Portal Berita Al-Kalam

Mimpi dari Bangku Paling Belakang

Foto: Pexels  www.lpmalkalam.com-  Zayyan, siswa yang selalu duduk di bangku paling belakang. Bukan karena malas, tetapi karena Zayyan serin...

HEADLINE

Latest Post

06 Mei 2026

Mimpi dari Bangku Paling Belakang

Foto: Pexels 

www.lpmalkalam.com- Zayyan, siswa yang selalu duduk di bangku paling belakang. Bukan karena malas, tetapi karena Zayyan sering datang terlambat ke sekolah sebab harus membantu ibunya menyiapkan jualan di pasar terlebih dahulu. 

Pagi ini, guru wali kelas memberikan tugas sederhana untuk siswa. Seluruh siswa diberikan waktu untuk menuliskan cita-cita mereka pada selembar kertas dan kemudian diceritakan di depan kelas. 

Suasana kelas sangat ramai. Teman-teman Zayyan sangat bersemangat menceritakan cita-cita mereka. Ada yang ingin menjadi polisi, guru, bahkan pilot. Namun, Zayyan hanya diam sambil menatap kertas kosong di mejanya.

Guru wali kelas menyadari hal itu.

"Kenapa belum ditulis, Yan?" tanyanya.

"Saya takut cita-cita saya terlalu tinggi, Bu," ucap Zayyan sambil menunduk.

"Memangnya apa cita-citamu?" 

Zayyan menarik napas pelan sebelum menjawab.

"Saya ingin jadi dokter. Saya ingin membantu orang sakit yang tidak punya biaya, seperti ibu saya."

Ibu guru tersenyum haru. "Gak ada cita-cita yang terlalu tinggi kalau kamu sertai dengan doa dan usaha," ucapnya sambil tersenyum.

Kalimat itu membuat Zayyan kembali bersemangat. Ia mulai menulis cita-citanya dengan penuh keyakinan.

Usai waktu yang diberikan habis, siswa diminta untuk membacakan apa yang mereka tulis di depan kelas.

Hingga tiba giliran Zayyan.

Dengan suara yang sedikit bergetar, Zayyan membacakan tulisannya.

"Saya belajar bahwa pendidikan tidak melihat siapa yang paling kaya, tetapi siapa yang paling mau belajar dan berusaha. Saya percaya dengan doa dan usaha, suatu hari nanti bisa membawa saya menjadi dokter untuk membantu banyak orang dan membahagiakan keluarga saya." 

Suasana kelas menjadi hening, banyak siswa yang tersentuh mendengar kalimat Zayyan.

Usai Zayyan membacakan tulisannya, Ibu guru menghampirinya.

"Jangan pernah berhenti bermimpi ya, Yan. Sekolah akan membantu siswa yang mau berjuang," ujarnya sambil tersenyum.

Hari ini, untuk pertama kalinya Zayyan merasa mimpinya bukanlah hal yang mustahil. Dari bangku paling belakang, Ia yakin bahwa pendidikan bisa membawanya ke masa depan yang menjanjikan.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Tiara Khalisna

banner
Latest
Next Post
Comments
0 Comments

0 comments:

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.