Portal Berita Al-Kalam

188 Mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe Resmi Dilepas dalam Program KPM Mandiri Tematik Ekoteologi

Foto: Putri Ruqaiyah www.lpmalkalam.com- Pelepasan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nah...

HEADLINE

Latest Post

19 Juli 2026

Hujan yang Tak Pernah Kusesali

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Langit kembali memeluk mendung

Sebelum sore sempat menjadi jingga

Sementara aku memeluk kenangan yang diam-diam bertumbuh

Di tempat yang tak pernah lagi kau singgahi


Gerimis jatuh begitu pelan

Seolah takut membangunkan rindu yang rapuh

Yang telah lama terlelap di dalam dada

Namun selalu terjaga setiap kali kau terlintas


Aku pernah percaya

Hujan selalu membawa kabar yang baik

Nyatanya, ia hanya membawa ingatan

Tentang seseorang yang dahulu pernah kupanggil rumah


Tak ada yang benar-benar berubah

Selain langkah kita yang memilih arah berbeda

Langit masih setia menaungi bumi

Sedang kita tak lagi berjalan di bawah doa yang sama


Barangkali menitipkan harap memang demikian

Tak selalu berakhir dengan saling memiliki

Kadang cukup dengan mengenang dalam diam

Tanpa menyalahkan waktu yang terus berlalu


Maka, bila hujan datang lagi

Biarlah ia jatuh setenang biasanya

Aku akan belajar melepaskanmu tanpa banyak kata

Sebab pada akhirnya, setiap hujan selalu tahu jalan pulangnya.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

18 Juli 2026

Dunia: Satu Bola, Satu Dunia

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Dari Ujung Utara hingga Selatan

Suara sorak bergema di setiap benua

Satu bola membelah lapangan hijau

Menyatukan hati yang berbeda warna


Keringat menetes di bawah terik

Langkah kencang mengejar mimpi

Kaki yang lincah, mata yang tajam

Mengejar gawang, mengejar nama


Di atas rumput tak ada beda

Antara raja dan rakyat biasa

Hanya keberanian, kerja keras, dan doa

Yang menentukan siapa yang bertahan


Bola melayang seperti harapan

Menembus benteng, menembus waktu

Satu tendangan, satu jeritan

Dunia berhenti sejenak menyaksikan


Penulis: Muhamad Iftal Ghifari

Editor: Redaksi

Sisa Hangat yang Membeku

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Tadi pagi

aku menyeduh dua gelas susu

Yang satu kuminum sampai habis

Yang satunya kubiarkan dingin sendiri


Kau tahu

ada uap yang perlahan menghilang

ada suhu yang kian menurun

tetapi kenangan tak kunjung lekang


Gelas itu kini terdiam kaku

seperti janji yang belajar sunyi

seperti luka yang ditinggal pergi

tergeletak bisu di atas meja


Tanpa perlu lagi aku bertanya

ke mana pemiliknya melangkah pergi

Hanya sepi yang kini menemani

merayap pelan di sudut hati


Susu dingin yang tak tersentuh

menjadi saksi perpisahan yang senyap

Kini waktu terus berjalan

meninggalkan cerita kita yang layu


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Redaksi

15 Juli 2026

Jejak Menuju Mimpi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Tak semua jalan dipenuhi cahaya

Kadang gelap datang tanpa aba-aba

Namun kaki harus tetap melangkah

Meski hati lelah dan tak tahu arah


Air mata bukan tanda menyerah

Melainkan bukti sebuah perjuangan

Luka mungkin meninggalkan bekas

Tetapi waktu perlahan mengajarkan ikhlas


Tak harus menjadi terhebat

Cukup menjaga untuk terus kuat

Sebab mimpi yang dijaga dengan sabar

Akan menemukan waktu untuk terus mekar


Teruslah melangkah meski pelan

Karena harapan tak pernah hilang ditelan zaman

Selama ada doa yang dipanjatkan

Akan ada alasan untuk melanjutkan kehidupan


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

13 Juli 2026

Retorika Luka

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- 

Duhai jiwa yang kini menjelma nista

Bersyukurlah jemariku gemar merawat aksara

Sebab saat kau runtuh kehilangan harga

Aku memilih diam dan menjauhkan prasangka


Ketika perangaimu mulai kehilangan pekerti

Dan laku tabiatmu tak lagi mampu kuhormati

Lidahku enggan mengotori diri dengan caci

Sebab amarah hanya akan merugikan hati


Alih-alih melumurkan makian yang sia-sia

Kupeluk sepi demi menenun bait-bait doa

Kuganti setiap perih menjadi baris diksi

Mengubur kecewa dalam sunyinya selembar puisi


Kusulam semua ini dengan sisa-sisa jemari

Sebagai penawar muak yang sempat menghampiri

Agar kelak saat ingatan memaksaku menoleh kembali

Bayangmu tak lagi menjelma racun di dalam diri


Kini biarlah aksara yang berbicara lirih

Mengganti benci menjadi penutup rasa perih

Sebab membalasmu hanya membuang waktu

Lebih baik kau lumat dalam keheningan baitku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

