Portal Berita Al-Kalam

Petani Menanam Bibit Padi di Sawah Desa Tanjung Baroh

Foto: Bellivia A-Kamariana www.lpmalkalam.com- Seorang petani tampak membungkukkan badan saat menanam bibit padi di area persawahan Desa Ta...

HEADLINE

Latest Post

22 Juli 2026

Petani Menanam Bibit Padi di Sawah Desa Tanjung Baroh

Foto: Bellivia A-Kamariana
www.lpmalkalam.com- Seorang petani tampak membungkukkan badan saat menanam bibit padi di area persawahan Desa Tanjung Baroh, Kecamatan Samudera Pase pada Selasa (21/07/2026). 

Aktivitas tersebut merupakan bagian dari proses penanaman padi yang dilakukan sebagai tahap awal masa tanam. Meski harus bekerja di tengah genangan air dan di bawah terik matahari, petani tetap menjalankan pekerjaannya dengan penuh ketelitian agar bibit padi dapat tumbuh dengan baik. Hamparan sawah yang membentang luas mencerminkan semangat dan kerja keras para petani dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian sebagai salah satu sumber pangan masyarakat.


Penulis: Bellivia Al-Kamariana

Editor: Chalisa Najla Safira

Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,6 Guncang Gayo Lues pada Rabu Siang

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/07/2026) pukul 11.18 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat sekitar 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, tepatnya pada koordinat 4,03° LU dan 97,62° BT.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yaitu V MMI di Gayo Lues; III–IV MMI di Aceh Barat Daya; III MMI di Aceh Selatan, Medan, Sibolga, dan Deli Serdang; II–III MMI di Lhokseumawe; serta II MMI di Langsa.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," demikian imbauan BMKG. Informasi ini berdasarkan data resmi BMKG yang diperbarui pada Rabu (22/07/2026) pukul 11.23 WIB.


Penulis: Muhammad Rahul Gonzales

Editor: Redaksi

21 Juli 2026

Semangat Pekebun di Tengah Teriknya Hari

Foto: Bellivia Al-Kamariana
www.lpmalkalam.com- Seorang pekebun terlihat sedang membersihkan lahan di sebuah kebun milik warga pada Kamis (16/07/2026). Dengan menggunakan cangkul, ia tetap bekerja merawat tanaman sekaligus membersihkan rumput liar agar tanaman tetap terjaga dan tumbuh dengan baik. Pekerjaan yang dilakukannya setiap hari ini menjadi bukti bahwa setiap hasil panen yang dinikmati masyarakat lahir dari kerja keras, kesabaran, dan semangat para pekebun yang tidak pernah lelah mengolah tanah demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan masyarakat.


Penulis: Bellivia Al-Kamariana

Editor: Chalisa Najla Safira

Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe Gelar Webinar Internasional Peringati 20 Tahun Berdiri

Foto: Zahratul
www.lpmalkalam.com- Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe menyelenggarakan webinar internasional dalam rangka memperingati hari jadi ke-20 sekolah dengan mengusung tema Perspectives on Sukma Bangsa School: Two Decades of Transformative Education, Collaboration, and Global Citizenship pada Selasa (21/07/2026).

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta di lobi Sekolah Sukma Bangsa, kemudian dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pemutaran film yang mengulas perjalanan Sekolah Sukma Bangsa selama dua dekade.

Ketua Sukma Foundation, Lestari Moerdijat, menyampaikan sambutan bertajuk Twenty Years of Sekolah Sukma Bangsa: Nurturing Hope, Humanizing Education. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor Sukma Foundation, Ahmad Baidhowi AR.

Webinar ini menghadirkan sejumlah pakar pendidikan dari berbagai negara, yakni Eero Ropo dari Tampere University, Finlandia; Tahir Shad dari Washington College, Amerika Serikat; Yuji Uesugi dari Waseda University, Jepang; serta Jean Greyling dan Ryan Le Roux dari LEVA Foundation, Afrika Selatan.

Selain pemateri internasional, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Expert Respondent: Indonesian Perspectives yang diisi oleh Komaruddin Hidayat dan Ahmad Humam Hamid dari Universitas Syiah Kuala. Sementara itu, sesi Expert Respondent: Aceh Perspectives menghadirkan Iryana Muhammad dari Universitas Malikussaleh dan Baiquni dari Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Dalam webinar tersebut, para narasumber membahas berbagai isu pendidikan global, di antaranya tantangan perubahan iklim, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam dunia pendidikan, serta strategi membangun sistem pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kewargaan global.

