HEADLINE

Latest Post
Loading...

22 January 2022

Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe Serukan Pentingnya Sejarah Keacehan

 
Foto : IST

www.lpmalkalam.com - Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe menyerukan agar pemerintah Aceh memberikan edukasi terbaik kepada generasi-generasi yang sedang dibanjiri oleh era digitalisasi, Sabtu (22/01/2022).

Hari ini Aceh menjadi pusat sejarah sekaligus sebagai pusat peradaban Islam yang dikemuka, bahkan berdatangan banyak orang dari segenap penjuru dunia ke tempat-tempat bersejarah yang ada di Aceh. Kita melihat hari ini bagaimana perkembangan Aceh yang begitu pesat baik pembangunan fisiknya maupun pembangunan sumber daya manusianya.

Kita berharap Aceh menjadi pusat sejarah selamanya, tidak hanya situs-situs yang berharga yang ditinggalkan tetapi ada manusia-manusia yang mampu meneruskan kehebatan, kegagahan dan kemegahan Aceh di masa depan.

Seluruhnya apa-apa yang bisa kita elaborasikan dan persiapkan selain dari pada pembangunan fisik semata, namun kita juga harus mempersiapkan generasi-generasi yang bisa memberikan kebermanfaatan baik kepada lingkungan sekitarnya maupun kepada Aceh khususnya.

Hari ini sebagian besarnya kita tidak mengenal sejarah masa lalu, sejarah kegemilangan Aceh dan bahkan nyaris di sekolah-sekolah dalam buku-buku pelajaran tidak pernah diceritakan penuh bagaimana Aceh di masa dulu.

"Saya sendiri sampai hari ini masih banyak yang perlu dipelajari dari sejarah aceh," ujar Maulana selaku Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe.

Perjuangan-perjuangan pahlawan yang telah mendahului kita yang sangat berharga mestilah diajarkan kepada seluruh masyarakat Aceh khususnya bagi pelajar, mahasiswa, dan pemuda. Jika sejarah tidak pernah diajarkan maka kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju di masa yang akan datang sebab tidak punya role model dalam menata dan melangkah. Orang yang tidak mengenal sejarah maka tidak pernah mengenal siapa dirinya, sejarahlah yang membuat secara simbolis kita menjadi bangsa yang punya martabat di mata dunia.

Pemuda-pemuda hari ini ini sibuk melayani diri sendiri. Pertanyaanya apakah mereka peduli bagaimana Aceh di masa depan?

Era disrupsi ini telah menghadirkan mesin-mesin digital yang serba canggih sehingga kita berkembang karena kita bergantung pada alat.

"Saya berharap kepada seluruh elemen yang ada di Aceh untuk kembali memberikan edukasi terbaik kepada generasi Aceh yang akan datang," seru Maulana.

Ada banyak hal yang perlu dituntaskan dan diselesaikan tidak hanya pembangunannya tetapi juga yang paling sakral adalah manusianya. Perlu adanya edukasi terbaik sehingga mampu memberikan output terbaik bagi Aceh nantinya. Selaku mahasiswa, Maulana mengaku menginginkan adanya kurikulum keacehan khususnya yang di dalamnya terdapat banyak sejarah Aceh yang bisa diakses sampai pelosok-pelosok.

Tanggung jawab kita bersama bangsa aceh untuk memperkenalkan siapa Aceh dan bagaimana Aceh di masa depan. "Saya berharap literasi sejarah tidak hanya historis tetapi juga secara sentralistis bisa dijangkau dengan mudah oleh setiap generasi gemilang aceh," tutupnya.


Sumber : Rilis

Editor : Redaksi

DEMA IAIN Lhokseumawe Turut Memperingati Wafatnya Tgk Abdullah Syafi’i

Foto : IST
www.lpmalkalam.com - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Lhokseumawe turut memperingati hari wafatnya panglima Gerakan Aceh Merdeka Tengku Abdullah Syafi’i, Sabtu (22/01/2022).

Maulana, selaku Presiden mahasiswa IAIN Lhokseumawe menghimbau kepada seluruh rakyat Aceh agar mengenang kembali tokoh-tokoh perjuangan Aceh di masa silam, yang mana pada saat itu kita pernah berjaya mulai dari kerajaan sampai timbulnya gerakan-gerakan pembaharuan di Aceh yang dengan itu telah mewarnai Aceh dengan variasi yang baru.

Aceh pernah mempunyai raja yang membawa pengaruh bagi Aceh yang berdaulat dan bersahaja. "Saya begitu mengagumi Syiah Kuala, Iskandar Muda, Sultan Malikussaleh dari tokoh perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh, Tengku Hasan di Tiro," ujar Maulana.

