www.lpmalkalam.com- Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Nvidia, dikabarkan akan berinvestasi sekitar US$4,5 miliar atau setara Rp80,64 triliun untuk pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Batam, Kepulauan Riau. Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Kamis (24/9/2026).
Airlangga mengatakan pusat data yang kuat dapat mendukung penggunaan AI pada sejumlah sektor, seperti manufaktur, logistik, layanan kesehatan, pemerintahan, dan pertambangan. Menurutnya, Indonesia dapat menggunakan AI untuk mendukung pembangunan pada masa mendatang
.
Proyek tersebut melibatkan Firmus Technologies Pty Ltd yang bekerja sama dengan Nvidia Corp. dan perusahaan asal Singapura, DayOne. Ketiganya mengembangkan fasilitas yang disebut Nvidia DSX AI Factory di Batam. Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.
Firmus Technologies sebelumnya mengumumkan bahwa fasilitas tersebut akan dikembangkan melalui kemitraan dengan Nvidia dan DayOne. Proyek itu juga diproyeksikan menyediakan hingga 170.000 akselerator AI Nvidia secara bertahap sepanjang 2027 hingga 2028.
Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Li Claudia Chandra mengatakan kehadiran Firmus Technologies, Nvidia, dan DayOne di Batam akan mendukung pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan di kawasan tersebut. “Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” kata Li Claudia dalam keterangannya.
Penulis: Chalisa Najla Safira
Editor: Zahratul
