Portal Berita Al-Kalam

Ormasa Ma’had Al-Jami’ah Bawah Gelar Perlombaan untuk Memeriahkan Hari Santri Nasional ke-12

Foto: Riska Nazira (Magang) www.lpmalkalam.com-  Organisasi Mahasantri (Ormasa) Ma’had Al-Jami’ah Bawah Universitas Islam Negeri (UIN) Sulta...

HEADLINE

Latest Post

21 Oktober 2026

Kami Berbeda

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- 

Aku memiliki seseorang yang istimewa 

Namun dia pergi begitu saja

Aku merindukan sosoknya

Tapi aku tahu rindu takkan terobati


Aku tak tahu tentangnya

Bagaimana wajahnya, senyumannya, dan sosoknya

Aku merindukannya, tapi takdir berkata lain

Tak terasa, dia sudah begitu lama pergi


Aku selalu berpikir, apakah dia bisa kembali? 

Tapi aku sadar bahwa dia tak akan bisa kembali

Dia orang yang paling kurindukan dan kucintai

Dia adalah sosok yang kuat, tangguh, dan baik


Aku selalu ingin menjadi sosoknya

Aku selalu kagum terhadapnya

Dia memang baik dari segi apa pun

Karena itu, aku selalu menjadikan sosoknya sebagai panutanku


Aku selalu ingin bertemu dengannya

Walaupun hanya sekadar mimpi

Tapi Tuhan begitu baik terhadapnya


Di saat diriku belum terlalu mengenalnya

Dia sabar menghadapi cobaan yang dialaminya

Aku bangga memiliki dia

Dia adalah ibuku tercinta


Penulis: Badratun Nafis (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira 

20 Oktober 2026

Jalan Baru yang Kupilih

Foto: Maghfirah

www.lpmalkalam.com- 

Langkah yang dulu aku ucapkan 

Kini satu per satu telah terjadi

Menjadi anak rantau ternyata 

Tak semudah yang kubayangkan

Aku melangkah di jalan yang baru 


Membawa harapan di dalam kalbu

Kadang aku ingin mengeluh

Tapi aku tahu aku harus terus bertumbuh

Bukan karena aku tak boleh merasa lelah

Tapi aku tak ingin berhenti di tengah langkah


Ibu

Ayah

Aku rindu kalian

Rindu yang tak bisa kuceritakan


Jauh dari rumah bukanlah hal yang mudah

Ada lelah yang kusimpan sendiri

Ada rindu yang tak bisa kuobati


Namun aku tak ingin menyerah begitu saja

Ada cita-cita yang harus kuperjuangkan

Aku ingin belajar

Aku ingin berhasil

Agar suatu hari bisa membuat kalian bangga


Biarkan aku terus berjuang

Meski rindu datang menyerang

Sebab aku percaya

Setiap langkah yang kujalani

Semoga membawa masa depan yang lebih baik


Penulis: Magfirah (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

Kesepian Bukan Akhir Segalanya

 

Foto: Pexels

www.lpmalkalam.com- 

Terkadang dunia terasa jauh

Langkah terasa berat hati pun mulai rapuh

Namun, jangan menyerah pada keadaan

Sebab setiap kesulitan pasti punya jalan


Sendiri bukan berarti tak mampu

Sepi bukan alasan untuk berhenti melaju

Jadikan kesunyian tempat belajar

Agar hati semakin kuat, dan pikiran semakin tegar


Tak masalah jika harus berjalan sendiri

Asalkan kita tak berhenti memperbaiki diri

Tetaplah berusaha meraih impian

Meski tak semua orang memahami perjuangan


Penulis: Taupik Temasmiko (Magang)

Editor: Zahratul

13 September 2026

Senja Sudut Kota

 

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com-

Senja hanya datang sebentar

Tapi meninggalkan indah

Yang ditunggu banyak orang


Mungkin, ia tahu

Sesuatu yang singgah sesaat 

Justru sering lebih dihargai


Di sudut kota

Langit perlahan berubah warna

Indah untuk memanjakan mata

Sementara orang-orang masih terus berjalan


Tidak semua sempat melihat

Tidak semua peduli

Tapi bagi yang berhenti sebentar

Senja selalu punya cara 

Untuk membuat hati terasa tenang


Ia tidak tinggal lama

Hanya datang

Memberi sedikit warna

Lalu pergi tanpa berpamitan 


Mungkin, hidup juga begitu

Tidak semua yang indah harus menetap lama


Ada yang cukup datang sebentar

Meninggalkan kesan

Lalu menjadi sesuatu 

Yang diam-diam kita tunggu kembali kehadirannya 


Penulis: Chalisa Najla Safira 

Editor: Zahratul

09 September 2026

Ketika Harapan Menjadi Nyata

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Ketika Harapan Menjadi Nyata