Bertepatan tanggal 22 Januari 2002 Tengku Abdullah Syafii kembali kepada yang kuasa. Beliau wafat dalam perjuangan dan meninggalkan marwah perjuangan dan beribu-ribu harapan kepada kita semua. Duka cita yang besar ini pada saat berkabung Aceh 44 hari, di mana Aceh berduka telah kehilangan tokoh bangsa yang telah membersamai perjuangan Aceh pada waktu itu.

Melalui ini kita perlu mempelajari kembali sejarah Aceh di masa silam sebagai tonggak untuk  melangkah ke masa depan.

Kepada pemerintah Aceh terkhusus, seharusnya memberikan edukasi terbaik kepada generasi-generasi tentang bagaimana perjuangan Aceh di masa dahulu. Sampai hari ini kita menginginkan perubahan-perubahan besar tetapi juga kita harus memperbaiki sejarah masa lalu untuk memperkenalkannya kepada seluruh rakyat Aceh secara menyeluruh.

Sejarah ini bisa ditemukan dalam buku-buku sejarah dalam lembaran-lembaran manuskrip kuno yang ada di Aceh dan kita tidak bisa melupakan hal tersebut, karena sejarah itu adalah marwah yang harus kita jaga, yang harus kita proteksi bersama agar orientasi Aceh bisa kembali berdaulat seperti di masa silam.


Sumber : Rilis

Editor : Redaksi

01 December 2021

Civilization Campus Fest 2021, Ini Kegiatannya

 

Foto: Dahlia Suryani Siregar/lpmalkalam.com


www.lpmalkalam.com - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Lhokseumawe laksanakan kegiatan Civilization Campus Fest 2021 (C2F) hari kedua di area Auditorium IAIN Lhokseumawe pada Selasa (30/11/2021).

Kegiatan hari kedua ini meliputi stand bazar dan berbagai perlombaan, diantaranya fahmil qur’an, orasi ilmiah, dan vocal solo. Sementara itu, cabang lomba tilawatil qur’an dan qira’atul kutub telah dilaksanakan pada hari pertama.

Adapun total peserta yang mengikuti perlombaan dalam kegiatan ini berjumlah 87 orang. Terdiri dari peserta cabang fahmil qur’an berjumlah 24 orang yang terbagi dalam 8 tim, orasi ilmiah berjumlah 7 orang, vocal solo berjumlah 23 orang, tilawatil qur’an berjumlah 13 orang, cabang qira’atul kutub diikuti oleh 12 orang peserta, dan stand bazar terdiri dari 8 stand.

Filzan Naufal Akram, mahasiswa semester 1 prodi Hukum keluarga Islam (HKI) IAIN Lhokseumawe sebagai salah satu peserta cabang Fahmil Qur’an mengaku, dirinya bersama rekan timnya memutuskan untuk mengikuti perlombaan ini karena ingin mencari pengalaman, yang mana ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti lomba tersebut. 

“Awalnya ketika diadakan acara ini kami tidak ada niat untuk mengikuti lomba, tetapi kami ingin mencari pengalaman dan akhirnya kami mempelajari kisi-kisi soalnya. Bagi teman-teman saya rasa harus coba ikut lomba fahmil qur’an karena lomba ini sangat menarik dan mudah untuk diikuti”. Ujarnya. 

Salah seorang peserta Stand Bazar “19 Street Food”, Riski Darmansyah Putra Manurung dari Fakultas tarbiyah dan Ilmu keguruan (FKIP) berharap agar kedepannya kegiatan seperti ini bisa tetap dilaksanakan untuk dapat membangkitkan semangat mahasiswa. 

“Semoga untuk kedepannya tetap ada kegiatan seperti ini, karena selain merupakan kegiatan positif tetapi juga dapat membangkitkan semangat kita sebagai mahasiswa. Lebih baik berjalan satu langkah kedepan daripada mundur satu langkah ke belakang”. Ungkapnya.

Selain itu, penanggung jawab stand bazar Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (HMJ-PBA) Marsal Arija kepada LPM Al-Kalam mengaku, HMJ-PBA juga memutuskan ikut mendirikan stand bazar dalam kegiatan C2F ini untuk dapat menjalin kerjasama dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tersebut dan berharap timnya dapat memenangkan kategori stand bazar terbaik.

Perlombaan dalam kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yakni gedung auditorium IAIN Lhokseumawe untuk cabang qira’atul kutub, fahmil qur’an dan vocal solo, serta panggung utama yang terletak di samping gedung auditorium untuk cabang tilawatil qur’an dan orasi ilmiah. Kemudian untuk stand bazar didirikan di sekitar area auditorium.


