Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

15 Februari 2026

Mahasiswa KPM UIN SUNA Observasi Desa Uning Mas Pascabencana

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di wilayah Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah melakukan observasi wilayah (lapangan) sekaligus sosialisasi pada masyarakat setempat. Observasi tersebut dilaksanakan pada Jumat (14/02/2026) pukul 14.00-17.00.

‎Melalui observasi tersebut, para mahasiswa yang turun masih melihat banyaknya batu dan gelondongan kayu yang berserakan disepanjang aliran sungai yang kini sudah membesar diakibatkan oleh banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (26/11). Para mahasiswa melihat kejanggalan terhadap dahan pohon yang tersebar di wilayah banjir bandang. Kejanggalan ini dibuktikan dengan adanya potongan rapi pada dahan pohon yang berada pada bagian bawah dahan.

Menurut informasi yang didapatkan, beberapa waktu lalu sudah masuk alat berat untuk membersihkan gelondongan kayu dan bebatuan. Namun, hingga saat ini keadaan masih belum membaik, masih terdapat banyak sekali bebatuan dan juga gelondongan kayu di wilayah setempat.

‎Salah satu korban dalam bencana yang ada di wilayah setempat, Suryani, mengatakan bahwa rumah dan lahan perkebunan warga yang berada di kawasan hilir sungai Uning Mas sudah luluh lantak sejak November lalu. Suryani juga mengatakan bahwa upaya yang dilakukannya untuk terhindar dari bencana ini adalah dengan menaiki bukit yang mengarah ke Desa Ulu Naron, Kecamatan Pintu Rime Gayo pada Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB. 

‎Melalui hasil wawancara, diketahui bahwa Suryani sempat tergelincir dan hampir jatuh bersamaan dengan longsor susulan pada Kamis pagi. Suryani juga menyebutkan bahwa sebelum menaiki bukit, ia dan keluarga berencana untuk turun ke rumah Sekertaris Desa (Sekdes) hanya saja jalan sudah terputus lebih dahulu sebelum sempat untuk dilalui. 

‎Para masyarakat yang terkena bencana diketahui sudah ada yang menyewa atau tinggal bersama dengan keluarga lainnya. Aktivitas beberapa masyarakat juga sudah berlangsung baik pascabencana 2 bulan silam. Namun, melalui survei lokasi dan masyarakat, mahasiswa KPM UIN SUNA wilayah setempat melihat masih terdapat trauma yang dirasakan oleh masyarakat setempat. 

‎"Kami sampai sekarang masih trauma dek. Kami kemarin itu baru belanja ga ada yang bisa diselamatkan, duit juga ga keingat untuk diambil," ujar Suryani.

Reporter: Ririn Dayanti Harahap 

‎Editor: Tiara Khalisna

13 Februari 2026

Wujudkan Proker sesuai Kebutuhan dan Kegiatan Desa: Mahasiswa KPM Tematik Kelompok 12 Lakukan Diskusi Bersama Kepala Desa

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Kelompok 12 melakukan diskusi bersama Kepala Desa (Kades) Pante Gaki Bale, Amri Syahfari, di Meunasah Desa Pante Gaki Bale pada Kamis (12/02/2026). 

‎Diskusi ini dilakukan guna menyesuaikan program kerja (proker) dengan kebutuhan atau kegiatan desa 20 hari kedepannya, terhitung sejak tanggal (12/02-03/03). Diskusi dimulai dengan penyampaian proker oleh Ketua Kelompok 12, Said Iqramul Fahrabi. Selanjutnya, Amri, selaku Kepala Desa, menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan warga Desa Pante Gaki Bale kedepannya. Mahasiswa Kelompok 12 pun menyesuaikan kegiatan warga desa dengan proker yang telah disusun. 

‎Ditengah diskusi berlangsung, Amri turut bercerita tentang kondisi pascabencana banjir yang terjadi pada tanggal (26/11) lalu. Menurut informasi yang didapatkan, tercatat sekitar 50 rumah warga hanyut terbawa arus banjir, 5 warga dikabarkan meninggal, dan 1 warga dinyatakan hilang sampai saat ini. Untuk mengenang korban yang tidak ditemukan hingga saat ini, warga mengadakan tahlilan pada Kamis malam (12/02). 

‎Sebagai langkah awal pengabdian mahasiswa Kelompok 12, mereka turut hadir dan membantu kegiatan tahlilan tersebut hingga selesai. "Semoga program yang telah direncanakan saat pengabdian selama 20 hari ke depan tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan warga sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan." ungkap Said. 

Reporter: Zuhra

‎Editor: Tiara Khalisna
 

‎KPM Tematik Kebencanaan: 158 Mahasiswa UIN SUNA Siap Mengabdi di Wilayah Terdampak!

Foto: IST

www.lpmalkalalm.com- Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melepas 158 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan ke beberapa wilayah di Aceh yang terdampak bencana pada Rabu (11/02/2026).

‎Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui laman resmi uinsuna.ac.id pengabdian dilakukan di 7 Kabupaten/Kota yang terdampak bencana. KPM Tematik Kebencanaan ini dilaksanakan dari tanggal (11/02-08/03/2026). 

Foto: IST
Dr. M. Anggung, M.Pd.I., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN SUNA Lhokseumawe, mengatakan bahwa KPM ini dirancang untuk program responsif yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat agar mahasiswa tidak hanya hadir menjadi relawan tetapi juga sebagai penguat harapan.

