Portal Berita Al-Kalam

Inspiratif! Sejahtra, Mahasiswa UIN SUNA, Sukses Gelar Seminar "Beyond the Search: Maksimalkan Produktivitas Mahasiswa dengan Google AI Mode & Gemini" sebagai Google Student Ambassador

Foto: IST www.lpmalkalam.com- Berawal dari semangat untuk membagikan manfaat teknologi, Sejahtra, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) S...

HEADLINE

Latest Post

27 Juli 2026

Inspiratif! Sejahtra, Mahasiswa UIN SUNA, Sukses Gelar Seminar "Beyond the Search: Maksimalkan Produktivitas Mahasiswa dengan Google AI Mode & Gemini" sebagai Google Student Ambassador

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Berawal dari semangat untuk membagikan manfaat teknologi, Sejahtra, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, sukses menggelar seminar "Beyond the Search: Maksimalkan Produktivitas Mahasiswa dengan Google AI Mode & Gemini" sebagai bagian dari kontribusinya sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Biro UIN SUNA ini dibuka langsung oleh Rektor UIN SUNA, Prof. Dr. Danial, M.Ag., yang memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program edukasi teknologi Google di lingkungan kampus. Acara juga semakin semarak dengan penampilan Tari Saman yang menyambut para peserta.

Seminar ini menjadi semakin istimewa karena Sejahtra merupakan salah satu Google Student Ambassador 2026 yang berhasil meraih prestasi sebagai Top 40 Trailblazer dari sekitar 200 Google Student Ambassador yang terpilih di Indonesia. Pencapaian tersebut diraih melalui proses seleksi yang kompetitif serta berbagai kontribusi nyata dalam mengedukasi pemanfaatan teknologi AI di kalangan mahasiswa.

Dalam seminar tersebut, Sejahtra membawakan materi mengenai Google AI Mode dan Gemini sebagai AI companion untuk dunia akademik. Peserta diajak memahami cara memanfaatkan AI secara etis, menyusun prompt yang efektif, merangkum jurnal, mengembangkan ide penelitian, hingga meningkatkan produktivitas belajar tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir kritis.

Melalui kegiatan ini, Sejahtra berharap semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya mengenal teknologi AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab untuk belajar, berinovasi, dan menciptakan dampak positif. Seminar ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu membawa inovasi global ke lingkungan kampus sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya di era transformasi digital.


Penulis: Rilis (Sejahtra)

Editor: Redaksi

Google Student Ambassador 2026: Awal Perjalanan Sejahtra Menginspirasi Generasi Muda

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Di balik setiap pencapaian besar, selalu ada proses panjang yang jarang dilihat orang. Begitu pula perjalanan Sejahtra, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, yang berhasil menjadi Google Student Ambassador 2026. Pencapaian tersebut bukan hadir karena keberuntungan, melainkan hasil dari keberanian untuk mencoba, konsistensi dalam belajar, dan tekad untuk terus berkembang meski menghadapi berbagai tantangan.

Sejak menjadi mahasiswa, Sejahtra percaya bahwa masa kuliah bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik, tetapi juga tentang menciptakan dampak bagi lingkungan sekitar. Keyakinan itulah yang mendorongnya aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, perlombaan, organisasi, hingga mempelajari teknologi yang dapat membantu proses belajar mahasiswa.

Kesempatan menjadi Google Student Ambassador menjadi salah satu titik penting dalam perjalanannya. Proses seleksi yang ketat mempertemukannya dengan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mulai dari menyusun portofolio, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan kepemimpinan menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilalui. Semua proses tersebut mengajarkannya bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar jika disertai usaha yang sungguh-sungguh.

Namun, bagi Sejahtra, pencapaian tidak berhenti ketika dinyatakan lolos sebagai Google Student Ambassador. Justru setelah itu muncul tanggung jawab yang lebih besar, yaitu bagaimana ilmu dan kesempatan yang diperoleh dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Berangkat dari semangat tersebut, ia menginisiasi workshop Google AI Mode & Gemini di kampusnya agar mahasiswa dapat mengenal kecerdasan buatan secara lebih bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, kecerdasan buatan bukanlah alat untuk mencari jalan pintas dalam menyelesaikan tugas, melainkan partner belajar yang mampu membantu mahasiswa memahami materi, merangkum jurnal, menyusun ide penelitian, hingga meningkatkan produktivitas. Ia ingin mengubah cara pandang mahasiswa terhadap AI, dari sekadar mesin pencari jawaban menjadi alat yang mendukung proses berpikir kritis dan kreativitas.

Perjalanan ini juga mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Berasal dari daerah tidak menghalangi seseorang untuk memperoleh kesempatan di tingkat nasional maupun internasional. Selama ada kemauan untuk terus belajar, mencoba hal-hal baru, dan berani keluar dari zona nyaman, peluang akan selalu terbuka.