Reporter: Dahlia Suryani Siregar

Editor : Redaksi

29 November 2021

Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe : Mahasiswa Harus Mampu Mengenal Jati Dirinya

 

Foto: Dahlia Suryani Siregar/lpmalkalam.com


www.lpmalkalam.com - Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe berikan pendapat tentang kegiatan Civilization Campus Fest 2021 yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Lhokseumawe pada acara pembukaan di gedung auditorium IAIN Lhokseumawe, Senin (29/11/2021)

Dr. Al Husaini M. Daud, S.Ag., M.A dalam wawancara bersama LPM Al-Kalam mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan sosok-sosok mahasiswa yang prima dalam belajar maupun bekerja, karena mahasiswa tidak cukup hanya berkutat dengan buku saja, tetapi harus dapat mengaktualisasikan nilai-nilai kebukuan tersebut di luar.

“Sebenarnya ini adalah acara yang sangat prestisius di kalangan mahasiswa karena bisa melambungkan kesempatan belajar mereka di kelas dan ketika belajar di luar. Karena itu diharapkan mampu melahirkan sosok-sosok yang tidak hanya prima dalam belajar tetapi juga prima dalam bekerja”. Ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah pembuktian jati diri mahasiswa yang dapat belajar di dalam maupun di luar kelas, hal tersebut yang membedakan antara mahasiswa dengan siswa yang proses belajar mengajarnya hanya di dalam kelas.

“Hal inilah yang dapat menjadi pembanding antara siswa dan mahasiswa, dan salah satu yang dijadikan sebagai sarana penyepuhan jati diri mahasiswa adalah aktivitas di luar perkuliahan dan festival ini merupakan bagian daripada itu”. Tuturnya.

Yang menjadi permasalahan utama bagi mahasiswa berdasarkan pandangan Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe tersebut, terkadang mahasiswa hanya mampu berkutat pada jati diri mereka sendiri tetapi tidak mampu bergaul dengan jadi diri lainnya. Oleh karena itu diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai persahabatan dan mahasiswa akan menemukan bahwa sesungguhnya jati dirinya bukan di kelas tapi juga di alam bebas, dan hal tersebut mampu mengembangkan kemampuan intelektual, spiritual, dan karya.

“Saya berharap kompetisi ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi intelektual saja tetapi juga ajang silaturahmi antar mahasiswa, ketika muncul tali ikatan kemahasiswaan maka disitulah munculnya sebuah peradaban yang luar biasa”. Tutup nya


Reporter : Dahlia Suryani Siregar

Editor   : Redaksi

28 October 2021

Pelantikan Pengurus Ormawa FEBI IAIN Lhokseumawe Periode 2021 Sukses Digelar

Foto: IST


www.lpmalkalam.com - Lhokseumawe | Telah dilaksanakan pelantikan organisasi mahasiswa (SEMA, DEMA, HMJ, KSES) Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI) IAIN Lhokseumawe dengan menerapkan protokol kesehatan.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, II, III, Kabag-Kasubbag, Kajur-Sekjur di ruang lingkup FEBI IAIN Lhokseumawe serta turut dihadiri Oleh DEMA-SEMA IAIN Lhokseumawe dan seluruh komisaris unit di jurusan yang ada di lingkungan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe di aula Fakultas setempat pada selasa, (27/10/2021).

Tema dari pelantikan tersebut ialah “Berbenah Bersama dalam Proses Mengaktualisasikan Profesionalisme Mahasiswa Menuju FEBI Unggul”.

Menurut penjelasan ketua panitia,”Dengan tema ini kami ingin melakukan perbaikan dan berbenah bersama dalam kepengurusan yang sekarang karena sangat banyak kekurangan dan kesalahan yang terjadi pada kepengurusan sebelumnya serta mengingatkan bahwa jabatan yang diemban adalah amanat dari seluruh mahasiswa. Hal tersebut harus menjadi momentum untuk melayani mahasiswa dan mendengarkan aspirasi mereka.”

Sementara itu, acara dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan Protokol Kesehatan (ProKes), acara dimulai pada pukul 9.30 – 12.15 WIB, dibuka dengan sambutan dari ketua panitia Rahman Hidayah, sambutan dari DEMA IAIN Lhokseumawe, pembacaan SK oleh kabag TU FEBI IAIN Lhokseumawe bapak Fauzan, pengukuhan oleh Dekan Bapak Dr. Mukhtasar, MA. dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan juga memberikan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus terlantik.

