Portal Berita Al-Kalam

Cinta dan Cita-Cita

Foto: Pixabay www.lpmalkalam.com- Almamater ini menjadi saksi dalam sebuah perjuangan Dibasuhi keringat, disinari kerasnya kehidupan Aku men...

HEADLINE

Latest Post

15 Juni 2026

Cinta dan Cita-Cita

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Almamater ini menjadi saksi dalam sebuah perjuangan

Dibasuhi keringat, disinari kerasnya kehidupan

Aku meniti masa depan yang penuh dengan ketegangan

Menggapai cita sembari berbagi kasih dalam sebuah ikatan


Sering kali malam tidak cukup panjang untuk menyelesaikan bab

Tugas tertumpuk hingga badan tertunduk dan terkantuk

Tetapi hangat pesan darimu selalu menjadi obat yang paling tajam

Menghilangkan keresahan saat dunia terasa begitu kejam


Sukses takkan datang dengan sendirinya

Ia menuntut waktu, air mata, dan keberanian untuk mencoba

Maka biarlah jarak dan kesibukan menjadi penguji yang utama

Berdoa agar rasa ini cukup kuat agar kita terus bersama


Jangan melepaskan genggam tanganku saat puncak terlihat tinggi

Sebab kau adalah tujuan saat aku kehilangan arah

Cita-cita ini memang tinggi, namun cintamu membuatku tetap teguh

Untuk terus bermimpi, meski langkah kaki harus bersimbah peluh


Penulis: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Chalisa Najla Safira

Selamat Milad, Kampusku

 

Foto: Rizki Ramadhani

www.lpmalkalam.com- 

Kala itu, langit mulai merekah di atas gedung

Angin-angin yang berembus pun tak terhitung

Menjadi pertanda awal suksesnya puncak acara

Yang akan menjadi kenangan sepanjang masa


Sudut kampus yang biasanya bergema karena riuhnya 
setiap tempat

Seketika hening karena perayaan penuh khidmat

Bukan seremonial biasa,

Melainkan bentuk syukur atas bertambahnya usia


Kini, memasuki lima puluh tujuh usiamu

Telah banyak engkau mencetak sejarah dalam lingkup ilmu

Kau bukan hanya sekilas gedung raya, 

Melainkan rumah bagi insan yang ingin cendekia


Selamat milad, kampusku

Semoga semakin banyak peradaban yang lahir darimu

Tetaplah menjadi kawah candradimuka

Walau rintangan terkadang menerpa


Penulis: Rizky Ramadhani

Editor: Chalisa Najla Safira

14 Juni 2026

Memperingati Hari Donor Darah Sedunia, KSR PMI Unit 08 Gelar Aksi Donor Darah

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com- Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit 08 menggelar kegiatan donor darah di Lapangan Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Minggu (14/06/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Milad Kampus UIN SUNA ke-57 serta Hari Donor Darah Sedunia. Sebanyak 30 peserta mendaftarkan diri dan berhasil terkumpul 27 kantong darah yang kemudian diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk dilakukan pemeriksaan sebelum digunakan.

Bagi para pendonor, KSR juga menyediakan makanan ringan selama menunggu giliran. Setelah selesai melakukan donor darah, pendonor mendapatkan fasilitas berupa air mineral, minuman ekstrak kacang hijau, satu makanan ringan, serta satu liter minyak goreng.

Lufita Agnessa Helsinky, selaku Komandan KSR PMI Unit 08 UIN SUNA mengatakan "Saya berharap agar darah yang didonor ini dapat bermanfaat bagi yang lain."


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

Puncak MILAD ke-57 UIN SUNA Selenggarakan Jalan Santai: 461 Orang Ikut Berpartisipasi

Foto: Putri Ruqaiyah

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar kegiatan jalan santai sebagai rangkaian peringatan Milad ke-57 yang dimulai dan diakhiri di Biro UIN SUNA pada Minggu (14/06/2026).

