![]() |
| Foto: IST |
Mengusung konsep pameran seni, kegiatan ini menampilkan beragam hasil kreativitas anak-anak, mulai dari karya menggambar dengan berbagai tema, seni rupa teknik tarikan benang yang memadukan warna dan pola unik, hingga Pohon Harapan yang dihiasi tulisan doa dan cita-cita mereka. Setiap karya yang dipamerkan menjadi bukti proses belajar yang menyenangkan dan penuh makna selama 10 hari pelaksanaan program.
![]() |
| Foto: IST |
Suasana haru tercipta dalam rangkaian Simpul Kenangan. Mahasiswa KPM satu persatu mengungkapkan kesan dan pesan selama mendampingi proses belajar dan bermain anak-anak. Apresiasi berupa hadiah kecil-kecilan diberikan kepada seluruh anak yang telah mengikuti program RUMBA, diikuti dengan hadiah spesial bagi anak yang kehadirannya paling lengkap.
Pertanyaan polos turut disampaikan oleh anak-anak di akhir sesi Simpul Kenangan. "Kak, meunyoe awak droe neuh neuwoe uroe Rabu nyoe, pajan neu jak lom keuno? (Kak, kalau kakak-kakak pulang Rabu ini, kapan Kakak pergi lagi ke sini?)" tanyanya penuh harap. Melalui surat kesan dan pesan yang diberikan oleh anak-anak kepada mahasiswa KPM, sebagian dari mereka meminta mahasiswa KPM untuk kembali hadir di tengah-tengah mereka.
Orang tua dari salah satu anak yang mengikuti program RUMBA ikut menceritakan semangat sang anak dalam mengikuti kegiatan tersebut. "Cucoe long dipeugah galak that jimeurunoe Bahsa Inggréh ngoen awak droe neuh (Cucu saya bilang, dia suka sekali belajar bahasa Inggris sama kalian)," katanya.
Melalui interaksi singkat dan waktu belajar yang terbilang tidak terlalu lama, anak-anak dan mahasiswa KPM menyimpan kenangan yang cukup mendalam, mengikat seluruh kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak, sekaligus menumbuhkan harapan agar semangat belajar, berkarya, dan peduli lingkungan terus berkembang di masa mendatang.
Reporter: Alya Nadila