Sejahtra percaya bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari banyaknya penghargaan yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain. Karena itu, setiap pengalaman, prestasi, dan kesempatan yang diraihnya selalu ia usahakan menjadi jalan untuk berbagi ilmu, menginspirasi mahasiswa lain, dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

Baginya, perjalanan ini masih sangat panjang. Menjadi Google Student Ambassador bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus belajar, berinovasi, dan mengajak lebih banyak mahasiswa memanfaatkan teknologi secara cerdas. Ia berharap kisahnya dapat menjadi pengingat bahwa mimpi besar bisa diraih oleh siapa saja yang berani memulai, tetap konsisten, dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.


Penulis: Rilis (Sejahtra)

Editor: Redaksi

26 Juli 2026

Workshop Google Gemini, GSA Nurul Ghaffari Bekali Mahasiswa dengan Literasi AI

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang begitu pesat menuntut dunia pendidikan tinggi untuk terus beradaptasi. Merespons tantangan tersebut, Google Student Ambassador (GSA) 2026, Nurul Ghaffari, sukses menginisiasi dan menggelar Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Google Gemini bagi kalangan mahasiswa. Kegiatan interaktif ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam meningkatkan literasi digital serta efisiensi pembelajaran akademik di lingkungan kampus.

Workshop yang berlangsung antusias ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan program studi. Tingginya angka partisipasi peserta menunjukkan besarnya rasa ingin tahu serta kebutuhan mahasiswa terhadap pemanfaatan teknologi AI yang tepat guna untuk mendukung aktivitas perkuliahan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, materi difokuskan pada pengenalan dasar Large Language Models (LLM), prinsip kerja AI modern, hingga teknik penyusunan instruksi (prompting) yang efektif dan presisi. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep teoretis, tetapi juga diajak mengeksplorasi berbagai fitur unggulan Google Gemini yang dirancang khusus untuk mempermudah produktivitas akademik.

Sebagai penyelenggara utama sekaligus Google Student Ambassador yang memprakarsai acara ini, Nurul Ghaffari menegaskan bahwa pemahaman akan teknologi AI saat ini bukan lagi sekadar tren atau pilihan opsional, melainkan sebuah kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh mahasiswa di era transformasi digital.

"Melalui workshop ini, tujuannya adalah mengubah cara pandang dan pendekatan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi. Google Gemini hadir bukan untuk menggantikan proses berpikir kritis ataupun kreativitas manusia, melainkan sebagai asisten cerdas (partner) yang dapat melipatgandakan efisiensi belajar, mengolah data riset, hingga membantu penyusunan ide-ide inovatif secara lebih terstruktur," ujar Nurul di sela-sela kegiatan.

Rangkaian acara ini juga dirancang dengan pendekatan praktis melalui sesi hands-on workshop. Pada sesi ini, para peserta diajak untuk mencoba secara langsung berbagai simulasi penggunaan Google Gemini. Beberapa studi kasus yang dipraktikkan, antara lain penyusunan kerangka tulisan ilmiah, pemrosesan data sederhana, pencarian referensi belajar, hingga pembuatan draf presentasi yang efektif. Suasana workshop terasa sangat hidup dengan tingginya dinamika diskusi dan interaksi sesi tanya jawab antara peserta dan penyelenggara.

Tidak hanya fokus pada kemudahan teknis, workshop ini juga menyelipkan penekanan penting mengenai etika penggunaan AI (AI Ethics). Para peserta diingatkan untuk selalu menjaga integritas akademik, menghindari plagiarisme, serta menggunakan AI secara bijak sebagai alat bantu analisis, bukan sebagai jalan pintas yang mengabaikan kejujuran ilmiah.

Melalui suksesnya penyelenggaraan workshop mandiri ini, diharapkan para mahasiswa mampu mengintegrasikan teknologi Google Gemini ke dalam rutinitas akademik mereka secara bertanggung jawab. Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti nyata kepemimpinan serta komitmen Google Student Ambassador dalam menciptakan ekosistem kampus yang siap beradaptasi dan berdaya saing di tengah arus pesat perkembangan teknologi masa depan.


Penulis: Rilis (Nurul Ghaffari)

Editor: Redaksi

24 Juli 2026

Di Balik Nama "Sejahtra": Harapan, Doa, atau Beban?

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Namaku Sejahtra. Sebuah nama yang terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang begitu besar. Sejak lahir, namaku adalah doa. Doa agar aku hidup dalam kesejahteraan, kebahagiaan, keberkahan, dan mampu membawa manfaat bagi orang lain.

Namun, seiring bertambahnya usia, aku mulai bertanya-tanya. Apakah nama ini hanya sebuah harapan, atau justru menjadi beban?

Hidupku tidak selalu berjalan seperti arti namaku. Aku pernah menghadapi banyak kesulitan, tekanan, kegagalan, rasa lelah, dan masa-masa ketika aku merasa jauh dari kata "sejahtera." Ada hari-hari ketika aku mempertanyakan diri sendiri: mengapa seseorang yang bernama Sejahtra justru harus melalui begitu banyak ujian?

Lalu, aku menyadari sesuatu.

Mungkin orang tuaku tidak sedang menamai siapa aku saat itu. Mereka sedang mendoakan siapa aku akan menjadi.

