Portal Berita Al-Kalam

HMPS BKPI UIN SUNA Gelar Seminar Art Healing, Bantu Mahasiswa dan Siswa Hadapi Stres serta Overthinking

Foto: IST www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah dan...

HEADLINE

Latest Post

09 Oktober 2026

HMPS BKPI UIN SUNA Gelar Seminar Art Healing, Bantu Mahasiswa dan Siswa Hadapi Stres serta Overthinking

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar Art Healing bertema “Saat Seni Menjadi Teman: Art Healing untuk Menghadapi Stres dan Overthinking” di Lantai 3 Gedung Aula FTIK pada Kamis (8/9/2026) pukul 14.00 - selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) BKPI, Russy Ranggayoni, Sekretaris Program Studi (Sekprodi) BKPI, Dwi Dinda Sari, serta peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa sekolah menengah atas (SMA) serta sekolah menengah kejuruan (SMK) dari wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara. Seminar tersebut menghadirkan Yara Andita Anatasya sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Master of Ceremony (MC), Uswatun Lavida, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan ketua panitia oleh Imam Qusairi, sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Russy Ranggayoni selaku Kaprodi BKPI, dan pembacaan doa oleh Rivaldi Adraka. Setelah itu, dilakukan penyerahan sertifikat dan cendera mata kepada pemateri, Yara Andita Anatasya.

Acara inti dipandu oleh Syifa Az-Zahra Cheesy selaku moderator bersama Yara Andita Anatasya sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Yara menyampaikan sejumlah pesan kepada para peserta. “Setiap orang itu punya masalah pribadinya sendiri. Bagi kita, mungkin itu hal yang sepele, tetapi bagi yang mengalami masalah itu sendiri, sangatlah berat. Ada beberapa karakter yang memang sulit untuk melewati fase tersebut, tetapi mau tidak mau kita harus menjalani dan melewati fase-fase tersebut,” ujarnya.

Peserta seminar juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada pemateri dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta. Selain itu, pemateri memandu sesi menulis jurnal (journaling) bersama sebagai bagian dari kegiatan seminar.

Dalam wawancara langsung, Ketua Panitia, Imam Qusairi, menyampaikan pandangannya mengenai kegiatan tersebut. “HMPS BKPI tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga hadir memberikan manfaat, kepedulian, dan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan kuat menghadapi masa depan,” ujarnya.


Reporter: Cut Saputri

Editor: Chalisa Najla Safira

07 Oktober 2026

HMPS EDSA Gelar Multimedia Speech Competition Tarbiyah Fair

 

Foto: Rozatun Navais

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris (TBI) English Development Student Association (EDSA), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Multimedia Speech Competition di Aula Lantai 3 Gedung Perpustakaan kampus setempat pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Utilizing Visual Media to Make the Message More Engaging, Creative, and Easy to Understand.”

Acara tersebut menghadirkan Ketua Jurusan (Kajur) TBI Zurriyati, Sekretaris Jurusan (Sekjur) TBI Khairun Nasir, Polyglot Indonesia Chapter Lhokseumawe Kenzy Luthfy Syahrial, Arta Baca Teuku Ikhsan Sabri, dan Cendikia Foundation Wasliyatul Hasanah.

Rangkaian acara dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Ulifiana Zikhra dan Wilda Rahmatillah. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Rafa Ananda, dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Muhammad Hafidh, sambutan Ketua HMPS EDSA Ayu Diani Syariah, serta sambutan sekaligus pembukaan lomba Multimedia Speech Competition oleh Kajur TBI. Acara kemudian ditutup dengan doa dan dokumentasi foto bersama.

Sebelum memasuki ajang perlombaan, Penanggung Jawab (PJ) acara Multimedia Speech Competition, Rahmah Sarita, memberikan penjelasan mengenai teknis penilaian lomba. Selanjutnya, lomba dilaksanakan dengan penampilan peserta sesuai nomor undian.

Sebanyak 13 peserta mengikuti perlombaan tersebut yang merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah. Peserta terdiri atas satu perwakilan Ummul Aiman, dua perwakilan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lhokseumawe, dua perwakilan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Syamsudduha, tiga perwakilan MAS Ulumuddin, dua perwakilan MAS Mataqu, dan tiga perwakilan SMAN 2 Lhokseumawe.

Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking peserta, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan menggunakan multimedia dalam menyampaikan ide.

Ketua panitia Multimedia Speech Competition, Muhammad Hafidh, dalam laporannya menyampaikan, “Semoga dengan adanya perlombaan ini, peserta dapat menggunakan multimedia dengan baik untuk menyampaikan gagasan yang akan disampaikan.”


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Chalisa Najla Safira


06 Oktober 2026

Tarbiyah Fair ke-4 Digelar, Wadah Kreativitas dan Bakat Pelajar serta Mahasiswa

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Tarbiyah Fair ke-4 di Aula dan halaman FTIK pada (6/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Semangat Tarbiyah dalam Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter, Kreatif, dan Inspiratif” dan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026.

Pembukaan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.30 WIB mengalami perubahan karena hujan. Rangkaian pembukaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB di Aula FTIK.

Rangkaian pembukaan dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Uswatul Lavida dan Syifa Az-Zahra Cheesy. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Mars UIN SUNA.