‎"Selain itu beberapa program juga termasuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat dan digitalisasi desa, hal ini merupakan strategi pemulihan jangka panjang. Hingga nantinya mereka mendampingi masyarakat, anak-anak, agar dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan semangat," ujarnya.

‎Program KPM Tematik Kebencanaan menjadi wujud nyata komitmen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mengambil peran strategis di tengah masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.

Reporter: Neiva Zaida Hasanah Saragih

‎Editor: Tiara Khalisna

12 Februari 2026

Mahasiswa UIN SUNA Hadir di MAS Azzanjabil: Sosialisasikan Kampus dan Dunia Perkuliahan

Foto: IST

www.lpmalkalalm.com- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melakukan sosialisasi di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Azzanjabil yang terletak di Jln. Lhok Jambe No. 10, Buket Teukueh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh pada Rabu (11/02/2026).

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi kelas III MAS Azzanjabil, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar dunia kampus. Pertanyaan tersebut meliputi akreditasi, jurusan, kehidupan perkuliahan, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), beasiswa yang ditawarkan, hingga kegiatan yang ada di Ma’had Al-Jami’ah UIN SUNA Lhokseumawe.

Selain itu, para siswa juga menanyakan jalur pendaftaran, seperti perbedaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dan UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), perbedaan jalur SNBP/SNBT dengan SPAN-PTKIN/UM-PTKIN, serta pengaruhnya terhadap biaya UKT.

Sosialisasi ini dilakukan oleh mahasiswa penerima Beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang berasal dari wilayah Kabupaten Bireuen dan terbagi ke dalam beberapa kelompok. Sosialisasi di MAS Azzanjabil dilaksanakan oleh Kelompok 4 yang terdiri atas lima anggota, yaitu Dian Raffa (ketua kelompok) dan Fitria Ulfa dari Jurusan Ekonomi Syariah (ES), Moza Fatma Syafira dan Cut Syifa Zahra Najad dari Jurusan Perbankan Syariah (PBS), serta Tiara Khalisna dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).

Dian Raffa selaku ketua kelompok mengatakan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman yang luas kepada siswa-siswi kelas III yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar memahami informasi, kebijakan, program, dan aturan yang berlaku, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam mendukung dan menjalankan program yang disampaikan.

“Harapan saya dari sosialisasi ini adalah agar mereka tidak hanya mengetahui informasi yang disampaikan, tetapi juga memahami dunia perkampusan. Semoga kegiatan ini dapat membangkitkan semangat para siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sehingga dapat melahirkan generasi yang berkualitas dan berprestasi,” ujar Dian.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Putri Ruqaiyah

Mahasiswa KPM kelompok 70 UIN SUNA Gelar Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 70 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi anti- bullying di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Lut Tawar pada Selasa (27/01/2026). 

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Program tersebut diikuti oleh siswa-siswi Kelas IV-VI.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KPM menyampaikan materi tentang pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan tersebut. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi ringan dan pemutaran video pembelajaran yang sesuai dengan usia anak sekolah dasar.

‎Salah satu perwakilan kelompok, Tiffani Andriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai empati dan sikap saling menghargai.

‎“Kami ingin dari kegiatan ini adik-adik bisa memahami bahwa mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman bukanlah hal yang wajar. Kami juga mendorong mereka agar berani berbicara kepada guru atau orang tua jika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying,” ujarnya.

‎Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Salah seorang guru menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan mahasiswa dinilai efektif karena menggunakan metode yang menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.

‎Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengadakan sesi refleksi bersama para siswa. Dalam kegiatan ini, siswa dibagikan selembar kertas untuk menuliskan pengalaman perundungan yang pernah mereka rasakan. Tulisan tersebut kemudian dikumpulkan dan ditanggapi oleh mahasiswa dengan memberikan motivasi serta penguatan secara positif dan membangun, agar siswa merasa didengar, dihargai, dan lebih percaya diri dalam menghadapi situasi serupa di kemudian hari.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying semakin meningkat serta tercipta budaya sekolah yang positif. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini dinilai penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik dan saling menghargai.

Penulis: Tiffani Andriani, Mahasiswa KPM Kelompok 70 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe 

‎Editor: Tiara Khalisna

Kolaborasi Mahasiswa UIN SUNA dan Warga: Laksanakan Gotong Royong Pascabencana di Kampung Hakim Bale Bujang

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe bersama warga melaksanakan gotong royong pascabencana di Dusun Dedalu, Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu (21/01/2026). 

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan lingkungan setelah bencana yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kegiatan gotong royong diikuti oleh tokoh masyarakat, pemuda setempat, serta mahasiswa KPM UIN SUNA yang bergabung secara sukarela. Mereka bekerja sama membersihkan sisa material longsor dan puing yang masih menyumbat akses jalan, memulihkan fasilitas umum, serta membersihkan rumah warga yang terkena tanah longsor dan kayu.

"Kami sangat senang bisa membatu warga dalam mengatasi pemulihan pascabencana ini dan sangat prihatin melihat rumah warga yang terkena longsor. Semoga dengan kedatangan kami bisa memberi sedikit tenaga untuk membantu pemulihan ini," ujar Urwatul Uska, selaku Ketua KPM Kelompok 70.

