Portal Berita Al-Kalam

Hari Terakhir PJTLN Dinamika UINSU Ditutup dengan Malam Kebudayaan

Foto: Fika Munayya www.lpmalkalam.com- Memasuki hari terakhir, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan ol...

HEADLINE

Latest Post

18 Oktober 2026

Hari Terakhir PJTLN Dinamika UINSU Ditutup dengan Malam Kebudayaan

Foto: Fika Munayya

www.lpmalkalam.com- Memasuki hari terakhir, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang berlangsung di Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan peserta dimulai setelah salat Subuh dengan senam bersama. Selanjutnya, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing guna bersiap-siap, kemudian makan bersama dan mengikuti pelatihan terakhir.

Pemateri pada sesi tersebut adalah Try Loren Matanari, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Perencana dan Pengendali (KPP) Konten Media Baru. Materi yang disampaikan berjudul “Strategi Konten Digital”. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan evaluasi hasil indepth reporting pada hari pertama yang disampaikan oleh Herman Saleh selaku evaluator. Herman mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam indepth reporting terletak pada narasumber.

Memasuki waktu istirahat, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing. Namun, Manajer Acara, Windari Syntia, mengingatkan peserta agar mempersiapkan penampilan khas daerah masing-masing untuk ditampilkan pada malam kebudayaan.

Kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD), yaitu forum untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi pers mahasiswa (persma) sekaligus mendiskusikan solusi atas permasalahan tersebut.

Sebelum meninggalkan ruangan, panitia menyiapkan selembar kertas untuk setiap peserta. Kertas tersebut dimasukkan ke dalam amplop yang bertuliskan nama masing-masing peserta PJTLN. Setiap peserta kemudian diminta menuliskan kesan dan pesan untuk peserta yang namanya tertera pada amplop. Setelah selesai, amplop tersebut diteruskan kepada peserta lain agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan kepada peserta lainnya.

Selanjutnya, peserta diperbolehkan meninggalkan ruangan. Seluruh peserta mulai mempersiapkan penampilan khas daerah masing-masing untuk malam kebudayaan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 21.00 WIB.

Malam kebudayaan dibuka oleh dua master of ceremonies (MC). Acara diawali dengan sambutan dari Pemimpin Umum LPM Dinamika, Muhammad Daffa, serta perwakilan alumni LPM Dinamika.

Selain itu, panitia menyajikan makanan khas Medan sekaligus menjelaskan ciri khas setiap hidangan. Acara juga diisi dengan pemutaran video peringatan milad ke-33 LPM Dinamika UINSU, dilanjutkan dengan pengumuman dan pembagian hadiah kepada dua kelompok terbaik, satu peserta terbaik, dan satu peserta teraktif. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan dari para peserta.

Penampilan pertama dibawakan oleh peserta dari Aceh dan Sumatera Utara melalui Tari Pasang Jabet yang dipadukan dengan unsur budaya Batak, lengkap dengan pakaian tari khas daerah. Penampilan berikutnya berupa seni bela diri silat dari Lampung, pembacaan puisi dari Riau, serta pantun dan drama Malin Kundang dari Sumatera Barat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan menyanyi solo oleh salah satu peserta asal Aceh. Rangkaian acara ditutup dengan tari Batak yang diawali oleh Ucok dan Butet, kemudian diikuti oleh seluruh peserta dan panitia yang hadir. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 23.00 WIB.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Redaksi


Jejak Kelabu Karhutla: Ribuan Hektare Hutan Musnah, Ekosistem Terancam Lumpuh

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam memusnahkan ribuan hektare kawasan hutan dan mengancam kelumpuhan ekosistem di Indonesia. Bencana ini tidak hanya menghancurkan vegetasi dan merusak kualitas udara, tetapi juga memicu krisis habitat yang mengancam keselamatan satwa langka.