Salah satu pemateri, Tahir Shad, menyampaikan bahwa hubungan Washington College dengan Sekolah Sukma Bangsa telah terjalin sejak 2012 melalui program kolaborasi yang melibatkan mahasiswa Washington College untuk tinggal dan mengajar di Sekolah Sukma Bangsa. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadikan Sekolah Sukma Bangsa sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai budaya, nilai, dan cara pandang sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. "Penting bagi Sekolah Sukma Bangsa untuk terus menjaga keberagaman, kolaborasi, dan komunikasi. Sekolah ini telah menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan membuka peluang bagi siswa untuk berkembang di masa depan," ujar Tahir Shad.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutup yang dipandu oleh Syamsir Alam selaku Dewan Pengawas Yayasan Sukma sekaligus Penasihat Kurikulum.


Penulis: Zahratul

Editor: Redaksi

20 Juli 2026

Fomo: Takut Tertinggal Menjadi Standar Kehidupan Remaja

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Media sosial awalnya dirancang untuk mempermudah komunikasi dan akses informasi bagi manusia. Akan tetapi, di era digital saat ini, media sosial sering kali dijadikan patokan kebahagiaan, terutama di kalangan remaja. Saat seseorang membagikan lokasi wisata, momen berkesan, atau barang yang digunakan, banyak orang yang melihatnya merasa tertarik untuk merasakan pengalaman serupa. Dari situlah muncul fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu ketakutan akan kehilangan kesempatan yang sedang dialami atau dimiliki orang lain.

Fenomena FOMO sering terjadi pada remaja yang mencari pengakuan atau validasi melalui media sosial. Saat suatu tren menjadi viral, timbul anggapan bahwa seseorang belum dianggap "modern" jika belum mencoba hal tersebut. Sebagai hasilnya, mengikuti tren kini bukan sekadar pilihan, tetapi seolah menjadi keharusan untuk tetap diterima dalam masyarakat. Situasi ini secara bertahap menjadi sesuatu yang dianggap normal di antara para remaja.

Di saat teknologi berkembang pesat, kehidupan di dunia digital tampak lebih menarik dibandingkan dengan kehidupan nyata. Apa yang terlihat di media sosial sering kali adalah representasi yang telah dipilih dan diatur sedemikian rupa agar tampak ideal. Sayangnya, banyak remaja mengambil gambaran itu sebagai tolok ukur kehidupan yang harus diraih, tanpa menyadari bahwa tidak semua yang tampil di media sosial mencerminkan kebenaran.

Fenomena FOMO juga memberikan konsekuensi negatif, baik untuk remaja maupun untuk orang dewasa. Banyak remaja yang mengikuti tren viral menggunakan uang orang tua untuk membeli barang atau merasakan pengalaman yang sebenarnya bukanlah kebutuhan. Kebiasaan ini bisa menimbulkan tekanan untuk selalu memenuhi standar kehidupan yang tinggi. Namun, keadaan ekonomi setiap keluarga bervariasi dan tidak semua individu memiliki kemampuan untuk menjalani gaya hidup yang dipamerkan di media sosial.

Saatnya remaja tidak lagi menjadikan media sosial sebagai patokan kebahagiaan. Mengikuti tren bukan suatu keharusan, apalagi jika dapat merugikan kesehatan mental, stabilitas keuangan, dan rasa percaya diri. Menjadi diri sendiri, menghargai apa yang dimiliki, dan berkonsentrasi pada proses pengembangan diri jauh lebih berharga dibandingkan mengejar pengakuan yang hanya berlangsung beberapa detik di layar perangkat. Remaja harus menyadari bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya tidak bergantung pada seberapa terkenal kehidupan mereka, tetapi pada kemampuan untuk menghargai diri sendiri dan menjalani hidup sesuai nilai dan potensi yang dimiliki.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Chalisa Najla Safira

19 Juli 2026

Hujan yang Tak Pernah Kusesali

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Langit kembali memeluk mendung

Sebelum sore sempat menjadi jingga

Sementara aku memeluk kenangan yang diam-diam bertumbuh

Di tempat yang tak pernah lagi kau singgahi


Gerimis jatuh begitu pelan

Seolah takut membangunkan rindu yang rapuh

Yang telah lama terlelap di dalam dada

Namun selalu terjaga setiap kali kau terlintas


Aku pernah percaya

Hujan selalu membawa kabar yang baik

Nyatanya, ia hanya membawa ingatan

Tentang seseorang yang dahulu pernah kupanggil rumah


Tak ada yang benar-benar berubah

Selain langkah kita yang memilih arah berbeda

Langit masih setia menaungi bumi

Sedang kita tak lagi berjalan di bawah doa yang sama


Barangkali menitipkan harap memang demikian

Tak selalu berakhir dengan saling memiliki

Kadang cukup dengan mengenang dalam diam

Tanpa menyalahkan waktu yang terus berlalu


Maka, bila hujan datang lagi

Biarlah ia jatuh setenang biasanya

Aku akan belajar melepaskanmu tanpa banyak kata

Sebab pada akhirnya, setiap hujan selalu tahu jalan pulangnya.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

