Portal Berita Al-Kalam

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

Foto: Kompas.com www.lpmalkalam.com- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (6/10/2026).  Kondisi tersebut diduga di...

HEADLINE

Latest Post

01 Oktober 2026

Korlab Saleum Teuka 2026 Klaim 90 Persen Siap, Dekanat Sebut Tak Terima Proposal

 

Foto: Abdul Azis Perangin Angin

www.lpmalkalam.com- Rencana pelaksanaan Saleum Teuka oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang dijadwalkan pada Minggu (20/09/2026) dan berakhir tidak terlaksana menjadi persoalan di lingkungan mahasiswa FTIK. Persoalan tersebut kemudian menjadi titik awal LPM Al-Kalam dalam menelusuri serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Setelah bergerak mencari informasi dari berbagai sudut pandang, diketahui bahwa terdapat perbedaan informasi antara pihak panitia dan Dekanat FTIK, terutama mengenai proses komunikasi dan perizinan kegiatan. Guna mendapatkan informasi dari pihak Ormawa, LPM Al-Kalam terlebih dahulu menghubungi Muhammad Agha Alfaysal selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK pada Senin (21/09/2026). Dalam wawancara tersebut, Agha mengatakan bahwa Ormawa tidak pernah menyepakati keputusan untuk mentiadakan Saleum Teuka. “Kami Ormawa tidak ada menyepakati hal demikian,” ujar Agha melalui WhatsApp.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut, Agha justru mengirimkan kontak Ketua Panitia serta Koordinator Lapangan (Korlab) yang bertujuan agar LPM Al-Kalam kemudian meminta keterangan langsung kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan. Melalui nomor yang sudah diberikan, LPM Al-Kalam kemudian berupaya menghubungi pihak panitia dan Korlab untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Penggalian informasi tersebut dilakukan pada Selasa (22/09/2026). Dalam mendapatkan keterangan yang sejalan, LPM Al-Kalam melalui WhatshApp menghubungi Trias selaku Ketua Panitia Saleum Teuka tahun 2026. Trias kemudian menyampaikan bahwa keterangan mengenai persoalan tersebut dapat ditanyakan kepada Ketua DEMA dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTIK. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua panitia mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. “Saya selaku Ketua Panitia juga mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. Jawabannya ada sama Ketua tersebut kak,” kata Trias.

Mendapati konfirmasi yang saling tolak-menolak, maka LPM Al-Kalam kemudian melanjutkan konfirmasi kepada Azmi Hidayatullah selaku Korlab kegiatan yang disebutkan. Saat ditanya mengenai alasan utama Saleum Teuka tidak terlaksana, Azmi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan kegiatan tersebut ditiadakan. Menurut Azmi, Saleum Teuka selama ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Ia juga mengatakan bahwa beberapa fakultas lain telah melaksanakan kegiatan serupa. Namun, kemudian muncul surat dari pihak Dekanat yang menurutnya berkaitan dengan larangan kegiatan Saleum Teuka ke laut karena adanya kekhawatiran terhadap premanisme, pungutan uang mahasiswa, serta kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dalam penjelasannya, Azmi mengatakan bahwa panitia sebelumnya telah berupaya menemui Wakil Dekan (Wadek) III FTIK pada Kamis dengan tanggal yang tidak dikonfirmasi.

“Kronologinya adalah pada hari Kamis kami pihak panitia Saleum Teuka ingin menjumpai Wadek III, tapi beliau berhalangan. Kemudian kami mengajukan proposal hari Jumat dan tidak ada balasan apa-apa. Kemudian keluar surat larangan dari pihak fakultas,” ujar Azmi.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan Saleum Teuka yang direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu, (20/09/2026) tersebut telah mencapai sekitar 90%. LPM Al-Kalam kemudian menanyakan lebih lanjut mengenai angka 90% yang telah disebutkan, hal ini didasarkan pada pengakuan pihak Ormawa bahwa pengajuan proposal dilakukan pada hari Jumat, sementara itu kegiatan akan dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Melalui keterangan tersebut, maka pertanyaan yang diajukan mengarah pada penilaian yang diberikan dengan nilai sebesar 90% lebih dominan pada aspek teknis atau pada administrasi dan perizinan. Namun, hingga berita ini disusun, Azmi belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas pertanyaan tersebut.