Jejak kelabu kini menyelimuti hamparan hijau yang dulunya dipenuhi kehidupan. Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam, ribuan hektare hutan musnah dan berubah menjadi arang. Tidak hanya merenggut pepohonan tua, amukan si jago merah ini juga membuat ekosistem lokal terancam lumpuh total.

Bagi manusia, kawasan tersebut mungkin hanyalah sekumpulan pohon. Namun, bagi satwa liar, hutan adalah satu-satunya tempat tinggal mereka. Maraknya kebakaran hutan dan lahan membuat para penghuni hutan kehilangan habitat, mengalami krisis sumber makanan dan udara bersih, hingga terpisah dari keluarganya. Tidak sedikit pula satwa yang mati mengenaskan akibat terjebak dalam kobaran api.

Menurut penulis, Kebakaran hutan yang terus berulang di Tanah Air bukan lagi sekadar isu lingkungan di atas kertas, melainkan krisis moral yang kasatmata. Ira, seekor orangutan betina berusia 20 tahun, dievakuasi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dalam keadaan lemas akibat kekurangan makanan dan udara bersih setelah terjebak di hutan bekas kebakaran. Hal ini menjadi cermin retaknya cara kita memperlakukan alam dan para penghuninya.

Alam yang dahulu asri dengan udara segar serta panorama hijau kini berubah menjadi lautan api dan asap pekat. Bencana ini tidak hanya menghancurkan kehidupan flora dan fauna, tetapi juga mengancam kesehatan serta aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.


Penulis: Keyla Afrida Rahmaissheina (Magang)

Editor: Redaksi

17 Oktober 2026

Perdalam Produksi Video Podcast, Peserta PJTLN Nasional Praktik di TVRI Sumut

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Peserta kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) berkunjung ke Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (16/10/2026).
‎
‎Kegiatan yang sudah berlangsung selama dua hari ini, dimulai dari pukul 05.30 WIB dengan agenda senam pagi hingga pukul 06.30 WIB. Kemudian, seluruh peserta diarahkan untuk kembali ke kamar dan bersiap-siap kembali ke titik kumpul untuk makan bersama sebelum mengikuti pelatihan materi.
‎
‎Pada hari kedua, Ihsan Zahri selaku Kepala Bagian Kekayaan Intelektual Tv Tempo menyampaikan materi dengan judul "Produksi Video Podcast," yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam pemaparannya, Ihsan mengungkapkan bahwa narasumber yang populer belum tentu merupakan narasumber paling tepat untuk menjelaskan sebuah peristiwa.  

‎Selain itu, Ihsan juga menegaskanterkait tahapan-tahapan narasumber yang akan diwawancarai. Ihsan menjelaskan bahwa proses wawancara sebaiknya dimulai dari yang paling tinggi jabatannya, kemudian baru tingkatan dibawahnya.
‎
‎Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diberikan kepada 3 orang tercepat menurut panitia. Dalam menjawab salah satu pertanyaan, Ihsan menjelaskan bahwa orang yang membuat opini harus memiliki kapasitas agar opininya bisa dijadikan acuan. "Kalo jurnalis (sebaiknya) ga boleh, bukan kapasitasnya, tambahnya."
‎
‎Setelah sesi tanya jawab selesai, seluruh peserta laki-laki dan sejumlah peserta perempuan diantar terlebih dahulu ke Stasiun TVRI Sumatera Utara (Sumut) yang terletak di Jalan. Putri Hijau, Medan pada pukul 11.42 WIB agar peserta laki-laki bisa melaksanakan ibadah salat Jumat terlebih dahulu, sekaligus salat Zuhur bagi perempuan sebelum melanjutkan pelatihan podcast.
‎
‎Pelatihan podcast dilaksanakan di ruang podcast yang terletak di lantai 1. Setiap kelompok diberikan waktu sekitar sekitar 30 menit. Setiap kelompok diimbau untuk mempersiapkan beberapa peran, yakni 2 narasumber, 1 host, 1 penyelenggara acara, serta 1 orang sebagai asisten penyelenggara acara. Setelah mendapatkan giliran, seluruh peserta diarahkan untuk melakukan foto bersama di depan gedung. Setelah itu, seluruh peserta diantar kembali oleh panitia menuju tempat penginapan, yakni di Gedung Balai Diklat Pertanian.
‎
‎Setelah salat magrib, seluruh peserta dikumpulkan kembali untuk makan malam bersama, dilanjutkan dengan evaluasi hasil video podcast bersama pemateri. Setiap video diputar, anggota kelompoknya diarahkan untuk duduk di barisan depan agar memudahkan proses evaluasi.
‎
‎Sebelum penutupan, Ihsan berpesan agar kedepannya melakukan senam wajah, senam lidah, dan tracing terlebih dahulu sebelum mengisi podcast, baik host maupun narasumber. Setelah itu, sekitar pukul 23.00 WIB peserta melakukan foto bersama sebelum kembali ke kamar masing-masing.
‎

