![]() |
| Foto: IST |
Pembuatan produk ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KPM bidang kesehatan dan lingkungan yang bertujuan memberikan solusi praktis serta ramah lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk.
![]() |
| Foto: IST |
Kegiatan diawali dengan praktik singkat pembuatan ekstrak sereh. Dalam prosesnya, sereh yang telah dicuci dan diiris kemudian dimasak dengan campuran air hingga mendidih. Setelah mendidih, ekstrak sereh didinginkan lalu dicampurkan dengan alkohol untuk membantu mengekstrak aroma serta memperkuat daya tahan larutan.
![]() |
| Foto: IST |
Ibu-ibu desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari proses pengolahan sereh hingga pengemasan hasil akhir ke dalam botol semprot. Selain bahan yang mudah diperoleh, proses pembuatannya juga relatif sederhana sehingga dapat dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa KPM turut mempresentasikan hasil pembuatan obat nyamuk berbahan sereh dan alkohol tersebut kepada para ibu sebelum akhirnya dibagikan. Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menjelaskan manfaat, cara penggunaan, serta ketahanan larutan agar dapat digunakan secara efektif di lingkungan rumah. Presentasi ini bertujuan memastikan seluruh peserta memahami proses pembuatan hingga pemanfaatannya sehingga hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada praktik bersama, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Salah seorang ibu yang terlibat dalam proses pembuatan produk tersebut berujar, “Nyoe ka jeut ta buka usaha keu droe teuh, ka na resep bak awak nyoe (Ini sudah bisa membuka usaha sendiri karena sudah ada resep dari mereka/mahasiswa KPM).”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman dan ekonomis. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga serta kebersihan lingkungan desa.
Reporter: Alya Nadila




