Portal Berita Al-Kalam

FUAD UIN SUNA Bekali 158 Mahasiswa dengan Pengalaman Dunia Kerja melalui OJT

Foto: Zahira Putri Meola www.lpmalkalam.com-   Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiy...

HEADLINE

Latest Post

19 Agustus 2026

FUAD UIN SUNA Bekali 158 Mahasiswa dengan Pengalaman Dunia Kerja melalui OJT

Foto: Zahira Putri Meola
www.lpmalkalam.com- Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Coaching On The Job Training (OJT) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula FUAD pada Rabu (19/08/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Darmadi selaku Wakil Rektor (Warek) II UIN SUNA dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester tujuh dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Kegiatan yang mengusung tema “Belajar di Dunia Kerja: Aktualisasi Nilai Keislaman dan Transformasi Digital Profesional Menuju Lulusan FUAD yang Unggul dan Adaptif” tersebut mengirimkan sebanyak 158 mahasiswa untuk mengikuti OJT di sejumlah instansi mitra yang berada di Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Besar, Aceh Tengah, dan Medan. Kegiatan ini juga melibatkan 15 dosen FUAD sebagai supervisor. Pelaksanaan OJT berlangsung selama dua hari, yaitu pada 19 dan 20 Agustus 2026.

Rizky Wahyudi selaku Ketua Pelaksana menegaskan bahwa setiap tantangan harus dijadikan sebagai kesempatan dan setiap karya sebagai kontribusi nyata.
“Belajar di dunia kerja, berkarya untuk peradaban, dan berkontribusi untuk negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Darmadi selaku Wakil Rektor II UIN SUNA sekaligus pemateri pertama dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya mahasiswa mengembangkan keahlian selama mengikuti OJT.“Jangan berharap pada nilai, tetapi kembangkan keahlian. Tunjukkan eksistensi diri sebagai mahasiswa yang beradab,” ujar Darmadi.

Mahdi selaku Dekan FUAD UIN SUNA sekaligus pemateri kedua dalam kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa kedisiplinan menunjukkan keseriusan dan kesungguhan mahasiswa dalam menjalankan program kerja. Ia mengimbau mahasiswa untuk memanfaatkan setiap momen dan pengalaman selama pelaksanaan OJT sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi, kemampuan, serta profesionalisme yang dimiliki. Menurutnya, pengalaman tersebut juga dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk direkrut atau memperoleh kesempatan bekerja di instansi tempat mereka melaksanakan OJT.


Reporter: Luthfiatil Syaqirah dan Luthfiah Iklima Panggabean

Editor: Zahratul

Api Semangat Para Pahlawan

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Setiap bulan Agustus, sekolah mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah lomba membaca puisi dan pidato tentang perjuangan para pahlawan.

Clara mengikuti kegiatan tersebut. Clara berusaha mempelajari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Guru kami menjelaskan bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah, tetapi melalui perjuangan, keberanian, dan pengorbanan.

Suatu sore, Clara melihat bendera Merah Putih berkibar di depan sekolah. Clara terdiam sejenak dan membayangkan bagaimana para pahlawan dahulu berjuang mempertahankan tanah air. Mereka tidak takut menghadapi bahaya demi masa depan bangsa.

Clara pun menyadari bahwa sebagai pelajar, Clara dan Lina juga dapat meneruskan semangat para pahlawan. Caranya bukan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan rajin belajar, menghormati orang lain, menjaga persatuan, dan mengharumkan nama Indonesia.

Pada hari perlombaan, Clara tampil membacakan puisi tentang perjuangan para pahlawan. Awalnya, Clara merasa gugup, tetapi Clara mengingat pengorbanan para pahlawan. Clara pun membaca puisi dengan penuh semangat.

Setelah selesai, teman-teman dan guru memberikan tepuk tangan. Saat itu, Clara merasa bangga. Clara berjanji akan terus belajar dan berusaha menjadi generasi yang berguna bagi bangsa.

Sejak hari itu, Clara mengerti bahwa api semangat para pahlawan tidak boleh padam. Semangat itu harus terus hidup dalam diri generasi muda untuk menjaga dan membangun Indonesia.


