![]() |
| Foto: IST |
Foto: Pixels www.lpmalkalam.com- Ketika Harapan Menjadi Nyata Dulu aku hanya mampu bermimpi Menatap jauh ke arah langit Membayangkan sebuah ...
![]() |
| Foto: IST |
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa baru yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan. Aksi tersebut dilakukan di tengah rangkaian PBAK yang berlangsung di Gedung Serbaguna UIN SUNA Lhokseumawe.
Bantuan tersebut berawal dari renungan Fauzan mengenai perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dari renungan tersebut, ia kemudian mengetahui adanya mahasiswa baru yang telah kehilangan kedua orang tuanya dan menghadapi keterbatasan dalam memenuhi biaya pendidikan.
“Awalnya saya memang sedang merenungkan bagaimana perjuangan orang tua dalam membiayai dan mendukung pendidikan. Dari situ saya terpanggil ketika saya mengetahui ada mahasiswa baru yang yatim piatu,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, mahasiswa yang tidak memiliki orang tua harus menghadapi berbagai keterbatasan seorang diri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan. “Mereka adalah mahasiswa yatim piatu yang tidak memiliki support dana untuk kehidupan mereka, apalagi untuk membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal). Karena itu, saya merasa harus membantu,” katanya.
Fauzan juga menyampaikan bahwa untuk saat ini dirinya memprioritaskan mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk terus membantu mahasiswa lain yang mengalami masalah serupa pada masa mendatang “Saya fokus membantu mahasiswa baru dulu. Untuk ke depannya, jika ada mahasiswa lain yang menyampaikan keluhan dan kesulitan, silakan dilaporkan. Insyaallah akan kita usahakan untuk membantu,” ujar Fauzan.
Fauzan menjelaskan bahwa sumber dana untuk pembayaran UKT empat mahasiswa baru tersebut berasal dari dana pribadinya. Ia juga membuka peluang bagi pihak lain yang ingin turut berkontribusi dalam membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan.
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
![]() |
| Foto: Putri Ruqaiyah |
![]() |
| Foto: IST |
![]() |
| Foto: IST |
Proses penyelesaian studi melalui jalur non-skripsi diawali dengan penyusunan artikel ilmiah yang dibimbing oleh satu dosen pembimbing untuk setiap mahasiswa. Artikel yang telah dinyatakan layak dan berhasil diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi kemudian menjadi syarat utama untuk mengikuti sidang non-skripsi. Selain melengkapi seluruh persyaratan akademik, mahasiswa juga diwajibkan memperoleh surat keterangan kelayakan artikel dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai bukti bahwa artikel telah memenuhi ketentuan akademik.
Sidang non-skripsi dilaksanakan secara bertahap, mulai 24 Juni, 15 Juli, dan 28 Juli 2026, menyesuaikan kesiapan masing-masing mahasiswa dalam menyelesaikan seluruh tahapan administrasi dan akademik.
Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Sofyan Arianto, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas keberhasilan mahasiswa MPI yang menyelesaikan studi melalui jalur publikasi ilmiah sebagai pengganti skripsi. "Tentu ini menjadi rasa syukur sekaligus kebanggaan karena 22 mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berhasil menyelesaikan studi melalui jalur publikasi ilmiah sebagai pengganti skripsi. Capaian ini menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan penelitian yang memenuhi standar publikasi ilmiah. Prosesnya pun tidak mudah, mulai dari penyusunan penelitian, revisi, hingga pendampingan dosen pembimbing sampai artikel tersebut berhasil diterbitkan," ujarnya.
Sofyan berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain pada tahun-tahun berikutnya untuk terus meningkatkan kemampuan akademik melalui penelitian dan publikasi ilmiah. "Jalur publikasi tidak hanya menjadi alternatif penyelesaian studi, tetapi juga memperluas manfaat hasil penelitian mahasiswa. Kami juga mengapresiasi kepada seluruh dosen pembimbing atas dedikasinya dalam mendampingi mahasiswa hingga tahap publikasi," tutupnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo, juga mengapresiasi capaian 22 mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang telah berhasil menyelesaikan studi melalui jalur non-skripsi dengan publikasi pada jurnal terakreditasi. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan dari sisi jumlah mahasiswa yang lulus, tetapi juga kualitas publikasi yang dihasilkan. "Alhamdulillah, prestasi yang dicapai mahasiswa MPI bukan sekadar kuantitas melainkan kualitas, karena beberapa terbit di Sinta 2 dan 3. Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari kerja kolektif dosen pembimbing dan dosen prodi yang sejak mereka semester awal ditanamkan kesadaran akademik. Nilai-nilai yang tumbuh membentuk kompetensi kemudian menumbuhkan kepercayaan diri untuk mengambil jalur artikel," ujarnya.
Anggung menambahkan, budaya akademik yang dibangun secara berkelanjutan telah membentuk kompetensi mahasiswa sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk memilih jalur publikasi ilmiah sebagai alternatif penyelesaian studi. “Harapan kami prestasi ini dipertahankan bahwa menulis adalah sarana dakwah yang efektif untuk menyebarkan kebaikan karena tidak terbatas tempat dan waktu. Sekali lagi selamat kepada mahasiswa yang telah berani mengambil tantangan selamat berkompetisi dan semoga sukses," tutupnya.