‎Warga setempat menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam kegiatan gotong royong ini. Mereka berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga, sehingga proses pemulihan pascabencana tidak hanya mengandalkan bantuan dari luar, tetapi juga dari kekuatan internal masyarakat setempat.

‎Gotong royong pascabencana menjadi simbol penting di banyak daerah terdampak di Aceh, khususnya di daerah Aceh Tengah, di mana masyarakat turun tangan langsung untuk membersihkan lingkungan dan memulihkan fasilitas publik yang rusak akibat bencana alam. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan melalui kegiatan ini dinilai penting dalam memperkuat kebersamaan di tengah bencana.

Penulis: Tiffani Andriani, Mahasiswa KPM Kelompok 70 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe 

‎Editor: Tiara Khalisna
 

Realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa KPM Uning Mas UIN SUNA Selenggarakan Penggalangan Dana ‎

Foto: Qanita Sholihat

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan yang diikuti oleh mahasiswa semester lima, dengan rentang waktu selama 20 hari yang akan dimulai pada tanggal (11/02-03/2026). 

Terdapat 16 kelompok (terdiri dari 167 orang) KPM yang tersebar di tujuh Kabupaten/Kota. Salah satu kelompok yang akan melaksanakan kegiatan ini berada di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan oleh kelompok tersebut ialah melaksanakan penggalangan dana secara online dan langsung di wilayah Kota Lhokseumawe pada Rabu (11/02/2026). 

‎Donasi yang dikumpulkan secara langsung pada Rabu (11/02) sebesar Rp1.258.000, yang kemudian akan disalurkan dalam bentuk barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti sembako dan beberapa barang yang akan digunakan pada bulan Ramadan. Penggalangan dana dilakukan secara intensif di tiga titik utama di Kota Lhokseumawe yaitu Lampu Merah Taman Riyadhah, Lampu Merah sekitar Masjid Islamic Center, serta mendatangi langsung toko-toko pedagang di sekitar lokasi. Meskipun donasi secara langsung hanya dilakukan sehari, Ketua Kelompok KPM Uning Mas mengatakan bahwa kelompoknya akan membuka donasi secara online hingga Rabu (25/02/2026).

‎Ahmad Ainan Naim selaku Ketua KPM di wilayah Desa Uning Mas menegaskan bahwa kegiatan penggalangan dana ini dilaksanakan guna memenuhi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Melalui langkah awal ini, mahasiswa mampu memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa tugas seorang mahasiswa bukan hanya menuntaskan ranah akademisi saja, tetapi juga menyangkut ranah kepedulian sosial. 

‎Donasi ini juga sebagai bentuk gambaran kepedulian masyarakat khususnya di wilayah Kota Lhokseumawe dalam menunjukkan keterlibatan peduli terhadap lingkungan sekitar. Sehingga, program kerja yang dirancang sebelumnya dan sudah terealisasi akan memberikan dampak yang baik kepada dua belah pihak, baik korban bencana dan juga masyarakat setempat. 

Ainan juga mengatakan bahwa sekecil apapun nilai yang diberikan oleh masyarakat akan membantu para korban wilayah setempat. "Saya yakin dan percaya bahwa banyak sekali masyarakat yang memiliki empati tinggi. Hal ini dibuktikan dari jumlah donasi yang kami dapatkan sebesar Rp.1.258.000, dengan kurung waktu sekitar empat jam," ujarnya.

Reporter: Ririn Dayanti Harahap

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP UIN SUNA Melaksanakan Sosialisasi Pengenalan Kampus di SMAN 1 Samudera ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Samudera, Jl. Pendidikan No 3 Blang Peuria Geudong, Blang Peuria, Kec. Samudera, Kabupaten Aceh Utara untuk memperkenalkan kampus mereka serta memberikan informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang tersedia. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/02/2026).

‎Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UIN SUNA memberikan pemaparan mengenai profil kampus, Program Studi (Prodi), fasilitas kampus, organisasi, serta keunggulan akademik yang ditawarkan. Acara ini dihadiri oleh siswa kelas XII yang tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. 

Selain itu, mahasiswa UIN SUNA juga menjelaskan berbagai program beasiswa yang tersedia, baik bagi siswa berprestasi maupun mereka yang membutuhkan dukungan finansial agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

‎"Kegiatan ini kami adakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada siswa SMAN 1 Samudera tentang pilihan melanjutkan pendidikan di UIN SUNA. Harapannya, mereka dapat lebih siap menentukan masa depan sesuai dengan minat dan bakat mereka," ujar Muhammad Ichsan, salah satu mahasiswa UIN SUNA yang menjadi pemateri dalam acara tersebut.

‎Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling menarik perhatian. Para siswa aktif bertanya mengenai kehidupan kampus, perbedaan SPAN-PTKIN dengan SNBP, mengenai beasiswa, serta pengalaman mahasiswa selama berkuliah di sana.

‎Salah satu guru sekaligus pembina OSIS, Fitria Rizka Putri S.Pd., mengungkapkan kesan positifnya terhadap sosialisasi ini. "Saya jadi lebih memahami tentang UIN SUNA dan program beasiswa yang ditawarkan sehingga siswa lebih semangat untuk melanjutkan belajar tingkat perguruan tinggi. Ini sangat membantu dalam perencanaan pendidikan siswa," ujarnya. 

