Portal Berita Al-Kalam

Meugang: Bukan Sekadar Daging, tetapi Warisan Budaya

Foto: Pixels www.lpmalkalam.com- Meugang , dalam masyarakat Aceh, dikenal sebagai hari yang dipenuhi oleh daging. Sebenarnya, tradisi ini bu...

HEADLINE

Latest Post

26 Mei 2026

Meugang: Bukan Sekadar Daging, tetapi Warisan Budaya

Foto: Pixels

www.lpmalkalam.com- Meugang, dalam masyarakat Aceh, dikenal sebagai hari yang dipenuhi oleh daging. Sebenarnya, tradisi ini bukan sekadar tentang daging, melainkan tradisi turun-temurun di Aceh ketika seluruh masyarakat memasak dan menghidangkan daging untuk keluarga mereka. Meugang biasanya berlangsung dua hari sebelum Lebaran Idulfitri dan Iduladha. Masyarakat menyebutnya sebagai meugang kecil (dua hari sebelum Lebaran) dan meugang besar (satu hari sebelum Lebaran).

Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh. Menurut masyarakat Aceh, daging yang dihidangkan merupakan bentuk rasa syukur sekaligus simbol kebersamaan dalam kehidupan sosial. Dahulu, pada masa Kesultanan Aceh di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau, dan hewan ternak lainnya disembelih untuk dibagikan kepada fakir miskin dan anak yatim. Hal tersebut menjadi bukti bahwa tradisi meugang sangat lekat dengan nilai keberkahan dan kepedulian sosial.

Setiap sudut kota maupun desa di Aceh merayakan hari besar ini. Meskipun terdapat sedikit perbedaan di beberapa daerah, tradisi meugang tetap memiliki makna yang sama bagi seluruh masyarakat Aceh. Menjelang hari meugang, masyarakat Aceh sangat antusias menyiapkan berbagai hewan ternak untuk diperjual belikan demi terciptanya pemerataan ekonomi. Ketika hari meugang tiba, banyak masyarakat dari berbagai profesi menghentikan aktivitas pekerjaan mereka untuk merayakan tradisi warisan leluhur ini.

Daging yang dibeli kemudian dimasak menjadi berbagai hidangan khas Aceh, seperti kari, kuah beulangong (gulai khas Aceh), sie reuboh (daging rebus asam pedas), dan sop daging. Uniknya, masyarakat Aceh tidak pernah menganggap tradisi ini sebagai beban. Baik kalangan atas maupun bawah tetap berusaha agar keluarga mereka dapat menikmati daging pada hari meugang.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Zahratul

banner
Previous Post
Next Post
Comments
0 Comments

0 comments:

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.