Foto: Fika Munayya |
Jauh sebelum acara, panitia telah menyiapkan segala keperluan dan merancang formasi yang dibutuhkan dalam persembahan mozaik. Beberapa kendala juga terjadi seperti ketidakcukupan kertas serta kelalaian dari mentor dan mahasiswa baru itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Irfan yang merupakan Koordinator Mozaik sekaligus Menteri Sosial dan Budaya Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) melalui wawancara langsung usai pertunjukan mozaik pada Sabtu pagi (30/08).
Irfan menyampaikan sebelas formasi yang dipertunjukkan diantaranya adalah logo kampus UIN SUNA, logo PBAK, teks yang bertuliskan Nahrasiyah Muda, teks yang bertuliskan tahun kelahiran UIN SUNA, bendera Indonesia, tahun lahir Indonesia, peta Aceh, bendera Aceh, dan bendera One Piece.
Foto: Fika Munayya |
Pertunjukan mozaik diakhiri dengan pelemparan papermob yang telah digunakan dan smoke bomb (petasan asap) oleh panitia untuk mengitari seluruh mahasiswa yang berada di tempat tersebut. Drone yang mengambang di langit juga mengambil banyak momen, baik saat pertunjukan hingga foto bersama seluruh mahasiswa, panitia, dan mentor kelompok.
"Harapan ke depannya untuk panitia selanjutnya dapat mengadakan lagi mozaik seperti ini, karena ini merupakan cerminan untuk kita iklan (mempromosikan) kampus kita juga, membangun citra kampus kita untuk lebih baik ke depannya," harapnya.
Reporter: Fitdaturrahmi
Penulis: Alya Nadila
Editor: Zuhra