![]() |
| Foto: Julia Sabela |
www.lpmalkalam.com- Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Linge di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat pada Jumat (30/5/2026).
Kondisi tersebut terjadi setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sekitar enam bulan lalu. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke tenda darurat yang digunakan sebagai ruang kelas sementara. Meski belajar dengan fasilitas terbatas, para siswa tetap mengikuti pembelajaran setiap hari.
Salah seorang guru SD Negeri 10 Linge, Siti Rahma, S.Pd., mengatakan bahwa para siswa tetap menunjukkan semangat belajar meskipun harus belajar di tenda darurat. Menurutnya, para siswa tetap hadir dan mengikuti pelajaran dengan baik meskipun kondisi belajar belum memadai.
Ia berharap fasilitas sekolah yang rusak dapat segera diperbaiki agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman. Selain itu, para guru terus berupaya memberikan materi pembelajaran agar siswa tidak tertinggal selama masa pemulihan pascabencana.
Hingga kini, tenda darurat masih digunakan sebagai tempat belajar sementara bagi para siswa. Pemerintah daerah masih mengupayakan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan longsor.
Nurhayati, warga yang tinggal di sekitar sekolah, berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak. "Kami sedih melihat anak-anak masih harus belajar di tenda darurat setelah berbulan-bulan. Semoga pembangunan sekolah segera dilakukan supaya mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman," katanya.
