Portal Berita Al-Kalam

Pemadaman Karhutla di Kalimantan Masih Berlanjut, Pemerintah Perkuat Penanganan

Foto: AntaraNews www.lpmalkalam.com- Pemerintah bersama petugas dan relawan terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ...

HEADLINE

Latest Post

12 Oktober 2026

Mahasiswa Baru UIN SUNA Diajak Jelajahi Fasilitas dan Koleksi Perpustakaan

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Duta Baca 2026 Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan User Education of Library bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Perpustakaan UIN SUNA selama dua hari pada Kamis (8/10/2026) dan Senin (12/10/2026).

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua hari kunjungan. Pada hari pertama, sesi pertama diikuti mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pukul 14.00 WIB. Sementara itu, sesi kedua diikuti mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta Fakultas Syariah dan Hukum (FASYA) pukul 15.00 WIB.

Pada hari kedua, kegiatan diikuti mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang terbagi menjadi dua sesi, masing-masing dimulai pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB.

Sebelum memasuki ruangan, peserta diarahkan untuk mengisi daftar hadir. Selanjutnya, peserta memasuki aula lantai tiga perpustakaan secara bergiliran sesuai dengan jadwal sesi masing-masing.

Kepala Perpustakaan UIN SUNA, Nurjannah, menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan membaca buku, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan. Ia turut menekankan perbedaan antara membaca buku dan karya ilmiah untuk menambah pengetahuan dengan membaca notifikasi pesan yang hanya memberikan informasi. “Jika kita ingin menjadi orang hebat dan terkenal hanya satu pilihan, yaitu dengan cara membaca,” ujarnya.

Selain mendapatkan arahan dari Kepala Perpustakaan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai koleksi serta pemanfaatan sumber informasi yang tersedia di Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe.

Salah seorang mahasiswa baru, Hayatun Mailiza, mengungkapkan bahwa ketersediaan koleksi buku dari dalam dan luar negeri membantunya dalam menyelesaikan tugas akademik serta membandingkan berbagai perspektif. Menurutnya, layanan baca di tempat dan peminjaman buku juga memudahkannya mempelajari materi secara mandiri, termasuk memperluas pengetahuan di bidang lain, seperti psikologi.

“Perpustakaan memudahkan saya meminjam buku dan membacanya di rumah, sehingga saya bisa memperluas pemahaman secara mandiri dan bertahap,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru turut diajak berkeliling untuk melihat fasilitas dan koleksi buku yang tersedia. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Duta Baca terkait layanan maupun fasilitas perpustakaan yang belum dipahami.

Duta Baca 2026, Rifka Tanzila, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan.

“Saya sendiri berharap semoga perpustakaan menjadi wadah baru untuk perkembangan ilmu mereka dan mahasiswa juga bisa sangat memanfaatkan perpustakaan sebagai alat bantu untuk menambah ilmu mereka,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan peserta ke berbagai fasilitas dan koleksi perpustakaan.


Reporter: Nuraisyah Br Siagian (Magang)

Editor: Chalisa Najla Safira


09 Oktober 2026

HMPS BKPI UIN SUNA Gelar Seminar Art Healing, Bantu Mahasiswa dan Siswa Hadapi Stres serta Overthinking

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar Art Healing bertema “Saat Seni Menjadi Teman: Art Healing untuk Menghadapi Stres dan Overthinking” di Lantai 3 Gedung Aula FTIK pada Kamis (8/9/2026) pukul 14.00 - selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) BKPI, Russy Ranggayoni, Sekretaris Program Studi (Sekprodi) BKPI, Dwi Dinda Sari, serta peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa sekolah menengah atas (SMA) serta sekolah menengah kejuruan (SMK) dari wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara. Seminar tersebut menghadirkan Yara Andita Anatasya sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Master of Ceremony (MC), Uswatun Lavida, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan ketua panitia oleh Imam Qusairi, sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Russy Ranggayoni selaku Kaprodi BKPI, dan pembacaan doa oleh Rivaldi Adraka. Setelah itu, dilakukan penyerahan sertifikat dan cendera mata kepada pemateri, Yara Andita Anatasya.

