![]() |
| Foto: IST |
www.lpmalkalam.com- Perjalanan Munawir adalah kisah yang tumbuh dari kesederhanaan, kesempatan, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. Hari ini, ia menutup masa pengabdian sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) sekaligus menyelesaikan studi sarjananya, sebuah capaian yang di awal hidupnya bahkan tidak pernah ia bayangkan.
Munawir berasal dari keluarga yang diasuh oleh ibunya seorang diri setelah ayahnya meninggal sejak lama. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat pendidikan tinggi terasa seperti mimpi jauh. Namun, takdir membuka jalan ketika ia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Aceh, sehingga ia bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Memulai kuliah bukanlah rencana, tapi keputusan yang mengubah arah hidupnya.
Jejak organisasinya dimulai dari tingkat jurusan. Di tempat inilah ia belajar dasar-dasar kepemimpinan, manajemen kegiatan, dan dinamika pergerakan mahasiswa. Langkah kecil itu kemudian menjadi pondasi bagi perjalanan panjang di dunia organisasi kampus.
Perjalanan dari Fakultas sampai ke tingkat Universitas. Komitmen dan konsistensinya membuka kepercayaan baru. Dari jurusan, ia melangkah ke organisasi fakultas, kemudian ke tingkat universitas. Pengalaman ini memperluas pandangannya tentang advokasi, administrasi, diplomasi, dan pelayanan mahasiswa.
Puncak pengabdiannya hadir ketika ia dipercaya memimpin Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe (DEMA-U) sebagai Presma dalam Kabinet Ksatria Muda. Masa kepemimpinan ini diwarnai berbagai program, kolaborasi, dan kerja advokasi yang menyentuh kepentingan mahasiswa dan kampus.
Salah satu pencapaian yang jarang diungkap adalah bahwa Munawir berkali-kali membawa nama kampus ke tingkat nasional sebuah hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Melalui keterlibatan dalam forum mahasiswa, jaringan nasional, serta kegiatan lintas kampus, ia berhasil menempatkan kampus sebagai bagian dari percakapan dan gerakan mahasiswa se-Indonesia.
Di tengah padatnya amanah organisasi, Munawir tetap menuntaskan kewajibannya sebagai mahasiswa. Proses skripsi yang panjang, revisi berulang, dan dinamika akademik menjadi ujian yang berhasil ia lewati hingga akhirnya meraih gelar sarjana.
Dengan resminya masa demisioner dan gelar sarjana yang ia raih, Munawir menutup bab penting dalam perjalanan hidupnya. Dari seorang anak yang dibesarkan seorang ibu dalam keterbatasan ekonomi, dari pemuda yang tidak pernah membayangkan akan kuliah, hingga berdiri sebagai Presiden Mahasiswa dan lulusan sarjana, semua ini menjadi bukti kekuatan tekad dan kerja keras.
Munawir menyampaikan terima kasih mendalam kepada ibunya tercinta, keluarga, sahabat, dosen, rekan-rekan organisasi, serta seluruh tim Kabinet Ksatria Muda yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas beasiswa yang memberinya kesempatan mengubah masa depan.
Perjalanan Munawir bukan sekadar catatan prestasi, tetapi kisah tentang keteguhan, kesempatan, pengabdian, dan pembuktian diri. Dari latar keluarga sederhana menuju panggung nasional, dari Jurusan hingga Presma, dari langkah kecil tanpa rencana hingga menuntaskan pendidikan ini adalah jejak yang layak menjadi inspirasi.
Rilis
Editor: Tiara Khalisna
