HEADLINE

Latest Post
Loading...

09 July 2024

Apa Kabar Presiden Mahasiswa Dan Pengurus DEMA IAIN Lhokseumawe

Foto: IST


www.lpmalkalam.com- Presiden Mahasiswa dan Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Lhokseumawe, setelah lebih dari dua bulan menjabat sejak pelantikan pada 25 April 2024, tampaknya belum mampu memenuhi harapan mahasiswa. Kinerja yang dijanjikan saat kampanye belum terealisasi, meninggalkan rasa kekecewaan yang mendalam di kalangan mahasiswa.

Khalish Nur Hidayatullah, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe, dengan tepat mengkritik DEMA yang terlihat lambat. "Kami ingin melihat realisasi program kerja. Mahasiswa butuh kepastian dan tindakan nyata," tegas Khalish. Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan yang dirasakan oleh banyak mahasiswa yang merasa janji-janji kampanye DEMA hanya sebatas retorika.

Kabinet MEUGIWANG RAYA, yang diharapkan menjadi kabinet besar, bijaksana, dan bersinar, sejauh ini gagal menunjukkan kinerja yang sesuai dengan namanya. Kepemimpinan Presiden Mahasiswa baru seharusnya mampu membawa perubahan positif di tengah berbagai masalah kampus, seperti fasilitas yang kurang memadai, pelecehan seksual, birokrasi yang rumit, dan kurangnya kegiatan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Kenyataannya, hingga kini, beberapa program yang telah dicanangkan masih belum terealisasi.

Mahasiswa mendesak DEMA untuk lebih transparan dan komunikatif dalam menyampaikan perkembangan. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan DEMA untuk segera memenuhi janji kampanye dan mengembalikan kepercayaan mahasiswa. Adalah kewajiban DEMA untuk membuktikan bahwa mereka layak dipercaya dan mampu membawa perubahan yang dijanjikan.


Oleh: Khalish Nur Hidayatullah

29 March 2024

HMJ PBS IAIN Lhokseumawe Adakan Buka Puasa dan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Lhokseumawe menggelar buka puasa dan santunan anak yatim piatu di Dayah Zurriatul Qurani Almaarif, Lhokseumawe, Mon Tujoh, pada Kamis, (28/3/ 2024). Kegiatan ini Mengusung tema "Mari Bersama Mencari Keberkahan dan Menjalin Silahturahmi di Bulan Yang Berkah Bersama HMJ PBS 2024."

Kehadiran pengurus Ormawa yang didampingi oleh ketua prodi PBS, yoesrizal Muhammad Yoesoef, LC, M.SH. tersebut disambut oleh pimpinan Dayah Zurriatul Qurani Almaarif, Tgk Sulaiman atau lebih dikenal dengan sebutan Abiya Zurriatul,  serta turut dirangkai dengan tausiah singkat.

Ketua umum HMJ PBS, M.khairul Mubarak atau lebih dikenal dengan sebutan Mubarak, pada saat sambutannya mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim ini adalah suatu bentuk kepedulian kita kepada sesama, terutama kepada anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tau mereka.

"Kita berharap dengan kehadiran kita hari ini dapat membawa kebahagian dan keceriaan kepada mereka serta memberikan semangat dan harapan baru untuk masa depan mereka," ujarnya.

Selain itu, kegiatan seperti ini juga untuk mempererat tali silahturahmi dengan stakeholder di sekitar lingkungan kampus.

"Alhamdulillah kegiatan ini sukses di selenggarakan, tentunya tujuan utamanya untuk memberikan semangat kepada anak yatim piatu untuk meraih cita-cita mereka dan mempererat tali silahturahmi," tambahannya.

Foto: IST

Sementara itu, ketua panitia Dimaz Alfiandra mengatakan kegiatan tersebut merupakan program yang direncanakan dalam bulan ramadhan sebagai bentuk kepedulian sesama, selain berbuka puasa bersama juga memberikan santunan kepada anak anak yang berada di Dayah Zurriatul Qurani Almaarif.