Guna mendapatkan kejelasan dari pihak DEMA, LPM Al-Kalam kembali menghubungi Agha pada Rabu (23/09/2026). Dalam keterangannya, Agha menyampaikan bahwa Dekanat memang belum memberikan izin terkait Saleum Teuka. “Nantinya kita akan bermusyawarah kembali. Namun yang kami harapkan, temu ramah per jurusan atau prodi terlaksanakan,” ujar Agha. 

Menanggapi angka persiapan yang sudah 90% dengan perizinan yang belum diperoleh, dalam kesempatan wawancara tersebut LPM Al-Kalam kemudian menanyakan kepada Agha. Namun, ia juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai angka tersebut mengarah pada kesiapan teknis kegiatan dan proses administrasi,  atau lebih besar pada salah satu kesiapan saja. 

Selain Ketua DEMA, LPM Al-Kalam juga berupaya mendapatkan keterangan dari Ketua SEMA FTIK, Abdul Aziz Yuda Hermawan. Konfirmasi telah dilakukan, tetapi hingga berita ini disusun dan dipublikasi belum diperoleh keterangan yang dapat menjelaskan posisi SEMA dalam persoalan tersebut. 

Wakil Dekan III FTIK UIN SUNA

Untuk melihat sudut pandang dari Dekanat fakultas terkait, LPM Al-Kalam kemudian menghubungi Wadek III FTIK yaitu Nurul Fadhillah pada Selasa (22/09/2026). Dalam keterangannya, Wadek III mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan Saleum Teuka dari Ormawa. “Belum ada info tentang Saleum Teuka, Ormawa belum ngomong ke saya kapan mau dibuat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa apabila Ormawa tidak menyampaikan informasi, melakukan komunikasi, dan meminta izin secara langsung, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak dianggap sebagai kegiatan yang mewakili kampus. 

Keterangan tersebut menjadi salah satu titik yang berbeda dengan pernyataan Azmi. Kemudian, terkait dengan pertemukaan dalam rangka pengajuan proposal kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa dan Wadek III FTIK, melalui konfirmasi yang dilakukan oleh LPM Al-Kalam, Wadek III menyatakan bahwa informasi mengenai Saleum Teuka belum diterimanya secara langsung.

LPM Al-Kalam juga melakukan konfirmasi kepada Wakil Dekan I FTIK, Susi Yusrianti. Ketika ditanya mengenai Saleum Teuka, Susi menjawab, “Acara apa ya? Belum dapat informasinya.”

Keterangan tersebut kembali menunjukkan bahwa informasi mengenai rencana Saleum Teuka belum diterima oleh seluruh jajaran dekanat ketika LPM Al-Kalam melakukan konfirmasi.

Guna mendapatkan informasi yang tepat maka, LPM Al-Kalam kemudian melakukan wawancara secara langsung dengan Dekan FTIK, Jumat Barus, di ruangannya pada Senin (28/09/2026).

Dekan FTIK UIN SUNA

Dalam wawancara tersebut, Jumat mengatakan bahwa dirinya justru heran ketika mendengar adanya informasi bahwa Saleum Teuka tidak mendapatkan izin dari Dekanat. Menurutnya, pihak fakultas tidak pernah menerima informasi mengenai rencana kegiatan tersebut. “Saya herannya, kenapa kok ada muncul kok tidak diizinkan Saleum Teuka, padahal kami sendiri tidak tahu kegiatan itu, dan kegiatan itu pun tidak pernah dikasih tahu ke kami,” ujar Jumat.

Jumat juga mempertanyakan pernyataan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 90%. Menurutnya, proses persiapan sebuah kegiatan mahasiswa seharusnya diawali dengan pengajuan izin karena Ormawa FTIK berada dalam struktur kelembagaan fakultas.

“Saya heran tadi persiapannya sudah 90%, persiapan apa? Seharusnya kan persiapan itu pertama minta izin dulu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tingkat fakultas seharusnya disampaikan melalui jalur yang sesuai, mulai dari Wadek III hingga Dekan fakultas. Jumat mengatakan dirinya tidak pernah diajak duduk bersama untuk membahas rencana Saleum Teuka.

