Portal Berita Al-Kalam

Kelompok Satu Kru Magang LPM Al-Kalam Telusuri Sejarah Makam Teungku di Lhokseumawe

Foto: Rahmah (Magang) www.lpmalkalam.com- Kelompok Satu Kru Magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sul...

HEADLINE

Latest Post

25 Oktober 2026

Kelompok Satu Kru Magang LPM Al-Kalam Telusuri Sejarah Makam Teungku di Lhokseumawe

Foto: Rahmah (Magang)
www.lpmalkalam.com- Kelompok Satu Kru Magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melakukan kunjungan lapangan untuk menelusuri sejarah makam Teungku di Lhokseumawe. Kegiatan peliputan tersebut berlangsung di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan prasasti yang tertera di situs cagar budaya tersebut, Teungku di Lhokseumawe diperkirakan hidup pada abad ke-14, yakni sekitar tahun 1398 Masehi, dan gugur sebagai syuhada dalam peperangan kaum muslimin. Beliau diyakini sebagai ulama yang mendirikan pusat Kota Lhokseumawe kuno di sepanjang Sungai Cunda. Kawasan tersebut dahulu merupakan kota pelabuhan strategis bagi para mualim pada masa Kerajaan Samudra Pasai. Besarnya pengaruh beliau disebut-sebut menjadi salah satu alasan nama Teungku di Lhokseumawe diabadikan sebagai nama kota tersebut. Meski demikian, kebenaran historis mengenai riwayat hidup dan peran beliau masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dalam proses pengumpulan data di lapangan, para kru magang menghadapi kendala berupa keterbatasan informasi mengenai sejarah makam tersebut. Di lokasi situs, tim tidak menemukan juru pelihara atau petugas khusus yang bertanggung jawab atas perawatan makam secara resmi.

Tim magang kemudian mewawancarai salah seorang warga setempat bernama Jubaidah. Ia tinggal di sekitar lokasi makam, tetapi bukan merupakan warga asli daerah tersebut. Dalam wawancara itu, Jubaidah mengungkapkan bahwa makam yang ada saat ini merupakan lokasi pemindahan yang ketiga.

"Makam yang pertama saya tidak tahu. Makam yang kedua itu yang di sebelah sana, sekarang sudah jadi tambak. Dan ini adalah makam yang ketiga," tutur Jubaidah saat memberikan keterangan kepada tim.

Menurut Jubaidah, pemindahan makam dari lokasi pertama hingga ke lokasi saat ini dilakukan karena lahan sebelumnya hendak dialihfungsikan oleh warga untuk keperluan lain. Ia juga menjelaskan bahwa informasi mengenai asal-usul ulama tersebut semakin tidak diketahui oleh masyarakat sekitar. Kondisi ini diduga berkaitan dengan minimnya dokumen tertulis serta tidak adanya dayah atau pesantren aktif yang secara khusus meneruskan pengetahuan mengenai sejarah beliau.

Selain menghadapi keterbatasan data, tim peliputan juga mengalami kendala bahasa saat berkomunikasi dengan narasumber. Wawancara awalnya berlangsung kurang lancar karena tim menggunakan bahasa Indonesia. Komunikasi kemudian menjadi lebih terbuka setelah tim beralih menggunakan bahasa Aceh.

Menghadapi berbagai keterangan lisan yang belum didukung bukti tertulis yang memadai, Kelompok Satu Kru Magang LPM Al-Kalam memilih untuk tetap mencatat penuturan warga sebagai bagian dari data lapangan. Namun, informasi tersebut diperlakukan sebagai keterangan awal yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga akurasi pemberitaan dan menghindari penarikan kesimpulan sepihak dalam penulisan sejarah lokal.


Reporter: Nuraisyah Br. Siagian (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira

banner
Latest
Next Post
Comments
0 Comments

0 comments:

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.