09 Juli 2026

Kelak, Namamu Tak Lagi Bergema

Foto: Pixabay

www.lpmalkalam.com- 

Kelak ketika musim kembali berganti

Namamu tak lagi mengetuk pintu pikiranku

Ia luruh seperti embun yang kalah oleh pagi

Meninggalkan daun tanpa jejak kehilangan


Barangkali aku akan lupa

Bagaimana suaramu pernah menjinakkan gaduh

Yang tersisa hanya lengang yang sederhana

Tanpa gema yang memanggilku pulang


Aku pun akan lupa caramu tersenyum

Yang dahulu meruntuhkan seluruh kewarasanku

Sebab waktu adalah sungai yang tekun

Mengikis batu tanpa pernah tergesa


Aku akan berhenti bertanya

Mengapa kau memilih pergi

Sebab ada jawaban yang tak ditulis kata

Melainkan disimpan oleh jarak


Pernah ada masa

Aku mengira kaulah muara

Padahal kau hanya persinggahan

Yang kupeluk lebih lama dari semestinya


Lucu rasanya mengenang hari-hari itu

Ketika kehilangan kusebut sebagai akhir

Kini kusadari yang benar-benar usai

Hanyalah harapan yang enggan berpamitan


Tak ada yang benar-benar abadi

Bahkan kenangan belajar menjadi debu

Ia terbang bersama angin yang diam

Lalu larut di langit yang tak bertanya


Jika suatu hari kita kembali berpapasan

Mungkin hanya seulas senyum yang kuberikan

Bukan karena luka telah lenyap

Melainkan karena ia telah pandai menjadi tenang


Dan saat hari itu benar-benar tiba

Aku tak sedang melupakanmu

Aku hanya selesai membawa beban

Yang sejak lama bukan lagi milikku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

03 Juli 2026

Jalan Kesuksesan

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- 

Di bawah lukisan abstrak langit yang membentang luas

Ada cita yang tersimpan dalam napas

Bukan tentang seberapa cepat diri berlari

Tapi tentang keberanian untuk terus berdiri


Sukses bukanlah sesuatu yang jatuh dari awan

Ia lahir dari keringat yang membasahi perjalanan

Tiap langkah adalah keberanian yang diuji

Melawan keraguan yang sering kali menghantui


Jangan biarkan lelah memadamkan api

Karena puncak gunung takkan bisa didaki

Jika tak berani melangkah di medan yang terjal

Dan hati menyerah pada cobaan yang menghadang


Ingatlah


Gagal adalah guru yang sabar

Mengajari kita agar menjadi lebih tegar

Karena pada akhirnya keberhasilan yang manis

Adalah buah dari jiwa yang tak pernah habis


Tetap berusaha

Meski rintangan menghadang

Karena masa depan adalah milik mereka yang mau berjuang

Yang menolak tunduk pada nasib yang kejam

Dan menyambut cahaya di balik malam yang kelam


Penulis: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Chalisa Najla Safira

28 Juni 2026

Bahasa Langit

 

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Bulan menggantung di cakrawala sunyi

Menjadi mata yang mengintip diam

Menjadi saksi bagaimana jarak memendek

Dalam percakapan yang enggan usai


Malam menadah sisa langkah

Langit merapikan gugusan cahaya

Ada tawa yang sengaja kutinggalkan

Bersemayam pada palung yang tak terjamah


Jalan menjelma sungai yang mengalir landai

Menghanyutkan hangat di muara tanpa nama

Angin menyimpan riwayat tanpa bunyi

Di balik daun yang menolak gugur


Semesta bekerja dalam diam

Menanam debar tanpa perlu tumbuh

Di ambang pintu aku merasa ganjil

Bukan sandang bukan pula aksara


Jiwa tertinggal di kedalaman matamu

Sejak itu langit tak lagi serupa

Bintang tetap menyala di kejauhan

Menjadi saksi doa yang pernah ada


Perjumpaan hanyalah musim yang singgah

Luruh bersama embun di pucuk waktu

Menyisakan aroma pada lembar ingatan

Sebagai jejak yang tak perlu dicari


Bila nanti kau kembali bertandang

Jangan mencari senyum yang lama

Ia telah menjadi bahasa langit

Yang hanya dikenang tanpa dipanggil


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

25 Juni 2026

Menyimpan dalam Kata

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Barangkali aku memilih menulis

Karena waktu pandai membawa pergi

Sedangkan aksara yang kutinggalkan

Selalu punya cara untuk abadi


Tak semua rasa sanggup diucapkan

Tak semua rindu dapat disampaikan

Ada yang memilih hidup dalam diam

Terkurung rapi di lembar yang kutuliskan


Manusia datang lalu berlalu

Meninggalkan jejak yang kian samar

Namun tulisan tetap setia menunggu

Menjaga kenangan agar tak pudar


Pada setiap kalimat yang lahir

Ada serpih diri yang kusimpan

Bukan untuk dipuja dunia

Melainkan untuk melawan kehilangan


Mungkin suatu hari semua berubah

Jarak menjadikan kita asing

Tetapi kata tak pernah berpindah

Ia menetap dalam sunyi yang bening


Aku percaya setiap tulisan

Adalah rumah bagi sebuah rasa

Tempat yang tak dapat disentuh waktu

Meski musim terus berganti arah


Maka jika kelak kau bertanya

Mengapa aku begitu gemar menulis

Jawabannya sesederhana ini

Aku ingin merawat apa yang nyaris habis


Sebab kenangan pasti memudar

Dan perjumpaan punya akhirnya

Namun selama kata masih bernapas

Akan selalu ada yang tetap hidup di dalamnya


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.