Portal Berita Al-Kalam

Sepasang Sepatu Usang dan Mimpi yang Tak Pernah Padam

  Foto: Pexels  www.lpmalkalam.com- Pagi itu, suasana di SMA Nusa Bangsa terlihat lebih ramai dari biasanya. Siswa-siswi berlarian di lapan...

HEADLINE

Latest Post

08 Mei 2026

Sepasang Sepatu Usang dan Mimpi yang Tak Pernah Padam

 

Foto: Pexels 

www.lpmalkalam.com- Pagi itu, suasana di SMA Nusa Bangsa terlihat lebih ramai dari biasanya. Siswa-siswi berlarian di lapangan dengan semangat. Di tengah keramaian itu, tampak seorang siswa justru berjalan pelan sambil menunduk. Ia adalah Andre. Sepatu yang dipakainya tampak usang dengan tali yang hampir putus. 

Andre berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai sopir angkot, sedangkan ibunya pedagang kue kecil-kecilan di rumah. Keadaan itu sering membuat Andre merasa minder dengan teman-temannya. 

"Kenapa murung gitu, Dre?" tanya Raka, sahabatnya. 

Andre tersenyum kecil. "Kadang aku malu, Rak. Sepatuku begini, buku tugasku juga belum lengkap."

Raka menepuk pundaknya pelan. "Bukan soal apa yang kamu pakai, tapi sejauh mana kamu mau berjuang."

Ucapan itu membuat Andre terdiam. 

Dua hari lagi sekolah akan mengadakan lomba pidato antarsiswa. Pemenangnya akan menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti perlombaan tingkat kota. Melihat pengumuman di mading, Raka langsung menoleh ke arah Andre. 

"Kamu ikut, kan?"

Andre menggeleng cepat. "Aku nggak mungkin menang. Banyak yang lebih hebat, Rak."

"Jangan ngeremehin diri sendiri. Kamu punya kemampuan berbicara yang bagus," balas Raka yakin. 

Awalnya Andre ragu, tetapi akhirnya ia memberanikan diri untuk mendaftar. 

Tepat di hari perlombaan dimulai, aula sekolah terasa menegangkan. Satu per satu peserta tampil membawakan pidatonya. Andre yang duduk di kursi peserta terus menggenggam kertas dengan tangan gemetar. 

Ketika nomor undiannya dipanggil, ia berjalan perlahan menuju podium. Napasnya terasa berat. 

"Saya percaya..." ucap Andre pelan, "...bahwa mimpi tidak pernah memilih siapa yang pantas. Kadang justru mereka yang berjalan dengan keterbatasan adalah orang-orang yang paling kuat bertahan."

Suasana aula mendadak hening. 

Semakin lama suara Andre terdengar semakin mantap. Kata demi kata keluar dengan penuh keyakinan. Semua siswa memperhatikannya dengan serius, sementara beberapa guru terlihat tersenyum bangga dari bangku belakang. 

Saat pengumuman pemenang tiba, Andre hanya bisa menunduk pasrah. 

"Juara pertama lomba pidato diraih oleh...
Andre Bagaskara!"

Tepuk tangan langsung memenuhi aula. Andre terpaku sesaat, seolah tidak percaya namanya dipanggil. Raka berdiri paling depan sambil bersorak bangga. 

"Selamat, Dre!"

Andre tersenyum haru. Untuk pertama kalinya, ia merasa dirinya benar-benar berarti. 

Sebelum pulang, Pak Angga menghampirinya. 

"Kamu anak hebat, Andre," ujarnya. "Jangan pernah malu dengan keadaanmu. Tidak semua orang yang hidup sederhana kehilangan kesempatan untuk berhasil."

Andre mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca. 

Hari itu, Andre belajar satu hal penting. Terkadang mimpi besar memang lahir dari langkah-langkah kecil dan perjuangan yang tiada henti.


Penulis: Julia Sabela


Editor: Chalisa Najla Safira
banner
Latest
Next Post
Comments
0 Comments

0 comments:

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.