Acara inti dipandu oleh Syifa Az-Zahra Cheesy selaku moderator bersama Yara Andita Anatasya sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Yara menyampaikan sejumlah pesan kepada para peserta. “Setiap orang itu punya masalah pribadinya sendiri. Bagi kita, mungkin itu hal yang sepele, tetapi bagi yang mengalami masalah itu sendiri, sangatlah berat. Ada beberapa karakter yang memang sulit untuk melewati fase tersebut, tetapi mau tidak mau kita harus menjalani dan melewati fase-fase tersebut,” ujarnya.

Peserta seminar juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada pemateri dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta. Selain itu, pemateri memandu sesi menulis jurnal (journaling) bersama sebagai bagian dari kegiatan seminar.

Dalam wawancara langsung, Ketua Panitia, Imam Qusairi, menyampaikan pandangannya mengenai kegiatan tersebut. “HMPS BKPI tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga hadir memberikan manfaat, kepedulian, dan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan kuat menghadapi masa depan,” ujarnya.


Reporter: Cut Saputri

Editor: Chalisa Najla Safira

07 Oktober 2026

HMPS EDSA Gelar Multimedia Speech Competition Tarbiyah Fair

 

Foto: Rozatun Navais

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris (TBI) English Development Student Association (EDSA), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Multimedia Speech Competition di Aula Lantai 3 Gedung Perpustakaan kampus setempat pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Utilizing Visual Media to Make the Message More Engaging, Creative, and Easy to Understand.”

Acara tersebut menghadirkan Ketua Jurusan (Kajur) TBI Zurriyati, Sekretaris Jurusan (Sekjur) TBI Khairun Nasir, Polyglot Indonesia Chapter Lhokseumawe Kenzy Luthfy Syahrial, Arta Baca Teuku Ikhsan Sabri, dan Cendikia Foundation Wasliyatul Hasanah.

Rangkaian acara dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Ulifiana Zikhra dan Wilda Rahmatillah. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Rafa Ananda, dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Muhammad Hafidh, sambutan Ketua HMPS EDSA Ayu Diani Syariah, serta sambutan sekaligus pembukaan lomba Multimedia Speech Competition oleh Kajur TBI. Acara kemudian ditutup dengan doa dan dokumentasi foto bersama.

Sebelum memasuki ajang perlombaan, Penanggung Jawab (PJ) acara Multimedia Speech Competition, Rahmah Sarita, memberikan penjelasan mengenai teknis penilaian lomba. Selanjutnya, lomba dilaksanakan dengan penampilan peserta sesuai nomor undian.

Sebanyak 13 peserta mengikuti perlombaan tersebut yang merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah. Peserta terdiri atas satu perwakilan Ummul Aiman, dua perwakilan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lhokseumawe, dua perwakilan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Syamsudduha, tiga perwakilan MAS Ulumuddin, dua perwakilan MAS Mataqu, dan tiga perwakilan SMAN 2 Lhokseumawe.

Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking peserta, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan menggunakan multimedia dalam menyampaikan ide.

Ketua panitia Multimedia Speech Competition, Muhammad Hafidh, dalam laporannya menyampaikan, “Semoga dengan adanya perlombaan ini, peserta dapat menggunakan multimedia dengan baik untuk menyampaikan gagasan yang akan disampaikan.”


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Chalisa Najla Safira


06 Oktober 2026

Tarbiyah Fair ke-4 Digelar, Wadah Kreativitas dan Bakat Pelajar serta Mahasiswa

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Tarbiyah Fair ke-4 di Aula dan halaman FTIK pada (6/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Semangat Tarbiyah dalam Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter, Kreatif, dan Inspiratif” dan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026.

Pembukaan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.30 WIB mengalami perubahan karena hujan. Rangkaian pembukaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB di Aula FTIK.

Rangkaian pembukaan dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Uswatul Lavida dan Syifa Az-Zahra Cheesy. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Mars UIN SUNA.

