Portal Berita Al-Kalam

Wawancara Calon Kru Magang Al-Kalam Tahun 2026 Digelar dalam Dua Sesi

Foto: M. Rahul Gonzales www.lpmalkalam.com -  Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas...

HEADLINE

Latest Post

01 Oktober 2026

HMPS BKI UIN SUNA Gelar Seminar Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Seminar Teknik Dasar Konseling dengan tema “Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa: Eksplorasi Emosi melalui Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi” di Aula FUAD lantai III pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD Mahdi, Ketua Program Studi (Prodi) BKI Hartini Mudarsa, Sekretaris Prodi BKI Minda Septiani, serta 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sebanyak 30 peserta di antaranya merupakan panitia. Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Sri Azni dan Taifatul Jannah.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, serta laporan Ketua Panitia Zainab.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman mendalam bagi kita semua mengenai cara menyentuh rasa dan memahami jiwa lewat eksplorasi emosi melalui teknik dasar konseling dan hipnoterapi,” ujar Zainab.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rijal Maulana. “Tahun ini merupakan perdana kegiatan dihadiri oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di Lhokseumawe,” ujarnya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Prodi BKI dan Dekan FUAD. Setelah itu, acara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penyerahan cenderamata kepada kedua pemateri.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Sri Azni dengan dipandu oleh Haura Lailatul Fitrah selaku moderator. Dalam materi bertajuk “Eksplorasi Emosi: Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa”, Sri Azni menyampaikan, “Ketika kita semua sedang ada masalah, ada hambatan, ada kekurangan, yakini itu adalah masa-masa yang akan membuat kita naik level untuk bisa menjadi lebih baik.”

Sesi kedua dilanjutkan oleh Taifatul Jannah yang dipandu oleh Nadia Setiawati selaku moderator. Di tengah pemaparan materi, Taifatul melakukan hipnoterapi berupa teknik relaksasi kepada para peserta. “Harapan saya untuk para peserta agar bisa memahami hipnoterapi secara realistis,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif bertanya kepada kedua pemateri, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

9 Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lolos sebagai Google Students Ambassador Batch 2

Sumber: googlestudentambassador.id

www.lpmalkalam.com- Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe dinyatakan lolos dalam program Google Students Ambassador (GSA) Batch 2 setelah mengikuti serangkaian proses seleksi. Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan secara resmi pada Kamis (1/10/2026).

Sembilan mahasiswa yang dinyatakan lolos tersebut adalah Nayla Salsabila, Alvi Lutviah Budi, Ririn Dayanti Harahap, Raudani Fitri, Intan Darul Khairat, Agustria Asria Dewi, Salsabila Attala Nisa Purba, Wirda Rasyada, dan Amanda Zuhra.

Salah seorang mahasiswa yang lolos, Ririn Dayanti Harahap, menjelaskan bahwa program berskala nasional tersebut menerapkan proses seleksi yang ketat. “Kami harus bersaing secara sehat dengan 300.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia hingga akhirnya terpilih untuk bergabung bersama 2.000 peserta lainnya,” ujar Ririn saat memberikan keterangan pada Jumat (2/9/2026).

Sementara itu, Amanda Zuhra, salah seorang mahasiswa UIN SUNA yang turut lolos, mengatakan bahwa dirinya berfokus pada kemampuan dan keunikan yang dimiliki selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Pencapaian tersebut juga ditandai dengan lolosnya Alvi Lutviah Budi, mahasiswa UIN SUNA penyandang disabilitas netra. Alvi mengatakan bahwa ia menggunakan fitur pembaca layar (screen reader) pada telepon pintar untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi, termasuk menyelesaikan tantangan teknis.

Setelah dinyatakan lolos, sembilan mahasiswa tersebut berencana melaksanakan sejumlah kegiatan di lingkungan kampus, termasuk sesi edukasi dan lokakarya (workshop) mengenai teknologi.

Kegiatan tersebut direncanakan membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI), termasuk Google Gemini, untuk mendukung kegiatan belajar dan produktivitas mahasiswa.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Korlab Saleum Teuka 2026 Klaim 90 Persen Siap, Dekanat Sebut Tak Terima Proposal

 

Foto: Abdul Azis Perangin Angin

www.lpmalkalam.com- Rencana pelaksanaan Saleum Teuka oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang dijadwalkan pada Minggu (20/09/2026) dan berakhir tidak terlaksana menjadi persoalan di lingkungan mahasiswa FTIK. Persoalan tersebut kemudian menjadi titik awal LPM Al-Kalam dalam menelusuri serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Setelah bergerak mencari informasi dari berbagai sudut pandang, diketahui bahwa terdapat perbedaan informasi antara pihak panitia dan Dekanat FTIK, terutama mengenai proses komunikasi dan perizinan kegiatan. Guna mendapatkan informasi dari pihak Ormawa, LPM Al-Kalam terlebih dahulu menghubungi Muhammad Agha Alfaysal selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK pada Senin (21/09/2026). Dalam wawancara tersebut, Agha mengatakan bahwa Ormawa tidak pernah menyepakati keputusan untuk mentiadakan Saleum Teuka. “Kami Ormawa tidak ada menyepakati hal demikian,” ujar Agha melalui WhatsApp.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut, Agha justru mengirimkan kontak Ketua Panitia serta Koordinator Lapangan (Korlab) yang bertujuan agar LPM Al-Kalam kemudian meminta keterangan langsung kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan. Melalui nomor yang sudah diberikan, LPM Al-Kalam kemudian berupaya menghubungi pihak panitia dan Korlab untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Penggalian informasi tersebut dilakukan pada Selasa (22/09/2026). Dalam mendapatkan keterangan yang sejalan, LPM Al-Kalam melalui WhatshApp menghubungi Trias selaku Ketua Panitia Saleum Teuka tahun 2026. Trias kemudian menyampaikan bahwa keterangan mengenai persoalan tersebut dapat ditanyakan kepada Ketua DEMA dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTIK. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua panitia mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. “Saya selaku Ketua Panitia juga mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. Jawabannya ada sama Ketua tersebut kak,” kata Trias.