Dulu aku hanya mampu bermimpi

Menatap jauh ke arah langit

Membayangkan sebuah hari


Ketika semua harapan dapat kuraih

Namun, jalan menuju mimpi tidak pernah semudah yang kubayangkan

Ada malam-malam panjang tanpa tidur

Ada air mata yang jatuh diam-diam


Ada langkah yang hampir menyerah ketika hasil tak kunjung datang

Aku pernah jatuh ketika kegagalan datang berkali-kali

Pernah bertanya kepada diri sendiri

"Apakah aku masih mampu melanjutkan?"


Namun setiap kali ingin berhenti

Sebuah suara kecil di dalam hati kembali berkata

"Sedikit lagi, jangan menyerah"

Aku terus berjalan meski kaki terasa berat


Mengumpulkan keberanian dari setiap kegagalan

Menyusun kembali harapan

Yang sempat hancur berantakan

Tak jarang aku berjalan sendirian


Sementara yang lain telah sampai di tempat yang mereka impikan

Aku belajar untuk tidak membandingkan langkah

Sebab setiap orang memiliki waktunya sendiri

Hari demi hari kuhabiskan dengan usaha, doa, dan kesabaran


Keringat menjadi saksi

Air mata menjadi penguat

Dan kegagalan menjadi guru yang mengajarkanku untuk lebih kuat

Hingga akhirnya


Hari yang dahulu hanya kubayangkan

datang menghampiri

Aku berdiri di hadapan impian itu dengan hati yang penuh haru

Menyadari bahwa semua luka


ternyata tidak sia-sia

Aku tersenyum dalam diam

Mengingat diriku yang dulu hampir menyerah di tengah perjalanan

Kini aku mengerti


Harapan tidak menjadi nyata hanya karena kita menginginkannya

Tetapi karena kita berani memperjuangkannya

Sebab di balik sebuah keberhasilan

Ada jatuh yang harus diterima


Ada tangis yang harus dilalui

Ada langkah yang harus dipaksakan meski hati ingin berhenti

Kini aku menatap langit dengan senyum penuh syukur

Karena akhirnya aku tahu


Selama masih ada harapan dan keberanian untuk berjuang

Tidak ada mimpi yang terlalu jauh untuk diwujudkan


Penulis: Zilfira
Editor: Chalisa Najla Safira

29 Agustus 2026

Hasrat akan Kebaruan

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com-

Hidup tetap berjalan lumrah

Melakukan hal-hal yang sudah kaprah

Sejak fajar menyingsing hingga larut senja

Tetap tak ada yang berbeda


Rasanya hampa

Seperti tidak hidup di dua dunia

Tidak sedih dan tidak juga senang

Hanya kosong yang dirasa secara berulang-ulang


Mungkin karena sudah terlalu lama menetap dalam nestapa

Hingga sukacita terlihat biasa sahaja

Mencoba berontak dari dekapan suasana yang membeku

Agar menjemput hidup yang baharu


Berhasrat akan kebaruan

Agar hidupnya sebuah tujuan

Sudah seyogianya seperti itu

Agar jiwa tak lagi terbelenggu


Penulis: Rizky Ramadhani

Editor: Chalisa Najla Safira

25 Agustus 2026

Matahari yang Tak Mengenal Teduh

Foto: Bellivia Al-Kamariana

www.lpmalkalam.com-

Matahari menggantung terik di atas kepala

Menumpahkan bara dari langit yang membiru

Tak ada awan yang cukup tebal untuk bersembunyi

Tak ada angin yang cukup dingin untuk menenangkan


Jalanan memantulkan cahaya

Tanah menyimpan panas yang panjang 

Dan keringat menjadi saksi betapa teriknya hari ini

Daun-daun bergoyang mencari kesejukan


Manusia berlindung di bawah bayang-bayang

Sementara matahari tetap menyala 

Seolah ia tak pernah tahu 

Betapa lelahnya bumi menerima panas


Mungkin, matahari tidak sedang menyiksa

Ia hanya sedang mengajarkan 

Bahwa kehidupan tak selalu menghadirkan teduh

Ada hari ketika langkah terasa berat


Ada waktu ketika hati ingin menyerah

tetapi semuanya tetap harus dilalui

Sebab setelah terik yang panjang

Senja selalu menemukan jalannya


Dan setelah panas yang melelahkan

Akan selalu ada waktu 

Untuk kembali merasa tenang


Penulis: Bellivia Al-Kamariana

Editor: Zahratul

18 Agustus 2026

Merdeka, Katanya