"Uang santunan anak yatim ini juga berasal dari galang dana yang di lakukan oleh HMJ PBS IAIN Lhokseumawe selama 4 hari pada tanggal 23-26 Maret 2024, dan sedikit sumbangan dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan demisioner HMJ PBS tahun 2022 dan 2023. Alhamdulillah total semuanya berjumlah Rp, 2.217.000," ujarnya.


Sumber: Rilis

Editor: Redaksi 

21 December 2023

Apakah Terdapat Ruang Kritik Dalam Demokrasi?

Foto: Pexels.com

www.lpmalkalam.com- Apakah benar tanah raya bumi pertiwi ini menganut paham demokrasi? Jika ia apakah sistemnya sudah terealisasi dengan benar? Atau kata demokrasi hanyalah dijadikan sebagai topeng penutup agar tanah raya yang diberi julukan negara seribu pulau ini memiliki bentuk pemerintahan yang jelas dan dikenal oleh dunia. 

Istilah demokrasi berasal dari bangsa yunani yang berasal dari dua kata yaitu “demos” yang bermakna rakyat dan “kratos” yang bermakna pemerintahan. Banyak negara yang menjadikan demokrasi sebagai sistem pemerintahannya. Namun apakah ucapan dari mantan presiden AS yaitu Abraham Lincoln yang mengatakan bahwa demokrasi adalah Government of the people, by the people and for the people benar adanya. Kekuasaan rakyat, untuk kepentingan rakyat dengan perantaraan rakyat. 

Rakyat yang berperan untuk memberikan aspirasi dan pendapat, rakyat yang memegang kekuasaan dan memilih akan jadi apa dan diapakan bumi tempatnya berpijak. Namun, pada akhirnya mengapa mereka juga yang menyesal karena salah memilih mengukuhkan dewan pengadu nya hingga menghasilkan ruang yang tidak nyaman, membatasi dan memberikan kesengsaraan karena telah menutup keadilan dan hak yang seharusnya mereka peroleh sendiri.

Banyak dari mereka yang kecewa karena pada akhirnya dewan pengadu yang ditunjuk sebagai penguasa yang mereka impikan akan mensejahterakan kehidupan mereka namun sayangnya sang penguasa malah lebih mengedepankan kepentingan sekelompok orang. Apakah mereka diberi ruang untuk memberikan tanggapan dan saran? Banyak dari mereka yang Hanya sekedar memberikan pendapat dan argumentasi dari cara pandang mereka untuk diusulkan dan berharap dapat direalisasikan oleh para sang penguasa.

Namun, terdapat beberapa dari mereka yang telah memberikan tanggapan dan saran tetapi hanya didiamkan atau bahkan sampai diancam karena dianggap telah membangkang dan menentang aturan yang telah ditetapkan. Lalu bagaimana dengan slogan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Mungkin hanyalah kalimat fantasi saja tanpa implementasi yang tepat di tanah raya ini.


Oleh: Fitdaturrahmi

16 January 2023

SEMA FTIK Berikan Klarifikasi Terkait Dugaan Kecurangan dalam MUSMA HMJ-PAI

Amirul Zahir (Ketua SEMA FTIK 2022), Foto: IST

www.lpmalkalam.com - Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (SEMA-FTIK) angkat bicara terkait kasus dugaan kecurangan yang terjadi dalam Musyawarah Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ-PAI) yang telah dilaksanakan di Aula FTIK pada Senin, (02/01/2022).

Amirul Zahir, Ketua SEMA FTIK Periode 2022 menjelaskan, pihaknya selaku penyelenggara MUSMA HMJ PAI pada tahun ini membenarkan terkait kecurangan yang dilakukan oleh Wakil Ketua Pasangan Calon Nomor Urut 02, M. Hafidh Naufaldi dengan melampirkan Surat Keterangan berorganisasi yang tidak sah. Ia juga mengaku pihaknya baru mengetahui terkait pelanggaran tersebut ketika MUSMA dilaksanakan.

