![]() |
| Foto: Annisa Maulianda |
HEADLINE
22 Agustus 2026
01 Maret 2026
Ramadan di Mereudu: War Takjil semarakkan Kawasan Pidie Jaya
![]() |
| foto: Intan Sarifah |
Di sekitar Pasar Mereudu hingga sepanjang jalan, para pedagang mulai membuka lapak sejak pukul 15.00 WIB. Mereka menawarkan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan khas Aceh seperti lontong kari, mi caluk, mi Aceh, dan lemang, hingga aneka takjil seperti gorengan, es teler, es buah, dan lain-lain. Suasana penuh kegembiraan sudah terasa sejak siang hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Menjelang waktu berbuka, semakin banyak warga berdatangan untuk membeli takjil, baik untuk dikonsumsi langsung maupun dibawa pulang. Kegiatan berburu takjil ini juga dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga karena beberapa pedagang menyediakan tempat duduk sederhana. Di sanalah warga dapat saling bertukar kabar sambil menunggu waktu berbuka.
Suasana ramai namun tetap tertib ini telah menjadi ciri khas Mereudu setiap bulan Ramadan. Aroma beragam takjil yang lezat serta suara tawa dan sapaan warga semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan keberkahan.
Penulis: Intan Sarifah
16 Februari 2026
Dari Langkah Tanpa Rencana, Latar Keluarga Sederhana, hingga Menjadi Presiden Mahasiswa dan Lulus Sarjana
![]() |
| Foto: IST |
25 November 2025
Cakru LPM Al-Kalam Mengikuti Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Pekan Kebudayaan Daerah Mahasiswa dengan Antusias
![]() |
| Foto: Fika Munayya |
Bagi penulis, acara ini bukanlah kegiatan biasa. Penulis menganggap pelatihan ini sebagai kesempatan untuk memperoleh dan memahami ilmu-ilmu jurnalistik yang disampaikan langsung oleh para jurnalis profesional. Di sini, para peserta dapat bertanya secara langsung mengenai hal-hal yang ingin mereka ketahui dan pelajari terkait dunia penulisan jurnalistik.
Acara berlangsung dengan lancar. Berbagai peserta aktif bertanya kepada pemateri selama kegiatan ini berlangsung. Jam mulai menunjukkan pukul 11.00, menandakan bahwa acara telah berlangsung cukup lama tanpa terasa. Penulis tersenyum bahagia. Ia berharap suatu saat nanti dapat kembali bertemu dengan para jurnalis hebat untuk terus mencari ilmu tentang jurnalistik. Penulis juga yakin akan ada banyak cerita bermakna yang akan ia temui di hari-hari mendatang.
Penulis: Cut Saputri (Magang)
14 November 2025
Ketika Hobi Jadi Rezeki
![]() |
| Foto: Razwa Syuib (magang) |
Ketika aku bertanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu karya, ibu itu hanya tersenyum dan bilang, ”Tergantung nak. Kalau gantungan, ga lama buatnya, paling sejaman. Kalau kotak tisu kaktus, itu bisa sehari, soalnya agak rumit." Setiap hasil rajutannya punya bentuk dan fugsi berbeda-beda, ada gantungan mobil, tempat tisu, dompet, dan lainnya. Uniknya, pembeli yang datang kebanyakan dari luar daerah, misalnya dari jakarta yang beli buat oleh-oleh karena bentuknya lucu dan beda dari yang lain.
Dari cerita ibu itu, aku jadi sadar bahwa sesuatu yang kita suka bisa jadi jalan rezeki kalau ditekuni. Hobi yang awalnya cuma buat senang-senang malah bisa bantu ekonomi keluarga. Di zaman sekarang, karya buatan tangan seperti ini, justru punya nilai tersendiri karena di buat dengan sabar dan penuh cinta. Makanya, penting banget buat kita menghargai dan mendukung para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang berkreasi dari hal-hal sederhana seperti merajut.
Penulis: Razwa Syuib (Magang)
Editor: Tiara Khalisna
03 November 2025
Waduk Jeulikat Lhokseumawe Terbengkalai, Warga Harap Pemerintah Turun Tangan
![]() |
| Foto: Daffa Alkausar (magang) |
Waduk Jeulikat mulai dibangun pada tahun 2014 dan resmi beroperasi pada 2016. Pada masa awal pembukaan, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga luar daerah karena menawarkan pemandangan indah dan suasana tenang. Kawasan wisata tersebut juga dilengkapi fasilitas seperti bebek dayung, jembatan, dan taman bunga yang menjadi daya tarik utama pengunjung.
Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2019, aktivitas wisata di waduk tersebut terhenti total. Tidak ada lagi pengunjung, dan pengelolaan pun berhenti karena keterbatasan dana. Akibatnya, fasilitas rusak, tumbuhan liar menutupi sebagian area, dan waduk berubah menjadi kawasan sunyi tanpa aktivitas.
Salah seorang pengunjung asal Aceh Tamiang, Samsiah, mengaku kecewa setelah melihat langsung kondisi Waduk Jeulikat. “Waktu saya lihat di Google Maps itu bagus, tapi setelah datang ke lokasi, sangat mengecewakan. Sunyi, tidak terawat, dan tampak berantakan. Jadi saya tidak tertarik lagi,” ujarnya.
Kondisi waduk yang tidak terurus itu juga menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Minimnya pengawasan membuat kawasan tersebut berisiko menjadi lokasi berbahaya, bahkan sempat menelan korban jiwa akibat area yang tidak terjaga.
Penjaga waduk, Mirsa Arianda, menjelaskan bahwa Waduk Jeulikat bukan milik pemerintah daerah, melainkan milik pribadi. Hal tersebut membuat pengelolaan dan pembiayaan sepenuhnya bergantung pada pemilik. “Sebenarnya waduk ini bukan ditelantarkan, tapi berhenti beroperasi sejak pandemi karena tidak ada pengunjung. Setelah itu, dana pengelolaan habis, jadi tidak bisa lagi membayar petugas dan menjaga kebersihan,” jelasnya.
Mirsa menambahkan, pemilik waduk kini berencana menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut. “Ada rencana untuk membangun ulang dan menata kembali area wisata ini. Kami menunggu waktu dan kondisi yang tepat agar bisa dikelola kembali secara aman dan baik,” ujarnya dengan optimistis.
Meski terbengkalai, Waduk Jeulikat masih menyimpan potensi besar. Pemandangan alam yang dikelilingi perbukitan hijau menawarkan keindahan yang layak dikembangkan kembali. Warga berharap agar Pemerintah Kota Lhokseumawe dapat memberikan perhatian lebih, baik melalui kerja sama, pendampingan, maupun promosi wisata. “Dengan penataan ulang dan dukungan yang tepat, Waduk Jeulikat berpotensi kembali menjadi destinasi unggulan Lhokseumawe bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat melalui usaha kecil dan layanan wisata,” harap salah satu warga sekitar.
Penulis: Intan Sarifah, Daffa Alkausar, Muhammad Iftal, Luthfiatil Syaqirah (magang)
Editor: Putri Ruqaiyah
Mengenai Saya
- LPM AL-KALAM
- Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.





