www.lpmalkalam.com- Pagi itu, kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang berlalu-lalang. Di antara mereka, ada seorang mahasiswa bernama Rizki, mahasiswa semester empat yang sedang berjuang menyelesaikan tugas kuliah, organisasi, dan pekerjaan sampingan sekaligus.
Rizki berasal dari keluarga sederhana di sebuah desa. Sejak diterima di perguruan tinggi, ia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat membanggakan kedua orang tuanya. Namun, kehidupan mahasiswa ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.
Suatu hari, dosen memberikan tugas kelompok yang harus dikumpulkan dalam waktu satu minggu. Di saat yang sama, organisasi kampus tempat Rizki aktif sedang mempersiapkan sebuah acara besar. Belum lagi, ia harus bekerja paruh waktu pada malam hari untuk menambah uang saku.
“Bagaimana aku bisa menyelesaikan semuanya?” gumam Rizki sambil menatap daftar tugas di layar laptopnya.
Meski merasa lelah, Rizki tidak menyerah. Ia mulai menyusun jadwal harian dengan lebih teratur. Pagi hingga siang digunakan untuk kuliah, sore untuk rapat organisasi, dan malam hari untuk bekerja serta menyelesaikan tugas.
Hari demi hari berlalu. Rasa lelah sering datang, tetapi dukungan teman-teman membuatnya tetap semangat. Mereka saling membantu mengerjakan tugas dan mengingatkan satu sama lain ketika ada yang mulai kehilangan motivasi.
Akhirnya, hari presentasi tiba. Kelompok Rizki berhasil mempresentasikan tugas dengan baik dan mendapat apresiasi dari dosen. Acara organisasi yang mereka persiapkan juga berjalan lancar.
Sepulang dari kampus, Rizki duduk di taman sambil tersenyum. Ia menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi juga belajar mengatur waktu, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Saat melihat pesan dari ibunya yang berbunyi, “Tetap semangat belajar, Nak. Kami bangga padamu,” mata Rizki berkaca-kaca. Semua rasa lelah yang ia rasakan seakan terbayar.
Sejak hari itu, Rizki semakin yakin bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, adalah langkah menuju mimpi yang ingin ia capai. Dan sebagai mahasiswa, ia percaya bahwa masa kuliah adalah tempat terbaik untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.
Penulis: Razwa Syuib
Editor: Chalisa Najla Safira
