Portal Berita Al-Kalam

Ormawa FUAD UIN SUNA Gelar Krue Seumangat, Hadirkan Dua Pemateri dan DPRA ‎

Foto: Fika Munayya www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (Ormawa FUAD) Universitas Islam Negeri (UI...

HEADLINE

Latest Post

13 September 2026

Ormawa FUAD UIN SUNA Gelar Krue Seumangat, Hadirkan Dua Pemateri dan DPRA ‎

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (Ormawa FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan acara Krue Seumangat di Pioneer Camp atau disebut juga Pantai Rancong yang tepatnya terletak di Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Minggu (13/09/2026).
‎Krue Seumangat merupakan kegiatan fakultas yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa baru dengan teman sefakultasnya. Acara dengan tema “Menyatukan Langkah, Merangkai Cerita, Menguatkan Kebersamaan” ini diawali dengan open ceremony yang terdiri atas pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan selawat oleh Muhammad Luthfi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dipandu oleh Irhami, laporan Ketua Panitia oleh Arif Firmanda, serta kata sambutan dari Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD, yakni Amiruddin dan Muhammad Irfan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan prosesi Peusijuk dan Doa.
‎Acara ini menghadirkan 2 orang pemateri, yakni Kiflan Alghifari (mantan Ketua DEMA FUAD Periode 2025/2026) dengan judul materi "Pemimpin Masa Kini" dan Allam Thoriq Aku (mantan Presiden Mahasiswa Periode 2024/2025) dengan judul materi "Agent of change."

‎Dalam pemaparannya, Kiflan berbagi beberapa pengalamannya selama berorganisasi. "Sebagai orang yang ingin mempunyai kualitas dan kredibilitas, maka caranya adalah bergabung dengan organisasi untuk melatih jiwa kepemimpinan," ujarnya.  
‎Kemudian pada sesi materi kedua, Allam mengajak agar setiap mahasiswa mengintrospeksi diri dan menentukan langkahnya ke depan dari sekarang. "Setiap yang menjadi ketua belum tentu (memiliki jiwa) kepemimpinan, sedangkan setiap orang (yang memiliki jiwa) kepemimpinan pasti sudah layak menjadi seorang pemimpin," ungkapnya. Allam juga berpesan kepada segenap Ketua HMPS FUAD agar menerima semua dari mereka yang ingin mencari perubahan dalam hidupnya. 
‎Setelah pemateri II, Presiden Mahasiswa (Presma) Periode 2026/2027, Fauzan Azima, juga ikut memberikan sambutan kepada mahasiswa baru FUAD. "Saya ingin mahasiswa FUAD lebih muncul di permukaan, jangan hanya urusan agama tapi juga urusan proyek," harapnya.
‎Di tengah-tengah acara, tepatnya di sekitar jam 12.00, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tantawi, turut hadir untuk memberikan sambutan. "Jadilah kebanggaan negeri ini dengan belajar," pesannya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan Ishoma.
‎Setelah Ishoma (Istirahat, Salat, dan Makan), acara dilanjutkan dengan 3 permainan yaitu Yel-Yel, Estafet Kardus, dan Lempar Balon. 10 kelompok yang terdiri dari 3 mentor dan Mahasiswa Baru (Maba) FUAD dengan 4 jurusan berbeda tersebut terlihat antusias mengikutinya hingga akhir. Setelah pembagian hadiah, acara dilanjutkan dengan sesi foto, baik fakultas maupun jurusan masing-masing.
‎Kepada Tim LPM Al-Kalam, Arif Firmanda selaku Ketua Panitia menyampaikan harapannya. "Harapan saya, dari terselenggaranya acara ini bagi Maba adalah sebagai langkah awal untuk mempererat tali silaturahmi, membangun tanpa rasa canggung dan membangun jaringan pertemanan baik antarsesama mahasiswa baru dan kakak tingkatnya," ujarnya.

