![]() |
| Foto: Pixels |
Banyak orang lebih memilih menggunakan dompet digital daripada harus membawa uang tunai. Rasanya lebih praktis karena hanya perlu memindai kode QRIS dan pembayaran langsung selesai. Namun, semakin sering menggunakan dompet digital, banyak orang lebih mudah mengeluarkan uang tanpa berpikir panjang.
Misalnya, saat pergi ke minimarket. Awalnya hanya ingin membeli beberapa kebutuhan saja, tetapi setelah melihat ada promo atau diskon akhirnya membeli barang-barang lain yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Karena pembayaran yang cukup mudah, banyak orang baru menyadari bahwa pengeluarannya sudah cukup banyak ketika melihat riwayat transaksi di aplikasi.
Menurut penulis, hal seperti ini sering terjadi di kalangan mahasiswa. Banyak yang menggunakan dompet digital setiap hari karena lebih praktis. Sayangnya, kemudahan tersebut terkadang membuat kita lupa mengatur pengeluaran.
Walaupun begitu, penulis tidak berpikir bahwa dompet digital adalah penyebab utama seseorang menjadi boros. Teknologi ini justru memberikan banyak manfaat dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita menggunakannya. Jika kita bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tentu saja penggunaan dompet digital tidak akan menjadi masalah.
Jadi, kita harus lebih bijak dalam menggunakan pembayaran digital. Sebelum membeli sesuatu, kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dompet digital merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi yang sangat bermanfaat. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kebiasaan mengelola keuangan yang baik. Jangan sampai karena mudahnya proses pembayaran kita justru menjadi lebih boros tanpa menyadarinya.
Penulis: Julia Sabela
Editor: Chalisa Najla Safira