‎Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian brosur serta suvenir sebagai bentuk apresiasi kepada siswa SMAN 1 Samudera. Mahasiswa UIN SUNA berharap sosialisasi ini dapat menjadi jembatan awal bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, khususnya di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Reporter: Yusri

‎Editor: Tiara Khalisna
 

10 Februari 2026

Perdana! Mahasiswa UIN SUNA Terpilih Jadi 100 Peserta Terbaik Google Student Ambassador 2025

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Prestasi gemilang di kancah internasional kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. M. Aditya Prayoga, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), secara resmi dinyatakan lulus dalam wisuda global Google Student Ambassador (GSA) Class of 2025.

​Pencapaian Aditya tergolong sangat istimewa. Dari total 12.000 pendaftar yang berasal dari 760 perguruan tinggi, hanya 800 peserta yang berhasil menyelesaikan program dan dinyatakan lulus. Lebih membanggakan lagi, Aditya terpilih masuk ke dalam jajaran 100 peserta terbaik di tingkat global yang berhak mendapatkan apresiasi berupa fasilitas akomodasi penuh dari Google.

​Sebagai mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Aditya membuktikan bahwa bidang keagamaan dan manajemen mampu bersinergi dengan perkembangan teknologi digital. Keberhasilannya menembus seleksi ketat ini menunjukkan kualitas kompetensi mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe yang mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas ternama lainnya.

​"Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi bukti bahwa mahasiswa dari Lhokseumawe memiliki daya saing global. Saya berharap ilmu yang didapat dari Google bisa saya implementasikan untuk membantu digitalisasi manajemen pendidikan, khususnya di lingkungan kampus kita," ujar Aditya yang juga dikenal aktif sebagai Ketua HMJ MPI 2025.

​Keberhasilan Aditya yang menjadi salah satu dari 100 orang yang mendapatkan akomodasi eksklusif merupakan capaian langka. Program GSA sendiri bertujuan melatih para pemimpin mahasiswa untuk menjadi jembatan antara Google dan dunia akademis, serta mendorong literasi digital di lingkungan universitas.

​Pihak universitas menyambut baik prestasi ini. Capaian Aditya diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe untuk tidak ragu mengejar prestasi di tingkat internasional, sesuai dengan visi kampus dalam mencetak lulusan yang unggul dan inovatif.


Rilis

Editor: Zuhra

09 Februari 2026

Musma dan Demokrasi Mahasiswa: Antara Legalitas Aturan dan Tantangan Partisipasi

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Pelaksanaan Musyawarah Mahasiswa (Musma) kembali menjadi sorotan mahasiswa. Forum yang sejatinya dipahami sebagai ruang demokrasi mahasiswa tersebut dinilai sah secara aturan, namun masih menyisakan persoalan rendahnya partisipasi mahasiswa secara luas.

Menanggapi hal tersebut, Munawir selaku Presiden Mahasiswa menjelaskan bahwa Musma dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disusun dan ditetapkan oleh Senat Mahasiswa (SEMA). Dalam mekanisme tersebut, Musma memang dijalankan melalui sistem perwakilan lembaga, bukan pemilihan langsung oleh seluruh mahasiswa. “Kami hanya mengikuti aturan yang berlaku. Evaluasi formal terkait legitimasi Musma berada di ranah SEMA,” ujar Munawir.

Sementara itu, Ketua SEMA, Cut Asna menegaskan bahwa mekanisme Musma berbasis perwakilan telah diatur dalam AD/ART Kementerian Agama sejak perubahan tahun 2016 dan diterapkan di berbagai perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag. 

Menurutnya, Selama prosedur dan kuorum terpenuhi, Musma dinilai sah secara konstitusional. “Secara struktural dan regulatif, Musma tetap sah selama diselenggarakan sesuai AD/ART, kuorum terpenuhi, dan mekanisme perwakilan berjalan sebagaimana diatur,” ujar Cut. 

Baik DEMA maupun SEMA mengakui adanya kritik dan apatisme mahasiswa terhadap Musma. Rendahnya partisipasi dinilai dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Saya bisa menyampaikan bahwa lembaga mahasiswa memang menerima kritik dan keberatan dari sebagian mahasiswa terkait Musma sebelumnya, dan hal itu kami pandang sebagai bagian wajar dari dinamika demokrasi kampus,” ungkap Cut.

Munawir juga menegaskan bahwa, “Rendahnya minat biasanya dipengaruhi kurangnya informasi, beban akademik, dan persepsi bahwa Musma tidak berdampak langsung terhadap kebutuhan mahasiswa sehari-hari,” ujar Munawir.

Meski demikian, DEMA dan SEMA menyatakan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan Musma ke depan dapat berjalan lebih terbuka dan partisipatif.



Reporter: Muhammad syahru & Indira ulfa

Editor: Zuhra

07 Februari 2026

UIN SUNA Cetak Sejarah, Mahasiswa Ilmu Falak Lulus Perdana Melalui Jalur Non-Skripsi

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe kembali mencatat sejarah baru dalam dunia akademik. Untuk pertama kalinya, seorang mahasiswa dinyatakan lulus melalui jalur non-skripsi. Mahasiwa tersebut merupakan Ravik Walhidayah dari Jurusan Ilmu Falak, Fakultas Syariah, yang resmi menyandang gelar sarjana melalui skema tugas akhir berbasis publikasi pada Selasa (03/02/2026).

