HEADLINE

Latest Post
Loading...

06 December 2022

Krue Seumangat FUAD 2022 Berlangsung Meriah di Pantai Blang Mee

Foto: Fitria Nurlita/lpmalkalam.com

www.lpmalkalam.comOrmawa Fuad sukses melaksanakan kegiatan Krue Semangat yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dari jurusan KPI, BKI, dan IAT. Krue Seumangat dilaksanakan pada hari Minggu 04 Desember 2022 di Pantai Blang Mee - Geudong dengan tema "Ikat Kebersamaan, Hilangkan Perbedaan, Tingkatkan Keakraban, Untuk FUAD Satu Tujuan."

Acara Krue Seumangat dibuka dengan kata sambutan oleh ketua panitia Nazaruddin, ketua Dema FUAD Muhammad Hafiz, ketua Sema FUAD Fachrurrazi, ketua HMJ KPI Muhammad Hafidh, ketua HMJ BKI Adhana Nashia Humaira dan ketua HMJ IAT Muhammad Haitami. 

Setelah pembukaan dan sambutan, acara Krue Seumangat dilanjutkan dengan pemberian materi. Pemateri pertama yakni Ali Muhajir (alumni FUAD jurusan KPI). Ia menyampaikan, "Ambillah ilmu sebanyak-banyaknya jika kalian masih di kampus. Pendidikan ini tidak monoton jika kalian aktif dalam mencari informasi." Dan materi dilanjutkan pula oleh M. Khalid (alumni FUAD jurusan BKI) yang membahas tentang betapa pentingnya sebuah organisasi.

Foto: Fitria Nurlita/lpmalkalam.com
Selesai pemberian materi dan juga motivasi yang ikut dituangkan oleh beberapa anggota Krue Seumangat, acara ini dilanjutkan dengan perlombaan yel-yel yang diikuti oleh kelompok yang telah dibagikan. Perlombaan yel-yel berlangsung meriah dengan ciri khas masing-masing kelompok yang menampilkan yel-yel mereka. 

Perlombaan selanjutnya yang diadakan adalah balap sarung, perlombaan ini juga tidak kalah heboh dari lomba yel-yel. Perlombaan balap sarung ini makin menguatkan kekompakan tim dan kebersamaan kelompok. Adapun perlombaan selanjutnya yakni tarik tambang, perlombaan tarik tambang dimulai dengan tarik tambang putri, dan tarik tambang putra yang beradu dengan panitia.

Perlombaan terakhir yang diadakan adalah oper tepung. Setelah perlombaan oper tepung, panitia mengumumkan pemenang dalam perlombaan-perlombaan yang telah diselenggarakan.

Acara Krue Seumangat ditutup dengan foto-foto bersama, dan memberikan surat Cinta dan Benci oleh anggota Krue Semangat kepada mentor.


Reporter: Intan Nuraini (magang)

Editor: Redaksi

 

17 November 2022

Ormawa FTIK Laksanakan Acara Maulid, Hadirkan Abi Sufi Paloh Gadeng Sebagai Penceramah

Foto: Muhammad Farhan 

www.lpmalkalam.comOrganisasi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (Ormawa FTIK) sukses menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang dilaksanakan pada tanggal 16 november 2022 dengan tema “Menjadikan Rasulullah Saw Sebagai Suri Tauladan dan Menjaga Aqidah Serta Ukhuwah Islamiah” yang diselenggarakan di depan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. 

Acara itu dibuka dengan zikir maulid dari grup sholawat Misbahul Huda dan 2 mahasiswa perwakilan dari Dema FTIK sendiri serta pembacaan ayat suci Al-quran dari Misrahul Huda. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panitia, ketua DEMA, dan Dekan FTIK serta perwakilan Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe. Acara ini juga diisi dengan pemberian tausiyah dari Abu Sufi Paloh Gadeng.

