![]() |
| Foto: M. Rahul Gonzales |
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi tugas kru magang LPM Al-Kalam tahun 2026. Sebelum melakukan kunjungan, kelompok dua terlebih dahulu berkoordinasi dengan penjaga makam sehari sebelum kegiatan berlangsung.
Kunjungan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.15 WIB. Para kru magang mengumpulkan informasi melalui wawancara dengan Kamariah, penjaga makam yang telah bertugas selama lebih dari 20 tahun bersama suaminya, almarhum Abu.
Menurut penuturan Kamariah, makam Putroe Neng telah ada sejak zaman Belanda. Ia menyebutkan bahwa salah satu ujung batu nisan Putroe Neng pernah dipatahkan oleh pihak Belanda dan dibawa ke negara mereka.
Kamariah juga menceritakan legenda Putroe Neng. Nama aslinya disebut Nian Nio Lian Khie. Ia dikisahkan sebagai perempuan asal Cina Siam yang datang ke Aceh untuk menaklukkan Kerajaan Peureulak. Dalam legenda tersebut, Putroe Neng disebut memiliki 100 suami. Sebanyak 99 di antaranya meninggal dunia.
Kamariah mengatakan banyak orang meragukan kisah tersebut. Namun, ia meyakini cerita itu berdasarkan pengalaman keluarganya.
“Abu pernah didatangi sosok wanita cantik di depan rumah kami. Ia bilang sudah menyimpan sesuatu untuk kami di rumah. Wanita itu sangat cantik, putih, dan tinggi. Abu merasa dia adalah Putroe Neng. Tidak lama setelah itu, saya menemukan beberapa perhiasan emas di rumah. Kami yakin itu dari Putroe Neng,” ujarnya.
Kamariah menyampaikan bahwa makam Putroe Neng masih dikunjungi masyarakat. Sebagian pengunjung datang untuk mengetahui kisah Putroe Neng. Ada pula yang datang untuk melaksanakan nazar.
“Sering datang pengunjung, Nak. Bahkan, ada yang bernazar di makam ini dengan membawa kambing ataupun sedekah,” ujarnya.
Kamariah kembali menegaskan bahwa cerita yang disampaikannya berdasarkan pengalaman keluarganya. Ia menyebut almarhum suaminya sebagai saksi atas kejadian tersebut.
“Nenek tidak mengarang cerita tentang Putroe Neng ini. Mungkin sebagian menganggap bodoh dengan kisah seperti ini, tetapi semuanya benar-benar terjadi dan Abu sebagai saksinya,” tambahnya.