Selanjutnya, acara diisi dengan laporan Ketua Panitia Agustria Asria Dewi, sambutan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK Muhammad Agha A, serta sambutan dari pimpinan FTIK UIN SUNA. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan Qiraatul Qutub yang diselenggarakan oleh HMPS Bahasa Arab. Perlombaan tersebut dilaksanakan di Aula FTIK dan dilanjutkan setelah waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Sementara itu, lomba vocal solo yang diselenggarakan oleh DEMA FTIK dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Ketua Panitia Tarbiyah Fair ke-4, Agustria Asria Dewi, mengatakan peserta kegiatan berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa. Peserta dari kalangan siswa meliputi jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat, sedangkan peserta dari kalangan mahasiswa berasal dari HMPS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). “Semoga acara ini lancar dan tidak terjadi kesalahan dari hari ini hingga dua hari ke depan. Semoga cuacanya juga mendukung dan tidak hujan lagi seperti hari ini,” ujar Agustria.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan bakat para peserta. “Tujuan kegiatan ini adalah mengasah kreativitas berpikir para peserta dan menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan serta menghasilkan bakat yang mereka miliki,” ujarnya.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

UIN SUNA Lhokseumawe Bekali Mahasiswa melalui Penguatan Tracer Study

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Career Development Center (CDC) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tracer Study bagi Calon Alumni di Gedung Aula Biro Lantai 3 pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya tracer study bagi alumni dan institusi. Dikutip dari laman Tracer Study Kemdiktisaintek, tracer study merupakan survei atau metode pelacakan jejak alumni yang dilakukan oleh institusi pendidikan, seperti sekolah menengah kejuruan (SMK), untuk mengetahui situasi, aktivitas, dan transisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema “Tracer Study: Menghubungkan Lulusan Terbaik dengan Dunia Kerja serta Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi” tersebut dihadiri oleh beberapa unsur, yakni mahasiswa perwakilan program studi (prodi), mahasiswa alumni, mahasiswa pascasarjana, serta ketua program studi (kaprodi) yang ada di UIN SUNA atau perwakilan.

Berdasarkan surat undangan yang beredar, diketahui bahwa rincian kuota peserta untuk masing-masing fakultas dan Pascasarjana sebagai berikut:
1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK): 25 mahasiswa, 4 alumni, dan 6 kaprodi.
2. Fakultas Syariah (Fasya): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
3. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 2 kaprodi.
4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
5. Pascasarjana: 3 mahasiswa, 2 alumni, dan 2 kaprodi.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Abdul Mughni selaku Ketua Sementara CDC UIN SUNA dan dibuka oleh Wakil Rektor (Warek) III. Sebelum sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Pemateri pertama, Iromi Ilham, menyampaikan materi bertajuk “Memperkuat Jejak Alumni, Meningkatkan Mutu Institusi." Dalam penyampaiannya, Iromi membahas pentingnya jejak alumni sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung peningkatan mutu institusi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai penggunaan bahasa di lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi salah satu topik yang didiskusikan bersama peserta dalam kaitannya dengan pengalaman dan kondisi yang dihadapi alumni di lingkungan kerja.

Pemateri kedua, Diana, menyampaikan materi berjudul “Alumni Bercerita, Alumni Berbenah.” Melalui materi tersebut, Diana berbagi pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan serta memberikan gambaran mengenai perjalanan yang dilalui setelah menjadi alumni dan menghadapi dunia kerja, termasuk proses seleksi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada kedua pemateri terkait tracer study, pengalaman alumni, manfaat data yang dikumpulkan melalui survei tersebut, serta tanggapan kampus dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang sesuai dengan jurusan.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mughni berharap semakin banyak alumni UIN SUNA yang berpartisipasi dalam tracer study dengan mengisi tautan survei yang telah disediakan. Abdul berpendapat bahwa partisipasi alumni dalam pengisian tracer study penting agar kampus memperoleh data dan informasi mengenai kondisi serta perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan.