Selanjutnya, acara diisi dengan laporan Ketua Panitia Agustria Asria Dewi, sambutan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK Muhammad Agha A, serta sambutan dari pimpinan FTIK UIN SUNA. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan Qiraatul Qutub yang diselenggarakan oleh HMPS Bahasa Arab. Perlombaan tersebut dilaksanakan di Aula FTIK dan dilanjutkan setelah waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Sementara itu, lomba vocal solo yang diselenggarakan oleh DEMA FTIK dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Ketua Panitia Tarbiyah Fair ke-4, Agustria Asria Dewi, mengatakan peserta kegiatan berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa. Peserta dari kalangan siswa meliputi jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat, sedangkan peserta dari kalangan mahasiswa berasal dari HMPS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). “Semoga acara ini lancar dan tidak terjadi kesalahan dari hari ini hingga dua hari ke depan. Semoga cuacanya juga mendukung dan tidak hujan lagi seperti hari ini,” ujar Agustria.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan bakat para peserta. “Tujuan kegiatan ini adalah mengasah kreativitas berpikir para peserta dan menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan serta menghasilkan bakat yang mereka miliki,” ujarnya.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

UIN SUNA Lhokseumawe Bekali Mahasiswa melalui Penguatan Tracer Study

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Career Development Center (CDC) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tracer Study bagi Calon Alumni di Gedung Aula Biro Lantai 3 pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya tracer study bagi alumni dan institusi. Dikutip dari laman Tracer Study Kemdiktisaintek, tracer study merupakan survei atau metode pelacakan jejak alumni yang dilakukan oleh institusi pendidikan, seperti sekolah menengah kejuruan (SMK), untuk mengetahui situasi, aktivitas, dan transisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema “Tracer Study: Menghubungkan Lulusan Terbaik dengan Dunia Kerja serta Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi” tersebut dihadiri oleh beberapa unsur, yakni mahasiswa perwakilan program studi (prodi), mahasiswa alumni, mahasiswa pascasarjana, serta ketua program studi (kaprodi) yang ada di UIN SUNA atau perwakilan.

Berdasarkan surat undangan yang beredar, diketahui bahwa rincian kuota peserta untuk masing-masing fakultas dan Pascasarjana sebagai berikut:
1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK): 25 mahasiswa, 4 alumni, dan 6 kaprodi.
2. Fakultas Syariah (Fasya): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
3. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 2 kaprodi.
4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
5. Pascasarjana: 3 mahasiswa, 2 alumni, dan 2 kaprodi.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Abdul Mughni selaku Ketua Sementara CDC UIN SUNA dan dibuka oleh Wakil Rektor (Warek) III. Sebelum sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Pemateri pertama, Iromi Ilham, menyampaikan materi bertajuk “Memperkuat Jejak Alumni, Meningkatkan Mutu Institusi." Dalam penyampaiannya, Iromi membahas pentingnya jejak alumni sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung peningkatan mutu institusi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai penggunaan bahasa di lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi salah satu topik yang didiskusikan bersama peserta dalam kaitannya dengan pengalaman dan kondisi yang dihadapi alumni di lingkungan kerja.

Pemateri kedua, Diana, menyampaikan materi berjudul “Alumni Bercerita, Alumni Berbenah.” Melalui materi tersebut, Diana berbagi pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan serta memberikan gambaran mengenai perjalanan yang dilalui setelah menjadi alumni dan menghadapi dunia kerja, termasuk proses seleksi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada kedua pemateri terkait tracer study, pengalaman alumni, manfaat data yang dikumpulkan melalui survei tersebut, serta tanggapan kampus dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang sesuai dengan jurusan.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mughni berharap semakin banyak alumni UIN SUNA yang berpartisipasi dalam tracer study dengan mengisi tautan survei yang telah disediakan. Abdul berpendapat bahwa partisipasi alumni dalam pengisian tracer study penting agar kampus memperoleh data dan informasi mengenai kondisi serta perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan.


Reporter: Rozatun Navais

Editor: Zahratul

01 Oktober 2026

HMPS BKI UIN SUNA Gelar Seminar Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Seminar Teknik Dasar Konseling dengan tema “Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa: Eksplorasi Emosi melalui Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi” di Aula FUAD lantai III pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD Mahdi, Ketua Program Studi (Prodi) BKI Hartini Mudarsa, Sekretaris Prodi BKI Minda Septiani, serta 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sebanyak 30 peserta di antaranya merupakan panitia. Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Sri Azni dan Taifatul Jannah.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, serta laporan Ketua Panitia Zainab.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman mendalam bagi kita semua mengenai cara menyentuh rasa dan memahami jiwa lewat eksplorasi emosi melalui teknik dasar konseling dan hipnoterapi,” ujar Zainab.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rijal Maulana. “Tahun ini merupakan perdana kegiatan dihadiri oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di Lhokseumawe,” ujarnya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Prodi BKI dan Dekan FUAD. Setelah itu, acara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penyerahan cenderamata kepada kedua pemateri.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Sri Azni dengan dipandu oleh Haura Lailatul Fitrah selaku moderator. Dalam materi bertajuk “Eksplorasi Emosi: Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa”, Sri Azni menyampaikan, “Ketika kita semua sedang ada masalah, ada hambatan, ada kekurangan, yakini itu adalah masa-masa yang akan membuat kita naik level untuk bisa menjadi lebih baik.”

Sesi kedua dilanjutkan oleh Taifatul Jannah yang dipandu oleh Nadia Setiawati selaku moderator. Di tengah pemaparan materi, Taifatul melakukan hipnoterapi berupa teknik relaksasi kepada para peserta. “Harapan saya untuk para peserta agar bisa memahami hipnoterapi secara realistis,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif bertanya kepada kedua pemateri, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

9 Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lolos sebagai Google Students Ambassador Batch 2

Sumber: googlestudentambassador.id

www.lpmalkalam.com- Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe dinyatakan lolos dalam program Google Students Ambassador (GSA) Batch 2 setelah mengikuti serangkaian proses seleksi. Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan secara resmi pada Kamis (1/10/2026).

