![]() |
| Foto: IST |
Kelompok ini diketuai oleh Abusalim dan beranggotakan 24 orang. Kelompok ini dibina oleh Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA). Dalam pelaksanaannya, kelompok ini dibantu oleh Forum Konservasi Leuser (FKL) dan didukung oleh Pemerintah Desa Seumanah Jaya.
Program livelihood tersebut memiliki dua kegiatan utama. Kegiatan pertama adalah upaya menghalau pergerakan gajah sumatra yang memasuki wilayah permukiman dan lahan warga. Kegiatan kedua adalah budi daya lebah kelulut sebagai kegiatan ekonomi tambahan bagi anggota kelompok.
“Kami tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga mencari cara agar warga bisa hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya. Dari kelulut inilah kami belajar bahwa jika alam dijaga, alam juga memberi rezeki,” ujar Ariyati, salah satu anggota Kelompok Linut Lestari.
Budi daya lebah kelulut dilakukan dengan menggunakan lebah jenis Trigona dan Laeviceps. Lebah tersebut dikenal oleh warga dengan sebutan lebah kelulut. Madu yang dihasilkan diproduksi dalam jumlah terbatas dan memiliki rasa sedikit asam.
Proses budi daya dilakukan di lokasi yang telah ditentukan oleh kelompok. Anggota kelompok melakukan perawatan kotak lebah, pemantauan kondisi koloni, dan pemanenan madu sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama.
Untuk mendukung kegiatan budi daya, tim FKL membantu membuat tempat pemeliharaan baru bagi lebah kelulut. Tempat tersebut terbuat dari bahan alami dan memiliki ruang yang lebih luas dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Tempat tersebut digunakan untuk menempatkan koloni lebah kelulut.
Selain kegiatan budi daya lebah, kelompok juga melakukan perawatan Taman Bunga Linut Lestari. Taman tersebut berada di Desa Seumanah Jaya dan ditanami berbagai jenis bunga. Perawatan taman dilakukan oleh anggota kelompok secara bergiliran.
Taman bunga tersebut berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman berbunga. Tanaman tersebut menjadi sumber pakan bagi serangga penyerbuk, termasuk lebah kelulut. Selain itu, taman tersebut juga menjadi lokasi kegiatan kelompok.
Kelompok ini mencatat kegiatan panen sebagai bagian dari jadwal kegiatan. Panen madu kelulut dijadwalkan pada 27 September 2026. Panen tersebut akan dilakukan oleh anggota kelompok di lokasi budi daya.
