![]() |
| Foto: IST |
Jihan Fanyra berhasil meraih juara II, sementara Muhammad Khalilullah dan Andika Bayu Kurnia menduduki Top 10 Besar pada ajang tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN SUNA memiliki potensi besar dalam mengedukasi masyarakat terkait pejuang rupiah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari para pemuda Lhokseumawe sebagai fasilitator dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi rupiah dan sebagai agen edukasi dalam menjelaskan simbol identitas bangsa.
Jihan menyampaikan bahwa ia merasa bangga atas diri sendiri karena sudah melawan keraguan saat pertama kali memulai. Jihan juga berkata di balik kejuaraannya, sangat banyak tantangan yang dihadapi mulai dari padatnya jadwal kuliah dan tugas pada ajang perlombaan, tetapi itu tidak menjadi alasan agar ia mundur. Sejak awal memulai, Jihan tidak merasa kalah, karena berani memulai sudah menjadi kemenangan baginya.
Menurutnya, kunci dari kejuaraan tersebut adalah belajar. Karena banyak perbedaan ajang Duta CBP Rupiah dengan Duta lainnya. Duta CBP Rupiah mutlak difokuskan pada uang rupiah mulai dari filosofis, metode melihat keaslian uang rupiah, dan hal-hal yang ada didalamnya.
Jihan menyampaikan bahwa sekecil apapun langkah yang kita ambil jangan pernah lupakan rida dan doa orang tua serta guru. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar percaya pada potensi yang dimiliki, melakukan apa yang mampu dilakukan, jangan pernah merasa minder atau takut gagal, serta selalu bersyukur jika dikelilingi oleh orang-orang hebat.
"Kampus sangat support, baik itu dosen, pimpinan fakultas serta pimpinan kampus yang selalu memberikan dukungan mulai dari awal sampai saya akhirnya alhamdulillah mendapatkan juara 2 pada ajang Duta Muda CBP Rupiah," tambahnya.
Setelah pencapaian pada ajang ini, Jihan memiliki target agar terus menjadi fasilitator terbaik dalam agen paham rupiah sebagai penyampai edukasi kepada anak muda supaya bisa memandang rupiah bukan sekadar bernilai transaksi tetapi juga sebagai kedaulatan negara.
Penulis: Annisa Maulianda
Editor: Chalisa Najla Safira