“Kami tidak mengetahui SK yang diserahkan ke kami bukan SK yang sebenarnya,” jelas Amirul saat diwawancarai oleh LPM Al-Kalam melalui WhatsApp.

Lebih lanjut Amirul juga menerangkan bahwa Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe, Dr. Al Husaini M. Daud, MA. awalnya telah meminta Paslon 01 ditetapkan sebagai pemenang dalam pemilihan Ketua HMJ-PAI tersebut. Namun kemudian para komisaris dari jurusan PAI menjumpai Wakil Rektor III untuk mendiskusikan perkara ini hingga akhirnya kasus tersebut dikembalikan kepada Fakultas.

“Para komisaris juga menjumpai Wakil Dekan III FTIK setelah menjumpai Wakil Rektor III, kamudian Wakil Dekan III FTIK membahas hal tersebut dengan kami,” ungkapnya.

Menurut keterangan SEMA-FTIK selaku penyelenggara, 11 komisaris dari Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Lhokseumawe meminta agar Musyawarah Mahasiswa dalam rangka pemilihan calon ketua dan wakil ketua HMJ-PAI diadakan ulang tepatnya pada Senin, (09/01/2023) lalu. Hal ini juga dilaksanakan sesuai dengan arahan dari Wakil Dekan III FTIK. 

Pihaknya menganggap bahwa inilah keputusan terbaik yang dapat diambil setelah melaksanakan musyawarah dengan Wakil Dekan III FTIK dan para komisaris jurusan PAI.

“Karena tidak mungkin Wakil Dekan III FTIK mengambil keputusan sepihak dengan menetapkan langsung calon menjadi ketua dan wakil ketua HMJ PAI, karena ini adalah Musyawarah Mahasiswa HMJ PAI,” ujarnya.

Amirul berharap kedepannya permasalahan seperti ini tidak akan terulang lagi.

Wakil Dekan III FTIK, Dr. Syarifah Rahmah, M.Ag. turut memberikan keterangan terkait pelaksanaan ulang Musyawarah Mahasiswa HMJ PAI. Pemilihan ulang tersebut diadakan atas dasar permintaan para komisaris dan sudah didiskusikan terlebih dahulu dengan SEMA FTIK selaku pihak penyelenggara, dengan Syarat Ketua Paslon 02, Syahrul Septianda harus mengganti pasangan Wakilnya. Hal ini sebelumnya juga telah dibicarakan dengan Dekan FTIK, Ketua Jurusan PAI dan Wakil Rektor III.

“Mereka menginginkan pemilihan ulang dengan catatan wakil Syahrul diganti. Karena ini musyawarah mahasiswa, jika mahasiswa tidak menginginkan maka boleh dilakukan musyawarah ulang, hal ini juga sudah tertera dalam AD/ART,” ujar Wakil Dekan III FTIK.

Ia pun berpesan kepada seluruh mahasiswa yang ingin berkecimpung dalam organisasi harus terlebih dahulu belajar dan memahami organisasi tersebut. Karena organisasi adalah wadah untuk menggalang persaudaraan, bukan tempat bekerja sendiri atau dengan kelompok-kelompok tertentu saja. 

“Kalah dan menang itu semuanya mempunyai hikmah tersendiri, organisasi itu bukan tempat untuk menebarkan kekuatan otot tapi untuk menebarkan kekuatan otak,” pesannya.


Reporter: Dahlia Suryani Siregar

Editor: Redaksi

 

06 December 2022

Krue Seumangat FUAD 2022 Berlangsung Meriah di Pantai Blang Mee

Foto: Fitria Nurlita/lpmalkalam.com

www.lpmalkalam.comOrmawa Fuad sukses melaksanakan kegiatan Krue Semangat yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dari jurusan KPI, BKI, dan IAT. Krue Seumangat dilaksanakan pada hari Minggu 04 Desember 2022 di Pantai Blang Mee - Geudong dengan tema "Ikat Kebersamaan, Hilangkan Perbedaan, Tingkatkan Keakraban, Untuk FUAD Satu Tujuan."

