HEADLINE

Latest Post
Loading...

29 May 2024

Dana UMKM Tidak Teralokasikan, ORMAWA FEBI IAIN Lhokseumawe Lakukan Audiensi Bersama DPRK Kota Lhokseumawe

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe melaksanakan kegiatan audiensi bersama DPRK Lhokseumawe pada Selasa (28/5/2024) yang dilaksanakan di gedung DPRK Lhokseumawe.

Audiensi tersebut dibuka langsung oleh ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FEBI IAIN Lhokseumawe yakni Uswatun Hasanah Putri Nasution. Beliau mengatakan bahwa tujuan dari dilakukannya audiensi ini adalah mengetahui bagaimana peran dan fungsi DPRK terhadap masyarakat kota Lhokseumawe terutama dalam bidang legislasi, pengawasan dan bidgetting.

Berbicara mengenai fungsi, tugas dan wewenang lembaga DPRK terutama tentang legislasi pembentukan peraturan daerah/qanun serta peran dalam mengontrol kebijakan pemerintahan daerah dan beberapa kegiatan lainnya.

Mahasiswa FEBI  IAIN Lhokseumawe memilih mendiskusikan isu-isu hangat yang sedang diperbincangkan dan terjadi dalam waktu terakhir ini di seputaran kota Lhokseumawe seperti isu dana UMKM yang banyak tidak teralokasi kan dengan tepat.  

Faisal selaku ketua komisi DPRK Lhokseumawe menyampaikan bahwa “Sebenarnya dana yang dikeluarkan pemerintah untuk UMKM itu nyata akan tetapi banyak masyarakat yang menyalahgunakan bantuan tersebut dikarenakan banyak masyarakat yang tidak mengetahui standar UMKM serta tidak mengetahui tentang penyaluran dana," tuturnya.

 Beliau juga menambahkan bahwa UMKM dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) semakin menurun dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pengalaman SDM kota Lhokseumawe.

Namun disamping banyaknya permasalahan tersebut Ismail A Manaf selaku ketua DPRK Lhokseumawe kembali menguatkan bahwa “Semua keresahan yang ada di kota Lhokseumawe bisa diselesaikan dengan cara bersama-sama bahu membahu untuk mengubah kota Lhokseumawe menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.


Sumber: Rilis

Editor: Redaksi

09 May 2024

Kami Generasi Revolusi

Foto: Pexels.com
  

Di hening senja, langit terbuka luas,

Kami, generasi revolusi, menyongsong masa depan yang merona.

Dengan semangat yang berkobar,

Kami menatap dunia, tak gentar, tak lara.


Di jalan-jalan kota, langkah kami berpadu,

Mengetuk pintu mimpi, membuka ruang yang terkunci.

Kami bukan sekadar bayang-bayang masa lalu,

Kami pancaran cahaya, membawa perubahan yang terukir abadi.


Kami teriakkan kebenaran di tengah gemuruh,

Menolak kebodohan, mengejar ilmu yang mendalam.

Dengan pena dan pikiran yang tajam,

Kami membangun jembatan menuju masa depan yang bersinar terang.


Kami generasi revolusi,

Berkarya, berjuang, mengukir sejarah yang hakiki.

Kami adalah harapan, mimpi-mimpi yang terwujud,

Kami, generasi penerus, mengukir legenda kehidupan yang indah.


