![]() |
| Foto: Fika Munayya |
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya tracer study bagi alumni dan institusi. Dikutip dari laman Tracer Study Kemdiktisaintek, tracer study merupakan survei atau metode pelacakan jejak alumni yang dilakukan oleh institusi pendidikan, seperti sekolah menengah kejuruan (SMK), untuk mengetahui situasi, aktivitas, dan transisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Kegiatan yang mengusung tema “Tracer Study: Menghubungkan Lulusan Terbaik dengan Dunia Kerja serta Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi” tersebut dihadiri oleh beberapa unsur, yakni mahasiswa perwakilan program studi (prodi), mahasiswa alumni, mahasiswa pascasarjana, serta ketua program studi (kaprodi) yang ada di UIN SUNA atau perwakilan.
Berdasarkan surat undangan yang beredar, diketahui bahwa rincian kuota peserta untuk masing-masing fakultas dan Pascasarjana sebagai berikut:
1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK): 25 mahasiswa, 4 alumni, dan 6 kaprodi.
2. Fakultas Syariah (Fasya): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
3. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 2 kaprodi.
4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
5. Pascasarjana: 3 mahasiswa, 2 alumni, dan 2 kaprodi.
3. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 2 kaprodi.
4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
5. Pascasarjana: 3 mahasiswa, 2 alumni, dan 2 kaprodi.
Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Abdul Mughni selaku Ketua Sementara CDC UIN SUNA dan dibuka oleh Wakil Rektor (Warek) III. Sebelum sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Pemateri pertama, Iromi Ilham, menyampaikan materi bertajuk “Memperkuat Jejak Alumni, Meningkatkan Mutu Institusi." Dalam penyampaiannya, Iromi membahas pentingnya jejak alumni sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung peningkatan mutu institusi.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai penggunaan bahasa di lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi salah satu topik yang didiskusikan bersama peserta dalam kaitannya dengan pengalaman dan kondisi yang dihadapi alumni di lingkungan kerja.
Pemateri kedua, Diana, menyampaikan materi berjudul “Alumni Bercerita, Alumni Berbenah.” Melalui materi tersebut, Diana berbagi pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan serta memberikan gambaran mengenai perjalanan yang dilalui setelah menjadi alumni dan menghadapi dunia kerja, termasuk proses seleksi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada kedua pemateri terkait tracer study, pengalaman alumni, manfaat data yang dikumpulkan melalui survei tersebut, serta tanggapan kampus dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang sesuai dengan jurusan.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mughni berharap semakin banyak alumni UIN SUNA yang berpartisipasi dalam tracer study dengan mengisi tautan survei yang telah disediakan. Abdul berpendapat bahwa partisipasi alumni dalam pengisian tracer study penting agar kampus memperoleh data dan informasi mengenai kondisi serta perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan.
Reporter: Rozatun Navais
Editor: Zahratul