Acara Krue Seumangat dibuka dengan kata sambutan oleh ketua panitia Nazaruddin, ketua Dema FUAD Muhammad Hafiz, ketua Sema FUAD Fachrurrazi, ketua HMJ KPI Muhammad Hafidh, ketua HMJ BKI Adhana Nashia Humaira dan ketua HMJ IAT Muhammad Haitami. 

Setelah pembukaan dan sambutan, acara Krue Seumangat dilanjutkan dengan pemberian materi. Pemateri pertama yakni Ali Muhajir (alumni FUAD jurusan KPI). Ia menyampaikan, "Ambillah ilmu sebanyak-banyaknya jika kalian masih di kampus. Pendidikan ini tidak monoton jika kalian aktif dalam mencari informasi." Dan materi dilanjutkan pula oleh M. Khalid (alumni FUAD jurusan BKI) yang membahas tentang betapa pentingnya sebuah organisasi.

Foto: Fitria Nurlita/lpmalkalam.com
Selesai pemberian materi dan juga motivasi yang ikut dituangkan oleh beberapa anggota Krue Seumangat, acara ini dilanjutkan dengan perlombaan yel-yel yang diikuti oleh kelompok yang telah dibagikan. Perlombaan yel-yel berlangsung meriah dengan ciri khas masing-masing kelompok yang menampilkan yel-yel mereka. 

Perlombaan selanjutnya yang diadakan adalah balap sarung, perlombaan ini juga tidak kalah heboh dari lomba yel-yel. Perlombaan balap sarung ini makin menguatkan kekompakan tim dan kebersamaan kelompok. Adapun perlombaan selanjutnya yakni tarik tambang, perlombaan tarik tambang dimulai dengan tarik tambang putri, dan tarik tambang putra yang beradu dengan panitia.

Perlombaan terakhir yang diadakan adalah oper tepung. Setelah perlombaan oper tepung, panitia mengumumkan pemenang dalam perlombaan-perlombaan yang telah diselenggarakan.

Acara Krue Seumangat ditutup dengan foto-foto bersama, dan memberikan surat Cinta dan Benci oleh anggota Krue Semangat kepada mentor.


Reporter: Intan Nuraini (magang)

Editor: Redaksi

 

17 November 2022

Ormawa FTIK Laksanakan Acara Maulid, Hadirkan Abi Sufi Paloh Gadeng Sebagai Penceramah

Foto: Muhammad Farhan 

www.lpmalkalam.comOrganisasi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (Ormawa FTIK) sukses menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang dilaksanakan pada tanggal 16 november 2022 dengan tema “Menjadikan Rasulullah Saw Sebagai Suri Tauladan dan Menjaga Aqidah Serta Ukhuwah Islamiah” yang diselenggarakan di depan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. 

Acara itu dibuka dengan zikir maulid dari grup sholawat Misbahul Huda dan 2 mahasiswa perwakilan dari Dema FTIK sendiri serta pembacaan ayat suci Al-quran dari Misrahul Huda. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panitia, ketua DEMA, dan Dekan FTIK serta perwakilan Wakil Rektor III IAIN Lhokseumawe. Acara ini juga diisi dengan pemberian tausiyah dari Abu Sufi Paloh Gadeng.

Bagas Nirwana Selian, selaku ketua panitia mengatakan bahwa, “Tujuan berlangsungnya Maulid Nabi ini adalah untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad, karena kita sebagai orang muslim setiap 12 Rabiul awal memperingati kelahiran nabi dengan cara mengadakan acara maulid nabi ini." 

