Portal Berita Al-Kalam

Pemadaman Karhutla di Kalimantan Masih Berlanjut, Pemerintah Perkuat Penanganan

Foto: AntaraNews www.lpmalkalam.com- Pemerintah bersama petugas dan relawan terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ...

HEADLINE

Latest Post

12 Oktober 2026

Sinkhole Ancam Lahan Warga, Masyarakat Pondok Balik Bangun Talang Air secara Swadaya

Foto: Tribun Gayo

www.lpmalkalam.com- Warga Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, bergotong royong membangun talang air secara swadaya untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan sinkhole pada Senin (12/10/2026).

Pembuatan talang air tersebut digagas oleh Oka Basuki sebagai salah satu upaya untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan terdampak. Langkah ini dilakukan di tengah perubahan kondisi tanah di sekitar lokasi sinkhole.

Warga berupaya mengarahkan aliran air agar tidak langsung menuju kawasan yang rawan mengalami pergerakan tanah. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Desa Pondok Balik juga mendapat bantuan dari warga kampung lain yang turut bergotong royong membangun talang air tersebut.

Berdasarkan laporan TribunGayo, sekitar 15 hektare lahan pertanian dan perkebunan warga telah terdampak sinkhole. Sedikitnya 30 kartu keluarga (KK) yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan turut merasakan dampaknya.

Reje Pondok Balik, Aliono, mengatakan bahwa kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama warga yang tinggal dan berkebun di sekitar lokasi. Suara guguran tanah dari kawasan sinkhole menjadi salah satu hal yang membuat warga semakin waspada.

“Yang pertama itu kewas-wasan masyarakat. Sebagian kebun, ladang, ataupun rumah warga yang berdekatan merasa takut dan trauma setiap kali mendengar suara guguran atau longsoran dari lokasi sinkhole tersebut,” ujar Aliono, Senin (12/10/2026), dikutip dari TribunGayo.

Selain mengancam lahan pertanian dan perkebunan, kondisi tersebut juga berdampak terhadap perekonomian warga. Kecamatan Ketol dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil cabai di Aceh Tengah. Namun, terganggunya akses jalan membuat petani harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk mengangkut hasil panen.

Jalur alternatif tersebut memiliki jarak sekitar 10 kilometer dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Jarak tempuh yang bertambah menyebabkan biaya angkutan hasil pertanian meningkat dan turut memengaruhi harga jual cabai di tingkat petani.

Aliono menyebutkan bahwa harga cabai yang sebelumnya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram kini dapat turun menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram. Menurutnya, peningkatan biaya angkutan akibat terganggunya akses jalan turut memengaruhi harga jual hasil panen.

Pembangunan talang air dilakukan warga secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dari kampung lain. Talang air tersebut dibuat untuk mengatur aliran air di sekitar kawasan sinkhole yang mengancam lahan pertanian dan perkebunan warga.

Badan Geologi sebelumnya menjelaskan bahwa air yang meresap ke dalam tanah dapat meningkatkan kejenuhan tanah dan memengaruhi kestabilan lereng. Faktor tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penanganan kawasan yang mengalami kerentanan tanah.


Reporter: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Redaksi

banner
Previous Post
Next Post
Comments
0 Comments

0 comments:

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.