![]() |
| Foto: IST |
Melalui observasi tersebut, para mahasiswa yang turun masih melihat banyaknya batu dan gelondongan kayu yang berserakan disepanjang aliran sungai yang kini sudah membesar diakibatkan oleh banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (26/11). Para mahasiswa melihat kejanggalan terhadap dahan pohon yang tersebar di wilayah banjir bandang. Kejanggalan ini dibuktikan dengan adanya potongan rapi pada dahan pohon yang berada pada bagian bawah dahan.
Menurut informasi yang didapatkan, beberapa waktu lalu sudah masuk alat berat untuk membersihkan gelondongan kayu dan bebatuan. Namun, hingga saat ini keadaan masih belum membaik, masih terdapat banyak sekali bebatuan dan juga gelondongan kayu di wilayah setempat.
Salah satu korban dalam bencana yang ada di wilayah setempat, Suryani, mengatakan bahwa rumah dan lahan perkebunan warga yang berada di kawasan hilir sungai Uning Mas sudah luluh lantak sejak November lalu. Suryani juga mengatakan bahwa upaya yang dilakukannya untuk terhindar dari bencana ini adalah dengan menaiki bukit yang mengarah ke Desa Ulu Naron, Kecamatan Pintu Rime Gayo pada Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB.
Melalui hasil wawancara, diketahui bahwa Suryani sempat tergelincir dan hampir jatuh bersamaan dengan longsor susulan pada Kamis pagi. Suryani juga menyebutkan bahwa sebelum menaiki bukit, ia dan keluarga berencana untuk turun ke rumah Sekertaris Desa (Sekdes) hanya saja jalan sudah terputus lebih dahulu sebelum sempat untuk dilalui.
Para masyarakat yang terkena bencana diketahui sudah ada yang menyewa atau tinggal bersama dengan keluarga lainnya. Aktivitas beberapa masyarakat juga sudah berlangsung baik pascabencana 2 bulan silam. Namun, melalui survei lokasi dan masyarakat, mahasiswa KPM UIN SUNA wilayah setempat melihat masih terdapat trauma yang dirasakan oleh masyarakat setempat.
"Kami sampai sekarang masih trauma dek. Kami kemarin itu baru belanja ga ada yang bisa diselamatkan, duit juga ga keingat untuk diambil," ujar Suryani.
Reporter: Ririn Dayanti Harahap
Editor: Tiara Khalisna
