Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

24 Februari 2026

Mahasiswa KPM Kelompok 13 Bersihkan Sisa Lumpur Banjir di MIN 9 Desa Babo, Wujud Nyata Kepedulian Pendidikan

Foto: IST

www.lpmalkalm.com- Pascamusibah banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 13 UIN Sultanah Nahrasiyah, menunjukkan aksi nyata dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan dengan membersihkan sisa lumpur yang mengendap di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Desa Babo, pada Rabu (18/022026).

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan dua ruang kelas yang terdampak paling parah. Dengan peralatan seadanya, para mahasiswa bahu-membahu membersihkan tumpukan lumpur di lantai serta menyikat dinding kelas yang masih menyisakan bekas rendaman air yang cukup pekat. Adapun meja dan kursi belajar tidak disusun kembali karena sebelumnya telah dievakuasi oleh pihak sekolah ke area yang lebih aman.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan lancar dan penuh semangat gotong royong. Kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh pihak madrasah yang tengah berupaya mempercepat pemulihan fasilitas belajar agar siswa dapat kembali bersekolah.

Kepala MIN 9 Desa Babo, Muksalamina, menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa KPM yang hadir di tengah kondisi sulit pascabencana. “Jadi, kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih dan merasa terbantu dengan adanya adik-adik mahasiswa KPM Kelompok 13 ini. Kondisi kelas memang sangat kotor setelah air surut, terutama di bagian dinding dan lantai yang penuh lumpur. Dengan bantuan tenaga dari adik-adik, proses pembersihan menjadi jauh lebih cepat sehingga ruangan ini bisa segera kami persiapkan kembali untuk anak-anak belajar seperti biasa,” ujar Muksalamina di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, beberapa guru yang turut mendampingi juga mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian mahasiswa yang tidak ragu terjun langsung membersihkan lumpur demi kenyamanan siswa.

Melalui program kerja tanggap bencana ini, KPM Kelompok 13 berharap MIN 9 Desa Babo dapat segera pulih sepenuhnya sehingga aktivitas belajar mengajar kembali normal. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan warga Desa Babo serta menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong.

“Semoga aksi kecil ini bisa memberikan kenyamanan kembali bagi para siswa. Kami juga berharap ke depannya fasilitas sekolah di Desa Babo dapat lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem agar proses pendidikan tidak terhambat,” pungkas Fahmil selaku Ketua KPM Kelompok 13.


Reporter: Arahmadan Jaminur Berutu

Editor: Indira Ulfa 

Sinergi KPM Kelompok 13 dan Relawan Hijaukan Pulau Katak Bersama Datuk Desa Babo

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Aksi nyata pelestarian lingkungan kembali digalakkan di wilayah Aceh Tamiang. Kali ini, Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 13 UIN Sultanah Nahrasyiah berkolaborasi dengan para relawan dan Pemerintah Desa Babo dengan turun langsung melakukan penanaman bibit pohon secara serentak di kawasan Pulau Katak, Kecamatan Bandar Pusaka, pada Senin (16/02/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem lokal sekaligus mengoptimalkan potensi lahan desa melalui pemanfaatan vegetasi produktif dan tanaman konservasi.

Aksi penghijauan tersebut merupakan wujud kerja sama antara Mahasiswa KPM, kelompok relawan peduli lingkungan, serta jajaran perangkat desa. Kehadiran relawan di lapangan memberikan energi tambahan dalam proses penanaman yang difokuskan pada area strategis di Pulau Katak.

Adapun bibit yang ditanam meliputi berbagai jenis tanaman produktif, seperti manggis, mangga, jeruk kasturi, dan jeruk lemon. Selain itu, ditanam pula bibit kelapa sawit serta pohon bambu yang berfungsi sebagai penahan abrasi alami di pesisir pulau.

Datuk Desa Babo, Khairi Hasan, yang memimpin langsung jalannya aksi sejak pagi, menyatakan kebanggaannya atas inisiatif kolaboratif yang diusung oleh Mahasiswa KPM Kelompok 13 dan para relawan. “Hari ini kita menyaksikan kolaborasi yang luar biasa antara Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasyiah, para relawan, dan masyarakat desa. Penanaman di Pulau Katak ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru bagi warga melalui tanaman buah yang ditanam,” ujar Khairi Hasan.

Ia menambahkan bahwa peran pemuda sangat krusial dalam menggerakkan kesadaran lingkungan. “Saya berharap bibit-bibit yang telah ditanam ini tidak sekadar dibiarkan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk dirawat. Kehadiran adik-adik KPM dan relawan di sini telah memberikan contoh nyata bagaimana membangun desa melalui kerja sama yang solid,” Tambahnya.

