![]() |
| Foto: IST |
Kegiatan meugang merupakan tradisi yang berasal dari Provinsi Aceh sejak masa Kerajaan Samudra Pasai. Pada tradisi meugang kali ini, masyarakat Aceh yang terdampak bencana mendapatkan anggaran dari pemerintah sebesar Rp4.555.000.000. Melalui anggaran tersebut, dana dialokasikan ke wilayah Bener Meriah yang mencakup 105 desa, masing-masing sebesar Rp50.000.000, dan didistribusikan kepada 14 desa di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Sebanyak satu ekor sapi dengan berat sekitar 130 kilogram (kg) disembelih dan dibagikan menjadi 66 kantong plastik dengan berat masing-masing 2 kg. Setiap kantong berisi daging, kikil, babat, tulang, dan jeroan. Melalui tradisi meugang pascabencana ini, masyarakat Uning Mas dari tiga dusun yang berbeda dapat bersatu kembali dan mempererat silaturahmi.
“Meskipun terkena musibah, melalui pendekatan tradisi setempat mampu memberikan kebahagiaan serta mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujar Ainan Naim, Ketua KPM di Uning Mas.
Penulis: Ririn Dayanti Harahap