Reporter: Rozatun Navais

Editor: Zahratul

01 Oktober 2026

HMPS BKI UIN SUNA Gelar Seminar Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Seminar Teknik Dasar Konseling dengan tema “Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa: Eksplorasi Emosi melalui Teknik Dasar Konseling dan Hipnoterapi” di Aula FUAD lantai III pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD Mahdi, Ketua Program Studi (Prodi) BKI Hartini Mudarsa, Sekretaris Prodi BKI Minda Septiani, serta 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sebanyak 30 peserta di antaranya merupakan panitia. Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Sri Azni dan Taifatul Jannah.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh, serta laporan Ketua Panitia Zainab.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman mendalam bagi kita semua mengenai cara menyentuh rasa dan memahami jiwa lewat eksplorasi emosi melalui teknik dasar konseling dan hipnoterapi,” ujar Zainab.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rijal Maulana. “Tahun ini merupakan perdana kegiatan dihadiri oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di Lhokseumawe,” ujarnya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Prodi BKI dan Dekan FUAD. Setelah itu, acara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penyerahan cenderamata kepada kedua pemateri.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Sri Azni dengan dipandu oleh Haura Lailatul Fitrah selaku moderator. Dalam materi bertajuk “Eksplorasi Emosi: Menyentuh Rasa, Memahami Jiwa”, Sri Azni menyampaikan, “Ketika kita semua sedang ada masalah, ada hambatan, ada kekurangan, yakini itu adalah masa-masa yang akan membuat kita naik level untuk bisa menjadi lebih baik.”

Sesi kedua dilanjutkan oleh Taifatul Jannah yang dipandu oleh Nadia Setiawati selaku moderator. Di tengah pemaparan materi, Taifatul melakukan hipnoterapi berupa teknik relaksasi kepada para peserta. “Harapan saya untuk para peserta agar bisa memahami hipnoterapi secara realistis,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif bertanya kepada kedua pemateri, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

9 Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lolos sebagai Google Students Ambassador Batch 2

Sumber: googlestudentambassador.id

www.lpmalkalam.com- Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe dinyatakan lolos dalam program Google Students Ambassador (GSA) Batch 2 setelah mengikuti serangkaian proses seleksi. Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan secara resmi pada Kamis (1/10/2026).

Sembilan mahasiswa yang dinyatakan lolos tersebut adalah Nayla Salsabila, Alvi Lutviah Budi, Ririn Dayanti Harahap, Raudani Fitri, Intan Darul Khairat, Agustria Asria Dewi, Salsabila Attala Nisa Purba, Wirda Rasyada, dan Amanda Zuhra.

Salah seorang mahasiswa yang lolos, Ririn Dayanti Harahap, menjelaskan bahwa program berskala nasional tersebut menerapkan proses seleksi yang ketat. “Kami harus bersaing secara sehat dengan 300.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia hingga akhirnya terpilih untuk bergabung bersama 2.000 peserta lainnya,” ujar Ririn saat memberikan keterangan pada Jumat (2/9/2026).

Sementara itu, Amanda Zuhra, salah seorang mahasiswa UIN SUNA yang turut lolos, mengatakan bahwa dirinya berfokus pada kemampuan dan keunikan yang dimiliki selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Pencapaian tersebut juga ditandai dengan lolosnya Alvi Lutviah Budi, mahasiswa UIN SUNA penyandang disabilitas netra. Alvi mengatakan bahwa ia menggunakan fitur pembaca layar (screen reader) pada telepon pintar untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi, termasuk menyelesaikan tantangan teknis.

Setelah dinyatakan lolos, sembilan mahasiswa tersebut berencana melaksanakan sejumlah kegiatan di lingkungan kampus, termasuk sesi edukasi dan lokakarya (workshop) mengenai teknologi.

Kegiatan tersebut direncanakan membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI), termasuk Google Gemini, untuk mendukung kegiatan belajar dan produktivitas mahasiswa.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Korlab Saleum Teuka 2026 Klaim 90 Persen Siap, Dekanat Sebut Tak Terima Proposal

 

