HEADLINE

Latest Post
Loading...

27 January 2020

Hanya Bayangan - Puisi Hasanun Basri (Hasbas)

(Foto: Geubrina Ginting)














Hanya bayangan,
Tapi sepertinya khayalan
Muncul khayalan, tiba bayangan
Membayang-bayangi, angan
Palsu sepertinya, kayal-khayalan
Bayangan yang kasat terlihat
Tak dapat menutupi kerinduan
Apalagi mengobati, sangat tidak akan
Cuma ada satu langkah untuknya
Temui dia bersama wujud aslinya

Hanya khayalan
Terus berkhayal, walau bukan aslinya
Berharap yang benar² ada, kau akan menua
Menunggu bayangannya tiba kesana
Terlalu lambat ia mampirnya, kadang
Ketika senja bersua ia akan hilang seketika
Tanpa disuruh, untuk pindah arahnya
kegelapan akan menyelimutinya

Hanya bayangan
Hanya angan terbayang
Bayangan tetaplah warna
Mungkin saja ia jelas
Bisa jadi sangat tidak pasti
Bayangan tetaplah angan
Angan tetaplah bayangan
Sebelum wujud asli di temui

Banyak khayalan, banjir imajinasi
Banjiri hidup di lembah imajinasi
Agar genangan itu terus membanjiri
Penuhi hidup dengan genangan suci
Genangan ide yang asli dan berarti


Hasanun Basri (Hasbas)
Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
IAIN Lhokseumawe-Aceh

26 July 2018

Perantauan

Oleh: Devi Inayatsyah/ www.lpmalkalam.com

Kini langkah kakiku menuju masa depan.
Meninggalkan kampung halaman demi masa depan yang lebih terjamin.
Ku tinggalkan kesenangan yang berada dirumahku
Ku tinggalkan aroma khas dari desaku.

Kini langkah kaki membawaku ke kota penuh harapan.
Penuh dengan segala rintangan yang akan aku lewatkan.
Tentang kemandirian ku yang akan terus teruji.
Disini aku di kota perantauan.

Sebagai seorang yang akan meraih impian.
Daerah yang akan aku jamah.
Yang akan ku curi semua ilmu yang akan ku bawa untuk  pulang.
Besar tanggung jawabku sebagai perantauan.
Harus hidup mandiri di kota orang lalu membawa bekal untuk pulang.





Retorika Penguasa

Oleh: Devi Inayatsyah/ www.lpmalkalam.com

Ku tatap satu persatu para petinggi rakyat.
Semua mengatakan akulah pelayan masyarakat.
Namun lama kelamaan merekalah yang menggerogoti rakyat
Semuanya berlomba-lomba untuk membodohi rakyat.

Dulu berlomba-lomba mencuri hati rakyat.
Dan Sekarang dengan santainya mematahkan hati rakyat.
Para pejabat dengan lihai bermain retorika kepada rakyat.
Tanpa tahu luka seperti apa yang di dapat.

Sekarang rakyat hanya mampu menatap.
Pejabat seperti apa yang akan mereka harap.
Semua telah menjadi penghianat.
Tanpa ada yang menjadi penghangat.

08 June 2016

Hadirmu, Ramadhan

Kawan,
Tahukah engkau bahwa kabar bahagia itu
Tlah menghampiri kita
Membuat hati girang tak terhingga
Menentramkan hati selaksa sepasang kekasih
Yang baru saja mengikrarkan janji suci akan cinta mereka

Berita bahagia itu ialah hadirmu Ramadhan
Bulan yang penuh dengan keberkahan
Bulan dimana do’a-do’a akan dimaqbulkan
Bulan dimana pahala ibadah akan dilipat gandakan
Bulan dimana setiap Mesjid bertilawah
Membacakan Kalam Ilahi dengan syahdu nya disepanjang malam

Aduhai,
Bahkan tidurmu pun dianggap ibadah
Adakah yang lebih indah dari Ramadhan ini ?
Selamat bertemu kembali Ramadhan,
Kami menunggumu dengan binar kerinduan
Mengharap Ridho dan curahan Rahmat dari Sang Khaliq
Ramadhan, kami selalu menanti  kehadiranmu

Dan semoga hadirmu mampu mengobati dan menghapus hati yang ternoda ini

Goresan Pena : Dara Ahlami

Pers Mahasiswa AL-Kalam, IAIN Lhokseumawe Phone. 0852 6017 5841 (Pimpinan Umum). Powered by Blogger.