![]() |
| Foto: IST |
Program bagi-bagi masker ini ditujukan kepada seluruh warga yang diwakili oleh Kepala Keluarga dalam masing-masing Kartu Keluarga (KK) yang berada di Desa Pante Gaki Bale. Tercatat sekitar 300 KK menerima bantuan masker dari mahasiswa KPM. Untuk mempercepat proses distribusi, mahasiswa KPM Kelompok 12 membagi diri menjadi tiga tim yang bertugas menyusuri wilayah desa secara bergiliran.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan Desa Pante Gaki Bale yang masih dipenuhi debu dan polusi pascabencana banjir yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) lalu. Meskipun bencana tersebut telah berlalu sekitar tiga bulan, dampaknya masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini. Lumpur sisa banjir yang telah mengering menjadi sumber debu yang mudah beterbangan dan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan warga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM berharap masyarakat dapat lebih terlindungi dari paparan debu serta semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan di lingkungan pascabencana.
"Pembagian masker disambut baik oleh masyarakat. Namun, di awal kegiatan terdapat beberapa warga yang sempat menolak karena khawatir masker tersebut berbayar serta tidak ingin didokumentasikan. Setelah mahasiswa memberikan penjelasan bahwa masker dibagikan secara gratis dan dokumentasi bersifat sukarela, warga akhirnya bersedia menerima bantuan tersebut dengan antusias," jelas Said Iqramul Fahrabi, selaku ketua kelompok 12.
"Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 12 dalam membantu pemulihan kesehatan masyarakat Desa Pante Gaki Bale pascabencana banjir," ungkapnya lagi.
Reporter: Zuhra
Editor: Tiara Khalisna