Selama periode pendidikannya, Ravik menunjukkan prestasi akademik yang sangat mengesankan. Ia berhasil menerbitkan sebanyak delapan artikel penelitian di berbagai jurnal dalam negeri. Dari total tersebut, tiga artikel di antaranya terdaftar di Sinta 3 dengan Ravik sebagai penulis utama. Pencapaian ini menggambarkan konsistensi, ketekunan, dan keterampilan riset yang solid dalam bidang Ilmu Falak.

Beberapa topik penelitian yang ia angkat tergolong tidak biasa bagi mahasiswa dengan latar belakang non-IT. Ravik meneliti isu-isu seperti kecerahan langit, analisis bencana hidrometeorologi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence). Ketertarikan tersebut mendorongnya untuk terus mengembangkan riset, bahkan sebelum jalur non-skripsi secara resmi dibuka oleh kampus.

Hasil penelitian Ravik telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah. Di antaranya adalah Rumah Jurnal Al-Marshad (Sinta 3), Al-Hilal (Sinta 3), Al-Afaq (Sinta 3), Lamahu (Sinta 4), serta Astroislamica. Selain itu, seluruh produk akademiknya juga terdokumentasi secara terbuka melalui platform GitHub, sehingga dapat diakses oleh publik. Untuk menelusuri rekam jejak publikasinya, cukup mengetik nama Ravik Walhidayah pada Google Scholar.

Keputusan memilih jalur kelulusan tanpa skripsi bukan tanpa alasan. Ravik menilai bahwa publikasi ilmiah memungkinkan hasil penelitiannya dibaca secara luas, kapan pun dan dari mana pun. Menurutnya, jalur ini juga menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan reputasi institusi melalui karya ilmiah yang terpublikasi.

Dari sisi proses, kelulusan non-skripsi memiliki mekanisme yang hampir serupa dengan skripsi konvensional. Namun, terdapat perbedaan mencolok dalam penggunaan bahasa yang dituntut lebih ringkas, padat, dan mampu menggambarkan penelitian secara komprehensif. Tantangan lain datang dari proses revisi yang harus menyesuaikan masukan para reviewer jurnal. Meski demikian, kampus telah menyediakan buku panduan resmi sebagai acuan mahasiswa.

Tantangan terbesar bagi Ravik justru datang dari bidang kajian yang ia tekuni. Ia berterus terang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi. Hal tersebut membuatnya harus belajar secara otodidak dari nol, menghabiskan waktu ekstra untuk memahami konsep-konsep teknis. Namun, bagi Ravik, tantangan tersebut adalah hal yang ia sukai.

Ia mengaku bangga sekaligus terkejut bisa menjadi lulusan non-skripsi pertama di angkatannya. "Begadang hampir setiap hari, mata perih, ratusan gelas es americano, sampai punggung terasa sakit semuanya terasa terbayar,” ungkapnya. Meski demikian, Ravik menegaskan bahwa pencapaiannya ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan akademik dan profesional yang lebih panjang.


Penulis: Neiva Zaida Hasanah Saragih

Editor: Zuhra

31 Januari 2026

Harumkan Nama Almamater, Mahasiswa UIN SUNA Terpilih Ikuti Kelulusan Eksklusif Google Student Ambassador di Jakarta

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu mahasiswa terbaiknya, M. Aditya Prayoga, yang merupakan Google Student Ambassador (GSA), terpilih menjadi bagian dari delegasi elit untuk menghadiri Acara Kelulusan GSA secara hybrid di Jakarta pada awal Februari mendatang.

Capaian Prestisius: Seleksi 100 Mahasiswa Terbaik se-Indonesia

‎Pencapaian ini tergolong luar biasa dan sangat selektif. Berdasarkan informasi resmi, dari total 800 partisipan GSA yang tersebar di berbagai wilayah, Google hanya memilih 100 mahasiswa terbaik dengan performa paling unggul untuk mendapatkan fasilitas akomodasi dan biaya perjalanan penuh (fully funded).

‎M Aditya Prayoga (GSAID25008) berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus kuota terbatas tersebut. Keberhasilan ini menempatkan delegasi UIN SUNA Lhokseumawe sejajar dengan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi ternama lainnya di Indonesia yang akan berkumpul di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Jumat (06/02/2026).


Apresiasi dan Dukungan Institusi

‎Pihak kampus menyambut hangat undangan resmi Google dengan nomor GSA-INV/2026/0103 tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta digital mahasiswa, institusi memberikan izin penuh bagi Aditya untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni:

‎1. 5 Februari 2026: Keberangkatan dan kedatangan delegasi di Jakarta.

‎2. 6 Februari 2026: Prosesi puncak Kelulusan Google Student Ambassador.

‎3. 7 Februari 2026: Kepulangan ke Lhokseumawe.

‎Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe memiliki kompetensi yang sangat kompetitif di bidang teknologi informasi dan kepemimpinan global di tengah transformasi besar institusi.

Pernyataan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama (Warek III)

‎Warek III UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. Darmadi, M.Si., memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras M Aditya Prayoga. Dr. Darmadi menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari potensi besar yang dimiliki mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman.