Oleh: Abbiyu Naufal Al Hakim

07 May 2024

Aku Adalah Rakyat

Foto: IST

Aku adalah rakyat

Rakyat disebuah negeri demokrasi gema ripah loh jinawi 

Rakyat disebuah negeri dengan 5 agama resmi tapi terbiasa mendengar caci maki

Rakyat disebuah negeri yang pejabatnya lumrah masuk jeruji besi


Aku adalah rakyat

Yang selalu jadi konsumsi elit negeri

Yang selalu dimanja tiap lima tahun sekali

Yang jadi tameng atas keegoisan penguasa dan oposisi


Aku adalah rakyat

Yang kadang berpikir mengapa beda warna harus memaki

Yang kadang tersenyum melihat pejabat negara keluar masuk bui

Yang kadang merintih melihat korupsi jadi teman minum kopi


Aku adalah rakyat

Rakyat biasa yang biasa terombang egoisnya penguasa

Rakyat biasa yang selalu menjadi dalil ambisi mereka

Rakyat biasa yang selalu menelan janji manis ambisi mereka 


Aku adalah rakyat

Rakyat yang rindu akan sopan santun warisan budaya

Rakyat yang rindu senyum sapa ala indonesia

Rakyat yang rindu akan pejabat yang sadar dirinya siapa


Aku adalah rakyat

Tapi rakyat siapa?


Oleh: M. Sony

Editor: Redaksi 

01 March 2024

Cinta Dalam Diam

Foto: Pexels.com

Guratan Tinta : Cak Raony

Aku tak menginginkan omong kosong mu
Aku juga tak menginginkan janji manis mu
Sejak getir-getir rasa percaya berubah menjadi dingin

Ku turunkan ekspektasi ku 
Meski demikian kau memiliki rasa dalam diam mu
Meski dalam diam pun aku juga memiliki rasa untuk mu

Kali ini semua tentang hati
Biarkan lah rasa ini tumbuh, sebisanya
Tidak di paksakan, tidak juga ingin di ungkapkan
Kau masih menjadi resah untuk pelengkap rasa
Kau masih menjadi candu tanpa bersuara
Maaf, segala tentang mu ku abadikan dalam makna tersirat ku

Dan maaf, aku tidak menerima siapapun untuk memegang kunci pintu hati
Termasuk kamu, sang rasa yang tetap jadi misteri
Karena ku tahu, langit tetaplah di pandang menjadi langit

Yang meskipun menemani ku dalam segala cuaca nya

Yang meskipun warna birunya ingin ku abadikan dalam setia ku
Langit tetap lah langit
Jauh untuk di gapai

Oleh: M. Sony

09 December 2023

Permainan Takdir

Foto: Pexels.com

Desir anila membangunkan ku

Mengingat kembali begitu banyak anca didalam hidupku

Selaksa tikaman yang tak ada habisnya

Dera nya tak pernah berhenti

Bekasnya tak pernah hilang

Jejal rasanya segala lara yang menimpaku

Pancarona yang hanya kelabu 

Cukup untuk menggambarkan ku

Jiwaku yang gusir penuh luka membiru

Setiap langkahku yang terasa seberat batu

Menumpangi trauma di masa lalu

Meski terus tersenyum bibirku 

Sayang nya tak dapat mengobati hatiku

Hati kecil yang membeku dari waktu ke waktu

Kehidupan ringan milikku

Ku jalani dengan penuh semangat palsu

Begitulah takdir bermain dengan hidup ku

Sesekali ia bersimpati untuk ku

Membantu hingga menyentuh kalbu

Kemudian ia menertawai ku

Mengambil arah untuk merundung ku

Didalam sanubari ku

Tanpa sadar ku

Ia diam diam mulai memakan ku

Ia lahap akan tangisku

Bahagianya atas setiap luka diriku

Memanjakan dirinya ditengah sendu hidupku

Semulanya Ina bertamu hingga senja menunggu

Begitu pula dirinya

Ia teguh selaksa belenggu

Hingga habis temaram masa ku

Ia masih Bertahan meredum dihidupku


Oleh: Ismi Saydina (Magang)

13 November 2023

Untuk Seorang Wanita

Foto: IST

Ada yang tak terucap

Ketika bibir tak henti berbincang kata

Menunggu kesempatan demi kesempatan

Kesempatan  yang seharusnya dicipta 


Lirik mata semanis madu

Tak peduli se-kesal apa hatinya

Tatapan matanya adalah narkotika paling candu

Panggil saja aku pemabuk bila perlu 


Apa yang harus aku deskripsikan? nona

Ketika seluruh kata indah menjelma dirimu

Aku berani bertaruh pada taman berbunga

Tak akan ada kelopak mawar yang seindah kelopak matamu 


Api panas di bulan sabit wajahmu

Menggetarkan sesuatu di dalam jiwaku

Ntah apa yang kurasa saat metapnya

Melelehkan setembok besi dalam diri 


Suara sehalus bulu

Menina bobokan seluruh gengsi

Alunan nada indah dari seorang bidadari

Se-elok kicau burung pada pagi hari. 