Sembilan mahasiswa yang dinyatakan lolos tersebut adalah Nayla Salsabila, Alvi Lutviah Budi, Ririn Dayanti Harahap, Raudani Fitri, Intan Darul Khairat, Agustria Asria Dewi, Salsabila Attala Nisa Purba, Wirda Rasyada, dan Amanda Zuhra.

Salah seorang mahasiswa yang lolos, Ririn Dayanti Harahap, menjelaskan bahwa program berskala nasional tersebut menerapkan proses seleksi yang ketat. “Kami harus bersaing secara sehat dengan 300.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia hingga akhirnya terpilih untuk bergabung bersama 2.000 peserta lainnya,” ujar Ririn saat memberikan keterangan pada Jumat (2/9/2026).

Sementara itu, Amanda Zuhra, salah seorang mahasiswa UIN SUNA yang turut lolos, mengatakan bahwa dirinya berfokus pada kemampuan dan keunikan yang dimiliki selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Pencapaian tersebut juga ditandai dengan lolosnya Alvi Lutviah Budi, mahasiswa UIN SUNA penyandang disabilitas netra. Alvi mengatakan bahwa ia menggunakan fitur pembaca layar (screen reader) pada telepon pintar untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi, termasuk menyelesaikan tantangan teknis.

Setelah dinyatakan lolos, sembilan mahasiswa tersebut berencana melaksanakan sejumlah kegiatan di lingkungan kampus, termasuk sesi edukasi dan lokakarya (workshop) mengenai teknologi.

Kegiatan tersebut direncanakan membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI), termasuk Google Gemini, untuk mendukung kegiatan belajar dan produktivitas mahasiswa.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Korlab Saleum Teuka 2026 Klaim 90 Persen Siap, Dekanat Sebut Tak Terima Proposal

 

Foto: Abdul Azis Perangin Angin

www.lpmalkalam.com- Rencana pelaksanaan Saleum Teuka oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang dijadwalkan pada Minggu (20/09/2026) dan berakhir tidak terlaksana menjadi persoalan di lingkungan mahasiswa FTIK. Persoalan tersebut kemudian menjadi titik awal LPM Al-Kalam dalam menelusuri serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Setelah bergerak mencari informasi dari berbagai sudut pandang, diketahui bahwa terdapat perbedaan informasi antara pihak panitia dan Dekanat FTIK, terutama mengenai proses komunikasi dan perizinan kegiatan. Guna mendapatkan informasi dari pihak Ormawa, LPM Al-Kalam terlebih dahulu menghubungi Muhammad Agha Alfaysal selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK pada Senin (21/09/2026). Dalam wawancara tersebut, Agha mengatakan bahwa Ormawa tidak pernah menyepakati keputusan untuk mentiadakan Saleum Teuka. “Kami Ormawa tidak ada menyepakati hal demikian,” ujar Agha melalui WhatsApp.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut, Agha justru mengirimkan kontak Ketua Panitia serta Koordinator Lapangan (Korlab) yang bertujuan agar LPM Al-Kalam kemudian meminta keterangan langsung kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan. Melalui nomor yang sudah diberikan, LPM Al-Kalam kemudian berupaya menghubungi pihak panitia dan Korlab untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Penggalian informasi tersebut dilakukan pada Selasa (22/09/2026). Dalam mendapatkan keterangan yang sejalan, LPM Al-Kalam melalui WhatshApp menghubungi Trias selaku Ketua Panitia Saleum Teuka tahun 2026. Trias kemudian menyampaikan bahwa keterangan mengenai persoalan tersebut dapat ditanyakan kepada Ketua DEMA dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTIK. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua panitia mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. “Saya selaku Ketua Panitia juga mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. Jawabannya ada sama Ketua tersebut kak,” kata Trias.

Mendapati konfirmasi yang saling tolak-menolak, maka LPM Al-Kalam kemudian melanjutkan konfirmasi kepada Azmi Hidayatullah selaku Korlab kegiatan yang disebutkan. Saat ditanya mengenai alasan utama Saleum Teuka tidak terlaksana, Azmi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan kegiatan tersebut ditiadakan. Menurut Azmi, Saleum Teuka selama ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Ia juga mengatakan bahwa beberapa fakultas lain telah melaksanakan kegiatan serupa. Namun, kemudian muncul surat dari pihak Dekanat yang menurutnya berkaitan dengan larangan kegiatan Saleum Teuka ke laut karena adanya kekhawatiran terhadap premanisme, pungutan uang mahasiswa, serta kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dalam penjelasannya, Azmi mengatakan bahwa panitia sebelumnya telah berupaya menemui Wakil Dekan (Wadek) III FTIK pada Kamis dengan tanggal yang tidak dikonfirmasi.

“Kronologinya adalah pada hari Kamis kami pihak panitia Saleum Teuka ingin menjumpai Wadek III, tapi beliau berhalangan. Kemudian kami mengajukan proposal hari Jumat dan tidak ada balasan apa-apa. Kemudian keluar surat larangan dari pihak fakultas,” ujar Azmi.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan Saleum Teuka yang direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu, (20/09/2026) tersebut telah mencapai sekitar 90%. LPM Al-Kalam kemudian menanyakan lebih lanjut mengenai angka 90% yang telah disebutkan, hal ini didasarkan pada pengakuan pihak Ormawa bahwa pengajuan proposal dilakukan pada hari Jumat, sementara itu kegiatan akan dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Melalui keterangan tersebut, maka pertanyaan yang diajukan mengarah pada penilaian yang diberikan dengan nilai sebesar 90% lebih dominan pada aspek teknis atau pada administrasi dan perizinan. Namun, hingga berita ini disusun, Azmi belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas pertanyaan tersebut.