Mendapati konfirmasi yang saling tolak-menolak, maka LPM Al-Kalam kemudian melanjutkan konfirmasi kepada Azmi Hidayatullah selaku Korlab kegiatan yang disebutkan. Saat ditanya mengenai alasan utama Saleum Teuka tidak terlaksana, Azmi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan kegiatan tersebut ditiadakan. Menurut Azmi, Saleum Teuka selama ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Ia juga mengatakan bahwa beberapa fakultas lain telah melaksanakan kegiatan serupa. Namun, kemudian muncul surat dari pihak Dekanat yang menurutnya berkaitan dengan larangan kegiatan Saleum Teuka ke laut karena adanya kekhawatiran terhadap premanisme, pungutan uang mahasiswa, serta kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dalam penjelasannya, Azmi mengatakan bahwa panitia sebelumnya telah berupaya menemui Wakil Dekan (Wadek) III FTIK pada Kamis dengan tanggal yang tidak dikonfirmasi.

“Kronologinya adalah pada hari Kamis kami pihak panitia Saleum Teuka ingin menjumpai Wadek III, tapi beliau berhalangan. Kemudian kami mengajukan proposal hari Jumat dan tidak ada balasan apa-apa. Kemudian keluar surat larangan dari pihak fakultas,” ujar Azmi.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan Saleum Teuka yang direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu, (20/09/2026) tersebut telah mencapai sekitar 90%. LPM Al-Kalam kemudian menanyakan lebih lanjut mengenai angka 90% yang telah disebutkan, hal ini didasarkan pada pengakuan pihak Ormawa bahwa pengajuan proposal dilakukan pada hari Jumat, sementara itu kegiatan akan dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Melalui keterangan tersebut, maka pertanyaan yang diajukan mengarah pada penilaian yang diberikan dengan nilai sebesar 90% lebih dominan pada aspek teknis atau pada administrasi dan perizinan. Namun, hingga berita ini disusun, Azmi belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas pertanyaan tersebut.

Guna mendapatkan kejelasan dari pihak DEMA, LPM Al-Kalam kembali menghubungi Agha pada Rabu (23/09/2026). Dalam keterangannya, Agha menyampaikan bahwa Dekanat memang belum memberikan izin terkait Saleum Teuka. “Nantinya kita akan bermusyawarah kembali. Namun yang kami harapkan, temu ramah per jurusan atau prodi terlaksanakan,” ujar Agha. 

Menanggapi angka persiapan yang sudah 90% dengan perizinan yang belum diperoleh, dalam kesempatan wawancara tersebut LPM Al-Kalam kemudian menanyakan kepada Agha. Namun, ia juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai angka tersebut mengarah pada kesiapan teknis kegiatan dan proses administrasi,  atau lebih besar pada salah satu kesiapan saja. 

Selain Ketua DEMA, LPM Al-Kalam juga berupaya mendapatkan keterangan dari Ketua SEMA FTIK, Abdul Aziz Yuda Hermawan. Konfirmasi telah dilakukan, tetapi hingga berita ini disusun dan dipublikasi belum diperoleh keterangan yang dapat menjelaskan posisi SEMA dalam persoalan tersebut. 

Wakil Dekan III FTIK UIN SUNA

Untuk melihat sudut pandang dari Dekanat fakultas terkait, LPM Al-Kalam kemudian menghubungi Wadek III FTIK yaitu Nurul Fadhillah pada Selasa (22/09/2026). Dalam keterangannya, Wadek III mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan Saleum Teuka dari Ormawa. “Belum ada info tentang Saleum Teuka, Ormawa belum ngomong ke saya kapan mau dibuat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa apabila Ormawa tidak menyampaikan informasi, melakukan komunikasi, dan meminta izin secara langsung, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak dianggap sebagai kegiatan yang mewakili kampus. 

Keterangan tersebut menjadi salah satu titik yang berbeda dengan pernyataan Azmi. Kemudian, terkait dengan pertemukaan dalam rangka pengajuan proposal kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa dan Wadek III FTIK, melalui konfirmasi yang dilakukan oleh LPM Al-Kalam, Wadek III menyatakan bahwa informasi mengenai Saleum Teuka belum diterimanya secara langsung.

LPM Al-Kalam juga melakukan konfirmasi kepada Wakil Dekan I FTIK, Susi Yusrianti. Ketika ditanya mengenai Saleum Teuka, Susi menjawab, “Acara apa ya? Belum dapat informasinya.”

Keterangan tersebut kembali menunjukkan bahwa informasi mengenai rencana Saleum Teuka belum diterima oleh seluruh jajaran dekanat ketika LPM Al-Kalam melakukan konfirmasi.

Guna mendapatkan informasi yang tepat maka, LPM Al-Kalam kemudian melakukan wawancara secara langsung dengan Dekan FTIK, Jumat Barus, di ruangannya pada Senin (28/09/2026).

