Duhai jiwa yang kini menjelma nista
Bersyukurlah jemariku gemar merawat aksara
Sebab saat kau runtuh kehilangan harga
Aku memilih diam dan menjauhkan prasangka
Ketika perangaimu mulai kehilangan pekerti
Dan laku tabiatmu tak lagi mampu kuhormati
Lidahku enggan mengotori diri dengan caci
Sebab amarah hanya akan merugikan hati
Alih-alih melumurkan makian yang sia-sia
Kupeluk sepi demi menenun bait-bait doa
Kuganti setiap perih menjadi baris diksi
Mengubur kecewa dalam sunyinya selembar puisi
Kusulam semua ini dengan sisa-sisa jemari
Sebagai penawar muak yang sempat menghampiri
Agar kelak saat ingatan memaksaku menoleh kembali
Bayangmu tak lagi menjelma racun di dalam diri
Kini biarlah aksara yang berbicara lirih
Mengganti benci menjadi penutup rasa perih
Sebab membalasmu hanya membuang waktu
Lebih baik kau lumat dalam keheningan baitku
Penulis: Amanda Zuhra
Editor: Chalisa Najla Safira