‎Reporter: Tiara Khalisna 

‎Editor: Redaksi


16 Oktober 2026

HMPS Perbankan Syariah FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Seminar Pengembangan Soft Skill

Foto: M. Ihsan Pratama

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan seminar soft skill di Aula fakultas setempat pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Shaping Your Professional Identity for Future Career Success"dan dihadiri oleh Wakil Dekan III FEBI, Zulfikar, serta ketua dan sekretaris program studi (prodi) di lingkungan FEBI. Seminar ini juga diikuti oleh mahasiswa, terutama dari Program Studi Perbankan Syariah (PBS) dan Akuntansi Syariah (AS).

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Aceh. 

Sabila Ramadhani Sinaga selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pengembangan keterampilan di luar bidang akademik sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja dan  mahasiswa diharapkan dapat mengenali dan mengembangkan potensi diri untuk menunjang kesiapan berkarier. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Dekan III FEBI.

Pada sesi pertama, Muhammad dari BSI KC Lhokseumawe Merdeka menyampaikan materi mengenai pentingnya pengembangan keterampilan nonakademik bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan dalam organisasi kampus dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan soft skill. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya mempertimbangkan indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga keterampilan pendukung yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.

Sedangkan pada sesi kedua, Mulia Nisa Ilyas dari BCA Syariah KC Lhokseumawe menyampaikan materi mengenai pentingnya pengembangan potensi diri melalui keterlibatan dalam organisasi kampus. Ia juga menjelaskan peran first impression atau kesan pertama dalam membentuk personal branding atau citra diri profesional. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial karena aktivitas di ruang digital dapat memengaruhi citra diri. Sesi tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Setelah itu, panitia mengadakan kuis interaktif yang diikuti oleh peserta. Tiga peserta dengan nilai tertinggi memperoleh hadiah suvenir dari panitia.


Reporter: M. Ihsan Pratama (Magang)

Editor: Redaksi

Pentingnya Penggunaan AI yang Bijak bagi Mahasiswa di Era Digital

Foto: Intan Sarifah

www.lpmalkalam.com- Di era digital, penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sudah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. AI sering dimanfaatkan untuk mencari informasi, memahami materi kuliah, hingga membantu menyelesaikan tugas. Menurut penulis, kehadiran AI merupakan kemudahan yang patut dimanfaatkan oleh mahasiswa. Namun, kemudahan tersebut jangan sampai membuat mahasiswa terlalu bergantung pada teknologi dan kehilangan kebiasaan berpikir secara mandiri.

Menurut penulis, AI seharusnya menjadi teman belajar, bukan sekadar alat untuk mendapatkan jawaban secara instan. Misalnya, ketika mahasiswa kesulitan memahami materi kuliah, AI dapat digunakan untuk menjelaskan konsep dengan bahasa yang lebih sederhana, memberikan contoh, atau membuat latihan soal. Dengan cara ini, mahasiswa dapat lebih mudah memahami materi dan mengetahui bagian yang belum dikuasai. Sebaliknya, jika mahasiswa hanya menyalin jawaban AI tanpa memahami isinya, tugas memang dapat selesai lebih cepat, tetapi pengetahuan yang seharusnya diperoleh selama proses belajar justru terabaikan.