Bagas Nirwana Selian, selaku ketua panitia mengatakan bahwa, “Tujuan berlangsungnya Maulid Nabi ini adalah untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad, karena kita sebagai orang muslim setiap 12 Rabiul awal memperingati kelahiran nabi dengan cara mengadakan acara maulid nabi ini." 

Ia juga menjelaskan mengenai waktu pelaksanaan acara maulid nabi yang diselenggarakan pada pertengahan bulan dimasa para mahasiswa sedang melaksanakan UTS.

“Hal ini dikarenakan acara ini bentrok dengan acara festival MTQ, yang mana seharusnya acara ini dapat dilaksanakan lebih awal lagi namun karena fasilitas acara sudah terpakai untuk festival MTQ jadi acaranya ditunda," jelasnya.

Bagas juga mengungkapkan bahwa tempat yang kurang memadai menjadi kendala dalam kegiatan tersebut karena seharusnya dilaksanakan di lapangan yang lebih besar bukan di dekat jalan. Namun karena hujan dan mengakibatkan adanya lumpur jadi tidak mungkin untuk diadakan di tanah yang berlumpur.
Foto: Muhammad Syahru (magang)
Adapun mengenai dana yang diperoleh untuk acara ini ia mengungkapkan, "Dana ini dari mahasiswa untuk mahasiswa lagi yang sudah ditentukan pihak panitia sebesar Rp5.000 dan ada juga dari dosen pribadi. Sumbangan mahasiswa digunakan untuk menyewa tenda, tikar, sound, panggung dekorasi serta parsel dan aqua botol untuk para tamu undangan,” ungkapnya.

Sementara itu mekanisme pembagian konsumsi bagi tamu undangan dan mahasiswa IAIN Lhokseumawe yaitu para tamu undangan termasuk dosen, Dema IAIN dan tamu dari luar disediakan prasmanan di ruang akademik. Sedangkan mahasiswa membawa nasi sendiri dari rumah masing-masing, para mahasiswa membawa dua bungkus nasi yang mana satu untuk pribadi dan satunya lagi untuk disedekahkan kepada ormawa kampus.

Ketua DEMA FTIK Saryulis juga memberikan tanggapannya seputar acara maulid tersebut. Dirinya mengatakan, “Acara ini merupakan salah satu proker besar yang kami usulkan di waktu raker Dema FTIK pada bulan januari 2022 yang sudah kami rencanakan dan kami rancang, alhamdulilah kegiatan ini berjalan lancar.” 

Tak lupa ia juga mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasi kepada segenap Ormawa FTIK yang sudah bekerja sama dalam acara ini.

Saryulis juga berharap bahwa kegiatan ini akan terus terlaksana untuk periode ke depan dan bisa menjadi contoh untuk kepengurusan kedepannya guna untuk lebih meningkatkan kegiatan keislaman yang diperingati setahun sekali.

Salah seorang mahasiswa IAIN Lhokseumawe, Mawaddah Hasibuan yang hadir dalam acara ini juga turut memberikan tanggapan. 

"Acara maulid ini sangat mendukung untuk para mahasiswa terutama mahasiswa yang berasal dari luar daerah Aceh untuk mengenal kegiatan maulid ini di daerah Aceh itu lebih diutamakan sedangkan di luar daerah Aceh maulid itu mungkin hanya diadakan di masjid sekali saja berbeda dengan di Aceh,” ungkapnya.

Dalam acara ini juga turut hadir Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe, yakni Muhammad Muchsal Mina. Ia menjelaskan bahwa panitia yang terlibat dalam acara ini bekerja dengan sangat baik dan kompak sekaligus mengungkapkan mereka layak diberikan apresiasi sebesar-besarnya.

Adapun para tamu yang berhadir dalam kegiatan maulid ini bukan dari dalam kampus IAIN Lhokseumawe saja, panitia kegiatan juga mengundang perwakilan dari berbagai kampus yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara khususnya.