Acara ini merupakan puncak kegiatan Milad ke-57 UIN SUNA Lhokseumawe. Kegiatan ini diikuti oleh 461 peserta, yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa, meliputi seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), petugas kebersihan, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta seluruh mahasiswa UIN SUNA dan anggota keluarganya. 

Jalan santai dimulai pukul 08.15 hingga 10.20 WIB dengan garis awal dari Biro, melewati Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Syariah (Fasya), Perpustakaan, kemudian kembali ke Biro sebagai titik akhir. Ketika sampai di FEBI, masing-masing peserta dibagikan kupon oleh panitia, kemudian ketika sampai di depan perpustakaan, kupon dibagi dua, satu bagian diberikan kepada panitia dan satu bagian lagi disimpan oleh peserta. Setelah kegiatan selesai, para peserta dikumpulkan di area parkir Biro untuk beristirahat. Di lokasi tersebut, peserta juga disediakan bubur gratis dan minuman.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize yang dilakukan oleh para dosen dan tendik. Hadiah dibagikan melalui sistem undian berdasarkan nomor kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Hadiah yang dibagikan beragam, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Sebelum pembagian hadiah utama, terlebih dahulu dibagikan hadiah-hadiah kecil dan pemenang perlombaan cabang olahraga yang diselenggarakan pada hari Selasa (09/06) hingga Kamis (11/06), meliputi perlombaan tenis, tarik tambang, voli, futsal, dan bulu tangkis.

Menurut penuturan Muhammad Ilham, selaku Sekretaris Panitia Milad ke-57, acara ini disponsori oleh pihak internal maupun eksternal. "Acara ini didukung oleh banyak pihak, baik internal maupun eksternal. Di eksternal dari Bank Syariah Indonesia (BSI), percetakan, dan bantuan-bantuan dari pihak-pihak luar yang mendukung suksesnya acara hari ini. Kemudian, dari internal banyak didukung oleh panitia-panitia internal kita, baik dari sisi persiapan dari awal hingga hari ini," ujarnya.

Selain itu, Ilham juga menyampaikan harapan dari terselenggaranya acara ini. "Harapannya supaya acara ini dapat menjalin silaturahmi kita bersama, sehingga dengan adanya acara ini mahasiswa, civitas academica, alumni, dosen, tendik, semua bertemu di acara ini, sehingga bisa saling berkolaborasi nantinya," tambahnya. 


Penulis: Luthfiatil Syaqirah

Editor: Chalisa Najla Safira

13 Juni 2026

Langkah di Balik Mimpi

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- Pagi itu, kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Di antara mereka, ada seorang mahasiswa bernama Rizki, mahasiswa semester empat yang sedang berjuang menyelesaikan tugas kuliah, organisasi, dan pekerjaan sampingan sekaligus.

Rizki berasal dari keluarga sederhana di sebuah desa. Sejak diterima di perguruan tinggi, ia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat membanggakan kedua orang tuanya. Namun, kehidupan mahasiswa ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.

Suatu hari, dosen memberikan tugas kelompok yang harus dikumpulkan dalam waktu satu minggu. Di saat yang sama, organisasi kampus tempat Rizki aktif sedang mempersiapkan sebuah acara besar. Belum lagi, ia harus bekerja paruh waktu pada malam hari untuk menambah uang saku.

“Bagaimana aku bisa menyelesaikan semuanya?” gumam Rizki sambil menatap daftar tugas di layar laptopnya.

Meski merasa lelah, Rizki tidak menyerah. Ia mulai menyusun jadwal harian dengan lebih teratur. Pagi hingga siang digunakan untuk kuliah, sore untuk rapat organisasi, dan malam hari untuk bekerja serta menyelesaikan tugas.

Hari demi hari berlalu. Rasa lelah sering datang, tetapi dukungan teman-teman membuatnya tetap semangat. Mereka saling membantu mengerjakan tugas dan mengingatkan satu sama lain ketika ada yang mulai kehilangan motivasi.