Guna mendapatkan kejelasan dari pihak DEMA, LPM Al-Kalam kembali menghubungi Agha pada Rabu (23/09/2026). Dalam keterangannya, Agha menyampaikan bahwa Dekanat memang belum memberikan izin terkait Saleum Teuka. “Nantinya kita akan bermusyawarah kembali. Namun yang kami harapkan, temu ramah per jurusan atau prodi terlaksanakan,” ujar Agha. 

Menanggapi angka persiapan yang sudah 90% dengan perizinan yang belum diperoleh, dalam kesempatan wawancara tersebut LPM Al-Kalam kemudian menanyakan kepada Agha. Namun, ia juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai angka tersebut mengarah pada kesiapan teknis kegiatan dan proses administrasi,  atau lebih besar pada salah satu kesiapan saja. 

Selain Ketua DEMA, LPM Al-Kalam juga berupaya mendapatkan keterangan dari Ketua SEMA FTIK, Abdul Aziz Yuda Hermawan. Konfirmasi telah dilakukan, tetapi hingga berita ini disusun dan dipublikasi belum diperoleh keterangan yang dapat menjelaskan posisi SEMA dalam persoalan tersebut. 

Wakil Dekan III FTIK UIN SUNA

Untuk melihat sudut pandang dari Dekanat fakultas terkait, LPM Al-Kalam kemudian menghubungi Wadek III FTIK yaitu Nurul Fadhillah pada Selasa (22/09/2026). Dalam keterangannya, Wadek III mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan Saleum Teuka dari Ormawa. “Belum ada info tentang Saleum Teuka, Ormawa belum ngomong ke saya kapan mau dibuat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa apabila Ormawa tidak menyampaikan informasi, melakukan komunikasi, dan meminta izin secara langsung, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak dianggap sebagai kegiatan yang mewakili kampus. 

Keterangan tersebut menjadi salah satu titik yang berbeda dengan pernyataan Azmi. Kemudian, terkait dengan pertemukaan dalam rangka pengajuan proposal kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa dan Wadek III FTIK, melalui konfirmasi yang dilakukan oleh LPM Al-Kalam, Wadek III menyatakan bahwa informasi mengenai Saleum Teuka belum diterimanya secara langsung.

LPM Al-Kalam juga melakukan konfirmasi kepada Wakil Dekan I FTIK, Susi Yusrianti. Ketika ditanya mengenai Saleum Teuka, Susi menjawab, “Acara apa ya? Belum dapat informasinya.”

Keterangan tersebut kembali menunjukkan bahwa informasi mengenai rencana Saleum Teuka belum diterima oleh seluruh jajaran dekanat ketika LPM Al-Kalam melakukan konfirmasi.

Guna mendapatkan informasi yang tepat maka, LPM Al-Kalam kemudian melakukan wawancara secara langsung dengan Dekan FTIK, Jumat Barus, di ruangannya pada Senin (28/09/2026).

Dekan FTIK UIN SUNA

Dalam wawancara tersebut, Jumat mengatakan bahwa dirinya justru heran ketika mendengar adanya informasi bahwa Saleum Teuka tidak mendapatkan izin dari Dekanat. Menurutnya, pihak fakultas tidak pernah menerima informasi mengenai rencana kegiatan tersebut. “Saya herannya, kenapa kok ada muncul kok tidak diizinkan Saleum Teuka, padahal kami sendiri tidak tahu kegiatan itu, dan kegiatan itu pun tidak pernah dikasih tahu ke kami,” ujar Jumat.

Jumat juga mempertanyakan pernyataan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 90%. Menurutnya, proses persiapan sebuah kegiatan mahasiswa seharusnya diawali dengan pengajuan izin karena Ormawa FTIK berada dalam struktur kelembagaan fakultas.

“Saya heran tadi persiapannya sudah 90%, persiapan apa? Seharusnya kan persiapan itu pertama minta izin dulu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tingkat fakultas seharusnya disampaikan melalui jalur yang sesuai, mulai dari Wadek III hingga Dekan fakultas. Jumat mengatakan dirinya tidak pernah diajak duduk bersama untuk membahas rencana Saleum Teuka.

“Agha ataupun Wadek III tidak ada yang membicarakan ini dengan saya. Kami enggak pernah diajak duduk dan menyampaikan, ‘Pak, kami mau buat ini,’ kemudian kapan dilaksanakannya pun kami enggak tahu sama sekali,” ujarnya.

Ketika LPM Al-Kalam menyampaikan informasi bahwa panitia disebut mengajukan proposal pada hari Jumat, selaku Dekan Fakultas, Jumat mempertanyakan kepada siapa proposal tersebut diberikan. “Ke mana mereka kasih? Fakultas?” tanyanya.

Ketika kemudian ditanyakan apakah pengajuan proposal yang dilakukan lebih awal akan membuka kemungkinan kegiatan memperoleh izin, “Kalau mereka kasih proposal lebih awal apakah diizinkan? Itu nanti kami pertimbangkan,” katanya.

Menurut Jumat, pihak fakultas perlu melihat terlebih dahulu isi proposal, “Nantikan kami lihat dulu isinya apa. Itu pasti nanti kita duduk dulu, bagaimana, di mana diadakan, kapan, ada tidak kutipan. Itu kan perlu duduk, mungkin Wadek III dengan panitia,” ujarnya.

Jumat menegaskan bahwa pertimbangan utama pihak fakultas dalam memberikan izin adalah keselamatan mahasiswa. Ia juga mengatakan bahwa sebelum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pihak Dekanat telah melakukan rapat bersama ketua-ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sudah memberikan peringatan guna kejadian tahun lalu tidak berulang.