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-
 
Di bumi Indonesia nan luas

Merah masih darah pejuang

Putih telah pucat tergerus

Harapan warga kian memudar


Di tanah Indonesia tercinta

Ada perut yang rela dirobek

Makhluk kehilangan rumahnya

Bertahan hidup demi esok



Di atas mimbar nan megah

Dikumandangkan sangat lantang

"Merdeka", katanya berulang

Menembus langit penuh janji



Sedang di sudut bibir jalanan

Di bawah pajangan bendera

Masih ada memungut sampah

Mencari sesuap nasi hangat


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Redaksi

15 Agustus 2026

Hal yang Tak Pernah Terucap

 

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com- 

Ada banyak hal yang tumbuh di dalam diam

Tentang luka yang memilih menetap

Tentang rindu yang tak pernah 

Menemukan jalan pulang


Kita sering terlihat baik-baik saja

Tertawa seolah tak ada yang hilang

Padahal ada bagian dari diri 

Yang diam-diam sedang belajar menghilang


Barangkali dewasa memang melelahkan

Belajar menerima tanpa banyak pertanyaan

Belajar melepaskan tanpa harus memendam

Dan belajar ikhlas meski hati remuk redam


Ada perpisahan yang tak pernah diucapkan

Namun, terasa dari jarak yang perlahan tumbuh

Ada seseorang yang masih diingat 

Meski namanya tak lagi bisa disebut


Namun, akhirnya

Kita hanya perlu berdamai dengan kenyataan

Karena terkadang

Kehilangan adalah bagian dari perjalanan


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

10 Agustus 2026

Jejak Aksara

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- 

Aku tak pandai merangkai kata

Seindah bait Chairil, sang pujangga

Melambung tinggi menembus angkasa

Meninggalkan jejak dalam sukma


Aku pun bukan pujangga cinta

Seliat Sapardi dalam bercerita

Mengukir rindu dalam aksara

Menyentuh hati tiada tara


Namun, jika suatu hari nanti

Kau temukan namamu di sini

Tersemat halus dalam tulisan ini

Itu cara jujur mencintai


Hanya itu yang mampu kuberi

Sederhana tanpa basa-basi

Mengalir dari hati ke hati

Wujud kasih yang hakiki


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Kontradiksi Diri

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com- 

Aku adalah sosok yang membingungkan

Wajah ceria menyembunyikan lara

Tersenyum indah menutupi kesedihan

Tampak bahagia di tengah riak duka


Langkah berani namun menyimpan malu

Mengulurkan tangan peduli tiap masa

Terkadang dingin bagai batu yang kaku

Hati yang hangat mendadak hampa rasa


Menjadi obat penawar segala luka

Mampu menyembuhkan perih hati orang

Namun, menyakiti pada saat yang sama

Menorehkan duka di balik kasih sayang


Bertekad kuat untuk terus berkembang

Menatap masa depan penuh cita asa

Namun, tangan sendiri yang menghancurkan

Merusak mimpi yang baru saja terbina


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

04 Agustus 2026

Bingung

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Perasaan apa yang tumbuh perlahan

Datang diam tanpa pernah diminta

Sayang terlalu kentara terlihat

Cinta terasa gengsi diucapkan


Nyaman hadir di dalam sanubari

Waspada tetap selalu menyapa

Kini kupaham apa yang terjadi

Kita berdua sama sama bingung


Kita berjalan tanpa arah pasti

Saling mendekat lalu makin jauh

Seolah hati sedang mencari arti

Namun gengsi membuat kita bisu


Mungkin kau bingung seperti diriku

Mungkin kau takut berharap jauh

Mengapa takdir memainkan rasa

Membuat hati semakin terdiam


Kita sama sama menyimpan tanya

Namun tak satu pun berani bicara

Saling nyaman namun tak menyatu

Sama-sama bingung menuju mana


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

03 Agustus 2026

Meraih Mimpi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Di setiap fajar yang menyapa

