![]() |
| Foto: IST |
Namun, seiring bertambahnya usia, aku mulai bertanya-tanya. Apakah nama ini hanya sebuah harapan, atau justru menjadi beban?
Hidupku tidak selalu berjalan seperti arti namaku. Aku pernah menghadapi banyak kesulitan, tekanan, kegagalan, rasa lelah, dan masa-masa ketika aku merasa jauh dari kata "sejahtera." Ada hari-hari ketika aku mempertanyakan diri sendiri: mengapa seseorang yang bernama Sejahtra justru harus melalui begitu banyak ujian?
Lalu, aku menyadari sesuatu.
Mungkin orang tuaku tidak sedang menamai siapa aku saat itu. Mereka sedang mendoakan siapa aku akan menjadi.
Nama bukanlah cerminan keadaan hari ini. Nama adalah arah perjalanan.
Karena itu, aku memilih untuk terus belajar. Aku menulis, mengikuti perlombaan, aktif berorganisasi, mencoba hal-hal baru, dan tidak berhenti berkembang. Setiap langkah kecil menjadi cara untuk mendekatkan diriku pada makna nama yang telah diberikan sejak lahir.
Hari ini, ketika aku dipercaya menjadi Google Student Ambassador, aku merasa perjalanan itu mulai menemukan maknanya. Amanah ini bukan sekadar gelar, tetapi pengingat bahwa aku harus menjadi pribadi yang mampu membawa manfaat melalui teknologi, pendidikan, dan inovasi.
Menjadi Google Student Ambassador membuatku percaya bahwa kesejahteraan bukan hanya tentang memiliki banyak hal. Sejahtera adalah ketika ilmu yang dimiliki bisa dibagikan, kesempatan yang diterima bisa membuka jalan bagi orang lain, dan setiap pencapaian menjadi alasan untuk terus rendah hati.
Kini, aku tidak lagi bertanya apakah namaku adalah harapan, doa, atau beban.
Aku percaya namaku adalah ketiganya.
Harapan yang ditanamkan oleh orang tuaku.
Doa yang terus menyertaiku di setiap langkah.
Dan beban yang berubah menjadi tanggung jawab untuk terus bertumbuh.
Aku mungkin belum sepenuhnya menjadi "Sejahtra." Masih banyak mimpi yang ingin kuraih dan tantangan yang harus kulewati. Tetapi, setiap hari aku berusaha sedikit demi sedikit agar hidupku benar-benar mencerminkan namaku.
Karena pada akhirnya, seseorang tidak dikenang karena nama yang ia miliki, melainkan karena bagaimana ia memberi makna pada nama itu.
Dan aku memilih untuk menjadikan "Sejahtra" bukan sekadar nama, melainkan tujuan hidup.
Penulis: Sejahtera
Editor: Redaksi
