![]() |
| Foto: IST |
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua hari kunjungan. Pada hari pertama, sesi pertama diikuti mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) pukul 14.00 WIB. Sementara itu, sesi kedua diikuti mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta Fakultas Syariah dan Hukum (FASYA) pukul 15.00 WIB.
Pada hari kedua, kegiatan diikuti mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang terbagi menjadi dua sesi, masing-masing dimulai pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB.
Sebelum memasuki ruangan, peserta diarahkan untuk mengisi daftar hadir. Selanjutnya, peserta memasuki aula lantai tiga perpustakaan secara bergiliran sesuai dengan jadwal sesi masing-masing.
Kepala Perpustakaan UIN SUNA, Nurjannah, menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan membaca buku, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan. Ia turut menekankan perbedaan antara membaca buku dan karya ilmiah untuk menambah pengetahuan dengan membaca notifikasi pesan yang hanya memberikan informasi. “Jika kita ingin menjadi orang hebat dan terkenal hanya satu pilihan, yaitu dengan cara membaca,” ujarnya.
Selain mendapatkan arahan dari Kepala Perpustakaan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai koleksi serta pemanfaatan sumber informasi yang tersedia di Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan UIN SUNA Lhokseumawe.
Salah seorang mahasiswa baru, Hayatun Mailiza, mengungkapkan bahwa ketersediaan koleksi buku dari dalam dan luar negeri membantunya dalam menyelesaikan tugas akademik serta membandingkan berbagai perspektif. Menurutnya, layanan baca di tempat dan peminjaman buku juga memudahkannya mempelajari materi secara mandiri, termasuk memperluas pengetahuan di bidang lain, seperti psikologi.
“Perpustakaan memudahkan saya meminjam buku dan membacanya di rumah, sehingga saya bisa memperluas pemahaman secara mandiri dan bertahap,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru turut diajak berkeliling untuk melihat fasilitas dan koleksi buku yang tersedia. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Duta Baca terkait layanan maupun fasilitas perpustakaan yang belum dipahami.
Duta Baca 2026, Rifka Tanzila, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan.
“Saya sendiri berharap semoga perpustakaan menjadi wadah baru untuk perkembangan ilmu mereka dan mahasiswa juga bisa sangat memanfaatkan perpustakaan sebagai alat bantu untuk menambah ilmu mereka,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan peserta ke berbagai fasilitas dan koleksi perpustakaan.