Ia juga menjelaskan mengenai waktu pelaksanaan acara maulid nabi yang diselenggarakan pada pertengahan bulan dimasa para mahasiswa sedang melaksanakan UTS.

“Hal ini dikarenakan acara ini bentrok dengan acara festival MTQ, yang mana seharusnya acara ini dapat dilaksanakan lebih awal lagi namun karena fasilitas acara sudah terpakai untuk festival MTQ jadi acaranya ditunda," jelasnya.

Bagas juga mengungkapkan bahwa tempat yang kurang memadai menjadi kendala dalam kegiatan tersebut karena seharusnya dilaksanakan di lapangan yang lebih besar bukan di dekat jalan. Namun karena hujan dan mengakibatkan adanya lumpur jadi tidak mungkin untuk diadakan di tanah yang berlumpur.
Foto: Muhammad Syahru (magang)
Adapun mengenai dana yang diperoleh untuk acara ini ia mengungkapkan, "Dana ini dari mahasiswa untuk mahasiswa lagi yang sudah ditentukan pihak panitia sebesar Rp5.000 dan ada juga dari dosen pribadi. Sumbangan mahasiswa digunakan untuk menyewa tenda, tikar, sound, panggung dekorasi serta parsel dan aqua botol untuk para tamu undangan,” ungkapnya.

Sementara itu mekanisme pembagian konsumsi bagi tamu undangan dan mahasiswa IAIN Lhokseumawe yaitu para tamu undangan termasuk dosen, Dema IAIN dan tamu dari luar disediakan prasmanan di ruang akademik. Sedangkan mahasiswa membawa nasi sendiri dari rumah masing-masing, para mahasiswa membawa dua bungkus nasi yang mana satu untuk pribadi dan satunya lagi untuk disedekahkan kepada ormawa kampus.

Ketua DEMA FTIK Saryulis juga memberikan tanggapannya seputar acara maulid tersebut. Dirinya mengatakan, “Acara ini merupakan salah satu proker besar yang kami usulkan di waktu raker Dema FTIK pada bulan januari 2022 yang sudah kami rencanakan dan kami rancang, alhamdulilah kegiatan ini berjalan lancar.” 

Tak lupa ia juga mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasi kepada segenap Ormawa FTIK yang sudah bekerja sama dalam acara ini.

Saryulis juga berharap bahwa kegiatan ini akan terus terlaksana untuk periode ke depan dan bisa menjadi contoh untuk kepengurusan kedepannya guna untuk lebih meningkatkan kegiatan keislaman yang diperingati setahun sekali.

Salah seorang mahasiswa IAIN Lhokseumawe, Mawaddah Hasibuan yang hadir dalam acara ini juga turut memberikan tanggapan. 

"Acara maulid ini sangat mendukung untuk para mahasiswa terutama mahasiswa yang berasal dari luar daerah Aceh untuk mengenal kegiatan maulid ini di daerah Aceh itu lebih diutamakan sedangkan di luar daerah Aceh maulid itu mungkin hanya diadakan di masjid sekali saja berbeda dengan di Aceh,” ungkapnya.

Dalam acara ini juga turut hadir Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe, yakni Muhammad Muchsal Mina. Ia menjelaskan bahwa panitia yang terlibat dalam acara ini bekerja dengan sangat baik dan kompak sekaligus mengungkapkan mereka layak diberikan apresiasi sebesar-besarnya.

Adapun para tamu yang berhadir dalam kegiatan maulid ini bukan dari dalam kampus IAIN Lhokseumawe saja, panitia kegiatan juga mengundang perwakilan dari berbagai kampus yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara khususnya.

Malik Imran selalu perwakilan dari POLTEKKES Aceh Utara memberikan kesan bahwa dirinya sangat kagum dengan panitia pelaksana karena sangat kompak saat melangsungkan acara dan berpesan agar kedepannya bisa lebih baik lagi serta menjalin silaturahmi dengan ketat seperti saat ini.


