Portal Berita Al-Kalam

Penyelenggaraan Pesta Adat Karo di Jambur Desa Penampen sebagai Wujud Pelestarian Budaya

  Foto: IST www.lpmalkalam.com- Kelompok 19 KPM Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menghadiri sek...

HEADLINE

Latest Post

31 Juli 2026

Antrian Panjang BBM di SPBU, Warga Rela Panas-Panasan Demi Mengisi Bensin

Foto: Luthfiah Iklima Panggabean
www.lpmalkalam.com- Antrean kendaraan roda dua mengular panjang di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cunda, Lhokseumawe pada Jumat (31/7/2026).

Puluhan sepeda motor telah berbaris sejak siang hari untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean dimulai dari depan gerbang SPBU hingga memanjang ke badan jalan. Mayoritas pengendara merupakan warga yang hendak beraktivitas, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga para pekerja. Meski cuaca cukup terik, mereka tetap bertahan menunggu giliran untuk mengisi BBM.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sedikit melambat karena sebagian kendaraan yang mengantre hingga memakan bahu jalan. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya antrean panjang tersebut. Pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait juga belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab antrean ataupun kondisi pasokan BBM di lokasi.

Luthfiah Iklima Panggabean salah seorang mahasiswa yang ikut mengantre berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi agar masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.


Reporter: Luthfiatil Syaqirah

Editor: Redaksi


30 Juli 2026

Pemkab Aceh Utara Salurkan 852 Unit Motor Operasional untuk Imum Gampong

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara resmi menyalurkan 852 unit sepeda motor operasional kepada para teungku imum gampong (desa) di Kabupaten Aceh Utara. Penyerahan kendaraan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon pada Senin (27/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dimuat Portalsatu.com, sebanyak 852 unit sepeda motor diserahkan sesuai dengan jumlah desa di Kabupaten Aceh Utara. Program tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan layanan keagamaan serta memperkuat pelaksanaan syariat Islam di tingkat desa, sebagaimana dikutip dari Portalsatu.com. 

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, mengatakan bahwa bantuan kendaraan operasional tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendukung peran strategis imum gampong. 
"Imum gampong memiliki peran penting dalam membina umat dan menjaga kehidupan religius di setiap desa. Karena itu, pemerintah hadir memberikan dukungan agar tugas tersebut dapat dijalankan secara lebih optimal," ujar Jalil, sebagaimana dikutip dari MeligoeAceh.com. 

Berdasarkan laporan IndonesiaInvestigasi.com, ratusan imum gampong mengikuti kegiatan penyerahan kendaraan dengan tertib sebelum membawa kendaraan operasional masing-masing. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis imum gampong sebagai tokoh agama dan pembina umat di tengah masyarakat.

Melalui bantuan sepeda motor tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap para imum gampong dapat semakin optimal dalam menjalankan tugasnya, sebagaimana dikutip dari BuserSiaga.com.


Reporter: Intan Sarifah

Editor: Zahratul

26 Juli 2026

Anies Baswedan Resmikan Jembatan Titian Persatuan Kemerleng di Aceh Tengah

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Anies Baswedan meresmikan Jembatan Titian Persatuan Kemerleng dalam agenda kunjungan kerja di kawasan pedalaman Tanah Gayo yang diselenggarakan melalui kolaborasi Humanies Project dan Aksi Bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Kemerleng, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah pada Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dimuat pada laman resmi KBA News, jembatan gantung sepanjang 26 meter itu dibangun untuk mempermudah akses masyarakat Kampung Kemerleng yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas akibat kondisi geografis. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tempuh warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pembangunan Jembatan Titian Persatuan Kemerleng didanai melalui donasi masyarakat yang dihimpun oleh Humanies Project dan Aksi Bersama. Proses pembangunannya juga melibatkan partisipasi aktif warga setempat hingga jembatan berhasil diselesaikan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam peresmian tersebut, Anies Baswedan menyampaikan bahwa jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga memiliki makna sosial bagi masyarakat. "Jembatan ini bukan sekadar menyambungkan dua tepi sungai. Jembatan ini menyambungkan keputusasaan dengan harapan, ketertinggalan dengan kemajuan, serta kesulitan dengan kemudahan," ujar Anies dalam keterangan yang diterima KBA News.

Anies Baswedan juga berharap Jembatan Titian Persatuan Kemerleng dapat dirawat dan dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga jembatan tersebut serta menyelesaikan setiap permasalahan yang mungkin muncul melalui musyawarah. Menurutnya, jembatan itu diharapkan dapat menjadi penghubung menuju masa depan yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.


Reporter: Cut Saputri

Editor: Redaksi

22 Juli 2026

Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,6 Guncang Gayo Lues pada Rabu Siang

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/07/2026) pukul 11.18 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat sekitar 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, tepatnya pada koordinat 4,03° LU dan 97,62° BT.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yaitu V MMI di Gayo Lues; III–IV MMI di Aceh Barat Daya; III MMI di Aceh Selatan, Medan, Sibolga, dan Deli Serdang; II–III MMI di Lhokseumawe; serta II MMI di Langsa.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," demikian imbauan BMKG. Informasi ini berdasarkan data resmi BMKG yang diperbarui pada Rabu (22/07/2026) pukul 11.23 WIB.


Reporter: Muhammad Rahul Gonzales

Editor: Redaksi

21 Juli 2026

Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe Gelar Webinar Internasional Peringati 20 Tahun Berdiri

Foto: Zahratul
www.lpmalkalam.com- Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe menyelenggarakan webinar internasional dalam rangka memperingati hari jadi ke-20 sekolah dengan mengusung tema Perspectives on Sukma Bangsa School: Two Decades of Transformative Education, Collaboration, and Global Citizenship pada Selasa (21/07/2026).