Jatuh raga

Jatuh rasa 

Jatuh cinta?


Oleh: M. Sony

Prodi: Hukum Tata Negara

Semester 7

Mengejar Mimpi

Foto: Pexels.com


Pagi ini matahari tersenyum seperti biasa

Menemani insan merajut asa

Sebuah angan yang sederhana 

Namun memberi dorongan untuk bahagia

Dan karsa untuk menggapai cita 


Kulangkahkan kaki dengan pasti

Menuju visi yang terpatri

Megahnya gunung bisa terdaki

Lengangnya lautan bisa diarungi 

Bukankah mungkin untuk meraih mimpi?


Dari canda tawa hingga menangis

Kulalui dengan semangat yang Takkan menipis 

Aku sadar bahwa fase hidup tak selalu manis

Dan kenyataan kadang tak logis

Namun, ambisi menebal tanpa pesimis


Ragam taktik dan strategi kulampai

Banyak kerikil tajam kutemui 

Tak sedikit badai menerjang diri ini 

Tapi tak sedikitpun rasa rendah diri 

Untuk mengejar mimpi 

Sampai raga ini tak berdaya lagi 


Oleh: M. Sony

Prodi: Hukum Tata Negara

Semester 7

10 November 2023

Sepi, Kuharap Pelukan Hampa Kita Selaras

Foto: Pexels.com


Malam sendu datang tanpa salam.

Membawa kenangan yang kusebut rindu.

Mengusik jiwa tenang dengan serpihan luka.

Menitipkan gausar ditengah cakrabuana.

Diam dalam kehangatan yang membisu.


Perlukah engkau tau??

Hampa terlukis di tengah kalbu.

Kemanakah engkau pergi??

Menghilang dari sanubariku.

Mengarungi samudera tanpa pemberitahuan.

Hingga rasa sepi itu  berlabuh.

Mengayun dirinya pada ruang hati ini.


Tak akan kusalahkan sepi.

Haknya pantas menari dalam kehidupan.

Haknya juga bersemi dengan apa adanya.

Sepi yang tak akan pernah bersua.

Ia bertempat dalam lautan kesedihan.


Indah pada tatapan.

Asing pada sentuhan.

Damai ketika searah.

Akan kunikmati kehanyutannya.

Di dalam aliran ombak tak berirama.


Oleh: Indira Ulfa Rizkya (Magang)

29 October 2023

Swastamita Kala Itu

Foto: pexels.com
Ambu sore itu tidak seperti biasa

Wangi yang muncul dari berbagai arah mengingatkan ku padamu

Ragaku terbawa oleh deraian ombak serentak

Anila yang sentiasa menerbangkan rambutku tanpa henti.


Melihat lautan lepas

Aku berpikir, akankah buana dan antariksa tau aku merindukan-mu!

Akankah engkau merasa hal yang sama tuan?


Kau ingat kala itu?

Berlarian ditepi pantai

Rambutku selalu terbawa angin tak tentu arah

Aku dan kamu menatap saling senyum


Kau ingat kala itu Tuan?

Ya....

Kita duduk ditepi pantai

Menatap swastamita dan bergandeng tangan....

Penuh asa untuk bersama


Tapi dimana Tuanku?

Aku terduduk sendiri dibawah langit swastamita

Akankah kau kembali Tuanku?

Aku, swastamita dan buana selalu merindukanmu


Oleh: Ririn Dayanti Harahap (magang)

 

Pers Mahasiswa AL-Kalam, IAIN Lhokseumawe Phone. 0852 6017 5841 (Pimpinan Umum). Powered by Blogger.