“Agha ataupun Wadek III tidak ada yang membicarakan ini dengan saya. Kami enggak pernah diajak duduk dan menyampaikan, ‘Pak, kami mau buat ini,’ kemudian kapan dilaksanakannya pun kami enggak tahu sama sekali,” ujarnya.

Ketika LPM Al-Kalam menyampaikan informasi bahwa panitia disebut mengajukan proposal pada hari Jumat, selaku Dekan Fakultas, Jumat mempertanyakan kepada siapa proposal tersebut diberikan. “Ke mana mereka kasih? Fakultas?” tanyanya.

Ketika kemudian ditanyakan apakah pengajuan proposal yang dilakukan lebih awal akan membuka kemungkinan kegiatan memperoleh izin, “Kalau mereka kasih proposal lebih awal apakah diizinkan? Itu nanti kami pertimbangkan,” katanya.

Menurut Jumat, pihak fakultas perlu melihat terlebih dahulu isi proposal, “Nantikan kami lihat dulu isinya apa. Itu pasti nanti kita duduk dulu, bagaimana, di mana diadakan, kapan, ada tidak kutipan. Itu kan perlu duduk, mungkin Wadek III dengan panitia,” ujarnya.

Jumat menegaskan bahwa pertimbangan utama pihak fakultas dalam memberikan izin adalah keselamatan mahasiswa. Ia juga mengatakan bahwa sebelum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pihak Dekanat telah melakukan rapat bersama ketua-ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sudah memberikan peringatan guna kejadian tahun lalu tidak berulang.

“Saya sudah sampaikan saya tidak ingin ada kegiatan di luar kampus seperti tahun lalu yang tanpa izin dari fakultas. Itu sudah kami kasih peringatan,” kata Jumat.

Menanggapi informasi yang menyebut Saleum Teuka ditiadakan karena tidak mendapat izin dari Dekanat, Jumat memberikan bantahan tegas. Menurutnya, pihak fakultas belum pernah menerima informasi mengenai kegiatan tersebut untuk kemudian memberikan keputusan.

“Kalau ada informasi yang mengatakan kalau Saleum Teuka ini ditiadakan karena tidak dapat izin dari dekanat, maka itu salah 100%,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, LPM Al-Kalam masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang belum memberikan keterangan secara lengkap, termasuk Ketua SEMA FTIK dan pihak terkait lainnya, agar informasi mengenai tidak terlaksananya Saleum Teuka dapat disampaikan secara utuh dari seluruh pihak.


Reporter: Putri Ruqaiyah dan M. Rahul Gonzales

Penulis: Putri Ruqaiyah dan Ririn Dayanti Harahap

Editor: Redaksi 

24 September 2026

Insiden Family Gathering FEBI, Panitia Ungkap Kronologi dan Evaluasi Pengawasan


Foto: IST
www.lpmalkalam.com-
Dalam rangka penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2026, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Family Gathering yang bertempat di Pioneer Camp, Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026) sejak pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di kampus setempat bagi mahasiswa yang berada di sekitar kampus hingga 16.45 WIB. 

Melalui informasi yang beredar di kalangan mahasiswa kampus setempat, telah terjadinya kecelakaan yang dialami oleh tiga orang Maba. Guna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai fakta di lapangan, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam kemudian bergerak memastikan informasi tersebut dengan mewawancarai Alfi Syahri selaku Koordinator Lapangan (Korlap). 

Melalui hasil wawancara bersama Alfi, diketahui bahwa Maba yang mengalami kecelakaan hanya dua orang, sedangkan satu Maba dari total korban yang diisukan tidak mengalami kecelakaan, tetapi sesak napas saat berada di lokasi kegiatan. Mengetahui jarak kampus dengan tempat pelaksanaan kegiatan berjarak 18,4 Kilometer (Km), maka pihak LPM Al-Kalam mengajukan pertanyaan terkait alasan pemilihan tempat tersebut. Alfi kemudian menjelaskan bahwa Pioneer Camp dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki area yang luas, suasananya sejuk, dan dinilai sesuai untuk kegiatan mahasiswa. 

Menanggapi isu yang tersebar, Alfi juga mengatakan bahwa salah satu Maba yang mengalami kecelakaan mengaku sudah melihat seekor lembu yang hendak menyeberang jalan, kemudian Mahasiswa tersebut berusaha mendahului lembu tersebut, tetapi salah memperhitungkan jarak sehingga terjadi kecelakaan. “Dia bilang, ‘Salah saya, Bang. Saya salah perhitungan. Karena lembu itu mau menyeberang, saya sedikit tancap gas untuk mendahului lembu tersebut,’” ujar Alfi. 