Penulis: Zilfira

Editor: Redaksi

18 Agustus 2026

Merdeka, Katanya

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-
 
Di bumi Indonesia nan luas

Merah masih darah pejuang

Putih telah pucat tergerus

Harapan warga kian memudar


Di tanah Indonesia tercinta

Ada perut yang rela dirobek

Makhluk kehilangan rumahnya

Bertahan hidup demi esok



Di atas mimbar nan megah

Dikumandangkan sangat lantang

"Merdeka", katanya berulang

Menembus langit penuh janji



Sedang di sudut bibir jalanan

Di bawah pajangan bendera

Masih ada memungut sampah

Mencari sesuap nasi hangat


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Redaksi

Karnaval HUT RI ke-81 di Kota Lhokseumawe Tampilkan Busana Adat dan Kreativitas

 

Foto: Zahratul 
www.lpmalkalam.com- Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lhokseumawe berlangsung di Lapangan Hiraq Kota Lhokseumawe pada Selasa (18/08/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 162 kelompok yang terdiri atas 55 TK/KB, 64 SD/MI, 24 SMP/MTs, dan 19 SMA/SMK/MA yang berada di Kota Lhokseumawe. Karnaval mengusung tema pakaian adat dan pakaian kreatif sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kepala Subbagian (Kasubbag) Tata Usaha pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, Jamaluddin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan secara meriah dengan dukungan masyarakat. “Semoga ke depannya tetap ramai, tetap meriah, dan tetap mendapatkan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan rute yang telah ditentukan panitia. Para peserta mengikuti pawai dan pengenalan busana dengan berjalan beriringan berdasarkan sekolah masing-masing. Penampilan drum band turut menyelingi rangkaian kegiatan sehingga menambah kemeriahan karnaval.

Karnaval tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjadi wadah bagi peserta untuk menampilkan keberagaman pakaian adat dan kreativitas.

Reporter: Zahratul 

Editor: Chalisa Najla Safira

17 Agustus 2026

Civitas Akademika UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Upacara HUT Ke-81 RI

Foto: Luthfiatil Syaqirah
www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Rektorat Biro Kampus setempat pada Senin (17/8/2026) pukul 08.00 WIB - selesai.

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe serta sepuluh mahasiswa dari setiap fakultas. Para ASN mengenakan pakaian adat atau pakaian tradisional sederhana dari berbagai daerah, sedangkan mahasiswa diwajibkan mengenakan baju almamater.

Danial selaku Rektor UIN SUNA dalam amanatnya menegaskan bahwa tugas generasi saat ini bukan lagi berperang, melainkan menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh. Menurutnya, meskipun teknologi terus berkembang, akhlak harus tetap dijaga. Hari Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk disyukuri.

“Dengan adanya upacara ini, kami menjadi makin semangat belajar untuk menjadi mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki semangat juang untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” ujar Muqfi Al-Qasim, salah satu mahasiswa yang mengikuti upacara.


Reporter: Luthfiatil Syaqirah

Editor: Redaksi

16 Agustus 2026

Bendera Bulan Bintang Kembali Berkibar, Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Pengibaran bendera Bulan Bintang dalam rangka menyambut peringatan Hari Damai Aceh ke-21 dihadiri ratusan massa di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dimuat iNews Aceh, kericuhan bermula ketika massa yang mengikuti peringatan Hari Damai Aceh berupaya mengibarkan bendera Bulan Bintang di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Aparat keamanan berupaya menghentikan pengibaran tersebut. Situasi yang awalnya berlangsung dalam rangka memperingati perdamaian kemudian berubah menjadi ketegangan antara massa dan aparat.

Juha Christensen, salah satu tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh melalui perundingan Helsinki, menilai bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) perlu dipandang sebagai bagian dari sejarah perdamaian Aceh. Ia mengatakan simbol tersebut sebaiknya dihormati sebagai bagian dari sejarah dan tidak digunakan untuk kepentingan lain.

“Pendapat kita dan diskusi di perundingan Helsinki tahun 2005. Kita harus menghormati bendera GAM sebagai sejarah, itu paling penting. Menggunakan bendera GAM untuk kepentingan lain, menurut saya, tidak bagus,” ujar Juha, dikutip dari Republika.co.id.


Reporter: Intan Sarifah

Editor: Chalisa Najla Safira

15 Agustus 2026

Hal yang Tak Pernah Terucap

 

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com- 

Ada banyak hal yang tumbuh di dalam diam

Tentang luka yang memilih menetap

Tentang rindu yang tak pernah 

Menemukan jalan pulang


Kita sering terlihat baik-baik saja

Tertawa seolah tak ada yang hilang

Padahal ada bagian dari diri 

Yang diam-diam sedang belajar menghilang


Barangkali dewasa memang melelahkan

Belajar menerima tanpa banyak pertanyaan

Belajar melepaskan tanpa harus memendam

Dan belajar ikhlas meski hati remuk redam


Ada perpisahan yang tak pernah diucapkan

Namun, terasa dari jarak yang perlahan tumbuh

Ada seseorang yang masih diingat 

Meski namanya tak lagi bisa disebut


Namun, akhirnya

Kita hanya perlu berdamai dengan kenyataan

Karena terkadang

Kehilangan adalah bagian dari perjalanan


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

14 Agustus 2026

Tak Kenal, Maka Tak Kimpul?

