HEADLINE
Latest Post
09 September 2026
Menatap jauh ke arah langit
Membayangkan sebuah hari
Ketika semua harapan dapat kuraih
Namun, jalan menuju mimpi tidak pernah semudah yang kubayangkan
Ada malam-malam panjang tanpa tidur
Ada air mata yang jatuh diam-diam
Ada langkah yang hampir menyerah ketika hasil tak kunjung datang
Aku pernah jatuh ketika kegagalan datang berkali-kali
Pernah bertanya kepada diri sendiri
"Apakah aku masih mampu melanjutkan?"
Namun setiap kali ingin berhenti
Sebuah suara kecil di dalam hati kembali berkata
"Sedikit lagi, jangan menyerah"
Aku terus berjalan meski kaki terasa berat
Mengumpulkan keberanian dari setiap kegagalan
Menyusun kembali harapan
Yang sempat hancur berantakan
Tak jarang aku berjalan sendirian
Sementara yang lain telah sampai di tempat yang mereka impikan
Aku belajar untuk tidak membandingkan langkah
Sebab setiap orang memiliki waktunya sendiri
Hari demi hari kuhabiskan dengan usaha, doa, dan kesabaran
Keringat menjadi saksi
Air mata menjadi penguat
Dan kegagalan menjadi guru yang mengajarkanku untuk lebih kuat
Hingga akhirnya
Hari yang dahulu hanya kubayangkan
datang menghampiri
Aku berdiri di hadapan impian itu dengan hati yang penuh haru
Menyadari bahwa semua luka
ternyata tidak sia-sia
Aku tersenyum dalam diam
Mengingat diriku yang dulu hampir menyerah di tengah perjalanan
Kini aku mengerti
Harapan tidak menjadi nyata hanya karena kita menginginkannya
Tetapi karena kita berani memperjuangkannya
Sebab di balik sebuah keberhasilan
Ada jatuh yang harus diterima
Ada tangis yang harus dilalui
Ada langkah yang harus dipaksakan meski hati ingin berhenti
Kini aku menatap langit dengan senyum penuh syukur
Karena akhirnya aku tahu
Selama masih ada harapan dan keberanian untuk berjuang
Tidak ada mimpi yang terlalu jauh untuk diwujudkan
Penulis: Zilfira
Editor: Chalisa Najla Safira
29 Agustus 2026
Hasrat akan Kebaruan
www.lpmalkalam.com-
Hidup tetap berjalan lumrah
Melakukan hal-hal yang sudah kaprah
Sejak fajar menyingsing hingga larut senja
Tetap tak ada yang berbeda
Rasanya hampa
Seperti tidak hidup di dua dunia
Tidak sedih dan tidak juga senang
Hanya kosong yang dirasa secara berulang-ulang
Mungkin karena sudah terlalu lama menetap dalam nestapa
Hingga sukacita terlihat biasa sahaja
Mencoba berontak dari dekapan suasana yang membeku
Agar menjemput hidup yang baharu
Berhasrat akan kebaruan
Agar hidupnya sebuah tujuan
Sudah seyogianya seperti itu
Agar jiwa tak lagi terbelenggu
Penulis: Rizky Ramadhani
Editor: Chalisa Najla Safira
25 Agustus 2026
Matahari yang Tak Mengenal Teduh
www.lpmalkalam.com-
Matahari menggantung terik di atas kepala
Menumpahkan bara dari langit yang membiru
Tak ada awan yang cukup tebal untuk bersembunyi
Tak ada angin yang cukup dingin untuk menenangkan
Jalanan memantulkan cahaya
Tanah menyimpan panas yang panjang
Dan keringat menjadi saksi betapa teriknya hari ini
Daun-daun bergoyang mencari kesejukan
Manusia berlindung di bawah bayang-bayang
Sementara matahari tetap menyala
Seolah ia tak pernah tahu
Betapa lelahnya bumi menerima panas
Mungkin, matahari tidak sedang menyiksa
Ia hanya sedang mengajarkan
Bahwa kehidupan tak selalu menghadirkan teduh
Ada hari ketika langkah terasa berat
Ada waktu ketika hati ingin menyerah
tetapi semuanya tetap harus dilalui
Sebab setelah terik yang panjang
Senja selalu menemukan jalannya
Dan setelah panas yang melelahkan
Akan selalu ada waktu
Untuk kembali merasa tenang
Penulis: Bellivia Al-Kamariana
Editor: Zahratul
18 Agustus 2026
Merdeka, Katanya
www.lpmalkalam.com-
Di bumi Indonesia nan luas
Merah masih darah pejuang
Putih telah pucat tergerus
Harapan warga kian memudar
Di tanah Indonesia tercinta
Ada perut yang rela dirobek
Makhluk kehilangan rumahnya
Bertahan hidup demi esok
Di atas mimbar nan megah
Dikumandangkan sangat lantang
"Merdeka", katanya berulang
Menembus langit penuh janji
Sedang di sudut bibir jalanan
Di bawah pajangan bendera
Masih ada memungut sampah
Mencari sesuap nasi hangat
Penulis: Amanda Zuhra
Editor: Redaksi
15 Agustus 2026
Hal yang Tak Pernah Terucap
![]() |
| Foto: Pixels |
www.lpmalkalam.com-
Ada banyak hal yang tumbuh di dalam diam
Tentang luka yang memilih menetap
Tentang rindu yang tak pernah
Menemukan jalan pulang
Kita sering terlihat baik-baik saja
Tertawa seolah tak ada yang hilang
Padahal ada bagian dari diri
Yang diam-diam sedang belajar menghilang
Barangkali dewasa memang melelahkan
Belajar menerima tanpa banyak pertanyaan
Belajar melepaskan tanpa harus memendam
Dan belajar ikhlas meski hati remuk redam
Ada perpisahan yang tak pernah diucapkan
Namun, terasa dari jarak yang perlahan tumbuh
Ada seseorang yang masih diingat
Meski namanya tak lagi bisa disebut
Namun, akhirnya
Kita hanya perlu berdamai dengan kenyataan
Karena terkadang
Kehilangan adalah bagian dari perjalanan
Penulis: Julia Sabela
Editor: Chalisa Najla Safira
10 Agustus 2026
Jejak Aksara
![]() |
| Foto: Pixabay |
www.lpmalkalam.com-
Aku tak pandai merangkai kata
Seindah bait Chairil, sang pujangga
Melambung tinggi menembus angkasa
Meninggalkan jejak dalam sukma
Aku pun bukan pujangga cinta
Seliat Sapardi dalam bercerita
Mengukir rindu dalam aksara
Menyentuh hati tiada tara
Namun, jika suatu hari nanti
Kau temukan namamu di sini
Tersemat halus dalam tulisan ini
Itu cara jujur mencintai
Hanya itu yang mampu kuberi
Sederhana tanpa basa-basi
Mengalir dari hati ke hati
Wujud kasih yang hakiki
Penulis: Amanda Zuhra
Editor: Chalisa Najla Safira
Mengenai Saya
- LPM AL-KALAM
- Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.
Sajian Berita
Redaksi Al-Kalam
LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.





