www.lpmalkalam.com- Dari sekian perjuangan yang dijalani, kali ini ia mencoba pantang mundur kembali. Terdapat seorang anak laki-laki bernama Bayu, sang pemimpi yang suka berkompetisi. Setiap ada perlombaan, ia selalu sigap mendaftarkan diri dan mengikuti lomba yang diminati.
Dengan modal tekad dan keberanian yang kuat, diikutinya hingga selesai dan sampai pengumuman itu tiba rasanya tidak membuahkan hasil. Sekali... dua kali... bahkan berkali-kali rasanya nihil. Kekalahan yang terus-menerus itu yang harus ia terima. Lelah. Ingin berputus asa rasanya.
Bayu merebahkan dirinya di kasur seraya menangis karena kegagalan yang dialami. Derai air mata terus membasahi pipinya. Hal tersebut membuatnya kehilangan daya untuk melakukan segalanya.
Namun, ia teringat dan meresapi sebuah perumpamaan "Pohon walaupun diterpa angin kencang tetap berdiri kokoh." Jika direnungkan, kalimat tersebut benar adanya. Ia tetap berdiri kuat dan tidak pernah menyalahi angin atas terpaan terhadapnya bahkan pohon tersebut dapat memberikan manfaat untuk sekitar.
Mengingat akan hal itu, ia akhirnya memetik banyak pelajaran berharga hanya dengan mengamati keteguhan sebuah pohon. Pohon itu seolah-olah bukan hanya sekadar tumbuh, melainkan mengajarkan pesan tersirat tentang pentingnya untuk terus bangkit, berdiri kokoh, memiliki keteguhan hati, prinsip hidup yang kuat, mental yang tangguh, dan bertahan hidup walau diterpa dengan situasi yang paling sulit sekalipun.
Penulis: Rizky Ramadhani
Editor: Chalisa Najla Safira