Perwakilan KPM Kelompok 13 UIN Sultanah Nahrasyiah juga menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari program kerja utama yang menitikberatkan pada pengabdian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian kegiatan pada Senin tersebut ditutup dengan penanaman simbolis oleh Datuk Khairi Hasan bersama mahasiswa dan relawan.


Reporter: Arahmadan Jaminur Berutu

Editor: Indira ulfa

 

Mahasiswa KPM Mandiri 67 Lakukan Observasi dan Digitalisasi UMKM di Aan Bakery untuk Penguatan Promosi Digital

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri kelompok 67 UIN Sultanah Nahrasyiah laksanakan kegiatan observasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Toko Roti Aan Bakery yang berlokasi di Jalan Nisam, Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu (31/01/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mendukung penguatan promosi serta digitalisasi UMKM lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berkolaborasi langsung dengan pemilik Aan Bakery guna menggali informasi terkait kondisi usaha, sistem produksi, serta potensi pengembangan pemasaran berbasis digital.

Sebelum kunjungan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dan membuat janji dengan pemilik usaha. Observasi dimulai pukul 11.00 WIB dengan meninjau langsung area dapur produksi. Mahasiswa menyaksikan secara menyeluruh proses pembuatan roti, mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga proses pemanggangan dan pengemasan.

Pemilik Aan Bakery menyambut baik kehadiran mahasiswa. “Kami merasa terbantu dengan adanya observasi ini. Selama ini promosi masih terbatas dari mulut ke mulut. Dengan adanya pendampingan digital, kami berharap usaha ini bisa dikenal lebih luas,” ungkapnya.

Setelah observasi produksi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam bersama pemilik UMKM. Data yang diperoleh dari observasi dan wawancara tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa dalam merancang strategi promosi dan digitalisasi yang lebih efektif serta terarah.

Aan Zuanna, pemilik usaha Aan Bakery, mengungkapkan bahwa pendampingan ini memberinya pemahaman baru tentang pentingnya promosi digital. “Selama ini kami fokus pada produksi. Dengan adanya bantuan digitalisasi ini, saya berharap Aan Bakery bisa semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak pelanggan,” tuturnya.

Salah satu perwakilan Mahasiswa KPM Mandiri 67 menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan langkah penting bagi UMKM agar mampu bersaing di era modern. “Kami ingin membantu pelaku usaha desa agar tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Promosi digital yang sederhana namun terencana dapat meningkatkan jangkauan pasar secara signifikan,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan mampu memperluas akses pemasaran, memperkenalkan produk Aan Bakery kepada masyarakat yang lebih luas, serta mendorong peningkatan volume penjualan.

Melalui kegiatan observasi dan digitalisasi UMKM ini, Mahasiswa KPM Mandiri 67 UIN SUNA berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi lokal. Sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM di Desa Tambon Tunong diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi usaha yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi digital.


Penulis: Siti Hunava Foenna, Mahasiswi KPM Kelompok 67 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Editor: Indira Ulfa

Mahasiswa KPM Mandiri 67 Dorong Digitalisasi UMKM Bakso Bakar Kak Mona di Tambon Tunong

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Upaya penguatan ekonomi lokal terus digalakkan oleh Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 67 UIN Sultanah Nahrasyiah (UIN SUNA) melalui program digitalisasi UMKM di Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Salah satu mitra pendampingan dalam program ini adalah UMKM Bakso Bakar Kak Mona yang dikunjungi pada Jumat (30/01/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut berlangsung di kedai Bakso Bakar Kak Mona. Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong transformasi digital usaha mikro agar mampu beradaptasi dan bersaing di era pemasaran berbasis teknologi.

Sebelum pelaksanaan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dan membuat janji dengan pemilik usaha guna memastikan kegiatan observasi serta pendampingan berjalan optimal. Setibanya di lokasi, tim memulai dengan observasi menyeluruh terhadap kondisi usaha, mencakup sistem pelayanan, penyajian produk, hingga potensi pengembangan yang dapat ditingkatkan.

Selain observasi, mahasiswa juga melakukan wawancara bersama pemilik usaha untuk memahami perjalanan bisnis, tantangan yang dihadapi, serta strategi pemasaran yang selama ini diterapkan. Usaha Bakso Bakar Kak Mona sendiri telah berdiri sejak 2019 dan terus menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.

Kedai ini beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB. Bahkan, tidak jarang tutup lebih awal ketika antusiasme pembeli meningkat dan seluruh stok telah habis terjual. Dengan variasi menu yang beragam dan harga terjangkau mulai dari Rp1.000, usaha ini mampu menjangkau berbagai kalangan konsumen. Konsistensi jumlah pembeli dari waktu ke waktu menjadi indikator stabilitas penjualan harian yang cukup baik serta daya tarik yang kuat di pasar lokal.