Dekan FTIK UIN SUNA

Dalam wawancara tersebut, Jumat mengatakan bahwa dirinya justru heran ketika mendengar adanya informasi bahwa Saleum Teuka tidak mendapatkan izin dari Dekanat. Menurutnya, pihak fakultas tidak pernah menerima informasi mengenai rencana kegiatan tersebut. “Saya herannya, kenapa kok ada muncul kok tidak diizinkan Saleum Teuka, padahal kami sendiri tidak tahu kegiatan itu, dan kegiatan itu pun tidak pernah dikasih tahu ke kami,” ujar Jumat.

Jumat juga mempertanyakan pernyataan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 90%. Menurutnya, proses persiapan sebuah kegiatan mahasiswa seharusnya diawali dengan pengajuan izin karena Ormawa FTIK berada dalam struktur kelembagaan fakultas.

“Saya heran tadi persiapannya sudah 90%, persiapan apa? Seharusnya kan persiapan itu pertama minta izin dulu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tingkat fakultas seharusnya disampaikan melalui jalur yang sesuai, mulai dari Wadek III hingga Dekan fakultas. Jumat mengatakan dirinya tidak pernah diajak duduk bersama untuk membahas rencana Saleum Teuka.

“Agha ataupun Wadek III tidak ada yang membicarakan ini dengan saya. Kami enggak pernah diajak duduk dan menyampaikan, ‘Pak, kami mau buat ini,’ kemudian kapan dilaksanakannya pun kami enggak tahu sama sekali,” ujarnya.

Ketika LPM Al-Kalam menyampaikan informasi bahwa panitia disebut mengajukan proposal pada hari Jumat, selaku Dekan Fakultas, Jumat mempertanyakan kepada siapa proposal tersebut diberikan. “Ke mana mereka kasih? Fakultas?” tanyanya.

Ketika kemudian ditanyakan apakah pengajuan proposal yang dilakukan lebih awal akan membuka kemungkinan kegiatan memperoleh izin, “Kalau mereka kasih proposal lebih awal apakah diizinkan? Itu nanti kami pertimbangkan,” katanya.

Menurut Jumat, pihak fakultas perlu melihat terlebih dahulu isi proposal, “Nantikan kami lihat dulu isinya apa. Itu pasti nanti kita duduk dulu, bagaimana, di mana diadakan, kapan, ada tidak kutipan. Itu kan perlu duduk, mungkin Wadek III dengan panitia,” ujarnya.

Jumat menegaskan bahwa pertimbangan utama pihak fakultas dalam memberikan izin adalah keselamatan mahasiswa. Ia juga mengatakan bahwa sebelum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pihak Dekanat telah melakukan rapat bersama ketua-ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sudah memberikan peringatan guna kejadian tahun lalu tidak berulang.

“Saya sudah sampaikan saya tidak ingin ada kegiatan di luar kampus seperti tahun lalu yang tanpa izin dari fakultas. Itu sudah kami kasih peringatan,” kata Jumat.

Menanggapi informasi yang menyebut Saleum Teuka ditiadakan karena tidak mendapat izin dari Dekanat, Jumat memberikan bantahan tegas. Menurutnya, pihak fakultas belum pernah menerima informasi mengenai kegiatan tersebut untuk kemudian memberikan keputusan.

“Kalau ada informasi yang mengatakan kalau Saleum Teuka ini ditiadakan karena tidak dapat izin dari dekanat, maka itu salah 100%,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, LPM Al-Kalam masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang belum memberikan keterangan secara lengkap, termasuk Ketua SEMA FTIK dan pihak terkait lainnya, agar informasi mengenai tidak terlaksananya Saleum Teuka dapat disampaikan secara utuh dari seluruh pihak.


Reporter: Putri Ruqaiyah dan M. Rahul Gonzales

Penulis: Putri Ruqaiyah dan Ririn Dayanti Harahap

Editor: Redaksi 

30 September 2026

GenBI UIN SUNA Gelar GenBI Insight, Kenalkan Bank Sentral dan Rupiah

Foto: Daffa Alkausar
www.lpmalkalam.com- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar GenBI Insight dengan tema “Kenali Bank Sentral, Cintai Rupiah, Raih Beasiswa” di Aula Biro Lantai III UIN SUNA pada Rabu (30/9/2026) pukul 08.00–13.00 WIB.

Kegiatan yang diketuai oleh Syalsabillah tersebut diikuti oleh 100 peserta yang telah melakukan pendaftaran. Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Akliy. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib. Ia juga menyampaikan harapan agar kuota penerima Beasiswa Bank Indonesia bagi mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah dapat bertambah pada tahun mendatang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Yan Ramerta Putra selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe mengenai kebanksentralan, termasuk peran Bank Indonesia dan kebijakan suku bunga. Ia juga menjelaskan perbedaan mekanisme pembiayaan pada perbankan konvensional dan perbankan syariah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Endra Eka Putra selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Indonesia Lhokseumawe yang membahas Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Materi tersebut mencakup ciri-ciri umum dan khusus Rupiah serta perkembangan penggunaan pembayaran digital di masyarakat.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan post-test untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Selain membahas kebanksentralan dan Rupiah, kegiatan tersebut juga menghadirkan materi mengenai tips dan strategi meraih Beasiswa Bank Indonesia. Peserta mendapatkan informasi mengenai tujuan pemberian beasiswa serta hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pendaftaran. Sesi tersebut berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan GenBI Insight ditutup dengan pengumuman video kreatif dari rangkaian kegiatan. Peserta juga mendapatkan berbagai hadiah berupa tumbler, kaus, dan tote bag. Selain itu, peserta yang mampu menjawab pertanyaan sekaligus menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah disampaikan mendapatkan voucher saldo dompet elektronik senilai Rp50.000,00.