Malik Imran selalu perwakilan dari POLTEKKES Aceh Utara memberikan kesan bahwa dirinya sangat kagum dengan panitia pelaksana karena sangat kompak saat melangsungkan acara dan berpesan agar kedepannya bisa lebih baik lagi serta menjalin silaturahmi dengan ketat seperti saat ini.


Reporter: Fitdaturrahmi dan Griselda Ayu Cantika (magang)

Editor: Redaksi

 

01 November 2022

Gerhana Bulan 8 November Penutup Gerhana di Tahun 2022

Foto: pixabay.com
www.lpmalkalam.com - Gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi saat bulan berada pada fase purnama (full moon) namun tidak terjadi disetiap bulan purnama, karena bidang orbit bulan tidak sejajar dengan bidang orbit bumi.

Gerhana bulan ada tiga macam jenisnya. Pertama, gerhana bulan total, gerhana ini terjadi disaat bulan sepenuhnya memasuki dalam bidang bayang inti (umbra) bumi, sehingga bulan terlihat saat puncak gerhana total berwarna hitam kemerah-merahan. Kedua, gerhana sebagian (parsial), dimana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi. Ketiga, gerhana bulan penumbra, dimana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai ke dalam bayang inti. Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak seperti pada saat purnama biasanya. 

Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop, karena perubahan cahaya bulan saat masuk dalam bayang kerucut bumi hanya bisa dibedakan melalui pengamatan teleskop. 

Dr. Tgk. Ismail, S.Sy., M.A. ketua jurusan Ilmu Falak IAIN Lhokseumawe menyatakan, untuk tahun 2022 ini gerhana Bulan total yang akan terjadi pada tanggal 8 November 2022 M bertepatan pada malam purnama 14 Rabiul Akhir 1444 H merupakan gerhana terakhir di tahun 2022.

"Gerhana bulan total ini mulai terjadi pukul 09.09.57 UT atau pukul 16.09.57 WIB sampai pukul 12.48.33 UT atau 19.48.33 WIB," jelasnya.

Awal gerhana bulan terjadi ditandai saat piringan bulan mulai memasuki bayang umbra bumi dan berakhirnya gerhana bulan saat piringan bulan mulai terlepas dari bayang umbra. 

Gerhana Bulan total ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia saat Bulan terbit di ufuk timur sampai peristiwa gerhana selesai. Untuk wilayah Aceh sendiri, gerhana bulan total ini hanya bisa dilihat setelah fase total, artinya gerhana hanya terlihat diparuh akhir. 

"Shalat gerhana bulan di Aceh baiknya dilakukan langsung setelah salat Magrib, mengingat durasi waktu gerhana bulan untuk wilayah Aceh hanya sekitar satu jam lebih sedikit," tambahnya. 

Untuk daerah Lhokseumawe, bulan mulai terbit di ufuk timur mulai pukul 18.17 WIB. Artinya untuk wilayah Lhokseumawe bila cuaca langit cerah, maka gerhana bulan mulai terlihat pukul 18.17 sampai 19.48 WIB.


Sumber: Rilis

Editor: Redaksi





02 September 2022

Dedikasi Kemanusiaan Tanpa Henti, KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe Sebagai Garda Terdepan Tim Kesehatan Kampus

Foto: IST

www.lpmalkalam.comKesuksesan acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Lhokseumawe tahun 2022 yang berlangsung mulai dari tanggal 29 hingga 31 Agustus 2022 tentu tidak luput dari kontribusi banyak pihak, salah satunya kontribusi tim kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam segala situasi darurat.

KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe sebagai Korps Sukarela unit kampus memiliki peranan yang cukup penting dalam setiap pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus. Sebagai Unit Kegiatan yang memiliki tanggung jawab besar sebagai penolong pertama dalam keadaan darurat, persiapan sebelum penugasan pun menjadi hal yang amat penting. Mulai dari kesiapan pengetahuan, mental, serta fisik para relawan dan juga persiapan peralatan medis pertolongan pertama yang dibutuhkan dalam setiap penugasan.