Foto: Abdul Azis Perangin Angin

www.lpmalkalam.com- Rencana pelaksanaan Saleum Teuka oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang dijadwalkan pada Minggu (20/09/2026) dan berakhir tidak terlaksana menjadi persoalan di lingkungan mahasiswa FTIK. Persoalan tersebut kemudian menjadi titik awal LPM Al-Kalam dalam menelusuri serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Setelah bergerak mencari informasi dari berbagai sudut pandang, diketahui bahwa terdapat perbedaan informasi antara pihak panitia dan Dekanat FTIK, terutama mengenai proses komunikasi dan perizinan kegiatan. Guna mendapatkan informasi dari pihak Ormawa, LPM Al-Kalam terlebih dahulu menghubungi Muhammad Agha Alfaysal selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK pada Senin (21/09/2026). Dalam wawancara tersebut, Agha mengatakan bahwa Ormawa tidak pernah menyepakati keputusan untuk mentiadakan Saleum Teuka. “Kami Ormawa tidak ada menyepakati hal demikian,” ujar Agha melalui WhatsApp.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut, Agha justru mengirimkan kontak Ketua Panitia serta Koordinator Lapangan (Korlab) yang bertujuan agar LPM Al-Kalam kemudian meminta keterangan langsung kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan. Melalui nomor yang sudah diberikan, LPM Al-Kalam kemudian berupaya menghubungi pihak panitia dan Korlab untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Penggalian informasi tersebut dilakukan pada Selasa (22/09/2026). Dalam mendapatkan keterangan yang sejalan, LPM Al-Kalam melalui WhatshApp menghubungi Trias selaku Ketua Panitia Saleum Teuka tahun 2026. Trias kemudian menyampaikan bahwa keterangan mengenai persoalan tersebut dapat ditanyakan kepada Ketua DEMA dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTIK. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua panitia mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. “Saya selaku Ketua Panitia juga mengikuti arahan Ketua DEMA FTIK. Jawabannya ada sama Ketua tersebut kak,” kata Trias.

Mendapati konfirmasi yang saling tolak-menolak, maka LPM Al-Kalam kemudian melanjutkan konfirmasi kepada Azmi Hidayatullah selaku Korlab kegiatan yang disebutkan. Saat ditanya mengenai alasan utama Saleum Teuka tidak terlaksana, Azmi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan kegiatan tersebut ditiadakan. Menurut Azmi, Saleum Teuka selama ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Ia juga mengatakan bahwa beberapa fakultas lain telah melaksanakan kegiatan serupa. Namun, kemudian muncul surat dari pihak Dekanat yang menurutnya berkaitan dengan larangan kegiatan Saleum Teuka ke laut karena adanya kekhawatiran terhadap premanisme, pungutan uang mahasiswa, serta kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dalam penjelasannya, Azmi mengatakan bahwa panitia sebelumnya telah berupaya menemui Wakil Dekan (Wadek) III FTIK pada Kamis dengan tanggal yang tidak dikonfirmasi.

“Kronologinya adalah pada hari Kamis kami pihak panitia Saleum Teuka ingin menjumpai Wadek III, tapi beliau berhalangan. Kemudian kami mengajukan proposal hari Jumat dan tidak ada balasan apa-apa. Kemudian keluar surat larangan dari pihak fakultas,” ujar Azmi.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan Saleum Teuka yang direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu, (20/09/2026) tersebut telah mencapai sekitar 90%. LPM Al-Kalam kemudian menanyakan lebih lanjut mengenai angka 90% yang telah disebutkan, hal ini didasarkan pada pengakuan pihak Ormawa bahwa pengajuan proposal dilakukan pada hari Jumat, sementara itu kegiatan akan dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Melalui keterangan tersebut, maka pertanyaan yang diajukan mengarah pada penilaian yang diberikan dengan nilai sebesar 90% lebih dominan pada aspek teknis atau pada administrasi dan perizinan. Namun, hingga berita ini disusun, Azmi belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas pertanyaan tersebut.

Guna mendapatkan kejelasan dari pihak DEMA, LPM Al-Kalam kembali menghubungi Agha pada Rabu (23/09/2026). Dalam keterangannya, Agha menyampaikan bahwa Dekanat memang belum memberikan izin terkait Saleum Teuka. “Nantinya kita akan bermusyawarah kembali. Namun yang kami harapkan, temu ramah per jurusan atau prodi terlaksanakan,” ujar Agha. 

Menanggapi angka persiapan yang sudah 90% dengan perizinan yang belum diperoleh, dalam kesempatan wawancara tersebut LPM Al-Kalam kemudian menanyakan kepada Agha. Namun, ia juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai angka tersebut mengarah pada kesiapan teknis kegiatan dan proses administrasi,  atau lebih besar pada salah satu kesiapan saja. 