Melalui kegiatan ini, GenBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran Bank Indonesia, pemahaman terhadap Rupiah, serta peluang pengembangan diri melalui Beasiswa Bank Indonesia.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Zahratul

29 September 2026

HMPS KPI UIN SUNA Gelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif

Foto: Muhammad Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Pelatihan Desain Grafis dan Video Kreatif di Aula Lantai III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pada Selasa (29/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bangkitkan Inspirasi dengan Kreasi” tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang desain grafis dan pembuatan video, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan di luar bidang akademik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Prodi) KPI Zanzibar, Sekretaris Jurusan (Sekjur) KPI Riza Mirza, Dekan FUAD Mahdi, serta mahasiswa FUAD dari sejumlah program studi, yakni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat yang dibawakan oleh Syahru Ade. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dipandu oleh Uswatun Husqa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Sahria Putra, sambutan Ketua Umum HMPS KPI Arif Firmanda, serta sambutan Ketua Prodi KPI Zanzibar. Setelah itu, Dekan FUAD Mahdi menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Willy Surya Prayoga, S.Sn., CLMT., MLTT dan Juanda, S.I.Kom. Keduanya memberikan materi mengenai komunikasi visual, khususnya desain grafis dan produksi video.

Materi yang disampaikan mencakup desain grafis beserta komponen-komponennya, serta pembahasan mengenai videografi dan sinematografi. Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya visual yang komunikatif dan menarik.

Dekan FUAD Mahdi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak hanya diperoleh melalui proses pembelajaran di dalam kelas.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga perlu dibekali dengan keterampilan di luar akademik. Kegiatan seperti pelatihan desain grafis dan video kreatif dinilai dapat membantu menyeimbangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan. “Pengalaman tidak hanya didapatkan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan di luar kampus sebagai bekal menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Mahdi.

Sementara itu, Zanzibar menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat sebagian orang menganggap pekerjaan desain menjadi lebih mudah. Namun, menurutnya, proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain tetap memiliki nilai tersendiri. “Padahal, dalam mendesain sesuatu, setiap racikan warna yang kita pilih memberikan kepuasan tersendiri,” ujarnya.


Reporter: M. Rahul Gonzales dan Rizky Ramadhani

Editor: Redaksi


FUAD Festival 2026 Digelar di Halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN SUNA

Foto: Zahratul

www.lpmalkalam.com- Organisasi mahasiswa (ormawa) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan FUAD Festival 2026 di halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah pada Selasa (29/9/2026) pukul 08.00 - selesai.

Mengusung tema “Membangun Generasi Intelektual, Spiritual, dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026. 

Kegiatan dibuka oleh pembawa acara (MC), yaitu Keysha Alea Wahdini dan Fajar Kacea. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pementasan Tari Ranup Lampuan yang dibawakan oleh Gesbika, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat.

Rangkaian pembukaan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, laporan panitia, serta sambutan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD dan Dekan FUAD. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan festival secara bersama-sama. Suasana kemudian dimeriahkan dengan penampilan kelompok musik Beudeubok.

Salah satu lagu yang dibawakan Beudeubok adalah “Tarek Pukat”, yang mendapat perhatian dari peserta dan pengunjung festival dengan nuansa musik khas Aceh. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Muhammad Luthfi, dilanjutkan dengan foto bersama.

Sejumlah perlombaan digelar dalam festival tersebut, di antaranya storytelling, Aceh Heritage Storytelling, Fahmil Qur’an, resensi buku, dan videografi. Selain perlombaan dan pertunjukan seni, FUAD Festival 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai stan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan. Sejumlah stan menawarkan makanan dan minuman kekinian, sementara stan lainnya menyediakan berbagai aksesori, termasuk gelang, yang dapat dibeli oleh pengunjung.


FUAD Festival 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Kapolres Lhokseumawe, Fresh Care, Pertamina Hulu Energi, DPRK Lhokseumawe, Rumah Sakit ABY, dan Bank Aceh.

Pada Selasa (29/9/2026), salah satu perlombaan yang dijadwalkan berlangsung adalah Aceh Heritage Storytelling yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga sore hari.

Ketua Panitia FUAD Festival 2026, Andiani, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. “Harapannya ke depan, kegiatan ini dapat membangun generasi muda dalam mengembangkan minat dan bakat mereka,” ujar Andiani.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan membutuhkan proses dan kerja sama yang besar dari berbagai pihak agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. “Proses berlangsungnya kegiatan ini sangat besar dan membutuhkan kerja sama yang baik agar tujuan kegiatan dapat berhasil,” ujarnya.


Penulis: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

24 September 2026

Insiden Family Gathering FEBI, Panitia Ungkap Kronologi dan Evaluasi Pengawasan


Foto: IST
www.lpmalkalam.com-
Dalam rangka penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2026, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan Family Gathering yang bertempat di Pioneer Camp, Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026) sejak pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di kampus setempat bagi mahasiswa yang berada di sekitar kampus hingga 16.45 WIB. 