‎Reporter: Tiara Khalisna 

‎Editor: Chalisa Najla Safira 

Senja Sudut Kota

 

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com-

Senja hanya datang sebentar

Tapi meninggalkan indah

Yang ditunggu banyak orang


Mungkin, ia tahu

Sesuatu yang singgah sesaat 

Justru sering lebih dihargai


Di sudut kota

Langit perlahan berubah warna

Indah untuk memanjakan mata

Sementara orang-orang masih terus berjalan


Tidak semua sempat melihat

Tidak semua peduli

Tapi bagi yang berhenti sebentar

Senja selalu punya cara 

Untuk membuat hati terasa tenang


Ia tidak tinggal lama

Hanya datang

Memberi sedikit warna

Lalu pergi tanpa berpamitan 


Mungkin, hidup juga begitu

Tidak semua yang indah harus menetap lama


Ada yang cukup datang sebentar

Meninggalkan kesan

Lalu menjadi sesuatu 

Yang diam-diam kita tunggu kembali kehadirannya 


Penulis: Chalisa Najla Safira 

Editor: Zahratul

11 September 2026

Ketika Kota Berhenti Sekejap

Foto: Luthfiatil Syaqirah
www.lpmalkalam.com- Pagi hari di persimpangan kota sering terasa seperti adegan di mana waktu melambat. Lampu merah menjadi titik di mana laju kendaraan mesti terhenti, dan bagi banyak orang yang terburu-buru, berhenti itu terasa merugikan.

Di kota seperti Banda Aceh, ketika aktivitas berangkat kerja dan sekolah memuncak, jeda beberapa menit di tiap persimpangan cukup membuat sebagian masyarakat kehilangan kesabaran. Namun pandangan yang melihat lampu merah semata sebagai penghambat merupakan pemahaman yang dangkal. Sebenarnya, lampu lalu lintas memainkan peran fundamental dalam menjaga keselamatan dan ketertiban.

Pada pagi hari, persimpangan menyatukan beragam pengguna jalan seperti pejalan kaki, pelajar, pengendara sepeda motor, angkutan umum, dan mobil pribadi yang bergerak dalam ritme berbeda. Tanpa sinyal yang mengatur giliran, konflik antarpengguna akan meningkat dan kemungkinan kecelakaan menjadi jauh lebih besar.

Mengapa pelanggaran lampu merah masih kerap terjadi? Faktor utamanya adalah tekanan waktu dan kebiasaan berlalu lintas yang longgar terhadap aturan. Ketika seseorang dikejar waktu, dorongan untuk menerobos menjadi kuat, ketika banyak orang melakukan hal yang sama, perilaku itu terasa normal dan menular.

Akibatnya bukan hanya risiko tabrakan, insiden di persimpangan sering menimbulkan rantai kemacetan yang lebih panjang karena pengereman mendadak atau kecelakaan kecil yang menghambat arus. 

Siapa yang harus bertanggung jawab mengubah kondisi ini? Tanggung jawabnya menyebar, individu harus menerapkan disiplin diri, keluarga dan sekolah menanamkan kebiasaan tepat waktu, sementara pemerintah dan pengelola lalu lintas perlu memastikan peralatan sinyal bekerja optimal dan tata ulang waktu siklus lampu bila diperlukan. 

Kapan perubahan itu harus dimulai? Tidak perlu menunggu, perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari sekarang juga, agar manfaatnya terasa segera. Bagaimana strategi praktis untuk mengurangi pelanggaran? Gabungan upaya yang saling mendukung paling efektif, penegakan hukum yang konsisten untuk efek jera, kampanye edukasi publik yang menekankan bahaya dan konsekuensi, serta perbaikan desain persimpangan dan manajemen lalu lintas untuk membuat kepatuhan lebih mudah. 

Selain itu, mengubah perilaku individu misalnya berangkat sedikit lebih awal merupakan langkah sederhana namun ampuh. Di manakah dampak positif akan terasa paling nyata? Di ruas-ruas utama yang padat pada jam sibuk. Di sana, sedikit peningkatan kepatuhan terhadap lampu merah dapat menurunkan insiden, meminimalkan hambatan mendadak, dan membuat arus lalu lintas lebih lancar serta lebih dapat diprediksi.

Singkatnya, lampu merah pagi bukan sekadar jeda yang mengganggu rutinitas; ia adalah mekanisme keselamatan yang menjaga hak dan nyawa setiap pengguna jalan. Mengubah cara pandang terhadapnya dari penghalang menjadi instrumen keteraturan memerlukan kontribusi semua pihak. Dengan disiplin kolektif dan kebijakan yang tepat, berhenti sejenak di persimpangan akan berbuah pada ketertiban dan keselamatan yang lebih luas.


Penulis: Luthfiatil Syaqirah

Editor: Chalisa Najla Safira

10 September 2026

Hari Kunjung Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe Diwarnai Aneka Perlombaan

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2026 yang bertempat di lantai 3 Gedung Perpustakaan pada Kamis (10/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Terkoneksi, Terinspirasi, Berinovasi untuk Semua Generasi” tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan selawat oleh Salman Alfarisi. 