Pemilik usaha, Kak Mona, menyambut baik program pendampingan tersebut. Ia mengungkapkan, “Selama ini kami hanya mengandalkan pembeli yang lewat atau pelanggan tetap. Dengan adanya bantuan digitalisasi ini, saya berharap usaha ini bisa lebih dikenal luas dan semakin berkembang,” ujarnya.

Dalam proses pendampingan, mahasiswa membantu pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps guna meningkatkan visibilitas serta memudahkan pelanggan menemukan lokasi kedai. Selain itu, dilakukan dokumentasi visual produk secara lebih menarik dan terstruktur untuk kebutuhan promosi digital. Mahasiswa juga memberikan pendampingan strategi pemasaran berbasis media sosial sebagai langkah awal memperluas jangkauan pasar.

Salah satu perwakilan Mahasiswa KPM Mandiri 67 menyampaikan bahwa digitalisasi UMKM menjadi langkah penting dalam menghadapi perkembangan zaman. “Kami ingin membantu pelaku usaha desa agar tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi sederhana seperti pendaftaran lokasi dan promosi media sosial dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan,” ujarnya.

Digitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan Bakso Bakar Kak Mona kepada konsumen yang lebih luas, tetapi juga menjadi model pengembangan bagi UMKM lain di Desa Tambon Tunong. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, usaha kecil di tingkat desa memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KPM Mandiri 67 UIN SUNA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan era digital.


Penulis: Siti Hunava Foenna, Mahasiswi KPM Kelompok 67 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Editor: Indira Ulfa
 

Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan kelompok 02 Gelar Pesantren Kilat di Desa Uning Mas

Foto: IST

www.lpmalkalam.com-  Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan kelompok 02 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe, laksanakan program kerja pesantren kilat di masjid darurat Desa Uning Mas pada Senin (23/02/2026).

Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak 21 Februari 2026 dengan melibatkan anak-anak setempat. Pelaksanaan kegiatan mengarah pada pembelajaran keagamaan yang mencakup pengajian Iqra dan Al-Qur’an, praktik wudu, serta hafalan doa yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode aktif dan kreatif, mahasiswa KPM melaksanakan kegiatan melalui teknik nyanyian dan permainan guna mencapai tujuan pembelajaran keagamaan pada anak.

Sebagai penutup kegiatan, para mahasiswa KPM mengagendakan perlombaan keagamaan. Perlombaan tersebut disesuaikan dengan pembelajaran dalam program pesantren kilat yang disebut Bintang Ramadan (Bina Prestasi dan Akhlak Mulia Generasi Ramadan). Kegiatan keagamaan ini menjadi salah satu pendekatan bagi anak-anak desa setempat yang merupakan penyintas bencana.

“Program pesantren kilat ini kami laksanakan sebagai salah satu agenda yang sering dilaksanakan oleh aparat desa. Melalui kegiatan ini, anak-anak dipersiapkan bukan hanya secara akidah dan pemahaman, tetapi juga dalam ranah daya saing melalui berbagai cabang lomba,” ujar Ahmad Ainan Naim selaku Ketua KPM 02 Desa Uning Mas.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Indira Ulfa


 

Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Laksanakan Kegiatan Sosialisasi ke SD 4 Muara Batu

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Banda Sakti, Kabupaten Aceh Utara, melaksanakan koordinasi program kerja (proker) yang bertema Fun English di sekolah setempat (13/02/2026).

Kegiatan “Fun English” merupakan salah satu program kerja di bidang pendidikan yang dirancang oleh mahasiswa KPM dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif agar siswa tidak merasa takut atau kesulitan dalam mempelajari bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kosakata baru setiap siswa dan juga melatih berpikir kritis siswa kelas VI di SDN 4 Muara Batu.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM dibantu langsung oleh kepala sekolah dan para guru. Dalam program ini, para mahasiswa menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti melakukan ice breaking dengan iringan lagu, diskusi kelompok, hingga praktik menyusun kosakata baru berdasarkan vocabulary yang sudah dibagikan sebelumnya oleh panitia. Metode pembelajaran dikemas melalui permainan edukatif yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan mendorong siswa untuk berpikir kritis.

Permainan ini juga bertujuan untuk mengajak para siswa/siswi berpikir lebih kritis dan juga kreatif melalui game yang menyenangkan dan menghibur. Selain itu, kegiatan ini sangat membantu mereka dalam memahami Bahasa Inggris dengan lebih mudah dan membuat belajar terasa lebih seru serta tidak membosankan.

Antusiasme siswa yang tinggi terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif dalam berdiskusi, mengikuti permainan, serta berani untuk maju ke depan dan menuliskan kembali di papan tulis semua kosakata yang sudah dikumpulkan saat diskusi kelompok. Para mahasiswa KPM juga terus memotivasi siswa agar tidak takut salah dan lebih percaya diri dalam belajar kosakata baru dalam Bahasa Inggris.