Melalui informasi yang beredar di kalangan mahasiswa kampus setempat, telah terjadinya kecelakaan yang dialami oleh tiga orang Maba. Guna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai fakta di lapangan, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam kemudian bergerak memastikan informasi tersebut dengan mewawancarai Alfi Syahri selaku Koordinator Lapangan (Korlap). 

Melalui hasil wawancara bersama Alfi, diketahui bahwa Maba yang mengalami kecelakaan hanya dua orang, sedangkan satu Maba dari total korban yang diisukan tidak mengalami kecelakaan, tetapi sesak napas saat berada di lokasi kegiatan. Mengetahui jarak kampus dengan tempat pelaksanaan kegiatan berjarak 18,4 Kilometer (Km), maka pihak LPM Al-Kalam mengajukan pertanyaan terkait alasan pemilihan tempat tersebut. Alfi kemudian menjelaskan bahwa Pioneer Camp dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki area yang luas, suasananya sejuk, dan dinilai sesuai untuk kegiatan mahasiswa. 

Menanggapi isu yang tersebar, Alfi juga mengatakan bahwa salah satu Maba yang mengalami kecelakaan mengaku sudah melihat seekor lembu yang hendak menyeberang jalan, kemudian Mahasiswa tersebut berusaha mendahului lembu tersebut, tetapi salah memperhitungkan jarak sehingga terjadi kecelakaan. “Dia bilang, ‘Salah saya, Bang. Saya salah perhitungan. Karena lembu itu mau menyeberang, saya sedikit tancap gas untuk mendahului lembu tersebut,’” ujar Alfi. 

Guna memperjelas kondisi yang terjadi, pihak LPM Al-kalam juga melakukan wawancara kepada Indra Fahreza selaku Koordinator Konvoi. Ia menyampaikan bahwa dalam perjalanan pulang, ia berada di depan bus sehingga kabar kecelakaan diterimanya setelah berada di kampus. Ia kemudian mengatakan bahwa panitia yang berada di belakang rombongan langsung menghentikan perjalanan dan membawa kedua mahasiswa tersebut ke Puskesmas Muara Satu. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan untuk luka lecet dan obat minum. 

Alfi juga mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur akibat hujan. Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan yang dialami oleh dua Maba Febi terjadi saat perjalanan pulang dari lokasi kegiatan ketika rombongan mahasiswa Febi Pioneer Camp sekitar pukul 16.45 WIB. Menurutnya, panitia sebelumnya telah meminta penanggung jawab keamanan yaitu Muhammad Syahril Ramadhan untuk melakukan pengawasan selama perjalanan. “Kami sudah meminta PIC (Person in Charge/Penanggung Jawab) keamanan untuk lebih mengontrol saat pergi dan pulang,” kata Alfi. 

Dalam wawancara tersebut diketahui bahwa pihak panitia sudah membuat Google Form yang dapat diisi oleh Maba FEBI dengan memilih tiga opsi transportasi yang sudah disediakan oleh panitia. Berdasarkan data Google Form yang diisi oleh 145 responden, sebanyak 43,4% memilih menggunakan sepeda motor pribadi, 29,7% menggunakan sepeda motor bersama teman, dan 26,9% memilih bus. Dengan demikian, 73,1% responden memilih menggunakan sepeda motor, baik sendiri maupun bersama teman. 

Pada wawancara juga disampaikan bahwa panitia juga sudah menyiapkan satu transportasi besar (bus kampus) sesuai dengan kebutuhan yaitu muatan barang dan jumlah Maba yang memilih opsi naik bus. Sementara itu, Alfi menyebut sekitar 90% Maba FEBI menggunakan sepeda motor. Ia mengatakan pada awal pendataan terdapat sekitar 30 mahasiswa yang memilih bus, tetapi pada hari pelaksanaan hanya 18 mahasiswa yang menggunakan bus karena sebagian mahasiswa lainnya memilih menggunakan sepeda motor sendiri atau bersama teman. “Tidak ada istilah kapasitas bus tidak cukup, 90% Maba memilih naik Honda masing-masing,” ujar Alfi. 

Melalui pernyataannya, LPM Al-Kalam kemudian mengajukan pertanyaan terkait adanya opsi menggunakan transportasi pribadi. Alfi mengatakan bahwa pilihan tersebut diberikan setelah beberapa mahasiswa baru menyampaikan kendala izin dari orang tua jika tidak diantar, jarak tempat tinggal yang lebih dekat dengan lokasi, serta pertanyaan mengenai transportasi bagi mahasiswa yang tidak menggunakan bus. 

Alfi juga menegaskan bahwa penggunaan kendaraan pribadi tidak diwajibkan kepada mahasiswa baru. Panitia memberikan pilihan tersebut berdasarkan kondisi peserta. Mahasiswa yang menggunakan sepeda motor juga diimbau untuk tidak berkendara sendiri dan dapat berboncengan dengan temannya. Menurutnya, panitia juga telah mengatur perjalanan kendaraan dalam satu rombongan dan menugaskan penanggung jawab keamanan untuk melakukan pengawasan.

Mengenai satu korban yang sesak napas, Alfi juga menyampaikan bahwa Sekretaris kegiatan juga sudah memberikan infromasi kepada para mentor untuk mengantisipasi kejadian serupa dengan meminta para maba membawa obat-obatan jika diperlukan. Hanya saja bukti yang diterima oleh LPM Al-Kalam hanya terusan kepada mentor saja, ia juga mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah para mentor sudah memberikan informasi tersebut kepada para Maba. “Dari sekretaris disampaikan kepada mentor untuk membawa perlengkapan yang diperlukan. Jadi, kami dari panitia menyerahkan kepada mentor untuk menyampaikan kepada maba,” ujar Alfi. 