Guna memperjelas kondisi yang terjadi, pihak LPM Al-kalam juga melakukan wawancara kepada Indra Fahreza selaku Koordinator Konvoi. Ia menyampaikan bahwa dalam perjalanan pulang, ia berada di depan bus sehingga kabar kecelakaan diterimanya setelah berada di kampus. Ia kemudian mengatakan bahwa panitia yang berada di belakang rombongan langsung menghentikan perjalanan dan membawa kedua mahasiswa tersebut ke Puskesmas Muara Satu. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan untuk luka lecet dan obat minum. 

Alfi juga mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur akibat hujan. Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan yang dialami oleh dua Maba Febi terjadi saat perjalanan pulang dari lokasi kegiatan ketika rombongan mahasiswa Febi Pioneer Camp sekitar pukul 16.45 WIB. Menurutnya, panitia sebelumnya telah meminta penanggung jawab keamanan yaitu Muhammad Syahril Ramadhan untuk melakukan pengawasan selama perjalanan. “Kami sudah meminta PIC (Person in Charge/Penanggung Jawab) keamanan untuk lebih mengontrol saat pergi dan pulang,” kata Alfi. 

Dalam wawancara tersebut diketahui bahwa pihak panitia sudah membuat Google Form yang dapat diisi oleh Maba FEBI dengan memilih tiga opsi transportasi yang sudah disediakan oleh panitia. Berdasarkan data Google Form yang diisi oleh 145 responden, sebanyak 43,4% memilih menggunakan sepeda motor pribadi, 29,7% menggunakan sepeda motor bersama teman, dan 26,9% memilih bus. Dengan demikian, 73,1% responden memilih menggunakan sepeda motor, baik sendiri maupun bersama teman. 

Pada wawancara juga disampaikan bahwa panitia juga sudah menyiapkan satu transportasi besar (bus kampus) sesuai dengan kebutuhan yaitu muatan barang dan jumlah Maba yang memilih opsi naik bus. Sementara itu, Alfi menyebut sekitar 90% Maba FEBI menggunakan sepeda motor. Ia mengatakan pada awal pendataan terdapat sekitar 30 mahasiswa yang memilih bus, tetapi pada hari pelaksanaan hanya 18 mahasiswa yang menggunakan bus karena sebagian mahasiswa lainnya memilih menggunakan sepeda motor sendiri atau bersama teman. “Tidak ada istilah kapasitas bus tidak cukup, 90% Maba memilih naik Honda masing-masing,” ujar Alfi. 

Melalui pernyataannya, LPM Al-Kalam kemudian mengajukan pertanyaan terkait adanya opsi menggunakan transportasi pribadi. Alfi mengatakan bahwa pilihan tersebut diberikan setelah beberapa mahasiswa baru menyampaikan kendala izin dari orang tua jika tidak diantar, jarak tempat tinggal yang lebih dekat dengan lokasi, serta pertanyaan mengenai transportasi bagi mahasiswa yang tidak menggunakan bus. 

Alfi juga menegaskan bahwa penggunaan kendaraan pribadi tidak diwajibkan kepada mahasiswa baru. Panitia memberikan pilihan tersebut berdasarkan kondisi peserta. Mahasiswa yang menggunakan sepeda motor juga diimbau untuk tidak berkendara sendiri dan dapat berboncengan dengan temannya. Menurutnya, panitia juga telah mengatur perjalanan kendaraan dalam satu rombongan dan menugaskan penanggung jawab keamanan untuk melakukan pengawasan.

Mengenai satu korban yang sesak napas, Alfi juga menyampaikan bahwa Sekretaris kegiatan juga sudah memberikan infromasi kepada para mentor untuk mengantisipasi kejadian serupa dengan meminta para maba membawa obat-obatan jika diperlukan. Hanya saja bukti yang diterima oleh LPM Al-Kalam hanya terusan kepada mentor saja, ia juga mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah para mentor sudah memberikan informasi tersebut kepada para Maba. “Dari sekretaris disampaikan kepada mentor untuk membawa perlengkapan yang diperlukan. Jadi, kami dari panitia menyerahkan kepada mentor untuk menyampaikan kepada maba,” ujar Alfi. 