Reporter: Fitdaturrahmi dan Griselda Ayu Cantika (magang)

Editor: Redaksi

 

01 November 2022

Gerhana Bulan 8 November Penutup Gerhana di Tahun 2022

Foto: pixabay.com
www.lpmalkalam.com - Gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi saat bulan berada pada fase purnama (full moon) namun tidak terjadi disetiap bulan purnama, karena bidang orbit bulan tidak sejajar dengan bidang orbit bumi.

Gerhana bulan ada tiga macam jenisnya. Pertama, gerhana bulan total, gerhana ini terjadi disaat bulan sepenuhnya memasuki dalam bidang bayang inti (umbra) bumi, sehingga bulan terlihat saat puncak gerhana total berwarna hitam kemerah-merahan. Kedua, gerhana sebagian (parsial), dimana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi. Ketiga, gerhana bulan penumbra, dimana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai ke dalam bayang inti. Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak seperti pada saat purnama biasanya. 

Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop, karena perubahan cahaya bulan saat masuk dalam bayang kerucut bumi hanya bisa dibedakan melalui pengamatan teleskop. 

Dr. Tgk. Ismail, S.Sy., M.A. ketua jurusan Ilmu Falak IAIN Lhokseumawe menyatakan, untuk tahun 2022 ini gerhana Bulan total yang akan terjadi pada tanggal 8 November 2022 M bertepatan pada malam purnama 14 Rabiul Akhir 1444 H merupakan gerhana terakhir di tahun 2022.

"Gerhana bulan total ini mulai terjadi pukul 09.09.57 UT atau pukul 16.09.57 WIB sampai pukul 12.48.33 UT atau 19.48.33 WIB," jelasnya.

Awal gerhana bulan terjadi ditandai saat piringan bulan mulai memasuki bayang umbra bumi dan berakhirnya gerhana bulan saat piringan bulan mulai terlepas dari bayang umbra. 

Gerhana Bulan total ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia saat Bulan terbit di ufuk timur sampai peristiwa gerhana selesai. Untuk wilayah Aceh sendiri, gerhana bulan total ini hanya bisa dilihat setelah fase total, artinya gerhana hanya terlihat diparuh akhir. 

"Shalat gerhana bulan di Aceh baiknya dilakukan langsung setelah salat Magrib, mengingat durasi waktu gerhana bulan untuk wilayah Aceh hanya sekitar satu jam lebih sedikit," tambahnya. 

Untuk daerah Lhokseumawe, bulan mulai terbit di ufuk timur mulai pukul 18.17 WIB. Artinya untuk wilayah Lhokseumawe bila cuaca langit cerah, maka gerhana bulan mulai terlihat pukul 18.17 sampai 19.48 WIB.


Sumber: Rilis

Editor: Redaksi





02 September 2022

Dedikasi Kemanusiaan Tanpa Henti, KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe Sebagai Garda Terdepan Tim Kesehatan Kampus

Foto: IST

www.lpmalkalam.comKesuksesan acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Lhokseumawe tahun 2022 yang berlangsung mulai dari tanggal 29 hingga 31 Agustus 2022 tentu tidak luput dari kontribusi banyak pihak, salah satunya kontribusi tim kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam segala situasi darurat.

KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe sebagai Korps Sukarela unit kampus memiliki peranan yang cukup penting dalam setiap pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus. Sebagai Unit Kegiatan yang memiliki tanggung jawab besar sebagai penolong pertama dalam keadaan darurat, persiapan sebelum penugasan pun menjadi hal yang amat penting. Mulai dari kesiapan pengetahuan, mental, serta fisik para relawan dan juga persiapan peralatan medis pertolongan pertama yang dibutuhkan dalam setiap penugasan.

