Aku berdiri di tepian pantai
Membiarkan kaki dibasuh buih
Menatap matahari yang perlahan luruh meredup
Memasuki pelukan ufuk dengan tenang
Aku terpaku dalam keheningan senja yang syahdu
Di balik senja yang kupandangi ini
Aku menemukan jejak yang kini jadi cahaya
Angin laut berbisik tenang membawa pesan
Meski beberapa nama telah dilarung waktu entah kemana
Mereka tetap menetap abadi di tiap aksara yang kutuliskan
Aku berjalan bersama mereka merayakan hal sederhana
Dengan tawa yang masih bergema manis ditelinga
Lalu, musim pun berganti dengan lembut
Membawa kita ke persimpangan jalan yang berbeda
Bukan untuk saling melupakan dalam kesedihan
Melainkan untuk mekar di taman kehidupan masing-masing
Rindu datang seperti ombak yang hadir dengan hangat
Lalu kembali ke samudera sebagai pengingat diri
Bahwa keindahan memang tidak selalu harus digenggam erat
Cukup disyukuri keberadaannya dalam sanubari
Aku juga tidak menyalahkan waktu yang telah berlalu
Pun tak memohon masa lalu untuk kembali lagi
Sebab, ada pertemuan yang hadir bukan untuk menetap
Melainkan untuk menjadi kompas yang mengajariku cara mencintai
Hidup dengan lebih bijak di sisa waktu ini
Dan jika senja kembali mengingatkanku pada mereka
Aku akan mengenangnya dengan benderang cahaya
Seperti langit yang menerima matahari tenggelam dengan syukur
Perpisahan hanyalah cara semesta memberi ruang
Untuk esok yang indah dan penuh dengan harapan
Sebab pada akhirnya yang berharga kini terasa
Bukan durasi singkat atau lama ia menetap
Melainkan sedalam apa jejak hangat yang tertinggal di jiwa
Maka di balik senja aku tak mengeja kehilangan
Melainkan alasan merayakan luasnya semesta
Aku sungguh beruntung dipertemukan dengan mereka
Yang membuat duniaku jauh lebih berwarna lagi
Seperti cahaya yang hadir memberi warna indah
Cerita yang tersimpan abadi dalam ingatan ini
Menjadi kenangan manis dalam perjalanan hidup
Penulis: Amanda Zuhra
Editor: Chalisa Najla Safira