“Saya sudah sampaikan saya tidak ingin ada kegiatan di luar kampus seperti tahun lalu yang tanpa izin dari fakultas. Itu sudah kami kasih peringatan,” kata Jumat.

Menanggapi informasi yang menyebut Saleum Teuka ditiadakan karena tidak mendapat izin dari Dekanat, Jumat memberikan bantahan tegas. Menurutnya, pihak fakultas belum pernah menerima informasi mengenai kegiatan tersebut untuk kemudian memberikan keputusan.

“Kalau ada informasi yang mengatakan kalau Saleum Teuka ini ditiadakan karena tidak dapat izin dari dekanat, maka itu salah 100%,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, LPM Al-Kalam masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang belum memberikan keterangan secara lengkap, termasuk Ketua SEMA FTIK dan pihak terkait lainnya, agar informasi mengenai tidak terlaksananya Saleum Teuka dapat disampaikan secara utuh dari seluruh pihak.


Reporter: Putri Ruqaiyah dan M. Rahul Gonzales

Penulis: Putri Ruqaiyah dan Ririn Dayanti Harahap

Editor: Redaksi 

30 September 2026

GenBI UIN SUNA Gelar GenBI Insight, Kenalkan Bank Sentral dan Rupiah

Foto: Daffa Alkausar
www.lpmalkalam.com- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar GenBI Insight dengan tema “Kenali Bank Sentral, Cintai Rupiah, Raih Beasiswa” di Aula Biro Lantai III UIN SUNA pada Rabu (30/9/2026) pukul 08.00–13.00 WIB.

Kegiatan yang diketuai oleh Syalsabillah tersebut diikuti oleh 100 peserta yang telah melakukan pendaftaran. Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Akliy. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib. Ia juga menyampaikan harapan agar kuota penerima Beasiswa Bank Indonesia bagi mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah dapat bertambah pada tahun mendatang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Yan Ramerta Putra selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe mengenai kebanksentralan, termasuk peran Bank Indonesia dan kebijakan suku bunga. Ia juga menjelaskan perbedaan mekanisme pembiayaan pada perbankan konvensional dan perbankan syariah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Endra Eka Putra selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Indonesia Lhokseumawe yang membahas Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Materi tersebut mencakup ciri-ciri umum dan khusus Rupiah serta perkembangan penggunaan pembayaran digital di masyarakat.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan post-test untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Selain membahas kebanksentralan dan Rupiah, kegiatan tersebut juga menghadirkan materi mengenai tips dan strategi meraih Beasiswa Bank Indonesia. Peserta mendapatkan informasi mengenai tujuan pemberian beasiswa serta hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pendaftaran. Sesi tersebut berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan GenBI Insight ditutup dengan pengumuman video kreatif dari rangkaian kegiatan. Peserta juga mendapatkan berbagai hadiah berupa tumbler, kaus, dan tote bag. Selain itu, peserta yang mampu menjawab pertanyaan sekaligus menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah disampaikan mendapatkan voucher saldo dompet elektronik senilai Rp50.000,00.

Melalui kegiatan ini, GenBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran Bank Indonesia, pemahaman terhadap Rupiah, serta peluang pengembangan diri melalui Beasiswa Bank Indonesia.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Zahratul

29 September 2026

HMPS KPI UIN SUNA Gelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif di Aula Lantai III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pada Selasa (29/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bangkitkan Inspirasi dengan Kreasi” tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang desain grafis dan pembuatan video, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan di luar bidang akademik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Prodi) KPI Zanzibar, Sekretaris Jurusan (Sekjur) KPI Riza Mirza, Dekan FUAD Mahdi, serta mahasiswa FUAD dari sejumlah program studi, yakni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat yang dibawakan oleh Syahru Ade. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dipandu oleh Uswatun Husqa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Sahria Putra, sambutan Ketua Umum HMPS KPI Arif Firmanda, serta sambutan Ketua Prodi KPI Zanzibar. Setelah itu, Dekan FUAD Mahdi menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Willy Surya Prayoga, S.Sn., CLMT., MLTT dan Juanda, S.I.Kom. Keduanya memberikan materi mengenai komunikasi visual, khususnya desain grafis dan produksi video.

Materi yang disampaikan mencakup desain grafis beserta komponen-komponennya, serta pembahasan mengenai videografi dan sinematografi. Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya visual yang komunikatif dan menarik.

Dekan FUAD Mahdi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak hanya diperoleh melalui proses pembelajaran di dalam kelas.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga perlu dibekali dengan keterampilan di luar akademik. Kegiatan seperti pelatihan desain grafis dan video kreatif dinilai dapat membantu menyeimbangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan. “Pengalaman tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan di luar kampus sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Mahdi.

Sementara itu, Zanzibar menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat sebagian orang menganggap pekerjaan desain menjadi lebih mudah. Namun, menurutnya, proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain tetap memiliki nilai tersendiri. “Padahal, dalam mendesain sesuatu, setiap racikan warna yang kita pilih memberikan kepuasan tersendiri,” ujarnya.


Reporter: M. Rahul Gonzales dan Rizky Ramadhani

Editor: Redaksi


FUAD Festival 2026 Digelar di Halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN SUNA

Foto: Zahratul

www.lpmalkalam.com- Organisasi mahasiswa (ormawa) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan FUAD Festival 2026 di halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah pada Selasa (29/9/2026) pukul 08.00 - selesai.

Mengusung tema “Membangun Generasi Intelektual, Spiritual, dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026. 

Kegiatan dibuka oleh pembawa acara (MC), yaitu Keysha Alea Wahdini dan Fajar Kacea. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pementasan Tari Ranup Lampuan yang dibawakan oleh Gesbika, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat.