Kemudian, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Mustafa selaku Ketua Panitia sekaligus membuka rangkaian kegiatan. Dalam sambutannya, Mustafa menyampaikan bahwa kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan merupakan kegiatan penting dalam meningkatkan minat baca dan literasi di lingkungan perguruan tinggi. Meskipun kegiatan serupa dilaksanakan setiap tahun, pelaksanaannya diharapkan tetap memberikan manfaat dan menghadirkan inovasi baru.

Selanjutnya, Nurjannah selaku Kepala Perpustakaan UIN SUNA memberikan kata sambutan sekaligus membuka perlombaan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya perpustakaan dalam membangun budaya literasi serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.

Berbagai perlombaan diselenggarakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya lomba tartil Al-Qur’an, hikayat Perang Sabil khas Aceh, pemilihan calon Duta Baca UIN SUNA Lhokseumawe periode 2026–2027, lomba menyanyi, lomba jurnal, serta lomba video kreatif.

Rangkaian perlombaan diawali dengan lomba tartil Al-Qur’an, kemudian dilangsungkan lomba hikayat Perang Sabil yang mengangkat salah satu khazanah budaya dan tradisi Aceh. Kegiatan berikutnya adalah pemaparan materi oleh para calon Duta Baca UIN SUNA Lhokseumawe periode 2026–2027. Setelah itu, dilanjutkan dengan perlombaan menyanyi yang menghadirkan dua juri dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gesbika, yaitu Azkiya Rizqina dan Raihanul Jinani. Perlombaan tersebut diikuti oleh peserta dari lingkungan kampus yang menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam bidang seni tarik suara.

Sementara itu, lomba jurnal dan video kreatif dilaksanakan secara daring. Pelaksanaan secara daring tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menuangkan ide, kreativitas, dan kemampuan literasi digital melalui karya masing-masing. Pengumuman para pemenang seluruh perlombaan dijadwalkan pada 14 September 2026.

Rafa Ananda selaku Duta Baca UIN SUNA Lhokseumawe periode 2025–2026, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan. “Besar harapan saya, kegiatan hari ini bisa meningkatkan minat teman-teman di luar sana dalam berkunjung ke perpustakaan. Karena sejatinya perpustakaan bukan sekadar tempat berdiamnya buku, melainkan juga ruang tumbuh bagi individu, tempat bagi impian dan harapan dipupuk,” ujar Rafa.


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira 

09 September 2026

Ketika Harapan Menjadi Nyata

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Ketika Harapan Menjadi Nyata

Dulu aku hanya mampu bermimpi

Menatap jauh ke arah langit

Membayangkan sebuah hari


Ketika semua harapan dapat kuraih

Namun, jalan menuju mimpi tidak pernah semudah yang kubayangkan

Ada malam-malam panjang tanpa tidur

Ada air mata yang jatuh diam-diam


Ada langkah yang hampir menyerah ketika hasil tak kunjung datang

Aku pernah jatuh ketika kegagalan datang berkali-kali

Pernah bertanya kepada diri sendiri

"Apakah aku masih mampu melanjutkan?"


Namun setiap kali ingin berhenti

Sebuah suara kecil di dalam hati kembali berkata

"Sedikit lagi, jangan menyerah"