Eksistensi KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe sebagai satu-satunya Unit Kegiatan Khusus yang bergerak dibidang kesehatan sejak tahun 2001 menjadikan unit kegiatan ini memiliki rekam jejak historis perjalanan yang cukup panjang sebagai unit kegiatan mahasiswa yang memiliki kontribusi besar terhadap kampus khususnya di bidang kesehatan.

Salah satu bentuk kontribusi KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe yaitu menjadi garda terdepan tim kesehatan dalam kegiatan PBAK pada tanggal 29 hingga 31 Agustus lalu,. Kegiatan yang yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti sebanyak 1.139 mahasiswa baru berlangsung dengan kondusif dan dapat terkendali. Meskipun sebanyak 27 orang mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PBAK mengalami pingsan selama kegiatan berlangsung dan 4 diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut, namun situasi darurat yang terjadi pada akhirnya dapat diatasi dengan baik oleh 15 orang tim kesehatan KSR-PMI Unit 08 yang ditugaskan untuk bersiaga selama kegiatan berlangsung.

Menghadapi situasi darurat, para relawan yang bertugas sebagai tim kesehatan seringkali dihadapkan oleh situasi keterbatasan alat dalam melakukan pertolongan pertama. Ketersediaan alat dalam melakukan sebuah pertolongan pertama merupakan sebuah hal yang sangat penting, karena situasi darurat yang mendesak selalu datang tanpa bisa di prediksi terlebih dahulu. Karena itulah selain kesiapan penolong, ketersediaan perlengkapan pertolongan pertama menjadi unsur penting dalam setiap melakukan sebuah pertolongan. 

Melalui tulisan ini, penulis menyampaikan harapan para relawan KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe kepada pihak kampus, terkait bantuan tunjangan perlengkapan medis pertolongan pertama, agar kinerja yang baik pun tercipta secara optimal diiringi dengan kualitas dalam melakukan pertolongan. 

Sebagai upaya peningkatan kualitas kinerja dan juga kebermanfaatan yang bersifat inklusif, unit kegiatan mahasiswa KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe berharap agar dapat menjalin kerjasama kepada rumah sakit terdekat sebagai tempat rujukan korban dalam keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut. Selain itu mereka juga berharap dapat turut menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan panitia dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. 

Kebermanfaat dan rasa peduli pada sesama ialah wujud dari murninya arti hidup manusia. Menjadi manusia adalah tentang bagaimana memberikan kebermanfaatan dan kontribusi dalam celah sempit kehidupan seseorang. Menjadi manusia ialah bagaimana arti hidup dalam sebuah kebaikan dan menjadi manusia adalah saat dimana perjuangan dan pengorbanan ada demi dedikasi kemanusiaan. 


Penulis: Alya Maulida Nabila dan Haris Fajar Fadhillah

Editor: Redaksi


01 August 2022

Kampusku Bukan Kampus Impian

Oleh: Wida Zahara

Hidup terus berjalan, layaknya seorang muslim yang diwajibkan untuk menuntut ilmu hingga liang lahat. Namun, bagaimana jika tempat menuntut ilmu bukanlah tempat yang nyaman?Tidak mempunyai fasilitas yang memadai? Kotoran hewan dimana-mana, bahkan minimnya keamanan? Apakah bisa disebut dengan tempat menuntut ilmu? Bukannya tempat menuntut ilmu seharusnya lebih nyaman? Mempunyai fasilitas yang lengkap ataupun memadai?


Saya mewawancarai beberapa mahasiswa terkait beberapa masalah yang membuat mereka merasa kurang nyaman ketika jam belajar berlangsung. Hampir seluruh mahasiswa merespon dengan respon yang yang negatif. Saya tidak heran dengan respon mereka, karena saya pribadi pun merasa demikian. 


