![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
www.lpmalkalam.com- Seminar Budaya Canang Cereukeuh di Era Generasi Z mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh seni atau tokoh adat. Generasi Z juga memiliki peran penting untuk mengenal, memahami, dan melestarikan warisan budaya daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya global, banyak generasi muda yang lebih cenderung mengikuti tren dari luar daripada mengenal budaya yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri.
Kesenian dapat dilestarikan melalui pendidikan, seni, dan nilai-nilai agama. Gagasan ini relevan dengan kondisi saat ini ketika banyak generasi muda mudah terpengaruh oleh budaya luar dan mulai melupakan budaya daerahnya sendiri. Ungkapan Aceh, "Menyo kon geutanyo, so sit lom. Menyo kon jino, pajan sit lom," mengandung makna yang mendalam bagi Generasi Z. Ungkapan tersebut mengingatkan bahwa jika pelestarian budaya terus ditunda, warisan budaya dikhawatirkan akan semakin terlupakan dan kehilangan peminat.
Oleh karena itu, upaya pelestarian budaya harus dimulai sejak sekarang melalui berbagai cara yang selaras dengan perkembangan zaman, seperti memanfaatkan media sosial, menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya, serta mengadakan kegiatan edukatif di lingkungan pendidikan. Seminar seperti ini memiliki peran penting karena tidak hanya memberikan pemahaman tentang kebudayaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa budaya merupakan identitas yang membedakan suatu daerah dari daerah lainnya.
Generasi Z perlu memiliki strategi sebagai penerus yang mampu mengolaborasikan perkembangan teknologi dengan upaya pelestarian budaya. Dengan demikian, Canang Cereukeuh tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.
Penulis: Rozatun Navais
