![]() |
| Foto: Pixels |
Dahulu, komunikasi dan interaksi sosial jauh lebih terasa seperti kegiatan yang sering dilakukan dengan tatap muka, gotong royong atau kerja bakti, dan silaturahmi menandakan interaksi sosial yang masih sangat kental di kalangan masyarakat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan tersebut mulai memudar secara perlahan. Terkadang masyarakat sekarang lebih memilih kegiatan yang dilaksanakan secara virtual sehingga kebersamaan menurun dan cenderung memiliki rasa individualisme.
Individualisme adalah sikap atau pandangan seseorang yang hanya berorientasi pada diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Hal inilah yang membuat rasa empati menurun dan berkurangnya kedekatan hubungan antarindividu. Globalisasi menjadi penyebab hal tersebut. Menyajikan informasi yang cepat, luas, hingga lintas batas sehingga seseorang tidak perlu datang menghampiri orang atau tempatnya secara langsung. Globalisasi juga membuat seseorang hanya berfokus pada gawai sehingga mengabaikan orang di sekitar.
Selain itu, faktor perkembangan teknologi yang lain seperti internet mempermudah pencarian berbagai topik. Belajar maupun bekerja kini dapat dilakukan secara otodidak, tidak perlu membutuhkan bantuan orang lain. Perubahan dari segi ekonomi juga dapat memicu hal ini seperti seseorang yang terpaksa bekerja dengan jadwal yang padat hingga kurang mempunyai waktu dan perhatian untuk orang lain.
Pada dasarnya, individualisme merupakan sikap yang berdampak negatif dan menjadi tantangan di era saat ini. Perkembangan teknologi tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena yang menjadi masalah bukan pada alat, melainkan pengguna. Pengguna harus bisa menyeimbangkan antara dunia maya dan dunia nyata agar terhindar dari hal tersebut serta demi marwah dan nilai solidaritas tetap terjaga.
Penulis: Rizky Ramadhani
Editor: Chalisa Najla Safira