Awalnya hanya beberapa siswa yang menyukai Bahasa Inggris, namun setelah mereka mengikuti program ini, banyak siswa yang merasa bahwa belajar Bahasa Inggris itu sangat seru dan berkata, “Kak, saya mau game yang seperti ini ada lagi,” ucap salah satu siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran kalian di sekolah kami dan semoga apa yang kalian berikan bermanfaat dan menghibur para siswa,” ujar Mansur selaku Kepala Sekolah SD 4 Muara Batu. Melalui kegiatan “Fun English” ini, mahasiswa KPM berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan bermanfaat bagi mereka serta menumbuhkan minat siswa dalam belajar Bahasa Inggris sejak dini.


Reporter: T. Akmal Rizki Phonna

Editor: Putri Ruqaiyah

Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Gelar Trauma Healing bagi Anak-Anak di Bungkaih

Foto: IST
www.lpmalkalam.com-  Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 08 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melaksanakan kegiatan "Trauma Healing" bagi 50 anak-anak di Desa Keude Bungkaih sebagai upaya pemulihan kondisi psikologis pascaperistiwa bencana yang berdampak pada kehidupan mereka, pada Jumat (20/022026).

Kegiatan trauma healing tersebut berlangsung di Balai Meunasah Baru, Desa Keude Bungkaih, dengan tujuan membantu anak-anak mengatasi rasa takut, cemas, serta tekanan emosional yang mereka alami akibat bencana. Melalui berbagai aktivitas edukatif dan permainan yang menyenangkan, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan mereka dalam suasana yang aman dan nyaman, sekaligus mengembalikan rasa aman dan keceriaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM juga membuat pohon harapan sebagai salah satu metode trauma healing. Anak-anak dibagi ke dalam 11 kelompok. Setiap kelompok diberikan kertas dan spidol warna. Anak-anak diminta menuliskan harapan serta cita-cita mereka sebagai bentuk ekspresi perasaan dan pemulihan emosional pascabencana yang melanda desa mereka.

Setelah selesai menuliskan harapan, kertas tersebut ditempelkan pada pohon harapan yang telah disiapkan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap optimistis, membangun kepercayaan diri, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan emosi secara positif pascabencana.

Trauma healing sangat diperlukan bagi anak-anak karena pada umumnya, di usia mereka yang masih belia, mereka belum mampu mengungkapkan perasaan secara verbal. Anak-anak merupakan kalangan yang paling rentan terdampak bencana karena secara langsung mengalami peristiwa tersebut, sementara kondisi psikologis mereka masih dalam tahap perkembangan dan membutuhkan pendampingan khusus.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat sangat menikmati kegiatan tersebut. Mereka semakin ceria, berani berkomunikasi, dan aktif mengikuti setiap aktivitas. “Harapan saya ke depan saya bisa mendapatkan rumah baru,” ujar beberapa anak yang mengikuti program ini.

Para orang tua menyambut baik kegiatan ini karena melihat perubahan positif pada perilaku anak-anak, seperti berkurangnya rasa takut serta meningkatnya semangat bermain dan belajar hal baru. Selain membantu pemulihan psikologis anak, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KPM, anak-anak, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental anak usia dini. Di antara anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut, terdapat seorang anak bernama Azmi. “Kak, kapan-kapan buat lagi ya kegiatan seperti ini,” ujarnya dengan senyum bahagia.


Reporter: T. Akmal Rizki Phonna
Editor: Indira Ulfa
 

23 Februari 2026

KPM Tematik Kebencanaan kelompok 02 Realisasi Program Sedap di Desa Uning Mas

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 02 tematik kebencanaan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasyiah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan program kerja Sedap (Sedia Dapur Posko) di posko utama Desa Uning Mas pada Minggu (22/02/2026).

Kegiatan Sedap ini sudah dilaksanakan pada beberapa waktu sebelum memasuki bulan Ramadan. Saat bulan Ramadan, kegiatan ini dilaksanakan sejak sahur awal puasa pada 19/02 hingga saat ini. Program Sedap diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan konsumsi, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga Desa Uning Mas melalui kerja sama dan solidaritas yang terbangun selama kegiatan yang disebutkan.

Program Sedap menjadi salah satu momentum Ramadan yang dilaksanakan oleh KPM 02 yang mengarah pada penguatan nilai spiritual dan kebersamaan. Program ini menjadi fondasi kerja sama yang lebih kuat dalam pengembangan berbagai program pengabdian berikutnya. Pelaksanaan program ini menunjukkan keseriusan mahasiswa dalam melakukan pendekatan diri kepada masyarakat setempat.

“Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan masyarakat dan mahasiswa secara bersamaan sebagai upaya pendekatan untuk merealisasikan program lanjutan,” ujar Ainan Naim selaku Ketua KPM desa setempat.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Putri Ruqaiyah

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.