1. Kotoran hewan 

Kotoran hewan salah satu hal yang membuat mahasiswa merasa tidak nyaman. Dibalik itu semua, jika diperhatikan lebih luas, kampus kita menjadi spot foto-foto yang sedang digemari di kalangan masyarakat. Otomatis banyak yang datang berkunjung setiap harinya. Namun bagaimana pendapat mereka tentang kotoran hewan yang mengganggu? Apakah tidak menjadi perbincangan di luar sana?


2. Susahnya akses wifi 

Kampus kita memiliki luas seperti kampus impian lainnya. Dengan hutan yang masih asri terjaga dan bukit-bukit yang membuat kampus kita sedikit berbeda dengan kampus lainnya. Dengan sebab demikian, mahasiswa sulit menemukan jaringan untuk belajar mengajar. Sedangkan 50% pembelajaran diakses melalui internet. Namun yang terjadi, banyak mahasiswa yang tidak bisa mengakses internet mereka dengan kuota pribadi karena susahnya sinyal bahkan wifi yang susah di akses di beberapa lantai. Bukankah hal ini dapat menjadi penghambat dalam belajar?


3. Panasnya ruang kelas di siang hari 

Ruang kelas dengan kipas angin yang berfungsi dengan baik menjadi rebutan setiap harinya. Apalagi jika ruangan tersebut tidak dihuni. Setiap ruangan memang mempunyai fasilitas kipas angin, namun tidak semua berfungsi dengan baik. Banyak siswa yang mengeluh akan hal ini, namun belum ada respon dan perbaikan yang dilakukan. Miris sekali bukan? 


4. Minimnya keamanan

Beberapa waktu lalu, sebuah sepeda motor milik seorang mahasiswa hilang. Hal tersebut menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa itu sendiri, dan membuat banyak mahasiswa menjadi was-was akan hal tersebut. Namun, yang menjadi pertanyaan terbesar beberapa mahasiswa adalah, mengapa tidak diperkuat keamanan di lingkungan kampus, khususnya parkiran? Satpam memang ada, tapi satpam juga manusia yang tidak sanggup menghafal seluruh motor milik mahasiswa. Seharusnya pihak kampus bisa memberikan alternatif seperti memasang CCTV di tempat terbuka agar satpam bisa terbantu ketika menjaga keamanan. Dan jika ada barang yang hilang, pihak satpam pun bisa mengeceknya melalui CCTV. Dan ada baiknya dibangun pagar agar menjadi pembatas antara lingkungan kampus dan lingkungan masyarakat. Dengan adanya pagar hewan peliharaan dan keamanan pun sedikit terjamin keamanannya. 


5. Rasis

Masih banyak mahasiswa yang mempunyai sifat rasis yang sangat tinggi. Padahal mereka tahu, bahwa 50% bahkan lebih dari mahasiswa yang ada di IAIN Lhokseumawe adalah mahasiswa dari luar daerah. Masih patutkah rasisme di kampus tercinta kita? Padahal dosen selalu mengingatkan hal tersebut, namun masih ada beberapa oknum yang tidak peduli dan terus menumbuhkan rasa rasisme di hati mahasiswa yang lain. Sungguh disayangkan IAIN yang disebut kampus peradaban islam, masih memiliki sifat rasisme di dalamnya.


Sebaiknya beberapa hal atas bisa diatasi dengan segera. Agar kalangan mahasiswa dan masyarakat yang berkunjung dapat memberikan respon yang positif. Dengan respon positif, IAIN Lhokseumawe baru bisa disebut dengan kampus peradaban. Namun jika hal tersebut tidak segera diatasi, saya tidak yakin kampus kita bisa menjadi kampus peradaban bahkan kampus impian masyarakat luas. Gedung yang tinggi tidak menjamin kampus kita menjadi kampus impian. Tapi lingkungan yang bersih dan nyaman bisa menjadikan kampus menjadi kampus impian, masyarakat luas.



Penulis merupakan mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris Semester 7

Editor: Redaksi




 

22 January 2022

Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe Serukan Pentingnya Sejarah Keacehan

 
Foto : IST

www.lpmalkalam.com - Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe menyerukan agar pemerintah Aceh memberikan edukasi terbaik kepada generasi-generasi yang sedang dibanjiri oleh era digitalisasi, Sabtu (22/01/2022).