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta di lobi Sekolah Sukma Bangsa, kemudian dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pemutaran film yang mengulas perjalanan Sekolah Sukma Bangsa selama dua dekade.

Ketua Sukma Foundation, Lestari Moerdijat, menyampaikan sambutan bertajuk Twenty Years of Sekolah Sukma Bangsa: Nurturing Hope, Humanizing Education. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor Sukma Foundation, Ahmad Baidhowi AR.

Webinar ini menghadirkan sejumlah pakar pendidikan dari berbagai negara, yakni Eero Ropo dari Tampere University, Finlandia; Tahir Shad dari Washington College, Amerika Serikat; Yuji Uesugi dari Waseda University, Jepang; serta Jean Greyling dan Ryan Le Roux dari LEVA Foundation, Afrika Selatan.

Selain pemateri internasional, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Expert Respondent: Indonesian Perspectives yang diisi oleh Komaruddin Hidayat dan Ahmad Humam Hamid dari Universitas Syiah Kuala. Sementara itu, sesi Expert Respondent: Aceh Perspectives menghadirkan Iryana Muhammad dari Universitas Malikussaleh dan Baiquni dari Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Dalam webinar tersebut, para narasumber membahas berbagai isu pendidikan global, di antaranya tantangan perubahan iklim, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam dunia pendidikan, serta strategi membangun sistem pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kewargaan global.

Salah satu pemateri, Tahir Shad, menyampaikan bahwa hubungan Washington College dengan Sekolah Sukma Bangsa telah terjalin sejak 2012 melalui program kolaborasi yang melibatkan mahasiswa Washington College untuk tinggal dan mengajar di Sekolah Sukma Bangsa. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadikan Sekolah Sukma Bangsa sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai budaya, nilai, dan cara pandang sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. "Penting bagi Sekolah Sukma Bangsa untuk terus menjaga keberagaman, kolaborasi, dan komunikasi. Sekolah ini telah menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan membuka peluang bagi siswa untuk berkembang di masa depan," ujar Tahir Shad.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutup yang dipandu oleh Syamsir Alam selaku Dewan Pengawas Yayasan Sukma sekaligus Penasihat Kurikulum.


Reporter: Zahratul

Editor: Redaksi

03 Juni 2026

Pante Bahagia Tetap Ramai Dikunjungi Meski Libur Lebaran Telah Usai

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Objek wisata Pante Bahagia yang berlokasi di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, masih ramai dikunjungi wisatawan meskipun masa libur Lebaran telah usai pada Rabu (03/06/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah wisatawan tampak datang bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati suasana alam serta kejernihan air sungai yang menjadi daya tarik utama kawasan wisata tersebut.

Keramaian terlihat dari banyaknya pengunjung yang bermain air di sungai serta padatnya area parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Tidak hanya berasal dari Aceh Utara, sejumlah pengunjung juga datang dari berbagai daerah untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan di destinasi wisata yang tengah populer tersebut.

Ramainya kunjungan wisatawan turut memberikan dampak positif bagi para pedagang di sekitar kawasan wisata. Mereka mengaku mengalami peningkatan pendapatan dari penjualan makanan dan minuman serta penyewaan perlengkapan wisata, seperti perahu karet yang digunakan pengunjung untuk menikmati wahana air.

Salah seorang pengunjung, Molinda Yanti, menilai Pante Bahagia memiliki potensi wisata yang terus berkembang dan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung. “Harapan saya, Pante Bahagia semakin maju dan semakin banyak dikunjungi wisatawan karena selain menjadi tempat rekreasi, lokasi ini juga menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar,” ujar Molinda Yanti.


Reporter: Rozatun Navais

Editor: Zahratul

01 Juni 2026

Siswa SD Negeri 10 Linge Masih Belajar di Tenda Darurat Enam Bulan Pascabencana

Foto: Julia Sabela
www.lpmalkalam.com- Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Linge di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat pada Jumat (30/5/2026).

Kondisi tersebut terjadi setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sekitar enam bulan lalu. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke tenda darurat yang digunakan sebagai ruang kelas sementara. Meski belajar dengan fasilitas terbatas, para siswa tetap mengikuti pembelajaran setiap hari.

Salah seorang guru SD Negeri 10 Linge, Siti Rahma, S.Pd., mengatakan bahwa para siswa tetap menunjukkan semangat belajar meskipun harus belajar di tenda darurat. Menurutnya, para siswa tetap hadir dan mengikuti pelajaran dengan baik meskipun kondisi belajar belum memadai.

Ia berharap fasilitas sekolah yang rusak dapat segera diperbaiki agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman. Selain itu, para guru terus berupaya memberikan materi pembelajaran agar siswa tidak tertinggal selama masa pemulihan pascabencana.

Hingga kini, tenda darurat masih digunakan sebagai tempat belajar sementara bagi para siswa. Pemerintah daerah masih mengupayakan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan longsor.

Nurhayati, warga yang tinggal di sekitar sekolah, berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak. "Kami sedih melihat anak-anak masih harus belajar di tenda darurat setelah berbulan-bulan. Semoga pembangunan sekolah segera dilakukan supaya mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman," katanya.


Reporter: Julia Sabela

Editor: Zahratul

05 Maret 2026

Dukung Pemulihan dan Pertumbuhan Ekonomi Warga Cot Ara, Mahasiswa KPM UIN SUNA Daftarkan Usaha Warga ke Google Maps

Foto: IST 

www.lpmalkalam.com– Upaya mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pascabanjir, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe laksanakan program "Lensa Lokal: Eksplorasi, Promosi, dan Pembuatan Titik Lokasi di Google Maps" pemilik usaha di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (02/03/2026). 