Penulis berpandangan bahwa mahasiswa tetap perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mandiri. Jawaban yang diberikan AI tidak selalu benar sehingga mahasiswa perlu memeriksa kembali informasi melalui sumber yang tepercaya. Penulis menilai bahwa proses mencari informasi, menganalisis masalah, dan menyusun pendapat sendiri merupakan bagian penting dari perkuliahan. Kemampuan tersebut tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada teknologi karena mahasiswa juga perlu memahami dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

Hal ini juga berkaitan dengan persiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Menurut penulis, kemampuan menggunakan teknologi memang penting, tetapi kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab tetap diperlukan. AI dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi mahasiswa harus tetap mampu menentukan apakah informasi dan hasil yang diberikan AI sudah tepat untuk digunakan.

Pada akhirnya, penulis berpendapat bahwa mahasiswa tidak perlu menghindari AI, tetapi harus memahami batas penggunaannya. Gunakan AI untuk membantu memahami materi, mencari penjelasan tambahan, dan mengevaluasi hasil belajar, bukan untuk menggantikan seluruh proses berpikir. Bagi penulis, penggunaan AI yang bijak bukan tentang seberapa sering teknologi digunakan, melainkan bagaimana mahasiswa memanfaatkannya tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis, mandiri, dan bertanggung jawab.


Penulis: Magfirah (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

LPM Dinamika UINSU Kembali Gelar PJTLN: Kunjungi 4 Tempat Ikonik di Kota Medan sebagai Bahan Indepth Reporting

Foto: Fika Munayya

www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) PENA PERSMA 2026 di Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis–Minggu (15–18 Oktober 2026).

Sebanyak 26 peserta dari berbagai lembaga pers mahasiswa dan perguruan tinggi mengikuti kegiatan PJTLN kali ini. Pada hari pertama, Kamis (15/10/2026), peserta mengikuti pelatihan indepth reporting dengan pemateri Anang Anas Azhar, jurnalis Okemedan.com sekaligus dosen. Seluruh peserta mengenakan pakaian dinas harian (PDH) dan atribut pers mahasiswa masing-masing sesuai dengan ketentuan pakaian yang telah ditetapkan panitia.

Acara dibuka sekitar pukul 10.00 WIB oleh Abty Fauziah Ahmad Bahri selaku pembawa acara (master of ceremonies/MC). Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Jordan Yogaswara, serta sambutan Pemimpin Umum LPM Dinamika, Muhammad Daffa, dan perwakilan alumni, Iin Prasetyo. Selanjutnya, Pembina LPM Dinamika, Anang Anas Azhar, secara resmi membuka acara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video sambutan Rektor UINSU, Nurhayati. Sebelum pelatihan dimulai, rangkaian acara seremonial ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Dalam pemaparan materi, Anang membahas transformasi peliputan mendalam (in-depth reporting) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pemanfaatan open-source intelligence (OSINT), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Anang mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap berita dalam bentuk tulisan hanya mencapai 37%, sedangkan kepercayaan terhadap berita dalam bentuk video mencapai 77%.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh dua peserta tercepat. Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan, “Bagaimana jika sebuah berita yang sudah diunggah kemudian diminta untuk diturunkan oleh pihak tertentu?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anang menjelaskan, “Sebuah pers yang sudah mengunggah berita, kemudian ada pihak yang menyuruhnya untuk menurunkan berita tersebut, tetapi media itu tidak melakukannya, maka pertahankan. Menurunkan berita yang sudah diunggah dapat memengaruhi kredibilitas seorang jurnalis,” jelasnya.

Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, kemudian istirahat, salat, dan makan (isoma) hingga pukul 14.00 WIB. Setelah itu, peserta menerima tugas kelompok untuk membuat berita mendalam (in-depth reporting) dengan melakukan peliputan langsung di empat lokasi berbeda. Sebanyak 26 peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan pembagian lokasi sebagai berikut.

