Portal Berita Al-Kalam

Klarifikasi dari Istana: Presiden Prabowo Tegaskan Hormati Pakar Usai Sentilan 'Saking Pintarnya Jadi Goblok' Viral

Foto: BMPI Setpres www.lpmalkalam.com- Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi terbuka terkait pernyataan kontroversialnya yang se...

HEADLINE

Latest Post

27 September 2026

Klarifikasi dari Istana: Presiden Prabowo Tegaskan Hormati Pakar Usai Sentilan 'Saking Pintarnya Jadi Goblok' Viral

Foto: BMPI Setpres
www.lpmalkalam.com- Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi terbuka terkait pernyataan kontroversialnya yang sempat menyindir kalangan akademisi beberapa waktu lalu. Di hadapan puluhan akademisi dan pakar yang diundang ke Istana Merdeka, Kepala Negara menegaskan komitmennya bahwa pemerintah sangat menghormati sekaligus membutuhkan masukan dari para pakar. Pertemuan formal untuk berdiskusi dan meluruskan opini publik yang berkembang di media sosial tersebut sengaja digelar pada Kamis (24/09/2026).

Dalam forum resmi yang turut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mencurahkan pandangannya mengenai potongan video pidatonya yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menilai ada pihak tertentu yang sengaja memelintir ucapannya guna membangun narasi bahwa dirinya anti terhadap kaum intelektual.

"Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," ujar Presiden Prabowo di depan para tamu akademisi.

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa kebiasaan berdiskusi dan menyerap ilmu dari para ahli merupakan kunci sukses perjalanan kariernya, bahkan sejak dirinya masih aktif sebagai perwira militer di medan tugas.

Polemik ini berakar dari pidato politik yang disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/09/2026). Saat itu, ungkapan tajam sang presiden langsung memicu perdebatan sengit di ruang publik. "Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok," cetus Prabowo dalam pidatonya sepekan lalu.

Melalui pertemuan di Istana, mantan menteri pertahanan ini meluruskan bahwa kekesalannya kala itu bukan ditujukan kepada seluruh akademisi. Sindiran tersebut dialamatkan khusus kepada oknum pengamat yang dinilainya melayangkan kritik tanpa dasar data yang jujur, atau cenderung mengarah pada tudingan tidak tepat dan fitnah.

Alih-alih larut dalam tensi politik, agenda utama pertemuan di Istana Merdeka tersebut justru difokuskan untuk mencari formula ilmiah (scientific solution) dalam penanganan isu lingkungan makro. Presiden Prabowo mengumpulkan sedikitnya 22 pakar dan akademisi senior untuk membedah masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta tata kelola lahan gambut.

Secara terbuka, Kepala Negara meminta masukan konkret berbasis sains dari para ahli terkait tiga poin krusial:
  1. Metode pencegahan kebakaran hutan yang paling efektif dan efisien.
  2. Formula perlindungan sekaligus pemulihan kawasan ekosistem gambut nasional.
  3. Peluang pemanfaatan lahan gambut agar tetap produktif bagi ekonomi masyarakat tanpa merusak fungsi alam.
Langkah taktis mengundang para akademisi ini dinilai banyak pihak sebagai sinyal positif bahwa Istana tetap membuka pintu lebar-lebar bagi kajian ilmiah yang objektif untuk memperkuat perumusan kebijakan publik ke depan.


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira
banner
Latest
Next Post
Comments
0 Comments

0 comments:

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.