Adapun Ketua Ormawa yang dilantik antara lain, Ketua SEMA FEBI Muhammad Abrar, Ketua DEMA FEBI Muhammad Agustami, Ketua HMJ ES Muhammad Fachrurazi, Ketua HMJ AKS Dedi Setiawan, Ketua HMJ PBS Muhammad Alhafiz, dan Ketua KSEI KSES Muhammad Fadhil.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh ketua ormawa FEBI terpilih semoga menjadi organisasi yang mampu membawa nama baik FEBI IAIN Lhokseumawe dan mampu memberikan yang terbaik di tingkat Internal maupun eksternal menuju FEBI unggul”. Ucap Rahman Hidayah selaku ketua panitia.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua DEMA, dalam sambutannya Muhamad Agustami mengatakan Hal penting yang menjadi penentu kemajuan organisasi, kerja keras, kerja ikhlas, dan yakin usaha sampai pada tujuan yang telah kita tetapkan. Karena jika hanya diam atau hanya berbicara tidak akan mengubah apa-apa, yang di butuhkan adalah pergerakan untuk menciptakan perubahan. Mari kedepan kita bangun kembali  organisasi ini dengan karya-karya nyata, berkarya yang lebih baik untuk ormawa FEBI dan untuk kampus kita tercinta, tuturnya.

Berikutnya para ketua mewakili sebagai SEMA-DEMA terpilih menandatangani berita acara serah terima jabatan sebagai bukti yang sah pergantian kepemimpinan.

Acara Pelantikan dan Pengukuhan Jabatan Organisasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe Periode 2021 dipimpin oleh Bapak Dekan Dr. Mukhtasar MA. Selanjutnya ditutup dengan sesi foto bersama.



Sumber : Rilis

Editor   : Redaksi

17 June 2021

Demisioner FUAD Minta ORMAWA Terpilih Tetap Solid


Foto : IST


www.lpmalkalam.com - Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Lhokseumawe adakan Musyawarah Mahasiswa ( MusMa) Secara Daring (Online) pada Kamis (17/06/2021). 


Pendaftaran calon bakal ketua dibuka selama tiga hari, di mulai dari tanggal 14 sampai dengan 16 Juni 2021.


"Selama tanggal yang telah ditetapkan, calon yang mendaftar setiap ormawa hanya satu kandidat. Maka hari ini kami hadirkan seluruh calon ketua ke ruang rapat akademik Fakultas dengan tetap menetapkan ProKes," jelas ketua panitia, Saiful Hidayat.


Meski dilaksanakan secara Daring, panitia juga meminta dua delegasi dari setiap unit untuk menjadi peserta penuh dan peninjau agar ikut berpartisipasi melalui via zoom dalam kegiatan MusMa periode 2021-2022.



"Sehubungan dengan calon ketua yang mendaftar hanya satu kandidat per ormawa, maka pemilihan tersebut dapat disahkan secara aklamasi serta kesepakatan forum," tambahnya.


Ia juga berharap semoga kedepannya Ormawa yang terpilih semakin kompak sebagaimana ruang lingkup ormawa FUAD dan semoga bisa membawa perubahan kedepannya.


Adapun pasangan yang terpilih ialah Ali Muhajir dan Saiful Hidayat sebagai ketua dan wakil SEMA FUAD, Muhammad Ihsan dan Arham Bunayya sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dema FUAD, Yolanda Hariva dan Azhar Fachri Iskandar sebagai Ketua dan Wakil Ketua HMJ KPI, Muhammad Hafiz dan Muhammad Boyhaqi sebagai Ketua dan Wakil Ketua  HMJ BKI, serta Fachrurrazi dan Muhammad Gema Istiqlal sebagai Ketua dan Wakil Ketua HMJ IAT. 


Dinda Maghfirah selaku ketua DEMA-F Demisioner 2020/2021  mengatakan hampir seluruh ormawa ikut berpartisipasi dan hadir dalam acara MusMa dan alhamdulillah  berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun. 


"Saya berharap kedepannya Ormawa yang terpilih dapat mengemban amanah dan tanggung jawab dengan sepenuhnya sebagaimana yang telah ditetapkan dan diharuskan," lanjutnya.


 Muhammad Ihsan selaku ketua DEMA-F terpilih periode 2021/2022 berharap semoga nantinya dapat membawa DEMA kearah yang baru dan dapat menyongsong kedepan yang lebih baik serta unggul dalam bidang pengkaderan dan  intelektual secara akademik dan menerapkan program kerja dalam skala jangka panjang dan jangka pendek.

 

"Seperti membentuk karakter dengan membuat Training Dasar Organisasi (TDO). Membuat kegiatan seperti Lawyer Club sehingga nantinya hadir kader-kader yang penuh dengan argumen dan statement yang luar biasa, dan semoga kedepannya IAIN Lhokseumawe dapat menjadi tuan rumah dalam kegiatan Kongres," ucapnya.


Ramazana juga berharap kedepannya bisa mengembangkan potensi mahasiswa lebih progresif, aktif dan lebih kritis. Mengembangkan pola mahasiswa keruang diskusi yang lebih interaktif dengan mahasiswa serta nantinya ormawa yang telah terpilih terus membangun integritas antar Ormawa di Fakultas sehingga tetap dalam satu ikatan dan satu tujuan." Tutup Ketua DEMA-F Demisioner 2019.