Akhirnya, hari presentasi tiba. Kelompok Rizki berhasil mempresentasikan tugas dengan baik dan mendapat apresiasi dari dosen. Acara organisasi yang mereka persiapkan juga berjalan lancar.

Sepulang dari kampus, Rizki duduk di taman sambil tersenyum. Ia menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi juga belajar mengatur waktu, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Saat melihat pesan dari ibunya yang berbunyi, “Tetap semangat belajar, Nak. Kami bangga padamu,” mata Rizki berkaca-kaca. Semua rasa lelah yang ia rasakan seakan terbayar.

Sejak hari itu, Rizki semakin yakin bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, adalah langkah menuju mimpi yang ingin ia capai. Dan sebagai mahasiswa, ia percaya bahwa masa kuliah adalah tempat terbaik untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.


Penulis: Razwa Syuib 

Editor: Chalisa Najla Safira

12 Juni 2026

Meneguhkan Peran UIN SUNA di Usia 57 Tahun

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com-
Usia ke-57 tahun menjadi tonggak penting dalam perjalanan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Peringatan yang jatuh pada 12 Juni 2026 ini bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan yang telah berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan kemajuan masyarakat selama lebih dari setengah abad.

Perjalanan tersebut tentu tidak ditempuh dalam waktu yang singkat. Sejak berdiri pada 12 Juni 1969, kampus ini tumbuh bersama perubahan zaman, menjawab berbagai tantangan, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai capaian yang diraih hingga saat ini, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga lahirnya ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, menjadi bukti bahwa cita-cita besar yang dirintis para pendiri terus berkembang dan memberikan manfaat nyata.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, peran perguruan tinggi tidak lagi sebatas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Dunia membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kekuatan moral dan spiritual. Dalam konteks tersebut, UIN Sultanah Nahrasiyah memiliki posisi yang strategis sebagai institusi yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kehadiran kampus ini menjadi penting karena mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang kritis, inovatif, dan profesional tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari keluarga besar UIN Sultanah Nahrasiyah, rasa syukur patut dipanjatkan atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Penghargaan yang setinggi-tingginya layak diberikan kepada para pendiri yang telah meletakkan fondasi kampus ini dengan penuh ketulusan dan pengorbanan. Apresiasi yang sama juga patut disampaikan kepada para dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang terus menjaga semangat pengabdian dan kualitas institusi dari masa ke masa.

Kontribusi mereka mungkin tidak selalu tercatat dalam setiap lembar sejarah, tetapi jejak pengabdiannya dapat dirasakan melalui berbagai kemajuan yang telah dicapai. Berkat kerja keras dan dedikasi yang berkelanjutan, UIN Sultanah Nahrasiyah mampu berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang terus berupaya menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

Memasuki usia ke-57 tahun, UIN Sultanah Nahrasiyah tidak hanya merayakan capaian masa lalu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih maju pada masa yang akan datang. Tantangan dunia pendidikan akan terus berubah, namun semangat untuk melahirkan generasi unggul, memperkuat tradisi akademik, serta memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan harus tetap menjadi arah perjuangan bersama.

Pada akhirnya, kampus ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu. UIN Sultanah Nahrasiyah adalah ruang tumbuhnya harapan, lahirnya gagasan, dan terbangunnya masa depan yang lebih baik. Di usia emas ke-57 tahun, rasa syukur dan kebanggaan atas perjalanan yang telah ditempuh menjadi energi untuk terus merawat keunggulan dan menyalakan peradaban bagi generasi yang akan datang.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Zahratul

UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Sidang Senat Terbuka pada Puncak Peringatan Milad Ke-57

Foto: Putri Ruqaiyah


www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Sidang Senat Terbuka sebagai rangkaian peringatan Milad ke-57 di Gedung Serbaguna UIN SUNA pada Jumat (12/06/2026). 