‎Sebanyak lima usaha berhasil didaftarkan dan dibuatkan titik lokasi usahanya di Google Maps, dengan mayoritas berupa toko kelontong yang melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, beberapa usaha lain seperti Seblak Prasmanan dan Mie Aceh juga turut dibantu proses pendataan dan pembuatan profil usahanya agar lebih mudah ditemukan oleh pelanggan, baik dari dalam maupun luar desa.

Foto: IST

‎Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM melakukan wawancara singkat seperti pendataan identitas usaha, nama usaha, jam buka-tutup toko, pengambilan dokumentasi lokasi, serta membantu proses pembuatan dan verifikasi akun Google Maps. Langkah ini bertujuan agar usaha yang ada di Desa Cot Ara memiliki visibilitas digital yang lebih luas dan dapat dijangkau oleh masyarakat secara daring.

‎Pemilik usaha Toko Keluarga merespon baik kedatangan mahasiswa KPM yang ingin mempromosikan dagangannya. Selain menyambut dan menawarkan dagangannya untuk dibeli, ia dan sang ayah juga berinteraksi cukup lama dengan mahasiswa KPM. Hal itu juga terjadi pada salah satu pemilik toko kelontong dan sayuran, Kedai Syarkawi, "Kalau (digitalisasi) ini untuk mudah dijangkau (kedainya) sama orang luar, gas (ayo) aja," ujarnya.

‎Program ini menjadi salah satu jembatan untuk menjalin keakraban dengan warga desa setempat. Digitalisasi sederhana yang digunakan mahasiswa KPM berupaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan promosi dan daya saing usaha di desa yang mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha di Desa Cot Ara.

‎Reporter: Alya Nadila

‎Editor: Tiara Khalisna

Lengkapi Momen Perpisahan dengan Anak-anak Desa Cot Ara, Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Buka Puasa Bersama

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– ‎Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe gelar buka puasa bersama anak-anak RUMBA (Rumah Belajar Anak) di lingkungan Meunasah Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin (02/03/2026). 

‎Kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan anak-anak sebagai bentuk kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KPM dan anak-anak yang selama ini telah aktif berpartisipasi mengikuti program RUMBA. 

‎Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sejak anak-anak mulai berkumpul menjelang waktu berbuka. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak membawa makanan dan minuman masing-masing dari rumah untuk dinikmati bersama saat berbuka puasa. Momen ini menciptakan suasana sederhana namun penuh makna, karena mereka saling berbagi dan duduk bersama dalam kebersamaan. 

‎Setelah azan Magrib berkumandang, seluruh peserta bersama-sama menikmati hidangan berbuka yang telah dibawa. Hamparan sawah di sekitar meunasah dan langit yang memperlihatkan semburat jingga juga mendukung suasana buka puasa sore itu.

‎Usai berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah yang diimami langsung oleh salah satu mahasiswa KPM. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian acara karena menanamkan nilai kebersamaan dan kedisiplinan dalam beribadah. Tak langsung selesai, anak-anak berbondong-bondong menghampiri mahasiswa KPM untuk sekadar meminta nomor WhatsApp atau mengucapkan kata perpisahan. 

‎Saifuddin, Kepala Desa (Geuchik) Cot Ara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KPM, "Terima kasih kepada anak-anak kami dari UIN atas kerja kerasnya selama 20 hari. Insyaallah apa yang kalian buat selama ini, mulai dari gotong royong membersihkan meunasah, terutama lantai keramik tempat wudu hingga bank sampah yang bisa kita lihat di depan itu, insyaallah semuanya akan menjadi kenangan yang baik dan berguna ke depannya. Ambil yang baik dari desa kami, buang yang buruknya," ujarnya dalam pidato singkat usai salat Tarawih.

Reporter: Alya Nadila

‎Editor: Tiara Khalisna

Simpul Kenangan: Mahasiswa KPM UIN SUNA Warnai Penutupan RUMBA dengan Pameran Seni, Tinggalkan Haru dan Kesan Mendalam

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Menutup kegiatan Rumah Belajar Anak (RUMBA) setelah 10 hari berlangsung, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe adakan pameran seni sekaligus apresiasi karya dan perkembangan melalui kegiatan bertajuk "Simpul Kenangan" di Gedung Serbaguna Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Senin (02/03/2026).

‎Mengusung konsep pameran seni, kegiatan ini menampilkan beragam hasil kreativitas anak-anak, mulai dari karya menggambar dengan berbagai tema, seni rupa teknik tarikan benang yang memadukan warna dan pola unik, hingga Pohon Harapan yang dihiasi tulisan doa dan cita-cita mereka. Setiap karya yang dipamerkan menjadi bukti proses belajar yang menyenangkan dan penuh makna selama 10 hari pelaksanaan program.

Foto: IST

‎Suasana haru tercipta dalam rangkaian Simpul Kenangan. Mahasiswa KPM satu persatu mengungkapkan kesan dan pesan selama mendampingi proses belajar dan bermain anak-anak. Apresiasi berupa hadiah kecil-kecilan diberikan kepada seluruh anak yang telah mengikuti program RUMBA, diikuti dengan hadiah spesial bagi anak yang kehadirannya paling lengkap. 