Rangkaian pembukaan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, laporan panitia, serta sambutan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD dan Dekan FUAD. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan festival secara bersama-sama. Suasana kemudian dimeriahkan dengan penampilan kelompok musik Beudeubok.

Salah satu lagu yang dibawakan Beudeubok adalah “Tarek Pukat”, yang mendapat perhatian dari peserta dan pengunjung festival dengan nuansa musik khas Aceh. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Muhammad Luthfi, dilanjutkan dengan foto bersama.

Sejumlah perlombaan digelar dalam festival tersebut, di antaranya storytelling, Aceh Heritage Storytelling, Fahmil Qur’an, resensi buku, dan videografi. Selain perlombaan dan pertunjukan seni, FUAD Festival 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai stan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan. Sejumlah stan menawarkan makanan dan minuman kekinian, sementara stan lainnya menyediakan berbagai aksesori, termasuk gelang, yang dapat dibeli oleh pengunjung.


FUAD Festival 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Kapolres Lhokseumawe, Fresh Care, Pertamina Hulu Energi, DPRK Lhokseumawe, Rumah Sakit ABY, dan Bank Aceh.

Pada Selasa (29/9/2026), salah satu perlombaan yang dijadwalkan berlangsung adalah Aceh Heritage Storytelling yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga sore hari.

Ketua Panitia FUAD Festival 2026, Andiani, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. “Harapannya ke depan, kegiatan ini dapat membangun generasi muda dalam mengembangkan minat dan bakat mereka,” ujar Andiani.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan membutuhkan proses dan kerja sama yang besar dari berbagai pihak agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. “Proses berlangsungnya kegiatan ini sangat besar dan membutuhkan kerja sama yang baik agar tujuan kegiatan dapat berhasil,” ujarnya.


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

24 September 2026

Insiden Family Gathering FEBI, Panitia Ungkap Kronologi dan Evaluasi Pengawasan


Foto: IST
www.lpmalkalam.com-
Dalam rangka penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2026, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Family Gathering yang bertempat di Pioneer Camp, Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026) sejak pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di kampus setempat bagi mahasiswa yang berada di sekitar kampus hingga 16.45 WIB. 

Melalui informasi yang beredar di kalangan mahasiswa kampus setempat, telah terjadinya kecelakaan yang dialami oleh tiga orang Maba. Guna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai fakta di lapangan, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam kemudian bergerak memastikan informasi tersebut dengan mewawancarai Alfi Syahri selaku Koordinator Lapangan (Korlap). 

Melalui hasil wawancara bersama Alfi, diketahui bahwa Maba yang mengalami kecelakaan hanya dua orang, sedangkan satu Maba dari total korban yang diisukan tidak mengalami kecelakaan, tetapi sesak napas saat berada di lokasi kegiatan. Mengetahui jarak kampus dengan tempat pelaksanaan kegiatan berjarak 18,4 Kilometer (Km), maka pihak LPM Al-Kalam mengajukan pertanyaan terkait alasan pemilihan tempat tersebut. Alfi kemudian menjelaskan bahwa Pioneer Camp dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki area yang luas, suasananya sejuk, dan dinilai sesuai untuk kegiatan mahasiswa. 

Menanggapi isu yang tersebar, Alfi juga mengatakan bahwa salah satu Maba yang mengalami kecelakaan mengaku sudah melihat seekor lembu yang hendak menyeberang jalan, kemudian Mahasiswa tersebut berusaha mendahului lembu tersebut, tetapi salah memperhitungkan jarak sehingga terjadi kecelakaan. “Dia bilang, ‘Salah saya, Bang. Saya salah perhitungan. Karena lembu itu mau menyeberang, saya sedikit tancap gas untuk mendahului lembu tersebut,’” ujar Alfi. 

Guna memperjelas kondisi yang terjadi, pihak LPM Al-kalam juga melakukan wawancara kepada Indra Fahreza selaku Koordinator Konvoi. Ia menyampaikan bahwa dalam perjalanan pulang, ia berada di depan bus sehingga kabar kecelakaan diterimanya setelah berada di kampus. Ia kemudian mengatakan bahwa panitia yang berada di belakang rombongan langsung menghentikan perjalanan dan membawa kedua mahasiswa tersebut ke Puskesmas Muara Satu. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan untuk luka lecet dan obat minum. 

Alfi juga mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur akibat hujan. Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan yang dialami oleh dua Maba Febi terjadi saat perjalanan pulang dari lokasi kegiatan ketika rombongan mahasiswa Febi Pioneer Camp sekitar pukul 16.45 WIB. Menurutnya, panitia sebelumnya telah meminta penanggung jawab keamanan yaitu Muhammad Syahril Ramadhan untuk melakukan pengawasan selama perjalanan. “Kami sudah meminta PIC (Person in Charge/Penanggung Jawab) keamanan untuk lebih mengontrol saat pergi dan pulang,” kata Alfi. 

Dalam wawancara tersebut diketahui bahwa pihak panitia sudah membuat Google Form yang dapat diisi oleh Maba FEBI dengan memilih tiga opsi transportasi yang sudah disediakan oleh panitia. Berdasarkan data Google Form yang diisi oleh 145 responden, sebanyak 43,4% memilih menggunakan sepeda motor pribadi, 29,7% menggunakan sepeda motor bersama teman, dan 26,9% memilih bus. Dengan demikian, 73,1% responden memilih menggunakan sepeda motor, baik sendiri maupun bersama teman. 