Hari ini Aceh menjadi pusat sejarah sekaligus sebagai pusat peradaban Islam yang dikemuka, bahkan berdatangan banyak orang dari segenap penjuru dunia ke tempat-tempat bersejarah yang ada di Aceh. Kita melihat hari ini bagaimana perkembangan Aceh yang begitu pesat baik pembangunan fisiknya maupun pembangunan sumber daya manusianya.

Kita berharap Aceh menjadi pusat sejarah selamanya, tidak hanya situs-situs yang berharga yang ditinggalkan tetapi ada manusia-manusia yang mampu meneruskan kehebatan, kegagahan dan kemegahan Aceh di masa depan.

Seluruhnya apa-apa yang bisa kita elaborasikan dan persiapkan selain dari pada pembangunan fisik semata, namun kita juga harus mempersiapkan generasi-generasi yang bisa memberikan kebermanfaatan baik kepada lingkungan sekitarnya maupun kepada Aceh khususnya.

Hari ini sebagian besarnya kita tidak mengenal sejarah masa lalu, sejarah kegemilangan Aceh dan bahkan nyaris di sekolah-sekolah dalam buku-buku pelajaran tidak pernah diceritakan penuh bagaimana Aceh di masa dulu.

"Saya sendiri sampai hari ini masih banyak yang perlu dipelajari dari sejarah aceh," ujar Maulana selaku Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe.

Perjuangan-perjuangan pahlawan yang telah mendahului kita yang sangat berharga mestilah diajarkan kepada seluruh masyarakat Aceh khususnya bagi pelajar, mahasiswa, dan pemuda. Jika sejarah tidak pernah diajarkan maka kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju di masa yang akan datang sebab tidak punya role model dalam menata dan melangkah. Orang yang tidak mengenal sejarah maka tidak pernah mengenal siapa dirinya, sejarahlah yang membuat secara simbolis kita menjadi bangsa yang punya martabat di mata dunia.

Pemuda-pemuda hari ini ini sibuk melayani diri sendiri. Pertanyaanya apakah mereka peduli bagaimana Aceh di masa depan?

Era disrupsi ini telah menghadirkan mesin-mesin digital yang serba canggih sehingga kita berkembang karena kita bergantung pada alat.

"Saya berharap kepada seluruh elemen yang ada di Aceh untuk kembali memberikan edukasi terbaik kepada generasi Aceh yang akan datang," seru Maulana.

Ada banyak hal yang perlu dituntaskan dan diselesaikan tidak hanya pembangunannya tetapi juga yang paling sakral adalah manusianya. Perlu adanya edukasi terbaik sehingga mampu memberikan output terbaik bagi Aceh nantinya. Selaku mahasiswa, Maulana mengaku menginginkan adanya kurikulum keacehan khususnya yang di dalamnya terdapat banyak sejarah Aceh yang bisa diakses sampai pelosok-pelosok.

Tanggung jawab kita bersama bangsa aceh untuk memperkenalkan siapa Aceh dan bagaimana Aceh di masa depan. "Saya berharap literasi sejarah tidak hanya historis tetapi juga secara sentralistis bisa dijangkau dengan mudah oleh setiap generasi gemilang aceh," tutupnya.


Sumber : Rilis

Editor : Redaksi

DEMA IAIN Lhokseumawe Turut Memperingati Wafatnya Tgk Abdullah Syafi’i

Foto : IST
www.lpmalkalam.com - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Lhokseumawe turut memperingati hari wafatnya panglima Gerakan Aceh Merdeka Tengku Abdullah Syafi’i, Sabtu (22/01/2022).