Nama bukanlah cerminan keadaan hari ini. Nama adalah arah perjalanan.

Karena itu, aku memilih untuk terus belajar. Aku menulis, mengikuti perlombaan, aktif berorganisasi, mencoba hal-hal baru, dan tidak berhenti berkembang. Setiap langkah kecil menjadi cara untuk mendekatkan diriku pada makna nama yang telah diberikan sejak lahir.

Hari ini, ketika aku dipercaya menjadi Google Student Ambassador, aku merasa perjalanan itu mulai menemukan maknanya. Amanah ini bukan sekadar gelar, tetapi pengingat bahwa aku harus menjadi pribadi yang mampu membawa manfaat melalui teknologi, pendidikan, dan inovasi.

Menjadi Google Student Ambassador membuatku percaya bahwa kesejahteraan bukan hanya tentang memiliki banyak hal. Sejahtera adalah ketika ilmu yang dimiliki bisa dibagikan, kesempatan yang diterima bisa membuka jalan bagi orang lain, dan setiap pencapaian menjadi alasan untuk terus rendah hati.

Kini, aku tidak lagi bertanya apakah namaku adalah harapan, doa, atau beban.

Aku percaya namaku adalah ketiganya.

Harapan yang ditanamkan oleh orang tuaku.

Doa yang terus menyertaiku di setiap langkah.

Dan beban yang berubah menjadi tanggung jawab untuk terus bertumbuh.

Aku mungkin belum sepenuhnya menjadi "Sejahtra." Masih banyak mimpi yang ingin kuraih dan tantangan yang harus kulewati. Tetapi, setiap hari aku berusaha sedikit demi sedikit agar hidupku benar-benar mencerminkan namaku.

Karena pada akhirnya, seseorang tidak dikenang karena nama yang ia miliki, melainkan karena bagaimana ia memberi makna pada nama itu.

Dan aku memilih untuk menjadikan "Sejahtra" bukan sekadar nama, melainkan tujuan hidup.


Penulis: Rilis (Sejahtera)

Editor: Redaksi

30 Oktober 2025

Menepi dari Hiruk Pikuk: Lhok Buloh Tawarkan Wisata Air Bernuansa Alami

Foto: Bellivia Al-Kamariana (Magang)

www.lpmalkalam.com- Kelompok Satu Calon Kru (Cakru) Magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengunjungi kawasan wisata air Lhok Buloh di Desa Cot Beudak, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara pada Minggu (26/10/2025).

Destinasi wisata yang berada di antara lereng bukit tersebut menawarkan suasana alami dan aliran sungai yang jernih, sehingga menjadi pilihan warga yang ingin mencari ketenangan dan melepas penat. Pengunjung terlihat ramai dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Wisata ini cocok dikunjungi dengan siapapun, baik dengan teman ataupun keluarga.

Wisata sungai ini dikelola oleh warga setempat sehingga keasrian lingkungan masih terjaga. Selain menjadi tempat rekreasi, Lhok Buloh juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas jual beli makanan dan kebutuhan wisatawan.


Penulis: Zahratul (Magang)

Editor: Tiara Khalisna
 

17 Oktober 2025

Nahrasiyah Art Festival: Ketika Sejarah Berbicara, Mutu Berbunyi dan Dunia Mendengar

Foto: Cut Saputri (Magang)

www.lpmalkalam.com- Dalam hiruk-pikuk festival seni yang ada di berbagai daerah Indonesia, muncul sebuah pertanyaan: Apakah kita semua hanya sekadar merayakan atau kita sudah benar-benar merawat warisan budaya? 

Nahrasiyah Art Festival hadir dengan jawaban yang sangat tepat. Dengan membawa tema Merangkai Sejarah, Menjaga Mutu, dan Menggugah Dunia, festival ini bukan hanya sekadar pemeran seni biasa, melainkan sebuah pengakuan nilai budaya yang berani menegaskan posisinya di tengah arus globalisasi. 

Merangkai Sejarah, Menjaga Mutu, dan Menggugah Dunia

1. Sejarah dalam konteks Nahrasiyah bukan hanya museum yang beku, melainkan ia adalah sesuatu yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. 

2. Mutu bukan hanya soal estetika. Ia juga berbicara tentang kemampuan karya untuk berkomunikasi dengan audiens. 

3. Yang tak kalah penting adalah konsistensi. Dunia tidak akan tergugah oleh satu kali penyelenggaraan yang spektakuler, tetapi oleh jangka panjang dalam membangun reputasi dan identitas yang kuat.

Harapan Kita untuk Masa Depan

Nahrasiyah Art Festival telah menunjukkan potensi besar sebagai platform yang tidak hanya merayakan seni, tetapi juga aktif dalam merawat warisan budaya dan membuka dialog dengan dunia. Ketiga pilar temanya bukan hanya sekedar slogan, melainkan kerangka kerja yang operasional dan terukur. 


Penulis: Cut Saputri (Magang)

Editor: Alya Nadila 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.