![]() |
| Foto: IST |
www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan sosialisasi edukasi gender kepada siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Lueng Daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen pada Selasa (24/04/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosialisasi tentang gender dengan fokus utama memberikan pemahaman mengenai gender dan komunikasi kepada siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengertian komgenderunikasi gender, manfaat komunikasi, contoh komunikasi yang baik dan buruk, komunikasi gender di media sosial, serta cara menyikapi seseorang yang berkomunikasi secara tidak baik.
Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Selasa, bertepatan dengan bulan Ramadan dan diikuti oleh seluruh siswa yang hadir pada hari tersebut. Kegiatan berlangsung di aula Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Lueng Daneun. Para guru menyambut dengan ramah kehadiran mahasiswa KPM yang akan melaksanakan kegiatan sosialisasi.
Sebelum kegiatan dimulai, siswa masih melaksanakan kegiatan mengaji di kelas masing-masing. Oleh karena itu, mahasiswa KPM terlebih dahulu berkumpul di ruang guru dan berbincang dengan para guru mengenai kondisi pascabanjir, baik di lingkungan sekolah maupun secara pribadi.
Setelah sekitar setengah jam berbincang, mahasiswa diarahkan ke aula karena para siswa telah selesai mengaji dan berkumpul bersama guru untuk mengikuti kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga tubuh melalui komunikasi gender yang baik. Pada saat pelaksanaan, tidak hanya siswa yang antusias, tetapi juga para dewan guru.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Annisa Bela Fitra, dilanjutkan dengan perkenalan mahasiswa KPM serta menyapa siswa. Materi sosialisasi disampaikan oleh Annisa Rizkia Ramadhani. Sebelum masuk ke inti materi, pemateri terlebih dahulu menampilkan gambar terkait gender agar siswa memiliki gambaran awal.
Materi diawali dengan penjelasan tentang pengertian gender. Selama ini, banyak masyarakat yang memahami gender hanya sebagai jenis kelamin, padahal gender mencakup peran, sikap, dan tanggung jawab yang dibentuk oleh masyarakat bagi laki-laki dan perempuan. Selanjutnya, dijelaskan mengenai komunikasi gender, yaitu cara berbicara dan bersikap dengan baik serta sopan untuk menghargai dan menghormati orang lain.
Pemateri juga menjelaskan manfaat komunikasi gender yang baik, yaitu untuk menjaga keselamatan, kesehatan, serta harga diri atau kehormatan seseorang. Selain itu, diberikan pula contoh komunikasi gender yang baik dan buruk, termasuk dalam penggunaan media sosial. Pada bagian akhir materi, disampaikan solusi dalam menghadapi seseorang yang memiliki komunikasi yang kurang baik.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan pertanyaan pemantik kepada siswa untuk menguji pemahaman mereka. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ice breaking mengenai area privasi tubuh agar siswa lebih memahami pentingnya menjaga tubuh masing-masing. Setelah itu, kembali diberikan pertanyaan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu edukatif berjudul Area Privasiku yang dipandu oleh Ananta Rola Ariga dan Vika Ayu Lestari. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan sesi penyegaran melalui lagu edukatif tentang larangan saling mengejek.
Di akhir kegiatan, dilakukan dokumentasi bersama siswa dan para guru. Sebelum berpamitan, mahasiswa KPM bersalaman dan berbincang ringan dengan para guru. Mereka memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan karena dinilai relevan dan bermanfaat bagi siswa. Siswa juga terlihat sangat antusias, menyimak dengan penuh perhatian, serta menikmati pesan-pesan positif yang diberikan.
Kegiatan ini menjadi langkah kecil, namun nyata, dalam membangun generasi yang sadar gender dan terlindungi dari tindakan pelecehan. Terima kasih kepada UIN Suna, MTs Swasta Lueng Daneun, serta semua pihak yang telah terlibat.
Penulis: Vika Ayu Lestari, Mahasiswa KPM Kelompok 15 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Editor: Zuhra