‎"Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kami mampu bersaing secara head-to-head di level nasional dalam ekosistem teknologi global seperti Google. Kami di jajaran pimpinan sangat bangga atas keberhasilan Saudara M Aditya Prayoga yang masuk dalam 100 mahasiswa terbaik nasional, yang mana hal ini selaras dengan semangat transformasi kita menjadi UIN Sultanah Nahrasiyah," ujarnya.

‎Dr. Darmadi juga menambahkan bahwa partisipasi Aditya dalam forum hybrid ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan ekosistem digital di kampus. "Harapannya, ilmu dan pengalaman yang dibawa pulang dari Jakarta nanti dapat diresonansikan kepada mahasiswa lainnya agar semangat inovasi ini terus tumbuh di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe," pungkasnya.

Tentang Hubungan Masyarakat (Humas) UIN SUNA Lhokseumawe

‎Bagian Humas UIN SUNA Lhokseumawe bertugas mengelola informasi dan publikasi mengenai berbagai capaian akademik serta non-akademik civitas academica guna memperkuat citra institusi sebagai pusat keunggulan pendidikan yang integratif di Aceh.

Rilis

‎Editor: Tiara Khalisna

30 Januari 2026

Mahasiswa UIN SUNA Ikut Program Volunteering Maslahat di Aceh Tamiang

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Muhammad Izzat Saputra, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sekaligus Koordinator BSI Scholarship UIN SUNA Lhokseumawe, terpilih sebagai salah satu relawan dalam Program Volunteering Maslahat untuk Negeri yang diinisiasi oleh BSI Maslahat. Ia ditempatkan di Aceh Tamiang, wilayah yang terdampak bencana banjir. Dalam program tersebut, Izzat ditempatkan di dua desa, yakni Kampung Landuh dan Kampung Durian. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12–18 Januari 2026.

Selama kegiatan, Izzat terlibat dalam berbagai program kemanusiaan, khususnya dukungan psikososial bagi bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak untuk membantu pemulihan mental dan emosional masyarakat pascabencana.

Menurut Izzat, tantangan terbesar yang dihadapi relawan adalah kondisi psikologis masyarakat yang masih diliputi trauma. Namun, ia mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap kehadiran relawan sangat positif. "Respons masyarakat sangat positif. Warga menerima relawan dengan terbuka, ramah, dan merasa terbantu," ungkap izzat.

Selain menjadi relawan, Izzat juga dipercaya sebagai Koordinator Relawan yang bertugas mengoordinasikan tim dan memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman baru tentang makna pengabdian. "Pelajaran terpenting yang saya dapatkan adalah arti empati, kepedulian sosial, serta pentingnya hadir secara tulus untuk mendukung sesama, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara emosional," jelas Izzat. Izzat berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terlibat dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan.


Reporetr: Indira ulfa

Editor: Zuhra

29 Januari 2026

Merawat Ikatan Pasca KPM: Kelompok 61 UIN SUNA Kembali ke Waq Toweren Sekaligus Salurkan Bantuan Donasi

Foto: Neiva Zaida Hasanah Saragih

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali mendatangi Desa Waq Toweren, lokasi pelaksanaan Kelompok KPM 61 yang telah ditetapkan sekitar dua bulan lalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026. 

Kunjungan kembali Kelompok KPM 61 ke Desa Waq Toweren ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Selain itu, mahasiswa KPM juga mengambil beberapa barang yang sempat tertinggal karena tidak dapat dibawa serta saat kepulangan usai pelaksanaan kegiatan KPM sebelumnya.

Inisiatif penggalangan donasi yang dilakukan oleh Kelompok KPM 61 mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Dukungan tersebut datang dari Lembaga BFLF (Blood For Life Foundation), para staf dan dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, serta orang tua dan kerabat mahasiswa.

Adapun donasi yang berhasil dikumpulkan berupa uang tunai sebesar Rp2.425.000, roti bayi, pakaian layak pakai, Al-Qur’an, lampu Penerangan Jalan Raya (PJR), dan lampu tenaga surya untuk kebutuhan masyarakat Desa Waq Toweren serta perangkat starlink untuk masyarakat Desa Rawe. 

M. Dhuha Masyhuri selaku ketua Kelompok KPM 61, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi berbagai pihak dalam kegiatan donasi tersebut.

“Alhamdulillah, banyak bantuan dari berbagai pihak yang mau ikut serta berdonasi untuk Desa Waq Toweren, pemberian donasi ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat untuk desa Waq Toweren,” ujarnya. Ia juga berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat mempererat hubungan silaturahmi mahasiswa klompok KPM 61 dengan para masyarakat Desa Waq Toweren. 


Reporter: Fitdaturrahmi & Muhammad Syahru

Editor: Zuhra
 

24 Januari 2026

Mahasiswa KPM Kelompok 77 UIN SUNA Luncurkan Program Satu Desa Sejuta Nilai di Nibong Wakeuh, Aparat Desa Beri Dukungan Penuh

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mengawali masa pengabdian kepada masyarakat, kelompok mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 77 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar pertemuan perdana dengan perangkat Desa Nibong Wakeuh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (20/1/2026). 

Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan warga setempat. Mengusung tema besar “Satu Desa Sejuta Nilai”, kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh aparatur desa. Suasana akrab menyelimuti pembicaraan yang membahas pemetaan potensi desa serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Kepala Desa (Keuchik) Nibong Wakeuh menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemikiran akademis mahasiswa dengan kearifan lokal desa. “Kami sangat terbuka dan mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa di desa kami. Kami berharap program kerja yang disusun tidak hanya menjadi syarat formalitas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga, baik dari sektor pemberdayaan ekonomi maupun pendidikan,” ujar kepala desa di sela-sela diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa perangkat desa siap memfasilitasi kebutuhan koordinasi mahasiswa selama berada di lapangan. Pihak desa telah merencanakan beberapa kegiatan komunal, seperti gotong royong menjelang bulan suci ramadan, dan berharap mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Habil selaku Humas KPM 77 Desa Nibong Wakeuh menyatakan kesiapan timnya. “Kami siap membantu kapan saja gampong membutuhkan bantuan dari kami. Komitmen kami adalah mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat Gampong Nibong Wakeuh selama masa KPM ini berlangsung,” tegas Habil mewakili rekan-rekannya.

Pertemuan perdana ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling bersinergi selama masa pengabdian. Dengan koordinasi yang solid sejak dini, diharapkan seluruh program kerja KPM dapat terealisasi dengan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Nibong Wakeuh.


Penulis: Tim Humas KPM 77

Editor: Putri Ruqaiyah

18 Januari 2026

SUNAPODCAST Episode 05: Langkah Cepat Satgas Bencana UIN SUNA Respon Bencana Banjir

Foto: YouTube/uinsunaofficial

www.lpmalkalam.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melalui program SUNAPODCAST kembali menghadirkan diskusi informatif seputar isu kemanusiaan dan kebencanaan pada episode ke-05 yang tayang pada Selasa (14/01/2026).

SUNAPODCAST episode 5 ini mengangkat tema “Di Balik Layar Satgas Bencana UIN SUNA Lhokseumawe”, podcast ini membahas langkah cepat dan peran nyata kampus dalam merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Aceh.

Dr. Said Alwi, M.A., Wakil Rektor II UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sekaligus Ketua Satgas Bencana, hadir sebagai narasumber, beliau menjelaskan kondisi awal saat bencana terjadi. Ia menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di beberapa daerah, sehingga pimpinan kampus segera menggelar rapat darurat atas arahan Rektor. “Langkah pertama adalah mengevakuasi mahasiswa kita  yang sedang melaksanakan KPM, kebetulan pada sebulan sebelumnya itu ada mahasiswa KPM di Buloh, kemudian di Takengon, dan beberapa tempat,” ungkap Said. Ia menjelaskan bahwa Satgas Bencana UIN SUNA segera melakukan penelusuran kondisi lapangan untuk memastikan daerah yang terdampak serta kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Dari hasil pemetaan tersebut, tim bergerak cepat menyalurkan bantuan, termasuk distribusi sembako kepada mahasiswa dan masyarakat terdampak, dengan dukungan dana dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) serta sumber internal kampus.

Lebih lanjut, Dr. Said Alwi menegaskan bahwa hingga saat ini Satgas Bencana masih terus bekerja, terutama dalam pendataan mahasiswa yang terdampak bencana. Bagi mahasiswa yang belum terdata, pihak kampus membuka layanan pelaporan langsung melalui Posko Satgas Bencana di Biro UIN SUNA Lhokseumawe. “Karena ada beberapa mahasiswa kita yang belum terdata, dapat langsung melapor ke Satgas di Biro. Ada poskonya di biro itu ada Bu Yusnidar, kemudian ada teman-teman yang lain,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada mahasiswa, Satgas Bencana UIN SUNA juga menerima permintaan bantuan dari beberapa sekolah dan madrasah yang terdampak banjir. Bantuan yang dilakukan meliputi kegiatan pembersihan lingkungan sekolah, madrasah, dan masjid, serta rencana hari amal bakti sebagai bentuk kepedulian sosial.

Ke depan, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe juga merencanakan program lanjutan berupa kegiatan mengajar bagi siswa yang ada di sekolah-sekolah yang terdampak, serta pendampingan proses pembelajaran bagi guru dan peserta didik. Mahasiswa akan dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Menutup diskusi, pembawa acara SUNAPODCAST merangkum bahwa ketanggapan Satgas Bencana UIN SUNA menjadi bukti kehadiran kampus di tengah masyarakat saat bencana . Kampus berkomitmen kedepannya untuk terus bekerja semaksimal mungkin, dan saling menguatkan.

Melalui SUNAPODCAST, UIN SUNA Lhokseumawe menegaskan perannya sebagai kampus peradaban yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan dan sosial.


Reporter: Amanda Zuhra

Editor: Zuhra

30 Desember 2025

Mahasiswa KPM Kelompok 16 UIN SUNA Ikut Andil di Musrenbang Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang bertempat di Gedung Serbaguna desa. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe ikut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara yang berlangsung pada Jumat (14/11/2025).

Musrenbang diadakan sebagai forum resmi untuk menyusun dan menentukan prioritas pembangunan desa pada tahun mendatang. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, kelompok perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan usulan dan kebutuhan pembangunan berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ada di lingkungan masing-masing.

‎Pembahasan dalam Musrenbang meliputi bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan fasilitas umum. Seluruh usulan yang muncul kemudian dicatat, dibahas, dan dipilih berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat Desa Kilometer VIII. 