Reporter || Putri Zuhra Furna

Editor || Redaksi

28 February 2021

Pentingnya Mahasiswa Berorganisasi




Foto : IST



Organisasi adalah suatu wadah untuk tempat berkumpul, bertukar pikiran dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Terdapat banyak organisasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. Namun kurangnya kesadaran mahasiswa dalam berorganisasi menyebabkan minimnya minat untuk bergabung di organisasi. Kebanyakan mahasiswa menjadi Kupu-Kupu (Kuliah-pulang Kuliah- pulang) atau Kunang-Kunang (Kuliah nangkring- Kuliah nangkring). Tak banyak yang pandai menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat seperti berorganisasi. 


Sebagian besar mahasiswa sekarang hanya datang ke kampus untuk sekadar mendengarkan materi yang diberikan dosen kemudian pulang dan duduktduduk dengan teman-teman nya.  Ketika sebuah pertanyaan, mengapa tidak berorganisasi? Jawaban mereka ratrtBerorga sama. Mau fokus kuliah, tidak sempat, tidak bisa bagi waktu, takut karena suka demo-demo, dan lain sebagainya. Sebagai mahasiswa yang dikatakan bagian dari kaum intelektual seharusnya bisa menghabiskan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Tidak hanya kuliah, pulang, atau sekadar hangout bareng teman. Hal itu hanya menghabiskan waktu dan menghabiskan uang tentunya. 


Berorganisasi juga bukan karna ikut-ikutan saja. Kesadaran berorganisasi membawa banyak manfaat yang bisa diperoleh. Seperti memperluas pergaulan, dapat meningkatkan wawasan (pengetahuan), meningkatkan kemampuan komunikasi, melatih kepemimpinan (leadership), memperluas jaringan, belajar mengatur waktu, membentuk pola pikir yang baik, dan banyak manfaat lainnya yang kita dapatkan. Di era globalisasi seperti sekarang ini, untuk memperoleh pekerjaan tak cukup hanya dengan mengandalkan gelar dan ijazah serta IPK tinggi. Setiap tahun semua Universitas, baik negeri maupun swasta banyak meluluskan wisudawan/ti terbaiknya. Untuk itu kita dituntut untuk mampu bersaing sebagaimana tuntutan zaman. Tidak pula cukup dengan hanya mengandalkan hard skills melainkan juga mempunyai soft skills yang akan menjadi perbedaan dengan yang lainnya. 


Berorganisasi, kita juga dapat menemukan jati diri. Sebagaimana menjadi mahasiswa intelektual, tidak hanya duduk mendengarkan teman mempresentasikan makalahnya atau duduk mendengar dosen berbicara. Kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Dalam berorganisasi kita dilatih akan hal kepemimpinan, Karena pada dasarnya setiap diri adalah pemimpin terutama pemimpin untuk diri sendiri. Yang tadinya tidak bisa atau gugup ketika berbicara didepan orang banyak, maka di organisasi inilah dilatih. Kita juga dapat menjadi mahasiswa yang kritis terhadap sesuatu, sebagai mahasiswa yang intelektual kita harus kreatif dan inovatif. Berbeda dengan orang-orang yang tidak pernah berorganisasi, mereka pasti malu untuk berbicara didepan orang banyak bahkan untuk sekadar memberikan pendapat di dalam diskusi. Berorganisasi sangat banyak memberikan manfaat, kita bisa mendapatkan teman yang banyak, dari yang tidak kenal menjadi kenal, berteman tidak hanya dari satu kelas atau jurusan saja , tapi juga mempunyai teman dari berbagai jurusan, fakultas bahkan universitas yang berbeda. Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu atau kunang-kunang, bahkan jadi batu. Kita juga harus memberikan dampak positif untuk diri kita sendiri dan orang lain. 


berorganisasi kita juga harus pandai memilih dan memilah organisasi yang cocok dengan kita. Memang pada dasarnya semua organisasi itu baik , yang tidak baik adalah ketika orang tersebut malah menyalahgunakannya sehingga dapat merugikan dirinya dan orang-orang dalam organisasi tersebut. Ketika kita masuk disebuah organisasi kita juga harus menunaikan hak dan kewajiban kita, harus sadar akan fungsi dan peranan kita didalam sebuah organisasi. Jangan hanya datang ketika dipanggil saja. Bahkan kadang menghilang begitu saja setelah mendapat apa yang diinginkan di organisasi tersebut. Mahasiswa yang berorganisasi juga harus bisa menyeimbangkan antara organisasi dengan akademiknya. 