‎Pertanyaan polos turut disampaikan oleh anak-anak di akhir sesi Simpul Kenangan. "Kak, meunyoe awak droe neuh neuwoe uroe Rabu nyoe, pajan neu jak lom keuno? (Kak, kalau kakak-kakak pulang Rabu ini, kapan Kakak pergi lagi ke sini?)" tanyanya penuh harap. Melalui surat kesan dan pesan yang diberikan oleh anak-anak kepada mahasiswa KPM, sebagian dari mereka meminta mahasiswa KPM untuk kembali hadir di tengah-tengah mereka.

‎Orang tua dari salah satu anak yang mengikuti program RUMBA ikut menceritakan semangat sang anak dalam mengikuti kegiatan tersebut. "Cucoe long dipeugah galak that jimeurunoe Bahsa Inggrรฉh ngoen awak droe neuh (Cucu saya bilang, dia suka sekali belajar bahasa Inggris sama kalian)," katanya.

‎Melalui interaksi singkat dan waktu belajar yang terbilang tidak terlalu lama, anak-anak dan mahasiswa KPM menyimpan kenangan yang cukup mendalam, mengikat seluruh kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak, sekaligus menumbuhkan harapan agar semangat belajar, berkarya, dan peduli lingkungan terus berkembang di masa mendatang.

‎Reporter: Alya Nadila

‎Editor: Tiara Khalisna

Dukung Psikososial dan Kembalikan Keceriaan Anak, Mahasiswa KPM UIN SUNA Adakan Kanvas Ekspresi

Foto: IST

www.lpmakalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengadakan kegiatan “Kanvas Ekspresi” bagi anak-anak di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Serbaguna desa setempat yang dilaksanakan pada Sabtu (21/02), Kamis (26/02), dan Minggu (01/03).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui pengembangan kreativitas, imajinasi, serta kepercayaan diri melalui aktivitas seni yang menyenangkan dan edukatif, seperti mewarnai dan menggambar, membuat seni rupa tarikan benang, serta menulis harapan pada lukisan pohon yang dilakukan pada akhir sesi Rumah Belajar Anak (RUMBA).

Foto: IST

Pada kegiatan mewarnai yang dilaksanakan pada Sabtu (21/02), anak-anak diberikan selembar gambar untuk diwarnai serta kebebasan menggambar di kertas kosong dan mewarnainya sesuai dengan tema yang mereka sukai. Berbagai hasil karya menunjukkan ide dan imajinasi yang beragam, mulai dari pemandangan alam, gambar keluarga dan lingkungan sekitar, hingga pilihan warna favorit mereka.

Foto: IST
Kegiatan seni rupa tarikan benang yang dilaksanakan pada Kamis (26/02) menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar anak-anak. Dalam kegiatan ini, mereka diajak membuat pola unik menggunakan cat warna dan benang yang ditarik di atas kertas sehingga menghasilkan motif yang menarik. Setelah diberi contoh, anak-anak terlihat antusias mengikuti arahan dan mencoba bereksperimen dengan teknik tersebut.

Tidak sedikit dari mereka yang mengulang proses pembuatan karya seni tersebut untuk kemudian dicoba kembali di rumah. “Kak, kami boleh bawa pulang catnya, nggak? Kami mau buat di rumah juga,” tanya Airil polos.

Kegiatan pohon harapan yang dilaksanakan pada Minggu (01/03) dilakukan dengan menuliskan harapan pada kertas berwarna yang kemudian ditempelkan pada lukisan berbentuk pohon. Amel, mahasiswa KPM yang turut mendokumentasikan momen tersebut, mengatakan, “Harapan yang dituliskan anak-anak ini singkat, namun penuh makna, dengan doa agar apa yang ditulis dapat menjadi kenyataan.”

Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar terasa menyenangkan dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan serta menunjukkan rasa bangga terhadap hasil karya masing-masing. Melalui program Kanvas Ekspresi ini, mahasiswa KPM berharap dapat memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat seni mereka sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang kreatif dan berkesan di desa tersebut.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

04 Maret 2026

Mahasiswa KPM UIN SUNA Lakukan Gotong Royong Bersihkan Tempat Wudu Meunasah Cot Ara Pascabanjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan gotong royong membersihkan tempat wudu Meunasah Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Senin (23/02/2026) hingga Kamis (26/02/2026).

Banjir yang sebelumnya merendam permukiman warga meninggalkan lumpur dan noda membandel di sejumlah fasilitas umum, termasuk meunasah sebagai pusat kegiatan ibadah masyarakat. Area yang paling terdampak adalah tempat wudu, dengan keramik lantai dan dinding yang tampak sangat kotor akibat endapan lumpur.

Foto: IST

Fokus utama gotong royong diarahkan pada pembersihan keramik tempat wudu. Untuk membersihkan lantai dan dinding tersebut, mahasiswa KPM menggunakan delapan botol cairan pembersih, terdiri atas lima botol ukuran besar dan tiga botol ukuran sedang. Proses pembersihan dilakukan dengan menyikat secara menyeluruh hingga ke sela-sela keramik agar noda benar-benar hilang.

Kepala Desa (Geuchik) Cot Ara, Saifuddin, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Sigolom awak droe neuh peugleh nyoe, kaleuh kamoe peugleh sit pakek soda api ngeun yang laen, tapi han item gleh. Wate awak droe neuh ka trok keuno, ka neu peugleh le awak droe neuh langsong gleh, lage male-male ngeun awak droe (Sebelum kalian mulai bersih-bersih ini, kami sudah lebih dahulu mencoba membersihkan dengan menggunakan soda api dan bahan lainnya, tetapi tetap tidak bersih. Ketika kalian datang dan ikut membersihkan, nodanya langsung hilang, seperti malu-malu kepada kalian),” ujarnya sambil tertawa.