‎Ketua KPM Kelompok 16, Baril Walidi, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan yang partisipatif. Baril berharap hasil Musrenbang dapat menjadi dasar perencanaan yang tepat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan desa. 

Pemerintah desa memberikan apresiasi atas peran mahasiswa KPM yang membantu pendataan, dokumentasi, serta pengaturan jalannya musyawarah. Kehadiran mahasiswa dinilai membuat kegiatan lebih tertib dan terorganisasi. 

Musrenbang berlangsung dengan lancar dan menghasilkan sejumlah prioritas pembangunan yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan program desa. Masyarakat berharap keputusan yang dihasilkan dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan pembangunan Desa Kilometer VIII secara berkelanjutan.

‎Penulis: Cut Utya Khaira, Mahasiswi KPM Kelompok 16 UIN SUNA 

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM Kelompok 16 UIN SUNA Dukung Penuh Kegiatan Posyandu di Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– ‎‎‎Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara mengadakan Kegiatan Posyandu untuk Lansia (lanjut usia), Balita, dan Ibu Hamil yang bertempat di Gedung Serbaguna desa. Pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) ini mendapat dukungan penuh dari mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Senin (17/11/2025).

Layanan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan ibu hamil, penimbangan dan pengukuran balita, pemberian vitamin, pengecekan tekanan darah lansia, serta penyuluhan kesehatan mengenai pola hidup bersih dan pencegahan penyakit. Mahasiswa KPM terlibat aktif dalam proses pendataan, pendampingan masyarakat, serta membantu petugas kesehatan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib. 

Ketua KPM Kelompok 16, Baril Walidi, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa. Baril berharap melalui Posyandu ini, para ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Kilometer VIII.

‎Perangkat desa dan tenaga kesehatan memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa yang dinilai sangat membantu, terutama dalam mengatur alur pelayanan dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi kesehatan dengan baik. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan desa. 

Warga desa merespons kegiatan ini dengan antusias, terutama kelompok ibu hamil dan orang tua balita yang merasa terbantu dengan pemeriksaan rutin dan edukasi yang diberikan. Posyandu juga menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

‎Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan kualitas kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera di Desa Kilometer VIII.

‎Penulis: Cut Utya Khaira, Mahasiswi KPM Kelompok 16 UIN SUNA

‎Editor: Tiara Khalisna

27 Desember 2025

Ketika Bencana Mengisolasi, Pengabdian Tetap Berjalan di Bale Atu

Foto: Intan Nuraini

www.lpmalkalam.com– Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe awalnya berjalan aman dan terkendali. Namun, hujan berintensitas tinggi yang turun tanpa henti selama beberapa hari memicu bencana di sejumlah wilayah sekitar. Akses jalan terputus akibat longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa daerah.

Meski Desa Bale Atu tidak terdampak langsung, kondisi tersebut menyebabkan keterisolasian. Terputusnya akses distribusi berdampak pada kelangkaan logistik, mulai dari habisnya bahan bakar, padamnya listrik, terganggunya jaringan komunikasi, hingga sulitnya memperoleh kebutuhan pokok seperti beras dan sembako. Situasi ini turut dirasakan oleh mahasiswa KPM yang sedang menjalankan pengabdian.

Memasuki satu minggu pascabencana, kesulitan masyarakat semakin terasa. Sejumlah toko tutup akibat keterbatasan pasokan, bahkan salah satu gerai ritel dilaporkan dijarah karena kondisi masyarakat yang mulai mengalami kelaparan. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendirikan dapur umum serta membuka akses jaringan komunikasi di Kantor Bupati dengan memanfaatkan jaringan satelit Starlink.

Dalam situasi tersebut, mahasiswa KPM dari UIN SUNA dan UIN Ar-Raniry turut menjadi bagian sebagai relawan di dapur umum. Mereka membantu berbagai aktivitas, mulai dari menyiapkan bahan makanan, mencuci peralatan makan, membagikan makanan kepada warga, hingga terlibat langsung dalam proses memasak.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Di tengah keterbatasan akibat bencana, kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial.


Penulis: Intan Nuraini 

Editor: Tiara Khalisna

26 Desember 2025

Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SD Bale Atu, Aceh Tengah

Foto: IST 

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe  melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying di Sekolah Dasar (SD) Bale Atu, Aceh Tengah pada Minggu (24/11/2025). 

Kegiatan sosialisasi pencegahan bullying ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KPM Desa Bale Atu dan diikuti oleh siswa kelas VI SD tersebut. Sosialisasi anti bullying ini dilaksanakan setelah mahasiswa KPM bertugas sebagai pembina upacara di sekolah tersebut. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KPM memberikan edukasi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.

Kegiatan berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan mulai sering turun dan aliran listrik di Desa Bale Atu kerap mengalami pemadaman, peristiwa ini terjadi sebelum bencana melanda wilayah sekitar desa. Meski demikian, kegiatan sosialisasi tetap berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KPM menggunakan metode interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Para siswa diajak untuk mengenali perilaku bullying serta diberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghormati, menjaga perasaan teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM UIN SUNA berharap sosialisasi anti bullying dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini di kalangan pelajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui program edukatif yang berdampak langsung.


Reporter: Intan Nuraini

Editor: Zuhra

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.