Terkadang ada orang yang tidak bisa menyeimbangkan, maka akademiknya akan terganggu. Namun bukan organisasinya yang salah melainkan orangnya yang tidak bisa membagi waktu antara organisasi dengan akademik. Maka dari itu, marilah berorganisasi, apapun itu organisasinya, yang terpenting apa tujuan kita untuk mengembangkan persyarikatan dalam Berorganisasi dengan baik. Dan Manfaatkan waktu dengan berorganisasi guna mencari jati diri.


 Penulis : Rizki Maulizar, Kabid Keagamaan HMJ KPI IAIN Lhokseumawe 


 Editor : Redaksi

02 January 2021

Tetesan Keringat Pengrajin Tembikar

 Tetesan Keringat Pengrajin Tembikar

Oleh: Rita Suryani

www.lpmalkalam.com


Foto : hahehozonk.blogspot.com

Tembikar merupakan benda unik berbahan dasar tanah liat dari sawah serta sekam bakar pabrik padi. Perkembangan zaman membuat tembikar tak lagi menjadi primadona. Memproduksi tembikar memang bukan hal mudah, membutuhkan tenaga yang besar, waktu yang lama, kesabaran yang kokoh, serta ketelitian dalam mengolahnya hingga menjadi sebuah benda yang unik. Keletihan melestarikan tembikar berdampak pada Desa Me, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara. Dulunya sebagian besar penduduk desa itu berprofesi sebagai pengrajin tembikar.

Mengingat tahapan pembuatannya yang membutuhkan tenaga serta waktu yang lama, membuat produksi tembikar hampir punah dan hanya tersisa dua orang di desa tersebut. Prosesnya membutuhkan waktu yang lama, mulai dari persiapan bahan, pembentukan, penjemuran, pembakaran hingga penyempurnaan. Sebagian pot cukup pada tahap pembakaran, vas dan celengan dapat dihiasi dengan aksesori dan pewarnaaan yang memikat mata pembelinya. Proses tahapan pembuatannya tergantung pada bentuk dan kegunaan tembikar tersebut.

Salah satunya Nur Hafifah yang kerap disapa Kak Fah merupakan salah satu yang bertahan dari sekian banyak pengrajin tembikar di Desa Me. Pekerjaan itu telah ia geluti selama puluhan tahun. Rumah produksi itu hanya membuat pot, vas, dan celengan saja, Mentari terbit dari arah timur menemani wanita pengrajin tembikar itu mengerjakan tugasnya. Proses persiapan tanah liat dengan sekam bakar dicampur secara merata, dan proses pembentukan yang sangat membutuhkan keahlian dalam membuatnya.

Potret lokasi pembentukan beralaskan tanah dan atap seadanya yang dibuat agar tetesan hujan tidak melintasi pot yang sedang diukir rapi. Kak Fah yang duduk di bangku kayu kecil memfokuskan kedua bola matanya kepada tembikar yang sedang dibuat. Tanah yang sudah ulet diletakkan di atas alat putar agar terkesan mudah dibentuk. Tanah itu berputar seiring berputarnya bidang lingkaran di bawahnya. Sinar mentari mulai terlihat dari celah-celah dedaunan, Kak Fah masih menyelesaikan pot bunga yang hampir menyerupai pot di sampingnya. Tangan dan kaki yang berlumuran tanah harus ia jalani untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Banyaknya pot yang dihasilkan tergantung pada ukuran dan bentuk pot, biasanya menghabiskan waktu satu hari sampai 3 hari dalam proses pembentukan. Harganya juga bervariasi mulai dari lima ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Wanita kelahiran 1971 itu, menjadikan tembikar sebagai mata pencahariannya. “Dulu hampir setengah penduduk di desa itu berprofesi sebagai pengrajin tembikar. Membutuhkan kesabaran serta waktu yang lama membuat masyarakat tidak lagi memproduksi pot tanah liat itu. Dari sekian banyak pengrajin tembikar, hanya saya dan tetangga saya di sebelah yang masih membuatnya. Kami belajar membuat tembikar dari pelatihan yang diadakan oleh pihak industri, pengajarnya langsung didatangkan dari Bandung. Proses belajarnya selama bertahun-tahun baru menghasilkan sebuah karya,” jelasnya.

Sang penerang siang mulai mengeluarkan aura panasnya hingga ke penjuru bumi desa itu. Langit cerah pertanda surya berpihak kepada seniman wanita itu untuk melakukan pembakaran di halaman rumah. Persiapan alat dan proses pembakaran dibantu oleh suami dan anaknya. Pembakaran itu bertujuan untuk mempertahankan ketahanan pot dan terkesan berwarna. Panasnya surya mengerjap dalam pori, membakar kulit yang sudah keriput dan kusam. Keringat di wajahnya melintasi pipi yang terbakar uap sijago merah, bagaikan dedaunan yang disapa tetesan hujan.