Kutatap langit penuh harapan

Kuyakini setiap langkah kecil

Akan mengantarkanku menuju impian


Jalan yang kulalui tak selalu mudah

Kadang terjal, kadang berliku

Namun, semangat tak pernah padam

Karena mimpi selalu memanggilku


Kegagalan bukan akhir perjalanan

Melainkan pelajaran yang berharga

Air mata menjadi saksi perjuangan

Doa menguatkan setiap langkah yang ada


Aku belajar untuk tetap percaya

Bahwa usaha tak akan sia-sia

Dengan tekad yang terus menyala

Kubangun masa depan penuh makna


Tak peduli seberapa jauh tujuan

Tak gentar menghadapi tantangan

Selama hati tetap berani bermimpi

Harapan akan selalu menemani


Suatu hari nanti, saat mimpi terwujud

Kukenang setiap perjuangan yang kulalui

Karena keberhasilan tak datang seketika

Melainkan hadiah bagi mereka 

Yang pantang menyerah dan terus berusaha


Penulis: Zilfira

Editor: Chalisa Najla Safira

24 Juli 2026

Negeri yang Kucari

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Di layar kaca, wajah-wajah berjanji

Kata-kata manis mengalir tanpa henti

Namun di jalan, keringat masih membasahi

Harga terus naik, upah seakan tak berarti


Aku mendengar kisah pembangunan megah, 

Gedung-gedung menjulang, jalan tol terbentang

Namun, di sudut-sudut kota yang tak tersentuh

Masih ada perut lapar menunggu uluran


Masih ada harapan yang belum bertumbuh

Media ramai, tagar datang silih berganti

Suara rakyat perlahan tenggelam sendiri

Yang bertanya kerap dipandang curiga


Yang memilih diam justru dipuji adanya

Lalu, di manakah ruang untuk menyampaikan suara?

Namun aku masih percaya pada negeri ini

Pada anak-anak muda yang tak lelah berdiri


Pada tangan-tangan kecil yang terus bekerja

Merajut harapan di tengah luka yang tersisa

Sebab negeri ini belum kehilangan cahaya

Bukan karena semuanya telah sempurna


Melainkan karena kita belum menyerah

Negeri ini bukan hanya milik mereka yang berkuasa

Tetapi juga milik kita

Yang terus menjaga harapan dan asa


Penulis: Razwa Syuib

Editor: Chalisa Najla Safira

19 Juli 2026

Hujan yang Tak Pernah Kusesali

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Langit kembali memeluk mendung

Sebelum sore sempat menjadi jingga

Sementara aku memeluk kenangan yang diam-diam bertumbuh

Di tempat yang tak pernah lagi kau singgahi


Gerimis jatuh begitu pelan

Seolah takut membangunkan rindu yang rapuh

Yang telah lama terlelap di dalam dada

Namun selalu terjaga setiap kali kau terlintas


Aku pernah percaya

Hujan selalu membawa kabar yang baik

Nyatanya, ia hanya membawa ingatan

Tentang seseorang yang dahulu pernah kupanggil rumah


Tak ada yang benar-benar berubah

Selain langkah kita yang memilih arah berbeda

Langit masih setia menaungi bumi

Sedang kita tak lagi berjalan di bawah doa yang sama


Barangkali menitipkan harap memang demikian

Tak selalu berakhir dengan saling memiliki

Kadang cukup dengan mengenang dalam diam

Tanpa menyalahkan waktu yang terus berlalu


Maka, bila hujan datang lagi

Biarlah ia jatuh setenang biasanya

Aku akan belajar melepaskanmu tanpa banyak kata

Sebab pada akhirnya, setiap hujan selalu tahu jalan pulangnya.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

18 Juli 2026

Dunia: Satu Bola, Satu Dunia

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Dari Ujung Utara hingga Selatan