Aku terus berjalan meski kaki terasa berat


Mengumpulkan keberanian dari setiap kegagalan

Menyusun kembali harapan

Yang sempat hancur berantakan

Tak jarang aku berjalan sendirian


Sementara yang lain telah sampai di tempat yang mereka impikan

Aku belajar untuk tidak membandingkan langkah

Sebab setiap orang memiliki waktunya sendiri

Hari demi hari kuhabiskan dengan usaha, doa, dan kesabaran


Keringat menjadi saksi

Air mata menjadi penguat

Dan kegagalan menjadi guru yang mengajarkanku untuk lebih kuat

Hingga akhirnya


Hari yang dahulu hanya kubayangkan

datang menghampiri

Aku berdiri di hadapan impian itu dengan hati yang penuh haru

Menyadari bahwa semua luka


ternyata tidak sia-sia

Aku tersenyum dalam diam

Mengingat diriku yang dulu hampir menyerah di tengah perjalanan

Kini aku mengerti


Harapan tidak menjadi nyata hanya karena kita menginginkannya

Tetapi karena kita berani memperjuangkannya

Sebab di balik sebuah keberhasilan

Ada jatuh yang harus diterima


Ada tangis yang harus dilalui

Ada langkah yang harus dipaksakan meski hati ingin berhenti

Kini aku menatap langit dengan senyum penuh syukur

Karena akhirnya aku tahu


Selama masih ada harapan dan keberanian untuk berjuang

Tidak ada mimpi yang terlalu jauh untuk diwujudkan


Penulis: Zilfira
Editor: Chalisa Najla Safira

08 September 2026

Kita Merekam, tetapi Lupa Menolong

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- Ada pemandangan yang semakin mudah ditemukan di tengah kehidupan digital. Saat terjadi keributan, kecelakaan, atau tindak kekerasan di tempat umum, ponsel segera terangkat. Orang-orang langsung berkumpul, kamera diarahkan, dan kejadian yang seharusnya mengundang pertolongan justru berubah menjadi tontonan.

Menurut pendapat penulis, keadaan ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu berjalan seiring dengan meningkatnya kepedulian manusia. Kita semakin mudah mendapatkan informasi, tetapi juga semakin mudah menjadi penonton dari penderitaan orang lain. Masalahnya bukan terletak pada kamera, melainkan pada pilihan kita ketika menggunakannya. Saat melihat seseorang menjadi korban kekerasan, apakah hal pertama yang kita pikirkan adalah merekam atau mencari bantuan?

Sebuah rekaman terkadang memang diperlukan sebagai bukti. Namun, masalah muncul ketika rekaman tersebut disebarluaskan tanpa mempertimbangkan kondisi korban atau bahkan dijadikan bahan hiburan. Kita sering lupa bahwa rekaman yang hanya berlangsung beberapa menit bagi penonton dapat menjadi pengalaman traumatis bagi korban.

Yang lebih dikhawatirkan adalah respons setelah video tersebar. Kolom komentar sering menjadi ruang penghakiman. Korban disalahkan, pelaku dijadikan bahan lelucon, dan penonton berlomba-lomba memberikan pendapat hanya berdasarkan potongan video yang belum tentu menggambarkan keseluruhan kejadian.

Kebiasaan ini perlu dihentikan. Kita terlalu terbiasa mengabadikan setiap kejadian sampai lupa bahwa tidak semua hal layak dijadikan tontonan. Ketika seseorang sedang terluka atau ketakutan, yang dibutuhkan bukan banyaknya penonton, melainkan pertolongan.

Dalam situasi yang cukup berbahaya, keselamatan diri tetap menjadi pertimbangan utama. Sebagai penonton, kita juga memiliki tanggung jawab atas apa yang kita lakukan setelah melihat sebuah kejadian. Tidak semua hal harus direkam, dikomentari, dan disebarluaskan.

Teknologi seharusnya membantu manusia menjadi lebih peduli, bukan membuat kita terbiasa melihat penderitaan sebagai hiburan. Setiap tindakan kita di ruang digital turut menentukan hal-hal yang seharusnya mendapatkan perhatian.

Saat kekerasan terjadi di depan mata, merekam bukan satu-satunya pilihan karena kita masih bisa memilih untuk peduli.


Penulis: Julia Sabela

Editor: Redaksi

07 September 2026

KPI Aceh Sosialisasikan P3SPS kepada Mahasiswa PPKn USK

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) melaksanakan sosialisasi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), pada Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) USK. Sosialisasi menghadirkan dua pemateri dari KPI Aceh, yaitu Samsul Bahri selaku Wakil Ketua KPI Aceh dan Ahyar selaku Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan Sistem Penyiaran KPI Aceh. Dalam kegiatan tersebut, KPI Aceh menyampaikan materi mengenai Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) kepada peserta.

Selain mahasiswa PPKn USK, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe yang sedang melaksanakan On the Job Training (OJT) di kantor KPI Aceh.

Mahasiswa KPI UIN SUNA turut membersamai pelaksanaan kegiatan sosialisasi P3SPS yang diselenggarakan oleh KPI Aceh di FKIP USK tersebut.


Penulis: Abdul Aziz Perangin Angin 

Editor: Redaksi

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Tetap Berstatus Siaga

Foto: Kontan. CO.ID

www.lpmalkalam.com- Empat gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Keempat gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur pada Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan informasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), keempat gunung tersebut mengalami erupsi pada waktu yang berbeda. Gunung Ibu erupsi sekitar pukul 04.55 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter dari puncak.

Kemudian, Gunung Ili Lewotolok erupsi pada pukul 06.11 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter dari puncak.