Namun, Alfi mengatakan pihak panitia tidak memiliki bukti yang memastikan seluruh mahasiswa baru telah menerima informasi tersebut. Penyampaian informasi mengenai perlengkapan dilakukan melalui mentor. 

Menanggapi iuran sebesar Rp30.000 /orang, Alfi juga menjelaskan bahwa uang tersebut digunakan untuk kebutuhan acara. “Rp30.000 itu untuk parkir, tiket masuk, makan siang, dan hadiah perlombaan,” kata Alfi. 

Menutup wawancara yang dilakukan Alfi mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi panitia dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Alfi juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi perlu ditingkatkan. Ia juga menambahkan bahwa panitia perlu tetap tenang ketika terjadi insiden dan mengutamakan keselamatan peserta. “Kalau terjadi insiden, jangan panik. Kita minimalkan dulu risikonya, kemudian cari solusi dan laksanakan apa yang harus dilakukan,” ujarnya. 

Terkait penggunaan kendaraan pribadi pada kegiatan tahun depan, Alfi mengatakan keputusan akan diserahkan kepada pihak biro. Apabila bus kampus tidak dapat digunakan, panitia akan berupaya menyediakan kendaraan berukuran besar, terutama untuk mengangkut perlengkapan kegiatan.  


Reporter: Putri Ruqaiyah & Ririn Dayanti Harahap 

Editor: Redaksi

20 September 2026

ORMAWA FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Family Gathering Mahasiswa Baru 2026

Foto: Intan Sarifah
www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa (ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Family Gathering di Pioneer Camp atau yang dikenal dengan Pantai Rancong, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Lebih Erat, Melangkah Lebih Cepat” tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa baru (maba) dengan ormawa FEBI, sekaligus memperkenalkan berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan FEBI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia. Selanjutnya, Presiden Mahasiswa (presma) UIN SUNA Lhokseumawe turut memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, Presma membagikan pengalaman dan perjalanan yang telah dilaluinya hingga mencapai posisi seperti saat ini.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama presma dan para peserta, kemudian senam bersama serta persembahan dari para peserta.

Selanjutnya, peserta melaksanakan istirahat, salat, dan makan (isoma). Setelah isoma, kegiatan kembali dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba yel-yel dan permainan mengambil bola.

Namun, kondisi cuaca yang mulai hujan menyebabkan tidak seluruh perlombaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dan sesi foto bersama.

Muhammad Alfi Shahri selaku Ketua Panitia menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat menjadi awal yang baik bagi mahasiswa FEBI angkatan 2026 dalam membangun hubungan pertemanan dan menjalani kehidupan perkuliahan.

“Harapan saya bagi mahasiswa FEBI 2026, semoga mereka lebih mempererat ikatan pertemanan. Ini akan menjadi momen yang sangat penting karena merupakan awal perkuliahan. Mereka akan menjalani masa perkuliahan selama empat tahun. Semoga mereka lebih semangat dalam menjalani perkuliahan,” ujar Alfi.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

16 September 2026

Dua Penyanyi Aceh Semarakkan Pelantikan IKA dan Bedah Buku di UIN SUNA Lhokseumawe

Foto: M. Rahul Gonzales dan IST
www.lpmalkalam.com- Pelantikan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) dan bedah buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf menghadirkan dua artis Aceh di Gedung Serbaguna Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Rabu (16/9/2026).

Kehadiran dua penyanyi, yaitu Cut Zuhra dan Fahmil Arabi, turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut. Cut Rianda Zuhra atau yang dikenal dengan nama Cut Zuhra merupakan penyanyi asal Bireuen yang telah mendalami karier bernyanyi sejak duduk di bangku SMP. 

Ia juga telah memiliki album lagu. Cut Zuhra mengaku telah menyukai dunia tarik suara sejak berusia lima tahun dan kerap menyanyikan lagu di radio. “Kebetulan orangtua saya sebagai penyiar radio jadi waktu kecil kalau hari minggu itu ada khusus untuk anak-anak dan Cut ada di situ,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya kagum atas antusias teman-teman semua pada acara ini, terlihat sangat kompak sekali dan kami sudah lama pantau kekompakan mereka di sosmed,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cut Zuhra membawakan tiga lagu, yaitu Hikayat Prang Sabi, Bungong Aceh, dan Meugoe Sira. Melalui lagu-lagu tersebut, Cut Zuhra berharap mahasiswa dapat menjadikannya sebagai bagian dari pengenalan dan pelestarian budaya Aceh. Di sela-sela penampilannya, ia juga menyampaikan, “Semua orang bisa bernyanyi hanya perlu menemukan tekniknya.”

Selanjutnya, penyanyi kedua, Fahmil Musthafa Arabi atau yang dikenal dengan nama Fahmil Arabi, merupakan vokalis asal Aceh Selatan. Ia telah menjalani karier sebagai penyanyi solo selama dua tahun dan terjun ke dunia tarik suara sekitar lima tahun.

Sebagai penyanyi muda, Fahmil Arabi dikenal melalui lagu-lagu bernuansa romantis dan tradisi budaya Aceh. Lagu-lagunya juga dikenal melalui berbagai media sosial.