Sengatan matahari tidak mampu membakar semangatnya yang berkobar. Pot dan bahan bakarnya disusun rapi secara teliti supaya tidak berjatuhan dan uap panas meresap secara sempurna. Hembusan angin membuat asap tidak lagi serempak dalam gepulannya. Menaburkan aromanya ke pakaian dan kulit yang terpapar sinar surya. Suara letusan pot menandingi hembusan angin, letusan itu sebagai pertanda bahwa ada pot yang pecah karena tanah liat dengan sekam bakar tidak tercampur secara merata.

Pot yang retak sebelum proses pembakaran dapat dibentuk kembali, sedangkan pot yang pecah setelah pembakaran tidak dapat diolah lagi seperti semula. Kepungan asap membuat bola mata pengrajin pot tanah liat itu berkaca kaca. Menembus rongga pernafasan yang membuatnya harus menjauh dari serangan asap. Tetapi, ia harus tetap mengawasi supaya jilatan api tidak menguasai pot. Hal itu dilakukan supaya pot berwarna merah bata seperti yang diminati oleh kebanyakan pelanggan.

“Penjualan pot ada yang dipesan ada yang dibuat langsung tanpa dipesan. Banyak dari pelanggan yang menyukai pot warna merah bata, dan ada juga yang suka warna hitam, tetapi jarang. Padahal warna hitam lebih tahan lama,” ujar wanita kelahiran Me Matang Panyang tersebut. Ketika sijago merah mulai menguasai pot dan mengalahkan kepungan asap, Kak Fah dan suaminya mencoba memisahkan pot yang sudah berwarna merah bata dengan mengambil satu persatu menggunakan kayu ukuran panjang. Mengumpulkan dan merapikan pot yang sudah dingin dengan tenaga yang tersisa.

Editor : Redaksi


Alternatif Pembiayaan Terhadap Ketahanan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) sebagai Penggerak Ekonomi melalui Permodalan Nasional Madani ( PNM ) di Aceh


Foto/ilustrasi : Timlo.net

www.lpmalkalam.com- Penulis: Mardiana

Penggerakak suatu Ekonomi daerah tidak terlepas dari sector UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah ) untuk bisa membuat suatu daerah sejahterah. Lajunya pertumbuhan Ekonomi di bidang UMKM tersebut, menciptakan suatu persaingan Bisnis yang sangat ketat. UMKM yang dulunya hanya berfokus kepada produksi, sekarang tingkah kefokusannya harus lebih di tingkahkan lagi seperti di bagian pemasaran produk atau jasa. Dan kelebihan dari sector UMKM adalah, dapat membuka peluang kepada tenaga kerja dan berkontribusi menjadi penggerak Ekonomi daerah maupun Ekonomi negara.

Dari factor – factor di atas, ada satu factor yang cukup penting yang harus diperhatikan yaitu masalah pengaksesan modal. UMKM seringkali kesulitan untuk memperoleh modal untuk usahanya. Lembaga keuangan perbankan yang menjadi tumpuan utama dalam memperoleh pendanaan memiliki persyaratan yang cukup ketak yang tidak semua UMKM dapat memenuhi persyaratan tersebut, misalnya yang paling utama adalah ketersediaan agunan ataupun persyaratan untuk membuka rekening di bank dengan uang sejumlah tertentu yang nantinya menjadi sebuah jaminan cash. Apabila kita melihat dari sisi UMKM kita dapat mengerti kondisi mereka dimana mungkin mereka beranggapan bahwa “ kita baru mau mulai usaha dan membutuhkan modal, tetapi harus menyediakan uang dan jaminan”. Namun, apabila kita melihat dari sisi perbankan, kita juga mengerti bahwa perbankan harus menerapkan persyaratan 5 C4 dan prinsip kehati-hatian ( prudent banking ) dalam menyalurkan kredit. Kalau tidak, malah bank tersebut akan di kenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu kita harus mencari solusi, untuk membantu UMKM. 

UMKM adalah suatu lembaga yang sangat berpengaruh kepada kesejahteraah ekonomi masyarakat. Selain menjadi salah satu  peluang bagi tenaga kerja, UMKM juga menjadi salah satu pendorong berkembangannya ekonomi suatu daerah. Dengan banyaknya kendala terhadap Modal yang di hadapi oleh masyarakat dalam menjalankan UMKM  di Aceh.  Salah satu solusi yang harus di lakukan adalah, mengambil jalan alternatif pembiayaan terhadap ketahanan usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) sebagai penggerak ekonomi melalui permodalan nasional madani ( PNM ) di Aceh. Hal ini di maksudkan untuk berjalannya sector bidang UMKM tanpa kendala dengan Modal. Sehingga dengan adanya  permodalan nasional madani ( PNM ) , dapat meningkatkan produktivitas, serta menghapus pengangguran dan kemiskinan di daerah Aceh khususnya.

