![]() |
| Foto: Zahratul |
www.lpmalkalam.com-
Di lembar-lembar makalah yang mulai lusuh
Kutemukan jejak tinta yang menggigil lelah
Ada coretan, ada silang merah
Dan tak jarang, sisa air mata yang diam-diam luruh
Di sana juga tertempel sisa-sisa semangat
Tak terlihat, tapi melekat
Hanya mataku yang mampu membaca luka-luka itu
Sebab mata lain terlalu sibuk menilai angka
Kucari inspirasi dalam debu buku-buku tua
Kubuka lembar-lembar baru yang masih wangi tinta
Kubaca bait demi bait
Mengejar pemikiran di antara catatan kaki
Wahai referensi
Bisakah sekali saja kau lahir dari hatiku
Bukan dari halaman yang dipaksakan
Agar nanti kukatakan pada dosen
“Bu, biarkan ini jadi ilham
Jangan lagi pulpenmu menyilang harapanku.”
Tapi apalah daya
Setelah semua ilham kutawarkan
Dunia ini masih menuntut dengan mata dingin
Kini aku mahasiswa
Sedang bertarung melawan malas, pesimis
Dan takdir yang menulis
Aku sebagai pengangguran
Setelah keluar dari gedung penuh janji ini
Tak kubiarkan kata-kata itu tumbuh jadi akar di benakku
Demi bara semangat yang kutemukan
Dari doa ayah dan ibu di kampung nun jauh di mata
Mereka hanya punya sepetak ladang
Namun cukup luas untuk menanam harapan
Mengantarkanku hingga ke bangku kuliah ini
Di antara inspirasi yang tercerai
Semangat yang nyaris habis
Kutitipkan harap
Semoga Allah berkenan
Memberkahi tiap jengkal perjuangan ini
Penulis: Zahratul
Editor: Chalisa Najla Safira
.jpeg)