Mengusung tema “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban," acara dihadiri ASN, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan kampus. Kegiatan dibuka pukul 08.00 WIB dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh oleh Paduan Suara UIN SUNA. Pembukaan resmi disampaikan Ketua Senat yaitu Munawar Khalil, dilanjutkan pembacaan qari, sari tilawah, selawat, serta Mars UIN SUNA. Rangkaian awal ditutup dengan doa bersama.

Ja'far selaku ketua panitia melaporkan jalannya acara sekaligus mengundang seluruh civitas untuk mengikuti kegiatan Jalan Santai dan Donor Darah yang digelar Minggu mendatang. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil UIN SUNA yang mengulas makna “SUNA”, video ucapan selamat Milad ke-57, juga pemotongan tumpeng oleh Rektor dan Ketua Senat.

Danial selaku rektor UIN SUNA memaparkan perjalanan UIN SUNA dari awal berdiri hingga status sekarang. Ia menyebut tanggal 22- 23 November 2025 kampus meraih akreditasi tertinggi. “Saya tidak bisa menggantikan pemimpin sebelumnya, tetapi saya hanya melanjutkan, karena di setiap pemimpin akan berbeda,” ujarnya.

Danial juga menjelaskan filosofi nama “Sultanah Nahrasiyah” dan mengajak seluruh civitas mencintai kampus. “Cinta adalah bintang yang bersinar,” tuturnya. Danial menambahkan, saat ini UIN SUNA berada di urutan ke-16 dari 59 PTKIN dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus luar negeri. Danial berharap pencapaian ini dapat menambah perkembangan UIN SUNA kedepannya.

Acara berlanjut dengan penyerahan piagam kepada prodi dan unit terunggul. Penghargaan juga diberikan untuk dosen dengan buku, artikel, dan karya terbanyak, serta purnabakti. Ketua Senat menutup acara dengan pesan, “Semoga acara ini membawa kesan untuk kita.” Lalu dilanjutkan foto bersama dan makan bersama seluruh hadirin.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Chalisa Najla Safira