Eksistensi KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe sebagai satu-satunya Unit Kegiatan Khusus yang bergerak dibidang kesehatan sejak tahun 2001 menjadikan unit kegiatan ini memiliki rekam jejak historis perjalanan yang cukup panjang sebagai unit kegiatan mahasiswa yang memiliki kontribusi besar terhadap kampus khususnya di bidang kesehatan.

Salah satu bentuk kontribusi KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe yaitu menjadi garda terdepan tim kesehatan dalam kegiatan PBAK pada tanggal 29 hingga 31 Agustus lalu,. Kegiatan yang yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti sebanyak 1.139 mahasiswa baru berlangsung dengan kondusif dan dapat terkendali. Meskipun sebanyak 27 orang mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PBAK mengalami pingsan selama kegiatan berlangsung dan 4 diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut, namun situasi darurat yang terjadi pada akhirnya dapat diatasi dengan baik oleh 15 orang tim kesehatan KSR-PMI Unit 08 yang ditugaskan untuk bersiaga selama kegiatan berlangsung.

Menghadapi situasi darurat, para relawan yang bertugas sebagai tim kesehatan seringkali dihadapkan oleh situasi keterbatasan alat dalam melakukan pertolongan pertama. Ketersediaan alat dalam melakukan sebuah pertolongan pertama merupakan sebuah hal yang sangat penting, karena situasi darurat yang mendesak selalu datang tanpa bisa di prediksi terlebih dahulu. Karena itulah selain kesiapan penolong, ketersediaan perlengkapan pertolongan pertama menjadi unsur penting dalam setiap melakukan sebuah pertolongan. 

Melalui tulisan ini, penulis menyampaikan harapan para relawan KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe kepada pihak kampus, terkait bantuan tunjangan perlengkapan medis pertolongan pertama, agar kinerja yang baik pun tercipta secara optimal diiringi dengan kualitas dalam melakukan pertolongan. 

Sebagai upaya peningkatan kualitas kinerja dan juga kebermanfaatan yang bersifat inklusif, unit kegiatan mahasiswa KSR-PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe berharap agar dapat menjalin kerjasama kepada rumah sakit terdekat sebagai tempat rujukan korban dalam keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut. Selain itu mereka juga berharap dapat turut menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan panitia dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. 

Kebermanfaat dan rasa peduli pada sesama ialah wujud dari murninya arti hidup manusia. Menjadi manusia adalah tentang bagaimana memberikan kebermanfaatan dan kontribusi dalam celah sempit kehidupan seseorang. Menjadi manusia ialah bagaimana arti hidup dalam sebuah kebaikan dan menjadi manusia adalah saat dimana perjuangan dan pengorbanan ada demi dedikasi kemanusiaan. 


Penulis: Alya Maulida Nabila dan Haris Fajar Fadhillah

Editor: Redaksi


01 August 2022

Kampusku Bukan Kampus Impian

Oleh: Wida Zahara

Hidup terus berjalan, layaknya seorang muslim yang diwajibkan untuk menuntut ilmu hingga liang lahat. Namun, bagaimana jika tempat menuntut ilmu bukanlah tempat yang nyaman?Tidak mempunyai fasilitas yang memadai? Kotoran hewan dimana-mana, bahkan minimnya keamanan? Apakah bisa disebut dengan tempat menuntut ilmu? Bukannya tempat menuntut ilmu seharusnya lebih nyaman? Mempunyai fasilitas yang lengkap ataupun memadai?


Saya mewawancarai beberapa mahasiswa terkait beberapa masalah yang membuat mereka merasa kurang nyaman ketika jam belajar berlangsung. Hampir seluruh mahasiswa merespon dengan respon yang yang negatif. Saya tidak heran dengan respon mereka, karena saya pribadi pun merasa demikian. 


1. Kotoran hewan 

Kotoran hewan salah satu hal yang membuat mahasiswa merasa tidak nyaman. Dibalik itu semua, jika diperhatikan lebih luas, kampus kita menjadi spot foto-foto yang sedang digemari di kalangan masyarakat. Otomatis banyak yang datang berkunjung setiap harinya. Namun bagaimana pendapat mereka tentang kotoran hewan yang mengganggu? Apakah tidak menjadi perbincangan di luar sana?


