![]() |
| Foto: IST |
Melalui koordinasi pascabencana banjir yang melanda Desa Uning Mas, Sekretaris Desa (Sekdes), Masmiko, mengungkapkan bahwa seluruh warga sebelumnya memiliki tempat tinggal. Namun, bencana tersebut menyebabkan sebagian besar rumah rusak hingga tidak dapat dihuni. Saat ini, banyak warga memilih menyewa rumah dengan sistem pembayaran setelah masa panen kopi, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KPM UIN SUNA menggagas program kerja (proker) berbasis digitalisasi sebagai upaya membantu pemulihan dan mengangkat kembali potensi desa. Program ini mencakup pembuatan dan pengelolaan media sosial seperti Instagram untuk menyampaikan informasi faktual terkait kondisi pascabencana, sekaligus memperkenalkan potensi unggulan desa, seperti hasil perkebunan, perekonomian masyarakat, dan kekayaan alam setempat.
Mahasiswa KPM setempat juga merancang kelas digitalisasi bagi warga desa guna mencetak pengelola media yang berkelanjutan. Akun digital desa nantinya akan dikolaborasikan dengan akun resmi KPM UIN SUNA agar data dan informasi yang diperoleh dari Sekdes dan masyarakat dapat tersebar lebih luas, serta menarik perhatian publik dan pihak-pihak yang berpotensi memberikan bantuan.
Tidak hanya itu, mahasiswa KPM UIN SUNA juga berencana membuat pemetaan wilayah Desa Uning Mas melalui platform digital seperti Google Maps. Langkah ini dilakukan karena desa tersebut belum terdata secara maksimal dalam sistem pemetaan digital. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan berkoordinasi dengan Sekdes untuk mendata lokasi-lokasi penting yang perlu ditampilkan di peta. Pengelolaan email resmi desa juga akan dibantu oleh mahasiswa guna menunjang administrasi dan komunikasi digital.
Sekdes juga menjelaskan batas wilayah tiga dusun di Desa Uning Mas, yakni Dusun Buge Ara, Pantas Tona, dan Tawar Sejuk. Desa ini juga termasuk wilayah yang berada dalam perlindungan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), dengan keberagaman hayati seperti gajah, harimau, kucing hutan, dan berbagai spesies lainnya.
Sejalan dengan itu, mahasiswa KPM UIN SUNA juga memaparkan rencana program penghijauan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Mereka meminta arahan dari pemerintah desa terkait lokasi strategis yang dapat dijadikan titik penghijauan guna mendukung keseimbangan ekosistem desa. Kegiatan ini akan didokumentasikan dalam bentuk digital dan disebar ke media sosial.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KPM UIN SUNA akan mengadakan program perpisahan berupa pemutaran video dokumenter atau rekap kegiatan selama KPM. Video tersebut akan ditayangkan dan disaksikan bersama masyarakat desa Uning Mas sebagai bentuk apresiasi, kenang-kenangan, sekaligus refleksi atas upaya kolaboratif dalam membangun desa pascabencana.
"Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa, diharapkan Desa Uning Mas dapat bangkit lebih kuat, adaptif terhadap perkembangan digital, serta semakin dikenal luas atas potensi dan kekayaan alamnya," ujar Masmiko.
Reporter: Ririn Dayanti Harahap
Editor: Tiara Khalisna


