![]() |
| Foto: IST |
Sebanyak lima usaha berhasil didaftarkan dan dibuatkan titik lokasi usahanya di Google Maps, dengan mayoritas berupa toko kelontong yang melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, beberapa usaha lain seperti Seblak Prasmanan dan Mie Aceh juga turut dibantu proses pendataan dan pembuatan profil usahanya agar lebih mudah ditemukan oleh pelanggan, baik dari dalam maupun luar desa.
![]() |
| Foto: IST |
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM melakukan wawancara singkat seperti pendataan identitas usaha, nama usaha, jam buka-tutup toko, pengambilan dokumentasi lokasi, serta membantu proses pembuatan dan verifikasi akun Google Maps. Langkah ini bertujuan agar usaha yang ada di Desa Cot Ara memiliki visibilitas digital yang lebih luas dan dapat dijangkau oleh masyarakat secara daring.
Pemilik usaha Toko Keluarga merespon baik kedatangan mahasiswa KPM yang ingin mempromosikan dagangannya. Selain menyambut dan menawarkan dagangannya untuk dibeli, ia dan sang ayah juga berinteraksi cukup lama dengan mahasiswa KPM. Hal itu juga terjadi pada salah satu pemilik toko kelontong dan sayuran, Kedai Syarkawi, "Kalau (digitalisasi) ini untuk mudah dijangkau (kedainya) sama orang luar, gas (ayo) aja," ujarnya.
Program ini menjadi salah satu jembatan untuk menjalin keakraban dengan warga desa setempat. Digitalisasi sederhana yang digunakan mahasiswa KPM berupaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan promosi dan daya saing usaha di desa yang mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha di Desa Cot Ara.
Reporter: Alya Nadila
Editor: Tiara Khalisna



