin retaknya cara kita memperlakukan alam dan para penghuninya.

Alam yang dahulu asri dengan udara segar serta panorama hijau kini berubah menjadi lautan api dan asap pekat. Bencana ini tidak hanya menghancurkan kehidupan flora dan fauna, tetapi juga mengancam kesehatan serta aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.


Penulis: Keyla Afrida Rahmaissheina (Magang)

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.