Selain Ketua DEMA, LPM Al-Kalam juga berupaya mendapatkan keterangan dari Ketua SEMA FTIK, Abdul Aziz Yuda Hermawan. Konfirmasi telah dilakukan, tetapi hingga berita ini disusun dan dipublikasi belum diperoleh keterangan yang dapat menjelaskan posisi SEMA dalam persoalan tersebut. 

Wakil Dekan III FTIK UIN SUNA

Untuk melihat sudut pandang dari Dekanat fakultas terkait, LPM Al-Kalam kemudian menghubungi Wadek III FTIK yaitu Nurul Fadhillah pada Selasa (22/09/2026). Dalam keterangannya, Wadek III mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan Saleum Teuka dari Ormawa. “Belum ada info tentang Saleum Teuka, Ormawa belum ngomong ke saya kapan mau dibuat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa apabila Ormawa tidak menyampaikan informasi, melakukan komunikasi, dan meminta izin secara langsung, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak dianggap sebagai kegiatan yang mewakili kampus. 

Keterangan tersebut menjadi salah satu titik yang berbeda dengan pernyataan Azmi. Kemudian, terkait dengan pertemukaan dalam rangka pengajuan proposal kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa dan Wadek III FTIK, melalui konfirmasi yang dilakukan oleh LPM Al-Kalam, Wadek III menyatakan bahwa informasi mengenai Saleum Teuka belum diterimanya secara langsung.

LPM Al-Kalam juga melakukan konfirmasi kepada Wakil Dekan I FTIK, Susi Yusrianti. Ketika ditanya mengenai Saleum Teuka, Susi menjawab, “Acara apa ya? Belum dapat informasinya.”

Keterangan tersebut kembali menunjukkan bahwa informasi mengenai rencana Saleum Teuka belum diterima oleh seluruh jajaran dekanat ketika LPM Al-Kalam melakukan konfirmasi.

Guna mendapatkan informasi yang tepat maka, LPM Al-Kalam kemudian melakukan wawancara secara langsung dengan Dekan FTIK, Jumat Barus, di ruangannya pada Senin (28/09/2026).

Dekan FTIK UIN SUNA

Dalam wawancara tersebut, Jumat mengatakan bahwa dirinya justru heran ketika mendengar adanya informasi bahwa Saleum Teuka tidak mendapatkan izin dari Dekanat. Menurutnya, pihak fakultas tidak pernah menerima informasi mengenai rencana kegiatan tersebut. “Saya herannya, kenapa kok ada muncul kok tidak diizinkan Saleum Teuka, padahal kami sendiri tidak tahu kegiatan itu, dan kegiatan itu pun tidak pernah dikasih tahu ke kami,” ujar Jumat.

Jumat juga mempertanyakan pernyataan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 90%. Menurutnya, proses persiapan sebuah kegiatan mahasiswa seharusnya diawali dengan pengajuan izin karena Ormawa FTIK berada dalam struktur kelembagaan fakultas.

“Saya heran tadi persiapannya sudah 90%, persiapan apa? Seharusnya kan persiapan itu pertama minta izin dulu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tingkat fakultas seharusnya disampaikan melalui jalur yang sesuai, mulai dari Wadek III hingga Dekan fakultas. Jumat mengatakan dirinya tidak pernah diajak duduk bersama untuk membahas rencana Saleum Teuka.

“Agha ataupun Wadek III tidak ada yang membicarakan ini dengan saya. Kami enggak pernah diajak duduk dan menyampaikan, ‘Pak, kami mau buat ini,’ kemudian kapan dilaksanakannya pun kami enggak tahu sama sekali,” ujarnya.

Ketika LPM Al-Kalam menyampaikan informasi bahwa panitia disebut mengajukan proposal pada hari Jumat, selaku Dekan Fakultas, Jumat mempertanyakan kepada siapa proposal tersebut diberikan. “Ke mana mereka kasih? Fakultas?” tanyanya.