Selain itu, papan imbauan bertuliskan “Stop Sandal/Sepatu” turut ditempelkan agar kebersihan tempat wudu tetap terjaga. Mahasiswa KPM berharap meunasah yang kini kembali bersih dan nyaman dapat digunakan untuk beribadah serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat lainnya di Desa Cot Ara.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

Peduli Kebersihan Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Bangun Bank Sampah di Desa Cot Ara

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengadakan program bank sampah sebagai salah satu program kerja dalam bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Rabu (25/02/2026).

Pembuatan bank sampah berlangsung selama satu pekan, sejak Kamis (19/02/2026) hingga Rabu (25/02/2026), yang dimulai dengan proses perencanaan melalui pembuatan sketsa desain bank sampah. Sketsa tersebut dibuat sebagai acuan ukuran, bentuk, serta sistem pembuangan agar bank sampah dapat berfungsi secara efektif dan tahan lama.

Setelah tahap perencanaan selesai, mahasiswa KPM mempersiapkan berbagai bahan dan alat yang diperlukan. Bahan yang digunakan antara lain kayu sebagai material utama, kawat sepanjang 4,5 meter, engsel pintu, serta grendel pintu. Sementara itu, alat dan perlengkapan yang digunakan meliputi meteran, palu, gergaji, serta paku berukuran 2 inci, 1,5 inci, dan 1 inci.

Tahap selanjutnya adalah proses pembuatan kerangka utama bank sampah. Mahasiswa KPM secara gotong royong menyusun kerangka badan bank sampah, kemudian membuat kerangka pintu pembuangan serta kerangka atap. Proses ini dilakukan dengan teliti untuk memastikan konstruksi kuat dan aman digunakan.

Foto: IST

Bank sampah yang telah selesai dirakit kemudian diletakkan di Meunasah Cot Ara sebagai salah satu lokasi strategis setiap kali diadakan kegiatan. Bank sampah tersebut diperuntukkan bagi sampah plastik yang selanjutnya dapat diperjualbelikan atau dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan.

Kegiatan ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari kepala desa (geuchik) serta warga setempat. Melihat ketiadaan tempat sampah di sekitar meunasah, salah seorang anak yang sempat berinteraksi dengan mahasiswa KPM berkata, “Nanti kalau ada sampah, kami bisa buang ke sini.”


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

Beri Solusi Praktis dan Ramah Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Ciptakan Produk Pembasmi Nyamuk

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan sosialisasi dan pembuatan produk pembasmi nyamuk berbahan dasar sereh dan alkohol bersama ibu-ibu di Gedung Serbaguna Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (24/02/2026) pukul 11.30–13.30 WIB.

Pembuatan produk ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KPM bidang kesehatan dan lingkungan yang bertujuan memberikan solusi praktis serta ramah lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk.

Foto: IST

Kegiatan diawali dengan praktik singkat pembuatan ekstrak sereh. Dalam prosesnya, sereh yang telah dicuci dan diiris kemudian dimasak dengan campuran air hingga mendidih. Setelah mendidih, ekstrak sereh didinginkan lalu dicampurkan dengan alkohol untuk membantu mengekstrak aroma serta memperkuat daya tahan larutan.

Foto: IST

Ibu-ibu desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari proses pengolahan sereh hingga pengemasan hasil akhir ke dalam botol semprot. Selain bahan yang mudah diperoleh, proses pembuatannya juga relatif sederhana sehingga dapat dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.

Pada akhir kegiatan, mahasiswa KPM turut mempresentasikan hasil pembuatan obat nyamuk berbahan sereh dan alkohol tersebut kepada para ibu sebelum akhirnya dibagikan. Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menjelaskan manfaat, cara penggunaan, serta ketahanan larutan agar dapat digunakan secara efektif di lingkungan rumah. Presentasi ini bertujuan memastikan seluruh peserta memahami proses pembuatan hingga pemanfaatannya sehingga hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada praktik bersama, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Salah seorang ibu yang terlibat dalam proses pembuatan produk tersebut berujar, “Nyoe ka jeut ta buka usaha keu droe teuh, ka na resep bak awak nyoe (Ini sudah bisa membuka usaha sendiri karena sudah ada resep dari mereka/mahasiswa KPM).”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman dan ekonomis. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga serta kebersihan lingkungan desa.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

16 Februari 2026

Peduli Lingkungan Pascabencana: KPM Tematik Kelompok 12 Bersihkan Fasilitas Umum Desa Pante Gaki Bale

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Kelompok 12 yang berada di Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara menjalankan aksi peduli lingkungan dengan melakukan gotong royong membersihkan fasilitas umum yang ada di desa. Kegiatan ini dilakukan mulai Jumat–Minggu (13–15/02/2026).

‎Setelah waktu ibadah salat Jumat (13/02), kegiatan gotong royong diawali dengan membersihkan peralatan pecah belah milik desa yang berlangsung di Meunasah Desa.

‎Esoknya, pada Sabtu (14/02), kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan Kantor Kepala Desa, mulai dari pagi hingga petang. Pembersihan kantor ini memakan waktu yang cukup lama dikarenakan kantor tersebut belum tersentuh sama sekali semenjak bencana banjir terjadi. Lumpur yang mengendap dan mengeras turut menghambat proses pembersihan. Namun, setelah dibersihkan dalam beberapa kali proses, kantor tersebut dapat kembali bersih, meski cat di tembok sudah tidak layak. 