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Di tengah arus masyarakat Indonesia yang sedang sibuk mencari makanan hits di kafe-kafe ternama, muncul makanan yang bernama kimpul. Menurut Wikipedia, kimpul adalah tanaman yang termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae) dengan bentuk pati dan dapat dikonsumsi.

Kimpul awalnya diperkenalkan akun Black Sheep di aplikasi TikTok dengan konten-kontennya yang berisi makanan ketahanan pangan berbasis umbi-umbian seperti kimpul, growol, gembolo, gembili, tiwul, dan tempe benguk. 

Rasanya yang hampir menyerupai kentang membuat beberapa influencer mencoba membuat makanan yang berbahan dasar kimpul. Beberapa makanan yang berhasil dimodifikasi dengan kimpul misalnya kimpuljeon, dumpling kimpul, kimpul chewy cookie, sushi kimpul, dan mango sticky kimpul.

Sebagai warga Indonesia kita patut bangga dengan salah satu bahan makanan ini dan harus melestarikannya. Karena kimpul tersebut, selain harganya yang terjangkau juga termasuk mudah untuk dibudidayakan atau ditemukan di pasar tradisional. Menuju 81 tahun kemerdekaan Indonesia, selamat mencoba kimpul. 


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

Mahasiswa KPM Mandiri Ekoteologi Kelompok 13 UIN SUNA Gelar MTQ Tingkat SD

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengambdian Masyarakat (KPM)  Mandiri Ekoteologi Kelompok 13 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) menyelenggarakan Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kampung Simpang Utama, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, pada (89/08/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan semangat keagamaan dan kecintaan anak-anak terhadap Al-Quran. Perlombaan MTQ diikuti oleh anak-anak tingkat sekolah dasar dengan penuh antusias. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam bidang keagamaan.

Mahasiswa KPM Kelompok 13 UIN Sultanah Nahrasiyah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Simpang Utama serta mendorong lahirnya generasi muda yang cinta Al-Quran, berakhlak baik, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Kegiatan berlangsung dengan meriah dan mendapat antusiasme positif dari masyarakat serta anak-anak Kampung Simpang Utama.


Penulis: Rilis

Editor: Redaksi

13 Agustus 2026

Jejak di Tepi Pelabuhan

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com- Hujan baru saja reda, menyisakan aroma tanah basah dan genangan air yang memantulkan lampu-lampu kapal. Aku berdiri di ujung dermaga, berteduh di bawah atap seng toko kelontong yang sudah tutup. Di sebelahku, seorang wanita tua berkerudung lusuh sedang merapikan jualan ikan asinnya ke dalam keranjang bambu. Kami berdua hening, hanya ditemani deburan ombak yang berulang dan dengung mesin kapal dari kejauhan.

Tanpa menatapku, ia memecah kesunyian dengan suara lembut namun dalam.

"Menurutmu, ke mana mengalirnya air laut yang dulu pernah kita seberangi?"

Aku terpaku. Bukan pertanyaan itu yang membuatku membisu, melainkan makna di baliknya: Ke mana perginya sosok muda kita yang dulu begitu berani menerjang badai? Ke mana perginya jiwa impian yang percaya bahwa seluruh lautan bisa ia taklukkan? Kita sering kehilangan versi terbaik dari diri sendiri saat sibuk mendayung menuruti arus kehidupan.

Wanita itu tersenyum tipis, usapan jarinya yang keriput dengan telaten merapikan sisa dagangan.

"Jika pada akhirnya kita selalu merindukan daratan yang kita tinggalkan," lanjutnya sambil mengikat keranjang, "mengapa kita begitu bernafsu berlayar sejauh ini?"

Pertanyaan kedua itu menghantamku lebih keras. Aku teringat betapa seringnya kita berpacu dengan waktu, mengorbankan hari ini demi mengejar esok, lalu saat esok itu tiba, kita justru menangisi hari kemarin yang telah hilang. Kita berlari agar tak tertinggal, tetapi di puncak perjalanan, kita justru merasa asing dengan tempat kita berdiri.

Wanita tua itu bangkit, memikul keranjangnya dengan perlahan, lalu menatap garis cakrawala yang kian kabur ditelan malam.

"Mungkin pelayaran ini bukan tentang menemukan pelabuhan yang sempurna," ucapnya lirih sebelum melangkah pergi. "Tapi tentang keberanian untuk terus berlayar, meski kita tak pernah benar-benar paham ke mana arah angin membawa kita."

Malam itu, di tengah hembusan angin laut yang dingin, aku tidak lagi berniat mencari arah atau jawaban pasti. Aku hanya berdiri di sana, membiarkan gelombang demi gelombang menghantam dermaga, dan belajar menerima setiap keraguan tanpa harus memaksa kehidupan memberikan alasannya.


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.