Fahmil Arabi membawakan empat lagu sebagai penutup acara, yaitu Nyak Dara Rindu, Syair Rayu Kumbang, Pesona Dek Mala, dan Hikayat Bang Leman. Lagu terakhir dibawakan secara duet bersama Cut Zuhra. “Saya berharap pada acara bedah buku ini dapat memberi manfaat dan inovatif bagi mahasiswa UIN SUNA,” ucapnya.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Redaksi

Strategi Nabi Yusuf Jadi Sorotan dalam Bedah Buku di UIN SUNA Lhokseumawe

Foto: M. Rahul Gonzales
www.lpmalkalam.com- Setelah rangkaian pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe selesai, sivitas akademika UIN SUNA melanjutkan kegiatan dengan bedah buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf: Pelajaran Abadi untuk Negeri di Gedung Serbaguna kampus setempat pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan bedah buku tersebut menghadirkan Cucun Ahmad Syamsurijal selaku penulis buku dan sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rakyat Indonesia (RI).

Foto: Putri Ruqaiyah

Acara diawali dengan pembukaan oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe. Sebelum sesi bedah buku dimulai, peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan latar belakang penulis buku.

Dalam kegiatan tersebut, Cucun mempresentasikan rangkuman isi buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf sekaligus membagikan sejumlah inspirasi yang melatarbelakangi penulisan buku tersebut. Setelah pemaparan selesai, penulis memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta yang hadir berupa tugas untuk memberikan koreksi terhadap buku yang telah ditulisnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari UIN SUNA kepada Cucun yang diserahkan langsung oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe.

Foto: Putri Ruqaiyah
Sesi bedah buku dipandu oleh Trial Nadilla dengan menghadirkan tiga pembedah dari UIN SUNA Lhokseumawe.

Pembedah pertama adalah Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Daniel. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah membaca buku tersebut hingga selesai dan memberikan dukungan kepada penulis. “Setelah membaca buku ini saya mengerti bahwa beliau melihat Nabi Yusuf itu bukan sebagai Nabi yang biasa, tetapi beliau melihatnya sebagai orang yang menjadi inspirasi untuk semua orang dan bisa menjadi public,” ujar Daniel.

Pembedah kedua, Wakil Rektor I UIN SUNA Lhokseumawe, Iskandar, turut menyampaikan pandangannya terhadap buku tersebut. Ia mengatakan telah membaca buku itu secara keseluruhan dan menyoroti pembahasan pada bab kelima yang membahas Nabi Yusuf dalam kaitannya dengan kebijakan fiskal dan moneter. “Pada bab 5 saya sempat membaca, yaitu tentang Nabi Yusuf antara kebijakan fiskal dan moneter, dan ini sangat menarik dan buku bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujar Iskandar.

Sementara itu, pembedah ketiga, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Munawar, juga menyampaikan tanggapannya terhadap buku tersebut. Ia mengaku telah membaca buku tersebut hingga selesai dan menyebut terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari pembahasan di dalamnya. “Buku ini sangat menarik dan mengingatkan saya saat masa muda saya dan banyak sekali hal bisa kita pelajari dari buku ini,” ujar Munawar.

Foto: M. Rahul Gonzales
Setelah sesi bedah buku, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai isi buku Strategi Fiskal Nabi Yusuf. 

Foto: M. Rahul Gonzales
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari UIN SUNA Lhokseumawe kepada ketiga pembedah serta sesi foto bersama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GESBIKA UIN SUNA Lhokseumawe.

Peserta juga mendapatkan fasilitas berupa e-sertifikat selama mengikuti kegiatan. Selain itu, panitia menyediakan buku gratis dengan ketentuan bagi 50 pendaftar pertama, 100 peserta yang hadir tepat waktu, serta 50 alumni yang hadir paling awal.

Setelah kegiatan selesai, peserta mendapatkan sejumlah goodie bag yang disediakan panitia, terdiri atas 1.000 tumbler, 1.000 seminar kit, 700 ringkasan buku, dan 300 buku cetak Strategi Fiskal Nabi Yusuf.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Redaksi

Muhammad Adam Resmi Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Periode 2026–2030

Foto: Putri Ruqaiyah

www.lpmalkalam.com- Sivitas Akademika Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Pelantikan Pengurus IKA periode 2026–2030 di Gedung Serbaguna kampus setempat pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pemutaran video pendek tentang pencegahan narkoba. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muhammad Lutfi, doa oleh Taufiqurrahmi, serta laporan Ketua Panitia Rizqi Wahyudi.

Dalam laporannya, Rizqi menyampaikan sebanyak 1.623 mahasiswa telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Ada 1.623 mahasiswa yang mendaftar, artinya masih banyak yang ingin mengikuti acara hari ini, membuktikan kita punya energi yang kuat dari mahasiswa,” ujarnya.

Saat acara memasuki pertengahan rangkaian, mahasiswa masih terlihat berdatangan dan memasuki gedung untuk mengikuti kegiatan.

Foto: Putri Ruqaiyah

Prosesi kemudian berlanjut dengan pembacaan surat keputusan pengurus IKA oleh Darmadi selaku Wakil Rektor (Warek) III UIN SUNA. Danial selaku Rektor UIN SUNA melantik Muhammad Adam sebagai Ketua Umum IKA beserta jajaran pengurus periode 2026—2030. Setelah pelantikan, para pengurus mengikuti pembacaan ikrar alumni dan penandatanganan berita acara.