Foto: IST
Kegiatan gotong royong ini berakhir pada Minggu (15/02), mahasiswa bersama warga Desa bersama-sama memindahkan balai pengajian yang terbawa arus ke tempat semula. Diketahui terdapat 5 balai yang terbawa arus, dua diantaranya terseret arus sekitar 100 meter dari posisi semula, kedua balai tersebut sudah tidak layak pakai, dua balai lain masih layak pakai, dan satu balai lainnya masih diselidiki kelayakannya. 

‎Kepala Desa Pante Gaki Bale, Amri Syahfari, mengungkapkan harapan yang besar agar segala hal dapat kembali normal, anak-anak dapat kembali bersekolah, mengaji, dan segala fasilitas yang ada dapat dipergunakan kembali.

‎Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna
 

14 Januari 2026

Luluh Lantak: Rumah Warga Desa Ceubo Bireun Rusak Parah Akibat Banjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Banjir yang menerjang kawasan Kabupaten Bireuen, Aceh, meninggalkan jejak kerusakan parah di Desa Ceubo, Kecamatan Gandapura. Hingga Minggu (20/12/2025), pemukiman warga tampak luluh lantak dengan puing-puing bangunan yang berserakan di atas endapan lumpur tebal yang mulai mengering dan retak.

Zuyyina, salah satu warga Desa Ceubo yang menjadi korban, menceritakan detik-detik mencekam saat air bah datang. Menurutnya, kerusakan fatal pada rumah-rumah warga disebabkan oleh arus air yang sangat deras yang datang dari berbagai arah, disusul dengan material lumpur.

"Jujur kalau diingat-ingat lagi masih gemetar. Cepat sekali, tiba-tiba arus kencang menghantam tembok rumah hingga jebol. Airnya datang bukan dari satu arah saja," ungkap Zuyyina saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa warga mengalami kerusakan ganda. "Dihantam air dulu sampai jebol, terus sisa perabotan yang tidak hanyut malah tertimbun lumpur pelan-pelan. Kami cuma sempat lari menyelamatkan diri," tambahnya.

Pasca surutnya air, warga kini dihadapkan pada kendala pembersihan material sisa banjir. Berdasarkan pantauan dan pengakuan warga, lumpur yang tertinggal memiliki karakteristik lengket dan cepat mengeras menyerupai semen jika didiamkan, sehingga sulit dibersihkan hanya dengan peralatan manual. "Kendala utamanya jelas di alat. Kami cuma modal cangkul dan sekop seadanya, badan rasanya remuk semua. Padahal untuk lumpur setebal ini butuh semprotan air kencang (water pump) untuk mendorong lumpur keluar," keluh Zuyyina mewakili warga lainnya. Hampir seluruh perabotan rumah tangga seperti kasur, lemari, dan alat elektronik dilaporkan rusak total. Warga hanya mampu menyelamatkan diri beserta pakaian yang melekat di badan atau sekadar dokumen penting seperti ijazah dan surat tanah.

Terkait penanganan pengungsian, warga berinisiatif menumpang di rumah kerabat yang lebih aman atau mengungsi ke meunasah (surau) setempat karena belum ada instruksi relokasi khusus. Bantuan logistik berupa beras, mi instan, dan telur dari pemerintah daerah serta relawan mahasiswa sudah mulai tersalurkan, namun warga menyayangkan belum masuknya bantuan alat berat ke lorong-lorong pemukiman warga.


Reporter: Arahmadan Jaminur Berutu

Editor: Zuhra
 

05 Januari 2026

Banjir dan Longsor Melanda Tiga Provinsi di Pulau Sumatera: Sapu Rumah hingga Infrastruktur, Tinggalkan Trauma bagi Warga Terdampak

Foto: Abdul Aziz Perangin-angin 

www.lpmalkalam.com– Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak Selasa (26/11/2025) masih menyisakan luka yang cukup mendalam bagi warga yang terdampak. Hingga saat ini, Senin (05/1/2026), infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak di beberapa wilayah masih belum mendapatkan perbaikan dan menjadi salah satu kendala untuk mengakses lokasi terdampak. Mereka yang terdampak masih harus melewati masa pemulihan dengan logistik, pakaian, alas tidur, dan air bersih seadanya yang disalurkan oleh para relawan dan pemerintah. Di beberapa daerah, posko pengungsian masih dipenuhi oleh korban yang kehilangan tempat tinggal. 

Wawancara yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam melalui pesan WhatsApp dengan salah satu korban banjir di Desa Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, Amanda Zuhra, ia mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya turut terdampak banjir dengan ketinggian air yang hanya menyisakan atap rumahnya. "Awalnya hujan terus, tapi air hanya di halaman rumah (di kawasan tempat tinggal) yang rendah. Sore sampai magrib masih aman. Malam hari saat listrik padam dan kami sudah tidur, air tiba-tiba naik tanpa peringatan. Sekitar jam 12 malam, Ibu menyadari air sudah di depan pintu. Kami langsung keluar rumah saat air masih deras tanpa sempat menyelamatkan banyak barang. Lalu (kami) mengungsi ke balai desa kampung sebelah yang bertingkat dua," jelasnya menceritakan kronologi kejadian. 

Selain hujan terus menerus, menurut Amanda dan warga desa tersebut, banjir diduga akibat kiriman (tanggul bendungan jebol) dari Desa Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Butuh waktu sekitar tujuh hari untuk menunggu air banjir di wilayah tempat tinggalnya surut. Pasca banjir, rasa takut kerap menyelimutinya ketika hujan deras turun, was-was jika akan terjadi banjir yang sama. Namun, kabar bahagia disampaikan oleh Amanda, dirinya dan keluarga telah kembali ke rumah dan kehidupan lingkungan sekitarnya telah berjalan normal meski pemulihan masih tetap berjalan.