Dari 22 mahasiswa yang dinyatakan lulus melalui jalur non-skripsi, satu mahasiswa berhasil menerbitkan artikel pada jurnal Sinta 2, dua mahasiswa pada jurnal Sinta 3, dan 17 mahasiswa pada jurnal Sinta 4.
Mahasiswa yang menerbitkan artikel pada jurnal Sinta 2 ialah Muhammad Syahru. Sementara itu, mahasiswa yang berhasil mempublikasikan artikel pada jurnal Sinta 3 yaitu, Amila Shaliha dan M. Syukri Rizki Hamdalah. Adapun mahasiswa yang artikelnya terbit pada jurnal Sinta 4 yaitu, Cut Maulinda Juniar, Dini Tri Cahyati, Dinnisa Naurah Yasmine, Eliza Yanti, Ika Juliana Panjaitan, Intan Humairah, Jumaizatul Zuhra, M. Aditya Prayoga, M. Dhuha Masyhuri, Maulida Annisa Lubis, Nakasiani, Nur Amalia, Nurfitah Zahara, Nurul Azkiani, Rauzatul Aqsha, Revi Safitri, Tanty Rizky Soripada, Putri Syawalina, dan Gita Prameswari.
Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Selain menjadi salah satu syarat penyelesaian studi, publikasi pada jurnal terakreditasi juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta mendukung peningkatan reputasi akademik UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di tingkat nasional.
Penulis: Ririn Dayanti Harahap
Editor: Chalisa Najla Safira
![]() |
| Foto: Rozatun Navais |
![]() |
| Foto: IST |
![]() |
| Foto: IST |
Jihan Fanyra berhasil meraih juara II, sementara Muhammad Khalilullah dan Andika Bayu Kurnia menduduki Top 10 Besar pada ajang tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN SUNA memiliki potensi besar dalam mengedukasi masyarakat terkait pejuang rupiah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari para pemuda Lhokseumawe sebagai fasilitator dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi rupiah dan sebagai agen edukasi dalam menjelaskan simbol identitas bangsa.
Jihan menyampaikan bahwa ia merasa bangga atas diri sendiri karena sudah melawan keraguan saat pertama kali memulai. Jihan juga berkata di balik kejuaraannya, sangat banyak tantangan yang dihadapi mulai dari padatnya jadwal kuliah dan tugas pada ajang perlombaan, tetapi itu tidak menjadi alasan agar ia mundur. Sejak awal memulai, Jihan tidak merasa kalah, karena berani memulai sudah menjadi kemenangan baginya.
Menurutnya, kunci dari kejuaraan tersebut adalah belajar. Karena banyak perbedaan ajang Duta CBP Rupiah dengan Duta lainnya. Duta CBP Rupiah mutlak difokuskan pada uang rupiah mulai dari filosofis, metode melihat keaslian uang rupiah, dan hal-hal yang ada didalamnya.
Jihan menyampaikan bahwa sekecil apapun langkah yang kita ambil jangan pernah lupakan rida dan doa orang tua serta guru. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar percaya pada potensi yang dimiliki, melakukan apa yang mampu dilakukan, jangan pernah merasa minder atau takut gagal, serta selalu bersyukur jika dikelilingi oleh orang-orang hebat.
"Kampus sangat support, baik itu dosen, pimpinan fakultas serta pimpinan kampus yang selalu memberikan dukungan mulai dari awal sampai saya akhirnya alhamdulillah mendapatkan juara 2 pada ajang Duta Muda CBP Rupiah," tambahnya.
Setelah pencapaian pada ajang ini, Jihan memiliki target agar terus menjadi fasilitator terbaik dalam agen paham rupiah sebagai penyampai edukasi kepada anak muda supaya bisa memandang rupiah bukan sekadar bernilai transaksi tetapi juga sebagai kedaulatan negara.
Reporter: Annisa Maulianda
Editor: Chalisa Najla Safira
![]() |
| Foto: IST |
![]() |
| Foto: Muhammad Alif Maulana |
![]() |
| Foto: Muhammad Rahul Gonzales |
Pembagian almamater tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2025. Dalam proses pengambilan, mahasiswa diwajibkan mengantre sesuai dengan fakultas masing-masing serta menunjukkan Kartu Hasil Studi (KHS) kepada petugas sebagai syarat pengambilan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tampak lebih panjang dibandingkan dengan antrean mahasiswa dari fakultas lainnya.
Rahainu Saputri, selaku staf administrasi, mengatakan bahwa kegiatan pembagian almamater berlangsung lancar. Hingga saat ini, sekitar 500 almamater telah dibagikan. “Mahasiswa yang mengalami kendala terkait ukuran almamater dapat melaporkannya kepada petugas,” katanya.
Salah seorang mahasiswa, Muhammad Munawar Rajeb, mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik dan antrean juga sangat teratur. “Harapan saya, ke depannya pembagian almamater ini dapat dilakukan secara merata untuk setiap angkatan,” ujarnya.