  • Kelompok 1: Taman Beringin
  • Kelompok 2: Kota Tua Kesawan
  • Kelompok 3: Kebun Bunga
  • Kelompok 4: Masjid Jamik

Untuk menuju lokasi peliputan, peserta diantar oleh panitia. Seluruh peserta dijadwalkan berkumpul kembali di Gedung Balai Diklat Pertanian pada pukul 17.00 WIB.

Setelah seluruh peserta berkumpul, panitia membagikan kamar dengan kapasitas dua orang per kamar. Setelah merapikan barang bawaan dan melaksanakan salat Magrib, peserta kembali dikumpulkan untuk makan malam dan menyelesaikan tugas yang diberikan hingga batas waktu pukul 22.00 WIB. Setelah itu, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Redaksi


15 Oktober 2026

BMKG Deteksi Titik Panas di Tiga Provinsi, Asap Karhutla Diperkirakan Mulai Memasuki Aceh

Foto: MODUSACEH.CO

www.lpmalkalam.com- Kondisi udara di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, terpantau berkabut pada Rabu (14/10/2026).

Kabut tersebut diduga berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi mulai memasuki wilayah Provinsi Aceh berdasarkan pemantauan satelit Himawari.

Prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Malikussaleh, Hesty Fauziah, menjelaskan bahwa sebaran asap bergerak mengikuti pola angin dari arah timur ke tenggara. Menurutnya, fenomena ini berkaitan dengan transboundary haze, yaitu pergerakan asap lintas wilayah dari Sumatra hingga ke Semenanjung Malaya dan Singapura.

“Berdasarkan sebaran asap yang terdeteksi oleh satelit Himawari, asap sudah memasuki wilayah Aceh karena terdapat transboundary haze dari Sumatra ke Semenanjung Malaya dan Singapura, dengan pergerakan angin dari timur ke tenggara. Namun, asal asap tidak mutlak hanya dari Papua,” ujar Hesty dikutip dari MODUSACEH.CO.

Hesty mengungkapkan bahwa titik panas (hotspot) paling banyak ditemukan di luar Aceh, yakni di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama udara masih berasap. “Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kesehatan, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh,” imbaunya.


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira


Perdana: Fasya UIN SUNA Gelar Syariah Fair

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan Syariah Fair 2026 di halaman fakultas setempat selama dua hari pada Rabu–Kamis (14–15/10/2026).

Dengan mengusung tema “Empowering Young Generation Through Competition and Innovation,” kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1, Iskandar, yang juga turut didampingi oleh petinggi kampus, fakultas, dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Dalam penyampaian kata sambutan Iskandar menegaskan bahwa Syariah Fair ini dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh fakultas yang disebutkan. Melalui informasi yang didapat, Syariah Fair ini bertujuan sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berkompetisi, khususnya dalam bidang akademik, hukum, dan keislaman.

Selain itu, selama kegiatan berlangsung panitia pelaksana juga menyelenggarakan  berbagai cabang lomba dengan klasifikasi peserta yang telah ditentukan. Cabang lomba tersebut meliputi debat hukum, tahfiz, pidato, nasyid akapela yang dapat diikuti oleh kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat. Bagi para mahasiswa, para panitia juga mengadakan lomba karya tulis ilmiah yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa yang ada di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. 

Menurut keterangan Ketua panitia, Rizka Amalia diketahui bahwa terdapat 120 peserta dari berbagai sekolah. Ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat berprestasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpeserta. Ia juga berharap Syariah Fair 2026 dapat melahirkan generasi muda yang inovatif dan berintegritas.


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi


Linut Lestari Seumanah Jaya: Jaga Alam, Usir Gajah, dan Hidup dari Madu Kelulut

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Kelompok Linut Lestari menjalankan program livelihood yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, penghalauan gajah sumatra, dan budi daya lebah kelulut di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, sejak Minggu (15/6/2025).