Ketika kemudian ditanyakan apakah pengajuan proposal yang dilakukan lebih awal akan membuka kemungkinan kegiatan memperoleh izin, “Kalau mereka kasih proposal lebih awal apakah diizinkan? Itu nanti kami pertimbangkan,” katanya.

Menurut Jumat, pihak fakultas perlu melihat terlebih dahulu isi proposal, “Nantikan kami lihat dulu isinya apa. Itu pasti nanti kita duduk dulu, bagaimana, di mana diadakan, kapan, ada tidak kutipan. Itu kan perlu duduk, mungkin Wadek III dengan panitia,” ujarnya.

Jumat menegaskan bahwa pertimbangan utama pihak fakultas dalam memberikan izin adalah keselamatan mahasiswa. Ia juga mengatakan bahwa sebelum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pihak Dekanat telah melakukan rapat bersama ketua-ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sudah memberikan peringatan guna kejadian tahun lalu tidak berulang.

“Saya sudah sampaikan saya tidak ingin ada kegiatan di luar kampus seperti tahun lalu yang tanpa izin dari fakultas. Itu sudah kami kasih peringatan,” kata Jumat.

Menanggapi informasi yang menyebut Saleum Teuka ditiadakan karena tidak mendapat izin dari Dekanat, Jumat memberikan bantahan tegas. Menurutnya, pihak fakultas belum pernah menerima informasi mengenai kegiatan tersebut untuk kemudian memberikan keputusan.

“Kalau ada informasi yang mengatakan kalau Saleum Teuka ini ditiadakan karena tidak dapat izin dari dekanat, maka itu salah 100%,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, LPM Al-Kalam masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang belum memberikan keterangan secara lengkap, termasuk Ketua SEMA FTIK dan pihak terkait lainnya, agar informasi mengenai tidak terlaksananya Saleum Teuka dapat disampaikan secara utuh dari seluruh pihak.


Reporter: Putri Ruqaiyah dan M. Rahul Gonzales

Penulis: Putri Ruqaiyah dan Ririn Dayanti Harahap

Editor: Redaksi 

30 September 2026

GenBI UIN SUNA Gelar GenBI Insight, Kenalkan Bank Sentral dan Rupiah

Foto: Daffa Alkausar
www.lpmalkalam.com- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar GenBI Insight dengan tema “Kenali Bank Sentral, Cintai Rupiah, Raih Beasiswa” di Aula Biro Lantai III UIN SUNA pada Rabu (30/9/2026) pukul 08.00–13.00 WIB.

Kegiatan yang diketuai oleh Syalsabillah tersebut diikuti oleh 100 peserta yang telah melakukan pendaftaran. Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Akliy. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib. Ia juga menyampaikan harapan agar kuota penerima Beasiswa Bank Indonesia bagi mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah dapat bertambah pada tahun mendatang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Yan Ramerta Putra selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe mengenai kebanksentralan, termasuk peran Bank Indonesia dan kebijakan suku bunga. Ia juga menjelaskan perbedaan mekanisme pembiayaan pada perbankan konvensional dan perbankan syariah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Endra Eka Putra selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Indonesia Lhokseumawe yang membahas Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Materi tersebut mencakup ciri-ciri umum dan khusus Rupiah serta perkembangan penggunaan pembayaran digital di masyarakat.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan post-test untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Selain membahas kebanksentralan dan Rupiah, kegiatan tersebut juga menghadirkan materi mengenai tips dan strategi meraih Beasiswa Bank Indonesia. Peserta mendapatkan informasi mengenai tujuan pemberian beasiswa serta hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pendaftaran. Sesi tersebut berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan GenBI Insight ditutup dengan pengumuman video kreatif dari rangkaian kegiatan. Peserta juga mendapatkan berbagai hadiah berupa tumbler, kaus, dan tote bag. Selain itu, peserta yang mampu menjawab pertanyaan sekaligus menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah disampaikan mendapatkan voucher saldo dompet elektronik senilai Rp50.000,00.

Melalui kegiatan ini, GenBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran Bank Indonesia, pemahaman terhadap Rupiah, serta peluang pengembangan diri melalui Beasiswa Bank Indonesia.


Penulis: Daffa Alkausar

Editor: Zahratul

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.