Selanjutnya, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada pukul 07.10 WIB selama sekitar 16 detik. Sementara itu, Gunung Semeru erupsi pada pukul 07.15 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.

Menurut informasi dari ANTARA News, Gunung Anak Krakatau menjadi pusat perhatian karena gunung tersebut telah mengalami erupsi selama 24 jam sebelum 6 September. Aktivitas erupsi dimulai pada 4 September dan baru berakhir pada 6 September. Abu vulkanik dari aktivitas tersebut juga berdampak signifikan terhadap penerbangan di sejumlah wilayah.

Kepala Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, mengatakan bahwa potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi. Bahaya yang mungkin ditimbulkan antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi terus berlangsung.

“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III (Siaga) dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku,” tutup Siti Sumilah.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Zahratul


06 September 2026

Maneater 2 Akan Rilis pada 2027

Foto: Tripwire Interactive
www.lpmalkalam.com- Developer dan publisher Tripwire Interactive bersama co-development Demiurge Studios mengumumkan sekuel gim Maneater, yaitu Maneater 2 pada Kamis (03/09/2026) 

Maneater 2 dikabarkan akan dirilis pada 2027 untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, serta komputer pribadi (personal computer/PC) melalui Steam dan Epic Games Store. Gim ini kembali mengusung genre action, adventure, dan RPG dengan mode single-player. Dalam sekuel ini, pemain akan menjelajahi kedalaman Kerajaan Neptunus, taman hiburan, dan resor bintang lima yang menjadi tempat Kekaisaran Romawi.

Dikutip dari situs web Tripwire Interactive, Matt LoPilato, selaku Chief Executive Officer (CEO) Tripwire Interactive, mengungkapkan bahwa respons luar biasa yang diterima Maneater menunjukkan bahwa para pemain sangat menginginkan lebih banyak konten dari gim tersebut. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah menantikan kesempatan untuk menghadirkan sekuel sejati.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan teman-teman kami di Demiurge untuk menghidupkan babak selanjutnya dalam seri ini dengan Maneater 2, dan kami tidak sabar untuk berbagi lebih banyak tentang rencana kami untuk franchise ini dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Gim ini belum mendapatkan klasifikasi usia. Namun, Maneater 2 diperkirakan akan memperoleh peringkat M (Mature 17+) dari Entertainment Software Rating Board (ESRB) dan PEGI 18+ dari Pan European Game Information (PEGI).


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Zahratul

05 September 2026

Presma UIN SUNA Lhokseumawe Bantu UKT Empat Mahasiswa Yatim Piatu

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Fauzan Azima, membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi empat mahasiswa baru yang berstatus yatim piatu pada hari terakhir pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 pada Kamis (3/9/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa baru yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan. Aksi tersebut dilakukan di tengah rangkaian PBAK yang berlangsung di Gedung Serbaguna UIN SUNA Lhokseumawe.

Bantuan tersebut berawal dari renungan Fauzan mengenai perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dari renungan tersebut, ia kemudian mengetahui adanya mahasiswa baru yang telah kehilangan kedua orang tuanya dan menghadapi keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan.

“Awalnya saya memang sedang merenungkan bagaimana perjuangan orang tua dalam membiayai dan mendukung pendidikan. Dari situ saya terpanggil ketika saya mengetahui ada mahasiswa baru yang yatim piatu,” ujar Fauzan.

Menurut Fauzan, mahasiswa yang tidak memiliki orang tua harus menghadapi berbagai keterbatasan seorang diri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan. “Mereka adalah mahasiswa yatim piatu yang tidak memiliki support dana untuk kehidupan mereka, apalagi untuk membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal). Karena itu, saya merasa harus membantu,” katanya.

Fauzan juga menyampaikan bahwa untuk saat ini dirinya memprioritaskan mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk terus membantu mahasiswa lain yang mengalami masalah serupa pada masa mendatang “Saya fokus membantu mahasiswa baru dulu. Untuk ke depannya, jika ada mahasiswa lain yang menyampaikan keluhan dan kesulitan, silakan dilaporkan. Insyaallah akan kita usahakan untuk membantu,” ujar Fauzan.

Fauzan menjelaskan bahwa sumber dana untuk pembayaran UKT empat mahasiswa baru tersebut berasal dari dana pribadinya. Ia juga membuka peluang bagi pihak lain yang ingin turut berkontribusi dalam membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Zahratul


Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.