Maulana, selaku Presiden mahasiswa IAIN Lhokseumawe menghimbau kepada seluruh rakyat Aceh agar mengenang kembali tokoh-tokoh perjuangan Aceh di masa silam, yang mana pada saat itu kita pernah berjaya mulai dari kerajaan sampai timbulnya gerakan-gerakan pembaharuan di Aceh yang dengan itu telah mewarnai Aceh dengan variasi yang baru.

Aceh pernah mempunyai raja yang membawa pengaruh bagi Aceh yang berdaulat dan bersahaja. "Saya begitu mengagumi Syiah Kuala, Iskandar Muda, Sultan Malikussaleh dari tokoh perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh, Tengku Hasan di Tiro," ujar Maulana.

Bertepatan tanggal 22 Januari 2002 Tengku Abdullah Syafii kembali kepada yang kuasa. Beliau wafat dalam perjuangan dan meninggalkan marwah perjuangan dan beribu-ribu harapan kepada kita semua. Duka cita yang besar ini pada saat berkabung Aceh 44 hari, di mana Aceh berduka telah kehilangan tokoh bangsa yang telah membersamai perjuangan Aceh pada waktu itu.

Melalui ini kita perlu mempelajari kembali sejarah Aceh di masa silam sebagai tonggak untuk  melangkah ke masa depan.

Kepada pemerintah Aceh terkhusus, seharusnya memberikan edukasi terbaik kepada generasi-generasi tentang bagaimana perjuangan Aceh di masa dahulu. Sampai hari ini kita menginginkan perubahan-perubahan besar tetapi juga kita harus memperbaiki sejarah masa lalu untuk memperkenalkannya kepada seluruh rakyat Aceh secara menyeluruh.

Sejarah ini bisa ditemukan dalam buku-buku sejarah dalam lembaran-lembaran manuskrip kuno yang ada di Aceh dan kita tidak bisa melupakan hal tersebut, karena sejarah itu adalah marwah yang harus kita jaga, yang harus kita proteksi bersama agar orientasi Aceh bisa kembali berdaulat seperti di masa silam.


Sumber : Rilis

Editor : Redaksi

01 December 2021

Civilization Campus Fest 2021, Ini Kegiatannya

 

Foto: Dahlia Suryani Siregar/lpmalkalam.com


www.lpmalkalam.com - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Lhokseumawe laksanakan kegiatan Civilization Campus Fest 2021 (C2F) hari kedua di area Auditorium IAIN Lhokseumawe pada Selasa (30/11/2021).

Kegiatan hari kedua ini meliputi stand bazar dan berbagai perlombaan, diantaranya fahmil qur’an, orasi ilmiah, dan vocal solo. Sementara itu, cabang lomba tilawatil qur’an dan qira’atul kutub telah dilaksanakan pada hari pertama.

Adapun total peserta yang mengikuti perlombaan dalam kegiatan ini berjumlah 87 orang. Terdiri dari peserta cabang fahmil qur’an berjumlah 24 orang yang terbagi dalam 8 tim, orasi ilmiah berjumlah 7 orang, vocal solo berjumlah 23 orang, tilawatil qur’an berjumlah 13 orang, cabang qira’atul kutub diikuti oleh 12 orang peserta, dan stand bazar terdiri dari 8 stand.

Filzan Naufal Akram, mahasiswa semester 1 prodi Hukum keluarga Islam (HKI) IAIN Lhokseumawe sebagai salah satu peserta cabang Fahmil Qur’an mengaku, dirinya bersama rekan timnya memutuskan untuk mengikuti perlombaan ini karena ingin mencari pengalaman, yang mana ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti lomba tersebut. 

“Awalnya ketika diadakan acara ini kami tidak ada niat untuk mengikuti lomba, tetapi kami ingin mencari pengalaman dan akhirnya kami mempelajari kisi-kisi soalnya. Bagi teman-teman saya rasa harus coba ikut lomba fahmil qur’an karena lomba ini sangat menarik dan mudah untuk diikuti”. Ujarnya. 

