www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif di Aula Lantai III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pada Selasa (29/09/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bangkitkan Inspirasi dengan Kreasi” tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang desain grafis dan pembuatan video, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan di luar bidang akademik.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Prodi) KPI Zanzibar, Sekretaris Jurusan (Sekjur) KPI Riza Mirza, Dekan FUAD Mahdi, serta mahasiswa FUAD dari sejumlah program studi, yakni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat yang dibawakan oleh Syahru Ade. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dipandu oleh Uswatun Husqa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Sahria Putra, sambutan Ketua Umum HMPS KPI Arif Firmanda, serta sambutan Ketua Prodi KPI Zanzibar. Setelah itu, Dekan FUAD Mahdi menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Willy Surya Prayoga, S.Sn., CLMT., MLTT dan Juanda, S.I.Kom. Keduanya memberikan materi mengenai komunikasi visual, khususnya desain grafis dan produksi video.
Materi yang disampaikan mencakup desain grafis beserta komponen-komponennya, serta pembahasan mengenai videografi dan sinematografi. Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya visual yang komunikatif dan menarik.
Dekan FUAD Mahdi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak hanya diperoleh melalui proses pembelajaran di dalam kelas.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga perlu dibekali dengan keterampilan di luar akademik. Kegiatan seperti pelatihan desain grafis dan video kreatif dinilai dapat membantu menyeimbangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan. “Pengalaman tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan di luar kampus sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Mahdi.
Sementara itu, Zanzibar menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat sebagian orang menganggap pekerjaan desain menjadi lebih mudah. Namun, menurutnya, proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain tetap memiliki nilai tersendiri. “Padahal, dalam mendesain sesuatu, setiap racikan warna yang kita pilih memberikan kepuasan tersendiri,” ujarnya.
Reporter: M. Rahul Gonzales dan Rizky Ramadhani
Editor: Redaksi