Pada wawancara juga disampaikan bahwa panitia juga sudah menyiapkan satu transportasi besar (bus kampus) sesuai dengan kebutuhan yaitu muatan barang dan jumlah Maba yang memilih opsi naik bus. Sementara itu, Alfi menyebut sekitar 90% Maba FEBI menggunakan sepeda motor. Ia mengatakan pada awal pendataan terdapat sekitar 30 mahasiswa yang memilih bus, tetapi pada hari pelaksanaan hanya 18 mahasiswa yang menggunakan bus karena sebagian mahasiswa lainnya memilih menggunakan sepeda motor sendiri atau bersama teman. “Tidak ada istilah kapasitas bus tidak cukup, 90% Maba memilih naik Honda masing-masing,” ujar Alfi. 

Melalui pernyataannya, LPM Al-Kalam kemudian mengajukan pertanyaan terkait adanya opsi menggunakan transportasi pribadi. Alfi mengatakan bahwa pilihan tersebut diberikan setelah beberapa mahasiswa baru menyampaikan kendala izin dari orang tua jika tidak diantar, jarak tempat tinggal yang lebih dekat dengan lokasi, serta pertanyaan mengenai transportasi bagi mahasiswa yang tidak menggunakan bus. 

Alfi juga menegaskan bahwa penggunaan kendaraan pribadi tidak diwajibkan kepada mahasiswa baru. Panitia memberikan pilihan tersebut berdasarkan kondisi peserta. Mahasiswa yang menggunakan sepeda motor juga diimbau untuk tidak berkendara sendiri dan dapat berboncengan dengan temannya. Menurutnya, panitia juga telah mengatur perjalanan kendaraan dalam satu rombongan dan menugaskan penanggung jawab keamanan untuk melakukan pengawasan.

Mengenai satu korban yang sesak napas, Alfi juga menyampaikan bahwa Sekretaris kegiatan juga sudah memberikan infromasi kepada para mentor untuk mengantisipasi kejadian serupa dengan meminta para maba membawa obat-obatan jika diperlukan. Hanya saja bukti yang diterima oleh LPM Al-Kalam hanya terusan kepada mentor saja, ia juga mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah para mentor sudah memberikan informasi tersebut kepada para Maba. “Dari sekretaris disampaikan kepada mentor untuk membawa perlengkapan yang diperlukan. Jadi, kami dari panitia menyerahkan kepada mentor untuk menyampaikan kepada maba,” ujar Alfi. 

Namun, Alfi mengatakan pihak panitia tidak memiliki bukti yang memastikan seluruh mahasiswa baru telah menerima informasi tersebut. Penyampaian informasi mengenai perlengkapan dilakukan melalui mentor. 

Menanggapi iuran sebesar Rp30.000 /orang, Alfi juga menjelaskan bahwa uang tersebut digunakan untuk kebutuhan acara. “Rp30.000 itu untuk parkir, tiket masuk, makan siang, dan hadiah perlombaan,” kata Alfi. 

Menutup wawancara yang dilakukan Alfi mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi panitia dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Alfi juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi perlu ditingkatkan. Ia juga menambahkan bahwa panitia perlu tetap tenang ketika terjadi insiden dan mengutamakan keselamatan peserta. “Kalau terjadi insiden, jangan panik. Kita minimalkan dulu risikonya, kemudian cari solusi dan laksanakan apa yang harus dilakukan,” ujarnya. 

Terkait penggunaan kendaraan pribadi pada kegiatan tahun depan, Alfi mengatakan keputusan akan diserahkan kepada pihak biro. Apabila bus kampus tidak dapat digunakan, panitia akan berupaya menyediakan kendaraan berukuran besar, terutama untuk mengangkut perlengkapan kegiatan.  


Reporter: Putri Ruqaiyah & Ririn Dayanti Harahap 

Editor: Redaksi

20 September 2026

ORMAWA FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Family Gathering Mahasiswa Baru 2026

Foto: Intan Sarifah
www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa (ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Family Gathering di Pioneer Camp atau yang dikenal dengan Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Lebih Erat, Melangkah Lebih Cepat” tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa baru (maba) dengan ormawa FEBI, sekaligus memperkenalkan berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan FEBI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia. Selanjutnya, Presiden Mahasiswa (presma) UIN SUNA Lhokseumawe turut memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, Presma membagikan pengalaman dan perjalanan yang telah dilaluinya hingga mencapai posisi seperti saat ini.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama presma dan para peserta, kemudian senam bersama serta persembahan dari para peserta.

Selanjutnya, peserta melaksanakan istirahat, salat, dan makan (isoma). Setelah isoma, kegiatan kembali dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba yel-yel dan permainan mengambil bola.

Namun, kondisi cuaca yang mulai hujan menyebabkan tidak seluruh perlombaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dan sesi foto bersama.

Muhammad Alfi Shahri selaku Ketua Panitia menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat menjadi awal yang baik bagi mahasiswa FEBI angkatan 2026 dalam membangun hubungan pertemanan dan menjalani kehidupan perkuliahan.

“Harapan saya bagi mahasiswa FEBI 2026, semoga mereka lebih mempererat ikatan pertemanan. Ini akan menjadi momen yang sangat penting karena merupakan awal perkuliahan. Mereka akan menjalani masa perkuliahan selama empat tahun. Semoga mereka lebih semangat dalam menjalani perkuliahan,” ujar Alfi.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

16 September 2026

Dua Penyanyi Aceh Semarakkan Pelantikan IKA dan Bedah Buku di UIN SUNA Lhokseumawe

Foto: M. Rahul Gonzales dan IST
www.lpmalkalam.com- Pelantikan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) dan bedah buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf menghadirkan dua artis Aceh di Gedung Serbaguna Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Rabu (16/9/2026).

