![]() |
| Foto: IST |
Pencapaian Aditya tergolong sangat istimewa. Dari total 12.000 pendaftar yang berasal dari 760 perguruan tinggi, hanya 800 peserta yang berhasil menyelesaikan program dan dinyatakan lulus. Lebih membanggakan lagi, Aditya terpilih masuk ke dalam jajaran 100 peserta terbaik di tingkat global yang berhak mendapatkan apresiasi berupa fasilitas akomodasi penuh dari Google.
Sebagai mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Aditya membuktikan bahwa bidang keagamaan dan manajemen mampu bersinergi dengan perkembangan teknologi digital. Keberhasilannya menembus seleksi ketat ini menunjukkan kualitas kompetensi mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe yang mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas ternama lainnya.
"Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi bukti bahwa mahasiswa dari Lhokseumawe memiliki daya saing global. Saya berharap ilmu yang didapat dari Google bisa saya implementasikan untuk membantu digitalisasi manajemen pendidikan, khususnya di lingkungan kampus kita," ujar Aditya yang juga dikenal aktif sebagai Ketua HMJ MPI 2025.
Keberhasilan Aditya yang menjadi salah satu dari 100 orang yang mendapatkan akomodasi eksklusif merupakan capaian langka. Program GSA sendiri bertujuan melatih para pemimpin mahasiswa untuk menjadi jembatan antara Google dan dunia akademis, serta mendorong literasi digital di lingkungan universitas.
Pihak universitas menyambut baik prestasi ini. Capaian Aditya diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe untuk tidak ragu mengejar prestasi di tingkat internasional, sesuai dengan visi kampus dalam mencetak lulusan yang unggul dan inovatif.
Rilis
Editor: Zuhra