Suara sorak bergema di setiap benua

Satu bola membelah lapangan hijau

Menyatukan hati yang berbeda warna


Keringat menetes di bawah terik

Langkah kencang mengejar mimpi

Kaki yang lincah, mata yang tajam

Mengejar gawang, mengejar nama


Di atas rumput tak ada beda

Antara raja dan rakyat biasa

Hanya keberanian, kerja keras, dan doa

Yang menentukan siapa yang bertahan


Bola melayang seperti harapan

Menembus benteng, menembus waktu

Satu tendangan, satu jeritan

Dunia berhenti sejenak menyaksikan


Penulis: Muhamad Iftal Ghifari

Editor: Redaksi

Sisa Hangat yang Membeku

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Tadi pagi

aku menyeduh dua gelas susu

Yang satu kuminum sampai habis

Yang satunya kubiarkan dingin sendiri


Kau tahu

ada uap yang perlahan menghilang

ada suhu yang kian menurun

tetapi kenangan tak kunjung lekang


Gelas itu kini terdiam kaku

seperti janji yang belajar sunyi

seperti luka yang ditinggal pergi

tergeletak bisu di atas meja


Tanpa perlu lagi aku bertanya

ke mana pemiliknya melangkah pergi

Hanya sepi yang kini menemani

merayap pelan di sudut hati


Susu dingin yang tak tersentuh

menjadi saksi perpisahan yang senyap

Kini waktu terus berjalan

meninggalkan cerita kita yang layu


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Redaksi

15 Juli 2026

Jejak Menuju Mimpi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Tak semua jalan dipenuhi cahaya

Kadang gelap datang tanpa aba-aba

Namun kaki harus tetap melangkah

Meski hati lelah dan tak tahu arah


Air mata bukan tanda menyerah

Melainkan bukti sebuah perjuangan

Luka mungkin meninggalkan bekas

Tetapi waktu perlahan mengajarkan ikhlas


Tak harus menjadi terhebat

Cukup menjaga untuk terus kuat

Sebab mimpi yang dijaga dengan sabar

Akan menemukan waktu untuk terus mekar


Teruslah melangkah meski pelan

Karena harapan tak pernah hilang ditelan zaman

Selama ada doa yang dipanjatkan

Akan ada alasan untuk melanjutkan kehidupan


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

13 Juli 2026

Retorika Luka

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- 

Duhai jiwa yang kini menjelma nista

Bersyukurlah jemariku gemar merawat aksara

Sebab saat kau runtuh kehilangan harga

Aku memilih diam dan menjauhkan prasangka


Ketika perangaimu mulai kehilangan pekerti

Dan laku tabiatmu tak lagi mampu kuhormati

Lidahku enggan mengotori diri dengan caci

Sebab amarah hanya akan merugikan hati


Alih-alih melumurkan makian yang sia-sia

Kupeluk sepi demi menenun bait-bait doa

Kuganti setiap perih menjadi baris diksi

Mengubur kecewa dalam sunyinya selembar puisi


Kusulam semua ini dengan sisa-sisa jemari

Sebagai penawar muak yang sempat menghampiri

Agar kelak saat ingatan memaksaku menoleh kembali

Bayangmu tak lagi menjelma racun di dalam diri


Kini biarlah aksara yang berbicara lirih

Mengganti benci menjadi penutup rasa perih

Sebab membalasmu hanya membuang waktu

Lebih baik kau lumat dalam keheningan baitku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

09 Juli 2026

Kelak, Namamu Tak Lagi Bergema

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com- 

Kelak ketika musim kembali berganti

Namamu tak lagi mengetuk pintu pikiranku

Ia luruh seperti embun yang kalah oleh pagi

Meninggalkan daun tanpa jejak kehilangan


Barangkali aku akan lupa

Bagaimana suaramu pernah menjinakkan gaduh

Yang tersisa hanya lengang yang sederhana

Tanpa gema yang memanggilku pulang


Aku pun akan lupa caramu tersenyum

Yang dahulu meruntuhkan seluruh kewarasanku

Sebab waktu adalah sungai yang tekun

Mengikis batu tanpa pernah tergesa


Aku akan berhenti bertanya

Mengapa kau memilih pergi

Sebab ada jawaban yang tak ditulis kata

Melainkan disimpan oleh jarak


Pernah ada masa

Aku mengira kaulah muara

Padahal kau hanya persinggahan

Yang kupeluk lebih lama dari semestinya


Lucu rasanya mengenang hari-hari itu

Ketika kehilangan kusebut sebagai akhir

Kini kusadari yang benar-benar usai

Hanyalah harapan yang enggan berpamitan


Tak ada yang benar-benar abadi

Bahkan kenangan belajar menjadi debu

Ia terbang bersama angin yang diam

Lalu larut di langit yang tak bertanya


Jika suatu hari kita kembali berpapasan

Mungkin hanya seulas senyum yang kuberikan

Bukan karena luka telah lenyap

Melainkan karena ia telah pandai menjadi tenang


Dan saat hari itu benar-benar tiba

Aku tak sedang melupakanmu

Aku hanya selesai membawa beban

Yang sejak lama bukan lagi milikku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.