Salah seorang peserta Stand Bazar “19 Street Food”, Riski Darmansyah Putra Manurung dari Fakultas tarbiyah dan Ilmu keguruan (FKIP) berharap agar kedepannya kegiatan seperti ini bisa tetap dilaksanakan untuk dapat membangkitkan semangat mahasiswa. 

“Semoga untuk kedepannya tetap ada kegiatan seperti ini, karena selain merupakan kegiatan positif tetapi juga dapat membangkitkan semangat kita sebagai mahasiswa. Lebih baik berjalan satu langkah kedepan daripada mundur satu langkah ke belakang”. Ungkapnya.

Selain itu, penanggung jawab stand bazar Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (HMJ-PBA) Marsal Arija kepada LPM Al-Kalam mengaku, HMJ-PBA juga memutuskan ikut mendirikan stand bazar dalam kegiatan C2F ini untuk dapat menjalin kerjasama dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tersebut dan berharap timnya dapat memenangkan kategori stand bazar terbaik.

Perlombaan dalam kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yakni gedung auditorium IAIN Lhokseumawe untuk cabang qira’atul kutub, fahmil qur’an dan vocal solo, serta panggung utama yang terletak di samping gedung auditorium untuk cabang tilawatil qur’an dan orasi ilmiah. Kemudian untuk stand bazar didirikan di sekitar area auditorium.


Reporter: Dahlia Suryani Siregar

Editor : Redaksi

29 November 2021

Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe : Mahasiswa Harus Mampu Mengenal Jati Dirinya

 

Foto: Dahlia Suryani Siregar/lpmalkalam.com


www.lpmalkalam.com - Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe berikan pendapat tentang kegiatan Civilization Campus Fest 2021 yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Lhokseumawe pada acara pembukaan di gedung auditorium IAIN Lhokseumawe, Senin (29/11/2021)

Dr. Al Husaini M. Daud, S.Ag., M.A dalam wawancara bersama LPM Al-Kalam mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan sosok-sosok mahasiswa yang prima dalam belajar maupun bekerja, karena mahasiswa tidak cukup hanya berkutat dengan buku saja, tetapi harus dapat mengaktualisasikan nilai-nilai kebukuan tersebut di luar.

“Sebenarnya ini adalah acara yang sangat prestisius di kalangan mahasiswa karena bisa melambungkan kesempatan belajar mereka di kelas dan ketika belajar di luar. Karena itu diharapkan mampu melahirkan sosok-sosok yang tidak hanya prima dalam belajar tetapi juga prima dalam bekerja”. Ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah pembuktian jati diri mahasiswa yang dapat belajar di dalam maupun di luar kelas, hal tersebut yang membedakan antara mahasiswa dengan siswa yang proses belajar mengajarnya hanya di dalam kelas.

“Hal inilah yang dapat menjadi pembanding antara siswa dan mahasiswa, dan salah satu yang dijadikan sebagai sarana penyepuhan jati diri mahasiswa adalah aktivitas di luar perkuliahan dan festival ini merupakan bagian daripada itu”. Tuturnya.

Yang menjadi permasalahan utama bagi mahasiswa berdasarkan pandangan Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe tersebut, terkadang mahasiswa hanya mampu berkutat pada jati diri mereka sendiri tetapi tidak mampu bergaul dengan jadi diri lainnya. Oleh karena itu diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai persahabatan dan mahasiswa akan menemukan bahwa sesungguhnya jati dirinya bukan di kelas tapi juga di alam bebas, dan hal tersebut mampu mengembangkan kemampuan intelektual, spiritual, dan karya.

“Saya berharap kompetisi ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi intelektual saja tetapi juga ajang silaturahmi antar mahasiswa, ketika muncul tali ikatan kemahasiswaan maka disitulah munculnya sebuah peradaban yang luar biasa”. Tutup nya


Reporter : Dahlia Suryani Siregar

Editor   : Redaksi

Pers Mahasiswa AL-Kalam, IAIN Lhokseumawe Phone. 0852 6017 5841 (Pimpinan Umum). Powered by Blogger.