![]() |
| Foto: IST |
Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut berlangsung di kedai Bakso Bakar Kak Mona. Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong transformasi digital usaha mikro agar mampu beradaptasi dan bersaing di era pemasaran berbasis teknologi.
Sebelum pelaksanaan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dan membuat janji dengan pemilik usaha guna memastikan kegiatan observasi serta pendampingan berjalan optimal. Setibanya di lokasi, tim memulai dengan observasi menyeluruh terhadap kondisi usaha, mencakup sistem pelayanan, penyajian produk, hingga potensi pengembangan yang dapat ditingkatkan.
Selain observasi, mahasiswa juga melakukan wawancara bersama pemilik usaha untuk memahami perjalanan bisnis, tantangan yang dihadapi, serta strategi pemasaran yang selama ini diterapkan. Usaha Bakso Bakar Kak Mona sendiri telah berdiri sejak 2019 dan terus menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.
Kedai ini beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB. Bahkan, tidak jarang tutup lebih awal ketika antusiasme pembeli meningkat dan seluruh stok telah habis terjual. Dengan variasi menu yang beragam dan harga terjangkau mulai dari Rp1.000, usaha ini mampu menjangkau berbagai kalangan konsumen. Konsistensi jumlah pembeli dari waktu ke waktu menjadi indikator stabilitas penjualan harian yang cukup baik serta daya tarik yang kuat di pasar lokal.
Pemilik usaha, Kak Mona, menyambut baik program pendampingan tersebut. Ia mengungkapkan, “Selama ini kami hanya mengandalkan pembeli yang lewat atau pelanggan tetap. Dengan adanya bantuan digitalisasi ini, saya berharap usaha ini bisa lebih dikenal luas dan semakin berkembang,” ujarnya.
Dalam proses pendampingan, mahasiswa membantu pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps guna meningkatkan visibilitas serta memudahkan pelanggan menemukan lokasi kedai. Selain itu, dilakukan dokumentasi visual produk secara lebih menarik dan terstruktur untuk kebutuhan promosi digital. Mahasiswa juga memberikan pendampingan strategi pemasaran berbasis media sosial sebagai langkah awal memperluas jangkauan pasar.
Salah satu perwakilan Mahasiswa KPM Mandiri 67 menyampaikan bahwa digitalisasi UMKM menjadi langkah penting dalam menghadapi perkembangan zaman. “Kami ingin membantu pelaku usaha desa agar tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi sederhana seperti pendaftaran lokasi dan promosi media sosial dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan,” ujarnya.
Digitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan Bakso Bakar Kak Mona kepada konsumen yang lebih luas, tetapi juga menjadi model pengembangan bagi UMKM lain di Desa Tambon Tunong. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, usaha kecil di tingkat desa memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KPM Mandiri 67 UIN SUNA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan era digital.
Penulis: Siti Hunava Foenna, Mahasiswi KPM Kelompok 67 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