11 Juni 2026

Di Balik Senja yang Kupandangi

Foto: Amanda Zuhra
www.lpmalkalam.com- 

​Aku berdiri di tepian pantai

Membiarkan kaki dibasuh buih 

Menatap matahari yang perlahan luruh meredup

Memasuki pelukan ufuk dengan tenang

Aku terpaku dalam keheningan senja yang syahdu


Di balik senja yang kupandangi ini 

Aku menemukan jejak yang kini jadi cahaya

Angin laut berbisik tenang membawa pesan
 
Meski beberapa nama telah dilarung waktu entah kemana

Mereka tetap menetap abadi di tiap aksara yang kutuliskan


​Aku berjalan bersama mereka merayakan hal sederhana

Dengan tawa yang masih bergema manis ditelinga 

Lalu, musim pun berganti dengan lembut

Membawa kita ke persimpangan jalan yang berbeda

Bukan untuk saling melupakan dalam kesedihan


Melainkan untuk mekar di taman kehidupan masing-masing

​Rindu datang seperti ombak yang hadir dengan hangat

Lalu kembali ke samudera sebagai pengingat diri

Bahwa keindahan memang tidak selalu harus digenggam erat

Cukup disyukuri keberadaannya dalam sanubari


​Aku juga tidak menyalahkan waktu yang telah berlalu

Pun tak memohon masa lalu untuk kembali lagi

Sebab, ada pertemuan yang hadir bukan untuk menetap

Melainkan untuk menjadi kompas yang mengajariku cara mencintai 

Hidup dengan lebih bijak di sisa waktu ini


​Dan jika senja kembali mengingatkanku pada mereka

Aku akan mengenangnya dengan benderang cahaya

Seperti langit yang menerima matahari tenggelam dengan syukur

Perpisahan hanyalah cara semesta memberi ruang

Untuk esok yang indah dan penuh dengan harapan


Sebab pada akhirnya yang berharga kini terasa

Bukan durasi singkat atau lama ia menetap

Melainkan sedalam apa jejak hangat yang tertinggal di jiwa

Maka di balik senja aku tak mengeja kehilangan

Melainkan alasan merayakan luasnya semesta


​Aku sungguh beruntung dipertemukan dengan mereka

Yang membuat duniaku jauh lebih berwarna lagi

Seperti cahaya yang hadir memberi warna indah

Cerita yang tersimpan abadi dalam ingatan ini

Menjadi kenangan manis dalam perjalanan hidup


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Lipstick Effect: Gaya Hidup di Tengah Tekanan Ekonomi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Fenomena lipstick effect semakin sering terlihat di kalangan generasi muda. Banyak orang rela menghabiskan uang untuk nongkrong di coffee shop, membeli produk fashion, atau menimbun produk kecantikan dengan alasan stok dan mengikuti tren. Tidak jarang, pengeluaran untuk gaya hidup justru lebih diutamakan daripada kebutuhan yang lebih penting seperti menabung atau mempersiapkan masa depan.

Sekilas, tingginya konsumsi ini dianggap sebagai tanda bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang baik-baik saja. Namun, anggapan tersebut belum tentu benar. Dalam banyak kasus, lipstick effect justru muncul ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Karena sulit membeli aset besar atau mencapai tujuan finansial jangka panjang, mereka mencari kepuasan melalui konsumsi yang lebih terjangkau, seperti nongkrong, membeli pakaian baru, atau produk kecantikan.

Media sosial turut memperkuat fenomena ini. Banyak orang terdorong untuk menjaga citra dan gengsi agar terlihat mengikuti tren yang sedang berkembang. Akibatnya, keputusan membeli sering kali didasarkan pada keinginan, bukan kebutuhan.

Oleh karena itu, maraknya budaya nongkrong dan belanja bukan selalu pertanda ekonomi yang sehat. Ekonomi yang baik seharusnya ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan, kemampuan menabung, dan stabilitas keuangan masyarakat. Jika gaya hidup lebih diprioritaskan daripada kebutuhan pokok dan perencanaan masa depan, maka fenomena tersebut justru menjadi cerminan adanya masalah dalam pola konsumsi masyarakat saat ini.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Chalisa Najla Safira

10 Juni 2026

UIN SUNA Lhokseumawe Gelar UM-PTKIN 2026 untuk 489 Peserta

Foto: Putri Ruqaiyah

www.lpmalkalam.com- Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe berlangsung lancar dan tertib di Laboratorium Center pada Rabu (10/06/2026).

Sebanyak 489 peserta terdaftar mengikuti seleksi melalui jalur UM-PTKIN tahun ini. Pelaksanaan ujian berlangsung pada 8–14 Juni 2026. Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer melalui sistem Seleksi Elektronik (SSE) sesuai jadwal dan sesi yang telah ditentukan sehingga proses pelaksanaan dapat berjalan secara efektif dan teratur. Program studi dari rumpun pendidikan, ekonomi dan bisnis Islam, serta beberapa program studi yang memiliki prospek kerja yang baik masih menjadi pilihan utama peserta.

Yusnidar, selaku Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik (Kabag ULA), mengatakan bahwa selama pelaksanaan ujian terdapat beberapa kendala teknis yang lazim dijumpai dalam ujian berbasis komputer, seperti penyesuaian perangkat, kestabilan jaringan, dan kedisiplinan waktu kehadiran peserta. Namun, berkat koordinasi yang baik antara panitia lokal, tim teknologi informasi, pengawas, dan seluruh unsur pendukung, berbagai kendala tersebut dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak mengganggu jalannya ujian.

Menurut Yusnidar, secara umum pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. “Alhamdulillah, pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan panitia nasional. Kami berharap seluruh peserta memperoleh hasil terbaik sesuai dengan usaha yang telah dilakukan,” ujar Yusnidar.

Yusnidar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengawas, tim teknologi informasi, serta peserta yang telah berpartisipasi dan mendukung kelancaran pelaksanaan UM-PTKIN 2026 di UIN SUNA Lhokseumawe.


Reporter: Putri Ruqaiyah

Editor: Zahratul

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.