Kelompok ini diketuai oleh Abusalim dan beranggotakan 24 orang. Kelompok ini dibina oleh Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA). Dalam pelaksanaannya, kelompok ini dibantu oleh Forum Konservasi Leuser (FKL) dan didukung oleh Pemerintah Desa Seumanah Jaya.

Program livelihood tersebut memiliki dua kegiatan utama. Kegiatan pertama adalah upaya menghalau pergerakan gajah sumatra yang memasuki wilayah permukiman dan lahan warga. Kegiatan kedua adalah budi daya lebah kelulut sebagai kegiatan ekonomi tambahan bagi anggota kelompok.

“Kami tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga mencari cara agar warga bisa hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya. Dari kelulut inilah kami belajar bahwa jika alam dijaga, alam juga memberi rezeki,” ujar Ariyati, salah satu anggota Kelompok Linut Lestari.

Budi daya lebah kelulut dilakukan dengan menggunakan lebah jenis Trigona dan Laeviceps. Lebah tersebut dikenal oleh warga dengan sebutan lebah kelulut. Madu yang dihasilkan diproduksi dalam jumlah terbatas dan memiliki rasa sedikit asam.

Proses budi daya dilakukan di lokasi yang telah ditentukan oleh kelompok. Anggota kelompok melakukan perawatan kotak lebah, pemantauan kondisi koloni, dan pemanenan madu sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama.

Untuk mendukung kegiatan budi daya, tim FKL membantu membuat tempat pemeliharaan baru bagi lebah kelulut. Tempat tersebut terbuat dari bahan alami dan memiliki ruang yang lebih luas dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Tempat tersebut digunakan untuk menempatkan koloni lebah kelulut.

Selain kegiatan budi daya lebah, kelompok juga melakukan perawatan Taman Bunga Linut Lestari. Taman tersebut berada di Desa Seumanah Jaya dan ditanami berbagai jenis bunga. Perawatan taman dilakukan oleh anggota kelompok secara bergiliran.

Taman bunga tersebut berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman berbunga. Tanaman tersebut menjadi sumber pakan bagi serangga penyerbuk, termasuk lebah kelulut. Selain itu, taman tersebut juga menjadi lokasi kegiatan kelompok.

Kelompok ini mencatat kegiatan panen sebagai bagian dari jadwal kegiatan. Panen madu kelulut dijadwalkan pada 27 September 2026. Panen tersebut akan dilakukan oleh anggota kelompok di lokasi budi daya.


Penulis: Sari Rahayu (Magang)

Editor: Redaksi
Editor: Chalisa Najla Safira

Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan di BNPB, Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Foto: SINDOnews.com

www.lpmalkalam.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyidikan dugaan korupsi dana kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta pada Kamis (15/10/2026).

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan kantor pusat BNPB sejak Selasa (13/10/2026). Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanggulangan bencana.

Menurut informasi yang dikutip dari Kompas TV, sebanyak 14 orang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi atau pihak terkait. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari sekretaris utama, pegawai, tenaga ahli, hingga pihak swasta. Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia.

KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka pada Rabu (14/10/2026). Penetapan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan atas dugaan penyalahgunaan dana kebencanaan.

“Penyidik telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tentu upaya-upaya paksa berikutnya pada tahap penyidikan terus dilakukan, baik itu kegiatan penggeledahan ataupun kegiatan-kegiatan lain, termasuk pemanggilan kepada para saksi, para pihak terkait untuk kemudian melengkapi bagaimana bangunan utuh dari perkara ini,” ujar Budi Prasetyo.

KPK melanjutkan penyidikan melalui pemeriksaan saksi dan pihak terkait serta pengumpulan bukti untuk melengkapi berkas perkara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa pelayanan penanggulangan bencana tetap berlangsung di tengah proses hukum tersebut. BNPB tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana.


Penulis: Rizky Ramadhani

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.