Raja Oktariansyah, salah satu relawan yang mengunjungi lokasi terdampak di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara pada hari ke-14 pasca bencana Selasa (13/12/2025), mengatakan bahwa terdapat 70 rumah yang terdampak banjir dan kurang lebih 40 rumah dinyatakan tidak layak huni. Sepanjang jalan menuju lokasi, terlihat dampak banjir yang masih tersisa, seperti jalur transportasi yang rusak sehingga membutuhkan jalur alternatif, lumpur yang sepenuhnya belum terkikis, serta warga terdampak yang masih tinggal di posko-posko pengungsian.

Relawan lainnya, Haniffatu Azqa, yang mengunjungi beberapa desa dalam kurun waktu satu bulan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa kondisi di lokasi pasca bencana terlihat cukup jelas seperti pemandangan rumah yang hancur parah, jembatan gantung yang tersapu oleh banjir, sekolah, fasilitas umum, dan jalanan yang dipenuhi lumpur, sungai yang semakin melebar, dan sawah tempat mata pencaharian warga kini sudah mencapai hamparan daratan. 

Azqa turut menceritakan kondisi warga di lokasi tersebut. "Warga yang terdampak (banjir) sebagian masih berada di pengungsian. Mereka yang rumahnya masih ada membuat tenda di depan rumahnya sembari membersihkan, sedangkan beberapa warga yang rumahnya sudah hilang tersapu air, dibuatkan tempat pengungsian di lokasi yang awalnya sebagai tempat pengumpulan hasil tani kini dialihfungsikan menjadi tempat ngungsi," jelasnya saat diwawancarai. 

Foto: IST

Selain menjadi relawan yang menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Kecamatan Sawang, Azqa juga turut mengambil peran dalam mengatasi trauma yang dialami oleh warga terdampak, terutama anak-anak. Ia mengatakan, setiap hujan turun, warga di lokasi tersebut merasa was-was, bahkan ia menceritakan ada anak kecil yang selalu meminta dibelikan perahu oleh ibunya karena takut akan terjadi banjir susulan. "Anak-anak memiliki gangguan psikologis ringan, seperti sering termenung, takut hujan, sering menangis, sensitif, dan sulit tidur. Sebagian dari mereka bercerita takut kehilangan rumah serta aktivitas mengaji dan sekolahnya terganggu," sambungnya. 

Azqa sangat berharap peran dari seluruh pihak untuk membantu memulihkan kondisi mereka yang terdampak. "Jadilah bagian sembuh dari saudara-saudara kita ini. Kehadiran kita bukan hanya bantuan, tapi juga jadi semangat dan harapan untuk mereka yang terdampak secara fisik maupun emosional," pesannya.


Reporter: Abdul Aziz Perangin-angin

Editor: Zuhra

31 Desember 2025

Presma UIN SUNA Tanggapi Banjir Bandang Aceh, Soroti Kerusakan Hutan

Foto: www.detik.com

www.lpmalkalam.com– Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Munawir, menanggapi serius banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara khusus melalui WhatsApp yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam pada Senin (29/12/2025).

Munawir menilai bencana tersebut tidak dapat dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan kebijakan yang abai terhadap perlindungan hutan. Munawir menegaskan bahwa beredarnya video gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Aceh harus dipandang sebagai persoalan serius. Ia menyebut, jika aktivitas tersebut benar merupakan hasil dari deforestasi demi kepentingan oligarki sawit, maka negara telah gagal melindungi lingkungan dan rakyatnya.

“Kami memandang serius beredarnya video gelondongan kayu yang diduga kuat berasal dari praktik deforestasi masif. Jika benar ini merupakan dampak pembukaan hutan demi kepentingan oligarki sawit, maka ini adalah kejahatan ekologis yang terstruktur dan dibiarkan negara. Banjir hari ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana kebijakan akibat eksploitasi hutan yang rakus, abai terhadap daya dukung lingkungan, dan mengorbankan rakyat Aceh,” tegasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Terkait kondisi masyarakat terdampak, Munawir menyampaikan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi musibah tersebut. Melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), mahasiswa telah melakukan berbagai langkah nyata di lapangan.

“Sebagai Presiden Mahasiswa, kami tidak tinggal diam. DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah melakukan konsolidasi mahasiswa, penggalangan bantuan, distribusi logistik, serta advokasi suara korban melalui kanal publik dan media. Namun kami menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa tidak boleh dijadikan pengganti tanggung jawab negara. Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menghentikan akar persoalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawir menyampaikan bahwa DEMA UIN SUNA terus mendorong langkah advokasi kebijakan terhadap pemerintah daerah maupun pusat, khususnya terkait kerusakan hutan di Aceh. “Kami mendorong langkah advokasi yang serius, mulai dari pernyataan sikap, desakan investigasi independen atas kerusakan hutan, hingga tuntutan evaluasi dan pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Pemerintah harus bertanggung jawab secara kebijakan, hukum, dan moral, bukan sekadar hadir secara simbolik di tengah penderitaan rakyat,” katanya.

Munawir juga menyoroti belum ditetapkannya status bencana nasional atas banjir yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan minimnya kepekaan pemerintah pusat terhadap situasi darurat di Aceh. “Kami menilai lambannya penetapan status bencana nasional sebagai bentuk minimnya _sense of crisis_ pemerintah pusat terhadap Aceh. Padahal dampak banjir telah meluas, melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan menimbulkan kerugian besar. Negara seolah menunggu korban bertambah baru bergerak. Ini mencerminkan ketimpangan perhatian dan ketidakadilan dalam penanganan bencana,” tegas Munawir.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri di tengah kondisi darurat yang masih dialami masyarakat terdampak. “Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri dengan dalih mampu menangani sendiri, sementara di lapangan rakyat masih kekurangan logistik dan layanan dasar. Jika rakyat menderita, ego negara harus ditanggalkan. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Yang utama adalah keselamatan dan pemulihan korban, bukan citra pemerintah,” ujarnya.