2. Susahnya akses wifi 

Kampus kita memiliki luas seperti kampus impian lainnya. Dengan hutan yang masih asri terjaga dan bukit-bukit yang membuat kampus kita sedikit berbeda dengan kampus lainnya. Dengan sebab demikian, mahasiswa sulit menemukan jaringan untuk belajar mengajar. Sedangkan 50% pembelajaran diakses melalui internet. Namun yang terjadi, banyak mahasiswa yang tidak bisa mengakses internet mereka dengan kuota pribadi karena susahnya sinyal bahkan wifi yang susah di akses di beberapa lantai. Bukankah hal ini dapat menjadi penghambat dalam belajar?


3. Panasnya ruang kelas di siang hari 

Ruang kelas dengan kipas angin yang berfungsi dengan baik menjadi rebutan setiap harinya. Apalagi jika ruangan tersebut tidak dihuni. Setiap ruangan memang mempunyai fasilitas kipas angin, namun tidak semua berfungsi dengan baik. Banyak siswa yang mengeluh akan hal ini, namun belum ada respon dan perbaikan yang dilakukan. Miris sekali bukan? 


4. Minimnya keamanan

Beberapa waktu lalu, sebuah sepeda motor milik seorang mahasiswa hilang. Hal tersebut menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa itu sendiri, dan membuat banyak mahasiswa menjadi was-was akan hal tersebut. Namun, yang menjadi pertanyaan terbesar beberapa mahasiswa adalah, mengapa tidak diperkuat keamanan di lingkungan kampus, khususnya parkiran? Satpam memang ada, tapi satpam juga manusia yang tidak sanggup menghafal seluruh motor milik mahasiswa. Seharusnya pihak kampus bisa memberikan alternatif seperti memasang CCTV di tempat terbuka agar satpam bisa terbantu ketika menjaga keamanan. Dan jika ada barang yang hilang, pihak satpam pun bisa mengeceknya melalui CCTV. Dan ada baiknya dibangun pagar agar menjadi pembatas antara lingkungan kampus dan lingkungan masyarakat. Dengan adanya pagar hewan peliharaan dan keamanan pun sedikit terjamin keamanannya. 


5. Rasis

Masih banyak mahasiswa yang mempunyai sifat rasis yang sangat tinggi. Padahal mereka tahu, bahwa 50% bahkan lebih dari mahasiswa yang ada di IAIN Lhokseumawe adalah mahasiswa dari luar daerah. Masih patutkah rasisme di kampus tercinta kita? Padahal dosen selalu mengingatkan hal tersebut, namun masih ada beberapa oknum yang tidak peduli dan terus menumbuhkan rasa rasisme di hati mahasiswa yang lain. Sungguh disayangkan IAIN yang disebut kampus peradaban islam, masih memiliki sifat rasisme di dalamnya.


Sebaiknya beberapa hal atas bisa diatasi dengan segera. Agar kalangan mahasiswa dan masyarakat yang berkunjung dapat memberikan respon yang positif. Dengan respon positif, IAIN Lhokseumawe baru bisa disebut dengan kampus peradaban. Namun jika hal tersebut tidak segera diatasi, saya tidak yakin kampus kita bisa menjadi kampus peradaban bahkan kampus impian masyarakat luas. Gedung yang tinggi tidak menjamin kampus kita menjadi kampus impian. Tapi lingkungan yang bersih dan nyaman bisa menjadikan kampus menjadi kampus impian, masyarakat luas.



Penulis merupakan mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris Semester 7

Editor: Redaksi




 

Pers Mahasiswa AL-Kalam, IAIN Lhokseumawe Phone. 0852 6017 5841 (Pimpinan Umum). Powered by Blogger.