Acara dilanjutkan dengan penayangan profil Muhammad Adam sebagai Ketua IKA. Dalam sambutannya, Adam menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan rektor yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Adam mengatakan organisasi IKA menjadi wadah bagi para alumni untuk tetap menjalin silaturahmi dengan almamater. Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai hubungan alumni dengan perguruan tinggi “Karena kualitas kampus bisa dilihat dari indikator alumni,” ujarnya.

Adam turut mengucapkan terima kasih kepada pengurus alumni sebelumnya yang telah merangkul para alumni serta menyampaikan dukungan yang diterima dalam pelaksanaan kegiatan. “Terima kasih kepada pengurus alumni sebelumnya yang telah merangkul kami dan tak kalah hebatnya. Melaporkan acara hari ini juga sukses karena dukungan dari Wakil Ketua DPR-RI,” tambahnya.

Ia berharap IKA dapat memberikan manfaat bagi alumni, almamater, dan masyarakat. “Mampu memberikan asas kebermanfaatan untuk bersama,” ujarnya.

Foto: Putri Ruqaiyah

Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan penyerahan kartu tanda anggota dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Berdasarkan Keputusan Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Nomor 50 Tahun 2026, kepengurusan IKA periode 2026–2030 terdiri atas Dewan Penasihat/Dewan Pakar, Dewan Pengarah, Pengurus Harian, 12 bidang, dan koordinator alumni berdasarkan wilayah.

Foto: Putri Ruqaiyah

Dalam pengurus harian, Muhammad Adam menjabat sebagai Ketua Umum, didampingi Abdul Majid sebagai Wakil Ketua I dan Ruslan sebagai Wakil Ketua II. Nazaruddin menjabat Sekretaris Jenderal, Reza Rizky sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, dan Muhammad Farid sebagai Bendahara.

Koordinator alumni dibentuk di sejumlah wilayah Indonesia, meliputi kawasan Aceh, Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali, serta Nusa Tenggara. Jaringan luar negeri mencakup Britania Raya dan Eropa, Arab Saudi dan Timur Tengah, Palestina dan Negara Teluk, Malaysia, serta Brunei Darussalam.

Selain koordinator wilayah, kepengurusan IKA memiliki 12 bidang, yakni Teknologi Informasi dan Database; Organisasi dan Lembaga; Pengembangan Alumni; Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan; Ekonomi dan Kewirausahaan; Humas/Media; Sosial dan Pengabdian Masyarakat; Hubungan Kerja Sama; Riset, Kajian dan Inovasi; Keagamaan; Advokasi dan Hukum; serta Pengembangan Karier dan Profesional.

Foto: Putri Ruqaiyah

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, kemudian menyampaikan sambutan. Ia mengatakan kehadiran Wakil Ketua DPR-RI dapat menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal terkait kampus. “Dengan adanya kedatangan beliau, bisa menjadi momen yang paling tepat untuk menyampaikan segala permohonan terhadap kampus,” ujarnya.

Sayuti juga menyampaikan harapan terhadap kepengurusan IKA di bawah kepemimpinan Muhammad Adam. “Harapan saya di bawah kepemimpinan Adam akan membuka peluang-peluang yang bagus untuk alumni ke depan, ini berdasarkan asas artinya bisa dimanfaatkan oleh alumni yang lain berkat jaringan kuat yang akan dibantu memfasilitasi para alumni,” tutupnya.


Penulis: Annisa Maulianda

Editor: Redaksi

15 September 2026

Dorong Budaya Literasi, Perpustakaan UIN SUNA Gelar Hari Kunjung Pustaka

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Unit Penunjang Akademik (UPA)  Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Hari Kunjung Pustaka di lantai 3 Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe pada Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kunjung Pustaka Nasional. Acara diawali dengan pembukaan oleh master of ceremony (MC), Fatmala Laili, selaku Duta Baca Sahabat periode 2025–2026.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan selawat yang disampaikan oleh Syarifah Rozalina. Selanjutnya, Helmi Salwa bertindak sebagai dirigen dalam menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Hymne Aceh”. Kegiatan pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan tari dari Sanggar Tari TK IT Al-Alief Paya Bakong.

Setelah rangkaian pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe, Nurjannah. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Duta Baca Universitas Malikussaleh (Unimal).

Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Danial, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa serta seluruh pihak yang terus mendukung perkembangan dunia literasi.

Danial menyoroti pentingnya menghidupkan kembali tradisi membaca dan menulis, khususnya di kalangan mahasiswa. “Tradisi yang sudah ditinggalkan lama oleh Aceh khususnya dan dunia pada umumnya, terutama para mahasiswa, adalah tradisi menulis. Tradisi menulis bukan mengarang oleh orang sekarang. Tradisi menulis ini tidak mungkin dilakukan, apalagi dibudayakan, kalau tidak memiliki tradisi membaca,” ujar Danial.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Surat Keputusan (SK) lomba oleh Keysha Alea Wahdini Harahap selaku Duta Baca periode 2025–2026.

Selanjutnya, dilakukan pengumuman Duta Baca 2026 serta pemberian penghargaan kepada pengunjung perpustakaan teraktif dan penyumbang buku terbanyak. Acara juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan pada 10 September 2026.

Sejumlah perlombaan tersebut meliputi lomba video, jurnal, hikayat Prang Sabil, dan menyanyi. Pemberian penghargaan menjadi salah satu rangkaian kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi mahasiswa dalam meningkatkan budaya literasi dan kreativitas.

Kegiatan Hari Kunjung Pustaka ditutup dengan foto bersama antara tamu undangan dan seluruh peserta perlombaan.


Penulis: Zahratul

Editor: Redaksi

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.