Kehadiran dua penyanyi, yaitu Cut Zuhra dan Fahmil Arabi, turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut. Cut Rianda Zuhra atau yang dikenal dengan nama Cut Zuhra merupakan penyanyi asal Bireuen yang telah mendalami karier bernyanyi sejak duduk di bangku SMP. 

Ia juga telah memiliki album lagu. Cut Zuhra mengaku telah menyukai dunia tarik suara sejak berusia lima tahun dan kerap menyanyikan lagu di radio. “Kebetulan orangtua saya sebagai penyiar radio jadi waktu kecil kalau hari minggu itu ada khusus untuk anak-anak dan Cut ada di situ,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya kagum atas antusias teman-teman semua pada acara ini, terlihat sangat kompak sekali dan kami sudah lama pantau kekompakan mereka di sosmed,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cut Zuhra membawakan tiga lagu, yaitu Hikayat Prang Sabi, Bungong Aceh, dan Meugoe Sira. Melalui lagu-lagu tersebut, Cut Zuhra berharap mahasiswa dapat menjadikannya sebagai bagian dari pengenalan dan pelestarian budaya Aceh. Di sela-sela penampilannya, ia juga menyampaikan, “Semua orang bisa bernyanyi hanya perlu menemukan tekniknya.”

Selanjutnya, penyanyi kedua, Fahmil Musthafa Arabi atau yang dikenal dengan nama Fahmil Arabi, merupakan vokalis asal Aceh Selatan. Ia telah menjalani karier sebagai penyanyi solo selama dua tahun dan terjun ke dunia tarik suara sekitar lima tahun.

Sebagai penyanyi muda, Fahmil Arabi dikenal melalui lagu-lagu bernuansa romantis dan tradisi budaya Aceh. Lagu-lagunya juga dikenal melalui berbagai media sosial.

Fahmil Arabi membawakan empat lagu sebagai penutup acara, yaitu Nyak Dara Rindu, Syair Rayu Kumbang, Pesona Dek Mala, dan Hikayat Bang Leman. Lagu terakhir dibawakan secara duet bersama Cut Zuhra. “Saya berharap pada acara bedah buku ini dapat memberi manfaat dan inovatif bagi mahasiswa UIN SUNA,” ucapnya.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Redaksi

Strategi Nabi Yusuf Jadi Sorotan dalam Bedah Buku di UIN SUNA Lhokseumawe

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Setelah rangkaian pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe selesai, sivitas akademika UIN SUNA melanjutkan kegiatan dengan bedah buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf: Pelajaran Abadi untuk Negeri di Gedung Serbaguna kampus setempat pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan bedah buku tersebut menghadirkan Cucun Ahmad Syamsurijal selaku penulis buku dan sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rakyat Indonesia (RI).

Foto: Putri Ruqaiyah

Acara diawali dengan pembukaan oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe. Sebelum sesi bedah buku dimulai, peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan latar belakang penulis buku.

Dalam kegiatan tersebut, Cucun mempresentasikan rangkuman isi buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf sekaligus membagikan sejumlah inspirasi yang melatarbelakangi penulisan buku tersebut. Setelah pemaparan selesai, penulis memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta yang hadir berupa tugas untuk memberikan koreksi terhadap buku yang telah ditulisnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari UIN SUNA kepada Cucun yang diserahkan langsung oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe.

Foto: Putri Ruqaiyah
Sesi bedah buku dipandu oleh Trial Nadilla dengan menghadirkan tiga pembedah dari UIN SUNA Lhokseumawe.

Pembedah pertama adalah Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Daniel. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah membaca buku tersebut hingga selesai dan memberikan dukungan kepada penulis. “Setelah membaca buku ini saya mengerti bahwa beliau melihat Nabi Yusuf itu bukan sebagai Nabi yang biasa, tetapi beliau melihatnya sebagai orang yang menjadi inspirasi untuk semua orang dan bisa menjadi public,” ujar Daniel.

Pembedah kedua, Wakil Rektor I UIN SUNA Lhokseumawe, Iskandar, turut menyampaikan pandangannya terhadap buku tersebut. Ia mengatakan telah membaca buku itu secara keseluruhan dan menyoroti pembahasan pada bab kelima yang membahas Nabi Yusuf dalam kaitannya dengan kebijakan fiskal dan moneter. “Pada bab 5 saya sempat membaca, yaitu tentang Nabi Yusuf antara kebijakan fiskal dan moneter, dan ini sangat menarik dan buku bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujar Iskandar.

Sementara itu, pembedah ketiga, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Munawar, juga menyampaikan tanggapannya terhadap buku tersebut. Ia mengaku telah membaca buku tersebut hingga selesai dan menyebut terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari pembahasan di dalamnya. “Buku ini sangat menarik dan mengingatkan saya saat masa muda saya dan banyak sekali hal bisa kita pelajari dari buku ini,” ujar Munawar.

Foto: M. Rahul Gonzales
Setelah sesi bedah buku, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai isi buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf. 

Foto: M. Rahul Gonzales
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari UIN SUNA Lhokseumawe kepada ketiga pembedah serta sesi foto bersama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GESBIKA UIN SUNA Lhokseumawe.

Peserta juga mendapatkan fasilitas berupa e-sertifikat selama mengikuti kegiatan. Selain itu, panitia menyediakan buku gratis dengan ketentuan bagi 50 pendaftar pertama, 100 peserta yang hadir tepat waktu, serta 50 alumni yang hadir paling awal.

Setelah kegiatan selesai, peserta mendapatkan sejumlah goodie bag yang disediakan panitia, terdiri atas 1.000 tumbler, 1.000 seminar kit, 700 ringkasan buku, dan 300 buku cetak Strategi Fiskal Nabi Yusuf.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.