Komitmen UIN SUNA Membangun Nilai Pelayanan Profetik sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama menggelar kegiatan Pembinaan Penguatan Kualitas Layanan Akademik dan Kelembagaan Berwawasan Masa Depan di Aula Biro Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dimuat pada laman resmi UIN SUNA (uinsuna.ac.id), Sahiron selaku Diktis Kementerian Agama memaparkan pentingnya penerapan nilai pelayanan profetik di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyebutkan sembilan prinsip yang perlu diterapkan dalam pelayanan kampus, yaitu meniatkan pekerjaan sebagai ibadah, mematuhi peraturan yang berlaku, memberikan kemudahan dalam pelayanan, menjalankan fungsi pembimbingan, cepat dalam mencari solusi, mengedepankan keadilan, menumbuhkan empati dan simpati, memiliki visi ke depan, serta terus mendorong inovasi.

Menurut Sahiron, pelayanan profetik berawal dari perbaikan hati sebagai esensi utama dalam memberikan pelayanan. Dengan menjadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt., seluruh aktivitas akademik diharapkan memiliki nilai pengabdian dan kemanfaatan.

Sementara itu, Rektor UIN SUNA, Danial, menyampaikan bahwa kesembilan prinsip tersebut sejalan dengan komitmen kampus dalam meningkatkan mutu akademik dan kelembagaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti penerapan kurikulum berbasis cinta, program ma'had, serta pembiasaan membaca Al-Qur'an sebelum perkuliahan dimulai.

Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan harapan agar kegiatan pembinaan ini dapat memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik serta kelembagaan secara berkesinambungan.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Chalisa Najla Safira

Sejumlah Lapak di Pasar Keude Simpang Keuranat Tampak Kosong

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www,lpmalkalam.com- Sejumlah lapak di Pasar Keude Simpang Keuranat tampak kosong dan kurang terawat saat dipantau pada Minggu (19/07/2026). Deretan meja jualan yang seharusnya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas perdagangan terlihat tidak digunakan. Beberapa bagian meja mengalami kerusakan dan ditumbuhi lumut, sehingga menambah kesan terbengkalai.

Saat dokumentasi dilakukan, tidak terlihat adanya aktivitas pedagang maupun pembeli di lokasi. Hingga kini, penyebab minimnya aktivitas di pasar tersebut belum diketahui. Kondisi ini menjadi perhatian karena fasilitas pasar yang telah tersedia belum dimanfaatkan secara optimal. Diperlukan perhatian dari pihak terkait agar pasar dapat kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi dan mendukung aktivitas perdagangan masyarakat.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

18 Juli 2026

Dunia: Satu Bola, Satu Dunia

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Dari Ujung Utara hingga Selatan

Suara sorak bergema di setiap benua

Satu bola membelah lapangan hijau

Menyatukan hati yang berbeda warna


Keringat menetes di bawah terik

Langkah kencang mengejar mimpi

Kaki yang lincah, mata yang tajam

Mengejar gawang, mengejar nama


Di atas rumput tak ada beda

Antara raja dan rakyat biasa

Hanya keberanian, kerja keras, dan doa

Yang menentukan siapa yang bertahan


Bola melayang seperti harapan

Menembus benteng, menembus waktu

Satu tendangan, satu jeritan

Dunia berhenti sejenak menyaksikan


Penulis: Muhamad Iftal Ghifari

Editor: Redaksi

Sisa Hangat yang Membeku

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Tadi pagi

aku menyeduh dua gelas susu

Yang satu kuminum sampai habis

Yang satunya kubiarkan dingin sendiri


Kau tahu

ada uap yang perlahan menghilang

ada suhu yang kian menurun

tetapi kenangan tak kunjung lekang


Gelas itu kini terdiam kaku

seperti janji yang belajar sunyi

seperti luka yang ditinggal pergi

tergeletak bisu di atas meja


Tanpa perlu lagi aku bertanya

ke mana pemiliknya melangkah pergi

Hanya sepi yang kini menemani

merayap pelan di sudut hati


Susu dingin yang tak tersentuh

menjadi saksi perpisahan yang senyap

Kini waktu terus berjalan

meninggalkan cerita kita yang layu


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.