Namun, Alfi mengatakan pihak panitia tidak memiliki bukti yang memastikan seluruh mahasiswa baru telah menerima informasi tersebut. Penyampaian informasi mengenai perlengkapan dilakukan melalui mentor. 

Menanggapi iuran sebesar Rp30.000 /orang, Alfi juga menjelaskan bahwa uang tersebut digunakan untuk kebutuhan acara. “Rp30.000 itu untuk parkir, tiket masuk, makan siang, dan hadiah perlombaan,” kata Alfi. 

Menutup wawancara yang dilakukan Alfi mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi panitia dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Alfi juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi perlu ditingkatkan. Ia juga menambahkan bahwa panitia perlu tetap tenang ketika terjadi insiden dan mengutamakan keselamatan peserta. “Kalau terjadi insiden, jangan panik. Kita minimalkan dulu risikonya, kemudian cari solusi dan laksanakan apa yang harus dilakukan,” ujarnya. 

Terkait penggunaan kendaraan pribadi pada kegiatan tahun depan, Alfi mengatakan keputusan akan diserahkan kepada pihak biro. Apabila bus kampus tidak dapat digunakan, panitia akan berupaya menyediakan kendaraan berukuran besar, terutama untuk mengangkut perlengkapan kegiatan.  


Reporter: Putri Ruqaiyah & Ririn Dayanti Harahap 

Editor: Redaksi

22 Juni 2026

Ormawa UIN SUNA Gelar Kajian Spesial Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

 

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com- Organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Kajian Spesial dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Gedung Biro UIN SUNA Lhokseumawe pada Senin (22/06/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Hijrah dengan Hati, Berdiri dengan Jati, Menjadi Pemuda yang Berarti untuk Negeri,” ini diikuti oleh civitas akademica serta organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan UIN SUNA. Panitia menghadirkan dai Provinsi Aceh, Junaidi Ilyas, sebagai pemateri utama.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Luthfiani, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Sahibul Kausar serta lantunan Selawat Badar yang dipimpin oleh Fauzan Imran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Presiden Mahasiswa (Presma), Fauzan Azima, dan Wakil Rektor III, Darmadi.

Dalam sambutannya, Darmadi menyampaikan bahwa hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Setelah itu, MC mengumumkan pemenang DEMA-U Islamic Competition Muharam 1448 H, Campus Speech Festival, sebelum memasuki sesi kajian inti yang disampaikan oleh Junaidi Ilyas.

Dalam kajiannya, Junaidi Ilyas menjelaskan bahwa hijrah merupakan proses perubahan yang membutuhkan niat tulus karena Allah Swt., lingkungan pergaulan yang baik, strategi yang tepat, serta perjuangan yang sungguh-sungguh. Ia juga mengulas perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. sebagai teladan bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Fauzan Azima, selaku presma UIN SUNA berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri serta meneladani hijrah Nabi Muhammad saw. dengan bertransformasi dari kehidupan yang kurang baik menuju pribadi yang lebih baik.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

07 Mei 2026

Ormawa Fasya Gelar Kelas Umum Bersama Haji Uma

 

Foto: Putri Ruqaiyah
www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan Kuliah Umum bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Aula Biro kampus setempat pada Kamis (07/05/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema 'Relasi Kewenangan Pusat dan Daerah dalam Negara Kesatuan: Menguji Eksistensi Qanun Aceh di Tengah Arus Unifikasi Hukum Nasional.' Rangkaian acara ini diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, serta Mars UIN SUNA. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia yaitu Al Muhajir, yang dilanjutkan oleh  Hasanul Aftar selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), serta sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Rektor (Warek) III UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. Darmadi, M.Si.

Dalam sambutannya, Darmadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Darmadi juga menyampaikan perjalanan transformasi kelembagaan kampus dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) hingga akhirnya berstatus menjadi UIN. Selain itu, ia turut menyinggung peran anggota DPD RI, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, dalam proses transformasi tersebut.

