![]() |
| Foto: Muhammad Rahul Gonzales |
HEADLINE
18 Juni 2026
Cahaya dari Pasai
Masih tercium dalam pusaran waktu
Menjelma akan nama universitas
Meski abad telah berganti rupa bahkan arah
Namun indah itu masih hidup membahana
Wahai putri Pasai
Kepada pembelajar
Yang masih belajar meneguhkan langkah
Kuresapi tiap hurufnya seperti doa yang menuntun diri
Di antara hingarnya semesta
"Berjuanglah, takhta sejati adalah ilmu dan keteguhan hati"
Aku pun melangkah lagi
Menjunjung namamu di dada
Bukan sebagai legenda
Melainkan cahaya yang menuntun gagahnya
Sultanahku, pada kebesaran namamu sejarah kerap
Editor: Chalisa Najla Safira
17 Juni 2026
Tentang Aku
Terpahat sunyi di lembar waktu
Harapku bersemi di celah retak
Mimpiku hidup di balik ragu
Aku bukan langit yang selalu terang
Kadang mendung memeluk langkahku
Hujan luruh tanpa memberi tanda
Namun pelangi tak pernah lupa pulang
Membawa warna untuk jiwaku
Aku menyimpan banyak kata
Yang tak sempat menjadi suara
Kubisikkan pada angin senja
Lalu kubiarkan langit menjaganya
Hingga waktu mengerti maknanya
Aku belajar dari kehilangan
Yang datang tanpa mengetuk pintu
Air mata pernah menjadi teman
Namun harapan tak pernah pergi
Ia tinggal di dalam dadaku
Aku melangkah tanpa tergesa
Mengejar mimpi dengan tenang
Meski jalan penuh kerikil
Aku percaya setiap jejak
Akan menemukan tujuannya
Aku bukan manusia sempurna
Aku hanya hati yang bertahan
Dengan rapuh yang kusembunyikan
Dan kuat yang terus kutumbuhkan
Di setiap pagi yang datang
Aku memuja cakrawala luas
Laut yang menyimpan rahasia
Dan senja yang mengajarkan pulang
Dari mereka aku belajar
bahwa indah lahir dari kesabaran
Aku adalah aku yang sederhana
Dengan luka yang menjadi aksara
Dengan mimpi yang tak pernah padam
Dan doa yang selalu kupeluk
Hingga semesta memanggil namaku
Penulis: Amanda Zuhra
Editor: Chalisa Najla Safira
15 Juni 2026
Cinta dan Cita-Cita
Selamat Milad, Kampusku
![]() |
| Foto: Rizki Ramadhani |
Editor: Chalisa Najla Safira
14 Juni 2026
Memperingati Hari Donor Darah Sedunia, KSR PMI Unit 08 Gelar Aksi Donor Darah
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
Puncak MILAD ke-57 UIN SUNA Selenggarakan Jalan Santai: 461 Orang Ikut Berpartisipasi
13 Juni 2026
Langkah di Balik Mimpi
Rizki berasal dari keluarga sederhana di sebuah desa. Sejak diterima di perguruan tinggi, ia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat membanggakan kedua orang tuanya. Namun, kehidupan mahasiswa ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.
Suatu hari, dosen memberikan tugas kelompok yang harus dikumpulkan dalam waktu satu minggu. Di saat yang sama, organisasi kampus tempat Rizki aktif sedang mempersiapkan sebuah acara besar. Belum lagi, ia harus bekerja paruh waktu pada malam hari untuk menambah uang saku.
“Bagaimana aku bisa menyelesaikan semuanya?” gumam Rizki sambil menatap daftar tugas di layar laptopnya.
Meski merasa lelah, Rizki tidak menyerah. Ia mulai menyusun jadwal harian dengan lebih teratur. Pagi hingga siang digunakan untuk kuliah, sore untuk rapat organisasi, dan malam hari untuk bekerja serta menyelesaikan tugas.
Hari demi hari berlalu. Rasa lelah sering datang, tetapi dukungan teman-teman membuatnya tetap semangat. Mereka saling membantu mengerjakan tugas dan mengingatkan satu sama lain ketika ada yang mulai kehilangan motivasi.
Akhirnya, hari presentasi tiba. Kelompok Rizki berhasil mempresentasikan tugas dengan baik dan mendapat apresiasi dari dosen. Acara organisasi yang mereka persiapkan juga berjalan lancar.
Sepulang dari kampus, Rizki duduk di taman sambil tersenyum. Ia menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi juga belajar mengatur waktu, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Saat melihat pesan dari ibunya yang berbunyi, “Tetap semangat belajar, Nak. Kami bangga padamu,” mata Rizki berkaca-kaca. Semua rasa lelah yang ia rasakan seakan terbayar.
Sejak hari itu, Rizki semakin yakin bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, adalah langkah menuju mimpi yang ingin ia capai. Dan sebagai mahasiswa, ia percaya bahwa masa kuliah adalah tempat terbaik untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.