Sebagai penutup, Munawir mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap bersatu dan tidak bersikap apatis terhadap ketidakadilan yang terus berulang. “Kami mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap kuat, saling menjaga, dan tidak apatis. Musibah ini harus menjadi momentum perlawanan bersama terhadap ketidakadilan ekologis dan kebijakan yang merugikan rakyat. Aceh tidak boleh terus dijadikan wilayah eksploitasi, lalu ditinggalkan saat bencana datang. Mahasiswa akan terus berada di barisan rakyat, bersuara, bergerak, dan melawan ketidakadilan,” pungkasnya.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap & Meutia Rahma

Penulis: Meutia Rahma

Editor: Zuhra

27 Desember 2025

Ketika Bencana Mengisolasi, Pengabdian Tetap Berjalan di Bale Atu

Foto: Intan Nuraini

www.lpmalkalam.com– Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe awalnya berjalan aman dan terkendali. Namun, hujan berintensitas tinggi yang turun tanpa henti selama beberapa hari memicu bencana di sejumlah wilayah sekitar. Akses jalan terputus akibat longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa daerah.

Meski Desa Bale Atu tidak terdampak langsung, kondisi tersebut menyebabkan keterisolasian. Terputusnya akses distribusi berdampak pada kelangkaan logistik, mulai dari habisnya bahan bakar, padamnya listrik, terganggunya jaringan komunikasi, hingga sulitnya memperoleh kebutuhan pokok seperti beras dan sembako. Situasi ini turut dirasakan oleh mahasiswa KPM yang sedang menjalankan pengabdian.

Memasuki satu minggu pascabencana, kesulitan masyarakat semakin terasa. Sejumlah toko tutup akibat keterbatasan pasokan, bahkan salah satu gerai ritel dilaporkan dijarah karena kondisi masyarakat yang mulai mengalami kelaparan. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendirikan dapur umum serta membuka akses jaringan komunikasi di Kantor Bupati dengan memanfaatkan jaringan satelit Starlink.

Dalam situasi tersebut, mahasiswa KPM dari UIN SUNA dan UIN Ar-Raniry turut menjadi bagian sebagai relawan di dapur umum. Mereka membantu berbagai aktivitas, mulai dari menyiapkan bahan makanan, mencuci peralatan makan, membagikan makanan kepada warga, hingga terlibat langsung dalam proses memasak.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Di tengah keterbatasan akibat bencana, kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial.


Penulis: Intan Nuraini 

Editor: Tiara Khalisna

26 Desember 2025

Harumkan UIN SUNA, Muqsal Mina Resmi Dinobatkan Menjadi Agam Aceh 2025

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Pasalnya, usai dinobatkan menjadi Agam Aceh Utara 2025 pada Sabtu (31/05/2025), Muqsal Mina, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah (ES), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kini dinobatkan menjadi Agam Aceh 2025 di Taman Budaya Banda Aceh pada Selasa (23/12/2025).

Acara ini mengusung tema Sustainable Journey, Lasting Legacies yang berarti “Perjalanan yang Berkelanjutan, Warisan yang Abadi.” Hal ini bermaksud bahwa peran duta tidak sebatas masa jabatan saja, namun juga meninggalkan jejak positif ke depannya, baik untuk pariwisata, lingkungan, maupun masyarakat Aceh.

Kepada Tim LPM Al-Kalam, Muqsal menjelaskan bahwa dari 23 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh, hanya 16 yang berpartisipasi dalam acara ini, dan hal tersebut tidak disebabkan oleh faktor banjir. "Karena banjir itu di tanggal 26 (November), sedangkan Agam Inong Aceh telah memulai acara dari tanggal 22," ujarnya ketika diwawancarai Kamis (25/12) via WhatsApp. 

Disebabkan kondisi bencana alam yang terjadi di Aceh, kegiatan karantina sempat ditunda. "Benar. Acara karantina itu (sempat) ditunda, gak langsung malam penobatan, dikarenakan malam penobatan kan biasanya berlangsung ceria. Cuma, karena kondisi kita sekarang yang lagi bencana di Aceh, jadi Agam Inong Aceh mengambil kebijakan untuk menunda kegiatan ini," jelasnya.

Muqsal menjelaskan bahwa acara dilanjutkan pada Selasa (23/12) dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya berlangsung ceria, namun kali ini berlangsung sakral. Tak hanya itu, Agam Inong Aceh juga membuat acara penggalangan dana untuk disalurkan ke korban banjir. 

Menurut penuturan Muqsal, program yang akan coba dilakukan dalam waktu dekat adalah mendirikan sekolah darurat dan hadir di tengah pengungsian untuk membuat anak-anak yang terdampak lebih ceria.

"Melihat kondisi Aceh yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, baik banjir maupun longsor, sehingga mengakibatkan banyak sekolah yang rusak dan membuat anak-anak tidak bisa bersekolah. Maka, dari Saya sebagai Agam Aceh terpilih, punya inisiasi untuk bisa menghadirkan sekolah darurat untuk anak-anak," tuturnya.

"(Program) umumnya, kami juga akan mengembangkan semua potensi yang ada di Aceh, baik dari segi pariwisata maupun lainnya," tambahnya.


Reporter: Tiara Khalisna 

Editor: Zuhra

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.