Setelah rangkaian seremoni dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan kepada acara inti dengan menghadirkan Haji Sudirman, S.Sos., M.Sos., anggota DPD RI/MPR RI, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Haji Uma membahas kedudukan serta dinamika Qanun Aceh di tengah arus unifikasi hukum nasional. Haji uma juga menegaskan pentingnya kajian lapangan terhadap implementasi Qanun di masyarakat.

“Kita perlu mencari tahu dan menganalisis keberhasilan penerapan qanun di gampong, khususnya dalam menyelesaikan perkara tindak pidana ringan atau tipiring hingga tuntas,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sesi diskusi, penyerahan sertifikat kepada pemateri, serta foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut.



Reporter: Intan Sarifah

Editor: Tiara Khalisna

10 April 2026

Ketua Umum DEMA FTIK Resmi Dilantik, Serukan Gerakan Mahasiswa yang Berdampak

 

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali menggelar momentum penting dengan dilantiknya kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) periode terbaru. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula FTIK UIN SUNA Lhokseumawe pada Selasa (07/04/2026).

Dalam pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut, Muhammad Agha A resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum DEMA. Acara ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa yang turut memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru. Suasana penuh semangat dan harapan tampak mengiringi jalannya prosesi pelantikan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

Ia juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan serta berharap kontribusi tersebut dapat menjadi landasan kuat bagi kemajuan organisasi ke depan.

Ia menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari perjalanan panjang yang menuntut kerja keras, kebersamaan, dan komitmen dalam menghadirkan perubahan nyata di lingkungan mahasiswa.

Dalam kutipan sambutannya, ia menyampaikan, “Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum DEMA. Amanah ini bukanlah suatu kebanggaan semata, melainkan tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan penuh kesungguhan dan integritas. Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan titik awal dari perjalanan baru. Kami menyadari bahwa DEMA bukan hanya sebuah organisasi, tetapi juga wadah pengabdian, ruang pembelajaran, dan tempat kita semua bertumbuh.”

Ia juga mengatakan, “Saya mengajak seluruh pengurus dan mahasiswa untuk berjalan bersama, karena sejatinya organisasi ini tidak akan besar oleh satu orang, tetapi oleh kerja sama dan semangat kolektif kita semua.”

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata melalui semangat:

“Bergerak, berdampak, dan bermakna.”

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan DEMA mampu menjadi motor penggerak perubahan, memperkuat peran mahasiswa, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi kampus dan masyarakat luas.

Hidup mahasiswa!

Hidup rakyat Indonesia!

Hidup perempuan-perempuan Indonesia!


Rilis

Editor: Putri Ruqaiyah

10 Februari 2026

DEMA–SEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Gelar Musyawarah Mahasiswa 2026

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) bersama Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar kegiatan Musyawarah Mahasiswa (Musma) sebagai forum evaluasi kinerja organisasi mahasiswa dan pembahasan arah kebijakan ke depan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 10 hingga 11 Februari 2026, dan dilaksanakan di Aula Biro pada Selasa (10/02/2026).

Kegiatan Musma tersebut mengusung tema “Merangkul Keberagaman, Meneguhkan Kebersamaan, dan Menumbuhkan Kepemimpinan Berbasis Nilai”. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, Dr. Darmadi, S.Sos.I., M.Si., Wakil Dekan III dari setiap fakultas, perwakilan UKM/UKK, serta perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Wakil Rektor III, Dr. Darmadi, dalam sambutan menyampaikan bahwa “Kepemimpinan tidak hanya dinilai dari keberanian berbicara, tetapi dari bagaimana seseorang menyampaikan pendapat secara argumentatif, rasional, dan bertanggung jawab di hadapan publik,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa kedisiplinan dalam hal-hal kecil, seperti ketepatan waktu dan kesiapan menjalankan tugas, menjadi indikator penting dalam menilai integritas kepemimpinan.

Ketua SEMA UIN SUNA Lhokseumawe, Cut Asna, dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Musma bukan hanya kegiatan yang diadakan setiap tahun, tapi Musma ini merupakan tempat di mana belajar apa itu demokrasi kampus, tempat kita belajar mendengarkan opini,” ujar Cut.

Cut juga berharap semoga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan Musma ini dengan tertib dan terbuka sampai kegiatan ini selesai sehingga terpilihnya pemimpin baru.


Reporter: Indira Ulfa

Editor: Putri Ruqaiyah

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.