Dan pada saat ini, pemerintah terlibat langsung dengan sector UMKM, melalui berbagai macam program pengembangan atau pembinaan. Usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah ada yang melalui formal dan non formal. Kalau secara resmi yaitu melalui jalur formal yaitu melalui departemen ataupun dinas, maupun non formal yaitu melalui lembaga swadaya Masyarakat ( LSM ).  Permasalahan dengan kendala UMKM terhadap modal usaha. Ini adalah suatu masalah yang sangat besar bagi sector UMKM.

Dengan melihat permasalahan yang terjadi di kalangan UMKM ini, maka kita harus mengambil solusi  Alternatif  Pembiayaan Terhadap Ketahanan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) sebagai Penggerak Ekonomi melalui Permodalan Nasional Madani ( PNM ) di Aceh. Dengan menjalankan salah satu alternatif ini maka permasalahan yang di hadapi oleh UMKM bisa terselesaikan. Apalagi di PNM bukan hanya di bantu lewat modal saja tapi juga di damping seperti pembenahan manajemen, peningkatan kualitan sumber manusianya dan sampai ke promosi produknya. Sehingga UMKM berjalan seperti semestinya. 

Pengembangan pembiayaan yang sangat alternatif ini juga harus di control untuk menjaga keseimbangannya, antara lain sebagai berikut: (1) membuat buku catatan pengeluaran. Di awal tahap memulai usaha. (2) siapkan buku catatan pemasukan usaha. (3) buatkan buku kas utama. (4) persiapkan buku khusus buku stok barang. (5) buat buku inventaris barang.(6) persiapkan buku laba rugi.

Sistem dan pola pembiayaan serta pendampingan perempuan-perempuan dari keluarga prasejahtera yang di berlakukan PNM pada program Mekaar, terbukti mampu mendidik mereka agar lepas dari kemiskinan. Para nasabah itu senantiasa diajak untuk melatih kedisplinan dalam mengelola pinjaman modal yang telah didapatkan. Dana yang didapatkan nasabah, tidak boleh di gunakan untuk konsumtif, harus digunakan untuk usaha. Tak sebatas memberi pinjaman lunak, PNM juga melatih mereka dalam mengembangkan usaha sehingga hasilnya dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Selain PNM, belum ada pihak manapun yang menyelenggarankan program serupa.

Menurut saya Kelebihan  pembiayaan dari alternatif PNM bagi UMKM adalah :

a. Permodalan nasional madani (PNM ) mengunakan sistem syariah

b. Kebebasan membuat kontrak berdasarkan kesepakatan bersama ( tijaratan’an taradhin minkum ) dan kewajiban memenuhi akad (aqd)

c. Adanya pelarangan dan penghindaran terhadap riba ( bunga ), maysir ( judi), dan gharar ( ketidakjelasan)

d. Adanya etika ( akhlak ) dalam melakukan transaksi

e. Dokumentasi ( perjanjian/ akad tertulis ) untuk transaksi tidak tunai

f. Di sini buka saja di beri pembiayaan modal tapi juga di dampingi langsung oleh mereka terhadap UMKM.

g. Menjadikan UMKM perusahaan yang sukses.



Bisa jadi UMKM adalah sebagai salah satu solusi di dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi daerah Aceh. Yang telah mampu menghapus mengurangi tingkat penggangguran dan kemiskinan. Data Kementerian Negara Koperasi dan UMKM menyebutkan sector UMKM di Indonesia menyerap 97 persen tenaga kerja dan kontribusinya bagi produk domestic bruto mencapai 55,56. Namun meskipun begitu, hambatan dan kendala tetap terjadi. 

Diantaranya seperti kurangnya keahlian di dalam mengelola dana secara professional, kesulitan di dalam melawan persaingan yang sangat ketat, hingga di dalam konsisten di dalam satu usaha. Oleh Karena itu solusi yang sangat ampuh adalah dengan mengambil langkah yang Alternatif Pembiayaan Terhadap Ketahanan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) sebagai Penggerak Ekonomi melalui Permodalan Nasional Madani ( PNM ) di Aceh. Di ambilnya keputusan seperti ini, dengan tujuan dapat meningkatkan ekonomi Negara maupun ekonomi daerah.


Editor              : Redaksi 








Pers Mahasiswa AL-Kalam, IAIN Lhokseumawe Phone. 0852 6017 5841 (Pimpinan Umum). Powered by Blogger.