Penulis: Razwa Syuib
Editor: Chalisa Najla Safira
12 Juni 2026
Meneguhkan Peran UIN SUNA di Usia 57 Tahun
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
Perjalanan tersebut tentu tidak ditempuh dalam waktu yang singkat. Sejak berdiri pada 12 Juni 1969, kampus ini tumbuh bersama perubahan zaman, menjawab berbagai tantangan, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai capaian yang diraih hingga saat ini, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga lahirnya ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, menjadi bukti bahwa cita-cita besar yang dirintis para pendiri terus berkembang dan memberikan manfaat nyata.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, peran perguruan tinggi tidak lagi sebatas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Dunia membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kekuatan moral dan spiritual. Dalam konteks tersebut, UIN Sultanah Nahrasiyah memiliki posisi yang strategis sebagai institusi yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kehadiran kampus ini menjadi penting karena mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang kritis, inovatif, dan profesional tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Sebagai bagian dari keluarga besar UIN Sultanah Nahrasiyah, rasa syukur patut dipanjatkan atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Penghargaan yang setinggi-tingginya layak diberikan kepada para pendiri yang telah meletakkan fondasi kampus ini dengan penuh ketulusan dan pengorbanan. Apresiasi yang sama juga patut disampaikan kepada para dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang terus menjaga semangat pengabdian dan kualitas institusi dari masa ke masa.
Kontribusi mereka mungkin tidak selalu tercatat dalam setiap lembar sejarah, tetapi jejak pengabdiannya dapat dirasakan melalui berbagai kemajuan yang telah dicapai. Berkat kerja keras dan dedikasi yang berkelanjutan, UIN Sultanah Nahrasiyah mampu berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang terus berupaya menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.
Memasuki usia ke-57 tahun, UIN Sultanah Nahrasiyah tidak hanya merayakan capaian masa lalu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih maju pada masa yang akan datang. Tantangan dunia pendidikan akan terus berubah, namun semangat untuk melahirkan generasi unggul, memperkuat tradisi akademik, serta memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan harus tetap menjadi arah perjuangan bersama.
Pada akhirnya, kampus ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu. UIN Sultanah Nahrasiyah adalah ruang tumbuhnya harapan, lahirnya gagasan, dan terbangunnya masa depan yang lebih baik. Di usia emas ke-57 tahun, rasa syukur dan kebanggaan atas perjalanan yang telah ditempuh menjadi energi untuk terus merawat keunggulan dan menyalakan peradaban bagi generasi yang akan datang.
Penulis: Cut Saputri
Editor: Zahratul
UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Sidang Senat Terbuka pada Puncak Peringatan Milad Ke-57
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
Mengusung tema “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban," acara dihadiri ASN, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan kampus. Kegiatan dibuka pukul 08.00 WIB dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh oleh Paduan Suara UIN SUNA. Pembukaan resmi disampaikan Ketua Senat yaitu Munawar Khalil, dilanjutkan pembacaan qari, sari tilawah, selawat, serta Mars UIN SUNA. Rangkaian awal ditutup dengan doa bersama.
Ja'far selaku ketua panitia melaporkan jalannya acara sekaligus mengundang seluruh civitas untuk mengikuti kegiatan Jalan Santai dan Donor Darah yang digelar Minggu mendatang. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil UIN SUNA yang mengulas makna “SUNA”, video ucapan selamat Milad ke-57, juga pemotongan tumpeng oleh Rektor dan Ketua Senat.
Danial selaku rektor UIN SUNA memaparkan perjalanan UIN SUNA dari awal berdiri hingga status sekarang. Ia menyebut tanggal 22- 23 November 2025 kampus meraih akreditasi tertinggi. “Saya tidak bisa menggantikan pemimpin sebelumnya, tetapi saya hanya melanjutkan, karena di setiap pemimpin akan berbeda,” ujarnya.
Danial juga menjelaskan filosofi nama “Sultanah Nahrasiyah” dan mengajak seluruh civitas mencintai kampus. “Cinta adalah bintang yang bersinar,” tuturnya. Danial menambahkan, saat ini UIN SUNA berada di urutan ke-16 dari 59 PTKIN dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus luar negeri. Danial berharap pencapaian ini dapat menambah perkembangan UIN SUNA kedepannya.
Acara berlanjut dengan penyerahan piagam kepada prodi dan unit terunggul. Penghargaan juga diberikan untuk dosen dengan buku, artikel, dan karya terbanyak, serta purnabakti. Ketua Senat menutup acara dengan pesan, “Semoga acara ini membawa kesan untuk kita.” Lalu dilanjutkan foto bersama dan makan bersama seluruh hadirin.
Penulis: Intan Sarifah
Editor: Chalisa Najla Safira
Mengenai Saya
- LPM AL-KALAM
- Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.









